Masuk

Tips

Beranda / Artikel
Search:

Pondasi Setempat, Solusi Terbaik untuk Tanah Bergerak
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>Pada daerah yang kondisi tanahnya bergerak atau lembek, ketika musim hujan tanahnya seolah menyatu, namun ketika musim kemarau akan retak-retak selebar hampir 15 cm. Hal ini dikarenakan air menguap dan butiran tanah tidak ada lekatan. Kedalaman retakan ada yang mencapai 1,50 meter untuk daerah yang ekstrim.</p> <p>Situasi dan kondisi seperti ini kurang cocok jika dibuat pondasi dari pasangan batu kali, karena untuk mencapai tanah keras dan stabil harus menggali sampai dalam, hingga kira-kira 1,60 meter. Pada kedalaman tersebut diasumsikan mencapai tanah yang “sehat”, yakni sudah stabil da tidak retak ketika musim panas dengan tegangan ijin sekitar 2 kg/cm (0,2 N/mm2).</p> <p>Kedalaman pondasi akan menyebabkan borosnya biaya karena bertambahnya kebutuhan batu, pasir, dan semen. Bahkan ada yang mencapai 2-3 kali dibanding kebutuhan material pondasi pada tanah yang stabil dengan kedalaman sekitar 80 cm.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/berapa-biaya-pengerjaan-fasad-berbahan-aluminium-composite-panel-acp-begini-cara-menghitungnya">Berapa Biaya Pengerjaan Fasad Berbahan Aluminium Composite Panel (ACP)? Begini Cara Menghitungnya</a></h3> <p>Masalah pemasangan pondasi batu alam ini juga terjadi di kota-kota besar, meskipun bukan karena alasan tanah yang retak, namun harga batu kali atau batu gunung semakin hari semakin mahal karena sulit didapat. Jika ada pun ternyata biaya angkut sudah mahal.</p> <p>Solusi terbaik adalah mengganti pondasi lajur (batu alam) yang berbentuk trapesium dengan pondasi setempat/pondasi telapak/footplat. Pondasi ini juga lazim disebut dengan pondasi cakar ayam. Meskipun istilah cakar ayam kurang tepat, namun sudah terlanjur populer dan yang terpenting pengertiannya dapat dipahami dengan benar.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///PONDASI SETEMPAT/1.jpeg" alt="" width="755" height="1006" /><em>Pondasi setempat untuk bangunan tidak bertingkat, tulangan rangkap diameter 12 mm kolom ukuran 20x20 (Sumber: dok. recovery tsunami Aceh / Jago Bangunan).</em></p> <p>Pondasi setempat tidak melulu untuk bangunan tingkat. Untuk bangunan 1 lantai pun juga cocok. Jarak ideal antara satu pondasi ke pondasi lainnya adalah 3-4 meter, dengan ukuran sekitar 80 cm x 80 cm x tebal 20 cm. Bisa juga ukurannya tidak bujur sangkar, tetapi persegi misal 70 cm x 90 cm x tebal 20 cm.</p> <p>Jika kondisi tanahnya gambut atau berlumpur, maka sebelum dicor, pondasi bagian bawahnya dipasang trucuk dahulu dengan kedalaman antara 2-5 meter melihat kondisi tanah setempat. Trucuk itu bisa digunakan bambu Ori yang tua atau kayu gelam/dolken/kayu ulin dengan jumlah sekitar 9 hingga 16 buah per titik pondasi sesuai kebutuhan.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/gampang-banget-begini-cara-menghitung-kebutuhan-material-untuk-pasangan-pondasi-dari-batu-alam">Gampang Banget, Begini Cara Menghitung Kebutuhan Material untuk Pasangan Pondasi dari Batu Alam</a></h3> <p>Cara ini sangat lazim dilakukan di Kalimantan yang kondisi tanahnya labil. Untuk pemancangan bisa dilakukan secara konvensional menggunakan kerekan dan pemberat, kemudian dinaikkan dan diturunkan agar memukul ujung kayu bagian atasnya, kemudian trucuk masuk ke dalam tanah (dipancang).</p> <p>Pada bangunan besar dan bertingkat tinggi, trucuk ini digantikan dengan tiang pancang atau borpile. Ada juga yang menyebut dengan teknik Strauss. Bedanya, kalau tiang pancang adalah tiangnya sudah dicetak dulu, baru dipancangkan. Sedangkan borpile maka tanah dibor dahulu, kemudian dipasang rangkaian besi dengan beugel spiral baru dimasukkan adukan beton, serta dipadatkan.</p> <p><img src="/images/cms///PONDASI SETEMPAT/3.jpeg" alt="" width="260" height="372" /><img src="/images/cms///PONDASI SETEMPAT/4.jpeg" alt="" width="397" height="356" /></p> <p style="text-align: center;"><em>(Sumber: dok. recovery tsunami Aceh / Jago Bangunan).</em></p> <p>Pembesian untuk pondasi setempat ini, jika hanya mengantisipasi gaya vertikal, maka cukup dipasang bagian bawahnya saja. Namun, untuk mengantisipasi terjadinya gempa yang mengakibatkan adanya gaya horizontal dan dapat membahayakan pondasi, maka lebih aman dipasang tulangan rangkap.</p> <p>Jika rumah tinggal baik 1 atau 2 lantai, dapat digunakan besi berdiameter 12 mm, dengan jarak sekitar 10-12 cm. Perlu diingat bahwa selimut beton untuk konstruksi di bawah tanah minimal 3 cm. Jika ukuran cor pondasi 80 cm x 80 cm x 20 cm, maka ukuran tekukan besi bagian luarnya adalah 74 cm x 74 cm x 14 cm.</p> <p>Untuk lebar 74 cm, jika jaraknya 10 cm, maka jumlah besinya 74 : 10 = 7,4 (dibulatkan 8 buah), ditambah bagian tepi 1 menjadi 9 buah. Dikarenakan 2 arah, maka jumlah besinya = 2 x 9 = 18 buah. Panjang 1 tekukan besi = (2x0,74)+ (2 x0,14) + kait (2x 0,10) = 1.48 + 0,28 + 0,20 = 1.96 meter.</p> <p>Jika satu pondasi jumlahnya 18 buah, maka kebutuhan panjangnya = 18 x 1,96 = 35,28 meter. jika 1 batang besi dianggap panjang minimal adalah 10,70 meter (termasuk bagian yang terbuang), maka per pondasi memerlukan 35,28 / 10,70 = 3,3 batang.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/beri-kesan-ruangan-modern-dan-mewah-dengan-lantai-dan-dinding-batu-granit">Beri Kesan Ruangan Modern dan Mewah Dengan Lantai dan Dinding Batu Granit</a></h3> <p>Untuk lebih mudahnya, kita hitung dengan 3,3 batang/per titik. Jika bangunan 6 m x 6 m memerlukan pondasi 9 titik, maka keperluan besi = 9 x 3,3 = 29,7 dibulatkan 30 batang.</p> <p>Selanjutnya, kita beranjak pada penghitungan terkait kolom. Jika rumah tidak lebih dari satu lantai, cukup ukuran 20 x 20 saja. Meski demikian, pondasi ini sebenarnya juga sesuai untuk bangunan bertingkat. Jika memang nantinya ada rencana untuk menambah lantai, maka pasanglah kolom dengan ukuran cukup besar, yakni 20 x 30, dengan besi minimal 12 mm berjumlah 6 buah. Jika dananya cukup, bisa dipasang besi ulir D-13 berjumlah 6 buah, sehingga konstruksinya akan sangat kuat.</p> <p>Memang beugel bisa saja menggunakan besi 6 mm dengan jarak 15 cm. Namun untuk bangunan bertingkat lebih aman jika menggunakan besi diameter 8 mm dan jarak sekitar 17 cm, atau maksimal 20 cm.</p> <p>Untuk sloof, karena sloofnya menggantung, maka pasang sloof dengan dimensi agak tinggi. Yakni antara 30 - 35 cm dengan lebar 15-20 cm, sehingga cukup kaku ketika dibebani dinding batako, bata merah, atau bata ringan. Untuk besi, sebaiknya gunakan besi 12 mm sebanyak 6 buah, dengan beugel sama dengan kolom, yaitu diameter 8 mm jarak 17 cm.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///PONDASI SETEMPAT/5.jpeg" alt="" width="275" height="260" /><img src="/images/cms///PONDASI SETEMPAT/6.jpeg" alt="" width="404" height="261" /><br /><em>Sloof gantung, ukuran 20x30 tulangan pokok diameter 12 berjumlah 6 buah atau besi ulir D-13 (Sumber: dok. recovery tsunami Aceh / Jago Bangunan).</em></p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///PONDASI SETEMPAT/7.jpeg" alt="" width="761" height="507" /><em>Kolom dan sloof tanpa pasangan batu kali di bawahnya, sangat kaku dan siap menahan beban tembok di atasnya (Sumber: dok. recovery tsunami Aceh / Jago Bangunan).</em></p> <h3>Baca Juga:<a href="/article/read/5-inspirasi-desain-rumah-modern-minimalis-1-lantai-dengan-bentuk-atap-pelana-elegan-banget-tanyapakjago"> 5 Inspirasi Desain Rumah Modern Minimalis 1 Lantai Dengan Bentuk Atap Pelana, Elegan Banget! #TanyaPakJago</a></h3> <p>=====<br />Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Berapa Biaya Pengerjaan Fasad Berbahan Aluminium Composite Panel (ACP)? Begini Cara Menghitungnya
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>Fasad adalah bagian luar suatu bangunan, yang secara arsitektural sangat menentukan keindahan bangunan secara keseluruhan. Bangunan yang kuat secara konstruksi akan sangat disayangkan jika tampilannya kurang menarik. Namun demikian, membuat bangunan yang mementingkan penampilan saja tanpa memperhatikan kekuatan bahan yang digunakan juga tidak baik, akan membuat bangunan cepat lapuk.</p> <p>Rancangan Anggaran Biaya (RAB) untuk fasad kadang harus dibuat sendiri, karena jika mengikuti SNI maka banyak perbedaan atau bahkan tidak ditemukan rincian yang tepat, mengingat spesifikasi untuk fasad sekarang ini sangat bervariasi. Ada model kaca tebal dengan frame aluminium yang terdiri dari beberapa merk dan spesifikasi. Ada bahan dari panel dinding ACP (<em>Aluminium Composite Panel</em>) juga dengan berbagai merk serta ketebalan.</p> <p><img src="/images/cms///fasad/composite-1-jpg1.jpeg" alt="" width="761" height="983" /><em>Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/multicontractor.wordpress.com">sini</a>.</em></p> <p>Demikian pula dengan dinding. Ada yang dari zincalume/galvalum, dinding dari batu alam dengan aneka motif, mulai dari batu alam biasa, batu alam Palimanan, batu Candi, batu Kowal, batu Hias Alor, granit, marmer, granit tiruan (granit berbahan keramik), dan Papan GRC (<em>Glassfiber Reinforced Concrete</em>). Perkembangan tersebut tidak semua bisa tertampung dalam analisa SNI.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/cara-membuat-kolam-renang-mini-berukuran-3m-x-9m-cocok-untuk-keluarga">Cara Membuat Kolam Renang Mini Berukuran 3m x 9m, Cocok Untuk Keluarga</a></h3> <p>Namun pada prinsipnya, RAB harus dibuat berdasarkan:</p> <p>1. Harga material pokok yang digunakan, misal akan memasang dinding ACP, maka cari dulu harga ACP yang ditawarkan disertai warna yang dipilih. Material pokok harus ditambah material tambahan, misal berupa frame dari besi hollow dengan ketebalan tertentu.</p> <p>2. Biaya sewa peralatan yang diperlukan, mulai perancah/<em>scaffolding</em> (ada kalanya pemasangan kaca memerlukan banyak perancah karena gedungnya tinggi), mesin potong, mesin bor, kerekan, dsb.</p> <p><img src="/images/cms///fasad/ACP-JOGJA.jpg" alt="" width="768" height="576" /><em>Warna-warni ACP (Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/advertisingjogja.com">sini</a>).</em></p> <p>3. Upah Pemasangan hingga pembersihan bekas serpihan, karena setelah kaca dipasang, maka harus dibersihkan hingga cling dan sisa-sisa material juga harus dibereskan.</p> <p>4. Biaya pengiriman/transportasi, jarak yang jauh tentu memerlukan waktu perjalanan yang lebih lama dan biaya pengiriman yang lebih mahal.</p> <p>5. Terakhir, harus memperhitungkan resiko dan keuntungan. Seorang pemborong harus menyiapkan mental siap kalah dan siap menang. Tentu kita semua ingin menang, sehingga biaya yang kita tawarkan cukup untuk membiayai kebutuhan no. 1-4 di atas, dan masih ada sisa sebagai keuntungannya. Namun kadang kita melakukan salah hitung atau ada kejadian di luar prediksi, hingga mengalami kerugian.</p> <p><img src="/images/cms///fasad/3.jpg" alt="" width="761" height="571" /><em>Proses pemasangan ACP (sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/sejasa.com">sini</a>).</em></p> <p>Berikut contoh membuat analisa harga satuan ACP dalam satuan per m2 dengan ketinggian normal hingga 6 meter.</p> <p>Aluminum composite 1,100 m2 @Rp500.000 = Rp550.000<br />Besi hollow 4m x 4m galvanis 0,800 btg @Rp120.000 = Rp96.000<br />Bracket siku/spigot/stiffener 0,267 btg @Rp65.000 = Rp17.355<br />Paku sekrup beton 0,190 kg @Rp 24.000 = Rp4.560<br />Sealant 0,250 tube @Rp28.000 = Rp7.000+<br />Subtotal Material = Rp674.915.</p> <p>Peralatan dan alat bantu:</p> <p>Sewa scaffolding 0,020 set @Rp120.000 = Rp2.400<br />Penggunaan listrik 1,000 LS @Rp7.500 = Rp7.500<br />Alat Gerinda, bor, gergaji 1,000 LS @Rp12.000 = Rp12.000<br />Subtotal Peralatan dan alat bantu = Rp21.900.</p> <p>Upah kerja:</p> <p>Pekerja 0,390 OH @Rp110.000 = Rp39.000<br />Tukang las/besi 0,700 OH @Rp130.000 = Rp91.000<br />Kepala Tukang besi 0,070 OH @Rp160.000 = Rp11.200<br />Mandor 0,007 OH @Rp200.000 = Rp1.400<br />Subtotal Upah kerja = Rp146.500</p> <h3><a href="/article/read/ternyata-kekuatan-bangunan-bergantung-pada-komponen-stuktural-ini-kenali-yuk-">Baca Juga: Ternyata Kekuatan Bangunan Bergantung pada Komponen Stuktural Ini, Kenali, Yuk!</a></h3> <p>Harga per m2 lengkap = Rp674.915 + Rp21.900 + Rp146.500 = Rp843.315.<br />Harga tersebut belum termasuk resiko dan keuntungan (overhead proyek) yang biasanya diambil 10% atau 10%x Rp 843.315 = Rp 84.331,5.<br />Sehingga harga penawaran adalah Rp843.315 + Rp84.331,5 = Rp927.646,50.</p> <p><img src="/images/cms///fasad/4.jpg" alt="" width="763" height="508" /><em>Fasad yang menggunakan bahan ACP (sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/arsitag.com">sini</a>).</em></p> <p>Catatan:</p> <p>Ada kalanya harga keuntungan dan resiko diselipkan pada harga material, sewa peralatan, maupun upahnya, sehingga tidak lagi menambahkan 10% di belakangnya. Tergantung kebiasaan di proyek masing-masing.<br /> <br />Bagaimana dengan perhitungan pemasangan batu alam, granit, kaca, dsb? Kita bisa mereka-reka sendiri berdasarkan pengalaman di lapangan, karena hukum pasar berlaku jika harga kita kompetitif, mengingat dunia usaha sekarang persaingannya sudah sangat ketat.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/begini-cara-menghitung-kebutuhan-material-pemasangan-tembok-bata-merah">Begini Cara Menghitung Kebutuhan Material Pemasangan Tembok Bata Merah</a></h3> <p>=====<br />Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Cara Membuat Kolam Renang Mini Berukuran 3m x 9m, Cocok Untuk Keluarga
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>Kolam renang mini merupakan kolam renang yang biasanya dibangun di perumahan pribadi dan hanya digunakan oleh keluarga, dengan kedalaman ideal 1,20 m hingga 2,50 m. Untuk membuat kolam renang yang bagus dan tidak bocor maka lantai dan dindingnya dibuat dari konstruksi beton bertulang dengan ketebalan 20 cm, menggunakan tulangan doubel diameter 12 mm, jarak 15 cm.</p> <p>Hal yang perlu diperhatikan adalah area paling rawan rembes, yakni sambungan antara lantai dengan dinding. Untuk itu, cara pengerjaannya harus teliti agar hubungannya menyatu, sehingga tidak ada celah untuk merembesnya air. Kualitas beton minimal K-200 dengan menambahkan super plastisier, bahan campuran semen, agar betonnya plastis, tidak keropos, padat, dan tidak ada celah-celah yang menyebabkan bocor.</p> <p><strong>Konstruksi Kolam Renang Mini</strong></p> <p><img src="/images/cms///KOLAM RENANG MINI/4.jpg" alt="" width="759" height="424" /><em>Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/bangun-rumah.com">sini</a>.</em></p> <p>Pembuatan bekisting untuk dinding cukup besar biayanya karena memerlukan banyak kayu untuk pengaku. Pengaku ini dibutuhkan agar ketika dicor, bekisting dinding tidak jebol. Tekanan dinding beton ketika dicor dengan ketinggian 1,50 m cukup besar, sehingga harus dibuat dari triplek dengan ketebalan 18 mm dan diperkuat balok kayu 6/12 berdiri dengan jarak 40 cm. Pada bagian belakang balok berdiri juga harus disokong oleh balok 6/12 mendatar pada ke dua sisinya, serta dipasang separator untuk menjaga jarak dan menjaga ketebalan dinding agar tidak terjadi lendutan.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/begini-cara-cepat-menghitung-kebutuhan-besi-beton-untuk-pembesian-pondasi-kolom-dan-dak">Begini Cara Cepat Menghitung Kebutuhan Besi Beton Untuk Pembesian Pondasi, Kolom, dan Dak</a></h3> <p>Setelah lantai dan dinding selesai dicor, langkah selanjutnya adalah memasang keramik yang cukup tebal dan bermutu tinggi karena area ini akan selalu terendam air. Adukan untuk memasang keramik dupayakan menggunakan semen instan yang memiliki daya lekatan lebih tinggi.</p> <p><img src="/images/cms///KOLAM RENANG MINI/8.jpg" alt="" width="761" height="363" /><em>Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/tukangkolamrenang.com">sini.</a></em></p> <p>Namun jika dana tak mencukupi, ada solusi lain yang bisa dicoba. Pada lantai dan dinding dipasang tembok 1 bata dengan campuran 1 semen : 4 pasir, agar kuat dan tahan terhadap pengaruh air. Selanjutnya, bagian tersebut diplester 3 cm. Caranya dikamprat dulu memakai adukan 1 semen : 3 pasir, kemudian dipasang kawat ayam guna menahan retakan plesteran. Setelah itu diplester lagi dengan campuran 1 semen : 4 pasir, lalu dipasang keramik. Letak kawat ayam ini berada di tengah-tengah tebal plesteran. Tentu saja jika ada gerakan tanah semisal gempa maka konstruksi ini rawan retak karena tidak sekuat beton bertulang.</p> <p>Pada bagian bawah/lantainya dibuat miring 1% menuju salah satu sudut guna memudahkan pembersihan ketika sedang dikuras. Pada bagian sudut tersebut dibuat penurunan 30 cm dengan panjang 40 cm x lebar 40 cm, untuk meletakkan pompa submersible agar semua air tersedot. Hal ini perlu dilakukan agar pada saat akhir pengurasan, diharapkan semua air menuju sudut tersebut sehingga memudahkan pembersihannya.</p> <p><img src="/images/cms///KOLAM RENANG MINI/7.jpg" alt="" width="765" height="573" /><em>Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/butterflypool.com">sini.</a></em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/mau-bikin-tandon-air-beton-di-bawah-tanah-ini-rincian-material-dan-biayanya">Mau Bikin Tandon Air Beton di Bawah Tanah? Ini Rincian Material dan Biayanya</a></h3> <p>Untuk pemasangan tangga naik/turun yang berbahan stainless steel pada dinding juga perlu diperhatikan. Jangan sampai menyebabkan bocor. Lebih baik menggunakan dynabolt supaya lubangnya tidak terlalu dalam, hanya kisaran 6 cm saja dari permukaan keramik.</p> <p><strong>Cara Mengisi Air Kolam Renang Mini</strong></p> <p>Air untuk mengisi kolam renang bisa dari air PDAM atau dari sumber mata air tertentu. Bisa juga diambil dari sumur bor yang debitnya cukup besar, agar ketika diadakan pengisian tidak terlalu lama. Volume air sebanyak 9 m x 3 m x 1,5 m = 40,5 m3, ini terbilang cukup banyak.</p> <p><img src="/images/cms///KOLAM RENANG MINI/6.jpg" alt="" width="762" height="476" /><em>Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/denipriszc.blogspot.com">sini.</a></em></p> <p>Jika pompa pengisinya berkapasitas 40 liter per menit, maka setiap jam hanya mendapatkan air sebanyak 60 menit x 40 liter = 2.400 liter (2,4 m3). Sehingga untuk mengisi kolam diperlukan waktu = 40,5 : 2,4 = 16,8 jam dan ini terbilang terlalu lama.</p> <p>Karenanya, pengisian cukup 1 malam (kisaran 10 jam) saja. Jika dipilih pompa dengan kapasitas 70 liter/menit, maka setiap jam mendapatkan air = 60 x 70 = 4.200 liter (4,2 m3). Sehingga diperlukan waktu = 40,5 : 4,2 = 9,6 jam, tidak terlalu lama. Semakin besar kapasitas pompa, maka semakin cepat waktu pengisiannya.</p> <p>Jika kolam sudah penuh, maka diperlukan pompa sirkulasi guna menjaga kesegaran air serta menambah kandungan 02 (oksigen) agar airnya sehat karena sering bergerak. Pompa sirkulasi ini ada yang dibuat mirip pancuran alam agar seolah-olah air yang datang berasal dari pegunungan. Bisa saja disalurkan dengan pipa buatan yang menyerupai bentuk bambu agar terkesan natural.</p> <p><img src="/images/cms//KOLAM RENANG MINI/9.jpg" alt="" width="762" height="571" /><em>Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/desainrumahkita.blogspot.com">sini.</a></em></p> <p>Untuk tumpuan loncatan pada bagian tengah-tengah dari lebar kolam, bisa dipilihkan kayu tebal yang tahan air, seperti kayu kamper, bengkirai, atau kayu merbau, dengan lebar sekitar 50 cm serta ketebalan 6 cm. Caranya dengan menyambung kayu berukuran 6/15 sebanyak 4 batang ke samping. Sistem sambungan lidah dan alur menggunakan lem PVAC yang kadarnya 50%, sehingga sangat lekat. Namun dengan catatan kayu yang akan dilem sudah dalam kondisi kering.</p> <p>Keuntungan tempat loncatan dari kayu adalah sifat lentur yang cukup nyaman untuk pijakan ketika meloncat ke kolam, dan bisa dibuat garis-garis agar tidak licin ketika diinjak. Untuk tumpuan juga tersedia bahan sintetis dari fiberglass atau PVC yang dijual di toko peralatan renang, tinggal memilih selera serta warna yang cocok.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/gampang-banget-begini-cara-menghitung-kebutuhan-material-untuk-pasangan-pondasi-dari-batu-alam">Gampang Banget, Begini Cara Menghitung Kebutuhan Material untuk Pasangan Pondasi dari Batu Alam</a></h3> <p>=====<br />Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi #SahabJagoBangunan melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Begini Cara Cepat Menghitung Kebutuhan Besi Beton Untuk Pembesian Pondasi, Kolom, dan Dak
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>Pada proyek-proyek besar, tukang besi sudah tak perlu pusing dengan hitungan kebutuhan besi, karena kini sudah ada daftar potong (binstat) yang berisi letak tulangan, panjang potongan, bentuk tekukan, jumlah dan diameter tiap jenis tulangan, sehingga pelaksanaan pembesian menjadi sangat mudah. Daftar potong tersebut dibuat oleh staf engineering yang sudah sangat berpengalaman dan menggunakan software yang canggih, sehingga tingkat kekeliruannya kecil dan ketika besi dirangkai hasilnya sangat presisi.</p> <p>Namun pada bangunan rumah sederhana, jarang sekali tersedia daftar potong tersebut, bahkan gambar pembesiannya pun sering tidak tersedia. Sehingga tukang bangunan dituntut untuk bisa menentukan bentuk dan ukuran pembesian serta dapat menghitung sendiri kebutuhan besinya. Berikut ini adalah cara menghitung pembesian untuk bangunan rumah sederhana.</p> <p><strong>1. Pembesian pondasi footplat/sepatu/cakar ayam</strong></p> <p>Pembesian untuk pondasi footplat umumnya berbentuk segi empat atau bujur sangkar. Pembesian yang utama adalah bagian bawah karena bagian ini menahan beban dari atas (kolom), dan menahan desakan tanah dari bawah. Namun banyak juga yang memasang pembesian dobel, bagian atas dan bagian bawah sekaligus agar merasa aman meskipun kadang berlebihan. Ukuran pondasi foot plat rumah tinggal ukuran yang lazim adalah 80cm x 80cm x tebal 20cm. Pembesiannya dua arah (bersilangan) biasanya digunakan besi 12 mm berjumlah 7 hingga 9 buah, tergantung besar kecilnya beban dari atas.</p> <p><strong>- Pembesian tunggal (bawah saja):</strong></p> <p><img src="/images/cms///PEMBESIAN/1__FOOTPLAT_SINGLE.jpg" alt="" width="760" height="1076" /><em>Sumber: dok. Jago Bangunan</em></p> <p>Pada pembesian tunggal, jika jumlah besi 7 buah maka jumlahnya dikalikan 2 karena bersilangan, jumlah 7 x 2= 14 buah. Panjang besi = 80 cm – deking 3 cm kanan – 3 deking kiri = 74 cm, ditambah kait melengkung sekitar 10 cm kanan kiri, sehingga panjang besi ketika dipotong = 74 + 10 +10 = 94 cm (=0,94 m). Tebal deking ini umumnya antara 3-5 cm karena terletak di bawah tanah. Satu buah footplat memerlukan besi 14 buah x 0,94 m =13,16 meter. Jika satu rumah ada 12 footplat maka panjang total = 13,16 x 12 = 157,92 m.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/ternyata-kekuatan-bangunan-bergantung-pada-komponen-stuktural-ini-kenali-yuk-">Ternyata Kekuatan Bangunan Bergantung pada Komponen Stuktural Ini, Kenali, Yuk!</a></h3> <p>Panjang besi secara teori standarnya 12 meter, namun di toko bangunan terdapat bermacam-macam ukuran. Mulai 10,80 m hingga 11,90 m, dan hanya ada satu dua yang benar-benar 12 meter. Agar tak salah menghitung, maka kita anggap saja panjangnya 11 meter, sehingga diperlukan = 157,92 : 11 = 14,35 batang atau dibulatkan 15 batang.</p> <p><strong>- Pembesian ganda (atas bawah):</strong></p> <p><img src="/images/cms///PEMBESIAN/2__FOOTPLAT_DOUBEL.jpg" alt="" width="756" height="1070" /><em>Sumber: dok. Jago Bangunan</em></p> <p>Pada pembesian ganda biasanya besinya dibuat segi 4 melingkar, panjang mendatar 74 cm. Lalu, dikarenakan tebal pondasi 20 cm maka tinggi pembesian luar dikurangi deking = 20-3-3 = 14 cm, sehingga panjang total menjadi = (2x74) + (2x14) = 148 + 28 = 176 cm. Panjang ini masih harus ditambah kait masing-masing 8 cm sehingga panjang potongan = 176 + 8 + 8 = 192 cm (=1,92 m).<br />Untuk besi sebanyak 7 buah maka panjang = 7 x 1,92 = 13,44 m.<br />Pembesian arah yang berlawanan tingginya bukan 14 cm, tetapi harus dikurangi 2x diameter (12 mm = 1,2 cm) karena harus masuk ke dalamnya, sehingga tingginya menjadi = 14 - 1,2 - 1,2 = 11,6 cm.<br />Panjang potongan = (2x74) + (2x11,6) + (kait 2 x 8 cm) = 148 + 23,2 + 16 = 187,2 atau dimudahkan 187 cm = (1,87 m).</p> <p>Untuk besi sebanyak 7 buah, maka panjang = 7 x 1,87 = 13,09 m.<br />Jumlah semua = 13,44+13,09 = 26,53 m.<br />Untuk 12 buah footplat panjang besi = 12 x 26,53 = 318,36 m.<br />Jumlah batang = 318,6 : 11 = 28,9 dibulatkan 29 buah.</p> <p><strong>2. Pembesian kolom + sloof + balok</strong></p> <p><img src="/images/cms///PEMBESIAN/3__POTONGAN_KOLOM.jpg" alt="" width="762" height="538" /><em>Sumber: dok. Jago Bangunan</em></p> <p>Ukuran kolom sangat tergantung dari beban yang akan dipikulnya, tidak sama ukuran maupun jumlah besi serta diameternya. Untuk rumah tinggal biasanya menggunakan ukuran 20 x 25 cm dan dipasang besi utama 6 buah diameter 12 mm. Dalam 1 meter berarti diperlukan besi 12 mm = 6 buah x 1 meter = 6 meter.</p> <p>Cincin/beugel yang baik menggunakan besi diameter 8 mm jarak 15 cm. Ukuran beugel jika kolomnya 20 x 25 adalah 15 x 20 (kanan kiri dikurangi 2,5 cm). Panjang 1 beugel = (15 x 2) + (20 x 2) = 70 cm, tetapi harus ditambah ujungnya berbentuk kait sehingga masing-masing ujung ditambah 6 cm, sehingga panjang potongan = 70 + 6 + 6 = 82 cm (=0,82 m).</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/mau-bikin-tandon-air-beton-di-bawah-tanah-ini-rincian-material-dan-biayanya">Mau Bikin Tandon Air Beton di Bawah Tanah? Ini Rincian Material dan Biayanya</a></h3> <p>Dalam 1 meter kolom (100 cm) diperlukan beugel sebanyak = 100 : 15 = 6,7 buah, dibulatkan 7 buah. Panjang besi beugel = 7 buah x 0,82 m = 5,74 m. Misal, tinggi kolom 3,2 meter, ditambah tekukan bawah 0,2 m dan overstek atas 0,6 m panjang potongan 4 meter, jumlah yang akan dipasang 12 buah maka diperlukan:</p> <p>Besi 12 mm = 4 meter x 12 buah x 6 = 288 m, jika panjang besi 11 meter diperlukan besi = 288 : 11 = 26,2 dibulatkan 27 batang.<br />Beugel = 4 m x 12 buah x 5,74 =275,52, jika panjang besi 11 meter diperlukan besi = 275,2 : 11 = 25 batang</p> <p><strong>3. Pembesian plat/dak</strong></p> <p><img src="/images/cms///PEMBESIAN/4__DETAIL_PEMBESIAN.jpg" alt="" width="756" height="535" /><em>Sumber: dok. Jago Bangunan</em></p> <p>Pembesian untuk dak biasanya digunakan besi 10 mm jarak 15 cm bersilangan, sehingga per m2 diperlukan besi = 1/0,15 x 2 = 13,33 m. Pada bagian tumpuan/tepi, bagian atas ada tulangan ekstra, secara empiris diambil 30% dari kebutuhan bawah, jadi per m2 dak diperlukan besi 10 mm sepanjang 13,33 x 1,3 = 17,33 m’.</p> <p>Jika akan membuat dak 6 x 10 atau 60 m2 maka diperlukan besi = 17,33 x 60 = 1.039,8 m.<br />Dihitung jumlah batang = 1.039,8 m : 11 = 94,5 atau dibulatkan 95 batang.</p> <p>Demikian cara perhitungan secara praktis, tentu saja hasilnya akan berbeda dibanding perhitungan menggunakan daftar potong (binstat) yang dibuat oleh ahli pembesian, namun setidaknya kita bisa melakukan penghitungan secara cepat jika ditanya berapa kebutuhan besinya.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/gampang-banget-begini-cara-menghitung-kebutuhan-material-untuk-pasangan-pondasi-dari-batu-alam">Gampang Banget, Begini Cara Menghitung Kebutuhan Material untuk Pasangan Pondasi dari Batu Alam</a></h3> <p>=====<br />Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Gampang Banget, Begini Cara Menghitung Kebutuhan Material untuk Pasangan Pondasi dari Batu Alam
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>Untuk membuat pondasi yang dibuat dari batu alam, #SahabatJagoBangunan harus mengetahui material yang dibutuhkan. Material tersebut terdiri dari batu (batu kali, batu gunung atau batu belah) sebanyak 1,20 m3 atau 20% lebih banyak karena adanya penyusutan saat mengukur di atas truk. Biasanya bagian bawah diisi batu-batu besar sehingga bagian bawahnya berlubang atau berongga dan menyebabkan hitungan volumenya berubah. Penyusutan ini juga terjadi ketika batu-batu besar dipecah menjadi batu yang lebih kecil.</p> <p>Untuk bahan adukan, setiap 1 m3 pasangan pondasi memerlukan mortar sekitar 0,45 m3 atau 45% (mortarnya cukup banyak), lebih boros dibanding pasangan bata mengingat lubang/celah-celahnya juga lebih lebar.</p> <p><img src="/images/cms///PONDASI/batu-belah-.jpg" alt="" width="762" height="592" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/aparumah.com">sini</a>)</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/tingkatkan-skill-pekerja-konstruksi-ini-5-channel-youtube-bermanfaat">Tingkatkan Skill Pekerja Konstruksi, Ini 5 Channel Youtube Bermanfaat</a></h3> <p>Dari analisa BOW (<em>Burgerlijke Openbare Werken</em> atau sekarang Dinas Pekerjaan Umum), dapat diasumsikan sebagai berikut:</p> <p>Semen, bahan padat 51%, sisanya adalah udara, bahan padat ditambah serapan air 25% akan menjadi 76% atau 0,76.<br />Pasir, bahan padat 60%, sisanya adalah udara ditambah serapan air 7,5% menjadi 67,5% atau 0,675.</p> <p>Selanjutnya, #SahabatJagoBangunan bisa membuat analisa kebutuhan materialnya sebagai berikut:</p> <p>a. Jika adukan dibuat dengan rasio campuran 1 semen : 5 pasir maka hitungannya sebagai berikut:<br />1 m3 semen jika diaduk kemudian mengering akan berubah menjadi 1 m3 x 0,76 = 0,76 m3<br />5 m3 pasir = air jika diaduk kemudian mengering akan berubah menjadi 5m3 x 0,675 = 3,375 m3<br />Jumlah keduanya menjadi = 0,76 + 3,375 = 4,135 m3.</p> <p>Untuk membuat adukan sebanyak 1 m3 maka kebutuhan bahannya adalah sebagai berikut:</p> <p>Semen = 1/ 4,135 m3 x1 m3 = 0,242 m3 atau 242 liter , jika 1 liter semen beratnya 1,25 kg maka kebutuhannya menjadi 242x1,25 = 302 kg <br />Pasir = 5/4,135 m3 x 1 m3 = 1,209 m3.</p> <p><img src="/images/cms///PONDASI/pondasibatukali.jpg" alt="" width="760" height="570" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/aparumah.com">sini</a>)</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/begini-konstruksi-septic-tank-yang-benar-dan-aman-agar-tidak-mencemari-lingkungan">Begini Konstruksi Septic Tank yang Benar dan Aman Agar Tidak Mencemari Lingkungan</a></h3> <p>Dikarenakan untuk membuat 1 m3 pasangan diperlukan 0,35 m3 maka kebutuhan masing-masing bahannya adalah sebagai berikut:</p> <p>Semen = 0,45 x 302 kg = 136 kg <br />Pasir = 0,45 x 1,209 m3 = 0,544 m3<br />Batu = 1,200 m3 (angka ini tetap/konstan)</p> <p>b. Untuk campuran 1 semen : 6 pasir:<br />Semen = 117 kg<br />Pasir = 0,561 m3<br />Batu = 1,200 m3</p> <p>c. Untuk campuran 1 semen : 7 pasir:<br />Semen = 103 kg<br />Pasir = 0,547 m3<br />Batu = 1,200 m3</p> <p>d. Untuk campuran 1 semen : 8 pasir:<br />Semen = 91 kg<br />Pasir = 0,584 m3<br />Batu = 1,200 m3</p> <p>Catatan:</p> <p>Jika tukang yang memasang tidak telaten dalam menyusun pasangan pondasi, bisa jadi kebutuhan adukannya bukan 45% tetapi bisa lebih hingga 50% (separuh pasangannya merupakan adukan). Karakter tukang sangat berpengaruh terhadap hemat/borosnya kebutuhan adukan. Jika tukang tersebut rajin dan teliti, maka bisa menghemat pemakaian adukan sekitar 35% hingga 40%.</p> <p><img src="/images/cms///PONDASI/PONDASI_JAGO_BANGUNAN.jpg" alt="" width="762" height="429" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/seputarrumahkita.blogspot.com">sini</a>)</em></p> <p>Contoh:</p> <p>Pondasi dengan campuran 1 semen : 7 pasir, ukuran lebar bawah 90 cm, lebar atas 30 cm tinggi 120 cm panjang total 60 meter, maka volumenya adalah = (0,90+0,30)/2 x 1,20 x 60 = 43,20 m3.</p> <p>Keperluan bahan untuk campuran 1 semen : 7 pasir adalah:<br />Semen = 43,20 x 103 kg = 4.450 kg, jika dibelikan yang 1 zak isi 40 kg maka keperluannya = 4.450/40 = 111,24 zak atau dibulatkan 112 zak <br />Pasir = 43,20 x 0,547 m3 = 24,809 m3 dibulatkan 25 m3<br />Batu = 43,20 1,200 m3 = 51,84 m3 dibulatkan 52 m3</p> <p>Demikian cara menghitung kebutuhan bahan untuk membuat pondasi batu alam, selamat mencoba.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/mau-bikin-tandon-air-beton-di-bawah-tanah-ini-rincian-material-dan-biayanya">Mau Bikin Tandon Air Beton di Bawah Tanah? Ini Rincian Material dan Biayanya</a></h3> <p>=====<br />Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Mau Bikin Tandon Air di Bawah Tanah? Ini Rincian Material dan Biayanya
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, pembuatan tandon air bisa dibuat di dalam tanah (tutupnya rata dengan tanah), di atas tanah (bagian bawahnya berada di permukaan tanah), dan di atas permukaan tanah (pakai tiang).</p> <p>Untuk tandon di bawah tanah, material yang digunakan dapat berupa batu kali maupun batu bata. Namun bagian dalamnya dilapisi plesteran minimal 5 cm, dengan lapisan kawat ayam (hexagonal) guna menahan retakan sehingga tidak bocor.</p> <p>Jika menggunakan bata merah, maka pasangannya harus 1 batu (doubel). Setelah dipasang, bagian belakang pasangan diisi pasir guna menahan tekanan air ke samping, agar temboknya kuat menahan tekanan air.</p> <p><img src="/images/cms///TANDON AIR/TANDON_AIR_JB_3.jpg" alt="" width="759" height="569" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/tandonairbetonsidoarjo23.blogspot.com">sini</a>)</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/percantik-rumah-dengan-aksen-kayu-bikin-ruangan-makin-nyaman">Percantik Rumah dengan Aksen Kayu, Bikin Ruangan Makin Nyaman</a></h3> <p>Contoh:</p> <p>Pembuatan tandon air beton di bawah tanah dengan ukuran 4 x 4 x 4 m = 64 m3. Material yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:</p> <p>1. Pasangan<br />Batu belah/batu gunung = 5 x 4 x 4 x 0,30 = 24 m3<br />Keperluan jika campuran 1 semen : 5 pasir<br />Semen = 136 kg /m3 x 24 m3 = 3.264 kg atau jika pakai semen isi 40 kg = 82 zak<br />Pasir = 0,544 x 24 = 13 m3<br />Batu alam = 1,2 x 24 = 28,8 m3</p> <p>2. Plesteran<br />Untuk plesteran selebar =5x4x4 =80 m2 tebal 5 cm atau 4 m3<br />Semen = 302 kg x 4 m3 = 1.208 kg atau 30 zak<br />Pasir = 1,209 x 4 m3 = 4,84 m3<br />Kawat ayam lebar 1 meter x 20 m = 5 rol dengan overlapping</p> <p><img src="/images/cms///TANDON AIR/TANDON_AIR_JB_4.jpg" alt="" width="760" height="570" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/tandonaircor.com">sini</a>)</em></p> <p>3. Tutup beton<br />Tutup beton 4,6x4,6 tebal 20 cm =4,232<br />Semen = 340 kg x 4,232 = 1.439 kg atau 36 zak<br />Pasir = 0,545 x 4,232 = 2,31 m3<br />Kerikil = 0,817 x 4,232 = 3,46 m3<br />Besi 10 mm dobel , jarak 15 cm = 60 batang<br />Kawat ikat = 5 kg</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/ternyata-kekuatan-bangunan-bergantung-pada-komponen-stuktural-ini-kenali-yuk-">Ternyata Kekuatan Bangunan Bergantung pada Komponen Stuktural Ini, Kenali, Yuk!</a></h3> <p>Total penghitungan material dan biayanya:</p> <p>Semen = 82 + 30 + 36 = 148 zak @ Rp 50.000 = Rp 7.240.000<br />Pasir = 13 + 4,84 + 2,31 =20,15 m3 @ Rp 280.000 = Rp 5,642,000<br />Batu belah = 28,8 m3 @ Rp 240.000 = Rp 6.912.000<br />Kerikil = 3,46 m3 @ Rp 300.000 = Rp 1.033.000<br />Kawat ayam = 5 rol @ Rp 300.000 = Rp 1,500.000<br />Kawat ikat 5 kg @ Rp 20.000 = Rp 100.000<br />Bahan kayu bekisting = Rp 800.000</p> <p><img src="/images/cms///TANDON AIR/TANDON_AIR_JB_5.jpg" alt="" width="759" height="1012" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/twitter.com">sini</a>)</em></p> <p>Upah kerja:</p> <p>Tukang = 2 x 30 hari x Rp 110.000= Rp 6.600.000<br />Tenaga = 4 x 30 hari x Rp 90.000 = Rp 10.800.000<br />Transport buang tanah = Rp 2.000.000<br />Lain-lain tak terduga Rp 2.000.000</p> <p><strong>Total Biaya = Rp 42.627,000</strong></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/begini-konstruksi-septic-tank-yang-benar-dan-aman-agar-tidak-mencemari-lingkungan">Begini Konstruksi Septic Tank yang Benar dan Aman Agar Tidak Mencemari Lingkungan</a></h3> <p>=====<br />Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Begini Konstruksi Septic Tank yang Benar dan Aman Agar Tidak Mencemari Lingkungan
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, air kotor rumah tangga ada 2 macam, yaitu air yang agak bersih seperti air bekas mandi dan cucian. Air ini umumnya disalurkan langsung ke got depan rumah karena tidak berbau dan tidak berbahaya. Lain halnya dengan jenis kedua, yakni air kotor dari WC/Tinja. Dikarenakan berbau dan menyebabkan bersarangnya kuman penyakit, maka harus “diolah” dulu dalam septic tank, tidak boleh langsung dialirkan ke saluran umum/got. Tujuan pengolahan ini agar cairan yang akan masuk ke got sudah cair, tidak bau dan tidak mengandung bahan yang menjijikan apalagi membahayakan.</p> <p>Pada jaman dahulu, masyarakat pedesaan masih Buang Air Besar (BAB) pada jumbleng, yang hanya berupa galian seperti sumur biasa tanpa diberi apapun langsung dan di atasnya ditutup dan diberi tempat tumpuan kaki dan lubang masuk ke jumbleng tersebut dengan jarak dari sumur air bersih minimal 14 meter. Sekarang tak lagi dijumpai, karena sudah mengenal Septic Tank.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/ternyata-kekuatan-bangunan-bergantung-pada-komponen-stuktural-ini-kenali-yuk-">Ternyata Kekuatan Bangunan Bergantung pada Komponen Stuktural Ini, Kenali, Yuk!</a></h3> <p><img src="/images/cms///SEPTIC TANK/septic_tank_2.jpeg" alt="" width="759" height="390" /><em>(Sumber: dok. Jago Bangunan)</em></p> <p>Adapun Septik Tank yang baik dan benar minimal harus mewadahi terjadinya proses dari 4 tahap berikut:</p> <p>Tahap 1: pengumpulan dan pemecahan tinja</p> <p>Tahap 2: pengendapan agar bagian yang padat terbenam serta membusuk kemudian dimakan oleh jentik-jentik atau cacing air. Kadang pada tahap ini ada yang dibagi 2, pengendapan kasar dan halus jika dananya longgar.</p> <p>Tahap 3: peresapan, agar kotoran yang sudah cair meresap ke dalam tanah</p> <p>Tahap 4: pengaliran air ke saluran umum/got</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/siap-mandiri-warga-binaan-lapas-kelas-ii-b-singaraja-ikuti-pelatihan-dan-sertifikasi-pekerja-konstruksi">Siap Mandiri, Warga Binaan Lapas Kelas II B Singaraja Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi Pekerja Konstruksi</a></h3> <p>Upayakan jangan sampai ada bahan anti septic yang masuk (air sabun, shampoo, pasta gigi, obat kumur, dsb) karena akan membunuh jentik-jentik dalam septic tank yang diperlukan. Lebih lanjut bisa dilihat pada skema berikut:</p> <p><img src="/images/cms///SEPTIC TANK/septic_tank_3.jpeg" alt="" width="761" height="570" /><br /> <em>(Sumber: dok. Jago Bangunan)</em></p> <p>- Pertama harus diperhatikan bahwa jarak peresapan dengan sumur air bersih/sumur bor minimal 10 meter agar bakteri dari peresapan tidak bisa kembali lagi ke sumur.</p> <p>- Berikutnya tinja dari WC dialirkan ke lubang pertama dengan pipa PVC minimal diameter 4“ agar tak mudah buntu. Tinja dipecah agar mengendap karena kalau masih gumpalan cenderung akan mengambang. Setelah lembut maka masuk ke kotak berikutnya agar mengendap lagi dan semakin lembut, di sini jentik-jentik atau bakteri memakan kotoran sehingga larut.</p> <p>- Setelah larut maka dialirkan ke peresapan, dan dari situ bisa dibuatkan aliran ke saluran umum/got karena sudah agak bersih.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/desain-minimalis-modern-sederhana-bikin-rumah-tampak-kekinian-dan-elegan-meski-lahan-terbatas-tanyapakjago">Desain Minimalis Modern Sederhana, Bikin Rumah Tampak Kekinian dan Elegan Meski Lahan Terbatas #TanyaPakJago</a></h3> <p>Usahakan septic tank dibuat kedap air karena jika air tinja bocor akan merusak lingkungan apalagi jika airnya sampai masuk lagi ke dalam sumur yang kita pakai untuk mandi atau memasak, tentunya tidak higienis. Caranya ketika memlester ditambah kawat ayam guna menahan keretakan. Perhatikan bahwa pipa dialirkan dari bak satu ke bak lainnya dipasang keni 90 derajat agar yang mengalir hanya cairan saja tidak ada benda padatnya.</p> <p><img src="/images/cms///SEPTIC TANK/septic_tank_4.jpeg" alt="" width="762" height="564" /><em>(Sumber: dok. Jago Bangunan)</em></p> <p>Secara teknis, jika air selalu terjaga maka umur septic tank bisa panjang namun jika penghuni banyak dan airnya kemasukan bahan anti septic maka cepat penuh dan diperlukan penyedotan, untuk itu pada bagian atasnya disediakan tutup yang bisa dibuka guna penyedotan berukuran 40 cm x 40 cm. Untuk menghindari ledakan maka septic tank dibuat penghawaan, dipasang pipa 1 ½ dim yang dilengkapi tee dan 2 buah knie.</p> <p>Lalu berapa besar ukuran septic tank yang ideal? Pada prinsipnya, semakin besar ukurannya maka akan semakin awet dan aman. Namun jika lahan terbatas, maka minimal septic tank berukuran lebar 80 cm x panjang 160 cm dan dalam 100 cm.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/membeli-atau-membangun-rumah-mana-yang-lebih-baik-">Membeli atau Membangun Rumah, Mana yang Lebih Baik?</a></h3> <p>=====</p> <p><img src="/images/cms///KOMPONEN STRUKTURAL/sudahtanya.jpg" alt="" width="761" height="761" /></p> <p>Mau konsultasi gratis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p> <em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Ternyata Kekuatan Bangunan Bergantung pada Komponen Stuktural Ini, Kenali, Yuk!
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>Tahukah, #SahabatJagoBangunan, ternyata secara sederhana bangunan memiliki 2 komponen, yaitu komponen struktural dan komponen non struktural. Keduanya sama-sama penting, namun ada yang berpengaruh langsung terhadap bangunan dan ada yang tidak. Komponen struktural merupakan bagian yang menyangga kekuatan dari bangunan itu sendiri, sehingga harus dipastikan proses pembuatannya dilakukan dengan benar.</p> <p>Jika diurutkan dari lapisan paling bawah dari sebuah bangunan, maka komponen struktural ini terdiri dari beberapa bagian sebagai berikut:</p> <p><strong>1. Pondasi</strong></p> <p><img src="/images/cms///KOMPONEN STRUKTURAL/PONDASI.jpg" alt="" width="759" height="354" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/builder.id">sini</a>)</em></p> <p>Yakni bagian paling bawah dari bangunan yang merupakan kaki yang menahan seluruh beban di atasnya. Jenis dan ukuran pondasi sangat beragam tergantung berat ringannya bangunan dan juga kondisi tanah di bawahnya. Jika tanahnya keras maka ukuran serta kedalaman pondasi bisa dihemat. Namun jika tanahnya lunak maka pembuatan pondasinya harus diperkuat dengan trucuk atau tiang pancang.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/cara-menghitung-kebutuhan-material-untuk-pekerjaan-plesteran">Cara Menghitung Kebutuhan Material Untuk Pekerjaan Plesteran</a></h3> <p>Model pondasi ada 2 macam, pondasi lajur (pasangan batu/bata) dan pondasi setempat (sepatu/footplat) atau ada yang menyebut pondasi cakar ayam. Jika tanah normal rumah tidak bertingkat bisa dibuat dari pondasi batu kali ukuran lebar bawah 70 cm, lebar atas 30 cm dan tingginya 80 cm menyesuaikan tinggi lantai dan elevasi/ketinggian tanah.</p> <p><strong>2. Sloof</strong></p> <p><img src="/images/cms///KOMPONEN STRUKTURAL/SLOOF.jpg" alt="" width="763" height="572" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/catatanxipil.blogspot.com">sini</a>)</em></p> <p>Adalah balok beton beton mendatar yang terletak di atas pondasi berfungsi untuk meratakan beban dari atas agar bisa menyebar ke pondasi secara merata. Sloof juga berfungsi sebagai bagian yang menyangga dinding (pasangan bata, batako, atau bahan lainnya), untuk rumah tinggal bisa dibuat lebar 15 cm tinggi 20 cm dengan besi tulangan pokok diameter 10 mm dan dirangkai dengan beugel diameter 6 mm jarak 15 cm. Campurannya 1 semen : 2 pasir: 3 kerikil.</p> <p><strong>3. Kolom</strong></p> <p><img src="/images/cms///KOMPONEN STRUKTURAL/KOLOM.jpg" alt="" width="759" height="427" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/3dwarehouse.skecthup.com">sini</a>)</em></p> <p>Merupakan balok beton bertulang berdiri yang berfungsi menyangga beban dari atas menuju ke sloof dan pondasi. Untuk rumah sederhana ukuran kolom bisa dibuat kecil, selebar bata saja tetapi untuk rumah bertingkat setidaknya ukuran 15 cm x 20 cm dengan tulangan pokok besi 12 mm jumlahnya 4 dirangkai dengan beugel diameter 6 mm jarak 15 cm. Campurannya 1 semen : 2 pasir: 3 kerikil.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/14-kriteria-rumah-ideal-zaman-now-cocok-untuk-dihuni-6-anggota-keluarga">14 Kriteria Rumah Ideal Zaman Now, Cocok Untuk Dihuni 6 Anggota Keluarga</a></h3> <p><strong>4. Ring Balok (Ring Balk)</strong></p> <p><img src="/images/cms///KOMPONEN STRUKTURAL/RING_BALK_2.jpg" alt="" width="761" height="533" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/nusantaranews.co">sini</a>)</em></p> <p>Yaitu balok beton bertulang mendatar yang terletak di atas pasangan bata dengan fungsi menyangga beban kuda-kuda dan atap agar tidak langsung menekan pasangan tembok, persis sama dengan sloof namun ukuran bisa diperkecil menjadi lebar 12 cm tinggi 15 cm, dengan besi tulangan pokok diameter 10 mm dan dirangkai dengan beugel diameter 6 mm jarak 15 cm. Campurannya 1 semen : 2 pasir: 3 kerikil.</p> <p><strong>5. Kuda-Kuda</strong></p> <p><img src="/images/cms///KOMPONEN STRUKTURAL/KUDA-KUDA.jpg" alt="" width="761" height="428" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/3dwarehouse.skecthup.com">sini</a>)</em></p> <p>Ialah konstruksi yang menahan beban atap (gording, usuk, reng serta genteng). Jika dulu materialnya didominasi kayu, kini bahan untuk membuat konstruksi kuda-kuda serta atap sudah banyak yang beralih menggunakan baja ringan.</p> <p>Sementara itu, semua bagian di dalam bangunan selain yang tertera di atas itu disebut komponen non struktural. Jika diurutkan dari paling bawah, komponen ini terdiri dari tembok/dinding, lantai, plafon, pintu, jendela, kamar mandi, tempat cuci, instalasi listrik/air, dsb. Sebagai catatan, bagian non struktural tidak menerima beban berat dari atas, karena sudah ditahan oleh strukturnya.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/ini-cara-cepat-mengobati-luka-memar-akibat-benturan-benda-keras-di-tempat-kerja">Ini Cara Cepat Mengobati Luka Memar Akibat Benturan Benda Keras di Tempat Kerja</a></h3> <p>=====</p> <p><img src="/images/cms///KOMPONEN STRUKTURAL/sudahtanya.jpg" alt="" width="763" height="763" /></p> <p>Mau konsultasi gratis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p> <em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Cara Menghitung Kebutuhan Material Untuk Pekerjaan Plesteran
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, menghitung kebutuhan material secara manual ternyata tidak hanya untuk campuran beton saja, lho. Untuk campuran plesteran juga bisa dilakukan dengan cara lama ini, yang diambil dari teori BOW pada zaman Belanda. Berikut adalah pedoman dalam penggunaan teori BOW pada penghitungan campuran plesteran:</p> <p>1. Jika kita memiliki 1 bagian semen (bisa 1 liter atau 1 m3 atau 1 ember) dalam keadaan terurai, maka isi padatnya adalah 0,51 dan udara 0,49. Jika semen ini ditambah air maka akan menyerap air sebanyak 0,25 bagian sehingga semen tersebut berubah menjadi batu. Jadi, setiap 1 bagian semen akan menjadi batu sebanyak 0,51 + 0,25 = 0,76 bagian. Berat 1 liter semen = 1,25 kg (bila dicek di lapangan hasilnya bervariasi, tergantung merk dan jenis semennya), namun kita bisa memakai acuan 1,25 kg/liter saja biar ada pedoman.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///PLESTERAN/PLESTERAN_4_-_JAGO_BANGUNAN.jpg" alt="" width="764" height="764" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/webstagram.one">sini</a>)</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/harus-teliti-begini-cara-menghitung-kebutuhan-material-untuk-campuran-beton">Harus Teliti, Begini Cara Menghitung Kebutuhan Material Untuk Campuran Beton</a></h3> <p>2. Pasir, bagian yang padat adalah 0,6 dan udara 0,4 akan menyerap air sebanyak 0,075 sehingga jumlah padanya menjadi 0,6 + 0,075 = 0,675 bagian.</p> <p>Jika kita mencampur 1 m3 semen + 5 m3 pasir (perbandingan 1 semen : 5 pasir), maka akan menjadi adukan/spesi sebagai berikut:<br /> <br />- 1 m3 semen menjadi = 1 x 0,76 = 0,76 m3<br />- 5 m3 pasir menjadi = 5 x 0,675 = 3,375 m3</p> <p>Jika dijumlah menjadi adukan/spesi sebanyak 0,76 + 3,375 = 4,135 m3<br /> <br />Untuk membuat 1 m3 adukan (spesi) dengan perbandingan campuran 1 : 5 diperlukan bahan sebagai berikut:</p> <p>a. Semen = 1/ 4,135 x 1 m3 = 0,242 m3, karena 1 m3 = 1.000 liter maka 0,242 m3 = 242 liter. Jika dihitung beratnya menjadi = 242 x 1,25 = 302 kg.<br />b. Pasir = 1/ 4,135 x 5 m3 = 1,209 m3.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///PLESTERAN/PLESTERAN_6_-_JAGO_BANGUNAN.jpg" alt="" width="761" height="631" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/medium.com">sini</a>)</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/percantik-rumah-dengan-aksen-kayu-bikin-ruangan-makin-nyaman">Percantik Rumah dengan Aksen Kayu, Bikin Ruangan Makin Nyaman</a></h3> <p>Contoh 1:</p> <p>#SahabatJagoBangunan akan membuat plesteran dinding dengan campuran 1 semen : 5 pasir dengan ketebalan 1,5 cm, berapa keperluan material per m2?</p> <p>Jawab:</p> <p>Volume adukan setebal 1,5 cm dengan lebar 1 m2 (panjang 1 meter dan lebar 1 m) adalah = 0,015 m x 1 m x 1 m = 0,015 m3, sehingga keperluan materialnya adalah:</p> <p>Semen =0,015 x 302 kg = 4,534 kg<br />Pasir = 0,015 x 1,209 m3 = 0,0181 m3</p> <p>Contoh 2:</p> <p>#SahabatJagoBangunan akan membuat plesteran dinding dengan campuran 1 semen : 5 pasir dengan ketebalan 1,5 cm, panjang plesteran tembok 50 meter tinggi 3 meter, berapa keperluan material?</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///PLESTERAN/PLESTERAN_2_-_JAGO_BANGUNAN.jpg" alt="" width="763" height="508" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/bangunrumahpro.com">sini</a>)</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/selain-anti-rayap-ini-3-kelebihan-atap-galvalum-yang-bisa-menggantikan-rangka-atap-kayu">Selain Anti Rayap, Ini 3 Kelebihan Atap Galvalum yang Bisa Menggantikan Rangka Atap Kayu</a></h3> <p>Jawab:</p> <p>Luas plesteran = 50 m x 3 m = 150 m2.</p> <p>Keperluan material:</p> <p>Semen = 150 x 4,534 m3 = 680 kg , jika 1 zak semen berisi 40 kg maka jumlah semen yang dibutuhkan = 680 : 40 = 17 zak.</p> <p>Pasir = 150 x 0,0181 m3 = 2,720 m3.</p> <p>Berikut daftar kebutuhan material setiap m2 sesuai perbandingan yang lazim digunakan:</p> <p>a. Perbandingan 1 semen : 2 pasir tebal plesteran 1,5 cm</p> <p>- Semen = 8,886 kg<br />- Pasir = 0,0142 m3</p> <p>b. Perbandingan 1 semen : 3 pasir tebal plesteran 1,5 cm</p> <p>- Semen = 6,732 kg<br />- Pasir = 0,0162 m3</p> <p>c. Perbandingan 1 semen : 4 pasir tebal plesteran 1,5 cm</p> <p>- Semen = 5,419 kg<br />- Pasir = 0,0173 m3</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///PLESTERAN/PLESTERAN_7_-_JAGO_BANGUNAN.jpg" alt="" width="761" height="507" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/weblintaslampung.com">sini</a>)</em></p> <p>d. Perbandingan 1 semen : 5 pasir tebal plesteran 1,5 cm</p> <p>- Semen = 4,534 kg<br />- Pasir = 0,0122m3</p> <p>e. Perbandingan 1 semen : 6 pasir tebal plesteran 1,5 cm</p> <p>- Semen = 3,898 kg<br />- Pasir = 0,0181 m3</p> <p>f. Perbandingan 1 semen : 6 pasir tebal plesteran 1,5 cm</p> <p>- Semen = 3,418 kg<br />- Pasir = 0,0191 m3</p> <p>Lebih lanjut tentang kebutuhan material plesteran dengan berbagai ketebalan dan campuran, dapat dilihat pada tabel berikut ini.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms//PLESTERAN/DATA_CAMPURAN_PLESTERAN_-_JAGO_BANGUNAN.jpeg" alt="" width="764" height="335" /><em>(Sumber: dok. Jago Bangunan)</em></p> <p>Itu dia cara menghitung kebutuhan material untuk campuran plesteran berdasarkan teori BOW. Semoga bermanfaat.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/begini-cara-menghitung-kebutuhan-material-pemasangan-tembok-bata-merah">Begini Cara Menghitung Kebutuhan Material Pemasangan Tembok Bata Merah</a></h3> <p>=====<br />Mau konsultasi gratis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p> <em>Editor: Damae Wardani</em></p>