Masuk

Tips

Beranda / Artikel
Search:

Cara Mudah Menghitung RAB
<h1>Cara Mudah Menghitung RAB</h1> <p> </p> <p>Anggaran untuk membangun rumah, kios, maupun bangunan lain, harus dihitung dengan baik agar bisa mencegah keluarnya biaya berlebihan. Oleh karena itu, Anda perlu untuk membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan terperinci. Melalui artikel ini, Jago Bangunan akan membahas bagaimana tahapan menyusun RAB dengan baik.</p> <p> </p> <h2>Mempersiapkan Gambar Kerja</h2> <p>Gambar kerja berfungsi sebagai rujukan dalam membuat RAB yang terperinci. Melalui gambar kerja, Anda bisa lebih mudah menentukan ukuran bahan bangunan, spesifikasi bahan bangunan, hingga jenis pekerjaan. Bahkan, gambar kerja juga dapat digunakan sebagai rujukan untuk mempersiapkan pengajuan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), membuat surat perjanjian kontrak kerja, hingga menentukan item jenis pekerjaan yang nantinya perlu dilakukan dalam proses pembangunan.</p> <p> <img src="/images/cms//Cara mudah hitung RAB/photo6125357915629005385.jpg" alt="" width="701" height="467" /></p> <h2>Menghitung Volume Pekerjaan</h2> <p>Cara untuk menghitung volume pekerjaan cukup sederhana. Anda hanya perlu menentukan satuan volume pekerjaan, yakni dalam satuan m², m³, atau per unit, sesuai jenis pekerjaan masing-masing. Kemudian volume tersebut dapat dikalikan dengan harga satuan pekerjaan yang hasilnya adalah jumlah biaya pekerjaan.</p> <p> </p> <p>Anda akan lebih mudah memahami cara menghitungnya melalui contoh pekerjaan sebagai berikut :</p> <p> </p> <ul> <li>Sebuah rumah menggunakan batu kali sebagai pondasinya. Maka volume pekerjaan untuk pondasi batu kali tersebut dipaparkan sebagai berikut :</li> </ul> <p> </p> <p>        Diketahui luas lahan 4 m x 8 m</p> <p>        Maka, keliling lahan 4 + 4 + 8 + 8 = 24 m</p> <p>        Dicari volume batu kali dari pondasi berbentuk trapesium</p> <p>        = (luas atas + luas bawah) / 2 ) x tinggi</p> <p>        = ( 0,3 + 0,6 ) / 2 ) x 0.8</p> <p>        = ( 0,9 / 2 ) x 0,8</p> <p>        = 0,45 x 0,8</p> <p>        = 0,36 m³</p> <p> </p> <p>       Jumlah volume batu kali adalah :</p> <p>      = keliling lahan x volume pondasi</p> <p>      = 24 x 0.36</p> <p>      = 8,64 m³</p> <p>     Jadi, volume pekerjaan pondasi batu kali rumah tersebut adalah 8,64 m³</p> <h2> <img src="/images/cms//Cara mudah hitung RAB/photo6125357915629005387.jpg" alt="" width="532" height="361" /></h2> <h2>Menentukan dan Membuat Harga Satuan Pekerjaan</h2> <p>Harga satuan pekerjaan adalah total jumlah harga bahan dan upah tenaga kerja berdasarkan perhitungan analisis.</p> <p> </p> <p>Untuk harga bahan, sebaiknya Anda melakukan riset pasar di lokasi pekerjaan sehingga harga bahan bisa seakurat mungkin dengan kondisi sebenarnya. Harga bahan-bahan tersebut kemudian dikumpulkan dalam satu daftar, yakni <strong>Daftar Harga Satuan Bahan</strong>.</p> <p> <img src="/images/cms//Cara mudah hitung RAB/photo6125357915629005388.jpg" alt="" width="704" height="469" /></p> <p>Hal yang sama dapat Anda lakukan dalam mencari upah tenaga kerja, yakni dengan melakukan riset di lokasi pembangunan terdekat di sekitar Anda. Upah-upah tersebut kemudian dicatat dalam satu daftar, yakni <strong>Daftar Harga Satuan Upah</strong>.</p> <p> </p> <p>Setelah mendapatkan rincian tersebut, barulah Anda dapat menghitung harga satuan pekerjaan.</p> <p> </p> <p><strong><u>Harga Satuan Pekerjaan = Harga Bahan + Upah Tenaga Kerja.</u></strong></p> <p> </p> <p>Perlu diingat, harga bahan dan upah pekerja berbeda-beda menyesuaikan daerah masing-masing. Oleh karena itu, Anda sebaiknya melakukan riset pasar sendiri sehingga perhitungan Harga Satuan Pekerjaan benar-benar akurat.</p> <p> </p> <h2>Menghitung Jumlah Biaya Pekerjaan</h2> <p> </p> <p>Contoh untuk menghitung pembuatan pondasi batu kali.</p> <p> </p> <p>Harga Satuan Pekerjaan per m³        = Rp. 300.000,-</p> <p>Volume Pekerjaan                            = 10 m³</p> <p> <img src="/images/cms//Cara mudah hitung RAB/photo6125357915629005389.jpg" alt="" width="701" height="467" /></p> <p><strong>Jumlah Biaya Pekerjaan                =  Volume Pekerjaan x Harga Satuan Pekerjaan</strong></p> <p>                                                      = 10 m³ x Rp. 300.000,-</p> <p>                                                      = Rp. 3.000.000,-</p> <p> </p> <h2>Rekapitulasi</h2> <p>Setelah menghitung Volume Pekerjaan dan Harga Satuan Pekerjaan, Anda perlu melakukan Rekapitulasi dengan menjumlah total masing-masing rincian pekerjaan yang ada. Misalnya saja pekerjaan persiapan, pekerjaan beton, dan pekerjaan pondasi.</p> <p> <img src="/images/cms//Cara mudah hitung RAB/photo6125357915629005390.jpg" alt="" width="701" height="468" /></p> <p>Setelah menjumlah masing-masing rincian pekerjaan, Anda perlu menjumlah semua rincian tersebut sehingga diketahui Total Anggaran Pembangunan yang dibutuhkan.</p> <p> </p> <h3>Konsultasi Jago Bangunan</h3> <p>Demikian tahapan untuk menyusun RAB. Jika Anda masih memiliki pertanyaan mengenai RAB atau hal seputar konstruksi lainnya, silahkan menghubungi kami melalui menu Konsultasi <a href="/">website Jago Bangunan</a> maupun <a title="Facebook Jago Bangunan" href="https://web.facebook.com/jagobangunan?_rdc=1&_rdr">Facebook Jago Bangunan.</a></p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p>
Membangun Rumah Kekinian Sesuai Tren Desain 2020
<h1>Membangun Rumah Kekinian Sesuai Tren Desain 2020 </h1> <p><span style="font-weight: 400;">Tren desain rumah terus berganti menyesuaikan perkembangan inovasi arsitektur dan juga minat masyarakat luas. Namun, sayangnya tren desain rumah tidak selamanya cocok untuk diterapkan. Kendati demikian, banyak juga tren desain yang memberikan angin segar dalam segi kecantikan rumah, bahkan dalam segi fungsinya. Apa saja tren desain rumah tersebut?</span></p> <p> </p> <h1><span style="font-weight: 400;">Desain Rumah yang Banyak Diminati </span></h1> <p><span style="font-weight: 400;">Desain-desain rumah tren 2020 berikut cocok untuk diterapkan mengingat manfaatnya yang juga cukup berarti bagi penghuninya. </span></p> <h2><span style="font-weight: 400;">Desain rumah minimalis</span></h2> <p><span style="font-weight: 400;">Desain rumah satu ini sudah menjadi tren di beberapa tahun terakhir. Sampai tahun ini, desain rumah minimalis masih terus saja digandrungi. Beberapa ciri rumah minimalis antara lain : Bentuk yang sederhana, tidak memiliki banyak ornamen, pemilihan warna </span><em><span style="font-weight: 400;">monotone </span></em><span style="font-weight: 400;">seperti putih/abu-abu/krem dan hitam, tata ruang sederhana namun multifungsi, perabotan minimalis namun multifungsi. Dengan menerapkan desain ini, rumah berukuran minim bisa tampak lebih lega dan luas. </span></p> <h2><span style="font-weight: 400;">Desain rumah tanpa sekat dinding</span></h2> <p><span style="font-weight: 400;">Meskipun kecil dalam hal ukuran, desain rumah masih bisa diakali agar terasa lebih lega. Yakni dengan membangun rumah tanpa sekat ruangan. Dengan begitu seluruh interior rumah secara garis besar adalah satu ruangan besar.</span></p> <p><img src="/images/cms///desain 2020/WhatsApp_Image_2020-10-21_at_16_43_48.jpeg" alt="" width="703" height="527" /></p> <p><span style="font-weight: 400;">Jika Anda kurang nyaman dengan rumah tanpa sekat dinding, maka Anda masih bisa mengakalinya dengan menggunakan sekat furnitur seperti sekat kayu rotan atau sekat multiguna lainnya. Sekat multiguna yang biasa digunakan adalah tempat untuk menaruh TV lengkap dengan laci-laci serbaguna atau lemari kaca yang minimalis.</span></p> <p> </p> <h2><span style="font-weight: 400;">Taman </span><em><span style="font-weight: 400;">indoor </span></em><span style="font-weight: 400;">(dalam rumah)</span></h2> <p><span style="font-weight: 400;">Taman tidak hanya bisa dibangun di luar rumah. Sekarang taman juga bisa dibangun di dalam rumah. Tentunya, taman di dalam rumah tidak akan seluas dan serumit taman di luar. Menghadirkan beberapa tanaman dengan ukuran relatif sedang menjadi tren yang sangat digemari. Hal ini disebabkan karena kehadiran tanaman tersebut bisa menyegarkan sirkulasi udara dalam ruangan.</span></p> <p><img src="/images/cms///desain 2020/WhatsApp_Image_2020-10-09_at_13_51_43.jpeg" alt="" width="471" height="600" /></p> <p><span style="font-weight: 400;">Taman dalam rumah bisa diletakkan di berbagai sudut ruangan. Contohnya saja di bawah tangga, di dalam kamar mandi, di samping dapur, bahkan di dalam ruang tamu. </span></p> <p> </p> <h1><span style="font-weight: 400;">Desain Rumah yang Kurang Banyak Diminati</span></h1> <p><span style="font-weight: 400;">Berikut beberapa desain rumah tren 2020 yang tidak banyak peminatnya.</span></p> <p> </p> <h2><span style="font-weight: 400;">Cat warna gelap untuk rumah sempit</span></h2> <p><span style="font-weight: 400;">Mengecat dinding dengan cat warna gelap cukup sering dilakukan oleh beberapa pemilik rumah. Jika dilihat lebih lanjut, tren cat warna gelap sepertinya berasal dari rumah-rumah besar dan luas yang menerapkan gaya klasik.</span></p> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">Berniat agar rumah juga terlihat keren dan luas, namun rumah ukuran kecil dengan cat warna gelap ini justru membuat ruangan rumah terasa lebih sempit.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Untuk rumah kecil, disarankan untuk memilih cat berwarna terang agar memberikan kesan luas dan lapang pada rumah. </span></p> <p> </p> <h2><span style="font-weight: 400;">Rumah dengan atap asbes</span></h2> <p><span style="font-weight: 400;">Penggunaan atap asbes dilirik karena bisa memberikan kesan lebih modern dan minimalis dibandingkan dengan genteng tanah liat. Selain itu, asbes juga dilirik karena harganya yang lebih terjangkau sehingga dapat menghemat dana pembangunan rumah berkali-kali lipat. Padahal, penggunaan asbes memiliki risikonya sendiri. </span></p> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">Tidak seperti genteng tanah liat yang sulit menyerap panas, asbes sangat mudah menyerap panas sinar matahari. Alhasil, dalam rumah terasa lebih panas dan pengap. Terlebih jika rumah tidak memiliki AC. Maka rumah terasa kurang nyaman pada saat cuaca sedang panas-panasnya. </span></p> <p> </p> <h1><span style="font-weight: 400;">Konsultasi Jago Bangunan</span></h1> <p><span style="font-weight: 400;">Tren desain sudah seharusnya tidak asal diterapkan tanpa melihat kondisi bangunan. Tren satu mungkin baik untuk rumah A, namun belum tentu untuk untuk rumah B. Jika Sahabat Bangunan memiliki pertanyaan mengenai tren desain dan penerapannya di lapangan atau hal mengenai konstruksi lainnya, bisa langsung menghubungi kami melalui </span><a href="/"><span style="font-weight: 400;">website Jago Bangunan</span></a><span style="font-weight: 400;"> dan </span><a href="https://web.facebook.com/jagobangunan?_rdc=1&_rdr"><span style="font-weight: 400;">Facebook Jago Bangunan</span></a><span style="font-weight: 400;">. </span></p>
Tips Membangun Ruang Bawah Tanah untuk Rumah 
<h1><span style="font-weight: 400;">Tips Membangun Ruang Bawah Tanah untuk Rumah </span></h1> <p><span style="font-weight: 400;">Rumah dengan </span><em><span style="font-weight: 400;">basement </span></em><span style="font-weight: 400;">atau ruang bawah tanah lebih sering ditemui di negara-negara di Benua Amerika dan Eropa. Di Indonesia sendiri, ruang bawah tanah umumnya ditemukan untuk gedung besar seperti mal dan gedung perkantoran. Rumah dengan ruang bawah tanah masih sangat sulit untuk ditemui.</span></p> <h1> </h1> <p><span style="font-weight: 400;">Padahal, ruang bawah tanah bisa menjadi solusi untuk rumah dengan luas lahan yang terbatas. Ruang bawah tanah bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Mulai dari gudang untuk menyimpan peralatan berkebun, ruang mencuci baju, atau bahkan difungsikan sebagai ruang rekreasi keluarga. </span></p> <h1> </h1> <h1><span style="font-weight: 400;">Ruang Bawah Tanah Memiliki Temperatur Lebih Stabil <br /></span></h1> <h1> </h1> <p><span style="font-weight: 400;">Meskipun banyak yang meremehkan fungsinya, ruang bawah tanah juga sebenarnya memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh ruang lain pada umumnya. Dengan membangun ruang bawah tanah, temperatur dalam ruangan tersebut akan cenderung lebih stabil, tidak akan bertambah panas seiring dengan cuaca Indonesia saat musim kemarau. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Hal ini disebabkan karena tanah yang mengelilingi ruang bawah tanah merupakan material yang tidak mudah menyerap panas. Sehingga, tembok ruang bawah tanah akan tetap dingin, terjaga kesejukannya. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Berbeda dengan ruang yang dibangun di atas tanah yang terpapar panas sinar matahari saat siang dan temperaturnya yang turun menjadi dingin saat malam hari. Padahal, temperatur yang stabil sangat baik bagi “kesehatan” tembok. Dengan temperatur yang stabil, tembok akan lebih kuat dan kokoh dalam jangka waktu yang lama. Tidak mudah retak dalam waktu yang singkat. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Tentunya kelebihan ruang bawah tanah ini juga harus disertai dengan perencanaan dan pembangunan yang baik. Apa yang perlu diperhatikan saat membangun ruang bawah tanah untuk rumah? Mari simak artikel berikut hingga akhir. </span></p> <h1> </h1> <h1><span style="font-weight: 400;">Tips Membangun Ruang Bawah Tanah Rumah</span></h1> <h1> </h1> <p><span style="font-weight: 400;">Terdapat beberapa hal yang cukup banyak diperhatikan untuk membangun ruang bawah tanah yang nyaman dan fungsional. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.  </span></p> <h1> </h1> <h2><span style="font-weight: 400;">1. Perhatikan posisi garis sempadan bangunan</span></h2> <p><span style="font-weight: 400;">Agar ruang bawah tanah bisa berfungsi dengan baik, maka perhatikan garis sempadan bangunan. Garis Sempadan Bangunan (GSB) merupakan garis batas minimal bangunan di lahan yang dimiliki sehingga memberikan jarak antara bangunan kita dengan jalan, tepi sungai, ataupun bangunan tetangga. Pastikan pembangunan ruang bawah tanah Anda tidak akan mengganggu jaringan yang ada seperti telepon listrik atau pipa air. </span></p> <h1><img src="/images/cms//ruang bawah tanah/WhatsApp_Image_2020-10-07_at_15_20_53.jpeg" alt="" width="703" height="591" /></h1> <h2><span style="font-weight: 400;">2. Pemilihan bahan dinding ruang bawah tanah</span></h2> <p><span style="font-weight: 400;">Ruang bawah tanah juga memiliki kelemahan, yaitu kelembapan dan potensi air tanah yang meresap ke dinding sehingga membuat ruangan atau dindingnya menjadi terlalu lembap. </span></p> <h1><img src="/images/cms//ruang bawah tanah/WhatsApp_Image_2020-10-07_at_16_22_43.jpeg" alt="" width="709" height="495" /></h1> <p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, bahan dinding yang digunakan untuk membangun rumah bawah tanah juga harus diperhatikan. Bahan terbaik untuk ruang bawah tanah adalah beton. Bahan material beton lebih kokoh dalam hal menahan beban tekanan air maupun tanah. </span></p> <h1> </h1> <h2><span style="font-weight: 400;">3. Mengatasi kelembapan ruang bawah tanah</span></h2> <p><span style="font-weight: 400;">Masalah kelembapan adalah masalah utama yang harus dihadapi saat membangun ruang bawah tanah. Untuk mengatasi hal ini, maka disarankan untuk menggunakan lapisan </span><em><span style="font-weight: 400;">waterproof </span></em><span style="font-weight: 400;">atau kedap air sehingga masalah kelembapan ruangan, kebocoran, hingga rembesan air di dinding ruangan pun dapat dicegah. </span></p> <h1><img src="/images/cms//ruang bawah tanah/WhatsApp_Image_2020-10-07_at_15_20_54.jpeg" alt="" width="700" height="525" /></h1> <p><span style="font-weight: 400;">Selain menggunakan lapisan <em>waterproof</em> ini, ruang bawah tanah juga dianjurkan untuk tidak menggunakan wallpaper atau kertas dinding sebagai penghias tembok. Bukan tanpa sebab, penggunaan <em>wallpaper</em> bisa berpotensi menumbuhkan jamur di dinding. </span></p> <h1> </h1> <h2><span style="font-weight: 400;">4. Menambahkan sirkulasi udara</span></h2> <p><span style="font-weight: 400;">Agar kualitas ruang bawah tanah tetap baik, sirkulasi udara juga harus benar-benar diperhatikan. Untuk ruang bawah tanah yang tertutup sepenuhnya, dianjurkan untuk memasang AC atau exhaust fan. Namun tentunya, penambahan alat ini juga akan menambah biaya listrik. </span></p> <h1><img src="/images/cms//ruang bawah tanah/WhatsApp_Image_2020-10-07_at_15_20_53__1_.jpeg" alt="" width="705" height="470" /></h1> <p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, ruang bawah tanah untuk rumah sebaiknya memiliki bagian yang terbuka sebagian. Sebagian tinggi ruangan sengaja dibangun di atas tanah dan dibangun jendela untuk menjaga sirkulasi udara ruangan. </span></p> <h1> </h1> <h1><span style="font-weight: 400;">Konsultasi Jago Bangunan</span></h1> <h4><br /><span style="font-weight: 400;">Bagaimana Sahabat Jago Bangunan? Apakah Anda akan membangun ruang bawah tanah untuk hunian rumah? Jika Anda memiliki pertanyaan lain mengenai pembangunan ruang bawah tanah atau seputar bidang konstruksi, silahkan menghubungi kami melalui </span><a href="/"><span style="font-weight: 400;">website Jago Bangunan</span></a><span style="font-weight: 400;"> dan </span><a href="https://web.facebook.com/jagobangunan?_rdc=1&_rdr"><span style="font-weight: 400;">Facebook Jago Bangunan</span></a><span style="font-weight: 400;">. </span></h4>
Cara Menghitung Pondasi Batu Kali
<h1><span style="font-weight: 400;">Cara Menghitung Pondasi Batu Kali</span></h1> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">Pondasi yang kuat adalah kunci bangunan yang kokoh dan tahan lama. Jenis pondasi sendiri pun beragam, salah satunya yang umum digunakan adalah pondasi batu kali. Jenis pondasi ini cocok digunakan untuk rumah atau bangunan yang tidak terlalu besar seperti rumah 1 lantai dan kios. Jika rumah atau bangunan yang akan dibangun luas, besar, dan bertingkat, maka disarankan untuk menggunakan jenis pondasi lain. </span></p> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">Sebagai jenis pondasi yang umum digunakan, cara menghitung pondasi batu kali pun bisa dilakukan siapa saja karena cukup sederhana. Berikut cara menghitung pondasi batu kali yang didasarkan pada contoh soal. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Diketahui luas lahan 4 x 8 meter</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Maka, keliling lahan 4 + 4 + 8 + 8 = 24 m</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Dicari volume batu kali dari pondasi berbentuk trapesium</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">= </span><span style="font-weight: 400;">(</span><span style="font-weight: 400;">Luas atas + luas bawah</span><span style="font-weight: 400;">)</span><span style="font-weight: 400;"> / 2 </span><span style="font-weight: 400;">) </span><span style="font-weight: 400;">x tinggi</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">= </span><span style="font-weight: 400;">( </span><span style="font-weight: 400;">0,3 + 0,6</span><span style="font-weight: 400;"> )</span><span style="font-weight: 400;"> / 2 </span><span style="font-weight: 400;">) </span><span style="font-weight: 400;">x 0.8</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">= </span><span style="font-weight: 400;">( </span><span style="font-weight: 400;">0,9 / 2</span><span style="font-weight: 400;"> )</span><span style="font-weight: 400;"> x 0,8</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">= 0,45 x 0,8</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">= 0,36 m3</span></p> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">Jumlah volume batu kali adalah</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">= Keliling lahan x volume pondasi</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">= 24 x 0.36</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">= 8,64 m3</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Jika dilihat dari hasil tersebut, maka batu kali yang dibutuhkan untuk pondasi adalah 2 rit dumptruk. </span></p> <p> </p> <h1><span style="font-weight: 400;">Kualitas Pondasi Batu Kali</span></h1> <p><span style="font-weight: 400;"><img src="/images/cms///Menghitung Pondasi Batu Kali/WhatsApp_Image_2020-09-24_at_13_33_23__1_.jpeg" alt="" width="704" height="1252" /></span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Selain penghitungan yang tepat, kualitas pondasi batu kali juga sangat ditentukan oleh faktor lain, seperti kualitas semen, pasir, dan batu kali itu sendiri. Semen yang digunakan haruslah sesuai dengan rumah atau bangunan yang akan dibangun. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Untuk pondasi batu kali sendiri yang biasa digunakan untuk bangunan kecil atau sedang, maka Semen Gresik jenis PPC sudah sangat berkualitas. Pasir yang dipilih pun baiknya bersih, tanpa adanya kotoran organik. Sedangkan untuk batu kali, sebaiknya dipilih batu yang keras dan tidak lunak. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Jika semen, pasir, batu sudah dipilih dengan baik, maka perbandingan campuran adalah sebagai berikut. Anda bisa memilih perbandingan sesuai dengan hasil dan kualitas yang diinginkan. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">1 semen : 4 pasir untuk rumah atau bangunan dengan kualitas istimewa atau pondasi bangunan yang berada di tepi sungai dengan aliran sedang.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">1 semen : 6 pasir untuk pondasi rumah atau bangunan dengan kualitas baik.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">1 semen : 8 pasir untuk pondasi bangunan sederhana. </span></p> <h1><span style="font-weight: 400;">Keunggulan Pondasi Batu Kali</span></h1> <p><span style="font-weight: 400;"><img src="/images/cms///Menghitung Pondasi Batu Kali/WhatsApp_Image_2020-09-24_at_14_10_42.jpeg" alt="" width="701" height="1246" /></span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Menjadi pondasi yang paling umum digunakan bukan tanpa sebab, karena pondasi batu kali memiliki berbagai keunggulan dibandingkan jenis pondasi yang lain, diantaranya adalah sebagai berikut. </span></p> <p> </p> <h2><span style="font-weight: 400;">Dapat dikerjakan dalam waktu yang lebih singkat</span></h2> <p><span style="font-weight: 400;">Pembuatan pondasi batu kali lebih cepat. Konstruksinya yang sederhana  dan sifat material batu kali yang bisa mengering lebih cepat akan menghemat banyak waktu dalam proses pembangunan rumah.</span></p> <p> </p> <h2><span style="font-weight: 400;">Konstruksinya yang sederhana</span></h2> <p><span style="font-weight: 400;"><img src="/images/cms///Menghitung Pondasi Batu Kali/WhatsApp_Image_2020-09-24_at_13_33_24.jpeg" alt="" width="700" height="1244" /></span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Konstruksinya yang sederhana namun kuat menjadi salah satu keunggulan terbesar pondasi batu kali. Keunggulan ini juga yang membuat pembuatan pondasi bisa langsung dilakukan di lokasi tanpa membutuhkan alat-alat khusus.</span></p> <p> </p> <h2><span style="font-weight: 400;">Kuat akan goncangan</span></h2> <p><span style="font-weight: 400;"><img src="/images/cms///Menghitung Pondasi Batu Kali/WhatsApp_Image_2020-09-24_at_13_33_23.jpeg" alt="" width="700" height="1244" /></span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Batu kali lebih kuat akan goncangan sehingga pondasi batu kali sangat direkomendasikan untuk membangun rumah yang tahan gempa. Terlebih jika pondasi ini dikombinasikan pembangunannya dengan bor pile. Guncangan atau getaran dalam tanah bisa ditahan lebih baik sehingga bangunan pun menjadi lebih kuat dan kokoh. </span></p> <p> </p> <h1><span style="font-weight: 400;">Konsultasi Jago Bangunan</span></h1> <p><span style="font-weight: 400;">Demikian cara menghitung pondasi batu kali berikut penjelasan singkat mengenai pondasi yang umum digunakan ini. Jika Sahabat Jago Bangunan ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pondasi bangunan, silahkan menghubungi </span><span style="font-weight: 400;">melalui menu Konsultasi </span><a href="/" target="_blank" rel="noopener"><span style="font-weight: 400;">website Jago Bangunan</span></a><span style="font-weight: 400;"> maupun </span><a title="Facebook Jago Bangunan" href="https://web.facebook.com/jagobangunan?_rdc=1&_rdr" target="_blank" rel="noopener"><span style="font-weight: 400;">Facebook Jago Bangunan</span><span style="font-weight: 400;">.</span></a></p>
Penekanan K3 Pada Masa Pandemi
<h1>K3 saat Pandemi, Ada Protokol Khusus yang Melindungi</h1> <p> </p> <p>Adanya pandemi Covid-19 memengaruhi semua jenis pekerjaan, tidak terkecuali pekerjaan konstruksi. Diharuskan untuk beraktivitas di luar, pekerjaan konstruksi juga memiliki risiko penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, protokol kesehatan pun harus lebih diperketat untuk meminimalisir risiko penyebaran tersebut.</p> <p>Indonesia sendiri telah memiliki peraturan yang mengharuskan instansi-instansi perusahaan untuk menerapkan protokol kesehatan demi menjaga keselamatan para pekerja saat bekerja di lapangan. Protokol tersebut adalah K3, yakni Keselamatan dan Kesehatan Kerja.</p> <p>Pada saat pandemi ini, pemerintah telah mengeluarkan detil protokol pencegahan penyebaran Covid-19 untuk penyelenggara jasa konstruksi. </p> <p>Tepatnya pada 27 Maret 2020, Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, telah mengeluarkan Instruksi Menteri Nomor 02/IN/M/2020 tentang Protokol Penyebaran Covid-19 dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi. </p> <p>Dalam Instruksi Menteri tersebut, secara garis besar terdapat 7 mekanisme utama yang harus dilakukan, yakni sebagai berikut.</p> <p> </p> <h1>Membentuk Satgas Pencegahan Covid-19</h1> <p>Satgas atau satuan tugas pencegahan Covid-19 harus dibentuk oleh pengguna jasa konstruksi dan penyedia jasa konstruksi. Dicantumkan dalam Instruksi Menteri, satgas setidaknya berjumlah 5 orang. Kedua belah pihak bekerja sama untuk membentuk satgas yang responsif, yang akan ditugaskan tanggap melakukan berbagai langkah pencegahan.</p> <p>Tidak hanya bertugas untuk menerapkan kedisiplinan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, satgas juga akan bertugas untuk melakukan tindakan pencegahan lebih lanjut jika ditemukan pekerja konstruksi yang terindikasi tanda dan gejala Covid-19.</p> <p> </p> <h1>Menyediakan Fasilitas Pencegahan Covid-19</h1> <p>Fasilitas pencegahan Covid-19 yang dimaksud adalah fasilitas kesehatan yang mendukung. Dalam bentuk konkritnya yakni seperti ruang klinik lengkap dengan berbagai alat kesehatan. Beberapa contoh alat tersebut yakni thermoscan, tabung oksigen, dan pengukur tekanan darah. Tentunya fasilitas pencegahan Covid-19 juga harus dilengkapi dengan tenaga medis.</p> <p> </p> <h1>Mengedukasi Pekerja untuk Menjaga Diri dari Covid-19</h1> <p>Bekerja di luar ruangan memiliki protokol tersendiri untuk mencegah penyebaran Covid-19. Diantaranya untuk tetap jaga jarak atau <em>physical distancing</em> dan juga cuci tangan sebelum dan setelah bekerja. Edukasi pencegahan ini harus dilaksanakan agar pekerja dan semua orang yang terlibat dalam proyek konstruksi. </p> <p>Tidak hanya sekadar bertugas mengedukasi, Satgas juga bertugas untuk memastikan bahwa pekerja telah memahami betul langkah pencegahan Covid-19 serta menegakkan kedisiplinan agar langkah pencegahan tersebut diterapkan.</p> <p> </p> <h1>Mengukur Suhu Pekerja Tiap Pagi, Siang, dan Sore</h1> <p>Pengukuran suhu badan harus dilakukan secara reguler mengingat perubahan suhu badan bisa terjadi secara singkat. Proses pengukurannya sendiri juga harus menggunakan alat standar yang akurat, seperti thermogun.</p> <p> </p> <h1>Bekerja Sama dengan Rumah Sakit dan Puskesmas</h1> <p>Penyedia jasa konstruksi harus melakukan kerja sama dengan rumah sakit dan puskesmas. Dengan begitu, jika terdapat pekerja yang memiliki tanda dan gejala Covid-19, maka bisa dirujuk dengan cepat agar segera bisa ditangani.</p> <p> <img src="/images/cms///Keselamatan Kerja/WhatsApp_Image_2020-09-23_at_10_08_05.jpeg" alt="semen indonesia" width="708" height="471" /></p> <h1>Menghentikan Pekerjaan Sementara</h1> <p>Jika diketahui bahwa salah satu pekerja ada yang terindikasi Covid-19, maka jalannya proyek pun harus dihentikan sementara setidaknya selama 14 hari kerja. Dengan begitu, langkah pencegahan selanjutnya bisa dilaksanakan seperti melakukan tes Covid-19 untuk semua pekerja demi mendeteksi adanya cluster baru atau tidak.</p> <p> </p> <h1>Membersihkan dan Mengisolasi</h1> <p>Jika ditemukan <em>suspect </em>Covid-19 di lapangan, maka penyemprotan masif disinfektan di semua sarana dan prasarana lapangan dan juga kantor harus segera dilakukan. Setelah selesai, maka lokasi pun harus diisolasi untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih lanjut.</p> <p> </p> <h1>Tanyakan Kepada Penanggung Jawab</h1> <p>Jika Sahabat Bangunan sebagai pekerja konstruksi memiliki pertanyaan mengenai protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19 saat bekerja, maka segera tanyakan kepada penanggung jawab lapangan. Pastikan bahwa kesehatan dan keamanan Anda terlindungi saat bekerja.</p>
5 Alasan Kenapa Helm Sangat Penting Digunakan oleh Pekerja Bangunan
<p>Seringkali pekerja bangunan tidak mau menggunakan helm saat bekerja. Hal yang dikeluhkan pun banyak. Mulai dari gerah hingga alasan kecil seperti malas. Padahal, sama halnya dengan menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor, menggunakan helm saat bekerja di lapangan pun memiliki manfaat untuk melindungi diri kita sendiri. Lebih spesifiknya, manfaat apa sih yang bisa didapat hanya dengan menggunakan helm saat bekerja di lapangan? Berikut beberapa diantaranya.</p> <h3>Melindungi kepala dari luka</h3> <p><br />Helm pelindung didesain khusus untuk pekerja bangunan di lapangan. Jika sesuatu jatuh mengenai kepala, maka kepala pun akan terlindungi dari luka, karena barang yang jatuh tidak menimpa kepala secara langsung, melainkan menimpa helm. Selain melindungi kepala dari benda jatuh, helm juga bisa melindungi diri dari sengatan listrik. Helm pelindung terbuat dari material plastik yang kuat, sehingga selain melindungi kepala dari benturan, juga mampu menghentikan sengatan listrik agar tidak menjalar ke tubuh.</p> <h3><br />Melindungi diri jika jatuh atau terpeleset</h3> <p><br />Lapangan tempat pekerja bangunan bekerja seringkali tidak rata. Banyak bebatuan, gundukan pasir dan juga semen. Lapangan juga sering kali basah, karena air dibutuhkan untuk mencampur pasir dan semen serta mencuci kaki. Kondisi lapangan seperti ini lah yang membuat pekerja rawan jatuh dan terpeleset. Dengan memakai helm, kepala pun bisa terlindungi, sehingga luka yang diakibatkan karena jatuh<br />atau terpeleset pun jadi lebih kecil dan tidak begitu berbahaya.</p> <h3><br />Menyelamatkan diri dari kecelakaan fatal</h3> <p>Bekerja di lapangan untuk menyelesaikan proyek besar biasanya melibatkan beberapa alat berat dan juga kendaraan pengangkut material seperti truk. Ada kemungkinan kecelakaan melibatkan alat berat dan juga truk terjadi. Dengan memakai helm, pekerja bisa terlindungi dari kecelakaan fatal yang bisa merenggut nyawa.</p> <h3><br />Melindungi dari sengatan matahari</h3> <p>Pekerja bangunan dituntut untuk bekerja kapan saja menyesuaikan perjanjian proyek.<br />Seringkali waktu yang ditetapkan adalah pagi hingga sore hari karena adanya cahaya matahari bisa membantu pekerja untuk melihat dengan baik. Sayangnya cahaya matahari ini bisa menyengat kulit, bahkan menyilaukan mata. Dengan memakai helm, pekerja pun bisa terlindungi dari silaunya sinar matahari sehingga bisa bekerja dengan baik tanpa gangguan.</p> <h3><br />Membedakan antara pekerja dan tamu</h3> <p><img src="/images/cms///Keselamatan Kerja/photo6257796590865590923.jpg" alt="Membedakan staff dan tamu" width="700" height="457" /></p> <p>Seringkali tamu atau pengunjung datang untuk melihat perkembangan proyek. Untuk bisa membedakan mana pekerja yang terlibat dalam proyek dan mana yang bukan dengan mudah, maka helm dengan warna yang berbeda pun dapat digunakan.</p> <h3><br />Sebagai seragam pekerja</h3> <p><img src="/images/cms///Keselamatan Kerja/photo6257796590865590922.jpg" alt="Seragam pekerja" width="700" height="466" /></p> <p>Berbeda dengan pekerja yang tidak langsung terjun di lapangan, pekerja bangunan tidak mempunyai seragam khusus yang dipakai saat bekerja. Hal ini dikarenakan baju yang dipakai pun nantinya akan kotor dan lusuh, sehingga tidak ada aturan khusus mengenai baju apa yang harus digunakan.</p> <p><br />Namun, memakai seragam saat bekerja juga penting, terlebih pekerja bangunan di lapangan yang seringkali bercampur dengan banyak orang lalu lalang. Agar dapat membedakan mana pekerja dan mana yang bukan, seragam pun bisa digantikan dengan helm. Dengan memakai helm yang mempunyai warna dan tulisan khusus, pekerja bangunan pun jadi lebih mudah untuk diidentifikasi.</p> <h3><br />Jangan lupa pakai helm</h3> <p>Memakai helm saat bekerja di lapangan bisa jadi perbedaan tipis antara kecelakaan dan keselamatan. Apakah alasan sepele seperti gerah bisa jadi alasan sepadan dengan peran penting helm yang melindungi kita saat bekerja? Jadi, jangan lupa pakai terus helm pelindungnya, ya!</p>
Boleh Menghemat Biaya Material, Tapi Jangan Untuk Bangunan Struktural Pada Rumah Tinggal
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, kekuatan bangunan rumah ditentukan oleh kekuatan struktural mulai dari bagian paling bawah, yakni pondasi, sloof, kolom, ring balok, kuda-kuda, dan penutup atap. Hingga bagian non struktural seperti tembok, plesteran, plafon, pasangan keramik, cat, alat saniter, kusen, pintu, jendela, engsel, dll.</p> <p>Seringkali kami mendapatkan pertanyaan yang tampak seolah “menawar” ukuran pondasi dan ukuran besi yang lebih kecil dengan alasan penghematan. Faktor ekonomi tentu akan selalu menjadi perhatian. Namun jika kita menghemat biaya pada pekerjaan pondasi, justru akibatnya di masa depan akan menjadi pemborosan, karena perbaikan struktur yang bermasalah akan lebih sulit dan lebih mahal ketimbang saat pertama kali membangun.</p> <p>Untuk itu, perhatikan hal-hal berikut agar pekerjaan struktur bangunan menjadi kuat dan kokoh:</p> <p>1. Kekerasan tanah yang akan dibangun.</p> <p>Untuk membangun pondasi konvensional dengan batu alam yang berbentuk trapesium, maka galian harus mencapai tanah keras/tanah asli dengan daya dukung sekitar 2 kg/cm2 atau 0,2 N/mm2, ditandai dengan kerasnya cangkulan ketika menggali pondasi serta kepadatan tanahnya. Tanah asli akan berbeda perlakuannya dengan tanah urug.</p> <p>Jika tegangan tanah rendah/gambut masih bisa dicarikan solusi dengan memancang atau membuat bore pile/strauss sampai mencapai tanah keras Sehingga orang tidak lagi takut membangun di atas tanah lunak, karena gaya gesek tiang pancang dengan tanah akan menghasilkan kekuatan daya dukung yang cukup. Terlebih lagi jika memancangnya hingga mencapai tanah keras. Kedalamannya relatif, ada yang 2 meter tetapi ada yang hingga 8 meter.</p> <p>2. Ukuran pondasi</p> <p>Pondasi sederhana berbentuk trapesium untuk rumah tak bertingkat bisa dibuat ukuran bawah 70 cm, ukuran atas 30 cm dan tinggi 70 cm. Campuran yang digunakan 1 semen : 6 pasir.</p> <p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//pondasi hemat/pondasi_2_-_jago_bangunan.jpg" alt="" width="462" height="231" /></p> <p style="text-align: center;">Sumber: dok. Jago Bangunan.</p> <p>Saat ini lebih banyak dibuat pondasi setempat/cakar ayam. Kami kerap mendapat pertanyaan, apakah kuat membangun rumah 1 lantai di atas tanah bergerak dengan pondasi setempat ukuran 60x60 tebal 15 cm dengan besi 8 mm?</p> <p>Dengan kata lain, arah bahasannya adalah penghematan. Namun jika daya dukung tanah cukup kuat, bisa saja dengan ukuran seperti itu dipakai tetapi jarak besi yang 8 mm diperdekat hingga 5 cm-an (lebih rapat) agar menghasilkan kekuatan menahan gaya yang memadai.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//pondasi hemat/pondasi_3_-_jago_bangunan.jpg" alt="" width="338" height="230" />Sumber: dok. Jago Bangunan.</p> <p>Jika kondisi tanahnya bergerak, maka disarankan menggunakan ukuran 80x80 dengan tebal 20 cm, karena semakin luas permukaan telapak pondasi akan semakin kuat ketahanan menerima beban di atasnya, terlebih jika tulangannya memakai besi 12 mm dengan jarak 10 cm. Sehingga tulangan pokok di bawah berjumlah 8 buah x 2 karena bersilangan menjadi 16 buah.</p> <p>Lebih kuat lagi jika ditambah pembesian atas meskipun bagian atas tidak harus pakai 12mm, cukup 10mm saja dan jumlahnya cukup 6 buah x 2 atau 12 buah. Penambahan lapisan atas adalah untuk menahan jika ada momen, karena beban bangunan tidak hanya vertikal saja, terkadang ada juga yang horizontal seperti angin atau gempa atau akibat getaran kendaraan yang lewat.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/tukang-bangunan-juga-harus-bisa-membuat-analisa-rab-latihan-dulu-yuk-">Tukang Bangunan Juga Harus Bisa Membuat Analisa RAB, Latihan Dulu, Yuk!</a></h3> <p>3. Ukuran kolom</p> <p>Kolom di bawah sloof disebut pedestal. Umumnya dibuat ukuran sama dengan kolom yang di atas sloof, untuk bangunan rumah tinggal yang tidak bertingkat bisa diambil ukuran 20x30 dengan besi 4 buah diameter 12 mm. Jika beban besar rumah 2 lantai bisa dipilih ukuran lebih besar 25x35 sedangkan untuk rumah 3 lantai atau lebih dibuat 30x40, dengan besi 6 buah diameter 12 mm.</p> <p>4. Ukuran sloof</p> <p>Ukuran sloof ditentukan oleh jarak kolom.Semakin jauh semakin tinggi ukurannya. Pada bentangan sampai 3,50 meter bisa diambil ukuran 15x30. Untuk bentangan antara 3,50-5,00 diambil ukuran 20x40. Besi yang digunakan 4 buah diameter 12 mm dengan beugel 8mm jarak 15 cm.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//pondasi hemat/pondasi_4_-_jago_bangunan.jpg" alt="" width="789" height="534" />Contoh pedestal, sloof, dan kolom yang dikerjakan sesuai ukuran standar (sumber: dok. Jago Bangunan).</p> <p>5. Ring balok</p> <p>Pada akhir pasangan tembok dipasang balok keliling agar pasangan stabil. Ukuran ring balok pada rumah tidak bertingkat cukup 15x20, besi 4 buah diameter 10 mm dengan beugel 6 mm jarak 15 cm.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/begini-cara-cepat-menghitung-kebutuhan-besi-beton-untuk-pembesian-pondasi-kolom-dan-dak">Begini Cara Cepat Menghitung Kebutuhan Besi Beton Untuk Pembesian Pondasi, Kolom, dan Dak</a></h3> <p>6. Balok struktur</p> <p>Ukuran tinggi balok struktur atau balok yang menahan plat/dak setidaknya 1/12 kali bentangan. Semisal lebar bentangan 5 meter maka tinggi balok 500 cm / 12 = 41,6 cm bisa dibulatkan 40 cm dan lebarnya sebesar setengah tinggi yaitu 40/2= 20 cm sehingga ukuran balok 20/40. Jumlah besi yang lazim adalah 6 diameter 16 mm ulir dan beugel 8 mm jarak 15 cm.</p> <p>7. Plat/dak</p> <p>Tebal standar untuk plat adalah 12 cm agar tidak bergetar, kuat dan juga tidak rembes, namun di lapangan banyak yang ditipiskan menjadi 10 cm bahkan ekstrimnya berani membuat dengan ketebalan 8 cm, akibatnya dak bergetar ketika ada benda bergerak dan tidak nyaman dipakai karena keramiknya banyak yang terlepas/popping akibat lenturan plat.</p> <p>Semua campuran beton untuk pekerjaan struktur rumah tinggal cukup menggunakan perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil.</p> <p>Jika kita berpikir jauh ke depan, penghematan ukuran maupun material untuk membuat bangunan struktural, bukanlah langkah yang tepat. Daripada bermasalah di kemudian hari dan menghabiskan lebih banyak biaya untuk perbaikan, lebih baik sejak awal pekerjaan dilakukan sesuatu standar, bukan?</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/begini-cara-memasang-bore-pile-untuk-pondasi-rumah-bertingkat-sederhana">Begini Cara Memasang Bore Pile untuk Pondasi Rumah Bertingkat Sederhana</a></h3> <p>=====<br />Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Begini Cara Memasang Bore Pile untuk Pondasi Rumah Bertingkat Sederhana
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, bore pile atau strauss merupakan konstruksi sederhana untuk menopang pondasi setempat pada bangunan berlantai 1 atau bertingkat, guna mendapatkan daya dukung yang sesuai dengan berat bangunan yang akan menekannya.</p> <p>Terdapat beberapa tingkat kesulitan dalam pembuatan pondasi setempat:</p> <p>1. Pondasi yang langsung diletakkan di atas galian tanah, berlaku untuk kondisi tanah keras (tegangan ijin sekitar 2 kg/cm2 atau 0,2 N/mm2). Teknik ini yang paling sederhana.<br />2. Pondasi yang diletakkan di atas tiang pancang atau trucuk kayu besi atau tiang pancang dari beton untuk bangunan modern. Teknik ini banyak dilaksanakan di Kalimantan.<br />3. Pondasi yang ditumpangkan di atas bore pile (strauss), prinsipnya sama dengan tiang pancang hanya saja pengerjaannya di lokasi dan secara teknis lebih mudah dikerjakan.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/tukang-bangunan-juga-harus-bisa-membuat-analisa-rab-latihan-dulu-yuk-">Tukang Bangunan Juga Harus Bisa Membuat Analisa RAB, Latihan Dulu, Yuk!</a></h3> <p>Di pulau Jawa, bore pile umumnya dilaksanakan di daerah yang tanahnya lembek seperti tepian empang, sawah atau dataran rendah yang berada di sekitar delta sungai, yang jika pondasinya ditumpangkan langsung di atas galian tanah maka akan ada resiko turun karena daya dukung tanahnya rendah. Pondasinya sendiri umumnya menggunakan konstruksi beton bertulang berbentuk segi empat atau dikenal pondasi sepatu atau cakar ayam.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///BORE PILE/gambar_borpile_1_-_jagobangunan.jpg" alt="" width="800" height="382" /><em>Sumber: Buku Rumah Kokoh Semen Gresik</em></p> <p>Proses pelaksanaan bore pile (strauss:</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///BORE PILE/gambar_borpile_2_-_jagobangunan.jpg" alt="" width="806" height="352" /><em>Sumber: Buku Rumah Kokoh Semen Gresik</em></p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///BORE PILE/gambar_borpile_3_-_jagobangunan.jpg" alt="" width="809" height="367" /><em>Sumber: Buku Rumah Kokoh Semen Gresik</em></p> <p style="text-align: center;"><em><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///BORE PILE/gambar_borpile_4_-_jagobangunan.jpg" alt="" width="809" height="389" /></em><em>Sumber: Buku Rumah Kokoh Semen Gresik</em></p> <p>Pemasangannya didahului dengan menggali tanah berbentuk segi empat seluas telapak pondasi yang akan dibuat. Telapak ini dinamakan juga pur atau footplat. Dalamnya galian sekitar 0,80 hingga 1,60 meter, menyesuaikan tanahnya agar didapat kondisi yang tidak becek sehingga proses pengerjaan nyaman.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/gampang-banget-begini-cara-menghitung-kebutuhan-material-untuk-pasangan-pondasi-dari-batu-alam">Gampang Banget, Begini Cara Menghitung Kebutuhan Material untuk Pasangan Pondasi dari Batu Alam</a></h3> <p>Setelah digali, kemudian dibor menggunakan alat sederhana diputar menggunakan tenaga manusia. Diameter bor umumnya 30 cm dengan kedalaman sekitar 2-6 meter menyesuaikan kondisi tanah dan kekuatan yang diharapkan mampu untuk menopang beban bangunan di atasnya. Jumlah lubang bornya pun bervariasi menyesuaikan berat ringannya bangunan, terkadang hanya 1 buah namun ada juga dalam satu footplat mencapai 8 buah.</p> <p>Rangkaian besi biasanya dibuat dari besi ulir diameter 16 mm berjumlah 6 buah, dengan beugel/cincin spiral diameter 20 cm dan menggunakan besi polos diameter 8 mm, dengan jarak sekitar 15 cm dan diikat kuat dengan kawat ikat/bendrat.</p> <p>Terkadang lubang bor terdapat air, untuk itu cara penecorannya bisa dimasuki pipa PVC diameter 6 inch agar beton mudah masuk ke dalam lubang bor. Jangan lupa ditusuk-tusuk pakai kayu keras atau pipa galvanis diameter 1,25 inch agar hasil pengecoran benar-benar padat. Kepadatan inilah yang menjadikan ikatan antara beton dengan tanah menjadi kuat sehingga mampu menahan gaya di atasnya. Secara perlahan-lahan pipa diangkat seiring dengan ketinggian cor pada lubang bor hingga mencapai permukaan.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/ternyata-kekuatan-bangunan-bergantung-pada-komponen-stuktural-ini-kenali-yuk-">Ternyata Kekuatan Bangunan Bergantung pada Komponen Stuktural Ini, Kenali, Yuk!</a></h3> <p>=====<br />Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Tukang Bangunan Juga Harus Bisa Membuat Analisa RAB, Latihan Dulu, Yuk!
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>Pembuatan RAB untuk rumah berbeda dengan pekerjaan irigasi, jalan, atau jembatan, karena item pekerjaannya berbeda. Setiap analisa memiliki angka atau koefisien kebutuhan bahan, dan koefisien besarnya upah harian yang ditentukan berdasarkan kesepakatan bersama antara para pengguna jasa (pemerintah/swasta/perorangan) dan penyedia jasa (konsultan, pengawas, pemborong).</p> <p>Kedua pihak mengadakan penghitungan bersama guna menentukan besaran koefisien baik untuk besaran material maupun upah atau sewa peralatan. Untuk pekerjaan swasta bisa saja tidak menggunakan analisa tersebut. Namun jika timbul perselisihan maka akan kesulitan ketika mengadu ke pengadilan, karena patokannya berbeda dengan peraturan menteri yang berlaku, biasanya mereka mengadu ke Arbitrase.</p> <p>Pada zaman Hindia Belanda tepatnya tanggal 28 Februari 1921 Burgerlijke Openbare Werken (BOW) atau sekarang disebut Dinas Pekerjaan Umum, mengeluarkan peraturan No. 5372 A, sebagai tonggak sejarah adanya standarisasi Analisa Harga Satuan. Peraturan ini mengalami perubahan, disesuaikan dengan kemajuan pembangunan serta munculnya bahan-bahan baru di masyarakat, seperti adanya triplek, keramik, batu hias, bata ringan, baja ringan dsb yang pada saat itu belum ada.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/pondasi-setempat-solusi-terbaik-untuk-tanah-bergerak">Pondasi Setempat, Solusi Terbaik untuk Tanah Bergerak</a></h3> <p>Perkembangan terakhir, dikeluarkannya Peraturan Menteri Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (Permen PUPR) No 28 tahun 2016. Untuk pekerjaan pemerintah, maka panduannya harus mengacu pada koefisien tersebut, meskipun kadangkala mengalami keganjilan atau kurang sesuai dengan fakta di lapangan.</p> <p>Untuk itu, terkadang harus pandai memasukkan harga satuan agar harga akhirnya wajar. Sering terjadi upah pekerja yang dibayarkan Rp80.000/hari. Namun jika angka tersebut dimasukkan, maka harga akhir menjadi terlalu mahal, sehingga khawatir tidak menang tender. Karenanya, dapat diturunkan menjadi Rp70.000/hari agar harga akhir tidak melampaui pagu yang ditetapkan.</p> <p>Saat ini hampir semua proyek pemerintah sudah menerapkan E-Procurement atau pengadaan barang lewat lelang elektronis, sehingga tidak perlu lagi menyetorkan dokumen yang sangat tebal ketika lelang.</p> <p>Contoh Analisa Harga Satuan:</p> <p>Pembuatan 1 m3 pondasi batu belah campuran 1 semen : 6 pasir:</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///ANALISA HARGA SATUAN/1_-_analisa_harga_satuan_-_jago_bangunan.jpg" alt="" width="758" height="473" /><em>(Sumber: Dok. Jago Bangunan)</em></p> <p>Analisa tersebut hanya salah satu contoh item saja. Masih banyak sekali analisa lainnya.</p> <p>Koefisien batu belah = 1,200 m3, semen = 117 kg dan pasir 0,561 m3 dihitung berdasarkan perhitungan yang teliti, baik melalui percobaan maupun pengamatan di lapangan. Koefisien untuk pekerjaan konvensional tersebut sudah ada sejak dikeluarkannya analisa BOW. Demikian juga untuk koefisien tenaga.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/ternyata-kekuatan-bangunan-bergantung-pada-komponen-stuktural-ini-kenali-yuk-">Ternyata Kekuatan Bangunan Bergantung pada Komponen Stuktural Ini, Kenali, Yuk!</a></h3> <p>Sebanyak 1,500 tenaga dan 0,600 tukang, artinya dalam bekerja 1 tukang dibantu 2 tenaga dan dalam sehari harus bisa memasang 1:0,600 = 1,677 m3. Dalam praktiknya, akan ada lebih banyak pasangan pondasi dipasang, bisa mencapai 2 hingga 4 m3. Sehingga pemborong secara teori akan mendapat untung dari pekerjaan pondasi ini, jika cuaca maupun situasi mendukung.</p> <p>Angka kepala tukang 0,060, maksudnya dalam sehari seorang kepala tukang bisa mengawasi 0,600: 0,0060 = 10 tukang dan bisa mengawasi 1,500 : 0,0600 = 25 pekerja. Seorang mandor dalam sehari bisa mengawasi 0,600:0,075 = 8 tukang dan 1,500:0,075 = 20 pekerja.</p> <p>Untuk RAB Pembangunan rumah, urutannya sebagai berikut:</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///ANALISA HARGA SATUAN/2_-_analisa_harga_satuan_-_jago_bangunan.jpg" alt="" width="755" height="1137" /><em>(Sumber: Dok. Jago Bagunan)</em></p> <p>Serta masih banyak lagi item-item berikutnya.</p> <p>Dari uraian per item tersebut, kemudian dibuatkan rekapitulasi sebagai berikut:</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///ANALISA HARGA SATUAN/3_-_analisa_harga_satuan_-_jago_bangunan.jpg" alt="" width="760" height="1001" /><em>(Sumber: Dok. Jago Bangunan)</em></p> <p>Hal yang paling memakan energi adalah membuat perhitungan volume, karena memerlukan ketelitian dan kesabaran, serta cukup pandai dalam matematika/ilmu hitung. Demikian sekilas pengetahuan tentang RAB, semoga bermanfaat. Selamat mencoba.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/cara-menghitung-kebutuhan-material-untuk-pekerjaan-plesteran">Cara Menghitung Kebutuhan Material Untuk Pekerjaan Plesteran</a></h3> <p>=====<br />Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>