Masuk

Tips

Beranda / Artikel
Search:

 5 Cara Mengurangi Risiko Terkena Banjir pada Rumah Sahabat Jago
<p>Banjir masih menjadi salah satu masalah utama bagi warga di berbagai kota di Indonesia. Tidak jarang, perumahan mewah dan elit juga ikut terendam banjir karena lokasinya yang berada di dataran rendah atau dekat dengan sungai. </p> <p>Walau banjir adalah bencana dan sulit untuk mencegahnya, Sahabat Jago dapat melakukan beberapa cara untuk mengurangi risiko terkena banjir. Selain rutin membersihkan selokan atau aliran air di sekitar rumah, 5 cara dari Pak Jago berikut dapat diterapkan pada rumah Sahabat Jago.</p> <p> </p> <ol> <li><strong>Meninggikan Lantai Rumah</strong></li> </ol> <p><img src="/images/cms/// 5 Cara Mengurangi Risiko Terkena Banjir pada Rumah Sahabat Jago/image_2_web_3_feb.jpg" alt="" width="548" height="386" /></p> <p>Jika Sahabat Jago akan membangun rumah di lokasi yang berisiko banjir, seperti dekat sungai atau laut, jangan lupa untuk meninggikan lantai rumah sehingga berada di atas permukaan ketinggian air banjir. Cara yang biasa dilakukan adalah dengan membangun struktur rumah di atas kolom atau panggung. Sahabat Jago juga dapat meninggikan fondasi agar banjir tidak dapat masuk ke dalam rumah.</p> <p> </p> <ol start="2"> <li><strong>Gunakan Bahan Bangunan yang Berkualitas</strong><strong><img src="/images/cms/// 5 Cara Mengurangi Risiko Terkena Banjir pada Rumah Sahabat Jago/image_3_web_3_feb.jpg" alt="" width="1265" height="1600" /></strong></li> </ol> <p>Fondasi dan dinding rumah yang kokoh tentu dapat mengurangi risiko atau dampak terkena banjir. Untuk mendapatkan fondasi dan dinding yang kuat serta tahan lama, Semen Gresik adalah pilihan tepat bagi Sahabat Jago. Semen Gresik adalah <a href="https://sig.id/en/main-page/">produk dari SIG</a> yang memiliki daya rekat terkuat, hasil aplikasi lebih maksimal, dan lebih cepat kering.</p> <p> </p> <ol start="3"> <li><strong>Gunakan Pelapis <em>Sealant </em>dan <em>Veneer</em> Tahan Air</strong></li> </ol> <p><img src="/images/cms/// 5 Cara Mengurangi Risiko Terkena Banjir pada Rumah Sahabat Jago/image_4_web_3_feb.jpg" alt="" width="1024" height="683" /></p> <p>Pelapis <em>sealant</em> atau lem silikon dan <em>veneer</em> tahan air adalah dua hal yang dapat Sahabat Jago terapkan untuk mencegah air banjir masuk ke dalam rumah. <em>Veneer</em> tahan air berupa lapisan bata yang didukung lapisan tahan air sehingga dapat memperkuat dinding luar dari kemungkinan air yang merembes masuk melalui celah-celah. Sedangkan pelapis <em>sealant</em> dapat diterapkan pada fondasi, dinding, pintu, dan jendela untuk mencegah air masuk melalui retakan.</p> <p> </p> <ol start="4"> <li><strong>Buat Mezzanine Sederhana</strong></li> </ol> <p><img src="/images/cms/// 5 Cara Mengurangi Risiko Terkena Banjir pada Rumah Sahabat Jago/image_5_web_3_feb.jpg" alt="" width="810" height="1080" /></p> <p>Sahabat Jago dapat mengurangi kerusakan yang mungkin ditimbulkan karena banjir dengan membangun lantai yang kokoh, membuat saluran listrik di dalam dinding, dan memastikan setiap furnitur mudah dipindahkan sebelum terendam banjir. Sahabat Jago juga dapat membangun <a href="/article/read/mezzanine-seluk-beluk-dan-cara-membangunnya">mezzanine</a> sederhana dari papan atau kayu sebagai tempat berlindung anggota keluarga atau meletakkan barang sementara sampai banjir surut.</p> <p> </p> <ol start="5"> <li><strong>Buat Taman atau Halaman Rumput</strong></li> </ol> <p><img src="/images/cms/// 5 Cara Mengurangi Risiko Terkena Banjir pada Rumah Sahabat Jago/image_6_web_3_feb.jpg" alt="" width="700" height="465" /></p> <p>Sahabat Jago dapat membuat taman atau halaman rumput dengan tembok kecil di sisinya. Taman ini akan menyerap air hujan sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya genangan air dan banjir.</p> <p>Demikian 5 cara dari Pak Jago untuk meminimalisir risiko banjir pada rumah. Ikuti terus tips dan informasi seputar konstruksi dan desain bangunan di situs Jago Bangunan dan <a href="http://www.facebook.com/jagobangunan">Facebook Jago Bangunan</a>. Sahabat Jago juga bisa #TanyaPakJago di situs dan Facebook jika ada pertanyaan yang ingin disampaikan.</p> <p> </p> <p>Sumber:</p> <p>Jurnal Teknik ITS Vol. 9 No. 2 (2020), <em>Prinsip Penataan Bangunan Permukiman Kawasan Bencana Banjir di Desa Centini Lamongan</em>, Rizki N. T. Dan Adjie P.</p> <p><a href="https://media.neliti.com/media/publications/99796-ID-penanganan-permukiman-rawan-banjir-di-ba.pdf">https://media.neliti.com/media/publications/99796-ID-penanganan-permukiman-rawan-banjir-di-ba.pdf</a></p> <p> </p>
WPC (Wood Plastic Composite): Inovasi Material Bangunan dengan Banyak Kelebihan
<p>Kayu adalah salah satu jenis material konstruksi yang sudah digunakan sejak dulu. Permintaan material kayu di pasaran kini semakin tinggi seiring bertambahnya bangunan yang berdiri. Hal ini menyebabkan harga kayu mulai mengalami kenaikan, dan bukan tidak mungkin beberapa tahun ke depan material kayu akan langka di pasaran.</p> <p>Di era modern ini, perkembangan teknologi dalam konstruksi dan bangunan sudah sangat pesat. Berbagai inovasi material bangunan bermunculan untuk menjadi solusi dari permasalahan yang ada. Salah satu inovasi tersebut adalah WPC (<em>Wood Plastic Composite</em>). </p> <p>Sebenarnya, apa itu WPC? Apa saja kelebihannya sehingga banyak disukai? Yuk, simak penjelasan dari Pak Jago berikut ini!</p> <p><strong>Apa Itu WPC?</strong></p> <p><img src="/images/cms///WPC/Image_2_web_2_feb.jpg" alt="" width="1600" height="1229" /></p> <p>WPC adalah material yang berasal dari campuran kayu dan plastik. Kedua bahan ini dicampur untuk membentuk material yang memiliki kekuatan tinggi, lalu dicetak dalam berbagai bentuk serta ukuran yang dibutuhkan.</p> <p>WPC dapat dianggap sebagai alternatif pengganti kayu karena harga dan penggunaan kayu yang semakin meningkat. Material ini dibuat dengan komposisi 50% serbuk kayu dan 50% serat plastik. WPC memberikan kekuatan dan keindahan menyerupai kayu dengan daya tahan dan keunggulan plastik. </p> <p><strong>Kelebihan WPC</strong></p> <p><img src="/images/cms///WPC/Image_3_web_2_feb.jpg" alt="" width="1280" height="720" /></p> <p>WPC dapat menjadi pilihan material untuk rumah yang akan Sahabat Jago bangun karena memiliki beberapa kelebihan, di antaranya:</p> <ol> <li>Berkualitas Tinggi</li> </ol> <p>Terbuat dari campuran kayu-plastik yang diproses dengan komposisi tepat dan menggunakan teknologi modern, membuat WPC memiliki kualitas yang tinggi dan selalu terjaga. WPC juga biasanya dilapisi melalui proses <em>finishing</em> cat yang modern, sehingga memberikan tampilan yang menarik dan tahan lama.</p> <ol start="2"> <li>Daya Tahan yang Kuat</li> </ol> <p>WPC memiliki daya tahan tinggi terhadap benturan, risiko retak yang kecil, dan mampu bertahan dari serangan rayap atau jamur. Bahan plastik yang ada di dalamnya juga membuat WPC memiliki daya tahan yang tinggi terhadap air sehingga mengurangi risiko mengembang saat berada di tempat lembap. Tampilan WPC juga dapat menambah keindahan rumah, terutama bagian <em>outdoor</em> karena warnanya yang tidak cepat pudar. </p> <ol start="3"> <li>Kemudahan Pengerjaan</li> </ol> <p>WPC dapat dibuat menjadi berbagai bentuk dan ukuran sesuai kebutuhan. Kemudahan ini membuat WPC dapat digunakan sebagai bahan pagar atau pintu yang memberikan tampilan halus dan elegan.</p> <p>Tapi di balik kelebihan yang dimiliki, WPC juga memiliki beberapa kekurangan, di antaranya tampilan yang tidak menyerupai tekstur kayu alami sehingga tidak bisa sepenuhnya menggantikan kayu asli. Selain itu, WPC juga rawan meleleh atau berubah bentuk jika terlalu lama terkena panas.</p> <p>Demikian penjelasan Pak Jago tentang WPC dan berbagai kelebihannya. Ikuti terus tips dan informasi seputar konstruksi dan desain bangunan di situs Jago Bangunan dan <a href="http://www.facebook.com/jagobangunan">Facebook Jago Bangunan</a>. Sahabat Jago juga bisa #TanyaPakJago di situs dan Facebook jika ada pertanyaan yang ingin disampaikan.</p>
Batu Kali atau Batu Kumbung, Mana yang Lebih Bagus untuk Fondasi?
<p>Salah satu bagian penting dari sebuah rumah adalah fondasi. Walau tampilan rumah terlihat indah dan menarik, tapi jika tidak memiliki fondasi yang kuat maka rumah bisa mudah rusak dan tidak akan bertahan lama. Karena itulah, membangun fondasi adalah hal pertama yang harus diperhatikan saat membangun rumah. Pemilihan material bahan harus diperhitungkan dengan cermat agar struktur bangunan tetap stabil.</p> <p>Material yang biasa digunakan untuk fondasi di antaranya adalah batu kali dan batu kumbung. Kedua jenis batu ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Cara penggunaannya dapat disesuaikan dengan jenis tanah di lokasi pembangunan rumah. Jenis tanah yang seperti apa dan apa saja kelebihan serta kekurangan kedua jenis batu ini? Yuk, simak penjelasan Pak Jago berikut ini!</p> <p><strong>Fondasi Batu Kali</strong></p> <p><img src="/images/cms///Cegah Retak Rambut pada Dinding dengan Cara Ini!/Image_2_web_31_des.jpg" alt="" width="1277" height="739" /></p> <p>Batu kali adalah kelompok batuan yang terbentuk oleh kikisan gerakan air. Sesuai namanya, batu ini sering ditemukan di dasar sungai, baik di hulu maupun hilir sungai. Bentuk dan ukuran batu kali sangat beragam. Untuk batu kali ukuran besar, penggunaannya harus dihancurkan lebih dulu sebelum digunakan pada fondasi, sehingga sering disebut dengan batu belah. </p> <p>Kelebihan:</p> <ol> <li>Ukuran Mudah Disesuaikan</li> </ol> <p>Fondasi batu kali memiliki bentuk konstruksi yang lebih sederhana. Ukuran lebar fondasi bisa menyesuaikan kebutuhan dengan mudah, sehingga daya topang bebannya lebih maksimal.</p> <ol start="2"> <li>Menambah Kekuatan Bangunan</li> </ol> <p>Batu kali adalah salah satu jenis fondasi yang awet dan kuat sehingga struktur bangunan di atasnya bisa lebih tahan lama. Bentuk batu kali yang tidak beraturan dan tekstur permukaan yang cukup kasar membuat beton atau perekat bisa mengikat dan menempel dengan kuat.</p> <ol start="3"> <li>Mudah Didapat</li> </ol> <p>Material batu kali cukup mudah didapat di berbagai daerah. Kemudahan ini membuat biaya untuk menyediakan batu kali menjadi lebih murah.</p> <p>Kekurangan: </p> <ol> <li>Kurang Cocok untuk Tanah Lunak</li> </ol> <p>Fondasi batu kali hanya cocok diaplikasikan pada kondisi tanah stabil, yaitu kondisi tanah dengan struktur padat dan tidak mudah bergeser atau bergerak terutama oleh gerusan air. Pergeseran tanah bisa membuat fondasi retak yang mengakibatkan penurunan fondasi hingga dinding bangunan ikut retak. </p> <ol start="2"> <li>Ketahanan Menurun saat Terendam Air</li> </ol> <p>Tingkat ketahanan fondasi batu kali tidak terlalu baik pada kondisi tanah yang sering terendam air. Keberadaan air bisa menggerus atau mengikis beton sebagai perekat batu kali, sehingga daya rekatnya perlahan berkurang. </p> <p><strong>Fondasi Batu Kumbung</strong></p> <p><img src="/images/cms///Cegah Retak Rambut pada Dinding dengan Cara Ini!/Image_3_web_31_des.jpg" alt="" width="1023" height="641" /></p> <p>Batu kumbung yang juga dikenal sebagai batu putih adalah batuan kapur yang berasal dari pegunungan kapur, salah satunya berada di wilayah Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro. Batu ini ditambang dan dipotong-potong sesuai kebutuhan sebelum digunakan sebagai fondasi.</p> <p>Kelebihan:</p> <ol> <li>Proses Pengerjaan Lebih Cepat</li> </ol> <p>Berbeda dengan batu kali yang bentuk dan ukurannya tidak beraturan sehingga pengerjaannya harus lebih teliti dan membutuhkan waktu lebih lama, batu kumbung memiliki ukuran yang seragam sehingga membuat proses pengerjaan fondasi menjadi lebih cepat dan rapi. Hal ini tentu juga bisa menghemat waktu dan biaya pengerjaan fondasi. </p> <ol start="2"> <li>Cocok untuk Lahan Berair Asin</li> </ol> <p>Batu kumbung tidak mudah tergerus atau keropos oleh air asin, seperti di pantai atau lahan sekitar tambak. Karena kelebihan inilah, banyak rumah di daerah pesisir yang menggunakan batu kumbung sebagai material fondasi, seperti di daerah Tuban misalnya.</p> <p>Kekurangan:</p> <ol> <li>Kurang Kuat Dibandingkan Batu Kali</li> </ol> <p>Bentuk batu kumbung yang kotak dan bertumpuk secara rata, membuat keterikatan fondasi menjadi kurang kuat. Tekstur permukaan yang halus mengakibatkan daya ikat antara perekat dan pasangan batu lebih lemah daripada fondasi batu kali.</p> <ol start="2"> <li>Belum Banyak Peminatnya</li> </ol> <p>Berbeda dengan batu kali yang biasa digunakan sebagai material fondasi, peminat batu kumbung belum terlalu banyak. Rumah-rumah, terutama di wilayah perkotaan, lebih banyak yang menggunakan batu kali karena kemudahan untuk mendapatkannya.</p> <ol start="3"> <li>Harga Masih Mahal</li> </ol> <p>Untuk daerah yang jauh dari sumber batu kumbung, yaitu gunung kapur, biaya pengadaan atau pendistribusiannya cukup mahal. Ini tentu berpengaruh pada biaya pengerjaan fondasi seluruhnya. Ditambah jika ukuran batu kumbung yang diinginkan tidak tersedia, Sahabat Jago harus memesannya terlebih dulu dan pastinya membutuhkan waktu. </p> <p>Demikian penjelasan dari Pak Jago tentang kelebihan serta kekurangan batu kali dan batu kumbung sebagai material fondasi. Ikuti terus tips dan informasi seputar konstruksi dan desain bangunan di situs Jago Bangunan dan <a href="http://www.facebook.com/jagobangunan">Facebook Jago Bangunan</a>. Sahabat Jago juga bisa #TanyaPakJago di situs dan Facebook jika ada pertanyaan yang ingin disampaikan.</p> <p>Sumber: Frequently Asked Questions (pertanyaan yang sering diajukan) Facebook Jago Bangunan</p> <p> </p>
Kapan Fondasi Cakar Ayam Perlu Diterapkan? Ini Kata Pak Jago
<p>Fondasi memiliki fungsi sebagai dasar sebuah bangunan yang dibangun di atasnya. Keberadaannya menjadi faktor yang sangat penting karena menentukan seberapa kokoh bangunan yang didirikan. Pengerjaannya tidak boleh sembarangan, karena bisa-bisa bangunan justru roboh lebih dulu sebelum selesai dibangun.</p> <p>Salah satu jenis fondasi yang mungkin sudah sering Sahabat Jago dengar adalah fondasi cakar ayam. Kehadiran fondasi cakar ayam menjadi salah satu inovasi penting di dunia konstruksi dan bangunan. Sebagai informasi, fondasi cakar ayam ini menjadi salah satu karya kebanggaan Indonesia. Kenapa bisa begitu? Yuk, simak lebih dalam tentang fondasi cakar ayam bersama Pak Jago.</p> <p><strong>Apa Itu Fondasi Cakar Ayam?</strong></p> <p><a href="https://www.pengadaan.web.id/2020/03/pondasi-cakar-ayam.html"><img src="/images/cms///Cegah Retak Rambut pada Dinding dengan Cara Ini!/Image2_web_24_des.jpg" alt="" width="744" height="358" /></a> </p> <p>Fondasi cakar ayam adalah salah satu metode dalam pembuatan fondasi bangunan. Disebut begitu karena bentuknya yang mirip dengan kaki ayam saat mencengkeram tanah dengan kuat. Fondasi ini terdiri dari plat beton bertulang yang memiliki ketebalan kurang-lebih 25 cm. Tapi ketebalan ini bisa berbeda tergantung pada kondisi tanah dan jenis konstruksinya.</p> <p>Inovasi fondasi cakar ayam muncul dari pemikiran Prof. Dr. Ir. Sedyatmo pada tahun 1961. Saat itu beliau adalah pejabat PLN dan ditugaskan untuk membangun menara listrik tegangan tinggi di daerah Ancol, Jakarta. Tanah yang berawa-rawa membuat proyek ini terhambat.</p> <p>Akhirnya, beliau memiliki ide untuk menggunakan fondasi cakar ayam yang terdiri dari plat beton dengan pipa-pipa beton sebagai pendukung di bawahnya. Fondasi ini mencengkeram tanah berawa yang lembek dengan kuat. Hingga sekarang, fondasi cakar ayam sudah digunakan untuk berbagai bangunan, mulai dari bangunan bertingkat, jalan layang, hingga jembatan di berbagai negara.</p> <p> </p> <p><strong>Manfaat Fondasi Cakar Ayam</strong></p> <p><img src="/images/cms///Cegah Retak Rambut pada Dinding dengan Cara Ini!/Image3_web_24_des.jpg" alt="" width="760" height="507" /></p> <p>Seperti di awal kemunculannya, fondasi ini berfungsi untuk menopang bangunan yang berada pada kondisi tanah lunak, lembek, atau berair. Penggunaan fondasi cakar ayam juga membuat bangunan menjadi lebih kokoh dan aman dari risiko tanah bergeser. </p> <p>Kondisi tanah Indonesia yang beragam, mulai dari daerah rawa, pegunungan, hingga dataran rendah, sangat cocok dengan fondasi cakar ayam. Hal itu juga yang membuat fondasi ini sangat banyak digunakan di perumahan dan bangunan-bangunan tinggi.</p> <p><strong>Kapan Fondasi Cakar Ayam Perlu Diterapkan pada Rumah?</strong></p> <p><img src="/images/cms///Cegah Retak Rambut pada Dinding dengan Cara Ini!/Image4_web_24_des.jpg" alt="" width="1280" height="960" /></p> <p>Jika Sahabat Jago akan membangun rumah 2 lantai atau lebih, tidak ada salahnya menggunakan fondasi cakar ayam. Selain untuk menopang beban dan struktur bangunan di atasnya, fondasi ini juga cukup kuat sehingga tanah di bawahnya bisa terhindar dari kemungkinan amblas. Untuk bangunan sederhana 2 lantai, Sahabat Jago bisa menggunakan fondasi berukuran 80x80x25 cm dengan kedalaman tanah 80-100 cm.</p> <p>Di sisi lain, fondasi cakar ayam juga memiliki kekurangan. Pembuatan fondasi ini cukup rumit dan membutuhkan peralatan serta bahan material yang cukup banyak, sehingga waktu pengerjaannya menjadi lebih lama. Hal ini berdampak pada biaya pembuatannya yang menjadi cukup mahal.</p> <p>Jika Sahabat Jago hanya membangun rumah 1 lantai di tanah yang stabil, penggunaan fondasi cakar ayam tidak diperlukan. Rumah kecil yang biasanya memiliki dana terbatas dalam pembangunannya, tidak cocok jika menggunakan fondasi ini, mengingat biaya pembuatan fondasi cakar ayam yang cukup mahal.</p> <p>Tapi jika lokasi pembangunan rumah berada pada kondisi tanah lunak, Sahabat Jago perlu untuk menerapkan fondasi cakar ayam. Ukuran fondasi rumah sederhana 1 lantai yang digunakan adalah 60x60x25 cm dengan kedalaman tanah 50-70 cm.</p> <p>Demikian seluk-beluk dan manfaat fondasi cakar ayam dari Pak Jago. Ikuti terus tips dan informasi seputar konstruksi dan desain bangunan di situs Jago Bangunan dan <a href="http://www.facebook.com/jagobangunan">Facebook Jago Bangunan</a>. Sahabat Jago juga bisa #TanyaPakJago di situs dan Facebook jika ada pertanyaan yang ingin disampaikan.</p> <p>Sumber: Frequently Asked Questions (pertanyaan yang sering diajukan) Facebook Jago Bangunan</p> <p> </p>
Genteng Tanah Liat atau Genteng Beton, Mana yang Lebih Baik?
<p>Genteng atau atap adalah salah satu bagian penting dari sebuah rumah. Berfungsi melindungi dari hujan, panas sinar matahari, dan gangguan alam lainnya, genteng memiliki peran dalam memberikan keamanan dan kenyamanan bagi penghuninya. Tidak hanya itu, genteng juga memiliki pengaruh besar pada desain dan tampilan rumah Sahabat Jago.</p> <p>Berbagai jenis genteng tersedia di pasaran. Setiap jenisnya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sahabat Jago tinggal pilih yang paling cocok dengan kebutuhan dan anggaran yang ada. Kali ini, Pak Jago akan membahas dua jenis genteng yang banyak peminatnya, yaitu genteng tanah liat dan genteng beton. Apa saja kelebihan dan kekurangannya? Yuk, simak bersama!</p> <p><strong>Genteng Tanah Liat</strong></p> <p><img src="/images/cms///Cegah Retak Rambut pada Dinding dengan Cara Ini!/Image2__web_17des.jpg" alt="" width="715" height="535" /></p> <p>Genteng ini terbuat dari tanah liat yang dibentuk sedemikian rupa lalu dikeringkan. Di antara genteng jenis lain, genteng tanah liat lebih dulu muncul di Indonesia. Genteng tanah liat juga masih menjadi favorit dan banyak digunakan masyarakat hingga sekarang. </p> <p>Kelebihan:</p> <ol> <li>Pemasangan dan Perawatan Mudah</li> </ol> <p>Pemasangan genteng tanah liat cukup mudah karena tukang bangunan biasanya sudah terbiasa dengan genteng ini, tapi perlu ketelitian untuk menghindari adanya kebocoran. Dalam hal perawatan, Sahabat Jago hanya perlu mengecatnya ketika warna genteng mulai pudar atau kusam. </p> <ol start="2"> <li>Memiliki Bobot Ringan</li> </ol> <p>Genteng tanah liat memiliki bobot yang lebih ringan. Hampir setiap rumah cocok menggunakan genteng tanah liat. Rumah Sahabat Jago tidak harus memiliki fondasi, dinding, atau rangka atap kuat. Dengan hanya rangka atap kayu pun, genteng tanah liat masih bisa digunakan.</p> <ol start="3"> <li>Menahan Panas Sinar Matahari</li> </ol> <p>Kelebihan lainnya, genteng ini bisa menahan atau menyerap panas sinar matahari, sehingga ketika siang hari Sahabat Jago tidak terlalu merasakan panas. Panas ini akan dikeluarkan perlahan oleh genteng di malam hari.</p> <ol start="4"> <li>Harga Terjangkau</li> </ol> <p>Harganya yang terjangkau menjadi alasan kenapa genteng tanah liat masih banyak digunakan masyarakat. Bahan baku yang mudah didapat memunculkan banyak industri genteng tanah liat di berbagai kota. Sahabat Jago tinggal memilih mana yang cocok dengan isi dompet. </p> <p>Kekurangan:</p> <ol> <li>Model dan Warna Serupa</li> </ol> <p>Genteng tanah liat memiliki ukuran dan model yang serupa. Pilihan warnanya pun juga tidak banyak. Tapi Sahabat Jago bisa membuat tampilan menjadi lebih indah dengan mengecatnya sesuai warna favorit.</p> <ol start="2"> <li>Mudah Retak atau Patah</li> </ol> <p>Material tanah liat membuat genteng ini mudah mengalami keretakan atau patah. Sahabat Jago harus ekstra hati-hati saat membawa atau memasangnya di atap. </p> <p><strong>Genteng Beton</strong></p> <p><img src="/images/cms///Cegah Retak Rambut pada Dinding dengan Cara Ini!/Image3_web_17_des.jpg" alt="" width="1454" height="774" /></p> <p>Genteng beton, atau disebut juga genteng cor, terbuat dari campuran pasir, semen, dan bahan tambahan lainnya seperti plastik atau logam tipis. Campuran ini lalu dicetak menyerupai genteng tanah liat. Genteng beton sedang naik daun dan mulai banyak disukai oleh masyarakat.</p> <p>Kelebihan:</p> <ol> <li>Pilihan Variasi Cukup Banyak</li> </ol> <p>Berbagai variasi bentuk dan warna bisa Sahabat Jago pilih. Ingin memberikan tampilan modern dan elegan, Sahabat Jago bisa menggunakan genteng beton datar. Sedangkan untuk kesan kuat dan alami, bentuk bergelombang bisa jadi pilihan. Sama dengan genteng tanah liat, Sahabat Jago bisa mengecat ulang genteng beton ketika warna mulai pudar.</p> <ol start="2"> <li>Memantulkan Panas Sinar Matahari</li> </ol> <p>Dengan menggunakan genteng ini, Sahabat Jago tidak akan merasakan panas di siang hari. Panas sinar matahari dipantulkan dan tidak diserap genteng beton sehingga udara di dalam rumah terasa sejuk.</p> <p>Kekurangan:</p> <ol> <li>Bobot Lebih Berat</li> </ol> <p>Sudah pasti genteng beton memiliki bobot yang lebih berat karena terbuat dari semen. Untuk pemasangannya, genteng beton harus didukung dengan fondasi, dinding, dan rangka atap yang kuat, biasanya dengan kombinasi rangka atap baja ringan.</p> <ol start="2"> <li>Harga Cukup Mahal</li> </ol> <p>Banyaknya material yang diperlukan membuat harga genteng beton menjadi sangat mahal. Sahabat Jago perlu menyiapkan anggaran cukup besar untuk menggunakan genteng ini.</p> <ol start="3"> <li>Air Mudah Merembes</li> </ol> <p>Walau kokoh, genteng beton juga bisa rusak. Pori-pori yang ada mudah dimasuki air dan menyebabkan kelembapan. Sahabat Jago perlu mengecatnya dengan cat <em>waterproof</em> (kedap air) untuk menghindari kerusakan ini.</p> <p>Demikian penjelasan dari Pak Jago tentang kelebihan serta kekurangan genteng tanah liat dan genteng beton. Untuk memilih genteng tanah liat atau genteng beton, harus dipertimbangkan mana yang cocok dengan desain dan kebutuhan rumah Sahabat Jago, serta tentu saja anggaran yang dimiliki.</p> <p>Ikuti terus tips dan informasi seputar konstruksi dan desain bangunan di situs Jago Bangunan dan <a href="http://www.facebook.com/jagobangunan">Facebook Jago Bangunan</a>. Sahabat Jago juga bisa #TanyaPakJago di situs dan Facebook jika ada pertanyaan yang ingin disampaikan.</p> <p>Sumber: Frequently Asked Questions (pertanyaan yang sering diajukan) Facebook Jago Bangunan</p> <p> </p>
Cegah Retak Rambut pada Dinding dengan Cara Ini!
<p>Dinding atau tembok menjadi salah satu bagian penting dari sebuah rumah. Selain sebagai penopang atau penyokong atap, dinding juga berfungsi sebagai pembagi ruangan. Tidak hanya kekuatannya, tampilan dinding yang indah juga menjadi sebuah keharusan saat Sahabat Jago membangun rumah.</p> <p>Tapi karena pengaruh cuaca atau ketelitian yang kurang saat pembangunan, dinding sering mengalami masalah, salah satunya adalah retak rambut. Dinding yang mengalami retak rambut memang cukup membuat resah. Dari segi kekuatan, retak rambut ini tidak begitu berpengaruh. Tapi dari segi tampilan, hal ini tentu mengganggu pandangan mata.</p> <p>Sebenarnya, apa penyebab dinding bisa mengalami retak rambut? Dan bagaimana cara mencegah agar dikemudian hari tidak terjadi masalah ini? Yuk, simak penjelasan dari Pak Jago berikut ini!</p> <p><strong>Penyebab Dinding Retak Rambut</strong></p> <p><img src="/images/cms///Cegah Retak Rambut pada Dinding dengan Cara Ini!/Image_2_web_12_des.jpg" alt="" width="600" height="356" /></p> <p>Plesteran atau acian yang mengalami retak rambut biasanya karena komposisi adukan yang kurang baik. Penyebab pertama yaitu adukan yang terlalu encer. Saat dinding terkena panas matahari dan seiring berjalannya waktu, air menguap dengan jumlah yang banyak dan terjadi penyusutan pada adukan. Molekul pasir dan semen dalam adukan saling tarik-menarik sehingga menyebabkan retak rambut.</p> <p>Komposisi semen yang terlalu banyak pada plesteran juga berpotensi menyebabkan retak rambut. Komposisi adukan yang baik pada plesteran adalah 1:6 (semen:pasir).  Dengan catatan, pasir cukup bersih tidak mengandung pengotor seperti tanah.</p> <p><strong>Cara Mencegah Dinding Retak Rambut</strong></p> <p><img src="/images/cms///Cegah Retak Rambut pada Dinding dengan Cara Ini!/Image_3_web_12_des.jpg" alt="" width="640" height="426" />Memang secara kekuatan, retak rambut tidak berpengaruh pada struktur rumah. Tapi rumah ideal tetap harus memperhatikan tampilan dindingnya. Lakukan beberapa cara berikut agar Sahabat Jago bisa mencegah terjadinya retak rambut.</p> <ol> <li>Cari Tukang yang Berpengalaman</li> </ol> <p>Untuk menghasilkan dinding yang kuat dan indah, Sahabat Jago harus mencari tukang yang berpengalaman dan memiliki kemampuan mengerjakan plesteran atau acian dinding yang baik agar kualitas dan kerapihan hasil lebih terjaga.</p> <ol start="2"> <li>Dinding harus Mengering Sempurna</li> </ol> <p>Sebelum diplester , pastikan dinding dasarnya sudah mengering sempurna. Tunggu 14-21 hari sampai dinding benar-benar kering.</p> <ol start="3"> <li>Kelembapan Dinding harus Terjaga</li> </ol> <p>Pastikan untuk menjaga kelembapan material tetap seimbang antara bahan plester atau aci dan media dasar dinding, yaitu dengan membasahi dinding dasar menggunakan air bersih sebelum plester dan aci diaplikasikan. Hal ini dilakukan agar air yang terkandung dalam adukan tidak diserap oleh bahan penyusun dinding (bata/batako) dan adukan bisa menempel dengan baik.</p> <ol start="4"> <li>Beri Jeda Waktu antara Proses Plester dan Aci</li> </ol> <p>Jeda antara proses plester dan mengaci kurang lebih 3 minggu untuk memberikan waktu agar bahan plester mengeras atau mengering secara sempurna.</p> <ol start="5"> <li>Material Plester atau Aci Bersifat Plastis</li> </ol> <p>Gunakan material plester dan aci yang memiliki elastisitas baik agar mampu melindungi material dasar dinding dari pengaruh cuaca. Penggunaan Mortar Indonesia untuk plesteran atau acian pada dinding bata ringan sangat dianjurkan karena memiliki racikan khusus agar memiliki elastisitas yang baik.</p> <p><img src="/images/cms///Cegah Retak Rambut pada Dinding dengan Cara Ini!/Image_4_web_12_des.jpg" alt="" width="677" height="381" /></p> <p>Sedangkan pada dinding bata merah, Sahabat Jago bisa menggunakan Semen Gresik untuk mendapatkan hasil plesteran atau acian yang kokoh dan tahan lama. Mortar Indonesia dan Semen Gresik adalah <a href="https://sig.id/en/main-page/">produk dari SIG</a> yang memiliki daya rekat terkuat, hasil aplikasi lebih maksimal, dan lebih cepat kering.</p> <p><img src="/images/cms///Cegah Retak Rambut pada Dinding dengan Cara Ini!/Image_5_web_12_des.jpg" alt="" width="547" height="692" /></p> <p>Demikian cara mencegah dinding mengalami retak rambut dari Pak Jago. Ikuti terus tips dan informasi seputar konstruksi dan desain bangunan di situs Jago Bangunan dan <a href="http://www.facebook.com/jagobangunan">Facebook Jago Bangunan</a>. Sahabat Jago juga bisa #TanyaPakJago di situs dan Facebook jika ada pertanyaan yang ingin disampaikan.</p> <p>Sumber: Frequently Asked Questions (pertanyaan yang sering diajukan) Facebook Jago Bangunan</p> <p> </p>
4 Kreasi Benda Berbahan Semen untuk Menghias Rumah
<p>Semen adalah suatu bahan yang sudah umum digunakan untuk menghasilkan bangunan yang kokoh. Zaman dulu, penggunaan semen hanya terbatas pada hal-hal yang berhubungan dengan bangunan, seperti dinding, tiang, atau lantai. Tapi sekarang, semen mulai banyak digunakan untuk menghasilkan kreasi benda-benda yang bermanfaat di kehidupan sehari-hari serta menambah keindahan rumah.</p> <p>Kali ini, Pak Jago akan berbagi cara membuat 4 kreasi benda yang bisa Sahabat Jago coba di rumah. Yuk, simak caranya berikut ini!</p> <ol> <li>Bangku Taman untuk Bersantai</li> </ol> <p>Kreasi benda pertama yang bisa Sahabat Jago buat adalah bangku semen. Selain untuk memperindah tampilan taman, bangku semen juga bisa Sahabat Jago gunakan untuk bersantai bersama keluarga<img src="/images/cms///4%20Kreasi%20Benda%20Berbahan%20Semen%20untuk%20Menghias%20Rumah/Image_2_web_3_des.jpg" alt="" width="698" height="698" />.</p> <p>Untuk membuatnya, Sahabat Jago bisa menggunakan ember bekas kemasan cat berukuran besar sebagai cetakan. Masukkan adukan semen dan pasir dengan perbandingan 1:3 ke dalam cetakan. Perbandingan tersebut digunakan untuk menghasilkan bangku yang kuat karena diletakkan di luar ruangan dan terkena panas matahari serta hujan. Tunggu selama 2 hari hingga semen kering, lalu keluarkan dari cetakan. Untuk menambah keindahan, Sahabat Jago bisa melapisi bangku dengan cat berwarna sesuai keinginan.</p> <ol start="2"> <li>Kursi dan Meja Kecil untuk Rumah Minimalis </li> </ol> <p><img src="/images/cms///4 Kreasi Benda Berbahan Semen untuk Menghias Rumah/Image_3_web_3_des.jpg" alt="" width="850" height="479" /></p> <p>Jika sofa atau kursi panjang dianggap terlalu memakan ruang, Sahabat Jago bisa menggunakan kursi kecil sebagai penggantinya. Tidak perlu membeli, Sahabat Jago bisa membuatnya sendiri menggunakan bahan semen.</p> <p>Pertama-tama, masukkan adukan semen dan pasir (perbandingan 1:3) ke dalam cetakan berupa ember plastik. Lalu, pasang 3 potong kayu dengan besar dan panjang sama sebagai penyangga kursi. Biarkan semen mengering lebih kurang selama 1 hari, selanjutnya bisa dilepaskan dari cetakan. Sahabat Jago bisa membiarkan kursi dengan warna alami semen atau melapisinya dengan cat untuk mempercantik tampilan.</p> <p>Seperti kursi, Sahabat Jago juga bisa membuat meja kecil dengan menggunakan semen. Selain tampilannya yang indah, meja berbahan semen cukup awet sehingga tidak perlu perawatan khusus.</p> <p><img src="/images/cms///4 Kreasi Benda Berbahan Semen untuk Menghias Rumah/Image_4_web_3_des.jpg" alt="" width="677" height="989" /> </p> <p>Cara membuatnya hampir sama dengan cara membuat kursi. Perbedaannya, ketebalan semen bisa dibuat sedikit lebih tipis daripada yang digunakan pada kursi. Selain itu, Sahabat Jago juga perlu menggunakan 4 kayu penyangga agar meja yang dihasilkan lebih kuat.</p> <ol start="3"> <li>Pot Tanaman Gantung untuk Rumah yang Lebih Asri</li> </ol> <p><img src="/images/cms///4 Kreasi Benda Berbahan Semen untuk Menghias Rumah/Image_5_web_3_des.jpg" alt="" width="890" height="750" /></p> <p>Pot gantung bisa menjadi salah satu pilihan untuk menambah keasrian rumah. Agar keindahan rumah semakin bertambah, Sahabat Jago bisa menggunakan pot gantung berbahan semen yang dibuat sendiri.</p> <p>Sahabat Jago harus menyiapkan cetakan lebih dulu, bisa berupa ember plastik kecil bekas atau pipa PVC 8 inch (21,6 cm). Lalu, adukan semen dan pasir (perbandingan 1:6) dituang ke dalam cetakan. Untuk membentuk lubang tali, Sahabat Jago bisa menancapkan 3 silinder atau kayu kecil. Tunggu selama 1 hari hingga semen mengering, lalu lepaskan dari cetakan. Pasang tali dan ikat pada bagian bawahnya. Pot gantung siap digunakan untuk bunga atau tanaman favorit Sahabat Jago.</p> <ol start="4"> <li>Lampu Gantung Unik</li> </ol> <p><img src="/images/cms///4 Kreasi Benda Berbahan Semen untuk Menghias Rumah/Image_6_web_3_des.jpg" alt="" width="1281" height="769" /></p> <p>Lampu gantung unik berbahan semen bisa jadi salah satu pilihan untuk menghias ruangan. Sahabat Jago bisa menyiapkan botol plastik bekas berleher panjang dan botol plastik bekas berukuran lebih kecil sebagai cetakan. Bagian bawah botol berleher panjang dipotong, lalu masukkan botol berukuran lebih kecil (sudah dipotong juga bagian bawahnya) ke dalamnya. Adukan semen dan pasir (perbandingan 1:6) dimasukkan ke antara kedua botol, selanjutnya ditunggu hingga mengering selama 1 hari. Terakhir, lepaskan botol dari semen dan pasang lampu gantung di tempat yang Sahabat Jago inginkan. </p> <p>Demikian cara membuat kreasi benda berbahan semen yang bisa Sahabat Jago coba di rumah. Pastikan Sahabat Jago menggunakan Semen Gresik untuk menghasilkan benda-benda dan bangunan yang Kokoh Tak Tertandingi.</p> <p> </p> <p> <img src="/images/cms///4 Kreasi Benda Berbahan Semen untuk Menghias Rumah/Image_7_web_3_des.jpg" alt="" width="680" height="861" /></p> <p>Ikuti terus tips dan informasi seputar konstruksi dan desain bangunan di situs Jago Bangunan dan <a href="http://www.facebook.com/jagobangunan">Facebook Jago Bangunan</a>. Sahabat Jago juga bisa #TanyaPakJago di situs dan Facebook jika ada pertanyaan yang ingin disampaikan.</p> <p>Sumber:</p> <p><a href="http://www.jagobangunan.com/article/read/bangku-taman-semen-yang-kekinian">http://www.jagobangunan.com/article/read/bangku-taman-semen-yang-kekinian</a></p> <p><a href="https://www.idntimes.com/life/diy/andi-dapenmra/9-diy-semen-putih-yang-ampuh-sulap-rumah-mungilmu-jadi-terasa-luas-c1c2/9">https://www.idntimes.com/life/diy/andi-dapenmra/9-diy-semen-putih-yang-ampuh-sulap-rumah-mungilmu-jadi-terasa-luas-c1c2/9</a></p> <p> </p>
Plafon Eternit atau Plafon PVC, Mana yang Lebih Bagus?
<p>Plafon menjadi salah satu bagian rumah yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Tidak hanya sebagai pembatas ruangan dan atap, plafon juga berguna sebagai peredam panas dan suara bising, pelengkap dekorasi, serta melindungi ruangan dari kotoran yang jatuh dari atap.</p> <p>Terdapat banyak jenis dan model plafon rumah yang bisa ditemui di pasaran. Jenis yang beragam tentu memudahkan Sahabat Jago untuk memilih plafon yang sesuai dengan kebutuhan. Tapi yang harus Sahabat Jago ketahui, berbagai jenis plafon juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.</p> <p>Kali ini, Pak Jago akan menjelaskan kelebihan dan kekurangan 2 jenis plafon yang banyak diminati, yaitu eternit dan PVC. Yuk, simak sampai akhir!</p> <p> </p> <p><strong>Plafon Eternit</strong></p> <p><strong><img src="/images/cms///Mezzanine: Seluk-beluk dan Cara Membangunnya/Image_2_web_26_Nov.jpg" alt="" width="1183" height="444" /></strong></p> <p>Plafon eternit terbuat dari serat asbestos, yaitu serat mineral yang menjadi campuran semen dalam papan plafon. Karena bahannya itulah, plafon ini juga sering disebut dengan plafon asbes. Plafon eternit banyak dipakai pada bangunan lama. Tapi sampai sekarang, masih ada juga bangunan atau rumah yang menggunakan eternit sebagai plafon.</p> <p> </p> <p>Kelebihan:</p> <ol> <li>Proses Pengerjaan Mudah</li> </ol> <p><img src="/images/cms///Mezzanine: Seluk-beluk dan Cara Membangunnya/Image_3_web_26_Nov.jpg" alt="" width="640" height="426" /></p> <p>Tidak diperlukan keahlian khusus untuk memasang plafon eternit. Kuncinya, ukuran rangka plafon harus sesuai dengan ukuran plafon eternit per lembarnya, lalu plafon eternit dipasang pada rangka dengan menggunakan paku. Tidak jauh berbeda dengan pemasangannya, proses pembongkaran plafon eternit juga cukup mudah. Sahabat Jago cukup mencongkel tepi/sambungan plafon dan menariknya agar terlepas dari rangka.</p> <ol start="2"> <li>Harga yang Terjangkau</li> </ol> <p>Karena harga yang terjangkau, plafon eternit masih menjadi favorit untuk digunakan pada rumah atau bangunan. Harga yang terjangkau membuat tampilan plafon yang dihasilkan terkesan biasa saja. Tapi Sahabat Jago bisa membuat tampilan plafon eternit menjadi lebih indah dengan melapisinya dengan cat tembok atau cat khusus plafon.</p> <ol start="3"> <li>Tahan Air dan Api</li> </ol> <p>Bahan asbes membuat plafon eternit memiliki daya tahan yang cukup baik terhadap air dan api. Asbes juga memiliki daya hantar panas yang kecil sehingga bisa memberikan kesan dingin pada ruangan dengan plafon eternit.</p> <p>Kekurangan:</p> <ol> <li>Mudah Retak dan Patah</li> </ol> <p>Walau mudah, proses pemasangan plafon eternit harus ekstra hati-hati karena materialnya mudah retak dan patah. Perlu ketelitian tinggi, terutama saat pemasangan plafon eternit dengan paku, agar tidak ada lembaran plafon eternit yang terbuang percuma.</p> <ol start="2"> <li>Bahaya Jika Serpihannya Terhirup</li> </ol> <p>Di balik harganya yang terjangkau dan banyaknya peminat, terdapat risiko gangguan kesehatan karena material plafon eternit ini, di antaranya gangguan pernapasan. Sahabat Jago harus hati-hati saat memasangnya agar debu atau serpihan plafon tidak terhirup.</p> <p><strong>Plafon PVC</strong></p> <p><img src="/images/cms///Mezzanine: Seluk-beluk dan Cara Membangunnya/Image_4_web_26_Nov.jpg" alt="" width="737" height="553" /></p> <p>Plafon PVC adalah plafon yang terbuat dari <em>polyvinyl chloride</em>, bahan yang biasa digunakan sebagai material pembuatan pipa air. Karena kekuatan dan daya tahannya, sekarang PVC sudah digunakan sebagai bahan plafon rumah. Tidak sedikit rumah berkonsep modern yang menggunakan plafon jenis ini karena banyaknya model yang bisa dipilih sesuai keinginan. </p> <p>Kelebihan:</p> <ol> <li>Material Ringan</li> </ol> <p>Plafon PVC memiliki bobot yang lebih ringan daripada plafon eternit, sehingga tidak memberikan beban terlalu berat kepada rangka plafon. Material PVC juga memiliki kelenturan yang cukup baik dan bisa digunakan pada bidang melengkung atau miring.</p> <ol start="2"> <li>Tahan Terhadap Panas dan Serangan Rayap</li> </ol> <p>Selain tahan terhadap air, plafon PVC juga tahan terhadap panas. Material PVC membuat plafon ini awet dan warnanya tidak mudah pudar, serta tahan terhadap serangan rayap. Kelebihan ini membuat plafon PVC cocok digunakan di dalam maupun luar ruangan.</p> <ol start="3"> <li>Banyak Pilihan Model dan Warna</li> </ol> <p>                <img src="/images/cms///Mezzanine: Seluk-beluk dan Cara Membangunnya/Image_5_web_26_Nov.jpg" alt="" width="399" height="457" /></p> <p>                <img src="/images/cms///Mezzanine: Seluk-beluk dan Cara Membangunnya/Image_6_web_26_Nov.jpg" alt="" width="400" height="266" /></p> <p>Salah satu kelebihan plafon PVC adalah banyaknya model dan warna yang bisa digunakan. Banyaknya model dan warna membuat Sahabat Jago bebas memilih plafon sesuai konsep atau kebutuhan rumah.</p> <ol start="4"> <li>Aman Bagi Kesehatan</li> </ol> <p>Plafon PVC lebih aman bagi kesehatan jika dibandingkan dengan plafon eternit. Debu atau serpihan yang tertinggal saat pemasangan sangat sedikit, sehingga risiko gangguan kesehatan yang muncul juga sangat kecil.</p> <p>Kekurangan :</p> <ol> <li>Harga Cukup Mahal</li> </ol> <p>Dengan kelebihan dan kualitasnya, membuat harga plafon PVC masih cukup mahal di pasaran. Sahabat Jago harus memiliki persiapan dana yang cukup sebelum memutuskan untuk menggunakan plafon PVC di rumah.</p> <ol start="2"> <li>Tidak Bisa Dicat Ulang</li> </ol> <p>Karena tidak bisa dicat ulang sendiri, Sahabat Jago harus memasang plafon PVC yang baru jika ingin mengganti warnanya. Harganya yang masih mahal tentu membuat Sahabat Jago harus berpikir ulang sebelum mengganti plafon dengan yang baru. </p> <p>Menentukan pilihan plafon eternit atau plafon PVC, semuanya tergantung pada pertimbangan yang Sahabat Jago miliki. Jika Sahabat Jago memiliki dana yang terbatas, plafon eternit bisa menjadi pilihan untuk menghemat biaya. Tapi jika Sahabat Jago ingin membuat tampilan rumah menjadi lebih modern dan elegan, plafon PVC adalah pilihan yang tepat.</p> <p>Demikian penjelasan dari Pak Jago tentang kelebihan serta kekurangan plafon eternit dan plafon PVC. Ikuti terus tips dan informasi seputar konstruksi dan desain bangunan di situs Jago Bangunan dan <a href="http://www.facebook.com/jagobangunan">Facebook Jago Bangunan</a>. Sahabat Jago juga bisa #TanyaPakJago di situs dan Facebook jika ada pertanyaan yang ingin disampaikan.</p> <p>Sumber: Frequently Asked Questions (pertanyaan yang sering diajukan) Facebook Jago Bangunan</p> <p> </p>
Mezzanine: Seluk-beluk dan Cara Membangunnya
<p>Sebagian dari Sahabat Jago mungkin pernah mendengar istilah mezzanine. Jika mengira ini adalah jenis lantai atau keramik, berarti perkiraan Sahabat Jago selama ini salah. Mezzanine adalah salah satu solusi bagi rumah modern minimalis untuk bisa memaksimalkan area ruangan yang dimiliki.</p> <p>Selain untuk memaksimalkan fungsi ruangan, mezzanine juga bisa membuat rumah Sahabat Jago menjadi lebih menarik. Dengan desain yang biasanya berupa ruangan terbuka, mezzanine menghadirkan ruang yang nyaman dan suasana berbeda bagi penghuninya. Sahabat Jago tertarik ingin membangun mezzanine? Sebelum itu, yuk kenalan dulu dengan mezzanine dan ketahui cara membangunnya! </p> <p> </p> <p><strong>Sebenarnya, Apa Itu Mezzanine?</strong></p> <p><img src="/images/cms///Mezzanine: Seluk-beluk dan Cara Membangunnya/image_2_web_19_nov.jpg" alt="" width="1600" height="1066" /></p> <p>Mezzanine adalah lantai atau ruangan tambahan yang berada di antara lantai bawah dan plafon atau atap rumah. Secara sederhana, mezzanine bisa disebut juga balkon yang berada di dalam rumah. Pembangunan mezzanine dilakukan untuk menambah ruangan baru tapi memiliki area rumah yang terbatas.</p> <p>Pada awalnya, mezzanine justru banyak digunakan di pabrik-pabrik sebagai ruangan penyimpanan. Pembangunan mezzanine ini dianggap lebih mudah karena sifatnya yang tidak permanen sehingga bisa dimodifikasi atau dibongkar dengan segera. Tapi sekarang, mezzanine sudah banyak digunakan di berbagai bangunan, seperti kantor, toko, restoran, kafe, dan rumah. Di rumah, mezzanine sering digunakan sebagai ruang keluarga, ruang bermain anak, atau ruang tidur.</p> <p>Beberapa tahun lalu, menambah lantai rumah atau memperluas bangunan menjadi pilihan untuk menambah ruangan. Sekarang pillihan itu mulai beralih. Mezzanine mulai menjadi tren di Indonesia sehingga banyak diminati dan diterapkan. Banyak perumahan, apartemen, atau hotel di beberapa kota besar yang sudah menerapkan konsep mezzanine. Yang terbaru, sebuah rumah susun di Jakarta juga akan menerapkan konsep mezzanine di tiap unitnya sebagai ruang kerja bagi penghuni saat <em>work from home</em> (WFH). Ruangan itu nantinya juga bisa digunakan sebagai tempat bersantai atau berkumpul bersama keluarga.</p> <p> </p> <p><strong>Kelebihan Mezzanine</strong></p> <p><img src="/images/cms///Mezzanine: Seluk-beluk dan Cara Membangunnya/image_3_web_19_nov.jpg" alt="" width="601" height="400" /></p> <p>Membangun mezzanine adalah salah satu cara untuk menambah ruangan pada rumah minimalis dengan atap atau plafon yang tinggi. Dengan membangunnya, Sahabat Jago bisa mendapatkan kelebihan atau manfaat seperti berikut:</p> <ol> <li>Biaya Lebih Terjangkau</li> </ol> <p>Daripada merenovasi atau memperluas rumah, pembangunan mezzanine memungkinkan Sahabat Jago mendapatkan ruangan tambahan dengan biaya yang lebih terjangkau. Sahabat Jago hanya perlu memperkirakan area yang tepat lalu membangun mezzanine tanpa banyak mengubah tampilan rumah.</p> <ol start="2"> <li>Memiliki Berbagai Fungsi</li> </ol> <p>Dengan membangun mezzanine, Sahabat Jago bisa menggunakannya sebagai ruang tidur tambahan, ruang kerja, ruang bersantai, atau tempat penyimpanan. Jika ingin mengadakan acara bersama teman atau keluarga besar, Sahabat Jago juga bisa menggunakan mezzanine untuk menghadirkan suasana yang berbeda.</p> <ol start="3"> <li>Langit-Langit Terbuka</li> </ol> <p>Jika Sahabat Jago menggunakan mezzanine sebagai ruang tidur atau ruang bersantai, langit-langit terbuka membuat sirkulasi udara menjadi lebih lancar. Lancarnya sirkulasi udara akan membuat Sahabat Jago lebih nyaman dan rileks saat beristirahat di mezzanine.</p> <ol start="4"> <li>Tidak Perlu Pintu</li> </ol> <p>Dengan membangun mezzanine, Sahabat Jago tidak perlu penambahan pintu. Ruangan cukup ditambahkan pagar atau teralis sebagai pengaman tepi mezzanine.</p> <p> </p> <p><strong>Cara Membangun Mezzanine</strong></p> <p><img src="/images/cms///Mezzanine: Seluk-beluk dan Cara Membangunnya/image4_web_19_nov.jpg" alt="" width="1024" height="768" /></p> <p>Sebelum Sahabat Jago membangun mezzanine, sebaiknya perhatikan lebih dulu cara berikut ini.</p> <ol> <li>Luas dan Tinggi Ruangan</li> </ol> <p>Pastikan luas ruangan rumah Sahabat Jago mencukupi untuk membangun mezzanine. Biasanya, mezzanine menggunakan sepertiga dari luas ruangan rumah. Jangan sampai setelah mezzanine dibangun, ruangan rumah justru menjadi sempit.</p> <p>Mezzanine akan mengambil bagian sekitar 2,1 meter termasuk langit-langit rumah. Karena itu, tinggi atau jarak antara lantai bawah dan atap rumah minimal 5 meter agar pembangunan mezzanine bisa lebih leluasa dan tidak mengganggu aktivitas penghuninya.</p> <ol start="2"> <li>Fungsi</li> </ol> <p>Jika mezzanine yang akan dibangun cukup luas, Sahabat Jago bisa lebih fleksibel menggunakannya, mulai dari studio kerja, tempat berkumpul, atau mengadakan acara keluarga. Tapi dengan ukuran yang terbatas pun, Sahabat Jago tetap bisa menggunakan mezzanine sebagai perpustakaan mini atau sekadar tempat menikmati kopi.</p> <ol start="3"> <li>Penggunaan Material</li> </ol> <p>Untuk membangun mezzanine yang kokoh, beton menjadi pilihan utama karena kekuatannya. Mezzanine bisa dibangun dengan dak atau cor beton berketebalan 12 cm menggunakan besi wiremesh ukuran 8 mm dengan jarak 15x15 cm. Besi wiremesh adalah rangkaian besi berbentuk seperti anyaman yang digunakan untuk memperkuat dak beton atau lantai. Di bawah dak atau cor dipasang bondek agar konstruksi menjadi lebih kuat. Bondek adalah bahan material dari galvalum yang digunakan sebagai pengganti triplek atau papan dan dengan bentuknya yang bergelombang membantu kekuatan struktur beton.</p> <p>Demikian seluk-beluk dan cara membangun mezzanine dari Pak Jago. Ikuti terus tips dan informasi seputar konstruksi dan desain bangunan di situs Jago Bangunan dan <a href="http://www.facebook.com/jagobangunan">Facebook Jago Bangunan</a>. Sahabat Jago juga bisa #TanyaPakJago di situs dan Facebook jika ada pertanyaan yang ingin disampaikan.</p> <p>Sumber: Frequently Asked Questions (pertanyaan yang sering diajukan) Facebook Jago Bangunan</p> <p> </p>