Masuk

Tips

Beranda / Artikel
Search:

Gampang Banget, Begini Cara Menghitung Kebutuhan Material untuk Pasangan Pondasi dari Batu Alam
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>Untuk membuat pondasi yang dibuat dari batu alam, #SahabatJagoBangunan harus mengetahui material yang dibutuhkan. Material tersebut terdiri dari batu (batu kali, batu gunung atau batu belah) sebanyak 1,20 m3 atau 20% lebih banyak karena adanya penyusutan saat mengukur di atas truk. Biasanya bagian bawah diisi batu-batu besar sehingga bagian bawahnya berlubang atau berongga dan menyebabkan hitungan volumenya berubah. Penyusutan ini juga terjadi ketika batu-batu besar dipecah menjadi batu yang lebih kecil.</p> <p>Untuk bahan adukan, setiap 1 m3 pasangan pondasi memerlukan mortar sekitar 0,45 m3 atau 45% (mortarnya cukup banyak), lebih boros dibanding pasangan bata mengingat lubang/celah-celahnya juga lebih lebar.</p> <p><img src="/images/cms///PONDASI/batu-belah-.jpg" alt="" width="762" height="592" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/aparumah.com">sini</a>)</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/tingkatkan-skill-pekerja-konstruksi-ini-5-channel-youtube-bermanfaat">Tingkatkan Skill Pekerja Konstruksi, Ini 5 Channel Youtube Bermanfaat</a></h3> <p>Dari analisa BOW (<em>Burgerlijke Openbare Werken</em> atau sekarang Dinas Pekerjaan Umum), dapat diasumsikan sebagai berikut:</p> <p>Semen, bahan padat 51%, sisanya adalah udara, bahan padat ditambah serapan air 25% akan menjadi 76% atau 0,76.<br />Pasir, bahan padat 60%, sisanya adalah udara ditambah serapan air 7,5% menjadi 67,5% atau 0,675.</p> <p>Selanjutnya, #SahabatJagoBangunan bisa membuat analisa kebutuhan materialnya sebagai berikut:</p> <p>a. Jika adukan dibuat dengan rasio campuran 1 semen : 5 pasir maka hitungannya sebagai berikut:<br />1 m3 semen jika diaduk kemudian mengering akan berubah menjadi 1 m3 x 0,76 = 0,76 m3<br />5 m3 pasir = air jika diaduk kemudian mengering akan berubah menjadi 5m3 x 0,675 = 3,375 m3<br />Jumlah keduanya menjadi = 0,76 + 3,375 = 4,135 m3.</p> <p>Untuk membuat adukan sebanyak 1 m3 maka kebutuhan bahannya adalah sebagai berikut:</p> <p>Semen = 1/ 4,135 m3 x1 m3 = 0,242 m3 atau 242 liter , jika 1 liter semen beratnya 1,25 kg maka kebutuhannya menjadi 242x1,25 = 302 kg <br />Pasir = 5/4,135 m3 x 1 m3 = 1,209 m3.</p> <p><img src="/images/cms///PONDASI/pondasibatukali.jpg" alt="" width="760" height="570" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/aparumah.com">sini</a>)</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/begini-konstruksi-septic-tank-yang-benar-dan-aman-agar-tidak-mencemari-lingkungan">Begini Konstruksi Septic Tank yang Benar dan Aman Agar Tidak Mencemari Lingkungan</a></h3> <p>Dikarenakan untuk membuat 1 m3 pasangan diperlukan 0,35 m3 maka kebutuhan masing-masing bahannya adalah sebagai berikut:</p> <p>Semen = 0,45 x 302 kg = 136 kg <br />Pasir = 0,45 x 1,209 m3 = 0,544 m3<br />Batu = 1,200 m3 (angka ini tetap/konstan)</p> <p>b. Untuk campuran 1 semen : 6 pasir:<br />Semen = 117 kg<br />Pasir = 0,561 m3<br />Batu = 1,200 m3</p> <p>c. Untuk campuran 1 semen : 7 pasir:<br />Semen = 103 kg<br />Pasir = 0,547 m3<br />Batu = 1,200 m3</p> <p>d. Untuk campuran 1 semen : 8 pasir:<br />Semen = 91 kg<br />Pasir = 0,584 m3<br />Batu = 1,200 m3</p> <p>Catatan:</p> <p>Jika tukang yang memasang tidak telaten dalam menyusun pasangan pondasi, bisa jadi kebutuhan adukannya bukan 45% tetapi bisa lebih hingga 50% (separuh pasangannya merupakan adukan). Karakter tukang sangat berpengaruh terhadap hemat/borosnya kebutuhan adukan. Jika tukang tersebut rajin dan teliti, maka bisa menghemat pemakaian adukan sekitar 35% hingga 40%.</p> <p><img src="/images/cms///PONDASI/PONDASI_JAGO_BANGUNAN.jpg" alt="" width="762" height="429" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/seputarrumahkita.blogspot.com">sini</a>)</em></p> <p>Contoh:</p> <p>Pondasi dengan campuran 1 semen : 7 pasir, ukuran lebar bawah 90 cm, lebar atas 30 cm tinggi 120 cm panjang total 60 meter, maka volumenya adalah = (0,90+0,30)/2 x 1,20 x 60 = 43,20 m3.</p> <p>Keperluan bahan untuk campuran 1 semen : 7 pasir adalah:<br />Semen = 43,20 x 103 kg = 4.450 kg, jika dibelikan yang 1 zak isi 40 kg maka keperluannya = 4.450/40 = 111,24 zak atau dibulatkan 112 zak <br />Pasir = 43,20 x 0,547 m3 = 24,809 m3 dibulatkan 25 m3<br />Batu = 43,20 1,200 m3 = 51,84 m3 dibulatkan 52 m3</p> <p>Demikian cara menghitung kebutuhan bahan untuk membuat pondasi batu alam, selamat mencoba.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/mau-bikin-tandon-air-beton-di-bawah-tanah-ini-rincian-material-dan-biayanya">Mau Bikin Tandon Air Beton di Bawah Tanah? Ini Rincian Material dan Biayanya</a></h3> <p>=====<br />Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Mau Bikin Tandon Air di Bawah Tanah? Ini Rincian Material dan Biayanya
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, pembuatan tandon air bisa dibuat di dalam tanah (tutupnya rata dengan tanah), di atas tanah (bagian bawahnya berada di permukaan tanah), dan di atas permukaan tanah (pakai tiang).</p> <p>Untuk tandon di bawah tanah, material yang digunakan dapat berupa batu kali maupun batu bata. Namun bagian dalamnya dilapisi plesteran minimal 5 cm, dengan lapisan kawat ayam (hexagonal) guna menahan retakan sehingga tidak bocor.</p> <p>Jika menggunakan bata merah, maka pasangannya harus 1 batu (doubel). Setelah dipasang, bagian belakang pasangan diisi pasir guna menahan tekanan air ke samping, agar temboknya kuat menahan tekanan air.</p> <p><img src="/images/cms///TANDON AIR/TANDON_AIR_JB_3.jpg" alt="" width="759" height="569" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/tandonairbetonsidoarjo23.blogspot.com">sini</a>)</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/percantik-rumah-dengan-aksen-kayu-bikin-ruangan-makin-nyaman">Percantik Rumah dengan Aksen Kayu, Bikin Ruangan Makin Nyaman</a></h3> <p>Contoh:</p> <p>Pembuatan tandon air beton di bawah tanah dengan ukuran 4 x 4 x 4 m = 64 m3. Material yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:</p> <p>1. Pasangan<br />Batu belah/batu gunung = 5 x 4 x 4 x 0,30 = 24 m3<br />Keperluan jika campuran 1 semen : 5 pasir<br />Semen = 136 kg /m3 x 24 m3 = 3.264 kg atau jika pakai semen isi 40 kg = 82 zak<br />Pasir = 0,544 x 24 = 13 m3<br />Batu alam = 1,2 x 24 = 28,8 m3</p> <p>2. Plesteran<br />Untuk plesteran selebar =5x4x4 =80 m2 tebal 5 cm atau 4 m3<br />Semen = 302 kg x 4 m3 = 1.208 kg atau 30 zak<br />Pasir = 1,209 x 4 m3 = 4,84 m3<br />Kawat ayam lebar 1 meter x 20 m = 5 rol dengan overlapping</p> <p><img src="/images/cms///TANDON AIR/TANDON_AIR_JB_4.jpg" alt="" width="760" height="570" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/tandonaircor.com">sini</a>)</em></p> <p>3. Tutup beton<br />Tutup beton 4,6x4,6 tebal 20 cm =4,232<br />Semen = 340 kg x 4,232 = 1.439 kg atau 36 zak<br />Pasir = 0,545 x 4,232 = 2,31 m3<br />Kerikil = 0,817 x 4,232 = 3,46 m3<br />Besi 10 mm dobel , jarak 15 cm = 60 batang<br />Kawat ikat = 5 kg</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/ternyata-kekuatan-bangunan-bergantung-pada-komponen-stuktural-ini-kenali-yuk-">Ternyata Kekuatan Bangunan Bergantung pada Komponen Stuktural Ini, Kenali, Yuk!</a></h3> <p>Total penghitungan material dan biayanya:</p> <p>Semen = 82 + 30 + 36 = 148 zak @ Rp 50.000 = Rp 7.240.000<br />Pasir = 13 + 4,84 + 2,31 =20,15 m3 @ Rp 280.000 = Rp 5,642,000<br />Batu belah = 28,8 m3 @ Rp 240.000 = Rp 6.912.000<br />Kerikil = 3,46 m3 @ Rp 300.000 = Rp 1.033.000<br />Kawat ayam = 5 rol @ Rp 300.000 = Rp 1,500.000<br />Kawat ikat 5 kg @ Rp 20.000 = Rp 100.000<br />Bahan kayu bekisting = Rp 800.000</p> <p><img src="/images/cms///TANDON AIR/TANDON_AIR_JB_5.jpg" alt="" width="759" height="1012" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/twitter.com">sini</a>)</em></p> <p>Upah kerja:</p> <p>Tukang = 2 x 30 hari x Rp 110.000= Rp 6.600.000<br />Tenaga = 4 x 30 hari x Rp 90.000 = Rp 10.800.000<br />Transport buang tanah = Rp 2.000.000<br />Lain-lain tak terduga Rp 2.000.000</p> <p><strong>Total Biaya = Rp 42.627,000</strong></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/begini-konstruksi-septic-tank-yang-benar-dan-aman-agar-tidak-mencemari-lingkungan">Begini Konstruksi Septic Tank yang Benar dan Aman Agar Tidak Mencemari Lingkungan</a></h3> <p>=====<br />Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Begini Konstruksi Septic Tank yang Benar dan Aman Agar Tidak Mencemari Lingkungan
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, air kotor rumah tangga ada 2 macam, yaitu air yang agak bersih seperti air bekas mandi dan cucian. Air ini umumnya disalurkan langsung ke got depan rumah karena tidak berbau dan tidak berbahaya. Lain halnya dengan jenis kedua, yakni air kotor dari WC/Tinja. Dikarenakan berbau dan menyebabkan bersarangnya kuman penyakit, maka harus “diolah” dulu dalam septic tank, tidak boleh langsung dialirkan ke saluran umum/got. Tujuan pengolahan ini agar cairan yang akan masuk ke got sudah cair, tidak bau dan tidak mengandung bahan yang menjijikan apalagi membahayakan.</p> <p>Pada jaman dahulu, masyarakat pedesaan masih Buang Air Besar (BAB) pada jumbleng, yang hanya berupa galian seperti sumur biasa tanpa diberi apapun langsung dan di atasnya ditutup dan diberi tempat tumpuan kaki dan lubang masuk ke jumbleng tersebut dengan jarak dari sumur air bersih minimal 14 meter. Sekarang tak lagi dijumpai, karena sudah mengenal Septic Tank.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/ternyata-kekuatan-bangunan-bergantung-pada-komponen-stuktural-ini-kenali-yuk-">Ternyata Kekuatan Bangunan Bergantung pada Komponen Stuktural Ini, Kenali, Yuk!</a></h3> <p><img src="/images/cms///SEPTIC TANK/septic_tank_2.jpeg" alt="" width="759" height="390" /><em>(Sumber: dok. Jago Bangunan)</em></p> <p>Adapun Septik Tank yang baik dan benar minimal harus mewadahi terjadinya proses dari 4 tahap berikut:</p> <p>Tahap 1: pengumpulan dan pemecahan tinja</p> <p>Tahap 2: pengendapan agar bagian yang padat terbenam serta membusuk kemudian dimakan oleh jentik-jentik atau cacing air. Kadang pada tahap ini ada yang dibagi 2, pengendapan kasar dan halus jika dananya longgar.</p> <p>Tahap 3: peresapan, agar kotoran yang sudah cair meresap ke dalam tanah</p> <p>Tahap 4: pengaliran air ke saluran umum/got</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/siap-mandiri-warga-binaan-lapas-kelas-ii-b-singaraja-ikuti-pelatihan-dan-sertifikasi-pekerja-konstruksi">Siap Mandiri, Warga Binaan Lapas Kelas II B Singaraja Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi Pekerja Konstruksi</a></h3> <p>Upayakan jangan sampai ada bahan anti septic yang masuk (air sabun, shampoo, pasta gigi, obat kumur, dsb) karena akan membunuh jentik-jentik dalam septic tank yang diperlukan. Lebih lanjut bisa dilihat pada skema berikut:</p> <p><img src="/images/cms///SEPTIC TANK/septic_tank_3.jpeg" alt="" width="761" height="570" /><br /> <em>(Sumber: dok. Jago Bangunan)</em></p> <p>- Pertama harus diperhatikan bahwa jarak peresapan dengan sumur air bersih/sumur bor minimal 10 meter agar bakteri dari peresapan tidak bisa kembali lagi ke sumur.</p> <p>- Berikutnya tinja dari WC dialirkan ke lubang pertama dengan pipa PVC minimal diameter 4“ agar tak mudah buntu. Tinja dipecah agar mengendap karena kalau masih gumpalan cenderung akan mengambang. Setelah lembut maka masuk ke kotak berikutnya agar mengendap lagi dan semakin lembut, di sini jentik-jentik atau bakteri memakan kotoran sehingga larut.</p> <p>- Setelah larut maka dialirkan ke peresapan, dan dari situ bisa dibuatkan aliran ke saluran umum/got karena sudah agak bersih.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/desain-minimalis-modern-sederhana-bikin-rumah-tampak-kekinian-dan-elegan-meski-lahan-terbatas-tanyapakjago">Desain Minimalis Modern Sederhana, Bikin Rumah Tampak Kekinian dan Elegan Meski Lahan Terbatas #TanyaPakJago</a></h3> <p>Usahakan septic tank dibuat kedap air karena jika air tinja bocor akan merusak lingkungan apalagi jika airnya sampai masuk lagi ke dalam sumur yang kita pakai untuk mandi atau memasak, tentunya tidak higienis. Caranya ketika memlester ditambah kawat ayam guna menahan keretakan. Perhatikan bahwa pipa dialirkan dari bak satu ke bak lainnya dipasang keni 90 derajat agar yang mengalir hanya cairan saja tidak ada benda padatnya.</p> <p><img src="/images/cms///SEPTIC TANK/septic_tank_4.jpeg" alt="" width="762" height="564" /><em>(Sumber: dok. Jago Bangunan)</em></p> <p>Secara teknis, jika air selalu terjaga maka umur septic tank bisa panjang namun jika penghuni banyak dan airnya kemasukan bahan anti septic maka cepat penuh dan diperlukan penyedotan, untuk itu pada bagian atasnya disediakan tutup yang bisa dibuka guna penyedotan berukuran 40 cm x 40 cm. Untuk menghindari ledakan maka septic tank dibuat penghawaan, dipasang pipa 1 ½ dim yang dilengkapi tee dan 2 buah knie.</p> <p>Lalu berapa besar ukuran septic tank yang ideal? Pada prinsipnya, semakin besar ukurannya maka akan semakin awet dan aman. Namun jika lahan terbatas, maka minimal septic tank berukuran lebar 80 cm x panjang 160 cm dan dalam 100 cm.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/membeli-atau-membangun-rumah-mana-yang-lebih-baik-">Membeli atau Membangun Rumah, Mana yang Lebih Baik?</a></h3> <p>=====</p> <p><img src="/images/cms///KOMPONEN STRUKTURAL/sudahtanya.jpg" alt="" width="761" height="761" /></p> <p>Mau konsultasi gratis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p> <em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Ternyata Kekuatan Bangunan Bergantung pada Komponen Stuktural Ini, Kenali, Yuk!
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>Tahukah, #SahabatJagoBangunan, ternyata secara sederhana bangunan memiliki 2 komponen, yaitu komponen struktural dan komponen non struktural. Keduanya sama-sama penting, namun ada yang berpengaruh langsung terhadap bangunan dan ada yang tidak. Komponen struktural merupakan bagian yang menyangga kekuatan dari bangunan itu sendiri, sehingga harus dipastikan proses pembuatannya dilakukan dengan benar.</p> <p>Jika diurutkan dari lapisan paling bawah dari sebuah bangunan, maka komponen struktural ini terdiri dari beberapa bagian sebagai berikut:</p> <p><strong>1. Pondasi</strong></p> <p><img src="/images/cms///KOMPONEN STRUKTURAL/PONDASI.jpg" alt="" width="759" height="354" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/builder.id">sini</a>)</em></p> <p>Yakni bagian paling bawah dari bangunan yang merupakan kaki yang menahan seluruh beban di atasnya. Jenis dan ukuran pondasi sangat beragam tergantung berat ringannya bangunan dan juga kondisi tanah di bawahnya. Jika tanahnya keras maka ukuran serta kedalaman pondasi bisa dihemat. Namun jika tanahnya lunak maka pembuatan pondasinya harus diperkuat dengan trucuk atau tiang pancang.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/cara-menghitung-kebutuhan-material-untuk-pekerjaan-plesteran">Cara Menghitung Kebutuhan Material Untuk Pekerjaan Plesteran</a></h3> <p>Model pondasi ada 2 macam, pondasi lajur (pasangan batu/bata) dan pondasi setempat (sepatu/footplat) atau ada yang menyebut pondasi cakar ayam. Jika tanah normal rumah tidak bertingkat bisa dibuat dari pondasi batu kali ukuran lebar bawah 70 cm, lebar atas 30 cm dan tingginya 80 cm menyesuaikan tinggi lantai dan elevasi/ketinggian tanah.</p> <p><strong>2. Sloof</strong></p> <p><img src="/images/cms///KOMPONEN STRUKTURAL/SLOOF.jpg" alt="" width="763" height="572" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/catatanxipil.blogspot.com">sini</a>)</em></p> <p>Adalah balok beton beton mendatar yang terletak di atas pondasi berfungsi untuk meratakan beban dari atas agar bisa menyebar ke pondasi secara merata. Sloof juga berfungsi sebagai bagian yang menyangga dinding (pasangan bata, batako, atau bahan lainnya), untuk rumah tinggal bisa dibuat lebar 15 cm tinggi 20 cm dengan besi tulangan pokok diameter 10 mm dan dirangkai dengan beugel diameter 6 mm jarak 15 cm. Campurannya 1 semen : 2 pasir: 3 kerikil.</p> <p><strong>3. Kolom</strong></p> <p><img src="/images/cms///KOMPONEN STRUKTURAL/KOLOM.jpg" alt="" width="759" height="427" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/3dwarehouse.skecthup.com">sini</a>)</em></p> <p>Merupakan balok beton bertulang berdiri yang berfungsi menyangga beban dari atas menuju ke sloof dan pondasi. Untuk rumah sederhana ukuran kolom bisa dibuat kecil, selebar bata saja tetapi untuk rumah bertingkat setidaknya ukuran 15 cm x 20 cm dengan tulangan pokok besi 12 mm jumlahnya 4 dirangkai dengan beugel diameter 6 mm jarak 15 cm. Campurannya 1 semen : 2 pasir: 3 kerikil.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/14-kriteria-rumah-ideal-zaman-now-cocok-untuk-dihuni-6-anggota-keluarga">14 Kriteria Rumah Ideal Zaman Now, Cocok Untuk Dihuni 6 Anggota Keluarga</a></h3> <p><strong>4. Ring Balok (Ring Balk)</strong></p> <p><img src="/images/cms///KOMPONEN STRUKTURAL/RING_BALK_2.jpg" alt="" width="761" height="533" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/nusantaranews.co">sini</a>)</em></p> <p>Yaitu balok beton bertulang mendatar yang terletak di atas pasangan bata dengan fungsi menyangga beban kuda-kuda dan atap agar tidak langsung menekan pasangan tembok, persis sama dengan sloof namun ukuran bisa diperkecil menjadi lebar 12 cm tinggi 15 cm, dengan besi tulangan pokok diameter 10 mm dan dirangkai dengan beugel diameter 6 mm jarak 15 cm. Campurannya 1 semen : 2 pasir: 3 kerikil.</p> <p><strong>5. Kuda-Kuda</strong></p> <p><img src="/images/cms///KOMPONEN STRUKTURAL/KUDA-KUDA.jpg" alt="" width="761" height="428" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/3dwarehouse.skecthup.com">sini</a>)</em></p> <p>Ialah konstruksi yang menahan beban atap (gording, usuk, reng serta genteng). Jika dulu materialnya didominasi kayu, kini bahan untuk membuat konstruksi kuda-kuda serta atap sudah banyak yang beralih menggunakan baja ringan.</p> <p>Sementara itu, semua bagian di dalam bangunan selain yang tertera di atas itu disebut komponen non struktural. Jika diurutkan dari paling bawah, komponen ini terdiri dari tembok/dinding, lantai, plafon, pintu, jendela, kamar mandi, tempat cuci, instalasi listrik/air, dsb. Sebagai catatan, bagian non struktural tidak menerima beban berat dari atas, karena sudah ditahan oleh strukturnya.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/ini-cara-cepat-mengobati-luka-memar-akibat-benturan-benda-keras-di-tempat-kerja">Ini Cara Cepat Mengobati Luka Memar Akibat Benturan Benda Keras di Tempat Kerja</a></h3> <p>=====</p> <p><img src="/images/cms///KOMPONEN STRUKTURAL/sudahtanya.jpg" alt="" width="763" height="763" /></p> <p>Mau konsultasi gratis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p> <em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Cara Menghitung Kebutuhan Material Untuk Pekerjaan Plesteran
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, menghitung kebutuhan material secara manual ternyata tidak hanya untuk campuran beton saja, lho. Untuk campuran plesteran juga bisa dilakukan dengan cara lama ini, yang diambil dari teori BOW pada zaman Belanda. Berikut adalah pedoman dalam penggunaan teori BOW pada penghitungan campuran plesteran:</p> <p>1. Jika kita memiliki 1 bagian semen (bisa 1 liter atau 1 m3 atau 1 ember) dalam keadaan terurai, maka isi padatnya adalah 0,51 dan udara 0,49. Jika semen ini ditambah air maka akan menyerap air sebanyak 0,25 bagian sehingga semen tersebut berubah menjadi batu. Jadi, setiap 1 bagian semen akan menjadi batu sebanyak 0,51 + 0,25 = 0,76 bagian. Berat 1 liter semen = 1,25 kg (bila dicek di lapangan hasilnya bervariasi, tergantung merk dan jenis semennya), namun kita bisa memakai acuan 1,25 kg/liter saja biar ada pedoman.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///PLESTERAN/PLESTERAN_4_-_JAGO_BANGUNAN.jpg" alt="" width="764" height="764" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/webstagram.one">sini</a>)</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/harus-teliti-begini-cara-menghitung-kebutuhan-material-untuk-campuran-beton">Harus Teliti, Begini Cara Menghitung Kebutuhan Material Untuk Campuran Beton</a></h3> <p>2. Pasir, bagian yang padat adalah 0,6 dan udara 0,4 akan menyerap air sebanyak 0,075 sehingga jumlah padanya menjadi 0,6 + 0,075 = 0,675 bagian.</p> <p>Jika kita mencampur 1 m3 semen + 5 m3 pasir (perbandingan 1 semen : 5 pasir), maka akan menjadi adukan/spesi sebagai berikut:<br /> <br />- 1 m3 semen menjadi = 1 x 0,76 = 0,76 m3<br />- 5 m3 pasir menjadi = 5 x 0,675 = 3,375 m3</p> <p>Jika dijumlah menjadi adukan/spesi sebanyak 0,76 + 3,375 = 4,135 m3<br /> <br />Untuk membuat 1 m3 adukan (spesi) dengan perbandingan campuran 1 : 5 diperlukan bahan sebagai berikut:</p> <p>a. Semen = 1/ 4,135 x 1 m3 = 0,242 m3, karena 1 m3 = 1.000 liter maka 0,242 m3 = 242 liter. Jika dihitung beratnya menjadi = 242 x 1,25 = 302 kg.<br />b. Pasir = 1/ 4,135 x 5 m3 = 1,209 m3.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///PLESTERAN/PLESTERAN_6_-_JAGO_BANGUNAN.jpg" alt="" width="761" height="631" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/medium.com">sini</a>)</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/percantik-rumah-dengan-aksen-kayu-bikin-ruangan-makin-nyaman">Percantik Rumah dengan Aksen Kayu, Bikin Ruangan Makin Nyaman</a></h3> <p>Contoh 1:</p> <p>#SahabatJagoBangunan akan membuat plesteran dinding dengan campuran 1 semen : 5 pasir dengan ketebalan 1,5 cm, berapa keperluan material per m2?</p> <p>Jawab:</p> <p>Volume adukan setebal 1,5 cm dengan lebar 1 m2 (panjang 1 meter dan lebar 1 m) adalah = 0,015 m x 1 m x 1 m = 0,015 m3, sehingga keperluan materialnya adalah:</p> <p>Semen =0,015 x 302 kg = 4,534 kg<br />Pasir = 0,015 x 1,209 m3 = 0,0181 m3</p> <p>Contoh 2:</p> <p>#SahabatJagoBangunan akan membuat plesteran dinding dengan campuran 1 semen : 5 pasir dengan ketebalan 1,5 cm, panjang plesteran tembok 50 meter tinggi 3 meter, berapa keperluan material?</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///PLESTERAN/PLESTERAN_2_-_JAGO_BANGUNAN.jpg" alt="" width="763" height="508" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/bangunrumahpro.com">sini</a>)</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/selain-anti-rayap-ini-3-kelebihan-atap-galvalum-yang-bisa-menggantikan-rangka-atap-kayu">Selain Anti Rayap, Ini 3 Kelebihan Atap Galvalum yang Bisa Menggantikan Rangka Atap Kayu</a></h3> <p>Jawab:</p> <p>Luas plesteran = 50 m x 3 m = 150 m2.</p> <p>Keperluan material:</p> <p>Semen = 150 x 4,534 m3 = 680 kg , jika 1 zak semen berisi 40 kg maka jumlah semen yang dibutuhkan = 680 : 40 = 17 zak.</p> <p>Pasir = 150 x 0,0181 m3 = 2,720 m3.</p> <p>Berikut daftar kebutuhan material setiap m2 sesuai perbandingan yang lazim digunakan:</p> <p>a. Perbandingan 1 semen : 2 pasir tebal plesteran 1,5 cm</p> <p>- Semen = 8,886 kg<br />- Pasir = 0,0142 m3</p> <p>b. Perbandingan 1 semen : 3 pasir tebal plesteran 1,5 cm</p> <p>- Semen = 6,732 kg<br />- Pasir = 0,0162 m3</p> <p>c. Perbandingan 1 semen : 4 pasir tebal plesteran 1,5 cm</p> <p>- Semen = 5,419 kg<br />- Pasir = 0,0173 m3</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///PLESTERAN/PLESTERAN_7_-_JAGO_BANGUNAN.jpg" alt="" width="761" height="507" /><em>(Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/weblintaslampung.com">sini</a>)</em></p> <p>d. Perbandingan 1 semen : 5 pasir tebal plesteran 1,5 cm</p> <p>- Semen = 4,534 kg<br />- Pasir = 0,0122m3</p> <p>e. Perbandingan 1 semen : 6 pasir tebal plesteran 1,5 cm</p> <p>- Semen = 3,898 kg<br />- Pasir = 0,0181 m3</p> <p>f. Perbandingan 1 semen : 6 pasir tebal plesteran 1,5 cm</p> <p>- Semen = 3,418 kg<br />- Pasir = 0,0191 m3</p> <p>Lebih lanjut tentang kebutuhan material plesteran dengan berbagai ketebalan dan campuran, dapat dilihat pada tabel berikut ini.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms//PLESTERAN/DATA_CAMPURAN_PLESTERAN_-_JAGO_BANGUNAN.jpeg" alt="" width="764" height="335" /><em>(Sumber: dok. Jago Bangunan)</em></p> <p>Itu dia cara menghitung kebutuhan material untuk campuran plesteran berdasarkan teori BOW. Semoga bermanfaat.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/begini-cara-menghitung-kebutuhan-material-pemasangan-tembok-bata-merah">Begini Cara Menghitung Kebutuhan Material Pemasangan Tembok Bata Merah</a></h3> <p>=====<br />Mau konsultasi gratis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p> <em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Harus Teliti, Begini Cara Menghitung Kebutuhan Material Untuk Campuran Beton
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>Tahukah #SahabatJagoBangunan, cara menghitung kebutuhan material untuk campuran beton bisa dilakukan secara manual. Ini merupakan cara lama yang diambil dari teori BOW pada jaman Belanda, dengan pedoman sebagai berikut:</p> <p>1. Jika kita memiliki 1 bagian semen (bisa 1 liter atau 1 m3 atau 1 ember) dalam keadaan terurai, maka isi padatnya adalah 0,51 dan udara 0,49. Jika semen ini ditambah air maka akan menyerap air sebanyak 0,25 bagian sehingga semen tersebut berubah menjadi batu. Jadi, setiap 1 bagian semen akan menjadi batu sebanyak 0,51 + 0,25 = 0,76 bagian. Berat 1 liter semen = 1,25 kg (bila dicek di lapangan hasilnya bervariasi, tergantung merk dan jenis semennya), namun kita bisa memakai acuan 1,25 kg/liter saja biar ada pedoman.</p> <p>2. Pasir, bagian yang padat adalah 0,6 dan udara 0,4 akan menyerap air sebanyak 0,075 sehingga jumlah padatnya menjadi 0,6 + 0,075 = 0,675 bagian.</p> <p>3. Kerikil, bagian padat 0,52 udara 0,48 dan tidak menyerap air sehingga bagian padat tetap 0,52.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///CAMPURAN BETON/Campuran_beton_-_jago_bangunan_1.jpg" alt="" width="761" height="571" /><em>Sumber: dok. Jago Bangunan.</em></p> <p>Jika kita mencampur 1 m3 semen + 2 m3 pasir + 3 m3 kerikil (perbandingan 1:2:3) , maka akan menjadi benda padat (beton) sebagai berikut:<br /> <br />- 1 m3 semen menjadi = 1 x 0,76 = 0,76 m3<br />- 2 m3 pasir menjadi = 2 x 0,675 = 1,35 m3<br />- 3 m3 kerikil menjadi = 3 x 0,52 = 1,56 m3<br />Jika dijumlah menjadi beton sebanyak 0,76 + 1,35 + 1,56 = 3,67 m3</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/membeli-atau-membangun-rumah-mana-yang-lebih-baik-">Membeli atau Membangun Rumah, Mana yang Lebih Baik?</a></h3> <p>Untuk membuat 1 m3 beton campuran 1 : 2 : 3 diperlukan bahan sebagai berikut:</p> <p>a. Semen = 1/3,67 x 1 m3 = 0,272 m3, karena 1 m3 = 1.000 liter maka 0,272 m3 = 272 liter. Jika dihitung beratnya menjadi = 272 x 1,25 = 340 kg.<br />b. Pasir = 1/3,67 x 2 m3 = 0,544 m3.<br />c. Kerikil = 1/3,67 x 3 m3 = 0,816 m3.</p> <p>Contoh:</p> <p>#SahabatJagoBangunan akan membuat jalan rabat dengan campuran 1 semen : 3 pasir : 4 kerikil. Jika panjang rabat 300 meter, lebar 2 meter dan tebal 15 cm, berapa keperluan materialnya?</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///CAMPURAN BETON/Campuran_beton_-_jago_bangunan_4.jpg" alt="" width="761" height="507" /><em>Sumber: dok. Jago Bangunan.</em></p> <p>Jawab:<br /> <br />Jika kita mencampur 1 m3 semen + 3 m3 pasir + 4 m3 kerikil (perbandingan 1:3:4), maka akan menjadi benda padat (beton) sebagai berikut:<br /> <br />- 1 m3 semen menjadi = 1 x 0,76 = 0,76 m3<br />- 3 m3 pasir menjadi = 3 x 0,675 = 2,025 m3<br />- 4 m3 kerikil menjadi = 4 x 0,52 = 2,08 m3</p> <p>Jika dijumlah menjadi beton sebanyak 0,76 + 2,025 + 2,08 = 4,865 m3, maka untuk membuat 1 m3 beton campuran 1 : 3 : 4 diperlukan bahan sebagai berikut:</p> <p>a. Semen =1/4,865 x 1 m3 = 0,205 m3, karena 1 m3 = 1.000 liter maka 0,205 m3 = 205 liter. Jika dihitung beratnya menjadi = 205 x 1,25 = 256,52 kg<br />d. Pasir = 1/4,865 x 3 m3 = 0,616 m3<br />e. Kerikil = 1/4,865 x 4 m3 = 0,822 m3<br />Volume jalan yang rabat = 300 x 2 x 0,15 =90 m3</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/siap-mandiri-warga-binaan-lapas-kelas-ii-b-singaraja-ikuti-pelatihan-dan-sertifikasi-pekerja-konstruksi">Siap Mandiri, Warga Binaan Lapas Kelas II B Singaraja Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi Pekerja Konstruksi</a></h3> <p>Jadi keperluan materialnya adalah:<br />- Semen = 90 m3 x 256,52 = 23.086,8 kg, jika 1 zak isi 40 kg maka kebutuhannya menjadi 23.086,8 : 40 = 577 zak<br />- Pasir = 90 m3 x 0,616 = 55,44 m3<br />- Kerikil = 90 m3 x 0,822 = 73,98 m3</p> <p>Berikut daftar kebutuhan sesuai perbandingan yang lazim digunakan:</p> <p>a. Perbandingan 1 semen : 2 pasir : 2 kerikil<br />- Semen = 396 kg<br />- Pasir = 0,635 m3<br />- Kerikil = 0,635 m3</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///CAMPURAN BETON/Campuran_beton_-_jago_bangunan_3.jpg" alt="" width="767" height="511" /><em>Sumber: dok. Jago Bangunan.</em></p> <p>b. Perbandingan 1 semen : 2 pasir : 2,5 kerikil<br />- Semen = 366kg<br />- Pasir = 0,587 m3<br />- Kerikil = 0,733 m3</p> <p>c. Perbandingan 1 semen : 2,5 pasir : 2,5 kerikil<br />- Semen = 333 kg<br />- Pasir = 0,667 m3<br />- Kerikil = 0,667 m3</p> <h3><strong>Baca Juga: <a href="/article/read/selain-tipe-dan-desain-ini-3-faktor-penentu-berapa-biaya-membangun-rumah">Selain Tipe dan Desain, Ini 3 Faktor Penentu Berapa Biaya Membangun Rumah</a></strong></h3> <p>d. Perbandingan 1 semen : 2,5 pasir : 3 kerikil<br />- Semen = 311 kg<br />- Pasir = 0,624 m3<br />- Kerikil = 0,749 m3</p> <p>e. Perbandingan 1 semen : 3 pasir : 3 kerikil<br />- Semen = 287 kg<br />- Pasir = 0,690 m3<br />- Kerikil = 0,690 m3</p> <p>f. Perbandingan 1 semen : 3 pasir : 3,5 kerikil<br />- Semen = 271 kg<br />- Pasir = 0,651 m3<br />- Kerikil = 0,760 m3</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///CAMPURAN BETON/Campuran_beton_-_jago_bangunan_6.jpg" alt="" width="761" height="507" /><em>Sumber: dok. Jago Bangunan.</em></p> <p>g. Perbandingan 1 semen : 3 pasir : 4 kerikil<br />- Semen = 256 kg<br />- Pasir = 0,617 m3<br />- Kerikil = 0,822 m3</p> <p>h. Perbandingan 1 semen : 3,5 pasir : 3,5 kerikil<br />- Semen = 252 kg<br />- Pasir = 0,708 m3<br />- Kerikil = 0,708 m3</p> <p>i. Perbandingan 1 semen : 3,5 pasir :4 kerikil<br />- Semen = 240 kg<br />- Pasir = 0,673 m3<br />- Kerikil = 0,769 m3<br /> <br />j. Perbandingan 1 semen : 3 pasir : 5 kerikil<br />- Semen = 232 kg<br />- Pasir = 0,557 m3<br />- Kerikil = 0,929 m3<br /> <br />k. Perbandingan 1 semen : 3,5 pasir : 4,5 kerikil<br />- Semen = 228 kg<br />- Pasir = 0,641 m3<br />- Kerikil = 0,824 m3</p> <p>Itu dia cara menghitung kebutuhan material untuk campuran beton berdasarkan teori BOW. Semoga bermanfaat.</p> <h3><strong>Baca Juga: <a href="/article/read/begini-cara-menghitung-kebutuhan-material-pemasangan-tembok-bata-merah">Begini Cara Menghitung Kebutuhan Material Pemasangan Tembok Bata Merah</a></strong></h3> <p>=====<br />Mau konsultasi gratis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Begini Cara Menghitung Kebutuhan Material Pemasangan Tembok Bata Merah
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em><br /> <br />Sahabat Jago Bangunan, sering sekali kita ditanya oleh pemberi pekerjaan tentang banyaknya material yang dibutuhkan untuk membuat pasangan tembok khususnya tembok bata merah. Bagi Sahabat yang sudah berpengalaman, pertanyaan itu tidaklah sulit. Mereka sudah pernah membangun rumah dengan berbagai macam ukuran, sehingga ketika ditanya keperluan bata merah untuk membuat sebuah rumah, misal berukuran 6 m x 12 m, maka bisa langsung menjawab 10.000 buah bata.</p> <p>Namun, ukuran bata merah antara satu daerah dengan daerah lain berbeda. Berbeda pula kebiasaan cara memasangnya. Ada yang memasang nat/siar dengan tebal 1 cm, ada yang 1,5 cm dan ada yang 2 cm. Semakin tebal adukannya maka semakin sedikit kebutuhan bata merahnya dan semakin boros adukannya. Sebaliknya, semakin tipis adukannya semakin boros bata merahnya.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms//bata merah/cara_menghitung_kebutuhan_material_pemasangan_tembok_bata_merah_-_Jagobangunan_com_-_2.jpg" alt="" width="763" height="508" /><em>Sumber gambar: di <a href="/backend/cms/article/article/edit/pixabay.com">sini</a>.</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/membeli-atau-membangun-rumah-mana-yang-lebih-baik-">Membeli atau Membangun Rumah, Mana yang Lebih Baik?</a></h3> <p>Hanya saja, perbedaan ini bisa dihitung selisihnya. Secara sederhana bisa dipastikan bahwa nat yang tipis akan lebih hemat, dan hitungan biaya material per m2 pasangan akan semakin murah. Oleh karena itu, biasanya para pemborong lebih suka membeli bata merah ukuran tebal karena penghematan adukannya sangat signifikan.<br /> <br />Secara matematis atau teoritis, keperluan bata merah maupun adukannya bisa dihitung sebagai berikut:</p> <p>1. Ukurlah bata yang akan dipasang dengan meteran meliputi panjang, lebar dan tebalnya, misal sesudah diukur ketemu panjang 23 cm, lebar 11 cm dan tebal 4 cm. Ingat, ini hanya sebuah contoh ukuran bata, bukan ukuran secara umum.</p> <p>2. Tentukan atau ukur tebal adukan yang lazim dilaksanakan di lokasi proyek, karena karakter tukang berbeda-beda. Misal, tebal adukannya adalah 1,5 cm baik adukan mendatar maupun adukan melintangnya (yang ke atas).</p> <p>3. Hitung luas permukaan bata jika dalam kondisi terpasang, dalam hal ini panjang harus ditambah adukan, tebal bata juga demikian.</p> <p>Panjang bata + adukan mendatar = 23 cm + 1,5 cm = 24,5 cm.<br /> Tebal bata + adukan melintang = 4 cm + 1,5 cm = 5,5 cm.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms//bata merah/cara_menghitung_kebutuhan_material_pemasangan_tembok_bata_merah_-_Jagobangunan_com_-_3.jpg" alt="" width="763" height="409" /><em>Sumber gambar: di <a href="/backend/cms/article/article/edit/radarcirebon.com">sini</a>.</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/hanya-20-jutaan-begini-cara-menghitung-biaya-penyempurnaan-rumah-tipe-36">Hanya 20 Jutaan, Begini Cara Menghitung Biaya Penyempurnaan Rumah Tipe 36</a></h3> <p>4. Hitung luas pasangan 1 bata+adukan = 24,5 cm x 5,5 cm = 134,75 cm2</p> <p>5. Hitung kebutuhan bata per m2 (1 m2 = 100 cm x 100 cm) = 10.000 cm2<br />Sehingga kebutuhan bata = 10.000 cm2 / 134,75cm2 = 74,21 buah, dibulatkan 75 buah.</p> <p>6. Hitung volume adukan:<br />Caranya dengan menghitung luas bata tanpa adukan dulu, yaitu = panjang x tebal = 23 x 4 = 92 cm2.</p> <p>7. Luas adukan saja = 134,75 cm2 – 92 cm2 = 42,75 cm2.</p> <p>8. Hitung volume adukan untuk setiap bata = luas x lebar bata = 42,75 cm2 x 11 cm = 470,25 cm3.</p> <p>9. Hitung adukan volume tiap m2 pasangan = 470,25 cm3 x 75 buah bata = 35.268,75 cm3. Jika dijadikan dm3 = 35,27 dm3 atau 35,27 liter atau 0,035 m3.</p> <p>10. Tentukan perbandingan adukan, misal 1 semen : 5 pasir</p> <p>11. Hitung analisa campuran sebagai berikut:<br /> <br />1 liter semen itu terdiri dari 0,51 liter butiran padat dan 0,49 liter udara (jika semen dipres dan dikeluarkan udaranya sehingga memadat tanpa ada udara sama sekali), namun dalam kenyataannya sulit untuk memadatkan semen tanpa menambahkan air. Jika ditambah air dan diaduk-aduk, semen akan menyerap 0,25 liter air kemudian setelah kering jadilah batu semen, volume padatnya menjadi = 0.51 liter + 0, 25 liter = 0,76 liter batu semen.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms//bata merah/cara_menghitung_kebutuhan_material_pemasangan_tembok_bata_merah_-_Jagobangunan_com_-_5.jpg" alt="" width="761" height="571" /><br /> <em>Sumber gambar: di <a href="/backend/cms/article/article/edit/dekoruma.com">sini</a>.</em></p> <p>Pasir, setiap liter butiran padatnya 0,6 liter dan menyerap air 0,075, sehingga volume padatnya = 0,6+0,075 = 0,675 liter<br /> <br />Jika perbandingan adukan/campurannya dibuat 1 semen : 5 pasir kemudian diaduk dan ditambah air, maka:<br /> <br />1 semen akan menjadi 1 x 0,76 liter = 0,76 liter<br />5 pasir akan menjadi 5 x 0,675 liter = 3,375 liter<br />jika dijumlah = 0,76 liter + 3,375 liter = 4,135 liter<br /> <br />Sehingga untuk membuat 1 liter adukan diperlukan:<br />Semen = 1 / 4,135 = 0,24 liter, sedangkan 1 liter semen kering beratnya 1,25 kg<br />Jadi kebutuhan semen untuk membuat adukan 1 liter = 0,24 x 1,25 kg = 0,3 kg<br />Kebutuhan pasir untuk membuat adukan 1 liter = 5 / 4,135 = 1,2 liter<br /> <br />12. Kebutuhan adukan per m2 pasangan = 35,27 liter, sehingga masing-masing komponen adalah<br />Semen = 35,27 liter x 0,3 kg = 10,6 kg<br />Pasir = 35,27 x 1,2 = 43,2 liter = 0,043 m3.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms//bata merah/cara_menghitung_kebutuhan_material_pemasangan_tembok_bata_merah_-_Jagobangunan_com_-_6.jpg" alt="" width="761" height="510" /><br /> <em>Sumber gambar: di <a href="/backend/cms/article/article/edit/architectaria.com">sini</a>.</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/selain-tipe-dan-desain-ini-3-faktor-penentu-berapa-biaya-membangun-rumah">Selain Tipe dan Desain, Ini 3 Faktor Penentu Berapa Biaya Membangun Rumah</a></h3> <p>Kesimpulan:</p> <p>Untuk membuat 1 m2 pasangan bata dengan ukuran yang ditentukan seperti di atas, maka diperlukan:<br /> <br />- 10,6 kg semen<br />- 0,043 m3 pasir<br />- 75 buah bata merah<br /> <br />Catatan:<br /> <br />Kesimpulan ini hanya berlaku jika ukuran bata dan perbandingan adukannya seperti di atas, jika ukuran bata berbeda dan perbandingan campuran berbeda, maka hasilnya juga berbeda.<br /> <br />Jika akan membangun tembok keliling berbentuk U dengan ukuran kanan + kiri masing-masing 20 meter, tidak termasuk lebar kolom dan ukuran belakang 12 meter, serta tinggi pasangan tidak termasuk tebal sloof dan ring balok adalah 3 meter, maka keperluan material adalah sebagai berikut:</p> <p>Luas pasangan = ( 20+12+20) x 3 = 52 x 3 = 156 m2.<br /> <br />- Keperluan semen = 10,6 kg x 156 = 1.653,6 kg , atau jika kita beli yang 1 zak = 40 kg menjadi 1.653,6 : 40 =41,34 zak atau 42 zak<br /> <br />- Keperluan pasir = 0,043 x 156 = 6,708 liter, kita beli 7 m3<br /> <br />- Keperluan bata merah = 75 x 156 = 11.700 buah kita beli 12.000 buah<br /> <br />Itu dia cara teoritis untuk menghitung keperluan material dalam pembuatan tembok bata merah.<br />Selain menggunakan teori tersebut, Sahabat juga dapat memanfaatkan layanan Jago Hitung pada website ini (<a href="/jagohitung">http://jagobangunan.com/jagohitung</a>) untuk mendapatkan perhitungan yang cepat, tepat, dan akurat.</p> <p>=====<br />Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Membeli atau Membangun Rumah, Mana yang Lebih Baik?
<p><em>Oleh: Hildatun Najah</em></p> <p>Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Namun di era sekarang, memiliki rumah dianggap bukan perkara mudah. Berbagai hal menjadi pertimbangan, mulai dari harga, kenyamanan, hingga efisiensi. Salah satu Sahabat Jago Bangunan pun bertanya pada Pak Jago, kira-kira lebih efisien mana antara membeli atau membangun rumah? Simak penjelasannya, yuk.</p> <p><strong>Keuntungan membeli rumah</strong></p> <p>Membeli hunian yang sudah jadi akan membebaskan Sahabat Jago Bangunan dari segala macam urusan pembangunan. Mulai dari pemilihan material bangunan yang berkualitas, pengiriman material bangunan, pembuatan desain, hingga mencari tukang yang bisa dipercaya dan profesional. Selain itu, dengan membeli rumah yang sudah jadi, Sahabat Jago Bangunan tidak perlu pusing mengurusi pembuatan sertifikat rumah.</p> <p><img src="/images/cms///BELI BANGUN RUMAH/Beli_atau_Bangun_Rumah_-_Jago_Bangunan_1.jpg" alt="" width="765" height="450" /><em>Sumber gambar: di <a href="/backend/cms/article/article/magazine.job-like.com">sini</a>.</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/beri-kesan-ruangan-modern-dan-mewah-dengan-lantai-dan-dinding-batu-granit">Beri Kesan Ruangan Modern dan Mewah Dengan Lantai dan Dinding Batu Granit</a></h3> <p>Terlebih biasanya sudah tersedia fasilitas umum, seperti tempat ibadah, sekolah, minimarket, pasar, dan lainnya di sekitar kompleks perumahan ataupun apartemen. Sahabat Jago Bangunan juga tidak perlu memikirkan perizinan ke tetangga kanan dan kiri rumah.</p> <p><strong>Kerugian membeli rumah</strong></p> <p>Dilihat dari segi harga, membeli rumah yang sudah jadi lengkap dengan semua fasilitas yang tersedia, relatif lebih mahal. Sementara kualitas bangunan sendiri bergantung pada developer bangunan. Ada yang berkualitas, ada pula yang asal-asalan. Meski begitu, sekarang sudah banyak developer yang menjaga kualitas bangunan, karena persaingan dalam dunia properti yang semakin ketat. Selain harga yang lebih mahal, bangunan rumah yang sudah jadi itu umumnya terletak jauh dari perkotaan, karena para developer kesulitan untuk membebaskan lahan.</p> <p><img src="/images/cms///BELI BANGUN RUMAH/Beli_atau_Bangun_Rumah_-_Jago_Bangunan_2.jpg" alt="" width="763" height="405" /><em>Sumber gambar: di <a href="/backend/cms/article/article/bosproperti.com">sini</a>.</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/selain-tipe-dan-desain-ini-3-faktor-penentu-berapa-biaya-membangun-rumah">Selain Tipe dan Desain, Ini 3 Faktor Penentu Berapa Biaya Membangun Rumah</a></h3> <p>Dari sisi sosial budaya, tinggal dari kompleks perumahan ataupun apartemen, Sahabat Jago Bangunan dituntut untuk lebih mandiri dan cepat beradaptasi dengan tetangga rumah yang umumnya sangat beragam. Baik dari aspek pekerjaan, kebiasaan, hingga kehidupan sosialnya.</p> <p><strong>Kelebihan membuat rumah sendiri</strong></p> <p>Membuat rumah sendiri berarti membuat hunian yang sesuai dengan kebutuhan. Baik dari segi tipe, desain, termasuk biaya yang harus dikeluarkan. Dengan membuat rumah sendiri, Sahabat Jago Bangunan bisa menentukan seperti apa desain rumah yang ingin dibuat, furniture yang ada di dalamnya, hingga jenis material yang akan digunakan.</p> <p><img src="/images/cms///BELI BANGUN RUMAH/Beli_atau_Bangun_Rumah_-_Jago_Bangunan_5.jpg" alt="" width="764" height="509" /><em>Sumber gambar: di <a href="/backend/cms/article/article/masirwin.com">sini</a>.</em></p> <p>Selain itu, Sahabat Jago Bangunan juga dapat membuat rumah yang sesuai dengan kepribadian dan keinginan. Misalnya rumah dengan desain industrial yang elegan, hunian dengan aksen alam dengan pohon dan bebatuan, ataupun rumah minimalis nan modern. Semuanya dapat disesuaikan dengan keinginan dan kantong Sahabat Jago Bangunan.</p> <p><strong>Kekurangan membuat rumah sendiri</strong></p> <p>Untuk membuat rumah sendiri, Sahabat Jago Bangunan harus pandai memilih lokasi yang tepat. Tidak hanya dari segi fasilitas umum, tapi juga lingkungan yang sesuai. Diperlukan juga pengetahuan mengenai toko bangunan yang dapat dipercaya untuk mendapatkan material dengan kualitas bagus serta mandor dan pekerja yang berkualitas dan profesional.</p> <p><img src="/images/cms///BELI BANGUN RUMAH/Beli_atau_Bangun_Rumah_-_Jago_Bangunan_4.jpg" width="762" height="381" /><em>Sumber gambar: di <a href="/backend/cms/article/article/merdeka.com">sini</a>.</em></p> <p>Setelah rumah selesai pun, Sahabat Jago Bangunan harus mengurus dan mengecek keabsahan sertifikat. Memperhatikan betul apakah sertifikat itu adalah Sertifikat Hak Milik atau Sertifikat Hak Guna Bangunan. Ditambah dengan pengurusan Pajak Bumi dan Bangunan dan Izin Mendirikan Bangunan.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/siap-mandiri-warga-binaan-lapas-kelas-ii-b-singaraja-ikuti-pelatihan-dan-sertifikasi-pekerja-konstruksi">Siap Mandiri, Warga Binaan Lapas Kelas II B Singaraja Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi Pekerja Konstruksi</a></h3> <p>Maka jika dilihat dari efisiensi, membeli rumah yang sudah jadi dapat dikatakan lebih efisien dibanding membangun rumah sendiri. Sementara jika dilihat dari kepuasan, maka membuat rumah sendiri bisa dibilang membawa kepuasan lebih. Semuanya tergantung pada pilihan dan kebutuhan Sahabat Jago Bangunan. Jadi, pilih membeli atau membangun rumah, nih?</p> <p>=====<br />Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Selain Tipe dan Desain, Ini 3 Faktor Penentu Berapa Biaya Membangun Rumah
<p><em>Oleh: Hildatun Najah</em></p> <p>Saat ini, terdapat berbagai model dan tipe hunian yang dapat dipilih dan ditinggali dengan nyaman oleh masyarakat. Mulai dari tipe 21, tipe 36, tipe 60 dan tipe lainnya. Terdapat juga variasi desain rumah yang terus berkembang seiring perubahan zaman. Misalnya desain minimalis, <em>shabby, vintage</em>, hingga desain mewah yang mengundang decak kagum.</p> <p>Tipe dan desain rumah yang beraneka rumah ini tentu menjadi faktor penentu besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli atau membangun rumah tersebut. Namun ternyata tak hanya tipe dan desain saja yang berpengaruh, ada beberapa faktor lain yang menjadi penentu besaran biaya rumah. Apa saja faktornya? Simak penjelasan berikut, yuk.</p> <p><strong>Jenis dan ketersedian bahan material</strong></p> <p><img src="/images/cms///BIAYA RUMAH/SEMEN_GRESIK_PRODUK_-_JAGO_BANGUNAN.jpg" alt="" width="747" height="747" /><em>Sumber gambar: di <a href="/backend/cms/article/article/sitos.id">sini</a>.</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/semen-indonesia-cetak-ribuan-tenaga-terampil-konstruksi-bangunan">Semen Indonesia Cetak Ribuan Tenaga Terampil Konstruksi Bangunan</a></h3> <p>Jenis bahan pembangunan rumah juga menentukan besaran pengeluaran pembuatan rumah. Hunian yang dibuat dengan bahan material berkualitas bagus, membutuhkan ongkos yang lebih tinggi. Tidak hanya bahan material bangunan, bahan untuk membuat interior maupun eksterior untuk mempercantik rumah pun ikut menentukan banyaknya uang yang harus dikeluarkan.</p> <p>Ketersediaan material alam seperti batu, pasir dan kerikil juga berbeda tiap daerahnya. Tidak hanya berkaitan dengan jauh dekatnya lokasi pembangunan dan tempat pembelian material, tetapi juga kualitas material alam itu sendiri. Misalnya, daerah dengan material pasir yang cenderung kotor memerlukan campuran semen yang lebih banyak untuk mencapai kekuatan yang sama dengan pasir yang bersih.</p> <p><strong>Lokasi pengerjaan</strong></p> <p><img src="/images/cms///BIAYA RUMAH/LOKASI_RUMAH_-_JAGO_BANGUNAN.jpg" alt="" width="746" height="568" /><em>Sumber gambar: di <a href="/backend/cms/article/article/satujiwa1987.blogspot.com">sini</a>.</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/hanya-20-jutaan-begini-cara-menghitung-biaya-penyempurnaan-rumah-tipe-36">Hanya 20 Jutaan, Begini Cara Menghitung Biaya Penyempurnaan Rumah Tipe 36</a></h3> <p>Kondisi lokasi pembangunan rumah juga ikut andil dalam menambah ataupun mengurangi biaya pengerjaan rumah. Misalnya lokasi penggarapan berada di antara gang-gang sempit, maka diperlukan biaya tambahan untuk kereta dorong guna mengangkut material pembuatan ataupun furnitur yang tidak dapat dilewati mobil pengangkut.</p> <p>Selain denah lokasi pengerjaan, jenis tanah yang menjadi tempat pembuatan rumah juga pembeda biaya pembangunan rumah satu dan yang lainnya. Misalnya, rumah yang akan dibangun diatas tanah yang gembur ataupun lembek membutuhkan biaya lebih banyak untuk memasang trucuk maupun pancang. Sementara rumah dengan dasar tanah yang agak keras akan menghemat ongkos pembuatan pondasi.</p> <p><strong>Ketersediaan tenaga kerja</strong></p> <p><img src="/images/cms///BIAYA RUMAH/TUKANG_BANGUNAN_-_JAGO_BANGUNAN.jpg" alt="" width="748" height="498" /><em>Sumber gambar: dok. Jago Bangunan.</em></p> <p>Keberadaan tenaga kerja berbeda tiap daerah. Terdapat daerah dengan ketersediaan tukang terampil dan produktif yang banyak, dan ada pula daerah dengan jumlah tukang yang relatif sedikit sehingga bayarannya lebih tinggi. Ditambah waktu pengerjaan yang beragam, bergantung desain dan keterampilan tukang, semakin membuat variasi biaya pembuatan rumah.</p> <p>Selain faktor-faktor penentu di atas, faktor cuaca juga menjadi salah satu pembeda anggaran pembuatan rumah. Membuat rumah saat musim hujan, tentu akan lebih sulit dan lama dibanding membangun rumah pada musim kemarau. Oleh karena itu, penting bagi Sahabat Jago Bangunan untuk mengecek baik desain, harga material, lokasi pengerjaan, ketersediaan tenaga kerja dan material maupun kondisi lingkungan saat akan melakukan pembangunan.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/selain-anti-rayap-ini-3-kelebihan-atap-galvalum-yang-bisa-menggantikan-rangka-atap-kayu">Selain Anti Rayap, Ini 3 Kelebihan Atap Galvalum yang Bisa Menggantikan Rangka Atap Kayu</a></h3> <p>=====<br />Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Selain Anti Rayap, Ini 3 Kelebihan Atap Galvalum yang Bisa Menggantikan Rangka Atap Kayu
<p><em>Oleh: Hildatun Najah</em><br /><br />Sahabat Jago Bangunan, pernahkah mendengar alternatif rangka atap yang bukan terbuat dari kayu? Sekarang rangka atap jenis ini sudah banyak diaplikasikan, lho. Atap Galvalum namanya. Atap Galvalum merupakan atap yang terbuat dari baja berkualitas tinggi yang ringan dan tipis. Atap yang biasa dikenal dengan baja ringan ini merupakan atap dengan metode yang diadopsi dari Jepang. Lalu, apa kelebihan atap galvalum ini? Simak penjelasan Pak Jago, yuk.</p> <p><strong>Atap Galvalum Lebih Awet</strong></p> <p>Perbedaan yang paling mencolok dari penggunaan atap Galvalum adalah dari tingkat ketahanan rangka atap. Berbeda dengan atap kayu yang berpotensi lapuk dan habis dimakan rayap, atap Galvalum lebih awet karena terbuat dari baja.</p> <p><img src="/images/cms//GALVALUM/ATAP_GALVALUM_1_-_JAGO_BANGUNAN.jpg" alt="" width="764" height="509" /><em>Sumber gambar: di <a href="/backend/cms/article/article/edit/dekoruma.com">sini</a>.</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/siap-mandiri-warga-binaan-lapas-kelas-ii-b-singaraja-ikuti-pelatihan-dan-sertifikasi-pekerja-konstruksi">Siap Mandiri, Warga Binaan Lapas Kelas II B Singaraja Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi Pekerja Konstruksi</a></h3> <p>Terlebih, atap jenis ini terbuat dari material logam yang anti karat. Sehingga sangat cocok untuk bangunan yang berlokasi di daerah lembab atau memiliki curah hujan tinggi. Atap Galvalum dapat bertahan di berbagai perubahan cuaca. Selain itu, atap Galvalum memiliki material khusus bernama zincalum yang membuatnya tidak memiliki nilai muai susut, seperti pada kayu.</p> <p><strong>Lebih Ringan</strong></p> <p>Selain lebih awet, atap Galvalum memiliki bobot yang lebih ringan dibandingkan atap kayu. Galvalum merupakan kombinasi material baja ringan dan alumunium yang lebih tipis dibanding triplek atau kayu. Dengan beban konstruksi yang ringan, Sahabat Jago Bangunan tidak perlu khawatir dengan ketahanan dan kekuatan konstruksi lain, seperti pondasi, dinding, dan kolom.</p> <p><img src="/images/cms//GALVALUM/ATAP_GALVALUM_2_-_JAGO_BANGUNAN.jpg" alt="" width="764" height="434" /><em>Sumber gambar: di <a href="/backend/cms/article/article/edit/athariz-steel.com">sini</a>.</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/hanya-20-jutaan-begini-cara-menghitung-biaya-penyempurnaan-rumah-tipe-36">Hanya 20 Jutaan, Begini Cara Menghitung Biaya Penyempurnaan Rumah Tipe 36</a></h3> <p>Bobot atap Galvalum yang ringan akan menghemat waktu pengerjaan bangunan yang biasanya terkendala karena massa kayu yang berat. Proses pemindahan atap Galvalum dari satu tempat ke tempat lain pun menjadi lebih cepat. Selain tidak merepotkan saat dibawa, juga mengurangi resiko kecelakaan saat pengerjaan atap.</p> <p><strong>Tahan Gempa</strong></p> <p>Meski terbuat dari baja ringan, atap Galvalum memiliki ketahanan yang tinggi. Atap jenis ini, memiliki kekuatan tegangan tarik mencapai 550 Mpa, hampir dua kali lipat kekuatan tegangan tarik baja konvensional yang hanya berkisar 300 Mpa. Hal ini menunjukkan bahwa atap Galvalum dapat menahan keruntuhan sekaligus menjaga kestabilan bangunan. Rangka atap Galvalum ini dapat bertahan hingga 50 tahun.</p> <p><img src="/images/cms//GALVALUM/ATAP_GALVALUM_3_-_JAGO_BANGUNAN.jpg" alt="" width="764" height="764" /><em>Sumber gambar: di <a href="/backend/cms/article/article/edit/bosharga.com">sini</a>.</em></p> <p>Sebagaimana sifat baja ringan yang lentur, atap Galvalum mempunyai struktur yang fleksibel. Hal ini membuatnya tidak mudah patah. Ditambah, adanya kandungan zincalum yang memiliki sistem perlindungan khusus terhadap api atau “fire resistance”. Hal ini membuat api sulit untuk membesar ataupun merambat melalui material jenis ini.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/inilah-cara-cepat-menghitung-biaya-pembuatan-rangka-plafon">Inilah Cara Cepat Menghitung Biaya Pembuatan Rangka Plafon</a></h3> <p>Keunggulan lain atap jenis ini adalah rangka yang dapat didaur ulang. Setelah dibongkar, material atap baja ringan masih dapat digunakan untuk membuat konstruksi bangunan lain. Selain menghemat biaya konstruksi selanjutnya, daur ulang ini juga menjadi sarana untuk menjaga dan merawat kelestarian hutan yang banyak dimanfaatkan kayunya untuk membuat atap rumah.</p> <p>Tapi sayangnya, meski dinilai menguntungkan, masih belum banyak tukang yang bisa menerapkan atap jenis ini. Diperlukan keahlian khusus dalam proses perakitan serta pemasangannya. Oleh karena itu, biaya pemasangan atap Galvalum cenderung lebih mahal dibanding atap kayu pada umumnya.</p> <p>=====<br />Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>