Masuk

Tips

Beranda / Artikel
Search:

Tips Membangun Ruang Bawah Tanah untuk Rumah 
<h1><span style="font-weight: 400;">Tips Membangun Ruang Bawah Tanah untuk Rumah </span></h1> <p><span style="font-weight: 400;">Rumah dengan </span><em><span style="font-weight: 400;">basement </span></em><span style="font-weight: 400;">atau ruang bawah tanah lebih sering ditemui di negara-negara di Benua Amerika dan Eropa. Di Indonesia sendiri, ruang bawah tanah umumnya ditemukan untuk gedung besar seperti mal dan gedung perkantoran. Rumah dengan ruang bawah tanah masih sangat sulit untuk ditemui.</span></p> <h1> </h1> <p><span style="font-weight: 400;">Padahal, ruang bawah tanah bisa menjadi solusi untuk rumah dengan luas lahan yang terbatas. Ruang bawah tanah bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Mulai dari gudang untuk menyimpan peralatan berkebun, ruang mencuci baju, atau bahkan difungsikan sebagai ruang rekreasi keluarga. </span></p> <h1> </h1> <h1><span style="font-weight: 400;">Ruang Bawah Tanah Memiliki Temperatur Lebih Stabil <br /></span></h1> <h1> </h1> <p><span style="font-weight: 400;">Meskipun banyak yang meremehkan fungsinya, ruang bawah tanah juga sebenarnya memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh ruang lain pada umumnya. Dengan membangun ruang bawah tanah, temperatur dalam ruangan tersebut akan cenderung lebih stabil, tidak akan bertambah panas seiring dengan cuaca Indonesia saat musim kemarau. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Hal ini disebabkan karena tanah yang mengelilingi ruang bawah tanah merupakan material yang tidak mudah menyerap panas. Sehingga, tembok ruang bawah tanah akan tetap dingin, terjaga kesejukannya. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Berbeda dengan ruang yang dibangun di atas tanah yang terpapar panas sinar matahari saat siang dan temperaturnya yang turun menjadi dingin saat malam hari. Padahal, temperatur yang stabil sangat baik bagi “kesehatan” tembok. Dengan temperatur yang stabil, tembok akan lebih kuat dan kokoh dalam jangka waktu yang lama. Tidak mudah retak dalam waktu yang singkat. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Tentunya kelebihan ruang bawah tanah ini juga harus disertai dengan perencanaan dan pembangunan yang baik. Apa yang perlu diperhatikan saat membangun ruang bawah tanah untuk rumah? Mari simak artikel berikut hingga akhir. </span></p> <h1> </h1> <h1><span style="font-weight: 400;">Tips Membangun Ruang Bawah Tanah Rumah</span></h1> <h1> </h1> <p><span style="font-weight: 400;">Terdapat beberapa hal yang cukup banyak diperhatikan untuk membangun ruang bawah tanah yang nyaman dan fungsional. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.  </span></p> <h1> </h1> <h2><span style="font-weight: 400;">1. Perhatikan posisi garis sempadan bangunan</span></h2> <p><span style="font-weight: 400;">Agar ruang bawah tanah bisa berfungsi dengan baik, maka perhatikan garis sempadan bangunan. Garis Sempadan Bangunan (GSB) merupakan garis batas minimal bangunan di lahan yang dimiliki sehingga memberikan jarak antara bangunan kita dengan jalan, tepi sungai, ataupun bangunan tetangga. Pastikan pembangunan ruang bawah tanah Anda tidak akan mengganggu jaringan yang ada seperti telepon listrik atau pipa air. </span></p> <h1><img src="/images/cms//ruang bawah tanah/WhatsApp_Image_2020-10-07_at_15_20_53.jpeg" alt="" width="703" height="591" /></h1> <h2><span style="font-weight: 400;">2. Pemilihan bahan dinding ruang bawah tanah</span></h2> <p><span style="font-weight: 400;">Ruang bawah tanah juga memiliki kelemahan, yaitu kelembapan dan potensi air tanah yang meresap ke dinding sehingga membuat ruangan atau dindingnya menjadi terlalu lembap. </span></p> <h1><img src="/images/cms//ruang bawah tanah/WhatsApp_Image_2020-10-07_at_16_22_43.jpeg" alt="" width="709" height="495" /></h1> <p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, bahan dinding yang digunakan untuk membangun rumah bawah tanah juga harus diperhatikan. Bahan terbaik untuk ruang bawah tanah adalah beton. Bahan material beton lebih kokoh dalam hal menahan beban tekanan air maupun tanah. </span></p> <h1> </h1> <h2><span style="font-weight: 400;">3. Mengatasi kelembapan ruang bawah tanah</span></h2> <p><span style="font-weight: 400;">Masalah kelembapan adalah masalah utama yang harus dihadapi saat membangun ruang bawah tanah. Untuk mengatasi hal ini, maka disarankan untuk menggunakan lapisan </span><em><span style="font-weight: 400;">waterproof </span></em><span style="font-weight: 400;">atau kedap air sehingga masalah kelembapan ruangan, kebocoran, hingga rembesan air di dinding ruangan pun dapat dicegah. </span></p> <h1><img src="/images/cms//ruang bawah tanah/WhatsApp_Image_2020-10-07_at_15_20_54.jpeg" alt="" width="700" height="525" /></h1> <p><span style="font-weight: 400;">Selain menggunakan lapisan <em>waterproof</em> ini, ruang bawah tanah juga dianjurkan untuk tidak menggunakan wallpaper atau kertas dinding sebagai penghias tembok. Bukan tanpa sebab, penggunaan <em>wallpaper</em> bisa berpotensi menumbuhkan jamur di dinding. </span></p> <h1> </h1> <h2><span style="font-weight: 400;">4. Menambahkan sirkulasi udara</span></h2> <p><span style="font-weight: 400;">Agar kualitas ruang bawah tanah tetap baik, sirkulasi udara juga harus benar-benar diperhatikan. Untuk ruang bawah tanah yang tertutup sepenuhnya, dianjurkan untuk memasang AC atau exhaust fan. Namun tentunya, penambahan alat ini juga akan menambah biaya listrik. </span></p> <h1><img src="/images/cms//ruang bawah tanah/WhatsApp_Image_2020-10-07_at_15_20_53__1_.jpeg" alt="" width="705" height="470" /></h1> <p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, ruang bawah tanah untuk rumah sebaiknya memiliki bagian yang terbuka sebagian. Sebagian tinggi ruangan sengaja dibangun di atas tanah dan dibangun jendela untuk menjaga sirkulasi udara ruangan. </span></p> <h1> </h1> <h1><span style="font-weight: 400;">Konsultasi Jago Bangunan</span></h1> <h4><br /><span style="font-weight: 400;">Bagaimana Sahabat Jago Bangunan? Apakah Anda akan membangun ruang bawah tanah untuk hunian rumah? Jika Anda memiliki pertanyaan lain mengenai pembangunan ruang bawah tanah atau seputar bidang konstruksi, silahkan menghubungi kami melalui </span><a href="/"><span style="font-weight: 400;">website Jago Bangunan</span></a><span style="font-weight: 400;"> dan </span><a href="https://web.facebook.com/jagobangunan?_rdc=1&_rdr"><span style="font-weight: 400;">Facebook Jago Bangunan</span></a><span style="font-weight: 400;">. </span></h4>
Cara Menghitung Pondasi Batu Kali
<h1><span style="font-weight: 400;">Cara Menghitung Pondasi Batu Kali</span></h1> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">Pondasi yang kuat adalah kunci bangunan yang kokoh dan tahan lama. Jenis pondasi sendiri pun beragam, salah satunya yang umum digunakan adalah pondasi batu kali. Jenis pondasi ini cocok digunakan untuk rumah atau bangunan yang tidak terlalu besar seperti rumah 1 lantai dan kios. Jika rumah atau bangunan yang akan dibangun luas, besar, dan bertingkat, maka disarankan untuk menggunakan jenis pondasi lain. </span></p> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">Sebagai jenis pondasi yang umum digunakan, cara menghitung pondasi batu kali pun bisa dilakukan siapa saja karena cukup sederhana. Berikut cara menghitung pondasi batu kali yang didasarkan pada contoh soal. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Diketahui luas lahan 4 x 8 meter</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Maka, keliling lahan 4 + 4 + 8 + 8 = 24 m</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Dicari volume batu kali dari pondasi berbentuk trapesium</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">= </span><span style="font-weight: 400;">(</span><span style="font-weight: 400;">Luas atas + luas bawah</span><span style="font-weight: 400;">)</span><span style="font-weight: 400;"> / 2 </span><span style="font-weight: 400;">) </span><span style="font-weight: 400;">x tinggi</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">= </span><span style="font-weight: 400;">( </span><span style="font-weight: 400;">0,3 + 0,6</span><span style="font-weight: 400;"> )</span><span style="font-weight: 400;"> / 2 </span><span style="font-weight: 400;">) </span><span style="font-weight: 400;">x 0.8</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">= </span><span style="font-weight: 400;">( </span><span style="font-weight: 400;">0,9 / 2</span><span style="font-weight: 400;"> )</span><span style="font-weight: 400;"> x 0,8</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">= 0,45 x 0,8</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">= 0,36 m3</span></p> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">Jumlah volume batu kali adalah</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">= Keliling lahan x volume pondasi</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">= 24 x 0.36</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">= 8,64 m3</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Jika dilihat dari hasil tersebut, maka batu kali yang dibutuhkan untuk pondasi adalah 2 rit dumptruk. </span></p> <p> </p> <h1><span style="font-weight: 400;">Kualitas Pondasi Batu Kali</span></h1> <p><span style="font-weight: 400;"><img src="/images/cms///Menghitung Pondasi Batu Kali/WhatsApp_Image_2020-09-24_at_13_33_23__1_.jpeg" alt="" width="704" height="1252" /></span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Selain penghitungan yang tepat, kualitas pondasi batu kali juga sangat ditentukan oleh faktor lain, seperti kualitas semen, pasir, dan batu kali itu sendiri. Semen yang digunakan haruslah sesuai dengan rumah atau bangunan yang akan dibangun. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Untuk pondasi batu kali sendiri yang biasa digunakan untuk bangunan kecil atau sedang, maka Semen Gresik jenis PPC sudah sangat berkualitas. Pasir yang dipilih pun baiknya bersih, tanpa adanya kotoran organik. Sedangkan untuk batu kali, sebaiknya dipilih batu yang keras dan tidak lunak. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Jika semen, pasir, batu sudah dipilih dengan baik, maka perbandingan campuran adalah sebagai berikut. Anda bisa memilih perbandingan sesuai dengan hasil dan kualitas yang diinginkan. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">1 semen : 4 pasir untuk rumah atau bangunan dengan kualitas istimewa atau pondasi bangunan yang berada di tepi sungai dengan aliran sedang.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">1 semen : 6 pasir untuk pondasi rumah atau bangunan dengan kualitas baik.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">1 semen : 8 pasir untuk pondasi bangunan sederhana. </span></p> <h1><span style="font-weight: 400;">Keunggulan Pondasi Batu Kali</span></h1> <p><span style="font-weight: 400;"><img src="/images/cms///Menghitung Pondasi Batu Kali/WhatsApp_Image_2020-09-24_at_14_10_42.jpeg" alt="" width="701" height="1246" /></span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Menjadi pondasi yang paling umum digunakan bukan tanpa sebab, karena pondasi batu kali memiliki berbagai keunggulan dibandingkan jenis pondasi yang lain, diantaranya adalah sebagai berikut. </span></p> <p> </p> <h2><span style="font-weight: 400;">Dapat dikerjakan dalam waktu yang lebih singkat</span></h2> <p><span style="font-weight: 400;">Pembuatan pondasi batu kali lebih cepat. Konstruksinya yang sederhana  dan sifat material batu kali yang bisa mengering lebih cepat akan menghemat banyak waktu dalam proses pembangunan rumah.</span></p> <p> </p> <h2><span style="font-weight: 400;">Konstruksinya yang sederhana</span></h2> <p><span style="font-weight: 400;"><img src="/images/cms///Menghitung Pondasi Batu Kali/WhatsApp_Image_2020-09-24_at_13_33_24.jpeg" alt="" width="700" height="1244" /></span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Konstruksinya yang sederhana namun kuat menjadi salah satu keunggulan terbesar pondasi batu kali. Keunggulan ini juga yang membuat pembuatan pondasi bisa langsung dilakukan di lokasi tanpa membutuhkan alat-alat khusus.</span></p> <p> </p> <h2><span style="font-weight: 400;">Kuat akan goncangan</span></h2> <p><span style="font-weight: 400;"><img src="/images/cms///Menghitung Pondasi Batu Kali/WhatsApp_Image_2020-09-24_at_13_33_23.jpeg" alt="" width="700" height="1244" /></span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Batu kali lebih kuat akan goncangan sehingga pondasi batu kali sangat direkomendasikan untuk membangun rumah yang tahan gempa. Terlebih jika pondasi ini dikombinasikan pembangunannya dengan bor pile. Guncangan atau getaran dalam tanah bisa ditahan lebih baik sehingga bangunan pun menjadi lebih kuat dan kokoh. </span></p> <p> </p> <h1><span style="font-weight: 400;">Konsultasi Jago Bangunan</span></h1> <p><span style="font-weight: 400;">Demikian cara menghitung pondasi batu kali berikut penjelasan singkat mengenai pondasi yang umum digunakan ini. Jika Sahabat Jago Bangunan ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pondasi bangunan, silahkan menghubungi </span><span style="font-weight: 400;">melalui menu Konsultasi </span><a href="/" target="_blank" rel="noopener"><span style="font-weight: 400;">website Jago Bangunan</span></a><span style="font-weight: 400;"> maupun </span><a title="Facebook Jago Bangunan" href="https://web.facebook.com/jagobangunan?_rdc=1&_rdr" target="_blank" rel="noopener"><span style="font-weight: 400;">Facebook Jago Bangunan</span><span style="font-weight: 400;">.</span></a></p>
5 Alasan Kenapa Helm Sangat Penting Digunakan oleh Pekerja Bangunan
<p>Seringkali pekerja bangunan tidak mau menggunakan helm saat bekerja. Hal yang dikeluhkan pun banyak. Mulai dari gerah hingga alasan kecil seperti malas. Padahal, sama halnya dengan menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor, menggunakan helm saat bekerja di lapangan pun memiliki manfaat untuk melindungi diri kita sendiri. Lebih spesifiknya, manfaat apa sih yang bisa didapat hanya dengan menggunakan helm saat bekerja di lapangan? Berikut beberapa diantaranya.</p> <h3>Melindungi kepala dari luka</h3> <p><br />Helm pelindung didesain khusus untuk pekerja bangunan di lapangan. Jika sesuatu jatuh mengenai kepala, maka kepala pun akan terlindungi dari luka, karena barang yang jatuh tidak menimpa kepala secara langsung, melainkan menimpa helm. Selain melindungi kepala dari benda jatuh, helm juga bisa melindungi diri dari sengatan listrik. Helm pelindung terbuat dari material plastik yang kuat, sehingga selain melindungi kepala dari benturan, juga mampu menghentikan sengatan listrik agar tidak menjalar ke tubuh.</p> <h3><br />Melindungi diri jika jatuh atau terpeleset</h3> <p><br />Lapangan tempat pekerja bangunan bekerja seringkali tidak rata. Banyak bebatuan, gundukan pasir dan juga semen. Lapangan juga sering kali basah, karena air dibutuhkan untuk mencampur pasir dan semen serta mencuci kaki. Kondisi lapangan seperti ini lah yang membuat pekerja rawan jatuh dan terpeleset. Dengan memakai helm, kepala pun bisa terlindungi, sehingga luka yang diakibatkan karena jatuh<br />atau terpeleset pun jadi lebih kecil dan tidak begitu berbahaya.</p> <h3><br />Menyelamatkan diri dari kecelakaan fatal</h3> <p>Bekerja di lapangan untuk menyelesaikan proyek besar biasanya melibatkan beberapa alat berat dan juga kendaraan pengangkut material seperti truk. Ada kemungkinan kecelakaan melibatkan alat berat dan juga truk terjadi. Dengan memakai helm, pekerja bisa terlindungi dari kecelakaan fatal yang bisa merenggut nyawa.</p> <h3><br />Melindungi dari sengatan matahari</h3> <p>Pekerja bangunan dituntut untuk bekerja kapan saja menyesuaikan perjanjian proyek.<br />Seringkali waktu yang ditetapkan adalah pagi hingga sore hari karena adanya cahaya matahari bisa membantu pekerja untuk melihat dengan baik. Sayangnya cahaya matahari ini bisa menyengat kulit, bahkan menyilaukan mata. Dengan memakai helm, pekerja pun bisa terlindungi dari silaunya sinar matahari sehingga bisa bekerja dengan baik tanpa gangguan.</p> <h3><br />Membedakan antara pekerja dan tamu</h3> <p><img src="/images/cms///Keselamatan Kerja/photo6257796590865590923.jpg" alt="Membedakan staff dan tamu" width="700" height="457" /></p> <p>Seringkali tamu atau pengunjung datang untuk melihat perkembangan proyek. Untuk bisa membedakan mana pekerja yang terlibat dalam proyek dan mana yang bukan dengan mudah, maka helm dengan warna yang berbeda pun dapat digunakan.</p> <h3><br />Sebagai seragam pekerja</h3> <p><img src="/images/cms///Keselamatan Kerja/photo6257796590865590922.jpg" alt="Seragam pekerja" width="700" height="466" /></p> <p>Berbeda dengan pekerja yang tidak langsung terjun di lapangan, pekerja bangunan tidak mempunyai seragam khusus yang dipakai saat bekerja. Hal ini dikarenakan baju yang dipakai pun nantinya akan kotor dan lusuh, sehingga tidak ada aturan khusus mengenai baju apa yang harus digunakan.</p> <p><br />Namun, memakai seragam saat bekerja juga penting, terlebih pekerja bangunan di lapangan yang seringkali bercampur dengan banyak orang lalu lalang. Agar dapat membedakan mana pekerja dan mana yang bukan, seragam pun bisa digantikan dengan helm. Dengan memakai helm yang mempunyai warna dan tulisan khusus, pekerja bangunan pun jadi lebih mudah untuk diidentifikasi.</p> <h3><br />Jangan lupa pakai helm</h3> <p>Memakai helm saat bekerja di lapangan bisa jadi perbedaan tipis antara kecelakaan dan keselamatan. Apakah alasan sepele seperti gerah bisa jadi alasan sepadan dengan peran penting helm yang melindungi kita saat bekerja? Jadi, jangan lupa pakai terus helm pelindungnya, ya!</p>
Boleh Menghemat Biaya Material, Tapi Jangan Untuk Bangunan Struktural Pada Rumah Tinggal
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, kekuatan bangunan rumah ditentukan oleh kekuatan struktural mulai dari bagian paling bawah, yakni pondasi, sloof, kolom, ring balok, kuda-kuda, dan penutup atap. Hingga bagian non struktural seperti tembok, plesteran, plafon, pasangan keramik, cat, alat saniter, kusen, pintu, jendela, engsel, dll.</p> <p>Seringkali kami mendapatkan pertanyaan yang tampak seolah “menawar” ukuran pondasi dan ukuran besi yang lebih kecil dengan alasan penghematan. Faktor ekonomi tentu akan selalu menjadi perhatian. Namun jika kita menghemat biaya pada pekerjaan pondasi, justru akibatnya di masa depan akan menjadi pemborosan, karena perbaikan struktur yang bermasalah akan lebih sulit dan lebih mahal ketimbang saat pertama kali membangun.</p> <p>Untuk itu, perhatikan hal-hal berikut agar pekerjaan struktur bangunan menjadi kuat dan kokoh:</p> <p>1. Kekerasan tanah yang akan dibangun.</p> <p>Untuk membangun pondasi konvensional dengan batu alam yang berbentuk trapesium, maka galian harus mencapai tanah keras/tanah asli dengan daya dukung sekitar 2 kg/cm2 atau 0,2 N/mm2, ditandai dengan kerasnya cangkulan ketika menggali pondasi serta kepadatan tanahnya. Tanah asli akan berbeda perlakuannya dengan tanah urug.</p> <p>Jika tegangan tanah rendah/gambut masih bisa dicarikan solusi dengan memancang atau membuat bore pile/strauss sampai mencapai tanah keras Sehingga orang tidak lagi takut membangun di atas tanah lunak, karena gaya gesek tiang pancang dengan tanah akan menghasilkan kekuatan daya dukung yang cukup. Terlebih lagi jika memancangnya hingga mencapai tanah keras. Kedalamannya relatif, ada yang 2 meter tetapi ada yang hingga 8 meter.</p> <p>2. Ukuran pondasi</p> <p>Pondasi sederhana berbentuk trapesium untuk rumah tak bertingkat bisa dibuat ukuran bawah 70 cm, ukuran atas 30 cm dan tinggi 70 cm. Campuran yang digunakan 1 semen : 6 pasir.</p> <p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//pondasi hemat/pondasi_2_-_jago_bangunan.jpg" alt="" width="462" height="231" /></p> <p style="text-align: center;">Sumber: dok. Jago Bangunan.</p> <p>Saat ini lebih banyak dibuat pondasi setempat/cakar ayam. Kami kerap mendapat pertanyaan, apakah kuat membangun rumah 1 lantai di atas tanah bergerak dengan pondasi setempat ukuran 60x60 tebal 15 cm dengan besi 8 mm?</p> <p>Dengan kata lain, arah bahasannya adalah penghematan. Namun jika daya dukung tanah cukup kuat, bisa saja dengan ukuran seperti itu dipakai tetapi jarak besi yang 8 mm diperdekat hingga 5 cm-an (lebih rapat) agar menghasilkan kekuatan menahan gaya yang memadai.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//pondasi hemat/pondasi_3_-_jago_bangunan.jpg" alt="" width="338" height="230" />Sumber: dok. Jago Bangunan.</p> <p>Jika kondisi tanahnya bergerak, maka disarankan menggunakan ukuran 80x80 dengan tebal 20 cm, karena semakin luas permukaan telapak pondasi akan semakin kuat ketahanan menerima beban di atasnya, terlebih jika tulangannya memakai besi 12 mm dengan jarak 10 cm. Sehingga tulangan pokok di bawah berjumlah 8 buah x 2 karena bersilangan menjadi 16 buah.</p> <p>Lebih kuat lagi jika ditambah pembesian atas meskipun bagian atas tidak harus pakai 12mm, cukup 10mm saja dan jumlahnya cukup 6 buah x 2 atau 12 buah. Penambahan lapisan atas adalah untuk menahan jika ada momen, karena beban bangunan tidak hanya vertikal saja, terkadang ada juga yang horizontal seperti angin atau gempa atau akibat getaran kendaraan yang lewat.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/tukang-bangunan-juga-harus-bisa-membuat-analisa-rab-latihan-dulu-yuk-">Tukang Bangunan Juga Harus Bisa Membuat Analisa RAB, Latihan Dulu, Yuk!</a></h3> <p>3. Ukuran kolom</p> <p>Kolom di bawah sloof disebut pedestal. Umumnya dibuat ukuran sama dengan kolom yang di atas sloof, untuk bangunan rumah tinggal yang tidak bertingkat bisa diambil ukuran 20x30 dengan besi 4 buah diameter 12 mm. Jika beban besar rumah 2 lantai bisa dipilih ukuran lebih besar 25x35 sedangkan untuk rumah 3 lantai atau lebih dibuat 30x40, dengan besi 6 buah diameter 12 mm.</p> <p>4. Ukuran sloof</p> <p>Ukuran sloof ditentukan oleh jarak kolom.Semakin jauh semakin tinggi ukurannya. Pada bentangan sampai 3,50 meter bisa diambil ukuran 15x30. Untuk bentangan antara 3,50-5,00 diambil ukuran 20x40. Besi yang digunakan 4 buah diameter 12 mm dengan beugel 8mm jarak 15 cm.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//pondasi hemat/pondasi_4_-_jago_bangunan.jpg" alt="" width="789" height="534" />Contoh pedestal, sloof, dan kolom yang dikerjakan sesuai ukuran standar (sumber: dok. Jago Bangunan).</p> <p>5. Ring balok</p> <p>Pada akhir pasangan tembok dipasang balok keliling agar pasangan stabil. Ukuran ring balok pada rumah tidak bertingkat cukup 15x20, besi 4 buah diameter 10 mm dengan beugel 6 mm jarak 15 cm.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/begini-cara-cepat-menghitung-kebutuhan-besi-beton-untuk-pembesian-pondasi-kolom-dan-dak">Begini Cara Cepat Menghitung Kebutuhan Besi Beton Untuk Pembesian Pondasi, Kolom, dan Dak</a></h3> <p>6. Balok struktur</p> <p>Ukuran tinggi balok struktur atau balok yang menahan plat/dak setidaknya 1/12 kali bentangan. Semisal lebar bentangan 5 meter maka tinggi balok 500 cm / 12 = 41,6 cm bisa dibulatkan 40 cm dan lebarnya sebesar setengah tinggi yaitu 40/2= 20 cm sehingga ukuran balok 20/40. Jumlah besi yang lazim adalah 6 diameter 16 mm ulir dan beugel 8 mm jarak 15 cm.</p> <p>7. Plat/dak</p> <p>Tebal standar untuk plat adalah 12 cm agar tidak bergetar, kuat dan juga tidak rembes, namun di lapangan banyak yang ditipiskan menjadi 10 cm bahkan ekstrimnya berani membuat dengan ketebalan 8 cm, akibatnya dak bergetar ketika ada benda bergerak dan tidak nyaman dipakai karena keramiknya banyak yang terlepas/popping akibat lenturan plat.</p> <p>Semua campuran beton untuk pekerjaan struktur rumah tinggal cukup menggunakan perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil.</p> <p>Jika kita berpikir jauh ke depan, penghematan ukuran maupun material untuk membuat bangunan struktural, bukanlah langkah yang tepat. Daripada bermasalah di kemudian hari dan menghabiskan lebih banyak biaya untuk perbaikan, lebih baik sejak awal pekerjaan dilakukan sesuatu standar, bukan?</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/begini-cara-memasang-bore-pile-untuk-pondasi-rumah-bertingkat-sederhana">Begini Cara Memasang Bore Pile untuk Pondasi Rumah Bertingkat Sederhana</a></h3> <p>=====<br />Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Begini Cara Memasang Bore Pile untuk Pondasi Rumah Bertingkat Sederhana
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, bore pile atau strauss merupakan konstruksi sederhana untuk menopang pondasi setempat pada bangunan berlantai 1 atau bertingkat, guna mendapatkan daya dukung yang sesuai dengan berat bangunan yang akan menekannya.</p> <p>Terdapat beberapa tingkat kesulitan dalam pembuatan pondasi setempat:</p> <p>1. Pondasi yang langsung diletakkan di atas galian tanah, berlaku untuk kondisi tanah keras (tegangan ijin sekitar 2 kg/cm2 atau 0,2 N/mm2). Teknik ini yang paling sederhana.<br />2. Pondasi yang diletakkan di atas tiang pancang atau trucuk kayu besi atau tiang pancang dari beton untuk bangunan modern. Teknik ini banyak dilaksanakan di Kalimantan.<br />3. Pondasi yang ditumpangkan di atas bore pile (strauss), prinsipnya sama dengan tiang pancang hanya saja pengerjaannya di lokasi dan secara teknis lebih mudah dikerjakan.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/tukang-bangunan-juga-harus-bisa-membuat-analisa-rab-latihan-dulu-yuk-">Tukang Bangunan Juga Harus Bisa Membuat Analisa RAB, Latihan Dulu, Yuk!</a></h3> <p>Di pulau Jawa, bore pile umumnya dilaksanakan di daerah yang tanahnya lembek seperti tepian empang, sawah atau dataran rendah yang berada di sekitar delta sungai, yang jika pondasinya ditumpangkan langsung di atas galian tanah maka akan ada resiko turun karena daya dukung tanahnya rendah. Pondasinya sendiri umumnya menggunakan konstruksi beton bertulang berbentuk segi empat atau dikenal pondasi sepatu atau cakar ayam.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///BORE PILE/gambar_borpile_1_-_jagobangunan.jpg" alt="" width="800" height="382" /><em>Sumber: Buku Rumah Kokoh Semen Gresik</em></p> <p>Proses pelaksanaan bore pile (strauss:</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///BORE PILE/gambar_borpile_2_-_jagobangunan.jpg" alt="" width="806" height="352" /><em>Sumber: Buku Rumah Kokoh Semen Gresik</em></p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///BORE PILE/gambar_borpile_3_-_jagobangunan.jpg" alt="" width="809" height="367" /><em>Sumber: Buku Rumah Kokoh Semen Gresik</em></p> <p style="text-align: center;"><em><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///BORE PILE/gambar_borpile_4_-_jagobangunan.jpg" alt="" width="809" height="389" /></em><em>Sumber: Buku Rumah Kokoh Semen Gresik</em></p> <p>Pemasangannya didahului dengan menggali tanah berbentuk segi empat seluas telapak pondasi yang akan dibuat. Telapak ini dinamakan juga pur atau footplat. Dalamnya galian sekitar 0,80 hingga 1,60 meter, menyesuaikan tanahnya agar didapat kondisi yang tidak becek sehingga proses pengerjaan nyaman.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/gampang-banget-begini-cara-menghitung-kebutuhan-material-untuk-pasangan-pondasi-dari-batu-alam">Gampang Banget, Begini Cara Menghitung Kebutuhan Material untuk Pasangan Pondasi dari Batu Alam</a></h3> <p>Setelah digali, kemudian dibor menggunakan alat sederhana diputar menggunakan tenaga manusia. Diameter bor umumnya 30 cm dengan kedalaman sekitar 2-6 meter menyesuaikan kondisi tanah dan kekuatan yang diharapkan mampu untuk menopang beban bangunan di atasnya. Jumlah lubang bornya pun bervariasi menyesuaikan berat ringannya bangunan, terkadang hanya 1 buah namun ada juga dalam satu footplat mencapai 8 buah.</p> <p>Rangkaian besi biasanya dibuat dari besi ulir diameter 16 mm berjumlah 6 buah, dengan beugel/cincin spiral diameter 20 cm dan menggunakan besi polos diameter 8 mm, dengan jarak sekitar 15 cm dan diikat kuat dengan kawat ikat/bendrat.</p> <p>Terkadang lubang bor terdapat air, untuk itu cara penecorannya bisa dimasuki pipa PVC diameter 6 inch agar beton mudah masuk ke dalam lubang bor. Jangan lupa ditusuk-tusuk pakai kayu keras atau pipa galvanis diameter 1,25 inch agar hasil pengecoran benar-benar padat. Kepadatan inilah yang menjadikan ikatan antara beton dengan tanah menjadi kuat sehingga mampu menahan gaya di atasnya. Secara perlahan-lahan pipa diangkat seiring dengan ketinggian cor pada lubang bor hingga mencapai permukaan.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/ternyata-kekuatan-bangunan-bergantung-pada-komponen-stuktural-ini-kenali-yuk-">Ternyata Kekuatan Bangunan Bergantung pada Komponen Stuktural Ini, Kenali, Yuk!</a></h3> <p>=====<br />Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Tukang Bangunan Juga Harus Bisa Membuat Analisa RAB, Latihan Dulu, Yuk!
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>Pembuatan RAB untuk rumah berbeda dengan pekerjaan irigasi, jalan, atau jembatan, karena item pekerjaannya berbeda. Setiap analisa memiliki angka atau koefisien kebutuhan bahan, dan koefisien besarnya upah harian yang ditentukan berdasarkan kesepakatan bersama antara para pengguna jasa (pemerintah/swasta/perorangan) dan penyedia jasa (konsultan, pengawas, pemborong).</p> <p>Kedua pihak mengadakan penghitungan bersama guna menentukan besaran koefisien baik untuk besaran material maupun upah atau sewa peralatan. Untuk pekerjaan swasta bisa saja tidak menggunakan analisa tersebut. Namun jika timbul perselisihan maka akan kesulitan ketika mengadu ke pengadilan, karena patokannya berbeda dengan peraturan menteri yang berlaku, biasanya mereka mengadu ke Arbitrase.</p> <p>Pada zaman Hindia Belanda tepatnya tanggal 28 Februari 1921 Burgerlijke Openbare Werken (BOW) atau sekarang disebut Dinas Pekerjaan Umum, mengeluarkan peraturan No. 5372 A, sebagai tonggak sejarah adanya standarisasi Analisa Harga Satuan. Peraturan ini mengalami perubahan, disesuaikan dengan kemajuan pembangunan serta munculnya bahan-bahan baru di masyarakat, seperti adanya triplek, keramik, batu hias, bata ringan, baja ringan dsb yang pada saat itu belum ada.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/pondasi-setempat-solusi-terbaik-untuk-tanah-bergerak">Pondasi Setempat, Solusi Terbaik untuk Tanah Bergerak</a></h3> <p>Perkembangan terakhir, dikeluarkannya Peraturan Menteri Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (Permen PUPR) No 28 tahun 2016. Untuk pekerjaan pemerintah, maka panduannya harus mengacu pada koefisien tersebut, meskipun kadangkala mengalami keganjilan atau kurang sesuai dengan fakta di lapangan.</p> <p>Untuk itu, terkadang harus pandai memasukkan harga satuan agar harga akhirnya wajar. Sering terjadi upah pekerja yang dibayarkan Rp80.000/hari. Namun jika angka tersebut dimasukkan, maka harga akhir menjadi terlalu mahal, sehingga khawatir tidak menang tender. Karenanya, dapat diturunkan menjadi Rp70.000/hari agar harga akhir tidak melampaui pagu yang ditetapkan.</p> <p>Saat ini hampir semua proyek pemerintah sudah menerapkan E-Procurement atau pengadaan barang lewat lelang elektronis, sehingga tidak perlu lagi menyetorkan dokumen yang sangat tebal ketika lelang.</p> <p>Contoh Analisa Harga Satuan:</p> <p>Pembuatan 1 m3 pondasi batu belah campuran 1 semen : 6 pasir:</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///ANALISA HARGA SATUAN/1_-_analisa_harga_satuan_-_jago_bangunan.jpg" alt="" width="758" height="473" /><em>(Sumber: Dok. Jago Bangunan)</em></p> <p>Analisa tersebut hanya salah satu contoh item saja. Masih banyak sekali analisa lainnya.</p> <p>Koefisien batu belah = 1,200 m3, semen = 117 kg dan pasir 0,561 m3 dihitung berdasarkan perhitungan yang teliti, baik melalui percobaan maupun pengamatan di lapangan. Koefisien untuk pekerjaan konvensional tersebut sudah ada sejak dikeluarkannya analisa BOW. Demikian juga untuk koefisien tenaga.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/ternyata-kekuatan-bangunan-bergantung-pada-komponen-stuktural-ini-kenali-yuk-">Ternyata Kekuatan Bangunan Bergantung pada Komponen Stuktural Ini, Kenali, Yuk!</a></h3> <p>Sebanyak 1,500 tenaga dan 0,600 tukang, artinya dalam bekerja 1 tukang dibantu 2 tenaga dan dalam sehari harus bisa memasang 1:0,600 = 1,677 m3. Dalam praktiknya, akan ada lebih banyak pasangan pondasi dipasang, bisa mencapai 2 hingga 4 m3. Sehingga pemborong secara teori akan mendapat untung dari pekerjaan pondasi ini, jika cuaca maupun situasi mendukung.</p> <p>Angka kepala tukang 0,060, maksudnya dalam sehari seorang kepala tukang bisa mengawasi 0,600: 0,0060 = 10 tukang dan bisa mengawasi 1,500 : 0,0600 = 25 pekerja. Seorang mandor dalam sehari bisa mengawasi 0,600:0,075 = 8 tukang dan 1,500:0,075 = 20 pekerja.</p> <p>Untuk RAB Pembangunan rumah, urutannya sebagai berikut:</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///ANALISA HARGA SATUAN/2_-_analisa_harga_satuan_-_jago_bangunan.jpg" alt="" width="755" height="1137" /><em>(Sumber: Dok. Jago Bagunan)</em></p> <p>Serta masih banyak lagi item-item berikutnya.</p> <p>Dari uraian per item tersebut, kemudian dibuatkan rekapitulasi sebagai berikut:</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///ANALISA HARGA SATUAN/3_-_analisa_harga_satuan_-_jago_bangunan.jpg" alt="" width="760" height="1001" /><em>(Sumber: Dok. Jago Bangunan)</em></p> <p>Hal yang paling memakan energi adalah membuat perhitungan volume, karena memerlukan ketelitian dan kesabaran, serta cukup pandai dalam matematika/ilmu hitung. Demikian sekilas pengetahuan tentang RAB, semoga bermanfaat. Selamat mencoba.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/cara-menghitung-kebutuhan-material-untuk-pekerjaan-plesteran">Cara Menghitung Kebutuhan Material Untuk Pekerjaan Plesteran</a></h3> <p>=====<br />Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Pondasi Setempat, Solusi Terbaik untuk Tanah Bergerak
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>Pada daerah yang kondisi tanahnya bergerak atau lembek, ketika musim hujan tanahnya seolah menyatu, namun ketika musim kemarau akan retak-retak selebar hampir 15 cm. Hal ini dikarenakan air menguap dan butiran tanah tidak ada lekatan. Kedalaman retakan ada yang mencapai 1,50 meter untuk daerah yang ekstrim.</p> <p>Situasi dan kondisi seperti ini kurang cocok jika dibuat pondasi dari pasangan batu kali, karena untuk mencapai tanah keras dan stabil harus menggali sampai dalam, hingga kira-kira 1,60 meter. Pada kedalaman tersebut diasumsikan mencapai tanah yang “sehat”, yakni sudah stabil da tidak retak ketika musim panas dengan tegangan ijin sekitar 2 kg/cm (0,2 N/mm2).</p> <p>Kedalaman pondasi akan menyebabkan borosnya biaya karena bertambahnya kebutuhan batu, pasir, dan semen. Bahkan ada yang mencapai 2-3 kali dibanding kebutuhan material pondasi pada tanah yang stabil dengan kedalaman sekitar 80 cm.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/berapa-biaya-pengerjaan-fasad-berbahan-aluminium-composite-panel-acp-begini-cara-menghitungnya">Berapa Biaya Pengerjaan Fasad Berbahan Aluminium Composite Panel (ACP)? Begini Cara Menghitungnya</a></h3> <p>Masalah pemasangan pondasi batu alam ini juga terjadi di kota-kota besar, meskipun bukan karena alasan tanah yang retak, namun harga batu kali atau batu gunung semakin hari semakin mahal karena sulit didapat. Jika ada pun ternyata biaya angkut sudah mahal.</p> <p>Solusi terbaik adalah mengganti pondasi lajur (batu alam) yang berbentuk trapesium dengan pondasi setempat/pondasi telapak/footplat. Pondasi ini juga lazim disebut dengan pondasi cakar ayam. Meskipun istilah cakar ayam kurang tepat, namun sudah terlanjur populer dan yang terpenting pengertiannya dapat dipahami dengan benar.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///PONDASI SETEMPAT/1.jpeg" alt="" width="755" height="1006" /><em>Pondasi setempat untuk bangunan tidak bertingkat, tulangan rangkap diameter 12 mm kolom ukuran 20x20 (Sumber: dok. recovery tsunami Aceh / Jago Bangunan).</em></p> <p>Pondasi setempat tidak melulu untuk bangunan tingkat. Untuk bangunan 1 lantai pun juga cocok. Jarak ideal antara satu pondasi ke pondasi lainnya adalah 3-4 meter, dengan ukuran sekitar 80 cm x 80 cm x tebal 20 cm. Bisa juga ukurannya tidak bujur sangkar, tetapi persegi misal 70 cm x 90 cm x tebal 20 cm.</p> <p>Jika kondisi tanahnya gambut atau berlumpur, maka sebelum dicor, pondasi bagian bawahnya dipasang trucuk dahulu dengan kedalaman antara 2-5 meter melihat kondisi tanah setempat. Trucuk itu bisa digunakan bambu Ori yang tua atau kayu gelam/dolken/kayu ulin dengan jumlah sekitar 9 hingga 16 buah per titik pondasi sesuai kebutuhan.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/gampang-banget-begini-cara-menghitung-kebutuhan-material-untuk-pasangan-pondasi-dari-batu-alam">Gampang Banget, Begini Cara Menghitung Kebutuhan Material untuk Pasangan Pondasi dari Batu Alam</a></h3> <p>Cara ini sangat lazim dilakukan di Kalimantan yang kondisi tanahnya labil. Untuk pemancangan bisa dilakukan secara konvensional menggunakan kerekan dan pemberat, kemudian dinaikkan dan diturunkan agar memukul ujung kayu bagian atasnya, kemudian trucuk masuk ke dalam tanah (dipancang).</p> <p>Pada bangunan besar dan bertingkat tinggi, trucuk ini digantikan dengan tiang pancang atau borpile. Ada juga yang menyebut dengan teknik Strauss. Bedanya, kalau tiang pancang adalah tiangnya sudah dicetak dulu, baru dipancangkan. Sedangkan borpile maka tanah dibor dahulu, kemudian dipasang rangkaian besi dengan beugel spiral baru dimasukkan adukan beton, serta dipadatkan.</p> <p><img src="/images/cms///PONDASI SETEMPAT/3.jpeg" alt="" width="260" height="372" /><img src="/images/cms///PONDASI SETEMPAT/4.jpeg" alt="" width="397" height="356" /></p> <p style="text-align: center;"><em>(Sumber: dok. recovery tsunami Aceh / Jago Bangunan).</em></p> <p>Pembesian untuk pondasi setempat ini, jika hanya mengantisipasi gaya vertikal, maka cukup dipasang bagian bawahnya saja. Namun, untuk mengantisipasi terjadinya gempa yang mengakibatkan adanya gaya horizontal dan dapat membahayakan pondasi, maka lebih aman dipasang tulangan rangkap.</p> <p>Jika rumah tinggal baik 1 atau 2 lantai, dapat digunakan besi berdiameter 12 mm, dengan jarak sekitar 10-12 cm. Perlu diingat bahwa selimut beton untuk konstruksi di bawah tanah minimal 3 cm. Jika ukuran cor pondasi 80 cm x 80 cm x 20 cm, maka ukuran tekukan besi bagian luarnya adalah 74 cm x 74 cm x 14 cm.</p> <p>Untuk lebar 74 cm, jika jaraknya 10 cm, maka jumlah besinya 74 : 10 = 7,4 (dibulatkan 8 buah), ditambah bagian tepi 1 menjadi 9 buah. Dikarenakan 2 arah, maka jumlah besinya = 2 x 9 = 18 buah. Panjang 1 tekukan besi = (2x0,74)+ (2 x0,14) + kait (2x 0,10) = 1.48 + 0,28 + 0,20 = 1.96 meter.</p> <p>Jika satu pondasi jumlahnya 18 buah, maka kebutuhan panjangnya = 18 x 1,96 = 35,28 meter. jika 1 batang besi dianggap panjang minimal adalah 10,70 meter (termasuk bagian yang terbuang), maka per pondasi memerlukan 35,28 / 10,70 = 3,3 batang.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/beri-kesan-ruangan-modern-dan-mewah-dengan-lantai-dan-dinding-batu-granit">Beri Kesan Ruangan Modern dan Mewah Dengan Lantai dan Dinding Batu Granit</a></h3> <p>Untuk lebih mudahnya, kita hitung dengan 3,3 batang/per titik. Jika bangunan 6 m x 6 m memerlukan pondasi 9 titik, maka keperluan besi = 9 x 3,3 = 29,7 dibulatkan 30 batang.</p> <p>Selanjutnya, kita beranjak pada penghitungan terkait kolom. Jika rumah tidak lebih dari satu lantai, cukup ukuran 20 x 20 saja. Meski demikian, pondasi ini sebenarnya juga sesuai untuk bangunan bertingkat. Jika memang nantinya ada rencana untuk menambah lantai, maka pasanglah kolom dengan ukuran cukup besar, yakni 20 x 30, dengan besi minimal 12 mm berjumlah 6 buah. Jika dananya cukup, bisa dipasang besi ulir D-13 berjumlah 6 buah, sehingga konstruksinya akan sangat kuat.</p> <p>Memang beugel bisa saja menggunakan besi 6 mm dengan jarak 15 cm. Namun untuk bangunan bertingkat lebih aman jika menggunakan besi diameter 8 mm dan jarak sekitar 17 cm, atau maksimal 20 cm.</p> <p>Untuk sloof, karena sloofnya menggantung, maka pasang sloof dengan dimensi agak tinggi. Yakni antara 30 - 35 cm dengan lebar 15-20 cm, sehingga cukup kaku ketika dibebani dinding batako, bata merah, atau bata ringan. Untuk besi, sebaiknya gunakan besi 12 mm sebanyak 6 buah, dengan beugel sama dengan kolom, yaitu diameter 8 mm jarak 17 cm.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///PONDASI SETEMPAT/5.jpeg" alt="" width="275" height="260" /><img src="/images/cms///PONDASI SETEMPAT/6.jpeg" alt="" width="404" height="261" /><br /><em>Sloof gantung, ukuran 20x30 tulangan pokok diameter 12 berjumlah 6 buah atau besi ulir D-13 (Sumber: dok. recovery tsunami Aceh / Jago Bangunan).</em></p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///PONDASI SETEMPAT/7.jpeg" alt="" width="761" height="507" /><em>Kolom dan sloof tanpa pasangan batu kali di bawahnya, sangat kaku dan siap menahan beban tembok di atasnya (Sumber: dok. recovery tsunami Aceh / Jago Bangunan).</em></p> <h3>Baca Juga:<a href="/article/read/5-inspirasi-desain-rumah-modern-minimalis-1-lantai-dengan-bentuk-atap-pelana-elegan-banget-tanyapakjago"> 5 Inspirasi Desain Rumah Modern Minimalis 1 Lantai Dengan Bentuk Atap Pelana, Elegan Banget! #TanyaPakJago</a></h3> <p>=====<br />Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Berapa Biaya Pengerjaan Fasad Berbahan Aluminium Composite Panel (ACP)? Begini Cara Menghitungnya
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>Fasad adalah bagian luar suatu bangunan, yang secara arsitektural sangat menentukan keindahan bangunan secara keseluruhan. Bangunan yang kuat secara konstruksi akan sangat disayangkan jika tampilannya kurang menarik. Namun demikian, membuat bangunan yang mementingkan penampilan saja tanpa memperhatikan kekuatan bahan yang digunakan juga tidak baik, akan membuat bangunan cepat lapuk.</p> <p>Rancangan Anggaran Biaya (RAB) untuk fasad kadang harus dibuat sendiri, karena jika mengikuti SNI maka banyak perbedaan atau bahkan tidak ditemukan rincian yang tepat, mengingat spesifikasi untuk fasad sekarang ini sangat bervariasi. Ada model kaca tebal dengan frame aluminium yang terdiri dari beberapa merk dan spesifikasi. Ada bahan dari panel dinding ACP (<em>Aluminium Composite Panel</em>) juga dengan berbagai merk serta ketebalan.</p> <p><img src="/images/cms///fasad/composite-1-jpg1.jpeg" alt="" width="761" height="983" /><em>Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/multicontractor.wordpress.com">sini</a>.</em></p> <p>Demikian pula dengan dinding. Ada yang dari zincalume/galvalum, dinding dari batu alam dengan aneka motif, mulai dari batu alam biasa, batu alam Palimanan, batu Candi, batu Kowal, batu Hias Alor, granit, marmer, granit tiruan (granit berbahan keramik), dan Papan GRC (<em>Glassfiber Reinforced Concrete</em>). Perkembangan tersebut tidak semua bisa tertampung dalam analisa SNI.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/cara-membuat-kolam-renang-mini-berukuran-3m-x-9m-cocok-untuk-keluarga">Cara Membuat Kolam Renang Mini Berukuran 3m x 9m, Cocok Untuk Keluarga</a></h3> <p>Namun pada prinsipnya, RAB harus dibuat berdasarkan:</p> <p>1. Harga material pokok yang digunakan, misal akan memasang dinding ACP, maka cari dulu harga ACP yang ditawarkan disertai warna yang dipilih. Material pokok harus ditambah material tambahan, misal berupa frame dari besi hollow dengan ketebalan tertentu.</p> <p>2. Biaya sewa peralatan yang diperlukan, mulai perancah/<em>scaffolding</em> (ada kalanya pemasangan kaca memerlukan banyak perancah karena gedungnya tinggi), mesin potong, mesin bor, kerekan, dsb.</p> <p><img src="/images/cms///fasad/ACP-JOGJA.jpg" alt="" width="768" height="576" /><em>Warna-warni ACP (Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/advertisingjogja.com">sini</a>).</em></p> <p>3. Upah Pemasangan hingga pembersihan bekas serpihan, karena setelah kaca dipasang, maka harus dibersihkan hingga cling dan sisa-sisa material juga harus dibereskan.</p> <p>4. Biaya pengiriman/transportasi, jarak yang jauh tentu memerlukan waktu perjalanan yang lebih lama dan biaya pengiriman yang lebih mahal.</p> <p>5. Terakhir, harus memperhitungkan resiko dan keuntungan. Seorang pemborong harus menyiapkan mental siap kalah dan siap menang. Tentu kita semua ingin menang, sehingga biaya yang kita tawarkan cukup untuk membiayai kebutuhan no. 1-4 di atas, dan masih ada sisa sebagai keuntungannya. Namun kadang kita melakukan salah hitung atau ada kejadian di luar prediksi, hingga mengalami kerugian.</p> <p><img src="/images/cms///fasad/3.jpg" alt="" width="761" height="571" /><em>Proses pemasangan ACP (sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/sejasa.com">sini</a>).</em></p> <p>Berikut contoh membuat analisa harga satuan ACP dalam satuan per m2 dengan ketinggian normal hingga 6 meter.</p> <p>Aluminum composite 1,100 m2 @Rp500.000 = Rp550.000<br />Besi hollow 4m x 4m galvanis 0,800 btg @Rp120.000 = Rp96.000<br />Bracket siku/spigot/stiffener 0,267 btg @Rp65.000 = Rp17.355<br />Paku sekrup beton 0,190 kg @Rp 24.000 = Rp4.560<br />Sealant 0,250 tube @Rp28.000 = Rp7.000+<br />Subtotal Material = Rp674.915.</p> <p>Peralatan dan alat bantu:</p> <p>Sewa scaffolding 0,020 set @Rp120.000 = Rp2.400<br />Penggunaan listrik 1,000 LS @Rp7.500 = Rp7.500<br />Alat Gerinda, bor, gergaji 1,000 LS @Rp12.000 = Rp12.000<br />Subtotal Peralatan dan alat bantu = Rp21.900.</p> <p>Upah kerja:</p> <p>Pekerja 0,390 OH @Rp110.000 = Rp39.000<br />Tukang las/besi 0,700 OH @Rp130.000 = Rp91.000<br />Kepala Tukang besi 0,070 OH @Rp160.000 = Rp11.200<br />Mandor 0,007 OH @Rp200.000 = Rp1.400<br />Subtotal Upah kerja = Rp146.500</p> <h3><a href="/article/read/ternyata-kekuatan-bangunan-bergantung-pada-komponen-stuktural-ini-kenali-yuk-">Baca Juga: Ternyata Kekuatan Bangunan Bergantung pada Komponen Stuktural Ini, Kenali, Yuk!</a></h3> <p>Harga per m2 lengkap = Rp674.915 + Rp21.900 + Rp146.500 = Rp843.315.<br />Harga tersebut belum termasuk resiko dan keuntungan (overhead proyek) yang biasanya diambil 10% atau 10%x Rp 843.315 = Rp 84.331,5.<br />Sehingga harga penawaran adalah Rp843.315 + Rp84.331,5 = Rp927.646,50.</p> <p><img src="/images/cms///fasad/4.jpg" alt="" width="763" height="508" /><em>Fasad yang menggunakan bahan ACP (sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/arsitag.com">sini</a>).</em></p> <p>Catatan:</p> <p>Ada kalanya harga keuntungan dan resiko diselipkan pada harga material, sewa peralatan, maupun upahnya, sehingga tidak lagi menambahkan 10% di belakangnya. Tergantung kebiasaan di proyek masing-masing.<br /> <br />Bagaimana dengan perhitungan pemasangan batu alam, granit, kaca, dsb? Kita bisa mereka-reka sendiri berdasarkan pengalaman di lapangan, karena hukum pasar berlaku jika harga kita kompetitif, mengingat dunia usaha sekarang persaingannya sudah sangat ketat.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/begini-cara-menghitung-kebutuhan-material-pemasangan-tembok-bata-merah">Begini Cara Menghitung Kebutuhan Material Pemasangan Tembok Bata Merah</a></h3> <p>=====<br />Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Cara Membuat Kolam Renang Mini Berukuran 3m x 9m, Cocok Untuk Keluarga
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>Kolam renang mini merupakan kolam renang yang biasanya dibangun di perumahan pribadi dan hanya digunakan oleh keluarga, dengan kedalaman ideal 1,20 m hingga 2,50 m. Untuk membuat kolam renang yang bagus dan tidak bocor maka lantai dan dindingnya dibuat dari konstruksi beton bertulang dengan ketebalan 20 cm, menggunakan tulangan doubel diameter 12 mm, jarak 15 cm.</p> <p>Hal yang perlu diperhatikan adalah area paling rawan rembes, yakni sambungan antara lantai dengan dinding. Untuk itu, cara pengerjaannya harus teliti agar hubungannya menyatu, sehingga tidak ada celah untuk merembesnya air. Kualitas beton minimal K-200 dengan menambahkan super plastisier, bahan campuran semen, agar betonnya plastis, tidak keropos, padat, dan tidak ada celah-celah yang menyebabkan bocor.</p> <p><strong>Konstruksi Kolam Renang Mini</strong></p> <p><img src="/images/cms///KOLAM RENANG MINI/4.jpg" alt="" width="759" height="424" /><em>Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/bangun-rumah.com">sini</a>.</em></p> <p>Pembuatan bekisting untuk dinding cukup besar biayanya karena memerlukan banyak kayu untuk pengaku. Pengaku ini dibutuhkan agar ketika dicor, bekisting dinding tidak jebol. Tekanan dinding beton ketika dicor dengan ketinggian 1,50 m cukup besar, sehingga harus dibuat dari triplek dengan ketebalan 18 mm dan diperkuat balok kayu 6/12 berdiri dengan jarak 40 cm. Pada bagian belakang balok berdiri juga harus disokong oleh balok 6/12 mendatar pada ke dua sisinya, serta dipasang separator untuk menjaga jarak dan menjaga ketebalan dinding agar tidak terjadi lendutan.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/begini-cara-cepat-menghitung-kebutuhan-besi-beton-untuk-pembesian-pondasi-kolom-dan-dak">Begini Cara Cepat Menghitung Kebutuhan Besi Beton Untuk Pembesian Pondasi, Kolom, dan Dak</a></h3> <p>Setelah lantai dan dinding selesai dicor, langkah selanjutnya adalah memasang keramik yang cukup tebal dan bermutu tinggi karena area ini akan selalu terendam air. Adukan untuk memasang keramik dupayakan menggunakan semen instan yang memiliki daya lekatan lebih tinggi.</p> <p><img src="/images/cms///KOLAM RENANG MINI/8.jpg" alt="" width="761" height="363" /><em>Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/tukangkolamrenang.com">sini.</a></em></p> <p>Namun jika dana tak mencukupi, ada solusi lain yang bisa dicoba. Pada lantai dan dinding dipasang tembok 1 bata dengan campuran 1 semen : 4 pasir, agar kuat dan tahan terhadap pengaruh air. Selanjutnya, bagian tersebut diplester 3 cm. Caranya dikamprat dulu memakai adukan 1 semen : 3 pasir, kemudian dipasang kawat ayam guna menahan retakan plesteran. Setelah itu diplester lagi dengan campuran 1 semen : 4 pasir, lalu dipasang keramik. Letak kawat ayam ini berada di tengah-tengah tebal plesteran. Tentu saja jika ada gerakan tanah semisal gempa maka konstruksi ini rawan retak karena tidak sekuat beton bertulang.</p> <p>Pada bagian bawah/lantainya dibuat miring 1% menuju salah satu sudut guna memudahkan pembersihan ketika sedang dikuras. Pada bagian sudut tersebut dibuat penurunan 30 cm dengan panjang 40 cm x lebar 40 cm, untuk meletakkan pompa submersible agar semua air tersedot. Hal ini perlu dilakukan agar pada saat akhir pengurasan, diharapkan semua air menuju sudut tersebut sehingga memudahkan pembersihannya.</p> <p><img src="/images/cms///KOLAM RENANG MINI/7.jpg" alt="" width="765" height="573" /><em>Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/butterflypool.com">sini.</a></em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/mau-bikin-tandon-air-beton-di-bawah-tanah-ini-rincian-material-dan-biayanya">Mau Bikin Tandon Air Beton di Bawah Tanah? Ini Rincian Material dan Biayanya</a></h3> <p>Untuk pemasangan tangga naik/turun yang berbahan stainless steel pada dinding juga perlu diperhatikan. Jangan sampai menyebabkan bocor. Lebih baik menggunakan dynabolt supaya lubangnya tidak terlalu dalam, hanya kisaran 6 cm saja dari permukaan keramik.</p> <p><strong>Cara Mengisi Air Kolam Renang Mini</strong></p> <p>Air untuk mengisi kolam renang bisa dari air PDAM atau dari sumber mata air tertentu. Bisa juga diambil dari sumur bor yang debitnya cukup besar, agar ketika diadakan pengisian tidak terlalu lama. Volume air sebanyak 9 m x 3 m x 1,5 m = 40,5 m3, ini terbilang cukup banyak.</p> <p><img src="/images/cms///KOLAM RENANG MINI/6.jpg" alt="" width="762" height="476" /><em>Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/denipriszc.blogspot.com">sini.</a></em></p> <p>Jika pompa pengisinya berkapasitas 40 liter per menit, maka setiap jam hanya mendapatkan air sebanyak 60 menit x 40 liter = 2.400 liter (2,4 m3). Sehingga untuk mengisi kolam diperlukan waktu = 40,5 : 2,4 = 16,8 jam dan ini terbilang terlalu lama.</p> <p>Karenanya, pengisian cukup 1 malam (kisaran 10 jam) saja. Jika dipilih pompa dengan kapasitas 70 liter/menit, maka setiap jam mendapatkan air = 60 x 70 = 4.200 liter (4,2 m3). Sehingga diperlukan waktu = 40,5 : 4,2 = 9,6 jam, tidak terlalu lama. Semakin besar kapasitas pompa, maka semakin cepat waktu pengisiannya.</p> <p>Jika kolam sudah penuh, maka diperlukan pompa sirkulasi guna menjaga kesegaran air serta menambah kandungan 02 (oksigen) agar airnya sehat karena sering bergerak. Pompa sirkulasi ini ada yang dibuat mirip pancuran alam agar seolah-olah air yang datang berasal dari pegunungan. Bisa saja disalurkan dengan pipa buatan yang menyerupai bentuk bambu agar terkesan natural.</p> <p><img src="/images/cms//KOLAM RENANG MINI/9.jpg" alt="" width="762" height="571" /><em>Sumber: di <a href="/backend/cms/article/article/desainrumahkita.blogspot.com">sini.</a></em></p> <p>Untuk tumpuan loncatan pada bagian tengah-tengah dari lebar kolam, bisa dipilihkan kayu tebal yang tahan air, seperti kayu kamper, bengkirai, atau kayu merbau, dengan lebar sekitar 50 cm serta ketebalan 6 cm. Caranya dengan menyambung kayu berukuran 6/15 sebanyak 4 batang ke samping. Sistem sambungan lidah dan alur menggunakan lem PVAC yang kadarnya 50%, sehingga sangat lekat. Namun dengan catatan kayu yang akan dilem sudah dalam kondisi kering.</p> <p>Keuntungan tempat loncatan dari kayu adalah sifat lentur yang cukup nyaman untuk pijakan ketika meloncat ke kolam, dan bisa dibuat garis-garis agar tidak licin ketika diinjak. Untuk tumpuan juga tersedia bahan sintetis dari fiberglass atau PVC yang dijual di toko peralatan renang, tinggal memilih selera serta warna yang cocok.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/gampang-banget-begini-cara-menghitung-kebutuhan-material-untuk-pasangan-pondasi-dari-batu-alam">Gampang Banget, Begini Cara Menghitung Kebutuhan Material untuk Pasangan Pondasi dari Batu Alam</a></h3> <p>=====<br />Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi #SahabJagoBangunan melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Begini Cara Cepat Menghitung Kebutuhan Besi Beton Untuk Pembesian Pondasi, Kolom, dan Dak
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>Pada proyek-proyek besar, tukang besi sudah tak perlu pusing dengan hitungan kebutuhan besi, karena kini sudah ada daftar potong (binstat) yang berisi letak tulangan, panjang potongan, bentuk tekukan, jumlah dan diameter tiap jenis tulangan, sehingga pelaksanaan pembesian menjadi sangat mudah. Daftar potong tersebut dibuat oleh staf engineering yang sudah sangat berpengalaman dan menggunakan software yang canggih, sehingga tingkat kekeliruannya kecil dan ketika besi dirangkai hasilnya sangat presisi.</p> <p>Namun pada bangunan rumah sederhana, jarang sekali tersedia daftar potong tersebut, bahkan gambar pembesiannya pun sering tidak tersedia. Sehingga tukang bangunan dituntut untuk bisa menentukan bentuk dan ukuran pembesian serta dapat menghitung sendiri kebutuhan besinya. Berikut ini adalah cara menghitung pembesian untuk bangunan rumah sederhana.</p> <p><strong>1. Pembesian pondasi footplat/sepatu/cakar ayam</strong></p> <p>Pembesian untuk pondasi footplat umumnya berbentuk segi empat atau bujur sangkar. Pembesian yang utama adalah bagian bawah karena bagian ini menahan beban dari atas (kolom), dan menahan desakan tanah dari bawah. Namun banyak juga yang memasang pembesian dobel, bagian atas dan bagian bawah sekaligus agar merasa aman meskipun kadang berlebihan. Ukuran pondasi foot plat rumah tinggal ukuran yang lazim adalah 80cm x 80cm x tebal 20cm. Pembesiannya dua arah (bersilangan) biasanya digunakan besi 12 mm berjumlah 7 hingga 9 buah, tergantung besar kecilnya beban dari atas.</p> <p><strong>- Pembesian tunggal (bawah saja):</strong></p> <p><img src="/images/cms///PEMBESIAN/1__FOOTPLAT_SINGLE.jpg" alt="" width="760" height="1076" /><em>Sumber: dok. Jago Bangunan</em></p> <p>Pada pembesian tunggal, jika jumlah besi 7 buah maka jumlahnya dikalikan 2 karena bersilangan, jumlah 7 x 2= 14 buah. Panjang besi = 80 cm – deking 3 cm kanan – 3 deking kiri = 74 cm, ditambah kait melengkung sekitar 10 cm kanan kiri, sehingga panjang besi ketika dipotong = 74 + 10 +10 = 94 cm (=0,94 m). Tebal deking ini umumnya antara 3-5 cm karena terletak di bawah tanah. Satu buah footplat memerlukan besi 14 buah x 0,94 m =13,16 meter. Jika satu rumah ada 12 footplat maka panjang total = 13,16 x 12 = 157,92 m.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/ternyata-kekuatan-bangunan-bergantung-pada-komponen-stuktural-ini-kenali-yuk-">Ternyata Kekuatan Bangunan Bergantung pada Komponen Stuktural Ini, Kenali, Yuk!</a></h3> <p>Panjang besi secara teori standarnya 12 meter, namun di toko bangunan terdapat bermacam-macam ukuran. Mulai 10,80 m hingga 11,90 m, dan hanya ada satu dua yang benar-benar 12 meter. Agar tak salah menghitung, maka kita anggap saja panjangnya 11 meter, sehingga diperlukan = 157,92 : 11 = 14,35 batang atau dibulatkan 15 batang.</p> <p><strong>- Pembesian ganda (atas bawah):</strong></p> <p><img src="/images/cms///PEMBESIAN/2__FOOTPLAT_DOUBEL.jpg" alt="" width="756" height="1070" /><em>Sumber: dok. Jago Bangunan</em></p> <p>Pada pembesian ganda biasanya besinya dibuat segi 4 melingkar, panjang mendatar 74 cm. Lalu, dikarenakan tebal pondasi 20 cm maka tinggi pembesian luar dikurangi deking = 20-3-3 = 14 cm, sehingga panjang total menjadi = (2x74) + (2x14) = 148 + 28 = 176 cm. Panjang ini masih harus ditambah kait masing-masing 8 cm sehingga panjang potongan = 176 + 8 + 8 = 192 cm (=1,92 m).<br />Untuk besi sebanyak 7 buah maka panjang = 7 x 1,92 = 13,44 m.<br />Pembesian arah yang berlawanan tingginya bukan 14 cm, tetapi harus dikurangi 2x diameter (12 mm = 1,2 cm) karena harus masuk ke dalamnya, sehingga tingginya menjadi = 14 - 1,2 - 1,2 = 11,6 cm.<br />Panjang potongan = (2x74) + (2x11,6) + (kait 2 x 8 cm) = 148 + 23,2 + 16 = 187,2 atau dimudahkan 187 cm = (1,87 m).</p> <p>Untuk besi sebanyak 7 buah, maka panjang = 7 x 1,87 = 13,09 m.<br />Jumlah semua = 13,44+13,09 = 26,53 m.<br />Untuk 12 buah footplat panjang besi = 12 x 26,53 = 318,36 m.<br />Jumlah batang = 318,6 : 11 = 28,9 dibulatkan 29 buah.</p> <p><strong>2. Pembesian kolom + sloof + balok</strong></p> <p><img src="/images/cms///PEMBESIAN/3__POTONGAN_KOLOM.jpg" alt="" width="762" height="538" /><em>Sumber: dok. Jago Bangunan</em></p> <p>Ukuran kolom sangat tergantung dari beban yang akan dipikulnya, tidak sama ukuran maupun jumlah besi serta diameternya. Untuk rumah tinggal biasanya menggunakan ukuran 20 x 25 cm dan dipasang besi utama 6 buah diameter 12 mm. Dalam 1 meter berarti diperlukan besi 12 mm = 6 buah x 1 meter = 6 meter.</p> <p>Cincin/beugel yang baik menggunakan besi diameter 8 mm jarak 15 cm. Ukuran beugel jika kolomnya 20 x 25 adalah 15 x 20 (kanan kiri dikurangi 2,5 cm). Panjang 1 beugel = (15 x 2) + (20 x 2) = 70 cm, tetapi harus ditambah ujungnya berbentuk kait sehingga masing-masing ujung ditambah 6 cm, sehingga panjang potongan = 70 + 6 + 6 = 82 cm (=0,82 m).</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/mau-bikin-tandon-air-beton-di-bawah-tanah-ini-rincian-material-dan-biayanya">Mau Bikin Tandon Air Beton di Bawah Tanah? Ini Rincian Material dan Biayanya</a></h3> <p>Dalam 1 meter kolom (100 cm) diperlukan beugel sebanyak = 100 : 15 = 6,7 buah, dibulatkan 7 buah. Panjang besi beugel = 7 buah x 0,82 m = 5,74 m. Misal, tinggi kolom 3,2 meter, ditambah tekukan bawah 0,2 m dan overstek atas 0,6 m panjang potongan 4 meter, jumlah yang akan dipasang 12 buah maka diperlukan:</p> <p>Besi 12 mm = 4 meter x 12 buah x 6 = 288 m, jika panjang besi 11 meter diperlukan besi = 288 : 11 = 26,2 dibulatkan 27 batang.<br />Beugel = 4 m x 12 buah x 5,74 =275,52, jika panjang besi 11 meter diperlukan besi = 275,2 : 11 = 25 batang</p> <p><strong>3. Pembesian plat/dak</strong></p> <p><img src="/images/cms///PEMBESIAN/4__DETAIL_PEMBESIAN.jpg" alt="" width="756" height="535" /><em>Sumber: dok. Jago Bangunan</em></p> <p>Pembesian untuk dak biasanya digunakan besi 10 mm jarak 15 cm bersilangan, sehingga per m2 diperlukan besi = 1/0,15 x 2 = 13,33 m. Pada bagian tumpuan/tepi, bagian atas ada tulangan ekstra, secara empiris diambil 30% dari kebutuhan bawah, jadi per m2 dak diperlukan besi 10 mm sepanjang 13,33 x 1,3 = 17,33 m’.</p> <p>Jika akan membuat dak 6 x 10 atau 60 m2 maka diperlukan besi = 17,33 x 60 = 1.039,8 m.<br />Dihitung jumlah batang = 1.039,8 m : 11 = 94,5 atau dibulatkan 95 batang.</p> <p>Demikian cara perhitungan secara praktis, tentu saja hasilnya akan berbeda dibanding perhitungan menggunakan daftar potong (binstat) yang dibuat oleh ahli pembesian, namun setidaknya kita bisa melakukan penghitungan secara cepat jika ditanya berapa kebutuhan besinya.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/gampang-banget-begini-cara-menghitung-kebutuhan-material-untuk-pasangan-pondasi-dari-batu-alam">Gampang Banget, Begini Cara Menghitung Kebutuhan Material untuk Pasangan Pondasi dari Batu Alam</a></h3> <p>=====<br />Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>