Masuk

Tips

Beranda / Artikel
Search:

Buat Bangunan Lebih Ramah Lingkungan dengan Cara Berikut
<p><span style="font-weight: 400;">Pernahkah Sahabat Jago merasa bahwa bencana alam seperti kebakaran hutan, banjir, kekeringan, dan angin topan akhir-akhir ini menjadi lebih sering terjadi dan lebih besar dari biasanya? Salah satu penyebabnya adalah perubahan iklim yang terjadi di bumi. Banyak hal yang membuat iklim di bumi lebih cepat berubah, seperti polusi udara, pencemaran air, dan pemborosan air. Perubahan ini terjadi secara alami, namun saat ini aktivitas kita ikut mempercepat proses tersebut, baik disadari atau tidak. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Saat kita membuat suatu bangunan, misalnya, polusi udara mau tidak mau akan terjadi dari kendaraan yang mengangkut pasir dari tempat jauh atau penggunaan bahan bangunan yang mencemari lingkungan. Pepohonan yang ditebang untuk membersihkan area bangunan juga membuat suhu udara semakin panas. Walau begitu, bukan berarti membuat bangunan itu tidak bisa ramah lingkungan lho, Sahabat Jago. Pak Jago akan jelaskan lebih lanjut dalam artikel ini.</span></p> <h2><strong>Konsep Bangunan Hijau (<em>Green Building</em>)</strong></h2> <p> <img src="/images/cms//Artikel September 2021/Bangunan Ramah Lingkungan/shutterstock_1091370380-min.jpg" alt="" width="500" /></p> <p><span style="font-weight: 400;">Bangunan hijau (</span><em><span style="font-weight: 400;">green building</span></em><span style="font-weight: 400;">) adalah istilah bagi suatu konsep bangunan yang ramah lingkungan. Hal ini mengacu pada perencanaan bangunan untuk membuat kehidupan lebih baik (baik manusia dan lingkungan) dan berguna untuk generasi berikutnya. Konsep tersebut mencoba melakukan efisiensi pada empat faktor utama: desain struktur bangunan, energi, air, dan material.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Dengan menerapkan konsep bangunan hijau, kita ikut berperan memperlambat perubahan iklim yang sedang terjadi. Bukan hanya itu, kita dapat lebih menghemat energi yang dikeluarkan (seperti listrik dan air), sehingga biaya juga bisa ditekan. Bangunan yang kita tempati juga berpotensi menyimpan nilai jual yang tinggi, karena biaya pemeliharaan yang lebih rendah. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan bila Sahabat Jago ingin mewujudkan bangunan.</span></p> <h2><strong>Pilih Material yang Ramah Lingkungan</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Artikel September 2021/Bangunan Ramah Lingkungan/bata.jpg" alt="" width="500" /></p> <p><span style="font-weight: 400;">Sahabat Jago dapat memanfaatkan bahan bangunan yang mudah didapatkan di sekitaran. Misalnya untuk jenis batu-batuan, yang dapat kita temukan dengan mudah, atau batu bata yang didapat dekat dengan lokasi pembangunan. Jarak sumber material yang dekat dengan lokasi pembangunan memudahkan kita untuk mengurangi polusi udara yang kita hasilkan dari mengangkut material tersebut.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Selain itu, sebaiknya Sahabat Jago memakai material yang sesuai kebutuhan, artinya tidak lebih dan tidak juga kurang. Semakin banyak material yang dipakai, maka dampak untuk lingkungannya juga besar, terlebih lagi bila terlalu berlebihan. Penggunaan material yang berlebihan juga akan semakin memberatkan anggaran, pengeluaran energi dalam bangunan, dan sebagainya.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Untuk menjamin material yang digunakan lebih ramah lingkungan, Sahabat Jago juga dapat memilih material yang lebih ramah lingkungan. Contohnya batu bata atau kayu hasil daur ulang.</span></p> <h2><strong>Hemat Energi Semaksimal Mungkin</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Artikel September 2021/Bangunan Ramah Lingkungan/shutterstock_220877293-min.jpg" alt="" width="500" /></p> <p><span style="font-weight: 400;">Menghemat energi juga merupakan salah satu hal yang bisa dilakukan. Bangunan yang ramah lingkungan tentunya juga menggunakan sumber-sumber energi yang ramah lingkungan dan memaksimalkan energi alami. Penghematan energi juga bisa dilakukan dengan memasang panel surya, memaksimalkan cahaya matahari ke dalam bangunan, dan lain-lain.</span></p> <h2><strong>Kelola Sistem Pengairan</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Artikel September 2021/Bangunan Ramah Lingkungan/shutterstock_588910715-min.jpg" alt="" width="500" /></p> <p><span style="font-weight: 400;">Air bersih merupakan salah satu unsur yang sangat diperlukan oleh manusia, dan dibutuhkan sepanjang masa. Namun, kita dihadapkan pada persoalan pasokan air bersih yang tampaknya semakin berkurang akibat pencemaran. Oleh karenanya, dalam bangunan yang ramah lingkungan kita perlu memastikan sumber air bersih tetap terjaga dan dapat terus digunakan.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Salah satu hal yang dapat kita lakukan adalah memastikan efisiensi air bersih, termasuk cara mendapatkan air dan pengelolaannya. Air bersih dari dalam tanah yang disedot secara berlebihan dapat berdampak pada penurunan muka air tanah. Maka, beberapa cara lain dilakukan seperti mengumpulkan air hujan. Sahabat Jago bisa memanfaatkan air hujan lewat beberapa cara seperti membuat tandon penadah hujan dan lubang biopori di pekarangan.</span></p> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">Demikian tips memastikan bangunan menjadi lebih ramah lingkungan. Ikuti terus informasi seputar konstruksi dan desain bangunan di situs Jago Bangunan dan </span><a href="http://www.facebook.com/jagobangunan"><span style="font-weight: 400;">Facebook Jago Bangunan</span></a><span style="font-weight: 400;">. Sahabat Jago juga bisa berkonsultasi dengan Pak Jago lewat dua situs tersebut bila ada kendala yang perlu diselesaikan.</span></p> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">(Sumber: </span><a href="https://greenbuilding.jakarta.go.id/news/2018/08/09/seberapa-pentingkah-penerapan-konsep-green-building-untuk-indonesia/">1</a>)</p>
Bagaimana Menjaga Diri dari COVID-19 di Proyek Konstruksi?
<p><span style="font-weight: 400;">Pandemi COVID-19 yang sedang melanda dunia membuat segala aspek kehidupan berpengaruh, tak terkecuali dalam hal konstruksi bangunan. Penyebaran virus corona penyebab COVID-19 yang begitu masif bisa dipastikan membuat banyak Sahabat Jago yang terlibat dalam proyek konstruksi seperti rumah, gedung, hingga infrastruktur tidak bisa menjalani aktivitas seperti biasanya. Terlebih lagi di masa PPKM yang mengakibatkan pembatasan di berbagai tempat </span><span style="font-weight: 400;">untuk menekan laju penularannya.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Walau begitu, konstruksi merupakan salah satu bidang yang masuk dalam sektor kritikal selama PPKM. Hal ini memang membuat pekerjaan konstruksi tetap dapat dilakukan seperti biasa, namun penularan virus yang terjadi justru membuat kita sepatutnya semakin waspada. Apa saja yang bisa kita lakukan sebagai pekerja konstruksi untuk menjaga diri agar tidak mudah terpapar virus corona? Berikut Pak Jago beri sedikit bocoran.</span></p> <h2><strong>Sadari COVID-19 Itu Nyata</strong></h2> <p><span style="font-weight: 400;"><img src="/images/cms//Artikel September 2021/Prokes di konstruksi/a55d0ab995295974d3290665c08cbae6.jpg" alt="" width="500" /></span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Banyak di antara kita - termasuk barangkali Sahabat Jago juga - yang tidak menyadari atau bahkan sulit meyakini bahwa COVID-19 itu ada dan nyata. </span><span style="font-weight: 400;">Padahal, baik kita sadari atau tidak, virus corona sudah menyebar ke seluruh dunia dan mungkin sudah ada di sekitar kita. Dengan tingkat penularan yang sangat besar, virus corona bisa menyerang siapa saja dan di mana saja. Termasuk di lokasi proyek, di mana banyak pekerja yang menyelesaikan pekerjaan dalam waktu dan tempat yang sama.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Gelombang lonjakan kasus COVID-19 di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, seharusnya sudah sedikit menyadarkan kita akan bahayanya penyakit ini. Terlebih lagi tak sedikit di antara kita yang harus kehilangan keluarga dan kerabat akibat terpapar COVID-19. Kasus akan semakin melonjak, salah satunya, apabila kita terlalu abai dengan ancaman virus yang ada di sekitar kita dan tidak menjalankan protokol kesehatan dengan baik.</span></p> <h2><strong>Sering Mencuci Tangan</strong></h2> <p><span style="font-weight: 400;"><img src="/images/cms//Artikel September 2021/Prokes di konstruksi/shutterstock_2029914380-min.jpg" alt="" width="500" /></span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Mencuci tangan adalah salah satu cara yang perlu sering dilakukan Sahabat Jago agar terhindar dari penyakit COVID-19 saat bekerja. Ini karena dalam mengerjakan proyek kita akan sering bersentuhan dengan bahan bangunan, dan banyak peralatan kerja yang digunakan bersama-sama oleh lebih dari satu orang. Dengan demikian, kondisi tersebut dapat mempercepat risiko penularan.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Sahabat Jago perlu sering mencuci tangan setelah berpegangan dengan alat-alat pertukangan. Mencuci tangan dapat dilakukan dengan sabun dan air mengalir, atau dengan pembersih tangan (hand sanitizer) dari alkohol. Pak Jago sendiri menyarankan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, karena </span><a href="https://www.halodoc.com/artikel/cuci-tangan-lebih-baik-dari-hand-sanitizer-ini-alasannya"><span style="font-weight: 400;">menurut penelitian</span></a><span style="font-weight: 400;"> cara ini lebih efektif untuk menghilangkan virus daripada pembersih tangan. Namun demikian, pembersih tangan hendaknya senantiasa dibawa, karena dapat digunakan terutama bila tidak ada sabun dan air di dekat lokasi kerja.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Bila ingin mencuci tangan dengan air, Sahabat Jago juga sebaiknya mengetahui sumber air terdekat untuk mencuci tangan, seperti keran atau kamar mandi. Jika memungkinkan, lakukan pekerjaan di dekat sumber air agar tidak perlu berjalan jauh untuk mencuci tangan.</span></p> <h2><strong>Gunakan Masker Bila Mampu</strong></h2> <p><span style="font-weight: 400;"><img src="/images/cms//Artikel September 2021/Prokes di konstruksi/shutterstock_1696181992-min.jpg" alt="" width="500" /></span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Menggunakan masker saat bekerja mungkin merupakan hal yang asing bagi sebagian Sahabat Jago. Biasanya hanya pekerja yang mengurus bidang tertentu yang menggunakan masker, seperti perkayuan, namun di bidang lainnya tidak demikian. Meski begitu, di tengah pandemi memakai masker menjadi seperti kewajiban bagi kita untuk melindungi diri dari paparan virus corona.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Untuk sebagian Sahabat Jago, memakai masker mungkin hanya membuat kondisi terasa pengap dan kurang nyaman sehingga bagian hidung terpaksa dibuka. Oleh karena itu, coba periksa kembali masker yang akan kita gunakan. Pastikan masker tersebut terbuat dari bahan yang efektif menangkal virus namun tetap nyaman dipakai, seperti masker kain atau masker medis. Dengan begitu, masker tetap enak dipakai sekalipun menutup hidung dan mulut.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Untuk membentengi diri dari varian virus corona yang lebih menular, Pak Jago sarankan Sahabat Jago untuk menggunakan masker ganda, yakni masker medis yang ditutup dengan masker kain. Masker ganda baiknya juga tetap dipakai saat bekerja, meski pada awalnya terasa kurang nyaman.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Sahabat Jago boleh membuka masker saat makan, minum, atau bekerja (bila nafas terganggu karena menggunakan masker) dengan syarat dalam keadaan sendiri dan tidak bersama orang lain. Taruh masker di kantung khusus atau tempat yang bersih dan tidak menyentuh bagian dalam masker. Gunakan masker kembali saat bertemu dengan sesama pekerja bangunan.</span></p> <h2><strong>Selalu Jaga Jarak</strong></h2> <p><span style="font-weight: 400;"><img src="/images/cms//Artikel September 2021/Prokes di konstruksi/shutterstock_1802349427-min.jpg" alt="" width="500" /></span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Seperti kita tahu, virus corona dapat menular melalui percikan yang keluar saat kita berbicara, batuk, atau bersin. Oleh karena itu, Sahabat Jago juga hendaknya tidak lupa untuk menjaga jarak antarindividu antara 1-2 meter, termasuk sesama pekerja bangunan. Tentu sulit rasanya untuk menjaga jarak (Pak Jago juga begitu), namun ini tidaklah sulit selama kita saling mengingatkan untuk menjaganya. Ingatkan Sahabat Jago yang lain jika saat mengangkat bahan bangunan atau koordinasi pekerjaan jarak antarindividu terlalu dekat.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Sebisa mungkin Sahabat Jago juga membatasi interaksi dan sentuhan langsung yang terlalu lama dengan orang lain. Kegiatan bersalaman yang biasa kita lakukan sementara bisa kita ganti dengan melambaikan tangan, misalnya. Demikian pula ketika makan dan beristirahat, tetaplah menjaga jarak - apalagi bila masker harus terbuka saat makan atau minum.</span></p> <h2><strong>Lakukan Pola Hidup Sehat</strong></h2> <p><span style="font-weight: 400;"><img src="/images/cms//Artikel September 2021/Prokes di konstruksi/shutterstock_227550832-min.jpg" alt="" width="500" /></span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Satu lagi yang perlu Sahabat Jago perhatikan untuk mencegah virus corona masuk dalam tubuh kita adalah soal pola hidup. Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati, dan hal itu bisa dicapai dengan gaya hidup yang sehat. Jangan lupa untuk selalu bersemangat dan berpikiran positif.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Di antara pola hidup yang sehat ialah mengonsumsi makanan dan minuman bergizi seimbang. Minuman tradisional seperti jamu dan jahe bisa menjadi ‘tameng’ yang berguna menjaga kesehatan Sahabat Jago. Istirahat yang cukup, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit juga dapat membugarkan tubuh.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Satu hal yang harus Sahabat Jago lakukan untuk lebih menjaga kesehatan di masa pandemi seperti saat ini adalah mengurangi aktivitas merokok. Ini disebabkan oleh dampak buruk rokok terhadap paru-paru. Rokok terbukti menyebabkan kerusakan pada paru-paru meskipun tidak disadari, dan akan menyebabkan paru-paru lebih mudah sakit jika terinfeksi Covid-19.</span></p> <h2><strong>Bila Sakit...</strong></h2> <p><span style="font-weight: 400;">Bila Sahabat Jago merasa sedang tidak sehat, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk tetap pergi ke tempat kerja. Terlebih lagi bila Sahabat Jago mengalami tanda-tanda umum COVID-19, seperti batuk, demam tinggi, dan sulit merasakan penciuman. Sahabat Jago bisa menularkan virus ke orang lain kalau Sahabat Jago memaksakan diri ke tempat kerja namun setelah dites ternyata positif Covid-19.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Bila masalah kesehatan berlanjut, segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat seperti rumah sakit atau puskesmas untuk mendapatkan penanganan.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;"> </span></p> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">Demikian sedikit tips menjaga diri dari COVID-19 di proyek konstruksi. Ikuti terus informasi seputar konstruksi dan desain bangunan di situs Jago Bangunan dan </span><a href="http://www.facebook.com/jagobangunan"><span style="font-weight: 400;">Facebook Jago Bangunan</span></a><span style="font-weight: 400;">. Sahabat Jago juga bisa berkonsultasi dengan Pak Jago lewat dua situs tersebut bila ada kendala yang perlu diselesaikan.</span></p>
Pentingnya SNI dalam Menentukan Bahan Bangunan
<p><span style="font-weight: 400;">Sahabat Jago, saat ini banyak produk yang membubuhkan lambang SNI - baik di kemasan produk atau pada produk itu sendiri. Mulai dari barang-barang elektronik, produk pertanian, sampai bahan bangunan. Lambang tersebut tampak hanya sebagai penghias, namun sebenarnya tidak bisa kita remehkan karena menyangkut kualitas dan keselamatan penggunanya, khususnya dalam hal bahan bangunan. Apa itu SNI, dan mengapa penting untuk bahan bangunan?</span></p> <h2><strong>Mengapa Banyak Produk yang Harus Distandarkan?</strong></h2> <p> <img src="/images/cms//Aspek Kekokohan Rumah/kempten-1536864_1280.jpg" alt="" width="500" /></p> <p>Di pasaran saat ini kita dapati berbagai barang dengan berbagai merek dan spesifikasi. Kita seolah dimanjakan akan keragaman produk yang tersedia. Namun, ada hal negatif mengintai dari keragaman ini, terutama bila tidak ada standar baku yang ditetapkan.</p> <p>Semua produk pasti memiliki dampak, baik positif maupun negatif. Namun sebagian produk memiliki dampak negatif yang berpengaruh pada kesehatan bahkan nyawa manusia yang menggunakannya. Bila produk tersebut tidak memiliki standar yang baku dalam proses produksinya, dampak negatif bisa muncul lebih dulu daripada dampak positifnya.</p> <p><span style="font-weight: 400;">Bahan-bahan bangunan adalah salah satu di antaranya. Beberapa bahan bangunan yang kita gunakan dapat membahayakan manusia misalnya, pada akhirnya tidak dapat menghasilkan bangunan yang bertahan lama. Hal ini menjadi masalah besar bila bahan bangunan tersebut merupakan komponen inti dalam menyusun bangunan, seperti semen dan besi beton. Standardisasi adalah salah satu cara penting untuk memberikan kepastian pada pemakainya bahwa produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang terjamin, sehingga penggunanya dapat menggunakan produk tersebut secara aman.</span></p> <h2><strong>Apa Itu SNI?</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Artikel Agustus 2021/SNI Bahan Bangunan/SNI2.jpg" alt="" width="500" /></p> <p><span style="font-weight: 400;">Salah satu standar yang bisa kita percaya adalah </span><strong>Standar Nasional Indonesia</strong><span style="font-weight: 400;"> (SNI). SNI adalah sebuah standar yang dikeluarkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk berbagai produk yang diproduksi di Indonesia. SNI dijadikan satu-satunya standar yang berlaku di Indonesia, dan sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan No.72/M-DAG/PER/9/2015, barang-barang dalam kategori tertentu harus diproduksi sesuai dengan SNI. SNI dirumuskan oleh sebuah komite teknis, dan ditetapkan oleh BSN.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Menurut Strategi BSN 2006-2009, SNI dirumuskan dengan memenuhi enam Kode Praktik Baik (</span><em><span style="font-weight: 400;">Code of Good Practice</span></em><span style="font-weight: 400;">) yang ditetapkan oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Keenam prinsip tersebut yaitu:</span></p> <ul> <li><span style="font-weight: 400;"><em>keterbukaan</em> (terbuka untuk semua yang ingin ikut mengembangkan SNI)</span></li> <li><em><span style="font-weight: 400;">transparansi</span></em><span style="font-weight: 400;"> (transparan dalam menyampaikan proses standardisasi)</span></li> <li><em><span style="font-weight: 400;">konsensus dan imparsial</span></em><span style="font-weight: 400;"> (mengutamakan konsensus dan tidak memihak)</span></li> <li><em><span style="font-weight: 400;">efektif dan relevan</span></em><span style="font-weight: 400;"> (menyesuaikan dengan kondisi pasar serta tidak melanggar hukum)</span></li> <li><em><span style="font-weight: 400;">koheren</span></em><span style="font-weight: 400;"> (koheren dengan pengembangan standar secara internasional)</span></li> <li><em><span style="font-weight: 400;">berdimensi pembangunan</span></em><span style="font-weight: 400;"> (bertujuan untuk kepentingan masyarakat)</span></li> </ul> <h2>Bahan Bangunan Juga Harus Ber-SNI</h2> <p><span style="font-weight: 400;"><img src="/images/cms//Artikel Agustus 2021/SNI Bahan Bangunan/3.jpg" alt="" width="500" /></span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Dalam memilih bahan bangunan, kita juga sebaiknya tidak boleh sembarangan. Saat ini bahan-bahan konstruksi termasuk hal yang sudah memiliki standar SNI, dan kini sudah ada bahan bangunan ber-SNI yang dijual di pasaran. Bahan bangunan yang berkualitas dan terstandar dengan baik akan menjadikan hasil bangunan lebih aman, nyaman, dan tahan lama. Maka pastikan Sahabat Jago memilih bahan bangunan ber-SNI.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Contoh bahan bangunan yang kini memiliki standar SNI adalah semen. Sebagai bahan perekat bangunan yang mempengaruhi kekuatan seluruh bangunan, semen memang perlu memiliki standar agar kualitasnya terjamin. Sejak 2014, BSN telah menetapkan SNI untuk enam jenis semen; yakni semen masonry (SNI 15-3758-2004), semen portland (SNI 2049:2015, selain portland putih, portland pozzolan, dan portland campur), semen portland campur/</span><em><span style="font-weight: 400;">mixed cement</span></em><span style="font-weight: 400;"> (SNI 15-3500-2004), semen portland komposit (SNI 7064:2014), semen portland pozzolan (SNI 0302:2014), serta semen portland putih (SNI 15-0129-2004).</span></p> <p><img src="/images/cms//Artikel Agustus 2021/Rumah Hemat Kualitas Hebat/046f5950-9065-4c65-92b5-b1ab7c7e8127.jpg" alt="" width="500" /></p> <p><span style="font-weight: 400;">Sebagai semen yang berkualitas tinggi, Semen Gresik tentunya telah memenuhi SNI. Semen Gresik PCC, misalnya, telah memenuhi standar SNI 7064:2014 - standar yang bisa Sahabat Jago lihat pada kemasan. Apalagi Semen Gresik juga sudah terbukti banyak digunakan pada berbagai proyek konstruksi, sehingga tak salah lagi bila Semen Gresik bisa menjadi pilihan Sahabat Jago dalam membuat bangunan kokoh dan tak tertandingi.</span></p> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">(Rama SP)</span></p>
5 Genteng Unik dan Tidak Biasa Untuk Rumah
<p><span style="font-weight: 400;">Sahabat Jago, genteng merupakan satu hal yang tidak bisa dilepaskan dalam pembangunan rumah. Selain melindungi dari sengatan panas matahari dan derasnya air hujan, genteng juga dapat mengatur suhu rata-rata di dalam rumah dan memberikan kesan estetik pada tampilan luar rumah. Multifungsi, bukan?</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Dewasa ini, ada berbagai macam genteng yang bisa Sahabat Jago jadikan sebagai alternatif penutup bangunan rumah. Beberapa di antaranya tidak biasa bagi kebanyakan rumah, terutama dalam konteks rumah yang dibangun di Indonesia. Apa sajakah itu?</span></p> <h2><strong>Genteng aspal</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Artikel Agustus 2021/Genteng Unik Buat Rumah/shutterstock_1812946732-min.jpg" alt="" width="500" /></p> <p><span style="font-weight: 400;">Genteng aspal atau bitumen sedang jadi tren akhir-akhir ini. Jenis genteng yang dibuat dari campuran serat kayu dan aspal ini diklaim memiliki banyak kelebihan. Selain kuat dan tahan bocor, genteng ini juga relatif mudah dipasang. Desain atap yang sederhana dan dapat digunakan di hampir semua rangka atap membuatnya kerap dipasang pada rumah-rumah bergaya minimalis.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Meski pemasangannya lebih mudah dari jenis genteng biasa, pemasangan harus dilakukan oleh tukang bangunan yang sudah ahli. Termasuk bila atap rusak di kemudian hari, maka perlu bantuan pada yang lebih ahli untuk memperbaikinya. Harganya yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan genteng jenis lain (seperti tanah liat) juga menjadi pertimbangan bagi sebagian orang.</span></p> <h2><strong>Genteng Beton</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Artikel Agustus 2021/Genteng Unik Buat Rumah/shutterstock_1901543944-min.jpg" alt="" width="500" /></p> <p><span style="font-weight: 400;">Genteng beton terbuat dari semen, pasir dan abu batu bara (</span><em><span style="font-weight: 400;">fly ash</span></em><span style="font-weight: 400;">). Genteng jenis ini sangat kuat, serta tahan api dan air. Genteng beton juga mampu bertahan hingga puluhan tahun, sehingga tidak membutuhkan perawatan khusus.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Namun, genteng beton sedikit lebih berat dibanding jenis genteng lainnya. Bobot genteng bisa mempengaruhi struktur hunian, apalagi bila tidak ditopang dengan pondasi dan rangka atap yang kuat. Untuk mengakali hal ini, rangka baja ringan bisa digunakan sebagai landasan genteng beton.</span></p> <h2><strong>Genteng Kaca</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Artikel Agustus 2021/Genteng Unik Buat Rumah/Jenis-Genteng-5.jpg" alt="" width="500" /></p> <p><span style="font-weight: 400;">Seperti namanya, genteng ini terbuat dari kaca. Genteng ini sangat cocok digunakan untuk rumah minimalis, karena rumah akan terkesan lebih terang dan luas. Sahabat Jago juga dapat menghemat penggunaan listrik dan menampilkan karakter transparan dalam desain rumah.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Walau begitu, genteng ini tentu tak bisa dipasang di seluruh permukaan atap, karena sifat kaca membuat hawa panas dari matahari masuk ke dalam ruangan dan mempengaruhi kenyamanan. Sebagian orang menyelipkan genteng kaca di tempat yang mungkin sulit dipasang jendela, sehingga tetap bisa mendapat cahaya matahari.</span></p> <h2><strong>Genteng Seng</strong></h2> <p><span style="font-weight: 400;"> <img src="/images/cms//Artikel Agustus 2021/Genteng Unik Buat Rumah/shutterstock_1509254405-min.jpg" alt="" width="500" /></span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Genteng seng merupakan genteng yang sering digunakan sebagian rumah-rumah lama di Indonesia. Genteng ini memiliki bobot yang relatif ringan, ukuran yang relatif panjang, dan juga kuat. Genteng seng kontemporer telah hadir dalam berbagai varian warna, seperti halnya genteng pada umumnya</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Namun, genteng cenderung mudah lepas oleh angin kencang, sehingga ada baiknya diberikan tambahan penguat saat pemasangan, seperti beberapa paku tebal. Selain itu, sama dengan jenis-jenis logam lainnya, seng merupakan konduktor panas yang baik, sehingga efek hawa panas mungkin akan timbul.  Sahabat Jago juga dapat mengakalinya dengan beragam cara; seperti memasang kardus atau papan kayu di bawah genteng seng, menanam pohon di sekitar rumah, serta memperbanyak ventilasi udara.</span></p> <h2><strong>Genteng Sirap</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Artikel Agustus 2021/Genteng Unik Buat Rumah/shutterstock_737600035-min.jpg" alt="" width="500" /></p> <p><span style="font-weight: 400;">Genteng sirap biasa digunakan pada bangunan tradisional, namun bukan tidak mungkin kalau ingin diaplikasikan pada rumah Sahabat Jago. Genteng ini dapat terbuat dari jenis kayu apa pun, namun disarankan memilih genteng sirap yang terbuat dari kayu ulin. Kayu ulin tergolong salah satu jenis kayu yang kuat, sehingga dapat mempengaruhi daya tahan genteng.</span></p> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">Demikian lima genteng yang tidak biasa untuk digunakan pada rumah. Ikuti terus </span><a href="https://www.facebook.com/jagobangunan"><span style="font-weight: 400;">Facebook Jago Bangunan</span></a><span style="font-weight: 400;"> dan situs web ini untuk mendapatkan informasi menarik lainnya seputar konstruksi dan desain bangunan, termasuk konstruksi atap seperti ini.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;"> </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">(Rama SP / Sumber: </span><a href="https://www.rumah.com/panduan-properti/5-jenis-genteng-untuk-rumah-minimalis-14146">1</a>, <a href="https://arafuru.com/m/material/6-tips-meredam-atap-seng-agar-tidak-panas.html">2</a>)</p>
Semua Tentang Mortar: Mengenal Definisi dan Serba-Serbinya
<p>Sudahkah Sahabat Jago mengenal istilah mortar? Mortar saat ini merupakan salah satu bahan bangunan yang sudah sering kita dengar. Mortar biasa digunakan dalam membangun berbagai jenis bangunan; mulai dari rumah sampai gedung-gedung bertingkat. Namun mungkin ada di antara Sahabat Jago yang belum mengenal mortar lebih jauh. Ada yang menyebut mortar itu sama dengan semen. Oleh karena itu Pak Jago akan mengulas selengkapnya di artikel ini.</p> <h2><strong>Apa itu Mortar?</strong></h2> <p>Mortar secara sederhana adalah bahan perekat yang terbuat dari campuran semen, pasir, dan air. Jadi mortar bisa juga disebut sebagai adukan atau spesi. Mortar akan mengeras setelah diaplikasikan, sehingga biasa digunakan untuk merekatkan batu bata/keramik dan memplester dinding - dan istilah mortar lebih merujuk ke sini.</p> <p>Mortar, bila dilihat tampak mirip dengan semen atau beton, namun sebenarnya ketiganya adalah bahan yang berbeda dilihat dari komposisi dan aplikasinya. Mortar tidak menggunakan batu kerikil seperti pada beton. Selain itu, semen merupakan salah satu bahan penyusun mortar.</p> <h2><strong>Sejarah Singkat Mortar</strong></h2> <p>Mortar ternyata sudah digunakan sejak lama lho, Sahabat Jago. Mortar sudah digunakan sejak tahun 9000 Sebelum Masehi (SM) pada bangunan di Yerikho, Palestina yang terdiri dari campuran tanah liat dan lumpur. Piramida-piramida pada masa Mesir kuno juga dibangun dengan campuran tanah liat, lumpur, dan batu kapur.</p> <p><span style="font-weight: 400;"><img src="/images/cms//Artikel Agustus 2021/Semua Tentang Mortar/shutterstock_2017798232-min.jpg" alt="" width="500" /></span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Mortar yang dibuat dengan aspal dan gipsum juga terlihat pada bangunan-bangunan kuno di situs Mohenjo-daro, Pakistan, yang dibangun sejak kurang lebih 2000 SM. Namun, jenis mortar yang paling baik di masa lalu dibuat oleh orang-orang Yunani kuno, yang dibuktikan oleh penemuan Akuaduk, bangunan khas Romawi dari tahun 500 SM. Mereka memadukan batu kapur dengan abu vulkanik, menghasilkan apa yang disebut sebagai mortar pozzolan.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Langkah besar dalam pembuatan mortar baru muncul pada tahun 1876, saat Joseph Aspdin dari Inggris menemukan semen portland. Jenis semen ini kemudian mulai populer sejak akhir abad ke-19 hingga saat ini. Semen portland sekarang banyak digunakan sebagai perekat bangunan, dan juga menjadi salah satu bahan baku mortar.</span></p> <h2><strong>Fungsi Mortar</strong></h2> <p><span style="font-weight: 400;"><img src="/images/cms//Artikel Agustus 2021/Semua Tentang Mortar/shutterstock_1902554485-min.jpg" alt="" width="500" /></span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Mortar memiliki beragam fungsi. Salah satunya adalah sebagai bahan perekat pada saat membangun dinding. Mortar akan mengikat bata satu dengan bata yang lain sehingga akan memperkuat dinding. Fungsi mortar yang lain adalah sebagai plesteran dan acian untuk menutup permukaan dinding yang masih belum rata. Hal ini akan membuat hasil dinding menjadi terlihat lebih rapi dan halus saat dilihat dan diraba, sehingga siap untuk dicat atau langsung dimanfaatkan. Mortar juga dapat digunakan sebagai perekat pada saat akan memasang keramik, baik itu di lantai maupun di dinding.</span></p> <h2><strong>Mortar Instan, Pilihan yang Lebih Praktis</strong></h2> <p>Istilah “mortar” yang kerap kita dengar setiap hari saat ini lebih merujuk pada mortar instan yang sudah siap pakai. Dengan hanya menambahkan air sesuai dengan petunjuk penggunaan, Sahabat Jago dapat memanfaatkan mortar instan untuk berbagai kegunaan; mulai dari merekatkan tembok, membuat acian, hingga memasang keramik. Pekerjaan akan menjadi lebih praktis dan efisien.</p> <p>Namun, bila memilih mortar instan, Sahabat Jago hendaknya memilih mortar instan yang berkualitas. Hal ini penting karena mortar instan yang bagus akan memengaruhi kekuatan dinding dan keramik itu sendiri, sehingga menentukan daya tahannya. Selain itu, mortar instan sudah terdiri dari berbagai bahan yang dicampurkan, sehingga kita selayaknya memastikan mortar tersebut terdiri dari bahan-bahan pilihan yang juga berkualitas.</p> <p>Salah satu mortar instan berkualitas yang kini bisa Sahabat Jago dapatkan adalah <strong>Mortar Indonesia</strong>. Ini merupakan salah satu <a href="http://www.sig.id">produk SIG</a> yang sudah dikenal dengan merek-merek semen berkualitas seperti Semen Gresik. Kesamaan produsen dengan Semen Gresik ini tentu memastikan kualitas Mortar Indonesia – apalagi semen sendiri adalah salah satu penyusun mortar instan, dan Semen Gresik sudah terbukti menjadikan bangunan, infrastruktur, dan monumen menjadi lebih kokoh hingga bertahun-tahun.</p> <p><img src="/images/cms//Artikel Agustus 2021/Semua Tentang Mortar/maxresdefault.jpg" alt="" width="500" /></p> <p>Selain itu, Mortar Indonesia memiliki daya rekat terkuat di kelasnya. Hal ini tidak lepas dari komposisi semen, pasir, dan bahan pilihan yang tercampur secara homogen sehingga hasil aplikasi lebih maksimal dan berkualitas. Mortar Indonesia juga terbukti mudah diaplikasikan, cukup dengan menambah air sesuai takaran, serta memiliki hasil acian sehalus kaca.</p> <p>Mortar Indonesia memiliki lima jenis mortar sesuai dengan kebutuhan konstruksi Sahabat Jago. Mulai dari D-1 (Perekat Bata Ringan), D-2 (Perekat Bata dan Plester), D-3 (Acian Plester dan Beton), K-1 (Perekat Keramik), hingga K-2 (Perekat Granit). Nah, Sahabat Jago tidak perlu lagi khawatir untuk mencari mortar yang terbukti kualitasnya, Mortar Indonesia adalah solusinya!</p> <p> </p> <p>(Rama SP / Sumber: <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Mortar_(masonry)">1</a>, <a href="https://anekabangunan.com/pengertian-mortar-dan-kegunaannya/">2</a>, <a href="https://www.rukamen.com/blog/apa-beda-nya-semen-beton-dan-mortar/">3</a>)</p>
Mau Membangun Rumah Hemat dengan Kualitas Hebat? Ini Caranya!
<p><span style="font-weight: 400;">Membangun rumah yang nyaman dan berkualitas adalah dambaan hampir setiap orang, barangkali termasuk Sahabat Jago juga. Rumah yang dibangun dengan bahan-bahan bangunan dan metode yang bermutu tinggi akan mampu bertahan lama, hingga anak cucu kita juga bisa menikmatinya. Namun, apakah rumah seperti itu bisa dibangun sehemat mungkin?</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Tentu saja bisa! Sahabat Jago dapat membuat rumah dengan kualitas jempolan namun tidak banyak menguras tabungan. Bagaimana caranya? Ini tips ala Pak Jago.</span></p> <h2><strong>Tentukan desain rumah yang ingin dibangun</strong></h2> <p> <img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//Artikel Agustus 2021/Rumah Hemat Kualitas Hebat/shutterstock_1324165532-min.jpg" alt="" width="500" /></p> <p><span style="font-weight: 400;">Sebelum membangun rumah, Sahabat Jago perlu menentukan dahulu tipe rumah yang ingin dibangun. Apakah dengan gaya minimalis, industrial, Eropa klasik, Amerika klasik atau model lainnya? Apakah tipe 40, 60, 120, atau yang lain? Tipe rumah yang dibangun akan menentukan detil-detil di dalam konstruksi rumah, sehingga bisa mempengaruhi biaya yang dikeluarkan.</span></p> <h2><strong>Tentukan RAB dan RAP pembangunan rumah</strong></h2> <p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//Artikel Agustus 2021/Rumah Hemat Kualitas Hebat/shutterstock_1897299442-min.jpg" alt="" width="500" /></p> <p><span style="font-weight: 400;">Di setiap perancangan bangunan, hampir dipastikan selalu ada RAB dan RAP. RAB adalah rencana anggaran biaya, sedangkan RAP adalah rencana anggaran pembiayaan. Di antara keduanya, RAB biasanya memiliki nilai anggaran lebih tinggi karena harganya sudah dilebihkan sedikit sebagai perkiraan yang lebih aman, sedangkan RAP mengikuti harga riil/nyata di pasaran.</span></p> <h2><strong>Survei dan bandingkan setiap bahan bangunan</strong></h2> <p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//Artikel Agustus 2021/Rumah Hemat Kualitas Hebat/shutterstock_1327120316-min.jpg" alt="" width="500" /></p> <p><span style="font-weight: 400;">Sahabat Jago juga harus melakukan survei bahan bangunan yang hendak digunakan, dan membandingkan harga antara satu penjual dengan penjual lainnya sebelum membeli. Kalau bisa, carilah sekitar 3-5 toko bangunan terdekat dari lokasi pembangunan. Jangan langsung mengiyakan penawaran dari satu toko, siapa tahu di toko lain kita bisa mendapatkan bahan bangunan dengan harga yang lebih rendah.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Jangan lupa pula membandingkan kualitas bahan bangunan yang ingin kita gunakan, karena kita tentu ingin membangun rumah untuk dihuni bertahun-tahun lamanya. Pastikan memilih yang kualitasnya terjamin dan sudah terbukti, seperti halnya </span><strong><a href="https://semengresik.sig.id/id/pages/produk-keunggulan">Semen Gresik</a></strong><span style="font-weight: 400;"> yang sudah dipercaya banyak tukang dan pelaku konstruksi untuk memperkokoh segala jenis bangunan.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//Artikel Agustus 2021/Rumah Hemat Kualitas Hebat/046f5950-9065-4c65-92b5-b1ab7c7e8127.jpg" alt="" width="400" /></span></p> <h2><strong>Tentukan jenis tukang bangunan yang diinginkan</strong></h2> <p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//Artikel Agustus 2021/Rumah Hemat Kualitas Hebat/shutterstock_424808146-min.jpg" alt="" width="500" /></p> <p><span style="font-weight: 400;">Ada dua jenis tukang bangunan yang dapat kita pekerjakan untuk membangun rumah: tukang borongan dan tukang harian. Dengan mempekerjakan tukang borongan, kita tidak perlu was-was biaya akan membengkak, karena dalam sistem borongan akad/perjanjian sudah ditentukan di awal pembangunan. Di sisi lain, saat kita mempekerjakan tukang harian kita bisa mendapati hasil pekerjaan yang lebih bagus, karena tidak dilakukan dengan terburu-buru dan cenderung akan mengikuti dengan baik apa yang kita inginkan. Apapun jenis tukang yang kita pilih, kita harus ikut memantau progres rumah yang dibangun, misal sebanyak 2-3 kali seminggu.</span></p> <h2><strong>Cari alternatif perlengkapan rumah di toko daring</strong></h2> <h2><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//Artikel Agustus 2021/Rumah Hemat Kualitas Hebat/shutterstock_2010046433-min.jpg" alt="" width="500" /></h2> <p><span style="font-weight: 400;">Jika Sahabat Jago ingin membeli pelengkap kebutuhan rumah (seperti alat-alat kelistrikan, lampu, keran, dan lain-lain), tidak ada salahnya untuk melirik toko daring. Toko daring bisa menjadi salah satu alternatif membeli perlengkapan rumah, terlebih lagi dalam kondisi pandemi yang mau tidak mau menyulitkan kita untuk beraktivitas di luar rumah. Namun, pastikan dahulu dengan teliti kualitasnya sebelum dipilih.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Hal ini semakin dipermudah dengan hadirnya toko-toko resmi di situs jual beli daring. Dengan demikian, Sahabat Jago bisa mendapatkan bahan bangunan berkualitas langsung dari produsennya. Salah satunya tentu saja Semen Gresik, yang kini bisa didapatkan dengan mudah melalui toko resminya </span><a href="https://www.tokopedia.com/sig-official"><span style="font-weight: 400;">di Tokopedia</span></a><span style="font-weight: 400;">.</span></p> <h2><strong>Buat jadwal dan target pembangunan</strong></h2> <p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//Artikel Agustus 2021/Rumah Hemat Kualitas Hebat/shutterstock_2015068142-min.jpg" alt="" width="500" /></p> <p><span style="font-weight: 400;">Satu hal lagi yang jangan dilupakan adalah, Sahabat Jago perlu menjadwal dan menargetkan pembangunan rumah. Misalnya di awal berkoordinasi awal dengan pemborong, minggu ke-1 fokus membuat bowplank dan pondasi, minggu ke-2 tembok sudah jadi, dan seterusnya hingga bulan-bulan selanjutnya. Dengan demikian, ketika nantinya terjadi kemunduran pekerjaan kita bisa mencocokkan dengan progres yang kita rencanakan, sehingga kita dapat memperkirakan kemungkinan yang terjadi dan memutuskan apa yang mesti dilakukan.</span></p> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">Demikian tips membangun rumah yang hemat dengan kualitas yang hebat dari Pak Jago. Ikuti terus informasi seputar konstruksi dan desain bangunan di situs Jago Bangunan dan </span><a href="http://www.facebook.com/jagobangunan"><span style="font-weight: 400;">Facebook Jago Bangunan</span></a><span style="font-weight: 400;">. Sahabat Jago juga bisa berkonsultasi dengan Pak Jago lewat dua situs tersebut bila ada kendala yang perlu diselesaikan.</span></p> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">(Rama SP)</span></p>
5 Istilah Unik dalam Konstruksi Bangunan, Sudah Kenal?
<p>Sahabat Jago, seperti halnya bidang-bidang teknik yang lain, dalam konstruksi bangunan dan pertukangan terdapat bermacam-macam istilah yang menjelaskan suatu benda atau kondisi tertentu. Istilah-istilah tersebut ada yang mudah dipahami oleh masyarakat umum, namun ada pula yang sulit dimengerti karena kekhususan istilahnya. Istilah-istilah ini biasa digunakan para tukang sebagai alat komunikasi secara sederhana.</p> <p>Beberapa di antara istilah tersebut memiliki nama yang unik dan tidak biasa, seperti lima istilah berikut ini. Sahabat Jago yang sering berkutat dengan konstruksi bangunan sudah tahu belum? Yuk kita simak!</p> <h2><strong>Beban Hidup</strong></h2> <p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///Artikel Juli - XXYY/foto2.jpg" alt="(Sumber: Shutterstock)" width="500" /></p> <p>Santai, ini bukan soal nasib kehidupan. Istilah beban hidup merujuk pada beban yang diakibatkan oleh pengguna dan penghuni bangunan gedung (atau struktur lain) yang tidak termasuk beban konstruksi dan beban lingkungan. Beban ini merupakan salah satu komponen beban minimal yang harus diperhitungkan dalam membuat suatu bangunan.</p> <p>Beban hidup yang digunakan dalam perancangan bangunan haruslah merupakan beban maksimum yang diperkirakan terjadi akibat penghunian dan penggunaan bangunan gedung. Namun, beban hidup tidak boleh kurang dari beban merata minimum yang ditetapkan.</p> <p>Lawan dari beban hidup adalah beban mati, yakni beban dari seluruh bahan konstruksi bangunan gedung yang terpasang. Termasuk beban ini ialah dinding, lantai, atap, plafon, tangga, dinding partisi, <em>finishing</em>, cladding gedung, komponen arsitektural dan struktural, serta peralatan yang terpasang seperrti kran. Sederhananya, bila beban hidup adalah beban yang disebabkan oleh aktivitas pengguna bangunan, maka beban mati adalah beban yang disebabkan oleh bangunan itu sendiri.</p> <h2><strong>Cakar Ayam</strong></h2> <p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///Artikel Juli - XXYY/foto3.jpg" alt="(Sumber:rumah123.com)" width="500" /></p> <p>Cakar ayam di sini bukanlah makanan yang ada di warung-warung, ini adalah istilah untuk salah satu teknik pondasi bangunan. Cakar ayam berfungsi untuk menahan beban bangunan yang ada di atasnya. Dengan menggunakan cakar ayam, pondasi bisa menjadi lebih kokoh dan stabil.</p> <p>Pondasi cakar ayam memiliki bentuk persegi panjang yang ditanam di bawah tanah. Caranya adalah dengan membuat lubang dan kemudian diletakkan pipa-pipa yang terbuat dari besi atau beton lalu diberi material semen, pasir dan batu. Pondasi ini cocok diterapkan terutama pada bangunan dengan 2 lantai atau lebih, struktur yang tinggi seperti menara dan SUTET, atau gedung pencakar langit. </p> <h2><strong>Kuda-kuda</strong></h2> <p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///Artikel Juli - XXYY/foto4.jpg" alt="(Sumber: Shutterstock)" width="500" /></p> <p>Kuda-kuda bukanlah “banyak kuda”, melainkan nama dari suatu konstruksi. Konstruksi kuda-kuda merupakan konstruksi struktur bangunan yang berfungsi untuk menopang rangka atap.</p> <p>Konstruksi kuda-kuda terdiri dari rangkaian batang yang membentuk segitiga. Material dalam membentuk kuda-kuda bisa terdiri dari berbagai jenis; seperti kayu, bata, beton, hingga baja ringan. Dengan hitungan yang tepat, diharapkan kuda-kuda mampu mendukung beban-beban atap dalam satu luasan atap tertentu; mulai dari beban reng, genteng, air hujan, hingga manusia pada saat memasang atap.</p> <p> </p> <h2><strong>Tombak Layar</strong></h2> <p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///Artikel Juli - XXYY/foto5.jpg" alt="(Sumber: Shutterstock)" width="500" /></p> <p>“Tombak” yang satu ini bukan senjata berperang, namun salah satu komponen utama dalam konstruksi atap. Tombak layar merupakan bagian atap yang biasanya berupa tembok berbentuk segitiga, dengan kemiringan dua sisi di atasnya sekitar 30 derajat. Struktur ini dipasang berpasangan di dua sisi bangunan, sejajar dengan kuda-kuda atap.</p> <p>Tujuan dibangunnya tombak layar adalah untuk menopang bagian atap di atasnya. Selain itu, bentuk sisi yang miring dimaksudkan untuk mengalirkan air hujan yang jatuh di atas atap ke bawah. Tombak layar pada umumnya menggunakan balok kayu, karena memiliki ketahanan yang kuat dalam menahan beban seluruh atap.</p> <p> </p> <h2><strong>Tulangan</strong></h2> <p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///Artikel Juli - XXYY/foto6.jpg" alt="(Sumber: Shutterstock)" width="500" /></p> <p>Bukan tulang binatang, apalagi tulang manusia, tulangan merupakan batang baja yang sering digunakan untuk mendukung struktur bangunan. Tulangan berbentuk menyerupai jala bajayang digunakan sebagai alat tegang pada beton bertulang dan struktur batu bertulang. Tujuannya untuk memperkuat dan membantu beton di bawah tekanan.</p> <p>Ada beberapa jenis tulangan; yang paling dikenal ialah tulangan baja polos dan tulangan baja sirip. Perbedaannya ada pada tampak baja, di mana tulangan sirip memiliki ulir di sekujur baja.</p> <p> </p> <p>Demikian 5 istilah unik dalam konstruksi bangunan, semoga bisa menambah wawasan Sahabat Jago. Bila Sahabat Jago punya pertanyaan seputar kelima istilah di atas, Sahabat Jago bisa langsung bertanya melalui situs <a>jagobangunan.com</a> atau <a href="https://www.facebook.com/jagobangunan">Facebook Jago Bangunan</a>.</p> <p> </p> <p>(Rama SP / Sumber: <a href="https://eticon.co.id/beban-minimum-perancangan-bangunan-gedung/">1</a>, <a href="https://solusikonstruksi.com/a-z-istilah-dalam-dunia-konstruksi/">2</a>, <a href="https://precast.co.id/konstruksi/inilah-istilah-para-tukang-bangunan/">3</a>, <a href="https://www.dekoruma.com/artikel/63953/apa-itu-pondasi-cakar-ayam">4</a>, <a href="https://www.99.co/blog/indonesia/kuda-kuda-kayu-bangunan/">5</a>)</p>
Hemat Biaya dan Estetik, Bata Ekspos Bisa Jadi Pilihan Interior Rumah!
<p><span style="font-weight: 400;">Sahabat Jago suka dengan hunian berkonsep industrial atau skandinavian? Tandanya, penggunaan bata ekspos bisa menjadi pilihan buat Sahabat Jago, nih! Pada desain rumah modern, bata ekspos bisa diaplikasikan di ruang tamu, dapur, kamar tidur, kamar mandi, hingga ruang kerja pribadi. Bahkan ada juga yang menggunakan batu bata ekspos untuk lantai.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Nah, supaya makin yakin dengan pilihan Sahabat Jago, simak dulu yuk serba-serbi bata ekspos berikut ini.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;"><strong>Apa itu bata ekspos?</strong></span></p> <p><span style="font-weight: 400;"><strong><img src="/images/cms///Artikel Juli - Bata Ekspos/shutterstock_627683693__1_.png" alt="" width="1040" height="693" /></strong></span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Bata ekspos adalah material bangunan yang umumnya terbuat dari tanah liat dan digunakan untuk membuat sekat dinding pada rumah. Selain tanah liat, saat ini sudah ada beberapa jenis bata ekspos yang terbuat dari material gipsum. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Saat diaplikasikan ke dinding, batu bata disusun secara rapi dan tanpa plester. Biasanya dibiarkan dengan warna asli atau memberikan warna lain dengan mengecat dinding bata. Tujuannya agar karakter, tesktur, warna, dan bentuk dari batu bata akan terekspos dan terlihat menonjol dalam ruangan. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Ukuran umum bata ekspos yang dijual di pasaran antara lain:</span></p> <ul> <li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Bata kecil (4x10x20 cm)</span></li> <li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Bata sedang (5x11x22 cm)</span></li> <li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Bata besar (6x12x24 cm)</span></li> </ul> <p><span style="font-weight: 400;">Tak hanya ukuran yang beragam, warna dan tekstur bata ekspos juga banyak pilihan. Bahkan tingkat kekerasannya juga berbeda-beda, tergantung dari daerah asal yang membuatnya.</span></p> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;"><strong>Jenis-jenis bata ekspos</strong></span></p> <p><span style="font-weight: 400;"><strong><img src="/images/cms///Artikel Juli - Bata Ekspos/shutterstock_1025116066__1_.png" alt="" width="1040" height="693" /></strong></span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Pada dasarnya bata ekspos menggunakan jenis bata hias yang dibuat dengan mesin pres sehingga menghasilkan ukuran seragam dan presisi. Teksturnya jauh lebih halus jika dibandingkan dengan bata biasa, serta memiliki pori-pori yang relatif kecil namun kuat dan padat. Berikut ini beberapa jenis bata ekspos yang bisa Sahabat Jago pilih:</span></p> <p> </p> <ul> <li aria-level="1"><strong>Bata Terakota</strong></li> </ul> <p><strong><img src="/images/cms///Artikel Juli - Bata Ekspos/shutterstock_1422141818.png" width="1041" height="578" /></strong></p> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">Salah satu bata ekspos dengan desain yang sangat klasik, tekstur sangat halus, dan bentuk yang amat presisi. Bata ekspos terakota memiliki tingkat warna merah yang lebih terang serta elegan. Bata tipe ini juga mudah dalam </span><em><span style="font-weight: 400;">finishing</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan cenderung lebih awet. Dengan sederet keunggulannya, bata terakota menjadi tipe bata ekspos paling mahal di antara yang lain. </span></p> <p> </p> <ul> <li aria-level="1"><strong>Bata Tanah Liat Belang</strong></li> </ul> <p><strong><img src="/images/cms///Artikel Juli - Bata Ekspos/shutterstock_1660485136__1_.png" width="1041" height="578" /></strong></p> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">Bata ekspos tipe ini dibuat menggunakan tanah liat dan memiliki tekstur halus. Uniknya, bata ini mempunyai tingkat warna yang tidak sama sehingga disebut dengan bata tanah liat belang. Saat disusun, bata tanah liat belang akan memberikan kesan klasik yang sangat kental. Salah satu cirinya adalah warna kehitaman yang berasal dari proses pembakaran. </span></p> <p> </p> <ul> <li aria-level="1"><strong>Bata KWD</strong></li> </ul> <p><strong><img src="/images/cms///Artikel Juli - Bata Ekspos/shutterstock_1703465851__1___1_.png" alt="" width="1040" height="693" /></strong></p> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">Butuh bata ekspos yang ekonomis tanpa mengurangi kesan elegan? Sahabat Jago bisa menggunakan bata ekspos tipe KWD. Bata ini terbuat dari tanah liat semi padat, yang pori-porinya tidak sehalus terakota atau tanah liat belang. Namun hal ini justru menjadi nilai tambah karena serat-serat bata jadi terlihat jelas, sehingga menonjolkan tekstur bata yang memberi kesan unik dan elegan. Sahabat Jago juga bisa menggantinya dengan warna putih, lho! </span></p> <p> </p> <ul> <li aria-level="1"><strong>Batu Bata Pasir Kapur</strong></li> </ul> <p><strong><img src="/images/cms///Artikel Juli - Bata Ekspos/shutterstock_1708409674__1___1_.png" alt="" width="1040" height="607" /></strong></p> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">Bata ekspos satu ini terbuat dari pasir dan campuran kapur, sehingga tekstur jadi lebih halus. Bata ekspos pasir kapur juga memiliki beragam variasi warna yang bisa Sahabat Jago pilih. Salah satu kelebihannya adalah ketahanan air yang cukup baik jika dibandingkan dengan bata lain. Sahabat Jago juga tidak perlu menggunakan banyak mortar atau bahan perekat bata dalam proses pemasangannya. </span></p> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;"><strong>Kelebihan dan Kekurangan Bata Ekspos</strong></span></p> <p><span style="font-weight: 400;"><strong><img src="/images/cms///Artikel Juli - Bata Ekspos/shutterstock_627683768__1_.png" alt="" width="1040" height="693" /></strong></span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Sama halnya seperti material bangunan lain, bata ekspos tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus dipertimbangkan oleh Sahabat Jago. Dari segi biaya, penggunaan bata ekspos juga lebih murah karena tidak perlu melakukan </span><em><span style="font-weight: 400;">finishing</span></em><span style="font-weight: 400;">. Perawatannya pun cukup mudah, cukup melakukan </span><em><span style="font-weight: 400;">coating</span></em><span style="font-weight: 400;"> di awal dan </span><em><span style="font-weight: 400;">re-coating</span></em><span style="font-weight: 400;"> untuk melindungi bata ekspos dari jamur.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Sementara dari sisi desain, bata ekspos termasuk mudah dikombinasikan dengan material </span><em><span style="font-weight: 400;">finishing</span></em><span style="font-weight: 400;"> lainnya seperti beton, besi, kayu, dan kaca. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan konsep interior yang diinginkan oleh Sahabat Jago saja. Pada dasarnya konsep bata ekspos dapat diaplikasikan pada desain interior apapun, tak terbatas pada konsep industrial atau skandinavian.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Sedangkan untuk kekurangannya, bata ekspos membutuhkan waktu pemasangan yang tidak sebentar serta keahlian tukang, apabila menginginkan tampilan bata ekspos yang presisi. Untuk lokasi tempat tinggal di iklim tropis yang lembap, bata ekspos juga rentan ditumbuhi oleh jamur. Lalu dari sisi pemasangan, kekuatan dinding dengan bata ekspos bisa saja berkurang dikarenakan tidak adanya plesteran dan acian sehingga daya rekat antar material ikut menurun.</span></p> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">Bagaimana Sahabat Jago, sudah tahu mau pakai bata ekspos tipe apa? Jika masih ada pertanyaan atau ingin konsultasi perihal material bangunan atau konstruksi bangunan, Sahabat Jago dapat berinteraksi dengan Tim Jago Bangunan melalui Facebook, ya!</span></p>
Mau Proyek Bangunan Berjalan Lancar? Jangan Lupa Bikin RAB!
<p><span style="font-weight: 400;">Sahabat Jago, sudah kenalan dengan RAB belum? RAB merupakan salah satu bagian yang harus dipahami saat akan memulai sebuah proyek bangunan. RAB adalah singkatan dari Rencana Anggaran Biaya, yakni upaya perhitungan biaya yang dilakukan sebelum mengerjakan proyek konstruksi ataupun bisnis secara umum. Perhitungan biaya dalam RAB antara lain meliputi bahan, alat dan upah, serta biaya-biaya lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan atau proyek tersebut.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Tak hanya sebagai proyeksi keuangan dari proyek yang akan dijalani, pembuatan RAB juga dapat membantu menjauhkan Sahabat Jago dari kemungkinan berhutang. Sebab dengan adanya RAB, perencanaan keuangan sampai pengeluaran telah dikelola dan diperhitungkan sematang mungkin. Tanpa RAB, Sahabat Jago bisa saja merugi karena terjadi pembengkakan biaya akibat pembelian bahan bangunan yang tidak sesuai dengan volume pekerjaan atau pengadaan peralatan yang tidak tepat.</span></p> <p><strong>Apa saja yang masuk di dalam RAB Bangunan?</strong></p> <p><span style="font-weight: 400;">Setidaknya ada empat poin dasar yang harus ada di dalam RAB sebuah proyek konstruksi. Berikut penjabarannya:</span></p> <p> </p> <ul> <li aria-level="1"><strong>Jumlah total biaya pekerjaan</strong></li> </ul> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">RAB yang dibuat harus berisikan uraian jumlah semua biaya material, peralatan, dan upah kerja, termasuk biaya pendukung lainnya. Setelah itu semua biaya yang tertera dapat dijumlahkan untuk melihat total biaya pekerjaan.</span></p> <p> </p> <ul> <li aria-level="1"><strong>Daftar dan jumlah material yang dibutuhkan</strong></li> </ul> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">Dalam RAB harus dipastikan jumlah masing-masing bahan yang dibutuhkan dalam sebuah proyek. Jumlah material dapat dihitung berdasarkan dari volume pekerjaan. Pastikan penghitungan jumlah material dilakukan dengan cermat untuk meminimalisir kesalahan.</span></p> <p> </p> <ul> <li aria-level="1"><strong>Peralatan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan proyek</strong></li> </ul> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">Selain material, Sahabat Jago juga harus mencatat di RAB, peralatan apa saja yang diperlukan selama pengerjaan proyek bangunan.</span></p> <p> </p> <ul> <li aria-level="1"><strong>Pelaksanaan proyek</strong></li> </ul> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">Dari kumpulan data kebutuhan material, peralatan, dan upah pekerja yang tertulis di RAB, Sahabat Jago pun dapat melihat jenis pekerja dan keahlian apa yang diperlukan, sekaligus kebutuhan kontraktor yang akan ditunjuk. Dengan begitu, diharapkan alokasi RAB akan lebih maksimal lagi. Pelaksanaan proyek juga bisa dilaksanakan menggunakan tukang harian, borongan, ataupun jasa kontraktor. </span></p> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;"><strong>RAB dalam Format Excel</strong></span></p> <p><span style="font-weight: 400;"><strong><img src="/images/cms///Artikel Juli - Membuat RAB/shutterstock_1188695902.jpg" alt="" width="669" height="446" /></strong></span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Untuk membuat RAB, Sahabat Jago dapat memanfaatkan aplikasi atau </span><em><span style="font-weight: 400;">software</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang tersedia di internet. Selain itu, Sahabat Jago juga bisa menggunakan aplikasi Microsoft Excel yang mungkin lebih familiar penggunaannya. Sahabat Jago tinggal mempelajari saja rumus-rumus pada aplikasi Microsoft Excel untuk mempermudah perhitungan RAB. Berikut contoh RAB dalam Format Excel:</span></p> <p><img src="/images/cms//Artikel Juli - Membuat RAB/Screen_Shot_2021-07-10_at_22_49_17.png" alt="" width="712" height="336" /></p> <p><span style="font-weight: 400;">Bagaimana, Sahabat Jago.. tidak sulit bukan membuat RAB? Kunci penting yang harus selalu diingat saat membuat RAB adalah ketelitian. Perhitungan yang tepat dan cermat dalam RAB akan memudahkan Sahabat Jago dalam mengalokasikan </span><em><span style="font-weight: 400;">budget</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang memang sesuai dengan kebutuhan. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Jika Sahabat Jago butuh konsultasi lebih jauh mengenai RAB ataupun perihal konstruksi bangunan lainnya, Sahabat Jago dapat segera menghubungi tim Jago Bangunan melalui <a href="https://www.facebook.com/jagobangunan/" target="_blank" rel="noopener">Facebook</a>.</span></p>
Jenis Air yang Tepat Agar Beton Lebih Kuat
<h1><strong>Jenis Air yang Tepat Agar Beton Lebih Kuat </strong></h1> <p><span style="font-weight: 400;"> </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Beton yang berkualitas adalah beton yang tetap kuat dalam jangka waktu panjang. Untuk membuat beton dengan kualitas tinggi, maka air yang digunakan perlu diperhatikan.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Pasalnya, air yang digunakan dapat menentukan kualitas pasta semen yang menjadi bahan dasar beton.</span><span style="font-weight: 400;"><br /></span><span style="font-weight: 400;">Karakter air yang dipilih harus mendukung proses setting semen , serta tidak menyebabkan korosi pada tulangan. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Pada prinsipnya,  jika kita menggunakan bahan seperti besi, baja atau logam lainnya, sebaiknya hindari terhadap penggunaan air yang bersifat asin. Karena kadar garam sangat cepat merusak logam.  </span></p> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">Nah Sahabat, agar konstruksi dan struktur bangunan lebih kuat, jenis air apa yang sebaiknya kita gunakan untuk campuran beton? Mari simak artikel berikut.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;"> </span></p> <h1><strong>Air Tawar Campuran Terbaik </strong></h1> <h3><span style="font-weight: 400;">Untuk beton  yang kuat dan tahan lama, air tawar merupakan pilihan terbaik sebagai campuran beton karena mempunyai pH (tingkat keasaman) yang ideal (pH 5-7). </span></h3> <h3> </h3> <h3><span style="font-weight: 400;">pH merupakan tingkat keasamanan atau basa yang dapat diukur menggunakan </span><a href="https://materiipa.com/ph-meter"><span style="font-weight: 400;">pH meter</span></a><span style="font-weight: 400;">. </span><a href="https://materiipa.com/perbedaan-sifat-asam-dan-basa"><span style="font-weight: 400;">Perbedaan sifat asam dan basa</span></a><span style="font-weight: 400;"> dapat dilihat pada skala/nilai yang dimiliki pH yaitu dari 0 – 14, yang mana dikatakan bersifat asam jika nilai pH 1 – 6, normal pada pH 7 dan bersifat basa jika mempunyai nilai 8 – 14.</span></h3> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">Air laut memiliki kadar pH lebih 8, jadi sifatnya asin. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Jika menggunakan air laut, campuran beton akan memiliki sifat rekat yang lebih lemah dibandingkan dengan jika menggunakan air tawar. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Dengan sifat rekat yang lebih lemah ini, beton yang dihasilkan akan memiliki permukaan yang lebih renggang (porositas). Jika permukaan beton renggang, maka beton tidak lagi tahan air. Kualitas beton yang tidak tahan air akan lebih cepat menurun dibandingkan yang tahan air. </span></p> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">Karena permukaannya yang renggang dan tidak lagi tahan air, rangka besi beton juga akan lebih mudah berkarat. Pasalnya, udara dan air yang merupakan dua zat penyebab karat akan dapat menembus permukaan beton. Rangka besi beton yang berkarat akan secara cepat mengurangi kekuatan beton. Jika dibiarkan, bangunan rawan mengalami keretakan. </span></p> <p><br /><br /><img src="/images/cms///air campuran beton/unnamed.jpg" alt="" width="512" height="317" /><br /><br /><br /></p> <p><em><span style="font-weight: 400;">Kadar pH terbaik untuk air campuran beton adalah 5.0-7.0</span></em></p> <p><br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /></p> <p><span style="font-weight: 400;">Menurut penelitian, kekuatan beton yang menggunakan air laut dalam campurannya hanya dapat bertahan kurang dari 7 hari.  </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Saat beton berusia lebih dari 28 hari, kekuatan beton yang menggunakan campuran air laut mulai menurun drastis.  </span></p> <p><br /><br /></p> <p><span style="font-weight: 400;">Sama halnya dengan air laut yang bersifat asin, air yang bersifat manis (pH kurang dari 4) juga sebaiknya dihindari untuk membuat beton. Air ini dapat membuat pasta semen mengering dan mengeras dalam waktu yang jauh lebih singkat. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Sekilas beton yang cepat kering dan cepat keras nampak bagus. Pasalnya, hal ini dapat membuat beton lebih cepat untuk dipakai. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Namun, beton yang pengerasannya terjadi begitu cepat mempunyai struktur yang lebih lemah.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;"> </span><strong>Tips Pemilihan Air untuk Campuran Beton</strong></p> <p><span style="font-weight: 400;">Agar beton yang dihasilkan kuat dan tahan lama, pilihlah air dengan kriteria yang tepat, sebagai berikut : </span></p> <p> </p> <ul> <li aria-level="1"><strong>Air bersih</strong></li> </ul> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">Pastikan air yang Anda gunakan benar-benar bersih dan bening.  </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Jangan sampai air yang Anda gunakan kotor, apalagi bercampur dengan sampah dan lumpur. Sampah berukuran besar maupun kecil dapat mengganggu tingkat kerapatan permukaan beton (menyebabkan porositas). </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Sedangkan lumpur yang terkandung dalam air dapat mengurangi daya lekat semen secara drastis. Campuran lumpur juga membuat beton mengembang, sehingga bentuk dan ukuran akhir beton akan jauh berbeda dari rancangan awal..</span></p> <p> </p> <p> </p> <ul> <li aria-level="1"> <h2><strong>Gunakan air tawar</strong></h2> </li> </ul> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">Pastikan air yang Anda gunakan berasa tawar, dengan pH tidak kurang dari 5 dan tidak lebih dari 7 dan rasanya tidak payau. Air asin dapat menurunkan kekuatan beton dan menyebabkan karat pada rangka beton. </span><span style="font-weight: 400;"><br /></span><span style="font-weight: 400;">Air laut masih aman digunakan pada besi tanpa tulangan, dan memiliki kandungnan garam tidak lebih dari 35.000 </span><em><span style="font-weight: 400;">ppm</span></em><span style="font-weight: 400;">. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Air tidak boleh mengandung kadar potassium yang tinggi (umumnya dijumpai pada air tanah) sebab dapat menimbulkan reaksi alkali - agregat. </span></p> <p><img src="/images/cms///air campuran beton/pasted_image_0.jpg" alt="" width="419" height="331" /></p> <p><em><span style="font-weight: 400;">Gunakan air tawar pada campuran semen, terutama pada beton dengan besi bertulang.</span></em></p> <p><br /><br /></p> <p> </p> <ul> <li aria-level="1"> <h2><strong>Pastikan bersih dari minyak</strong></h2> </li> </ul> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">Gunakan air yang bebas dari kontaminasi minyak, terutama dalam jumlah yang banyak. Sifat alami minyak yang tidak dapat menyatu dengan air dapat mengganggu saat air dicampur dengan semen. Pasta semen yang tidak bercampur dengan baik dapat menyebabkan munculnya rongga di permukaan beton (porositas).</span></p> <p><span style="font-weight: 400;"> <img src="/images/cms///air campuran beton/photo6251244025550056751.jpg" alt="" width="709" height="460" /></span></p> <p><em><span style="font-weight: 400;">Air bersih bebas kotoran, minyak dan lumpur</span></em></p> <p><br /><br /><br /></p> <h1><strong>Konsultasi Jago Bangunan</strong></h1> <p><span style="font-weight: 400;">Demikian pembahasan mengenai air tawar untuk campuran beton yang kuat dan tahan lama. Jika Anda mempunyai pertanyaan seputar pembuatan beton atau hal konstruksi lainnya, segera hubungi kami melalui</span><a href="/"> <span style="font-weight: 400;">website Jago Bangunan</span></a><span style="font-weight: 400;"> dan</span><a href="https://web.facebook.com/jagobangunan?_rdc=1&_rdr"> <span style="font-weight: 400;">Facebook Jago Bangunan</span></a><span style="font-weight: 400;">.</span></p>