Masuk

Tips

Beranda / Artikel
Search:

Begini Cara Memasang Dinding Bata yang Rapi dan Kokoh
<p><em> Oleh: Setyo Bekti</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, dalam sebuah bangunan, dinding atau tembok menjadi pemisah ruangan satu dengan lainnya.  Dinding juga sebagai pembatas yang berfungsi melindungi ruangan dari cahaya, cuaca, dan bahaya dari luar. Material yang digunakan untuk tembok ada beberapa macam, seperti batu bata merah, batako, bata ringan, atau material dari gypsum.</p> <p>Namun material yang paling sering digunakan ialah batu bata merah. Sebelum melakukan pemasangan tembok bata, perlu diketahui beberapa faktor yang menentukan kekuatan dan kualitas dinding:</p> <p>- Kualitas Batu Bata. Pilih batu bata yang kuat dan tidak mudah patah. Gunakan bata dengan permukaan tidak terlalu halus agar daya rekat dengan adukan lebih baik. Kecuali bila digunakan untuk dinding bata ekspos gunakan batu bata dengan permukaan halus.</p> <p>- Cara Pemasangan. Kekuatan dari dinding bata ditentukan juga oleh cara pemasangan. Sebaiknya gunakan teknik pemasangan selang seling untuk setiap lapisan berbeda. Pada saat kondisi adukan dinding belum kering ketinggian bata maksimal adalah 1 meter, tunggu kering untuk melanjutkan ke lapisan berikutnya atau kerjakan dinding bata di bagian lain terlebih dahulu.</p> <p>- Kerapian pekerjaan. Pemasangan yang rapi dan presisi akan menentukan kualitas dan kekuatan dari dinding. Gunakan benang yang posisinya sudah ditentukan dengan bantuan selang air, untuk kerataan bata gunakan waterpas. Disarankan untuk menggunakan jidar aluminium karena lebih rapi dan lurus dibandingkan jidar kayu.</p> <p>Setelah mendapat material bata dengan kualitas terbaik, dinding bisa mulai dibangun. Ikuti langkah-langkah berikut agar mendapat hasil dinding yang kokoh dan rapi.</p> <p><strong>Persiapan Adukan</strong></p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_2__Peralatan__sumber_yudha-pratam_.jpg" alt="" width="635" height="476" /><em>Gambar 2. Peralatan (sumber yudha-pratam)</em></p> <p>Sebelum pekerjaan pemasangan dinding dimulai, terlebih dahulu dipersiapkan peralatan dan juga bahan material yang akan digunakan, langkah-langkahnya adalah:</p> <p>1. Persiapan Peralatan. Siapkan semua peralatan seperti: ayakan, pengki atau alat ukur material, alas pengaduk atau box, sendok atau cetok, roskam, tempat rendaman bata, benang, mistar ukur, slang air atau waterpass, plastik sebagai penutup adukan dan bahan yang akan di gunakan (batu bata atau batako, semen, pasir).</p> <p>2. Ayak pasir untuk memisahkan pasir dengan kerikil atau koral yang bisa mengganggu saat pemasangan bata.</p> <p>3. Perendaman Batu Bata. Rendam batu bata kira-kira 2-8 menit atau sampai jenuh, yaitu kondisi di mana bata tidak menyerapnya air lagi</p> <p>4. Pembuatan Adukan. Buat adukan mortar (campuran semen dan pasir) pada box pengaduk dengan air secukupnya atau sampai didapat adukan yang pulen dengan perbandingan semen dan pasir sesuai yang diinginkan, misalnya 1 : 5 (1 semen : 5 pasir) atau menyesuaikan kualitas pasir yang tersedia.</p> <p>5. Adukan siap pakai. Tutup adukan yang telah siap pakai dengan plastik untuk mengurangi penguapan air.</p> <p><strong>Pemasangan</strong></p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_3__Pemasangan_bata__sumber_klademkirpich_ru_.jpg" alt="" width="582" height="389" /><em>Gambar 3. Pemasangan bata (sumber klademkirpich.ru)</em></p> <p>Setelah adukan siap, maka langkah selanjutnya adalah memulai pemasangan dinding bata, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:</p> <p>1. Pasang mistar pengukur lapisan bata secara tegak lurus, ukur dengan unting-unting.</p> <p>2. Pasang benang penarik horizontal dan ukurlah dengan alat (water pas atau slang air).</p> <p>3. Tentukan ketebalan speci lapisan arah vertikal pada mistar ukur sesuai ketebalan bata ditambah tebal spesi (6-10 mm).</p> <p>4. Bersihkan permukaan Bata. Pastikan bahwa permukaan bata dalam kondisi bersih dan bebas dari debu agar adukan dapat merekat sempurna.</p> <p>5. Mulailah pemasangan pada lapis pertama yang didahului pemasangan adukan atau spesi sebagian dasar.</p> <p>6. Lanjutkan lapis berikutnya dan kontrol ketegakan pasangan dengan alat unting-unting.</p> <p>7. Bersihkan Sisa adukan. Bila terdapat sisa adukan yang menempel tidak sempurna (melebihi ketebalan bata) maka bersihkan segera sebelum mengeras.</p> <p>8. Lindungi dari sinar matahari. Rawat pasangan bata yang sudah selesai dengan melindungi dari sinar matahari secara langsung, misalnya dengan menggunakan plastik atau penyiraman air.</p> <p>Catatan penting:</p> <ul> <li>Pasang angkur (pengait) sepanjang 50 cm untuk pemasangan dinding bata yang menempel pada kolom.</li> <li>Gunakan adukan speci dengan perbandingan semen : pasir adalah 1:5, untuk dinding yang kedap air gunakan adukan 1:2.</li> </ul> <p><strong>Pemlesteran</strong></p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_4__Pemlesteran__comerciosyservicios_com_.jpg" alt="" width="561" height="316" /><em>Gambar 4. Pemlesteran (comerciosyservicios.com)</em></p> <p>Pemlesteran adalah melapisi dinding memakai adukan yang terbuat dari campuran semen, pasir, dan air. Pemlesteran dilakukan setelah bata terpasang rapi dan kering. Agar plester memiliki kualitas baik, permukaannya harus benar-benar rata dan tegak, ketebalan antara 11-16 mm dan tidak ada keretakan pada plesteran. Plesteran ini berfungsi untuk:</p> <p>1. Meratakan permukaan bidang bangunan</p> <p>2. Meningkatkan kekuatan struktur bidang bangunan</p> <p>3. Melindungi struktur bangunan dari cuaca yang ekstrim</p> <p>Itu dia langkah-langkah pemasangan dinding bata, mulai dari persiapan sampai dengan pemasangan dan diakhiri dengan pemlesteran. Semoga bermanfaat.</p> <p>#SahabatJagoBangunan, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun call center – BebasPulsa di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya.</p> <p> </p>
Lakukan Cara Praktis Ini untuk Memasang Kusen Kayu, Beton, PVC, dan Aluminium
<p><em> Oleh: Setyo Bekti</em></p> <p>Kusen memiliki peranan sebagai penopang daun pintu dan daun jendela agar bisa menyatu pada bangunan. Selain itu kusen berfungsi sebagai penyangga tembok diatasnya yang terpisah dengan tembok yang berada di bawah kusen.</p> <p>Bentuk, jenis, warna, dan model kusen cukup beragam. Disesuaikan dengan tema bangunan rumah yang diusung. Pembuatan dan penyetelan kusen sangat berbeda tahapannya, tergantung jenis material kusen yang digunakan (kayu, beton, PVC, aluminium, atau galvalum).</p> <p>Bagaiamana cara membuat dan menyetel kusen? Mari kita simak ulasan berikut.</p> <p><strong>Kusen Kayu</strong></p> <p>- Kusen kayu bisa dibuat dari berbagai jenis kayu, mulai dari kayu mahoni, kamper, meranti,kayu kelapa, hingga jati. Tapi sebelum Anda membuat kusen dari material kayu, ada hal-hal yang perlu diperhatikan.</p> <p>- Hindari pemakaian kayu jenis sengon, karena kayu ini memiliki struktur yang kurang kuat dibandingkan dengan kayu jenis lainnya.</p> <p>- Pilih jenis kayu sesuai dengan kebutuhan dan budget yang Anda miliki.</p> <p>- Kayu yang akan dibuat kusen harus benar-benar dalam keadaan kering, agar proses pembuatan kusen bisa maksimalm dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. </p> <p><strong>Pembuatan </strong><strong>k</strong><strong>usen </strong><strong>k</strong><strong>ayu</strong></p> <p>- Pemotongan kayu. Kayu yang sudah dipilih dipotong sesuai dengan ukuran. Lebar kusen ukurannya sama dengan tebal tembok bangunan rumah yakni 15 cm, secara umum ukuran kayu untuk kusen pintu dan jendela masing-masing seperti pada gambar dibawah ini.</p> <p style="text-align: center;"><em><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Gambar_2__Dimensi_Kusen__Sumber_kusenpinturumah_com_.jpg" alt="" width="623" height="599" /></em><em>Gambar 2. Dimensi Kusen (Sumber kusenpinturumah.com)</em></p> <p style="text-align: left;">- Pengetaman dan penghalusan kayu. Pada tahap ini kayu yang telah dipotong-potong sesuai ukuran lalu diketam dan dihaluskan. Pekerjaan pengetaman dilakukan pada bagian dalam kusen, tepatnya pada tempat menempelnya engsel. Untuk pekerjaan penghalusan di seluruh permukaan kusen.</p> <ol start="2"> <li><strong>Perakitan kusen kayu</strong></li> </ol> <p>Bagian-bagian kusen yang telah jadi kini siap untuk dilakukan proses perakitan. Berikut langkah-langkahnya:</p> <p>- Bagian kusen kayu yang sudah jadi direkatkan dengan cara dipaku dan juga diberi lem kayu secukupnya.</p> <p>- Atur posisi kusen pada bagian horizontal dan vertikal membentuk sudut 90º atau tegak lurus, bila tidak pas akan berpengaruh terhadap pergerakan daun pintu maupun daun jendela yang terpasang.</p> <p>- Setelah terbentuk kusennya, kaitkan batang penguat sudut berukuran sedang yang mengarah diagonal 45º pada sisi pojok atas dan samping kanan-kiri kusen, agar kusen benar-benar kuat sebelum dipasang pada bangunan.</p> <p>- Pasang pula Lat penarik pada kaki-kaki kusen agar tetap sejajar.</p> <p>- Beri lapisan cat dengan meni pada sisi kusen yang nanti menempel dengan tembok. Ini upaya untuk menghindar kusen kayu dari kelapukan dan serangan rayap.</p> <ol start="3"> <li><strong>Penyetelan </strong><strong>k</strong><strong>usen </strong><strong>k</strong><strong>ayu</strong></li> </ol> <p>Penyetelan kusen atau pemasangan kusen kayu pada bangunan akan dimulai setelah kusen benar-benar siap untuk dipasang. Ini tahapannya:</p> <p>- Pasang angker pada kusen. Angker pada kusen berfungsi menyatukan bagian tembok dengan kusen kayu. Ini berfungsi agar kusen tidak goyang saat sudah benar-benar mengeras.</p> <p>- Angker dapat dibuat dari besi dengan diameter 6 mm dan panjang 20 cm.</p> <p>- Salah satu ujungnya dibuat runcing, lalu ditancapkan pada bagian luar kusen yang menghadap tembok.</p> <p>- Kemudian bengkokan besi angker kira-kira 1/3 dari panjang yang tersisa.</p> <p>- Sediakan batang sokong untuk kusen. Batang sokong berguna untuk menahan dan menopang kusen agar tidak jatuh saat dalam proses pemasangan dengan tembok berlangsung.</p> <p> </p> <ol start="4"> <li><strong>Pemasangan </strong><strong>k</strong><strong>usen</strong><strong> kayu</strong> </li> </ol> <p>- Pemasangan harus beriringan dengan pemasangan dinding agar kusen benar-benar bisa menyatu dengan dinding atau bangunan.</p> <p>- Jangan memasang dinding di samping kanan dan kiri kusen terlalu Pasang dinding dengan tinggi antara 1-1,5 m dan tunggu dinding kering dan menyatu dengan sempurna.</p> <p>- Setelah benar-benar kering, lanjutkan pemasangan tembok hingga keatas.</p> <p style="text-align: center;"><em><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Gambar_3__Pemasangan_Kusen__Sumber_teknikcivil2_blogspot_co_id_.png" alt="" width="451" height="554" /></em><em>Gambar 3. Pemasangan Kusen (Sumber teknikcivil2.blogspot.co.id)</em></p> <p><strong>Kusen Beton</strong></p> <p>Kusen beton adalah kusen yang terbuat dari beton, kebanyakan diproduksi oleh pabrik, namun tidak menutup kemungkinan diproduksi oleh rumahan. Begini cara memasang kusen beton:</p> <p>- Campuran beton yang dibuat dengan perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 koral (tensla).</p> <p>- Adonan beton lalu dimasukkan ke dalam cetakan bekisting hingga merata, lalu ditunggu hingga mengering minimal selama 8 jam.</p> <p>- Setelah itu cetakan dicopot dan kusen beton difinishing.</p> <p>- Kusen bisa dipasang setelah 2 hari pembuatan, namun beton lebih akan keras dengan sempurnaapabila telah didiamkan selama 28 hari.</p> <p style="text-align: center;"><em><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Gambar_4__Kusen_Beton__Sumber_blogharga_xyz_.jpg" alt="" width="575" height="377" /></em><em>Gambar 4. Kusen Beton (Sumber blogharga.xyz)</em></p> <p><strong>Kusen PVC</strong></p> <p>Kusen PVC sering kita jumpai pada kusen pintu kamar mandi, kusen jendela kaca, hingga kusen pintu kaca. PVC singkatan dari <em>polyvinyl chloride.</em> Ini salah satu penerapan teknologi baru yang dilakukan untuk mengurangi penggunaan kayu. Kusen ini hampir sama dengan kusen beton, sama-sama diproduksi oleh pabrik, hanya berbeda jenis materialnya. Cara memasang kusen PVC:</p> <p>- Pemasangan lebih mudah, hanya dengan memasang kusen pada dinding yang telah acian atau sudah finishing dan dipasang pada tembok yang dilubangi sesuai ukuran kusen.</p> <p>- Pengaitan kusen dan tembok bisa dilakukan dengan cara dibor atau dipaku.</p> <p style="text-align: center;"><em><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Gambar_5__Kusen_PVC__Sumber_anghauz_com_.jpg" alt="" width="652" height="652" /></em><em>Gambar 5. Kusen PVC (Sumber anghauz.com)</em></p> <p><strong>Kusen Logam (Aluminium)</strong></p> <p>Kusen logam (aluminium) memiliki prinsip yang sama dengan kusen jenis PVC, yakni untuk mengurangi pengggunaan material kayu. Kusen logam banyak disukai karena cara pembuatan serta penyetelannya cukup mudah dan cepat dibandingkan kusen kayu. Kusen aluminium tidak pejal (solid), melainkan berbentuk hollow.</p> <p>Pemasangan kusen dengan material ini sama halnya seperti pemasangan kusen PVC, namun ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan berikut ini:</p> <p>- Bila lebar kusen memiliki panjang lebih dari 1,5m, pada bagian atas kusen harus diberi balok beton dengan ukuran 15/15, menggunakan besi 4d – 10 mm dan ukuran begel d4 – 15cm.</p> <p>- Kusen jenis ini dipasang setelah tembok diberi acian dan finishing. Kusen ini dipasang pada tembok yang dilubangi sesuai ukuran kusen.</p> <p>Penyetelan kusen dengan material aluminium dapat dilihat pada gambar berikut:</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Gambar_6__Penyetelan_Kusen__Sumber_metodebangunan_com_.jpg" alt="" width="529" height="552" /><em>Gambar 6. Penyetelan Kusen (Sumber metodebangunan.com)</em></p> <p>Itu dia cara praktis untuk memasang kusen kayu, beton, PVC, dan aluminium. Semoga bermanfaat. #SahabatJagoBangunan, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun call center – BebasPulsa di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya.</p> <p> </p> <p> </p>
Bosan dengan Dinding Polos? Coba Cat Dekoratif Ini Untuk Hunian yang Lebih Menawan
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>Halo, #SahabatJagoBangunan</p> <p>Penerapan cat dinding dengan cara standar dan tampilan polos dianggap sudah biasa. Kini banyak orang ingin menerapkan cat dekoratif untuk menampilkan hunian -terutama ruang dalam- dengan kesan personal, berkarakter sekaligus menawan.</p> <p>Cat dekoratif yang menghasilkan efek unik juga dimanfaatkan untuk menutupi dinding atau bagian ruang yang kurang menarik. Nah, kali ini #PakJago akan berbagi tips bagaimana mengaplikasikan cat dengan sentuhan dekoratif. </p> <p><strong>5 Teknik Ini Membuat Cat Dekoratif Makin Unik</strong></p> <p>Kunci sukses pertama, Anda harus mulai mempelajari berbagai teknik pengecatan dekoratif. Banyak teknik telah dikenal, dan masih akan bertambah karena terus berkembangnya kreativitas. Berikut ini beberapa teknik cat dekoratif yang relatif populer.</p> <ul> <li><em>Sponging, </em>ialah teknik untuk menghasilkan efek bercak-bercak. Caranya dengan menepukkan secara merata ke bidang kerja, segumpal spons (natural atau sintetis) yang telah dicelupkan dalam cat emulsi. Cat tidak perlu diencerkan dan penepukan cukup diterapkan secara tipis namun dapat diulang atau divariasi dengan warna berbeda.</li> </ul> <p style="text-align: center;"><strong><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Gambar_1__Teknik_sponging_dengan_spons_natural_ataupun_sintetis.jpg" alt="" width="606" height="286" /></strong><em>Gambar 1. Teknik sponging dengan spons natural ataupun sintetis </em><em>(Sumber foto: kiri - </em><em>diy.sndimg.com; dan kanan - images.meredith.com</em><em>)</em></p> <ul> <li><em>Colourwashing</em>, teknik mengaplikasikan cat tipis secara acak dan berulang. Kelebihan cat pada kuas atau spons sintetis diserap terlebih dahulu sebelum menyapukannya ke bidang kerja. Cat emulsi diencerkan dengan air atau sebagai alternatif dapat digunakan campuran <em>wash</em> (campuran cat dan lem <em>wallpaper</em> atau fox (rasio 1:1) ditambah <em>emulsionglaze)</em>. Efek yang dihasilkan relatif fleksibel tergantung kekentalan cat dan penerapan warna.</li> </ul> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Gambar_2__Teknik_colour_washing___Sumber_foto_diy_sndimg_com_.jpg" alt="" width="395" height="284" /><em>Gambar 2. Teknik colourwashing. (Sumber foto diy.sndimg.com)</em></p> <ul> <li><em>Dragging, </em>dilakukan untuk menghasilkan efek garis-garis dengan menarik kuas <em>dragging</em> (bisa diganti kuas cat biasa berbulu panjang) tanpa terputus pada permukaan cat yang masih basah. Untuk memperkuat efek, saat menyapukan cat bulu-bulu kuas ditekan dengan tangan.</li> </ul> <p style="text-align: center;"><strong><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Gambar_3__Teknik_dragging_dengan_kuas_dragging__kuas_berbulu_panjang_.jpg" alt="" width="428" height="321" /> </strong><em>Gambar 3. Teknik dragging dengan kuas dragging atau kuas berbulu panjang </em><em>(Sumber foto: </em><em>diy.sndimg.com</em><em>)</em></p> <ul> <li><em>Combing, </em>merupakan teknik yang menghasilkan efek garis-garis dalam beragam pola dengan cara menggoreskan sisir (<em>comb</em>) karet di atas permukaan cat yang masih basah, baik secara vertikal maupun horizontal. Motif yang diciptakan bisa tegas atau bergelombang. Pada teknik ini, cat emulsi (latex) yang hendak diaplikasikan dicampur dengan lem fox (rasio 1:1).</li> </ul> <p style="text-align: center;"><strong><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Gambar_4__Teknik_combing_dengan_sisir_karet_dan_variasinya_.jpg" alt="" width="546" height="188" /> </strong><em>Gambar 4. Teknik combing dengan sisir karet dan variasinya. (Sumber foto: <strong>kiri -</strong>mydecorative.com; dan kanan - diy.sndimg.com)</em></p> <ul> <li><em>Ragging, </em>sama dengan teknik <em>sponging</em> namun spons diganti potongan kain untuk menciptakan bercak menyerupai tekstur kain. Ada dua cara: pertama, mencelupkan gumpalan kain ke dalam cat dan menepuk-nepukkannya pada bidang yang telah dilapis cat dasar; kedua, menepuk-nepukkan gumpalan kain bersih ke atas permukaan cat yang masih basah. Untuk efek lebih tebal, cat emulsi dapat dicampur lem <em>wallpaper </em>(rasio 1:1).</li> </ul> <p style="text-align: center;"><strong><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Gambar_5__Teknik_ragging_dengan_memanfaatkan_gumpalan_kain_.jpg" alt="" width="403" height="301" /></strong><em>Gambar 5. Teknik ragging dengan memanfaatkan gumpalan kain. </em><em>(Sumber foto: </em><em>vdm.bricocdn.be</em><em>)</em></p> <p>Pengecatan dekoratif relatif mudah dan dapat dikembangkan sendiri. Jadi, Anda dapat berkreasi untuk menciptakan teknik-teknik lain yang orisinil dengan berbagai jenis alat. Untuk itu Anda harus sering berlatih atau melakukan uji coba. </p> <p><strong>3 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Menerapkan Teknik Cat Dekoratif</strong></p> <p>Keberhasilan penerapan teknik cat dekoratif sangat ditentukan oleh tiga hal berikut yang harus dipersiapkan sebaik mungkin.</p> <ul> <li>Menyediakan peralatan yang tepat sesuai dengan teknik pengecatan yang dipilih.</li> </ul> <p>Peralatan yang perlu disediakan untuk penerapan cat dekoratif, antara lain: kuas cat dan kuas lukis dengan beragam ukuran, beragam jenis <em>roller</em>, berbagai jenis spons, sisir, grainingroller, sikat, kain, atau koran bekas.</p> <p>Peralatan lain dapat disediakan sesuai ide atau kreativitas Anda dalam mengecat. Jangan lupa siapkan pula peralatan dasar lain yang sangat penting, seperti ember, nampan atau bak cat, pengaduk cat, tangga, plaster, dan plastik.</p> <p style="text-align: center;"><strong><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Gambar_4__Pengecatan_ulang_dengan_cat_dasar_dan_coat_weathershield_anti_lumut_atau_jamur__Sumber_img_decoora_com_.jpg" alt="" width="347" height="231" /></strong><em>Gambar 6. Beberapa peralatan yang dapat digunakan untuk teknik cat dekoratif (Sumber foto: <a href="http://www.aliexpress.com">www.aliexpress.com</a>)</em></p> <ul> <li>Memyiapkan bidang pengecatan sebaik mungkin.</li> </ul> <p>Permukaan dinding, furnitur, atau bidang lain yang akan dicat harus bersih dari kotoran, debu, dan jamur. Bagian yang berlubang atau retak juga harus ditutup dengan plamur atau dempul, dan diberi lapisan cat dasar lebih dahulu. Untuk material logam, sebelum cat dasar aplikasikan cat antikarat. Bidang yang terlalu licin harus diampelas dan lapisan galvanis harus dibersihkan. Terakhir, pastikan permukaan yang hendak dicat benar-benar kering.</p> <ul> <li>Menyiapkan bahan-bahan yang tepat dan berkualitas.</li> </ul> <p>Gunakan jenis dan warna cat sesuai teknik yang dipilih dan bidang yang hendak dicat. Untuk bidang yang berisiko cepat kotor, pilih jenis cat yang mudah dicuci. Selain cat, beberapa bahan campuran yang mungkin diperlukan adalah air, lem <em>wallpaper,</em> lem fox atau kayu, juga <em>emulsionglaze</em>.</p> <p>Dengan penjelasan ini, #SahabatJagoBangunan bisa semakin yakin dan percaya diri untuk bermain warna dan teknik cat dekoratif. Demikian juga #PakTukang, bisa memberikan layanan terbaik kepada para pelanggan.</p> <p>Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun callcenter – Bebas Pulsa di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya! Semoga bermanfaat.</p> <p> </p> <p><strong> </strong></p> <p> </p>
Dinding Ditumbuhi Lumut? Ini Cara Ampuh Untuk Membasmi dan Membuat Dinding Seperti Baru Lagi
<p><em>Oleh: Dewi Klarasari</em></p> <p>Iklim tropis wilayah Indonesia yang lembap, memicu tumbuhnya lumut dan jamur pada dinding bangunan. Terlebih bila musim hujan tiba dan lingkungan dilanda banjir. Lumut yang menutupi dinding luar rumah akan sangat mengganggu, karena selain mengurangi keindahan juga berpotensi memicu kerusakan dinding. Karenanya spesies ini harus dibersihkan sebaik mungkin dan diantisipasi pertumbuhannya.</p> <p>#SahabatJagoBangunan, penasaran bagaimana mencegah dan mengatasi lumut pada dinding rumah? Tenang, “PakJago akan berbagi tips tentang tindakan yang harus dilakukan untuk mengatasi lumut pada dinding. Berikut ulasannya:</p> <ol> <li><strong> Deteksi tempat pertumbuhan lumut</strong></li> </ol> <p>Lumut sangat mudah tumbuh di lingkungan yang kelembapannya tinggi, basah, dingin dan jarang terkena sinar matahari. Di luar rumah lumut biasanya tumbuh pada dinding bagian bawah dekat permukaan tanah. Terlebih pada dinding yang terkena cipratan air hujan. Lumut juga bisa tumbuh pada dinding di mana terdapat kebocoran atap atau talang, dinding pagar, dan pada dinding kolam atau dinding batu buatan di taman.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_1__Lumut_pada_dinding__sumber_bananjati_.JPG" alt="" width="597" height="446" /><em>Gambar 2. (sumberdoityourself.com)</em></p> <ol start="2"> <li><strong> Basmi lumut dengan cepat</strong></li> </ol> <p>Bersihkan lumut pada dinding luar rumah, dinding pagar, dan bagian lain yang telah terdeteksi. Lakukan pada saat cuaca cerah dan kerjakan dengan cepat. Berikut langkah-langkahnya:</p> <p>- Mula-mula kikis lapisan cat pada dinding yang ditumbuhi lumut dengan bantuan <em>scrape</em> atau kape, jika perlu lanjutkan dengan pengampelasan. Pada dinding bata ekspose, beton atau dinding yang dilapisi batu alam, bersihkan lumut dengan sikat logam atau sapu lidi.</p> <p>- Setelah pengikisan selesai, bilas dengan air. Lalu, usap atau semprotkan larutan pembasmi lumut. Beberapa jenis bahan yang dapat digunakan untuk membasmi lumut, misalnya: air garam, bubuk kaporit, air kapur, larutan pemutih, sabun cuci piring, cuka putih dan baking soda.</p> <p>Namun cuka dan baking soda yang memiliki tingkat keasaman relatif tinggi sebaiknya tidak diterapkan pada material yang tidak tahan asam, seperti kayu, keramik, granit, dan marmer. Di pasaran juga tersedia larutan kimia pembasmi lumut.</p> <p>- Diamkan selama satu jam hingga semalam agar bahan bereaksi dengan baik. Kemudian gosok atau sikat—jika perlu, tambahkan sabun cuci piring—terakhir bilas dengan air untuk membersihkannya. Lalu biarkan mengering.</p> <p style="text-align: center;"><em><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_3__Pengikisan_lumut_dapat_dilakukan_dengan_kape__sikat_kawat_atau_sapu_lidi__sumber_blackdovenest_com_.jpg" alt="" width="769" height="166" /></em><em>Gambar 3.</em><em>Pengikisan lumut dapat dilakukan dengan kape, sikat kawat atau sapu lidi</em><em> (sumber</em><em>blackdovenest.com</em><em>)</em></p> <ol start="3"> <li><strong> Lakukan Pengecatan Ulang</strong></li> </ol> <p>- Setelah pembersihan lumut dan pengaplikasian pembasmi lumut selesai, permukaan dinding benar-benar kering, lakukan pengecatan ulang untuk mengembalikan keindahan dinding. Untuk mengantisipasi pertumbuhan lumut, pilihlah cat pelapis anti lumut.</p> <p>- Mula-mula aplikasikan cat dasar (primer) pada permukaan dinding. Pilih cat dasar sesuai jenis material (kayu, dinding plesteran, logam, dll.). Tunggu beberapa hingga mengering.</p> <p>- Setelah cat primer kering, aplikasikan cat eksterior <em>weathershield</em> yang juga anti lumut atau jamur sesuai jenis material. Aplikasikan lapisan pertama dan diamkan beberapa saat agar kering.</p> <p>- Lakukan pengecatan untuk lapisan kedua.</p> <p style="text-align: center;"><em><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_4__Pengecatan_ulang_dengan_cat_dasar_dan_coat_weathershield_anti_lumut_atau_jamur__Sumber_img_decoora_com_.jpg" alt="" width="347" height="231" /></em><em>Gambar 4. </em><em>Pengecatan ulang dengan cat dasar </em><em>dan </em><em>coatweathershieldanti lumut atau jamur</em> <em>(Sumber img.decoora.com)</em></p> <p><em>#</em>SahabatJagoBangunan, semogapenjelasan di atas memberikan manfaat bagi Anda, sehingga rumah bebas dari lumut selamanya. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun callcenter – Bebas Pulsa di nomor 0800-188-5656</p> <p>Ikuti dan simak terus artikel-artikel #PakJago berikutnya, ya.</p> <p> </p>
Yuk, Kenali Ciri Material Bangunan yang Berkualitas dan Cara Mengujinya (2)
<p><em> Oleh: Amin</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, tak dapat dipungkiri, salah satu penentu hasil bangunan ialah materialnya. Semakin bagus kualitas material, kemungkinan besar bangunan semakin kokoh dan mampu bertahan lama. Namun mendapat material bangunan yang berkualitas perlu diuji dulu produknya dan dikenali ciri-cirinya.<br /> <br /><strong>(Baca juga: <a href="/artikel/detail/1046">Yuk, Kenali Ciri Material Bangunan yang Berkualitas dan Cara Mengujinya (1)</a></strong><br /> <br />Sebelumnya telah dibahas cara menguji dan mengenali ciri 5 material, mulai semen, pasir, kerikil, batu kali atau batu gunung, dan bata merah. Berikut beberapa material bangunan lain yang juga dapat dikenali cirinya dan dapat diuji sendiri kualitasnya.<br /><br /><strong>Kayu</strong></p> <p>Penggunaan kayu pada bangunan perumahan sudah mulai berkurang seiring dengan masuknya produk baja ringan untuk konstruksi atap, besi hollow untuk plafon, dan kusen aluminum. Namun untuk daun pintu, jenis pintu panel dari kayu masih disukai karena keindahannya.</p> <p><img style="margin-right: auto; margin-left: auto; display: block;" src="/images/cms//articles/Gambar_9__Kayu.jpg" alt="" width="400" height="285" />Ciri kayu berkualitas:</p> <p>Kayu yang bagus adalah yang sudah kering, tidak memuntir atau melengkung, keras, seratnya bagus, dan tidak banyak mata.<br /><br /><strong>Bahan Atap atau Genteng</strong></p> <p>Genteng terdiri dari beberapa jenis bahan. Diantaranya genteng tanah liat yang cukup mudah pembuatannya, dan nyaman digunakan karena ketika panas terik matahari, udara di bawah atap tetap sejuk. Faktor kualitas tanah liat sangat menentukan kualitas genteng. Begitu juga pembakaran, apabila kurang matang maka genteng akan mudah retak.</p> <p><img style="margin-right: auto; margin-left: auto; display: block;" src="/images/cms//articles/gambar_10__Genteng.jpg" alt="" width="400" height="291" /></p> <p>Selain dari tanah liat, genteng juga ada yang terbuat dari campuran pasir dan semen atau disebut genteng beton. Ukurannya lebih lebar ketimbang genteng tanah liat. Ada pula genteng dari bahan seng atau galvalum yang lebih ringan. Model mirip genteng tanah liat, namun bahan dari metal.</p> <p>Ciri genteng berkualitas:</p> <p>Genteng tidak bersifat poros dan tahan air, agar bila terkena hujan tidak merembes dan bocor. Khusus genteng tanah liat, pastikan genteng tahan untuk diinjak.</p> <p><strong>Besi Beton</strong></p> <p>Besi beton ada dua jenis, yakni Baja Tulangan Polos (BJTP), dengan tegangan leleh minimal Fy 240 Mpa, kurang lebih 2.400 kg/cm2 , atau disebut BJTP-240. Dan Baja Tulangan Ulir atau Deform (BJTD) dengan tegangan leleh minimal Fy 300 Mpa, atau sekitar 3.000 kg/cm2.</p> <p><img style="margin-right: auto; margin-left: auto; display: block;" src="/images/cms//articles/gambar_11__beso_beton.png" alt="" width="651" height="196" />Besi polos cukup banyak produsennya, sehingga ukuran serta kualitasnya pun bemacam-macam, ada yang bentuknya bulat rapi dan bagus. Ada pula yang agak gepeng dengan warna yang agak ke merah-merahan atau mendekati coklat.<br /> <br />Bangunan sederhana tidak bertingkat biasanya menggunakan besi polos karena lebih murah. Namun sebenarnya untuk tulangan pokok lebih disarankan menggunakan besi ulir. Sedangkan besi polos cocok digunakan untuk pembuatan beugel.</p> <p><strong>(Baca juga: <a href="/artikel/detail/924">Cara Cerdas Membuat Lantai Semen Ekspose Nan Cantik</a>)</strong></p> <p>Ciri besi berkualitas:</p> <p>Untuk besi polos, jika masih baru warnanya kebiru-biruan, kaku. Ukuran mendekati standar SNI: 6 mm , 8 mm, 10 mm, 12 mm, 14 mm, dan seterusnya selalu kelipatan 2 mm. Sementara besi ulir ukurannya mulai 10mm, 13mm, 16mm, 19mm, 22mm, dan seterusnya kelipatan 3mm.</p> <p><strong>Material Bangunan Lain yang Sering Digunakan</strong></p> <p>Material lain yang sering digunakan pada pembuatan rumah sederhana, diantaranya adalah plafon. Ini bisa terbuat dari triplek dengan syarat atapnya harus benar-benar rapat dan tidak bocor.</p> <p><img style="margin-right: auto; margin-left: auto; display: block;" src="/images/cms//articles/Plafon-kayu.jpg" alt="" width="631" height="208" /></p> <p>Bahan lain untuk plafon yang bagus dan lebih nyaman untuk ditempati ialah papan gypsum, sayangnya tidak tahan air. Sedang bahan yang tahan air adalah jenis kalsiboard atau eternit nonasbestos.</p> <p>Selain plafond, ada juga material bangunan lain yang digunakan untuk menutup lantai. Bahan penutup lantai sekarang hampir semua menggunakan keramik. Begitu pula dinding kamar mandi serta dapurnya. <br />Bahan keramik yang bagus ukurannya presisi dan siku, serta rata dan lurus. Pembakaran sempurna pada keramik ditandai dengan bunyi yang nyaring, dan lapisan glasur pada permukaan cukup tebal serta tahan gores.</p> <p>Material yang tak kalah sering digunakan juga ada cat tembok. Bahkan keperluannya cukup banyak, baik cat dinding, plafon, maupun cat kayu untuk kusen atau jendela.</p> <p><img style="margin-right: auto; margin-left: auto; display: block;" src="/images/cms//articles/paint-party-and-more7-800x500.jpg" alt="" width="645" height="403" />Untuk bahan cat dinding luar sebaiknya pilih yang tahan udara luar agar lebih awet terhadap pengaruh cuaca. Pada bagian dalam, bisa dicoba varian merk cat tembok beragam dengan warna.</p> <p>Demikian ulasan tentang berbagai ciri material bahan bangunan dan cara menguji kualitasnya. Tentu masih banyak bahan material yang belum diulas, paling tidak informasi di atas bisa menjadi acuan untuk mendapat material pokok pada bangunan dengan kualitas terbaik. Semoga bermanfaat.</p> <p>#SahabatJagoBangunan, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun call center – Bebas Pulsa di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya.</p>
Yuk, Kenali Ciri Material Bangunan yang Berkualitas dan Cara Mengujinya (1)
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>Kualitas material bangunan sangat menentukan hasil dalam membangun rumah. Sayangnya, kualitas material kadang hanya diukur dari mahalnya harga. Senada dengan ungkapan "Ada harga, ada rupa".</p> <p>Namun untuk mendapat material bangunan berkualitas, sebenarnya perlu diuji dan diketahui ciri-cirinya. Hasil uji dan pengamatan pada ciri material ini yang menentukan seberapa bagus dan kokoh materialnya, aman digunakan atau tidak, juga berapa lama tingkat ketahanannya. Jangan terjebak dengan merk dan harga saja.</p> <p><strong>(Baca juga: <a href="/artikel/detail/1043">Lusicon, Bata Ringan Berbahan Lumpur Lapindo yang Ramah Lingkungan)</a></strong></p> <p>Nah, berikut langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk melihat ciri dan menguji kualitas material bangunan.</p> <p><strong>Semen Portland</strong></p> <p><img style="margin-right: auto; margin-left: auto; display: block;" src="/images/cms//articles/gambar_1__ppc.png" alt="" width="660" height="438" />Semen merupakan bahan perekat yang bila dicampur pasir dan air akan berubah menjadi bahan plesteran atau adukan untuk memasang batu bata, memlester tembok, memasang batu belah, atau pun keramik. Adukan yang menggunakan bahan perekat semen akan cepat mengering sehingga proses pembangunan rumah lebih cepat.</p> <p>Ciri semen berkualitas:</p> <p>Jenis semen portland yang disarankan untuk membangun rumah disebut Portland Pozzolan Cement (PPC). Jenis ini terbuat dari bahan pengikat hidrolis yang digiling bersama terak, gypsum, dan bahan pozzolan. Produk ini bisa mengering dalam keadaan basah.</p> <p>PPC cocok digunakan untuk bangunan umum dan bangunan yang memerlukan ketahanan sulfat dan panas hidrasi sedang seperti jembatan, jalan raya, perumahan (pasang pondasi, bata, plesteran, pasang keramik), dermaga, beton massa, bendungan, bangunan irigasi, dan fondasi pelat penuh.</p> <p>Salah satu produk semen PPC yang terjamin mutunya ialah Semen Gresik. Produk ini tahan retak, dan semakin lama justru semakin kuat. Kemasan isi 40 kg juga cukup ringan untuk pekerja Indonesia.</p> <p>Cara menguji kualitas semen yang masih dalam zak:</p> <p><img style="margin-right: auto; margin-left: auto; display: block;" src="/images/cms//articles/Gambar_2__Cara_memeriksa_semen_yang_masih_dalam_zak.png" alt="" width="661" height="336" /></p> <p>Untuk menghindari semen mengeras, usahakan menaruh semen di atas papan atau palet agar tak terkena pengaruh air dari lantai yang naik ke atas. Tutuplah dengan plastik agar air yang terkandung di udara tidak berpengaruh pada semen dalam zak. Taruh semen di daerah kering bukan di tempat lembab. Tumpukan maksimal 15 zak, dan jangan sampai menyentuh dinding tembok.</p> <p>Cara memilih semen yang sudah dibuka atau di luar zak:</p> <p><img style="margin-right: auto; margin-left: auto; display: block;" src="/images/cms//articles/gambar_3__Cara_memilih_semen_yang_sudah_dibuka_atau_di_luar_zak.png" alt="" width="648" height="383" /><strong>Pasir</strong><br /> <br />Pasir merupakan bahan pengisi yang bila diaduk dengan semen dan ditambahkan air akan menjadi adonan yang siap digunakan. Jika pasir digunakan untuk memasang material, gunakan ukuran yang bervariasi, campuran antara yang lembut dan ada yang agak kasar, ukurannya antara 0-4 mm. Pasir yang hanya satu jenis, pasir lembut saja (0-2 mm) atau yang kasar saja (>2-4 mm), kurang baik untuk pemasangan.<br /> <br />Ciri pasir berkualitas:</p> <p><img style="margin-right: auto; margin-left: auto; display: block;" src="/images/cms//articles/gambar_4__Cara_mengontrol_pasir__diambil_dari_berbagai_jenis_sampel_pasir_yang_akan_dipilih_.png" alt="" width="637" height="511" /><br />Tidak bercampur kotoran. Hindarkan asir dari kotoran seperti lumpur, lumut, rumput, daun-daun yang lapuk, akar-akaran, atau belerang. Butirannya harus, keras, dan tajam.</p> <p>Bila digenggam dalam keadaan basah, lalu dibuka maka pasir akan terurai. Sebaliknya bila pasir banyak mengandung tanah liat atau lumpur, maka kalau digenggam akan menggumpal.<br /> <br />Cara menguji pasir (diambil dari berbagai jenis sampel pasir yang akan dipilih):</p> <p><strong>Kerikil</strong><br /> <br />Kerikil merupakan batuan kecil yang lolos ayakan 4mm dan tertahan di ayakan 32 mm. Pada dasarnya, kerikill sama fungsinya sebagai bahan pengisi seperti pasir, namun digunakan pada pembuatan beton. Beton terdiri dari bahan perekat (semen dan air) dan bahan pengisi ( pasir dan kerikil).</p> <p><img src="/images/cms//articles/gambar_5__Kerikil.jpg" alt="" width="765" height="150" /><br />Ayakan 32 mm merupakan diameter terbesar untuk beton normal. Namun untuk pembuatan bendungan, biasa digunakan kerikil berukuran ayakan hingga 50 mm atau lebih, atau disebut beton siklop.</p> <p><strong>(Baca juga: <a href="/artikel/detail/923">Mencegah dan Mengatasi Kerusakan Dinding Batu Buatan</a>)</strong><br /> <br />Ciri kerikil berkualitas:<br /> <br />Kerikil yang bagus memiliki butiran agak bulat, bukan pipih atau gepeng. Kalau dipukul pakai palu, keras butirannya. Permukaan kasar dan bersih sehingga mudah dilekati semen. <br />Besaran kerikil yang ideal: Ukuran 4-8 mm = 15%; Ukuran 8-16 mm = 18% dan Ukuran 16-32 mm = 20%.<br /> <br /><strong>Batu Kali atau Batu Gunung</strong></p> <p>Batu kali atau batu gunung digunakan untuk pembuatan pondasi rumah, tembok penaha, atau pada beberapa daerah pegunungan dipakai juga untuk membuat tembok. Kelemahan pembelian batu kali terdapat pada hitungan kapasitas pengukurnya. Jika beli batu satu truk maka biasanya dihitung volumenya dengan perkalian panjang x lebar x tinggi.</p> <p><img style="margin-right: auto; margin-left: auto; display: block;" src="/images/cms//articles/gambar_6__Batu_Kali.jpg" alt="" width="667" height="357" /></p> <p>Tapi banyak sekali celah yang kosong. Sehingga kalau kita membeli 5 m3 batu, saat dipasang hanya akan menjadi pasangan pondasi sekitar 4 m3, berkurang sekitar 20%. Hal ini terjadi karena pemasangan batu di pondasi hampir bersinggungan, celah-celahnya diisi adukan, dan volumenya susut.</p> <p>Ciri batu berkualitas:</p> <p>Batu belah yang bagus adalah yang keras, tidak poros, dan bentuknya beragam.</p> <p><strong>Bata Merah</strong></p> <p>Bata merah sebagai bahan pembuatan tembok masih digunakan di perumahan, meski belakangan ini muncul produk baru bernama bata ringan. Bata merah terbuat dari tanah liat yang dipres, kemudian dikeringkan dan dibakar hingga matang. Kematangannta ditandai dengan warna merah yang merata.</p> <p><img style="margin-right: auto; margin-left: auto; display: block;" src="/images/cms//articles/gambar_7__Bata_Merah_1.jpg" alt="" width="482" height="298" />Bahan tanah yang bagus dan pembakaran sempurna sangan berpengaruh pada kualitas bata merah. Bata merah yang tidak diplester harus benar-benar bata yang matang atau padat. Hal ini untuk menghindari tumbuhnya lumut dan kerapuhan akibat terkena pengaruh matahari, hujan, dan suhu yang berubah-ubah.<br /> <br />Ciri bata merah berkualitas:<br /> <br />Apabila dipukul palu, terdengar suara nyaring, karena padat. Kepadatan ini ditandai dengan berat. Semakin berat, semakin padat. </p> <p>Itu dia ciri material bangunan yang berkualitas dan cara mengujinya. #SahabatJagoBangunan, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun callcenter – Bebas Pulsa di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya.</p>
Material Atap Pakai Baja Ringan? Simak Kelebihan, Konfigurasi, dan Cara Memasangnya Disini
<p><em>Oleh: Cahyadi</em></p> <p><br />#SahabatJagoBangunan, faktor kekuatan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam sebuah bangunan, terutama bagian atap. Jika tidak dipasang dengan benar dan material yang digunakan sembarangan, bisa jadi akan bermasalah di kemudian hari.</p> <p>Risikonya tentu harus dibongkar dan justru menimbulkan sejumlah pekerjaan lain yang tidak remeh. Seperti mengamankan semua barang di dalam rumah agar tidak terkena kotoran dari atap selama proses pengerjaan berlangsung.</p> <p><strong>(Baca juga: <a href="/artikel/detail/1022">10 Langkah Mudah Mengukur Lahan untuk Denah Rumah</a>)</strong></p> <p>Pertimbangan kekuatan material atap inilah yang membuat banyak orang kini beralih menggunakan baja ringan. Mulai atap pada bangunan rumah tinggal, sekolah, perkantoran, ruko, dan sebagainya. <br />Kelebihan baja ringan diantaranya mudah dan cepat dalam pemasangan. Kuat dan awet (usia material tahan lama), efisien biaya karena tidak memerlukan perawatan khusus, dan yang lebih penting adalah ramah lingkungan.</p> <p><strong>Konfigurasi Atap Baja Ringan</strong></p> <p>Ada beberapa macam konfigurasi atap baja ringan yang biasa diterapkan dan dipakai. Berikut ini gambar potongan konfigurasi standar yang biasa dipakai untuk struktur atap baja ringan pada kuda-kuda atap:</p> <p style="text-align: center;"><img style="margin-right: auto; margin-left: auto; display: block;" src="/images/cms//articles/Gambar_1__Standar_Roof_Truss_Con__Sumber_tumcivil_.jpg" alt="" width="478" height="490" /><em>Gambar 1. Standard Roof Truss–Configuration</em></p> <p>Selain itu, ada beberapa konfigurasi struktur atap baja lain yang bisa Anda terapkan seperti gambar berikut:</p> <p><img style="margin-right: auto; margin-left: auto; display: block;" src="/images/cms//articles/Gambar_3__Konfigurasi_lain_atap_baja_ringan__Sumber_walterandjackson_.png" alt="" width="499" height="498" /></p> <p style="text-align: center;"><em>Gambar 3. Konfigurasi lain atap baja ringan</em></p> <p>Begitu banyak konfigurasi yang bisa Anda pilih dan terapkan, sehingga desain bentuk atap rumah pun bisa beraneka ragam. Namun dalam pemasangan rangka atap baja ringan harus dilakukan dengan cermat dan benar, sesuai persyaratannya, agar hasilnya baik dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.</p> <p><strong>(Baca juga: <a href="/artikel/detail/1024">Pengadaan, Kategori, dan Alat Pertukangan yang Wajib Anda Tahu</a>)</strong></p> <p><strong>Ketentuan pemasangan rangka atap baja ringan</strong></p> <p>1. Kuda-kuda terpasang diatas struktur pendukungnya (kolom dan balok ring).</p> <p>2. Kuda-kuda dilengkapi dengan angkur dan dynabolt dikedua tumpuannya, agar kuda-kuda kuat dan stabil.</p> <p>3. Semua kuda-kuda tegak lurus dengan balok ring.</p> <p>4. Jarak kuda-kuda maksimal 120 cm dari as ke as kuda-kuda (pertimbangkan beban penutup atap, beban angin, beban tambahan dan bentang kuda-kuda).</p> <p style="text-align: center;"><img style="margin-right: auto; margin-left: auto; display: block;" src="/images/cms//articles/Gambar_4__Vaulted_Paralel_Chord__Sumber_je-Design_.jpg" alt="" width="552" height="415" /><em>Gambar 4. Vaulted Paralel Chord (Sumber je-Design) </em></p> <p>5. Ketinggian apex untuk pemasangan nok disetiap kuda-kuda sama rata.</p> <p>6. Sisi miring atap rata dan tidak bergelombang.</p> <p>7. Perletakan, tipe, ukuran, dan jumlah srew (sekrup khusus baja ringan) sesuai desain.</p> <p>8. Tidak ada kerusakan lapisan pelindung.</p> <p>9. Tidak terjadi perubahan bentuk karena kesalahan pasang.</p> <p><strong>Cara pemasangan rangka atap baja ringan</strong></p> <p>Dipasang langsung diatas balok ring<br />Pemasangan langsung ini lebih kuat dan stabil, karena dynabolt langsung ke balok ring.</p> <p style="text-align: center;"><img style="margin-right: auto; margin-left: auto; display: block;" src="/images/cms//articles/Gambar_5__Rangka_atap_baja_ringan_dipasang_dengan_perantara_wall-plate___Sumber_jayawan_.png" alt="" width="719" height="218" /><br /><em>Gambar 5. Rangka atap baja ringan dipasang dengan perantara wall-plate. (Sumber jayawan)</em></p> <p>Dipasang dengan perantara wall-plate</p> <p>Pemasangan dengan wall-plate bertujuan untuk meratakan balok ring, namun kuda-kuda kurang kuat dan stabil, karena terdapat rongga wallplate dan dynabolt tidak langsung ke balok ring.</p> <p style="text-align: center;"><img style="margin-right: auto; margin-left: auto; display: block;" src="/images/cms//articles/Gambar_6__Pemasangan_rangka_atap_baja_ringan__Sumber_truss-500_.png" alt="" width="653" height="328" /><br /><em>Gambar 6. Pemasangan rangka atap baja ringan (Sumber truss-500)</em></p> <p>Pada akhir pekerjaan pemasangan rangka atap baja ringan agar dilakukan pengecekan potensi korosi. Korosi pada baja ringan bisa terjadi karena goresan, serpihan pemotongan, kawat pengikat dan atau penggunaan bahan logam lain pada struktur atap baja ringan.</p> <p>Lakukan pemasangan struktur atap baja ringan dengan cermat, baik, dan benar. Selamat mencoba.</p> <p>#SahabatJagoBangunan, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi dengan #PakJago melalui website maupun call center – Bebas Pulsa di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel-artikel #PakJago berikutnya, ya.</p>
Lusicon, Bata Ringan Berbahan Lumpur Lapindo yang Ramah Lingkungan
<p><em>Oleh: Jerie</em></p> <p>Tahukah, #SahabatJagoBangunan, selain bata merah, kini pilihan material bangunan untuk konstruksi dinding kian banyak. Salah satunya bata ringan lusicon. Lusicon atau <em>Lumpur Sidoarjo Conbloc,</em> merupakan produk yang memanfaatkan lumpur panas Sidoarjo (atau lebih dikenal dengan Lumpur Lapindo).</p> <p><img style="margin-right: auto; margin-left: auto; display: block;" src="/images/cms//articles/gambar_3__Bata_Merah__Bata_Ringan__Bat_Lusicon.png" alt="" width="631" height="187" />Bentuk lusicon menyerupai bata merah dan berwarna kecoklatan. Komposisinya terdiri dari bahan yang ramah lingkungan. Terbuat dari ± 80% lumpur panas Sidoarjo, diproses kalsinasi yang dibakar pada suhu ± 800°C. Dicampur semen, agregat halus atau pasir, pasta aluminium, dan serbuk kapur. Campuran ini membuat Lusicon menjadi bata yang ramah lingkungan, kuat, awet, dan ukurannya presisi.</p> <p>Berikut tabel perbandingan material bata ringan lusicon dengan bata merah dan bata ringan lainnya:<br />Melihat tabel perbandingan di atas, lusicon setara. Ini berarti lusicon mampu bersaing dan bisa disandingkan dengan bata ringan kualitas terbaik. Produk Lusicon dibuat modular dengan ukuran yang sama dengan bata ringan, sehingga lebih mudah diterima masyarakat.</p> <p><img style="margin-right: auto; margin-left: auto; display: block;" src="/images/cms//articles/gambar_2__tabel_perbanding_Spesifikasi.png" alt="" width="597" height="187" />Selain ramah lingkungan, seperti halnya bata ringan, pemasangan bata lusicon lebih mudah dan cepat. Proses tersebut tentu bisa menghemat biaya dan waktu pembangunan. Dengan membeli produk bata ringan lusicon juga berarti Anda membantu menambah nilai ekonomis untuk masyarakat Sidoarjo.</p> <p>Nah, mau mencoba produk alternatif yang satu ini? </p> <p>#SahabatJagoBangunan, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun callcenter – Bebas Pulsa di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel-artikel #PakJago berikutnya, ya.</p>
Pengadaan, Kategori, dan Alat Pertukangan yang Wajib Anda Tahu
<p><em>Oleh: Jerie</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, pekerjaan konstruksi membutuhkan alat kerja, bahan bangunan, dan tenaga kerja (tukang) yang harus dikelola dengan baik agar pekerjaan berjalan lancar. Peralatan kerja yang memadai tentu dapat menghemat waktu, tenaga, biaya, dan menghasilkan mutu terbaik.</p> <p><strong>Pengadaan Alat Kerja</strong></p> <p><strong><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/gambar_6__Rammer_untuk_memadatkan_tanah_atau_pasir_urugan_.jpg" alt="" width="354" height="354" /></strong></p> <p>Menurut #PakJago, Pengadaan alat kerja disesuaikan dengan tahapan pekerjaan konstruksi serta memperhatikan jumlah tenaga kerja. Pertimbangan biaya alat kerja baik beli atau sewa sangat penting dan berhubungan dengan biaya konstruksi. Pemeliharaan dan perawatan alat kerja juga harus dilakukan secara rutin, khususnya alat kerja berat, sehingga alat kerja selalu dalam kondisi baik dan siap pakai.</p> <p>Alat kerja pertukangan pada dasar bisa membeli sendiri atau menyewa. Pembelian alat kerja membuat kerja mandiri dan tidak ada ketergantungan dengan pihak lain, hanya saja biaya pengadaan alat cukup besar. Pengadaan alat kerja bisa oleh tukang perorangan dan atau kontraktor pelaksana di awal proyek atau selama proyek berlangsung.</p> <p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/gambar_9__Motor_Gradler_sebagai_alat_perata_tanah_.jpg" alt="" width="598" height="305" /></p> <p>Selain membeli, alat kerja juga bisa menyewa. Sewa alat kerja lebih sesuai dengan kebutuhan. Kelemahannya jika saat dibutuhkan alat kerja yang disewa tidak ada, akan menghambat proses konstruksi. Sewa alat kerja dilakukan oleh kontraktor dan berhubungan dengan pihak lain serta melalui sistem prosedur yang sudah ditentukan dan disepakati.</p> <p><strong>Kategori Peralatan Pertukangan</strong></p> <p>Setelah mengetahui cara pengadaan alat, berikutnya yang harus diketahui ialah kategori peralatannya. Secara sederhana, peralatan pertukangan terbagi menjadi tiga kategori.</p> <ol> <li>Peralatan Utama</li> </ol> <p>Alat – alat pertukangan yangwajib dimiliki oleh tukang atau kontraktor untuk melakukan pekerjaan bangunan, sesuai spesialiasinya dan sesuai prosedur yang ditentukan. Alat kerja utama yang sederhana biasanya dimiliki oleh tukang secara perorangan dan lebih berupa alat kerja tangan manual, seperti meteran, cetok, siku, gerinda, bor, gergaji, palu, tang. Untuk alat kerja yang mekanis sampai alat kerja berat biasanya disediakan oleh kontraktor pelaksana.</p> <p> <img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/gambar_3_Mesin_Bor__untuk_membuat_lubang_pada_material_beton__kayu_atau_besi__sumber_-_AJBS_.jpg" alt="" width="471" height="359" /></p> <ol start="2"> <li>Peralatan Pendukung</li> </ol> <p>Ialah alat-alat pertukangan yang membantu pekerjaan tukang mencapai mutu yang baik dan kerapian yang tinggi. Peralatan pendukung bisa juga berupa alat bantu kerja. Contohnya arco, scafolding, tangga, ayakan pasir, dan timba.</p> <ol start="3"> <li>Peralatan Keamanan</li> </ol> <p>Terakhir, alat– alat pertukangan yang mendukung keselematan kerja tukang.</p> <p>Alat keamaan ini diantaranya helm pekerja, sepatu boot, googles, sabuk pengaman, sabuk peralatan, sarung tangan.</p> <p><strong>Jenis Peralatan Tukang</strong></p> <p>Tiga kategori alat pertukangan di atas terbagi lagi dalam 4 jenis alat. Pembagian jenis ini akan memudahkan Anda dalam memilah mana alat yang harus beli atau bisa sewa saja. Empat jenis alat tersebut adalah:</p> <ol> <li>Alat Kerja Tangan non Mekanis</li> </ol> <p>Berupa alat kerja tanpa mesin (non mekanis), diantaranya <em>meteran, siku, cetok, palu, waterpass, bandul, betel pahat, obeng, tang, gergaji, kunci pas, dan kunci inggris.</em></p> <ol start="2"> <li>Alat kerja Tangan Mekanis</li> </ol> <p>Merupakan alat kerja tangan dengan mesin (mekanis), seperti <em>gerinda, bor, circular saw, planner, sander, ramer, picks & breakers, catridge hammer, power trowel, concrete vibrator, bar bender, dan bar cutter.</em></p> <p> <img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/gambar_4__Picks___breakers___untuk_membongkar_dinding_bata__beton_atau_lapisan_aspal_.jpg" alt="" width="626" height="626" /></p> <ol start="3"> <li>Pompa Air, Kompresor & Genset</li> </ol> <p>Peralatan pertukangan berupa pompa air, kompresor (tekanan angin) dan genset kompressor & genset. Contohnya, pompa air dinamik atau pompa air desak (sesuai dengan kebutuhan daya hisap, daya dorong dan kapasitas air), kompresor dinamik atau kompresor desak, genset dengan daya listrik kecil, menengah, besar ( 10 KVA, 30 KVA, 50KVA, 100 KVA, 250 KVA ).</p> <ol start="4"> <li>Alat Kerja Berat</li> </ol> <p>Merupakan peralatan pertukangan berupa alat kerja berat dengan mesin. Contoh: alat gusur <em>(buldozer, loader, scrapper ), </em>alat gali<em> (power shovel, black hoe, dragile, clem shell, excavator), </em>alat perata<em> (motor gradler, sraper), </em>alat pemadat <em>(three w roller, tandem roller, sheep foot roller, segmen ted roller, tire roller, vibrating compec), </em>alat angkut atau angkat<em> (dump truck, trailer, crane on track, flat bed, crane tower) .</em></p> <p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/gambar_10__Tandem_Roller_sebagai_alat_pemadat_untuk_sub_base_dan_hamparan_hotmix_.jpg" alt="" width="628" height="421" /> </p> <p>Nah, itulah berbagai informasi terkait peralatan pertukangan yang wajib Anda ketahui agar memudahkan pekerjaan bangunan. Semakin lengkap alat yang dimiliki #PakTukang, tentu semakin cepat pekerjaan bisa diselesaikan. Semoga bermanfaat.</p> <p>Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun callcenter – Bebas Pulsa di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya!</p>
10 Langkah Mudah Mengukur Lahan untuk Denah Rumah
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>Halo, #SahabatJagoBangunan</p> <p>Tahapan membangun rumah, setelah mendapatkan lahan yang tepat, ialah mengukur lahan dan membuat denah rumah. Hal ini membutuhkan beberapa teknik dan perlengkapan yang akan digunakan di lapangan, agar ukuran bisa sesuai gambar denah rumah.</p> <p>Tapi tak perlu khawatir, langkah-langkah di bawah ini akan mempermudah Anda untuk melakukan pengukuran lahan dengan benar. </p> <p>1. Pelajari gambar denah. Agar kita bisa menempatkan patok-patok dan papan <em>bouwplank</em> (<em>bouw</em> berarti bangunan,<em> plank</em> berarti papan; papan bangunan) sesuai denah. </p> <p>2. Siapkan alat-alat yang diperlukan. Seperti meteran, benang, slang timbangan, spidol, paku gergaji kayu, kampak atau parang untuk melancipkan kayu, serta palu.</p> <p>3. Buat patok. Gunakan patok dari usuk 4/6 sesuai ketinggian yang diperlukan, misal 1 meter, lalu lancipkan.</p> <p>4. Siapkan papan bouwplank. Papan berukuran 2/20 yang salah satu sisinya diketam lurus.</p> <p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_4__Pemasangan_Benang.jpg" alt="" width="567" height="232" /></p> <p>5. Pasanglah bouwplank setinggi rencana lantai 1 yang akan dipasang ( ± 0.00).</p> <p>6. Buatlah garis benang di atas bouwplank di atas salah satu as pondasi sebagai garis patokan.</p> <p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_5__Garis_Segi_empat.jpg" alt="" width="628" height="236" /></p> <p>7. Buatlah tarikan benang siku kepada garis patokan dengan perbandingan pitagoras 3:4:5. Misal 60 cm : 80 cm : 90 cm atau lebih besar, misal 90:120:150. Semakin besar hasilnya, semakin teliti.</p> <p>8. Buatlah satu garis lagi sejajar garis patokan di atas as pondasi lainnya dan buat juga garis siku sejajar garis siku sebelumnya, sehingga terbentuk garis segi empat.</p> <p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/gambar_6__pembagian_garis_kamar.jpg" alt="" width="578" height="225" /></p> <p>9. Garis segi empat yang barusan dibuat dikontrol lagi kesikuannya dengan cara mengukur diagonalnya. Apabila panjang diagonal sama berarti segi empat tersebut sudah siku. Garis tersebut diambil as pondasi terluar dari bangunan.</p> <p>10. Jika sudah mantap dan yakin bahwa segi empat sudah 100% siku dengan selisih panjang diagonal mendekati 0, baru dibuatkan pembagian garis-garis kamarnya. Cara mengukur yang teliti adalah mengukur pada benang menggunakan spidol , baru ditarik benangnya dan dipindahkan ke bouwplank. </p> <p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/gambar_7__As.jpg" alt="" width="666" height="241" /></p> <p>Perlu diingat, apabila bouwplanknya sudah mendekati siku, maka bisa saja diukur pada bouwplank, dengan risiko mengontrol lagi jarak benangnya. Jika bergeser 1 atau 2 cm maka dikoreksi pakunya.</p> <p>Untuk mengamankan as utama bouwplank, sebaiknya disimpan pada bangunan permanen seperti tembok, aspal jalan atau pohon agar bila bouwplank rusak atau bergeser bisa diulangi lagi penarikannya.</p> <p>As yang dibuat di atas papan hendaknya dibuat permanen menggunakan paku dan ditandai dengan gambar segi tiga agar jelas. Tarikan benang berada di atas as pondasi tandai dengan paku agar jelas as-nya.</p> <p>Nah, itu dia 10 langkah melakukan pengukuran lahan untuk denah rumah. Mudah sekali, kan, #SahabatJagoBangunan?</p> <p>Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun callcenter – Bebas Pulsa di nomor 0800-188-5656.</p> <p>Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya! Semoga bermanfaat.</p> <p> </p> <p> </p>