Masuk

Tips

Beranda / Artikel
Search:

Daerah Anda Rawan Bencana? Pilih Material Ini Agar Bangunan Tahan Gempa
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, Indonesia merupakan salah satu negara yang banyak mengalami bencana gempa bumi karena memang dasar bumi Indonesia merupakan lempengan-lempengan yang aktif bergerak. Seringkali gempa memakan korban lantaran tertimpa reruntuhan material bangunan. Untuk itu, perlu diperhatikan bagaimana konstruksi yang tepat dan pemilihan material yang tahan gempa.</p> <p>Material yang terbukti tepat yakni ringan, fleksibel, dan memiliki ketahanan terhadap getaran. Dengan menggunakan material seperti ini maka risiko bahaya akan berkurang jika bobot struktur yang runtuh lebih ringan. Dampak bahaya yang ditimbulkan oleh material yang berjatuhan juga diharapkan jauh lebih kecil.</p> <p>Berikut ini material yang dapat memenuhi kriteria sebagai material tahan gempa, baik material alami maupun hasil industri.</p> <p><strong>Material alami </strong></p> <p>Selain menerapkan struktur tahan gempa, rumah tradisional yang dibangun nenek moyang kita jugamenggunakan material alami yang ringan, fleksibel, dankokoh. Berikut di antaranya.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Material TahanGempa/Gambar_1__Aplikasi_material_alami_tahan_gempa_pada_bangunan_tradisional.jpg" alt="" width="439" height="292" /><em>Gambar 1. Aplikasi material alami tahan gempa pada bangunan tradisional(Sumber foto: Dwi Klarasari).</em></p> <ul> <li><strong>Kayu</strong></li> </ul> <p>Selain elastis dan ulet, kayu mampu menahan beban, baik yang sejajar ataupun tegak lurus seratnya. Selain log, kayu dijumpai dalam bentuk papan, balok, galar. Pada bangunan, kayu dapat di aplikasi hampir pada seluruh bagian, struktural, dan non-struktural dari lantai hingga atap termasuk penutup atap—misalnya atap sirap alami.</p> <ul> <li><strong>Bambu</strong></li> </ul> <p>Bambu relatif ringan, juga kuat ditarik dan kelenturan lebih tinggi dari baja. Bambu tua dan kering sangat ideal untuk struktur bangunan. Bambu diaplikasikan sebagai tiang, balok, penyangga atap, lantai, juga dinding (potongan atau anyaman).</p> <ul> <li><strong>Rotan</strong></li> </ul> <p>Rotan memiliki kelenturan, kekuatan, dan daya tahan lebih tinggi dibandingkan bambu. Pada bangunan rotan diaplikasikan sebagai elemen dinding—utuh ataupun bagian kulitnya saja, dianyam ataupun disusun utuh.</p> <ul> <li><strong>Rumbia dan sejenisnya</strong></li> </ul> <p>Rumbia adalah nama lain pohon sagu. Daun rumbia yang dianyam dan dikeringkan dapat diaplikasikan sebagai penutup atap. Sejenis dengan atap rumbia adalah atap ijuk (dari serabut pohon enau), atap daun kelapa, dan atap ilalang. Penerapan berbagai penutup atap dari daun atau serabut yang relatif ringan ini sangat mendukung bangunan tahan gempa.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Material TahanGempa/Gambar_2__Aplikasi_material_bambu_pada_elemen_struktural_maupun_nonstructural.jpg" alt="" width="386" height="217" /><em>Gambar 2. Aplikasi material bambu pada elemen struktural maupun nonstructural(Sumber foto:  </em><a href="http://www.simplelifeprattle.com"><em>www.simplelifeprattle.com</em></a><em>).</em></p> <p><strong>Material artifisial </strong></p> <p>Seiring kemajuan teknologi, para ahli juga berinovasi menciptakan beragam bahan bangunan yang memenuhi kriteria tahan gempa. Berikut ini beberapa material artifisial yang tahan gempa.</p> <ul> <li><strong>Baja ringan</strong></li> </ul> <p>Dibandingkan beton, konstruksi baja ringan jauh lebih ringan dan fleksibel. Material ini juga memiliki sifat daktail (kembali ke bentuk semula) yang tinggi serta tidak mudah patah. Konstruksi baja ringan lebih mudah dan cepat diperbaiki atau dibangun ulang.</p> <ul> <li><strong>Material dinding berbobot ringan </strong></li> </ul> <p>Beragam inovasi dinding ringan, ialah bata ringan atau beton ringan aerasi (hebel) dan teknologi b-panel. Panel baja ringan termasuk penutup dinding eksterior (<em>metal cladding</em>), juga papan semen atau GRC/<em>GlassfibreReinforcedCement, </em>yaitu kombinasi semen, gipsum, pasir, dan serat kaca fibercement. Untuk dinding interior ada material gipsum.</p> <ul> <li><strong>Kaca tempered dan kaca berpelapis khusus</strong></li> </ul> <p>Dibandingkan kaca biasa, kaca <em>tempered </em>relatif lebih kuat, juga tahan tekanan dan benturan. Lebih aman karena pecahannya berbentuk butiran. Pelapis kaca berfungsi menahan pecahnya kaca.</p> <p>Temuan pelapis berteknologi tinggi adalah kaca film yang dinamai <em>armorcoat </em>mampu menahan getaran cukup tinggi. Saat kaca biasa sudah berkeping-keping, kaca berlapis <em>armorcoat</em> tetap utuh, karena pelapisnya menahan serpihan kaca sehingga tidak berhamburan.</p> <ul> <li><strong>Penutup atap</strong></li> </ul> <p>Material penutup atap teknologi baru yang relatif ringan antara lain baja ringan, spandek atau zincalume (campuran seng dan aluminium), dan polikarbonat yaitu lembaran plastik atau fiber transparan yang berongga. Ada juga atap sirap buatan dari <em>fibercement.</em></p> <p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Material TahanGempa/Gambar_3__Aplikasi_baja_ringan_pada_konstruksi_rumah_tahan_gempa.jpg" alt="" width="615" height="197" /></p> <p style="text-align: center;"><em>Gambar 3. Aplikasi baja ringan pada konstruksi rumah tahan gempa .(Sumber foto: <strong>kiri-</strong>rangkaatapbajaringanbogor.com dan <strong>kanan-</strong>votrongnghia.com). </em></p> <p><strong>Perpaduan material alami dan buatan </strong></p> <p>Kini para peneliti juga telah mengembangkan perpaduan material alami dan buatan. Di antaranya perpaduan material bambu dan semen untuk elemen dinding bangunan. Anyaman bambu diplester seperti dinding bata, namun dengan total ketebalan kurang dari ½ bata.</p> <p>#SahabatJagoBangunan, Anda bisa memilih dan menggunakan material tahan gempa seperti penjelasan di atas agar bangunan aman dan kuat. untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun callcenter – Bebas Pulsa di nomor 0800-188-5656.</p> <p>Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya.</p> <p> </p> <p> </p>
3 Langkah Mudah Memasang Lantai Kayu yang Tepat dan Natural
<p><em>Oleh: Dewi Klarasari</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, saat ini penggunaan lantai kayu sudah menjadi bagian dari gaya desain modern yang menghadirkan nuansa natural.</p> <p>Lantai yang berbentuk potongan-potongan kayu ini disebut parket. Bermula dari dua jenis parket kayu solid (<em>solid parquet</em>), yang terbuat dari kayu asli dan diproduksi dalam dua kondisi, yakni <em>finished</em> dan <em>unfinished</em>.</p> <p>Saat ini sudah ada produk parket kayu <em>engineered</em> (<em>engineered parquet</em>) serupa multipleks, dan parket laminasi (<em>laminated parquet</em>) dari serbuk kayu seperti MDF/HDF, dilapis bahan sintetis motif kayu. Parket memiliki ukuran tertentu yang siap dipasang pada permukaan yang padat, rata dan kering.</p> <p>Agar bisa menghadirkan keindahan dan kekuatan dari lantai kayu, diperlukan teknik pemasangan yang benar. Berikut ini #PakJago akan mengulas bagaimana langkah yang tepat untuk memasangan lantai kayu.</p> <p><strong>Langkah 1 – P</strong><strong>ersiapan</strong></p> <p>#SahabatJagoBangunan, ini tahap persiapan yang harus diperhatikan untuk dilakukan:</p> <p>- Sehari sebelum pemasangan, letakkanlah parket di ruangan untuk penyesuaian suhu agar tidak terjadi penyusutan. Siapkan bahan lain berupa multipleks, <em>polyfoam </em>(semacam busa), bahan perekat yang sesuai, lakban, dan paku atau sekrup.</p> <p>- Siapkan juga perkakas, berupa meteran, penggaris, pensil, pull bar, palu karet, gergaji atau gerinda, pemaku elektrik, kuas atau kape, dan cutter atau gunting. <em>Polyfoam</em> berfungsi mengantisipasi lembap, mengatasi permukaan bergelombang, dan memudahkan pembongkaran.</p> <p>- Siapkan ruangan yang akan dipasangi parket. Pastikan ruangan bebas rembes ataupun bocor. Ruangan yang telah dilapis plester, beton atau ubin, hanya perlu dikosongkan dan dibersihkan. Untuk ruangan baru, permukaan tanah harus dipadatkan, lalu dilapis rabat atau plesteran dan acian. Jika perlu, di atas acian aplikasikan bahan pelapis kedap air (<em>waterproofing</em>). </p> <p style="text-align: center;"><em><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Lantai Kayu/Gambar_1__Polyfoam_dipasang_di_bawah_parket_untuk_mengatasi_lembap.jpg" alt="" width="519" height="345" /></em><em>Gambar 1. Polyfoam dipasang di bawah parket untuk mengatasi lembap (Sumber: alonemaster.ru)</em></p> <p><strong>Langkah 2 – </strong><strong>Pemasangan </strong></p> <p>Ada beberapa cara pemasangan yang dapat dipilih sesuai jenis parket dan kondisi lantai. Selama pemasangan lakukan pengukuran dan pemotongan secara presisi agar parket tersusun rapi. Atur kepingan sedemikian rupa membentuk variasi yang menarik.</p> <p>- Pemasangan dengan cara menempelkan, diterapkan pada instalasi parket permanen, misalnya untuk parket kayu solid dan parket engineer. Pertama, pasanglah lembaran <em>polyfoam </em>di atas acian yang telah kering dilanjutkan lembaran multipleks. Sekrup atau pakukan keduanya dalam lapisan keras di bawahnya (beton, ubin ataupun plesteran).  </p> <p style="text-align: center;"><em><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Lantai Kayu/Gambar_2__Susunan_material_pada_pemasangan_parket_kayu_solid_unfinsihed.jpg" alt="" width="695" height="312" /></em><em>Gambar 2. Susunan material pada pemasangan parket kayu solid unfinsihed (Sumber foto: </em><a href="http://www.parquet.it"><em>www.parquet.it</em></a><em>)</em></p> <p>Selanjutnya, secara bertahap, aplikasikan bahan perekat dan tempelkan kepingan parket satu per satu. Mulailah baris pertama dari sudut dan tepi ruang. Pada bagian-bagian tepi berikan jarak antara kepingan parket dan dinding dengan memasang karet pemberi jarak.</p> <p>Pemberian jarak berguna untuk mengantisipasi pemuaian kayu. Rapatkan parket ke arah dinding lalu berikan tekanan agar menempel kuat. Setelah baris pertama selesai, lanjutkan dengan baris ke-2, ke-3 sampai selesai.</p> <p style="text-align: center;"><em><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Lantai Kayu/Gambar_3__Tahap-tahap_penempelan_keping-keping_parket_dengan_bahan_perekat.jpg" alt="" width="661" height="175" /></em><em>Gambar 3. Tahap-tahap penempelan keping-keping parket dengan bahan perekat(Sumber foto: </em><a href="http://www.lowes.com"><em>www.lowes.com</em></a><em>)</em></p> <p>- Pemasangan dengan cara memakukan atau menyekrupkan, diterapkan pada instalasi parket permanen. Namun hanya untuk parket kayu solid (tidak dianjurkan untuk parket jenis lain) yang dipasang di atas multipleks.</p> <p>Parket dipaku dengan pemaku elektrik pada bagian sampingnya, dengan arah miring (±45˚), tetapi untuk parket yang berbatasan dengan dinding dapat dipaku tegak lurus pada permukaannya.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Lantai Kayu/Gambar_4__Pemakuan_atau_penyekrupan_dibuat_dengan_kemiringan___45___dan_tersembunyi.jpg" alt="" width="253" height="253" /><em>Gambar 4. Pemakuan atau penyekrupan dibuat dengan kemiringan ±45˚ dan tersembunyi (Sumber: kiri - </em><a href="http://www.britishhardwoods.co.uk"><em>www.britishhardwoods.co.uk</em></a><em>)</em></p> <p>Awali pekerjaan dengan mengaplikasikan <em>polyfoam</em> dan multipleks seperti pada teknik pertama. Setelah selesai, mulailah memasang parket dari sudut dan tepi ruang dengan sisi lidah menghadap ke tengah ruangan. Pasang karet pemberi jarak di antara kepingan parket dan dinding. Rapatkan parket ke arah dinding, lalu untuk baris pertama ini lakukan pemakuanpada bagian permukaan.</p> <p>Setelah selesai, lanjutkan dengan baris ke-2 dan seterusnya, di mana pemakuan dilakukan di bawah dengan kemiringan ±45˚. Untuk memudahkan pekerjaan dan menjaga kondisi parket, gunakan pemaku elektrik. Kerjakan baris per baris hingga selesai. </p> <p style="text-align: center;"><em><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Lantai Kayu/Gambar_5__Tahap_pemasangan_parket_dengan_cara_pemakuan_menggunakan_pemaku_elektrik_tegak_lurus_dan_miring.jpg" alt="" width="722" height="201" /></em><em>Gambar 5. Tahap pemasangan parket dengan cara pemakuan menggunakan pemaku elektrik tegak lurus dan miring (Sumber foto: kiri - diy.sndimg.com; dan kanan -images.meredith.com)</em></p> <p>- Pemasangan dengan cara mengunci lidah dan alur, diterapkan pada instalasi parket non permanen yang dapat dibongkar dan dipasang kembali di tempat lain. Dengan teknik ini, bahkan lantai ubin di bawah parket tidak akan rusak dan dapat tampil seperti semula.</p> <p>Awali pekerjaan dengan menghamparkan <em>polyfoam</em> di atas acian kering. Kemudian susunlah keping-keping parket seperti bermain puzzle, yaitu dengan menautkan lidah dan alur yang terdapat pada kedua sisinya hingga saling mengunci.</p> <p style="text-align: center;"><em><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Lantai Kayu/Gambar_6__Lidah_dan_alur_pada_kedua_sisi_parket_dapat_ditautan_dan_saling_mengunci.jpg" alt="" width="670" height="231" /></em><em>Gambar 6. Lidah dan alur pada kedua sisi parket dapat ditautan dan saling mengunci(Sumber foto: storycitybuildingproducts.com)</em></p> <p>Mulailah dari bagian sudut dan tepi ruang. Jangan lupa berikan jarak antara dinding dan parket dengan memasang karet pemberi jarak. Gunakan atau balok kayu dan palu karet untuk mengetuk dan mengencangkan tautan. Kerjakan baris per baris hingga selesai.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Lantai Kayu/Gambar_7__Teknik_mengunci_lidah_dan_alur_tanpa_lem_ataupun_paku__sehingga_parket_mudah_dibongkar.jpg" alt="" width="614" height="136" /> <em>Gambar 7. Teknik mengunci lidah dan alur tanpa lem ataupun paku, sehingga parket mudah dibongkar.(Sumber foto: </em><a href="http://www.haro.com"><em>www.haro.com</em></a><em>)</em><strong> </strong></p> <p><strong>Langkah 3 – </strong><strong><em>Finishing</em></strong></p> <p>Terakhir, pasanglah keping-keping parket untuk bagian tepi dinding dengan cara pengeleman atau pemakuan. Sebagai tahap akhir lakukan pembersihan atau pekerjaan <em>finishing</em>. Untuk jenis parket <em>finished</em>, setelah pemasangan selesai, cukup bersihkan permukaan parket dari sisa potongan, serbuk kayu, debu, dan kotoran, lem. Caranya dengan menyapu lembut atau penyedot debu, lalu mengusapnya dengan lap atau pel bersih yang sedikit lembap.</p> <p>Sementara untuk jenis parket <em>unfinished</em>, lakukan perataan menggunakan mesin pengampelas dan lanjutkan dengan aplikasi bahan <em>finishing, </em>biasanya digunakan <em>melamine impra</em> atau <em>polyurethane. </em>Untuk mengaplikasikannya gunakan semprotan, kuas rol atau alat khusus lain.   </p> <p style="text-align: center;"><em><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Lantai Kayu/Gambar_8__Pengampelasan_dengan_mesin_dan_pengaplikasian_bahan_finishing_untuk_jenis_kayu_solid_unfinished.jpg" alt="" width="592" height="195" /></em><em>Gambar 8. Pengampelasan dengan mesin dan pengaplikasian bahan finishing untuk jenis kayu solid unfinished (Sumber: kiri - static.houselogic.com; dan kanan -sanding-and-finishing-hardwood-floors)</em></p> <p>Itu dia ulasan bagaimana langkah tepat pemasangan lantai kayu. Dengan melakukan tahapan yang benar, Anda akan mampu memberikan hasil memuaskan klien.</p> <p>#SahabatJagoBangunan, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun call center – BebasPulsa di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya.</p>
Aduh, Rumah Bocor Lagi dan Lagi? Hentikan Langsung dari Sumbernya dengan Cara Ini
<p><em>Oleh: Setyo Bekti</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, saat musim hujan tiba, masalah yang paling sering terjadi pada rumah hunian ialah atap bocor. Sudah dilakukan perbaikan oleh tukang, tidak bertahan lama bocor lagi, ganti tukang melakukan perbaikan dan tidak lama bocor lagi. Sudah berkali-kali dibenahi, keluar banyak budget, hasilnya sia-sia dan ternyata sumber kebocoran belum teratasi.</p> <p>Atap bocor tentu akan mengganggu aktivitas para penghuni rumah, memberikan kesan yang kurang nyaman dan juga berbahaya. Sayangnya, dalam jangka waktu lama, air bisa merusak material rumah seperti kayu dan mengakibatkan karatan pada material logam, belum lagi bila air mengenai instalasi listrik.</p> <p><img style="float: left;" src="/images/cms///articles/Atap bocor/gambar_1__Atap_Bocor__sumber_rooang_com_.jpg" alt="" width="403" height="605" /></p> <p>Meletakkan wadah atau ember untuk menampung air yang jatuh dari atap hanya bersifat sementara, bukan untuk mengatasi permasalahan, hanya untuk mengurangi resiko akibat bocor saja.</p> <p>Lalu, bagaimana mengatasi atap yang bocor agar tidak bocor lagi? Identifikasi masalah bocor yang sebenarnya, seperti halnya seorang dokter melakukan diagnosa sebelum memberikan obat kepada pasien. Dengan mengetahui penyebabnya maka solusi untuk mengatasi kebocoran juga akan tepat.</p> <p><strong>Sumber k</strong><strong>ebocoran bisa muncul dari hal berikut:</strong></p> <p>- Atap yang terkena endapan kotoran pasir. Keretakan genteng atau penutup atap lainnya</p> <p>- Sampah atau kotoran pada talang atap. Posisi genteng yang bergeser atau lepas</p> <p>- Celah antar genteng atau penutup atap terlalu lebar. Sambungan drainase talang atap</p> <p>- Perubahan kondisi konstruksi atap karena usia dan iklim</p> <p><strong>Berikut ini cara mengatasi kebocoran atap ala #PakJago:</strong></p> <ol> <li>Menambal kebocoran dengan adukan campuran semen dan pasir</li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_2__Memperbaiki_atap_bocor_dengan_semen__sumber_jayakarya_.jpg" alt="" width="559" height="377" /><em>Gambar 2. Menambal dengan semen (sumber baikiatapbocorpuchong.blogspot.co.id)</em></p> <p>Bila sumber kebocoran berada di antara tembok dan genteng, atau pertemuan antara genteng dan dinding gewel, juga pada nok atap. Cara untuk mengatasi atap bocor ini adalah dengan menambal dengan adukan dari campuran semen dan pasir. Berikut langkah-langkahnya:</p> <p>- Siapkan alat dan bahan berupa sendok semen dan ember Campur bahannya: pasir dan semen, kemudian tambahkan air secukupnya, usahakan tidak terlalu encer agar campuran semen dan pasir tersebut cepat kering</p> <p>- Naiklah ke atap dan tambal menggunakan campuran semen dan pasir tersebut hingga rata, biarkan mengering, usahakan terkena sinar matahari agar cepat kering</p> <p>- Bila hujan turun sebelum tambalan kering, tutup tambalan tersebut dengan menggunakan terpal atau plastik tebal untuk mencegah air hujan merusak tambalan</p> <ol start="2"> <li>Memberikan perlindungan atap dengan cat pelapis anti bocor</li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/gambar_3__Menggunakan_aquaproof__sumber_Mangyono__copy.jpg" alt="" width="613" height="463" /><em>Gambar 3. Menggunakan Aquaproof</em></p> <p>Bila sumber kebocoran disebabkan oleh rembesan dinding atap, sering terjadi pada atap beton, namun tidak menutup kemungkinan pada atap genteng. Cara untuk mengatasi kebocoran ini dengan melapisi atap menggunakan cat pelapis anti bocor.</p> <p>Ada banyak pilihan merek dan warna cat pelapis anti bocor, pilihlah sesuai dengan kebutuhan Anda.</p> <p>Lakukan pengecatan sesuai dengan petunjuk pada kemasan. Lakukan beberapa kali untuk mendapatkan ketebalan lapisan cat cukup kuat dan tidak bocor lagi.</p> <ol start="3"> <li>Mengganti genteng lama atau rusak dengan genteng baru</li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/gambar_4__genteng_pecah__sumber_iprorena_com_.jpg" alt="" width="639" height="491" /><em>Gambar 4. Mengganti genteng</em></p> <p>Bila kebocoran disebabkan oleh genteng yang rusak, lakukanlah penggantian genteng lama atau rusak dengan genteng yang baru agar kondisi atap kembali seperti sedia kala. Berikut langkahnya:</p> <p>- Periksalah jumlah genteng yang rusak. Belilah genteng dengan ukuran yang sama, usahakan sesuai dengan genteng lama pada atap Anda. Lebihkan jumlah genteng yang dibeli dengan genteng yang rusak untuk berjaga-jaga</p> <p>- Ganti genteng yang lama dengan genteng baru. Lakukan dengan hati-hati dan rapi agar tidak ada celah pada tatanan genteng atap Anda</p> <ol start="4"> <li>Melakukan pembongkaran atap (renovasi atap)</li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Atap bocor/gambar_5__bongkar_atap__sumber_rumahminimalis2016__copy.jpg" alt="" width="570" height="358" /><em>Gambar 5. Bongkar atap</em> </p> <p>Bila cara-cara diatas belum mampu menyelesaikan permasalahan bocor pada atap rumah Anda, mungkin Anda perlu melakukan renovasi atap. Hal ini perlu dilakukan bila memang kondisi atap perlu dibongkar ulang. Rencanakan dengan baik, karena kegiatan ini memerlukan biaya yang besar dan waktu pelaksanaan yang lama.</p> <p>Lakukan pembongkaran atap pada saat cuaca sedang bersahabat, jangan sampai saat atap sedang dibongkar kemudian turun hujan. Percayakan pekerjaan tersebut pada tukang ahli dan terpercaya agar hasil sesuai dengan yang diharapkan.</p> <p>Nah, itu dia cara yang bisa dilakukan untuk menghentikan kebocoran pada atap rumah. Sekarang Anda tak perlu khawatir atau bingung lagi untuk memperbaiki kerusakan atap yang bisa menimbulkan kebocoran, lagi dan lagi. Semoga bermanfaat.</p> <p>#SahabatJagoBangunan, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun call center – BebasPulsa di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya.</p> <p> </p>
Yakin Bangunan Anda Kokoh? Cek Pemasangan Jenis Pondasinya
<p><em>Oleh: Setyo Bekti</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, pondasi memberikan peranan penting bagi konstruksi bangunan, karena menjadi penopang bangunan agar kokoh berdiri dan tidak bergeser. Pada bangunan rumah tinggal, kita mengenal ada dua jenis pondasi yang paling banyak digunakan, yakni pondasi lajur dan pondasi setempat.</p> <p>Proses pembuatan pondasi tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena akan memengaruhi keamanan dan kenyamanan bangunan tersebut. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pondasi yang baik, #PakJago merangkumnya dalam penjelasan berikut:</p> <p>1. Konstruksinya harus kuat dan kokoh agar tidak mengalami pergeseran tempat atau ambles</p> <p>2. Harus mampu menyesuaikan ketika terjadi peristiwa tanah bergerak, mengembang, atau menyusut</p> <p>3. Sanggup menahan pengaruh yang berasal dari kandungan unsur organik maupun anorganik tanah.</p> <p>Setelah mengetahui syarat pondasi yang baik, kini kita akan mengenal cara pengerjaannya yang terdiri dari dua jenis pondasi ini.</p> <p><strong>Pondasi lajur atau menerus </strong></p> <p>Pondasi lajur atau menerus -disebut juga pondasi langsung, ialah jenis pondasi yang digunakan untuk bangunan rumah tak bertingkat. Jenis pondasi ini mempunyai ukuran yang sama besar dan terletak pada kedalaman yang sama.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_2__Pondasi_Menerus__sumber_kontemporer2013_blogspot_co_id__copy.jpg" alt="" width="656" height="360" /><em>Gambar 2. Pondasi Menerus</em></p> <p><strong>Tahapan dalam membuat pemasangan pondasi menerus:</strong></p> <p>- Pengukuran bidang tanah. Lakukan pengukuran terhadap bidang tanah yang akan dibuat pondasi. Pasang bowplank dan benang sesuai gambar kerja yang sudah disepakati.</p> <p> - Buat galian. Tingkat kedalaman galian ini bisa disesuaikan dengan kapasitas daya dukung yang dibutuhkan oleh bangunan di atasnya. Kedalaman pondasi bangunan satu lantai lebar 60 cm, kedalaman 80 cm, untuk 2 lantai lebar 80 cm, kedalaman 100 cm.</p> <p>- Pasangan batu kosong atau anstamping. Beri alas pasir secara merata dengan ketebalan 20 cm pada dasar galian pondasi dan selanjutnya susun batu kali atau anstamping dengan ketinggian yang diperlukan 60cm – 70 cm dengan batu yang diposisikan secara tegak.</p> <p>- Tuangkan adukan beton. Campuran pasir dan semen menggunakan perbandingan 1:5. Tambahkan air secukupnya ke dalam campuran tersebut dan tuangkan ke dalam susunan batu kali yang telah diatur sedemikian rupa di dalam galian tanah. Padatkan adukan ini menggunakan tongkat besi sampai benar-benar mengisi setiap celah yang ada di antara susunan batu kali.</p> <p>Urug dengan tanah. Setelah pasangan pada pondasi mengeras, urug dengan tanah bidang kosong di kiri dan kanan pondasi. Saat pondasi kering sempurna, siap dilanjutkan untuk membuat struktur bangunan di atasnya.</p> <p>Selain menggunakan batu kali, pondasi menerus dapat dibuat dari pasangan bata, dengan lebar dasar 2 – 3 kali tebal pasangan bata untuk dindingnya, tapi biasanya hanya bangunan yang kecil saja. Untuk mendukung beban bangunan yang lebih besar dan banyak tetap harus menggunakan pondasi dengan pasangan batu kali.</p> <p>Pada kondisi tanah yang sangat lembek, pondasi menerus ini dapat dibuat dari konstruksi beton bertulang berupa balok sloof memanjang, bagian bawahnya diperlebar menjadi plat.</p> <p><strong>Pondasi setempat </strong></p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_3__Pondasi_Setempat__sumber_proyeksipil_blogspot_co_id__copy.jpg" alt="" width="606" height="243" /><em>Gambar 3. Pondasi setempat</em></p> <p>Pada kondisi dimana lapisan tanah keras letaknya ada pada kedalaman lebih dari 1,50 m, maka meggunakan pondasi menerus akan sangat mahal dan tidak efisien lagi. Untuk keadaan ini dapat dipakai jenis pondasi setempat, yakni pondasi yang dibuat di bawah kolom-kolom pendukung bangunan. Semua beban bangunan yang diterima kolom-kolom pendukung langsung dilimpahkan padanya.</p> <p>Pondasi ini sering juga disebut dengan pondasi cakar ayam atau pondasi tapak. Pondasi setempat dibutuhkan pada kondisi tanah lembek sehingga memerlukan pijakan di tanah keras pada kedalaman tertentu, atau pada bangunan lebih dari dua lantai yang membutuhkan sokongan kuat.</p> <p>Pada pemakaian pondasi setempat ini masih tetap diperlukan adanya pondasi menerus. Fungsinya bukan untuk mendukung beban bangunan, melainkan untuk tumpuan pengecoran balok sloof. Ukuran dan bentuk pondasi menerus dibuat lebih kecil dan letaknya tidak perlu sama dalam dengan pondasi setempat (pondasi utama).</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_4__Langkah_pembuatan_pondasi_setempat__sumber_proyeksipil_blogspot_co_id__copy.jpg" alt="" width="603" height="499" /><em>Gambar 4. Langkah pembuatan pondasi setempat</em></p> <p><strong>Langkah-langkah pembuatan pondasi setempat:</strong></p> <p><strong>1. Penggalian tanah pondasi</strong>. Penggalian tanah untuk pondasi setempat dilakukan secara hati-hati serta harus mengetahui ukuran panjang, lebar, dan kedalaman pondasi. Kedalaman galian galian tanah pondasi setempat ditentukan oleh kedalam tanah padat atau tanah keras, yaitu tanah dengan daya dukung yang cukup kuat, min 0.5 kg/cm2.</p> <p>Hal teknis yang harus diperhatikan, galian tanah pondasi hendaknya dibuat lebih lebar dari ukuran pondasi agar tukang lebih leluasa bekerja. Semua galian tanah harus ditempatkan diluar dan agak jauh dari pekerjaan penggalian agar tidak mengganggu pekerjaan.</p> <p><strong>2. Penulangan pondasi</strong>. Perakitan tulangan dilakukan di luar tempat pengecoran di lokasi proyek agar setelah dirakit dapat langsung dipasang dan proses pembuatan pondasi dapat berjalan lebih cepat. Berikut hal yang harus dierhatikan pada tahap ini:</p> <p>- Hasil rakitan tulangan dimasukan kedalam tanah galian dan diletakkan tegak turus permukaan tanah dengan bantuan waterpass.</p> <p>- Tulangan diberikan jarak dengan dasar tanah 40 mm dengan menggunakan pengganjal yang di buat dari batu kali disetiap ujung sisi atau tepi.</p> <p>- Setelah dipastikan rakitan tulangan benar-benar stabil, maka dapat langsung melakukan pengecoran</p> <p><strong>3. Pekerjaan bekisting. </strong>Bekisting adalah suatu konstruksi bantu yang bersifat sementara yang digunakan untuk mencetak beton yang akan di cor, di dalamnya atau di atasnya.</p> <p><strong>4. Pengecoran</strong>. Bahan-bahan pokok dalam pembuatan beton ialah semen, pasir, kerikil atau split serta air. Kualitas atau mutu beton tergantung dari kualitas bahan-bahan pembuat beton dan perbandingannya. Semen merupakan bahan pokok dalam pembuatan beton karena mempersatukan butir-butir pasir dan kerikil atau split menjadi satu kesatuan. </p> <p>#SahabatJagoBangunan, demikian cara memasang pondasi yang benar untuk bangunan yang kokoh dan tidak mudah rusak. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun call center – BebasPulsa di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya.</p> <p> </p>
Begini Cara Pasang Sloof, Kolom, dan Ring Balk Agar Pondasi Kuat Lebih Lama
<p><em>Oleh: Setyo Bekti</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, pada sebuah konstruksi bangunan, kita kenal beberapa jenis pekerjaan beton, seperti pemasangan sloof, kolom, dan ring balk. Masing-masing memiliki peran untuk kekokohan bangunan. Berikut #PakJago akan penjelasan beberapa jenis pekerjaan beton tersebut.</p> <p><strong>Sloof</strong></p> <p>Sloof merupakan struktur dari bangunan yang terletak di atas pondasi dan memiliki fungsi untuk meratakan beban pondasi. Sloof juga berfungsi sebagai pengunci dinding agar apabila terjadi pergerakan tanah, dinding tidak roboh. Sloof sangat berperan penting terhadap kekuatan dari bangunan. Bahan yang digunakan adalah beton dengan campuran 1 semen : 2 pasir : 2 split (koral).</p> <p style="text-align: center;"><em><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_2___Sumber_abiandara-civil_.jpg" alt="" width="615" height="383" /></em><em>Gambar 2. Sumber: abiandara-civil</em></p> <p>Dimensi sloof yang sering digunakan pada bangunan rumah tinggal lantai satu, ialah lebar 15 cm, tinggi 20 cm, besi beton tulangan utama menggunakan 4 buah diameter 10 mm (4 d10). Begel pada sloof menggunakan diameter 8 mm berjarak 15mm (d8 -15). Sedangkan untuk rumah dua lantai, dimensi sloof yang sering digunakan adalah lebar 20 cm, tinggi 30 cm, besi beton utama 6 d 12 mm, begel d8 – 10 cm</p> <p>Proses pekerjaan pemasangan besi sloof dilakukan setelah permukaan pondasi batu belah dibersihkan dari kotoran tanah dan lainnya, agar adukan cor sloof bisa merekat maksimal pada permukaan pondasi batu belah.</p> <p style="text-align: center;"><em><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_3__Penyambungan_Besi_sloof__sumber_rumahdangriya_.jpg" alt="" width="400" height="300" /></em><em>Gambar 3. Penyambungan besi sloof (sumber: rumahdangriya) </em></p> <p>Penyambungan yang benar pada proses pekerjaan pemasangan besi sloof ialah adanya pengait yang panjangnya minimal 50 cm diantara 2 ujung besi. Besi tersebut bertemu dan setiap ujungnya dibengkokkan 2 cm sebagai pengait.</p> <p>Pada gambar ini bisa Anda lihat proses pekerjaan pemasangan besi sloof pada titik pertemuan penyambungan besi yang kurang baik, menyebabkan kualitas konstruksi kurang baik.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/besibeton.jpg" alt="" width="635" height="440" /><em>Gambar 4. Proses pekerjaan pemasangan besi sloof yang benar (sumber: rumahbeton.com)</em></p> <p><strong>Kolom</strong></p> <p>Kolom merupakan suatu elemen struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan. Bila kolom mengalami masalah penurunan kekuatan dapat menyebabkan runtuhnya bangunan. Struktur dalam kolom dibuat dari besi dan beton.</p> <p>Keduanya merupakan gabungan antara material yang tahan tarikan dan tekanan. Besi adalah material yang tahan tarikan, sedangkan beton merupakan material yang tahan tekanan.</p> <p>Gabungan kedua material ini dalam struktur beton memungkinkan kolom atau bagian struktural lain seperti sloof dan balok, bisa menahan gaya tekan dan gaya tarik pada bangunan.</p> <p style="text-align: center;"><em><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_5__Kolom__Sumber_myedision_blogpot_co_id_.jpg" alt="" width="640" height="426" /></em><em>Gambar 5. Kolom (Sumber: myedision.blogpot.co.id)</em></p> <p>Ada beberapa Jenis kolom. Namun untuk rumah sederhana, bentuk kolom ada dua: kolom utama dan kolom praktis.</p> <ol> <li>Kolom utama</li> </ol> <p>Kolom yang fungsi utamanya menyanggah beban utama yang berada diatasnya. Untuk rumah tinggal disarankan jarak kolom utama 3,5 m, agar dimensi balok untuk menopang lantai tidak begitu besar. Apabila jarak antara kolom dibuat lebih dari 3,5 meter, maka struktur bangunan harus dihitung.</p> <p>Dimensi kolom utama untuk bangunan rumah tinggal lantai 2 biasanya dipakai ukuran 20/20, dengan tulangan pokok 8d 12 mm, dan begel d8-10 cm (8 d12 maksudnya jumlah besi beton diameter 12 mm 8 buah, 8 – 10 cm maksudnya begel diameter 8 dengan jarak 10 cm).</p> <ol> <li>Kolom praktis</li> </ol> <p>Kolom yang berfungsi membantu kolom utama dan juga sebagai pengikat dinding agar dinding stabil, jarak kolom maksimum 3,5 meter atau pada pertemuan pasangan bata, (sudut – sudut). Dimensi kolom praktis 15/15 dengan tulangan beton 4 d10, begel d8 – 20.</p> <p><strong>Ring Balk</strong></p> <p>Ring Balk adalah bagian dari struktur bangunan seperti balok yang terletak di atas dinding bata. Berfungsi sebagai pengikat pasangan bata dan juga untuk meratakan beban dari struktur yang berada diatasnya, seperti beban yang diterima oleh kuda-kuda.</p> <p style="text-align: center;"><em><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_6__Ring_Balok__sumber_johandstructure_.jpg" alt="" width="649" height="486" /></em><em>Gambar 6. Ring Balok (sumber: johandstructure)</em></p> <p>Pemasangan ring balk maksimum 4 meter dari sloof, idealnya 3 meter. Dimensi ring balk yang biasa digunakan adalah lebar 15 cm dan tinggi 15 cm dengan tulangan pokok (besi beton) 4d - 8mm dan begel d 6 – 15 cm.</p> <p>Demikian penjelasan terkait sloof, kolom, dan ring balk. Semoga uraian di atas bisa memberikan gambaran untuk memperkaya pengetahuan dalam konstruksi beton bangunan.</p> <p>#SahabatJagoBangunan, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun call center – BebasPulsa di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya.</p> <p> </p>
Perkakas Pemotong Keramik Manual dan Elektrik, Apa Bedanya?
<p> <em>Oleh: </em><em>Dwi Klarasari</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, untuk memperkecil ukuran atau membentuk keramik dengan baik dan presisi diperlukan alat potong khusus. Di pasaran tersedia pemotong keramik yang dioperasikan secara manual ataupun bertenaga listrik (elektrik). Masing-masing alat memiliki kemampuan potong berbeda dan memberikan kualitas potong yang berbeda pula.</p> <p>Apa saja perkakas pemotong keramik yang bisa digunakan #PakTukang? #PakJago akan mengulasnya dalam penjelasan berikut.</p> <p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/keramik1.jpg" alt="" width="519" height="519" /><strong>Pemotong Keramik Manual</strong></p> <p>Ada dua macam alat potong keramik manual, yaitu <em>tilescriber </em>dan <em>tilecutter</em>. Keduanya dapat digunakan untuk membuat potongan berbentuk garis lurus, misalnya memotong keramik menjadi beberapa bagian. Pemotong ini hanya sesuai untuk jenis keramik tanah liat.</p> <p><em>1. Tilescriber, </em>ialah pemotong yang terbuat dari logam berbentuk runcing seperti pena atau <em>cutter</em>. Alat yang dipakai dengan cara menggenggamnya ini memerlukan penggaris logam sebagai alat bantu. Mula-mulakeramik yang hendak dipotong ditandai, lalu penggaris logam dipasang lurus sesuai tandadan ditahan kuat.</p> <p>Selanjutnya, <em>tilescriber </em>digoreskan dengan tekanan sesuai panduan penggaris. Terakhir keramik diletakkan di atas permukaansolid dan memasang kawat baja atau sejenisnya tepat di bawah goresan yang telah dibuat, lalu kedua tepi keramik ditekan secara bersamaan hingga keramik patah sesuai alur goresan.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_2__Tile_cutter_dapat_digunakan_untuk_memotong_keramik_lebih_mudah_dan_cepat_.jpg" alt="" width="334" height="263" /><em>Gambar 2. Tilecutter dapat digunakan untuk memotong keramik lebih mudah dan cepat. (Sumber foto: <a href="http://www.qep.com"><strong>www.qep.com</strong></a>).</em></p> <p><em>2. Tilecutter, </em>adalah pemotong dari bahan logam berbentuk persegi panjang dengan mata pisauyang dilengkapi tuas. Dibandingkan <em>tilescriber, </em>alat mekanik ini dapat memotong keramik dengan lebih mudah, lebih cepat dan lebih presisi.</p> <p>Mula-mula bagian yang hendak dipotong harus ditandai. Lalu keramik diletakkan di bawah alat potong dengan posisi mata pisau di pinggir. Mata pisau digerakkan dengan cara menarik dan memberi sedikit tekanan sehingga akan menggores cukup dalam garis yang telah ditandai.</p> <p>Terakhir, keramik diposisikan pada pembelah lalu tuas ditekan untuk mematahkan keramik. Alat ini memiliki semacam penahan batas yang dapat dikunci. Jika ada sejumlah keramik yang akan dipotong, pengunci dapat dipasang sehingga akan dihasilkan potongan keramik dengan ukuran sama.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_1__Tile_sciber__hand_cutter__yang_berbentuk_seperti_cutter_untuk_memotong_keramik_secara_manual.jpg" alt="" width="621" height="262" /></p> <p style="text-align: center;"><em>Gambar 1. Tilesciber yang berbentuk seperti cutter untuk memotong keramik secara manual (Sumber foto: kiri -<a href="http://www.bunnings.com.au">www.bunnings.com.au</a>; dan kanan - <a href="http://www.diydoctor.org.uk">www.diydoctor.org.uk</a>).</em></p> <p><strong>Pemotong Keramik Elektrik</strong></p> <p>Pemotong keramik elektrik adalah mesin gerinda dengan yang memiliki mata pisau berbentuk bundar yang digerakkan dengan tenaga listrik. Di antara mata pisau terdapat pisau potong keramik. Di pasaran dijual beragam gerinda dengan ukuran, kecepatan putaran, dan presisi berbeda-beda.</p> <p>Selain dapat memotong lurus, mesin ini dapat membuat potongan lengkung atau bundar juga bentuk yang relatif rumit. Dibandingkan pemotong manual alat ini dapat memotong lebih cepat dengan hasil potongan yang lebih halus dan presisi.</p> <p>Untuk memandu kita dalam menggerakkan mesin potong terhadap atau keramik terhadap mesin potong, bagian yang hendak dipotong harus ditandai lebih dahulu. Walaupun lebih efektif, mesin potong elektrik ini memiliki risiko dapat melukai dan beberapa kelemahan seperti menimbulkan kebisingan dan menghasilkan limbah serbuk.</p> <p>Oleh karena itu saat melakukan pemotongan dengan mesin gerinda, sebaiknya kita mengenakan perlengkapan keselamatan seperti sarung tangan, masker dan penutup telinga. </p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_3__Model_alat_potong_keramik_elektrik__mesin_gerinda__.jpg" alt="" width="624" height="240" /><em>Gambar 3. Model alat potong keramik elektrik (mesin gerinda). (Sumber foto: <strong>kiri - </strong>media.askbuild.com dan <strong>kanan - </strong></em><a href="http://www.howtospecialist.com"><em>www.howtospecialist.com</em></a><em>). </em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, pemilihan perkakas yang tepat akan menentukan kualitas hasil kerja dan pekerjaan bisa dilakukan lebih cepat. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun call center – Bebas Pulsa di nomor 0800-188-5656. </p> <p>Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya.</p> <p> </p> <p> </p>
3 Trik Ampuh Untuk Kamar Mandi Anti Rembes dan Bocor
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, sesuai dengan fungsinya, kamar mandi menjadi salah satu area di dalam rumah yang cenderung selalu basah dan berpotensi menjadi sumber kelembapan. Bagaimanapun konsep dan desain kamar mandi, kemungkinan besar bisa terjadi rembes dan bocor.</p> <p>Bocor dan rembes bisa muncul dari pemipaan air bersih (<em>shower, bathtub</em>, wastafel, kloset), bak mandi atau tempat penampungan air lain, juga saluran pembuangan. Masalah akan semakin serius jika rembesan menembus dinding atau lantai ruang lain yang ada di sekitar kamar mandi.</p> <p>Timbulnya noda rembesan dan tumbuhnya jamur atau lumut karena tingginya kelembapan akan mengurangi keindahan interior dan secara perlahan dapat merusak material. Belum lagi jika kamar mandi berada di lantai atas dan ruang di bawahnya yang terdampak adalah ruang duduk, kamar tidur, dan sebagainya. Tentu akan mengganggu kenyamanan, kan?</p> <p style="text-align: center;"><em><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_1__Rembes_atau_bocor_pada_kamar_mandi_juga_berpotensi_merusak_elemen_bangunan_.jpg" alt="" width="392" height="255" /></em><em>Gambar 1. Rembes atau bocor pada kamar mandi juga berpotensi merusak elemen bangunan. (Sumber foto: </em><a href="http://www.commonfloor.com"><strong><em>www.commonfloor.com</em></strong></a><em>).</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, berikut ini #PakJago akan berbagi tips untuk Anda agar kamar mandi aman dan bebas rembes.</p> <ol> <li><strong>Penerapan konstruksi kedap air </strong></li> </ol> <p>Saat pembangunan dilaksanakan, pastikan penerapan konstruksi kedap air pada area kamar mandi. Mulai dari konstruksi bawah tanah (pondasi) hingga konstruksi dinding, lantai juga bak mandi, harus digunakan spesikedap air—campuran semen dan pasir dibuat dengan rasio 1 : 3-5.</p> <p>Konstruksi kedap air juga harus diterapkan pada lantai beton struktural jika kamar mandi berada di lantai atas. Pengerjaan konstruksi kedap air bahkan harus lebih hati-hati, karena penanganan rembes atau bocor pada kamar mandi lantai atas akan jauh lebih sulit. Pengecoran beton harus dilakukan dengan tepat, adonan memiliki kekentalan seragam, dicor sekali jadi, dan tidak terlalu cepat kering.</p> <ol start="2"> <li><strong>Pengaplikasian pelapis anti rembes</strong></li> </ol> <p>Spesifikasi antirembes juga harus diterapkan pada pelapis lantai dan dinding, yang meliputi plesteran, acian, dan juga pelapis akhir (<em>finishing</em>)—cat, keramik, batu alam, dll. Gunakan mortar yang dicampur dengan bahan aditif kedap air (<em>waterproofing</em>) untuk plesteran atau untuk spesi pasangan keramik pada dinding, lantai jugabak mandi.</p> <p>Pastikan mortar di bawah keramik cukup padat, dan keramik dipasang secara presisi dengan bahan pengisi nat yang tepat. Agar risiko rembes semakin kecil, aplikasikan bahan pelapis kedap air sebelum acian keramik lantai atau dinding. Aplikasikan juga bahan pelapis kedap air ini menggunakan kuas atau roller seperti mengecat.</p> <p>Terapkan ke seluruh permukaan dan dapat diulang untuk bagian-bagian yang krusial dan berpotensi rembes atau bocor lebih tinggi, seperti jalur pemipaan air bersih (ke bak mandi, <em>shower, bathtub, </em>kloset dan wastafel), juga saluran air kotor (termasuk area <em>floordrain</em>).</p> <p>Untuk kamar mandi lantai atas, bahan pelapis kedap air ini sebaiknya diaplikasikan 3-4 lapis sebelum acian keramik. Setiap lapisan disapukan dengan arah berlawanan.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_2__Penerapan_bahan_pelapis_kedap_air__waterproofing_.jpg" alt="" width="680" height="242" /><em>Gambar 2. Penerapan bahan pelapis kedap air (waterproofing) sebelum pemasangan lantai atau dinding kamar mandi (Sumber foto: kiri - </em><a href="http://www.sustainingtowers.org"><em>www.sustainingtowers.org</em></a><em>; dan kanan - </em><a href="http://www.galeryindustries.com"><strong><em>www.galeryindustries.com</em></strong></a><em>).</em></p> <p>Untuk menyempurnakan kemampuan lantai maupun dinding menangkal rembesan, pastikan Anda juga mengaplikasikan bahan pelapis akhir (<em>finishing</em>) bersifat dekoratif (cat, <em>wallpaper</em>) yang tahan terhadap air, uap, dan kelembapan.</p> <p>Pilih jenis cat khusus kamar mandi yang kedap air (<em>waterproofing paint</em>) untuk dinding plesteran maupun beton. Untuk material kayu, misalnya pada kusen atau perabot, aplikasikan cat kayu tahan air.</p> <ol start="3"> <li><strong>Pemilihan material dan perlengkapan berkualitas untuk kamar mandi</strong></li> </ol> <p>Elemen di kamar mandi yang juga menjadi penyebab rembes atau bocoradalah pipa saluran air (bersih maupun kotor), kran, dan saniter. Gunakan pipa PVC berkualitas yang memiliki ketahanan terhadap tekanan sehingga terhindar dari retak atau pecah.</p> <p>Pilih juga kerandan berbagai kelengkapan yang tahan terhadap korosi. Selain memilih material berkualitas, pastikan juga pemasangannya dilakukan secara tepat terutama pada bagian-bagian sambungan yang rentan bocor.    </p> <p style="text-align: center;"><em><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_3__Pilih_material_dan_kelengkapan_berkualitas_dan_pasang_dengan_tepat_.jpg" alt="" width="670" height="297" /></em><em>Gambar 3. Pilih material dan kelengkapan berkualitas dan pasang dengan tepat. (Sumber foto: kiri - </em><a href="http://www.wanyoumaterial.com"><em>www.wanyoumaterial.com</em></a><em>; dan kanan - </em><a href="http://www.lowes.com"><em>www.lowes.com</em></a><em>).</em></p> <p>#SahabataJagoBangunan, dengan memperhatikan dan melakukan 3 hal di atas, makan Anda bisa mewujudkan kamar mandi bebas rembes dan anti bocor.</p> <p>Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun callcenter – Bebas Pulsa di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya.</p> <p> </p>
Begini Cara Pemlesteran dan Acian yang Benar Agar Dinding Kokoh
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, plesteran dan acian diterapkan pada konstruksi dinding batu buatan, seperti bata merah, batako, bata ringan, juga beton. Kecuali dinding ingin dipercantik, plesteran dan acian diperlukan untuk membuatnya tampak rapi dan indah.</p> <p>Plesteran diaplikaskan tepat di atas permukaan dinding. Sedangkan acian diterapkan setelah plesteran untuk membuat teksturnya lebih halus dan rapi.</p> <p style="text-align: center;"><em><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_1__Posisi_plesteran_dan_acian_pada_dinding_batu_buatan.jpg" alt="" width="300" height="220" /></em><em>Gambar 1. Posisi plesteran dan acian pada dinding batu buatan (bata merah, batako, dll.). (Sumber foto: </em><a href="http://www.cement.org"><em>www.cement.org</em></a><em>).</em></p> <p><strong>Bahan dan Alat Plesteran</strong></p> <p>Bahan utama untuk pekerjaan <em>finishing </em>ini semen ortland dan pasir. Adukan plesteran terdiri dari campuran semen dan pasir dengan air bersih secukupnya. Untuk plesteran dinding biasa semen dan pasir dicampur dengan rasio 1 : 5-7, sedangkan untuk dinding kedap air dengan rasio 1 : 3-5. Bahan acian dibuat dengan mencampur semen dan air bersih secukupnya, tidak terlalu encer ataupun kental. Bisa juga digunakan semen instan siap pakai.</p> <p>Peralatan yang diperlukan meliputi:</p> <p>- Ayakan pasir: wadah dan alat pengaduk (cangkul, sekop). Bisa juga diganti mesin pengaduk (molen).</p> <p>- Ember</p> <p>- Alat pencedok sekaligus untuk menempelkan mortar maupun acian (cetok, trowel, roskam)</p> <p>- Sikat pembersih atau sapu lidi, papan, meteran</p> <p>- Palu, paku, dan unting-unting atau <em>waterpass</em></p> <p>- Jidar (balok pajang), kuas, dan kertas semen.</p> <p>- Tangga, alas untuk menampung adukan yang berjatuhan (tripleks, papan atau plastik), dan terpal jika harus dibuat pelindung.</p> <p><strong>Pengerjaan Plesteran</strong></p> <p>Pengerjaan plesteran sebaiknya dilakukan setelah konstruksi dinding terpasang rapi dan kering (sekitar 2-3 hari) atau setelah beton benar-benar matang. Selain itu, instalasi (listrik dan air) yang akan ditanam juga sudah terpasang.</p> <p>Sebelum mengaplikasikan plesteran, bersihkan permukaan dinding dari kotoran, lalu siram atau perciki dengan air secukupnya.  Pembasahan berguna untuk membuat plesteran terikat lebih kuat pada dinding dan mencegahnya kering terlalu cepat.</p> <p>Selanjutnya pasang papan pembatas bidang kerja (untuk tepi dinding) dan garis panduan ketebalan dengan memasang paku hingga menonjol ±1,5 sampai 2 cm (sesuai tebal plesteran yang diinginkan) dan digantungi unting-unting.</p> <p>Dengan panduan ketebalan dibuat kepala plesteran berupa lajur-lajur berjarak ±1 meter. Bagi pekerja yang menggunakan tangan kanan, gunakan <em>waterpass</em> untuk memeriksa kesamaan tebal kepala plesteran.</p> <p style="text-align: center;"><em><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar2__Kepala_plesteran.jpg" alt="" width="430" height="280" /></em><em>Gambar 2. Kepala plesteran berupa lajur-lajur berjarak 1 meterdigunakan sebagai patokan ketebalan. (Sumber: bbyuli.blogspot.co.id).</em></p> <p>Setelah kepala plesteran sudah mengeras, penempelan plesteran untuk seluruh permukaan dinding dapat dilakukan secara bertahap. Lontarkan plesteran lapis demi lapis sambil ditekan dengan cetok untuk memadatkan.</p> <p>Gunakan jidar untuk meratakan bidang plesteran mengikuti ketebalan kepala plesteran. Jika dinding yang diplester terpapar matahari sebaiknya dibuat pelindung (seperti terpal) agar plesteran tidak mengering terlalu cepat.   </p> <p style="text-align: center;"><em><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_3__Penempelan_plesteran_secara_bertahap_sesuai_ketebalan_kepala_plesteran.jpg" alt="" width="255" height="282" /></em><em>Gambar 3. Penempelan plesteran secara bertahap sesuai ketebalan kepala plesteran. (Sumber: bbyuli.blogspot.co.id)</em></p> <p>Pemlesteran harus dilakukan secara tepat, agar kelak acian mudah dikerjakan dengan hasil bagus. Sebaiknya plesteran tidak menyisakan lubang serta memiliki ketebalan yang seragam dan rata (tidak bergelombang). Kerataan permukaan dapat diperiksa dengan waterpass.</p> <p style="text-align: center;"><em><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_4__Pemlesteran__comerciosyservicios_com_.jpg" alt="" width="601" height="339" /></em><em>Gambar 4. Penggunaan jidar untuk meratakan bidang plesteran agar rata dan sama tebal. (Sumber: ak5.picdn.net).</em></p> <p><strong>Pengerjaan Acian</strong></p> <p>#SahabatJagoBangunan, sebelum mengerjakan acian, pastikan plesteran rata, tidak ada lagi lubang serta sudah benar-benar kering. Pekerjaan acian paling baik dilakukan setelah plesteran berumur sekitar 2-3 minggu, di mana tidak lagi terjadi penyusutan.</p> <p>Acian yang dilakukan saat plesteran masih basah berpotensi menimbulkan kerusakan, sepertiretak rambut. Meski begitu, sebelum acian diterapkan, permukaan plesteran harus dibasahi. Agar plesteran tidak menyerap air dari acian dan membuatnya kering terlalu cepat sehingga daya rekatnya berkurang.</p> <p>Ketebalan acian idealnya sekitar 1-3 mm. Pelapisan acian dengan ketebalan 3 mm sebaiknya dilakukan dua kali. Lapisan kedua diterapkan beberapa hari setelah lapisan pertama mengering.</p> <p>Gunakan roskam khusus acian untuk mengaplikasikan pasta semen. Lakukan dengan gerakan searah. Setelah selesai, haluskan dengan cara menyapukan kuas basah dan menggosoknya dengan kertas semen.<strong> </strong></p> <p><em><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_5__Penerapan_acian_pada_dinding_batu.JPG" alt="" width="459" height="431" /></em><em>Gambar 5. Penerapan acian pada dinding batu bata merah, batako, dsb. (Sumber: Jasasipil.com)</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, demikian hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemlesteran dinding untuk mendapatkan hasil yang baik. Juga proses pemlesteran dan pengacian yang benar agar tidak menimbulkan kerusakan di kemudian hari. Selamat Berkarya.</p> <p>Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan, Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun call center – Bebas Pulsa di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel-artikel #PakJago berikutnya, ya.</p> <p> </p>
Bukan Cuma Hasilnya Jelek, Salah Teknik Pasang Wallpaper Justru Merusak Dinding
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>Kertas dinding atau yang lebih populer sebagai <em>wallpaper</em> adalah salah satu jenis pelapis dinding yang paling disukai. Selain fleksibel, <em>wallpaper </em>juga memiliki banyak pilihan motif serta warna yang dapat disesuaikan dengan gaya interior rumah. </p> <p>Boleh dibilang pemasangan <em>wallpaper</em> relatif mudah dan cepat. Namun diperlukan ketelitian dengan mengikuti tahapan yang benar, sehingga akan dihasilkan dinding <em>wallpaper </em>yang rata, rapi, dan benar-benar menunjang keindahan interior.</p> <p>#SahabatJagoBangunan, sebelum melakukan pemasangan <em>wallpaper, </em>mari kita pelajari apa saja bahan dan perkakas yang diperlukan serta tahap-tahap pemasangan yang benar. #PakJago akan membaginya untuk Anda.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/gambar-model-desain-wallpaper-2013-3.jpg" alt="" width="625" height="680" /><em>Gambar 1. Wallpaper (sumber: Jadhmes.com)</em></p> <p><strong>Bahan dan Perkakas Wallpaper</strong></p> <p>Selain <em>wallpaper </em>yang telah dipilih sesuai dengan selera penghuni, diperlukan juga bahan perekat (lem) yang diproduksi khusus untuk <em>wallpaper</em>. Anda juga akan memerlukan air bersih untuk membuat pasta lem dengan kekentalan yang pas.</p> <p>Lem harus dipilih sesuai dengan bahan <em>wallpaper</em>—kertas, <em>vynil</em>, atau fabrik. Siapkan pula ampelas untuk membersihkan dinding dan air bersih untuk membuat lem dan membasahi spons pembersih.</p> <p>Berikut daftar perkakas utama dan tambahan yang Anda perlukan:</p> <p>- Alat pembersih dinding: kape atau <em>scraper, </em>kemoceng, dan sapu</p> <p>- Alat ukur dan penanda: meteran, pensil, penggaris, <em>waterpass</em> atau unting-unting</p> <p>- Alat potong: <em>cutter atau </em>gunting tajam dan penggaris khusus untuk <em>wallpaper</em></p> <p>- Ember dan 2 buah nampan atau bak untuk wadah adonan lem</p> <p>- Spons untuk menyerap kelebihan lem dan menghilangkan gelembung</p> <p>- Kuas cat biasa dan <em>roller</em></p> <p>- Alat perata <em>wallpaper</em> atau penggaris akrilik</p> <p>- Alas berupa plastik atau koran.</p> <p>- Meja kerja, tangga, dan bangku, jika perlu.</p> <p><strong>Pemasangan Wallpaper</strong></p> <p>#SahabatJagoBangunan, ruangan yang akan dipasang <em>wallpaper </em>sebaiknya dikosongkan agar Anda dapat bekerja dengan lebih leluasa. Permukaan dinding juga harus bersih. Untuk pemasangan <em>wallpaper</em> pada dinding lama, Anda harus lebih dahulu melepas segala jenis dekorasi—lukisan, bingkai foto, kalender, jam dinding, dsb. Juga memastikan dinding tidak berlubang retak, cat tidak terkelupas, tidak berjamur, juga tidak terdapat rembesan atau lembap.</p> <p>Selain harus mengikuti petunjuk khusus yang terdapat pada tiap-tiap produk <em>wallpaper,</em> secara garis besar tahap-tahap pemasangan <em>wallpaper</em> adalah sebagai berikut.</p> <ol> <li>Bersihkan permukaan dinding dari kotoran dan debu. Jika pemotongan <em>wallpaper</em> akan dilakukan setelah tertempel pada pada dinding, tandai lebar dinding sesuai lebar <em>wallpaper,</em> gunakan pensil untuk menandai posisi pemasangan <em>wallpaper</em>.</li> </ol> <p>Gunakan unting-unting atau <em>waterpass</em> untuk mendapatkan garis tegak lurus. Lakukan pengulangan ukuran sebanyak yang diperlukan.  </p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Gambar_2__Mengukur_dan_menandai_titik_pemasangan_wallpaper_pada_dinding.jpg" alt="" width="637" height="205" /><em>Gambar 2. Mengukur dan menandai titik pemasangan wallpaper pada dinding. (Sumber foto: bunnings.com.au)</em></p> <ol start="2"> <li>Jika Anda akan memotong <em>wallpaperb </em>sebelum menempelkannya, ukur dan potonglah gulungan <em>wallpaper </em>sesuai ukuran dinding yang akan dilapisi; pada bagian sambungan berikan kelebihan sekitar 1-2 cm.</li> </ol> <p>Jika Anda sekaligus memotong untuk beberapa bidang berbeda, tandai dengan nomor pada bagian belakangnya. Perhatikan kesesuaian motif pada bagian sambungan saat melakukan pemotongan lembaran kedua dan seterusnya.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Gambar_3__Mengukur_dan_memotong_wallpaper_sesuai_ukuran_dinding_.jpg" alt="" width="640" height="358" /><em>Gambar 3. Mengukur dan memotong wallpaper sesuai ukuran dinding.(Sumber foto: vdm.bricocdn.be)</em></p> <ol start="3"> <li>Siapkan pasta lem dalam 2 buah nampan atau bak —satu untuk lem seluruh permukaan, dan satu lagi untuk lem pada bagian tepi dan sambungan. Lem untuk bagian tepi dan sambungan harus dibuat lebih kental daripada lem untuk keseluruhan permukaan.  </li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Gambar_4_.jpg" alt="" width="673" height="230" /> <em>Gambar 4. Pencampuran serbuk lem dengan air secukupnya untuk membuat pasta lem.(Sumber foto: </em><a href="http://www.bunnings.com.au"><em>www.bunnings.com.au</em></a><em>)</em></p> <ol start="4"> <li>Sapukan lem secara merata pada bidang yang telah ditandai dengan bantuan kuas cat dan <em>roller</em>. Pada bagian tepi gunakan lem yang lebih kental.</li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Gambar_5_.jpg" alt="" width="557" height="407" /><em>Gambar 5. Menyapukan lem ke permukaan dinding yang akan dilapisi wallpaper.(Sumber foto: </em><a href="http://www.bunnings.com.au"><em>www.bunnings.com.au</em></a><em>).</em></p> <ol start="5"> <li>Tempelkan <em>wallpaper </em>secara perlahan dengan memperhatikan tanda yang telah dibuat. Potong sisa <em>wallpaper</em> dengan hati-hati menggunakan cutter.</li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Gambar_6__Penempelan_wallpaper_ke_dinding_dan_pemotongan_kelebihannya_dengan_cutter_.jpg" alt="" width="613" height="146" /> <em>Gambar 6. Penempelan wallpaper ke dinding dan pemotongankelebihannya dengan cutter.(Sumber foto: </em><a href="http://www.bunnings.com.au"><em>www.bunnings.com.au</em></a><em>).</em></p> <ol start="6"> <li>Ratakan atau haluskan <em>wallpaper</em> dengan dengan bantuan alat khusus perata <em>wallpaper</em> atau penggaris akrilik. Gunakan juga spons untuk membersihkan dan menyerap sisa-sisa lem sekaligus menghilangkan gelembung.</li> </ol> <p style="text-align: center;"><em><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Gambar_7__Meratakan_wallpaper_yang_telah_ditempel_dengan_perata_wallpaper_.jpg" alt="" width="615" height="290" /></em><em>Gambar 7. Meratakan wallpaper yang telah ditempel dengan perata wallpaper.(Sumber foto: </em><a href="http://www.bunnings.com.au"><em>www.bunnings.com.au</em></a><em>).</em> </p> <ol start="7"> <li>Ulangi tahap-tahap penyapuan lem dan penempelan sampai seluruh <em>wallpaper </em>terpasang pada dinding. Setelah <em>wallpaper</em> terpasang pada seluruh permukaan dinding, lakukan pemeriksaan untuk mengetahui kerataan dan kerapiannya.</li> </ol> <p>Potong bagian yang kurang rapi, tekan-tekan bagian yang belum menempel, tambahkan lem pada bagian yang kurang melekat, bersihkan sisa-sisa lem dengan spons basah, dan pastikan tidak ada kotoran lain yang menempel.</p> <p>Nah #SahabatJagoBangunan, selain mengetahui perlengkapan yang diperlukan, #PakJago juga sudah menjelasakan cara pemasangan wallpaper yang benar agar hasilnya indah dan rapi. Selamat berkarya, ya.</p> <p>Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun call center – Bebas Pulsa di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya.</p> <p> </p>
Jangan Diremehkan, Salah Bikin Pondasi Bangunan Bisa Berakibat Fatal
<p><em>Oleh: </em><em>Setyo Bekti</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, pondasi bangunan memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah konstruksi, dimana pondasi berfungsi untuk memikul seluruh beban bangunan yang berada diatasnya.</p> <p>Keadaan kontur tanah yang berbeda-beda pada setiap daerah memengaruhi pemilihan jenis pondasi bangunan. Semakin lunak kontur tanah pada suatu wilayah maka semakin dalam pula pondasi yang dibuat.</p> <p>SahabatJagoBangunan, bagaimana jenis pondasi bangunan yang tepat untuk sebuah konstruksi sesuai dengan kontur tanah dan jenis bangunan? Mari kita simak ulasan #PakJago berikut ini.</p> <ol> <li><strong>Pondasi Pasangan Batu Kali</strong></li> </ol> <p>Seperti namanya, pondasi ini terbentuk dari gabungan batu-batu kali yang dipecah, berukuran rata-rata 25 cm dan direkatkan dengan menggunakan campuran semen serta pasir. Perbandingan campuran semen dan pasir yang umum digunakan adalah 1 semen : 5 pasir. Pondasi ini tergolong pondasi lajur.</p> <p>Pondasi batu kali sering kita temui pada bangunan rumah tinggal satu lantai yang mana beban bangunan rumah tinggal tersebut tidak terlalu berat. Namun, sebelum membuat pondasi pasangan batu kali, sebaiknya #SahabatJagoBangunan memerhatikan hal-hal berikut:</p> <p>- Pondasi batu kali berbentuk trapesium sama kaki dengan lebar atas 25-30 cm, lebar bawah 70-80 cm, dan tingginya 1-1,5 m dari permukaan lantai. </p> <p>- Pada dasar tanah tidak langsung menggunakan pasangan batu kali, namun diberi alas berupa lapisan pasir yang diratakan dengan tinggi 5-10 cm. Setelah itu diberi pasangan batu kosong, kemudian celah antar pasangan batu kosong diberi pasir, baru kemudian pasangan batu bisa dibangun. </p> <p>- Badan pondasi diberi plesteran kasar yang biasa disebut beraben setebal kurang lebih 1,5 cm, ini untuk mengurangi kelembaban yang disebabkan oleh air tanah.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_2__Pondasi_batu_kali.jpg" alt="" width="571" height="428" /><em>Gambar 2. Pondasi batu kali (Sumber: farizprimariopnp.blogspot.co.id)</em></p> <ol start="2"> <li><strong>Pondasi Pasangan Batu Bata</strong></li> </ol> <p>Pondasi ini hampir sama seperti dengan pondasi batu kali, namun pondasi ini terbuat dari pasangan batu bata merah yang disusun bertumpuk membentuk trapesium. Pasangan batu ini diperuntukan untuk rumah-rumah sederhana yang tidak memiliki beban yang terlalu berat.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_3__Pondasi_pasangan_Batu_bata.jpg" alt="" width="657" height="458" /><em>Gambar 3. Pondasi pasangan Batu bata (Sumber: jualbatubatamurah.blogspot.co.id)</em></p> <ol start="3"> <li><strong>Pondasi Umpak</strong></li> </ol> <p>Pondasi umpak adalah pondasi yang terbuat dari batu, kayu, maupun beton yang dibentuk bulat, lesung, ataupun kubus. Material tersebut dibuat untuk menopang tiang penyangga di atasnya.</p> <p>Pondasi umpak biasa digunakan pada warung-warung dan restoran yang bertema lesehan untuk membuat fasilitas-fasilitas restoran seperti rumah-rumah panggung, gazebo atau saung-saung.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Gambar_4__Pondasi_Umpak.jpg" alt="" width="718" height="566" /><em> Gambar 4. Pondasi Umpak (sumber: dearchitectblog.wordpress.com)</em></p> <ol start="4"> <li><strong>Pondasi Tapak atau Pondasi Cakar Ayam</strong></li> </ol> <p>Penggunaan pondasi jenis ini cocok digunakan pada bangunan berlantai dua sampai tiga. Pondasi ini juga digunakan pada tanah yang lunak. Pada penulangannya pondasi cakar ayam menggunakan besi utama berdiameter 12 mm berjumlah 8 buah, dengan begel berdiameter 8 mm dengan jarak antar begel 15 cm.</p> <p>Pondasi ini diletakkan pada ujung-ujung bangunan atau pojok siku pertemuan tembok, untuk menahan beban dari atas. Pondasi ini juga membutuhkan pondasi lajur (bisa terbuat dari batu kali), pondasi lajur tersebut berfungsi untuk menopang pondasi agar tidak langsung bersinggungan dengan tanah.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Gambar_5__Pondasi_Cakar_Ayam.jpg" alt="" width="595" height="447" /><em>Gambar 5. Pondasi Cakar Ayam (Sumber: rumahbagus.info)</em></p> <ol start="5"> <li><strong>Pondasi Tiang Pancang</strong></li> </ol> <p>Bila bangunan yang dibuat memiliki beban yang besar seperti gedung kantor dan apartemen, pondasi yang tepat dipergunakan adalah pondasi tiang pancang, selain itu pondasi ini diperuntukan bagi tanah yang memiliki daya dukung rendah atau berkontur lunak, agar mendapatkan tanah keras maka dari itu menggunakan pondasi tiang pancang.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Gambar_6__Pondasi_Tiang_Pancang.jpg" alt="" width="465" height="349" /><em>Gambar 6. Pondasi Tiang Pancang (Sumber: webcache.googleusercontent.com) </em></p> <p>Nah, #SahabatJagoBangunan, sekarang Anda sudah mendapatkan informasi lengkat tentang jenis pondasi bangunan yang tepat, semoga bermanfaat. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun call center – Bebas Pulsa di nomor 0800-188-5656</p> <p>Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya.</p> <p> </p>