Masuk

Tips

Beranda / Artikel
Search:

Taman di Atap: Manfaat dan Cara Membuatnya
<p>Sumber gambar <a href="https://www.finegardening.com/article/tobiass-rooftop-garden-in-berlin">di sini</a></p> <p>Taman di atas atap rumah atau bangunan adalah salah satu cara penghijauan yang dilakukan di kota-kota besar. Dengan terbatasnya lahan yang ada, taman di atap menjadi alternatif yang tepat untuk menjaga serta meningkatkan kualitas lingkungan.</p> <p>Bagi Sahabat Jago yang malas bepergian di akhir pekan, taman di atap bisa menjadi tempat bersantai bersama keluarga sambil melihat pemandangan sekitar. Dengan membuat taman di atap, Sahabat Jago juga tidak perlu khawatir datangnya gangguan dari ayam atau kucing yang bisa merusak tanaman atau rumput.</p> <p>Di artikel ini, Pak Jago tuliskan apa saja manfaat dan bagaimana cara membuat taman di atap. Untuk tahu selengkapnya, Sahabat Jago simak sampai selesai ya!</p> <p><strong>Manfaat Taman di Atap</strong></p> <p><img src="/images/cms///Taman di Atap: Manfaat dan Cara Membuatnya/Image_2_web_25_mar.jpg" alt="" width="1024" height="769" /></p> <p>Sumber gambar <a href="https://sunrise-steel.com/2021/06/16/kebun-sayur-rumahan-di-atas-atap-dengan-zinium/">di sini</a></p> <p>Sebelum Pak Jago beri tahu cara membuatnya, ada baiknya Sahabat Jago tahu apa saja manfaat dari taman di atap. Berikut beberapa manfaat di antaranya:</p> <ol> <li>Mengurangi Panas Matahari</li> </ol> <p>Sebagai negara tropis, Indonesia selalu mendapat sinar matahari sepanjang tahun, sehingga tentu saja Sahabat Jago sudah terbiasa dengan cuaca panas. Tapi ada waktunya saat matahari bersinar sangat terik dan udara di dalam rumah menjadi panas. Taman di atap bisa meredam sinar matahari yang mengenai atap bangunan secara alami, tanpa perlu lagi menggunakan kipas angin atau AC di dalam ruangan.</p> <ol start="2"> <li>Menjadi Tempat Berkumpul dan Bersantai</li> </ol> <p>Taman di atap bisa menjadi pilihan tempat untuk menjamu tamu yang datang. Dengan area yang lebih luas daripada di dalam rumah, taman di atap dirasa lebih nyaman untuk mengobrol atau sekadar minum kopi. Di sini, Sahabat Jago juga bisa menambahkan bangku atau sofa kecil untuk duduk.</p> <ol start="3"> <li>Bisa Menambah Penghasilan</li> </ol> <p>Ini tentu akan membuat Sahabat Jago lebih tertarik untuk membuat taman di atap. Sahabat Jago bisa menanam buah-buahan, sayuran, atau tanaman lain secara hidroponik. Hasil panen bisa Sahabat Jago konsumsi sendiri atau justru dijual untuk menambah penghasilan. Yang terpenting, hewan seperti ayam atau kucing tidak bisa merusak tanaman Sahabat Jago. </p> <p><strong>Cara Membuat Taman di Atap</strong></p> <p><img src="/images/cms///Taman di Atap: Manfaat dan Cara Membuatnya/Image_3_web_25_mar.png" alt="" width="700" height="465" /></p> <p>Sumber gambar <a href="https://idea.grid.id/read/092401559/hal-wajib-tau-saat-mendesain-taman-atap-persiapkan-sistem-drainasenya?page=all">di sini</a></p> <p>Membuat taman di atas atap bisa dianggap seperti membangun rumah, harus dilakukan dengan benar agar fungsinya juga maksimal. Ukuran taman tidak perlu terlalu besar, bahkan cukup dengan ukuran 4x4 m<sup>2</sup> Sahabat Jago sudah bisa mendapatkan taman yang memadai. Berikut cara membuat taman di atap yang bisa Sahabat Jago praktikkan:</p> <ol> <li>Cek Kekuatan Struktur Bangunan</li> </ol> <p>Cara pertama yang harus dilakukan adalah memastikan rumah atau bangunan Sahabat Jago cukup kuat untuk menopang taman di atas atap. Pengecekan dilakukan untuk mengetahui kekuatan struktur bangunan, apakah dengan penambahan taman di atap, struktur bangunan masih mampu menopang gaya dan tekanan yang bekerja. Sahabat Jago bisa meminta bantuan jasa dari ahli untuk mengecek kekuatan struktur bangunan.</p> <ol start="2"> <li>Buat Desain Taman</li> </ol> <p>Setelah mengetahui kekuatan struktur bangunan, Sahabat Jago bisa membuat desain taman yang akan dibangun. Tentukan tanaman yang akan ditanam atau barang yang akan dipasang pada taman. Pastikan jumlahnya tidak terlalu banyak dan bentuknya tidak terlalu besar agar taman tidak penuh sesak, memiliki tampilan yang indah, serta fungsi sebuah taman bisa didapatkan dengan maksimal.</p> <p>Sahabat Jago bisa menanam rumput yang perawatannya mudah. Selain itu, bunga dalam pot, seperti mawar atau melati, bisa jadi pilihan untuk menghadirkan taman yang lebih berwarna-warni. Atau ingin sekaligus menambah penghasilan? Tanaman sayur, seperti selada atau tomat, cocok juga untuk taman di atas atap. Yang perlu diingat, hindari tanaman yang berakar keras atau menghujam ke bawah seperti palem karena bisa merusak lapisan beton pada lantai taman.</p> <ol start="3"> <li>Pilih Kontraktor yang Tepercaya</li> </ol> <p>Ini bagian yang sangat penting dalam membangun taman di atap impian Sahabat Jago. Dengan memilih kontraktor spesialis taman yang tepercaya, Sahabat Jago akan mendapatkan hasil yang maksimal sesuai desain atau rencana awal. Sahabat Jago bisa mencari info kontraktor yang tepercaya lewat tetangga atau kenalan yang pernah membangun taman di atap. Sekarang Sahabat Jago juga bisa mencari infonya lewat internet atau website, salah satunya melalui <a href="https://www.instagram.com/sobatbangun/">Instagram Sobat Bangun</a> atau <a href="https://www.sobatbangun.com/">website Sobat Bangun</a>.</p> <ol start="4"> <li>Pelajari Metode Pemeliharaan Taman</li> </ol> <p>Setelah taman di atap selesai dibangun, Sahabat Jago tentu harus memeliharanya agar taman bisa awet dan bertahan lama, serta manfaatnya bisa dirasakan dengan maksimal. Pelajari metode pemeliharaan taman, seperti pemotongan rumput, penyiraman bunga atau tanaman, pembersihan daun-daun kering, pemupukan tanaman, serta pemeliharaan ornamen atau bagian taman, seperti kran, kursi, dan meja.</p> <p>Demikian manfaat dan cara membuat taman di atas atap dari Pak Jago. Ikuti terus tips dan informasi seputar konstruksi dan desain bangunan di situs Jago Bangunan dan <a href="http://www.facebook.com/jagobangunan">Facebook Jago Bangunan</a>. Sahabat Jago juga bisa #TanyaPakJago di situs dan Facebook jika ada pertanyaan yang ingin disampaikan.</p> <p>Sumber:</p> <p>Tim Ahli Jago Bangunan</p> <p><a href="https://narmadi.com/properti/cara-membuat-roof-garden/">https://narmadi.com/properti/cara-membuat-roof-garden/</a></p> <p><a href="https://idea.grid.id/read/092401559/hal-wajib-tau-saat-mendesain-taman-atap-persiapkan-sistem-drainasenya?page=all">https://idea.grid.id/read/092401559/hal-wajib-tau-saat-mendesain-taman-atap-persiapkan-sistem-drainasenya?page=all</a></p> <p><a href="https://www.lamudi.co.id/journal/cara-membuat-taman-di-atap-rumah/">https://www.lamudi.co.id/journal/cara-membuat-taman-di-atap-rumah/</a></p> <p> </p>
7 Tahap Proses Membangun Rumah yang Sahabat Jago Harus Tahu
<p>Sebagai pemilik, proses membangun rumah tentu sangat menarik bagi Sahabat Jago. Melihat satu per satu tahap, mulai dari tanah yang masih kosong sampai rumah selesai dibangun, membuat hati sangat penasaran menunggu rumah impian Sahabat Jago terwujud. </p> <p>Tapi bagi beberapa Sahabat Jago yang belum tahu, proses membangun rumah mungkin terasa lama dan sedikit membosankan. Padahal selama prosesnya, banyak hal menarik dan waktu yang dihabiskan akan terbayar lunas saat rumah menjadi kenyataan. </p> <p>Dalam artikel berikut, Pak Jago jelaskan 7 tahap proses membangun rumah agar Sahabat Jago sabar dan bisa menikmati setiap tahap yang ada. Apa saja tahapnya? Yuk, simak sampai akhir!</p> <p> </p> <ol> <li><strong>Survei Lokasi</strong></li> </ol> <p><img src="/images/cms///7 Tahap Proses Membangun Rumah yang Sahabat Jago Harus Tahu/Image_2_web_tgl_22_mar.jpg" alt="" width="640" height="419" /> </p> <p>Sebelum mulai membangun rumah, Sahabat Jago tentu harus melakukan survei lokasi yang akan dilakukan pembangunan. Survei ini bertujuan untuk mengetahui hal-hal penting yang bisa mempengaruhi proses pembangunan, seperti lingkungan atau akses jalan menuju lokasi, garis sempadan, dan juga ketinggian air banjir rata-rata.</p> <p>Akses jalan berpengaruh pada proses distribusi atau pengantaran bahan material yang digunakan, apakah Sahabat Jago bisa menggunakan truk atau harus mobil yang lebih kecil. Garis sempadan harus Sahabat Jago ketahui agar saat penggalian dan pembangunan fondasi rumah tidak melebihi garis sempadan jalan. Sedangkan untuk ketinggian air banjir, sangat berpengaruh pada ketinggian fondasi rumah yang akan dibangun. Sebaiknya, ketinggian fondasi adalah 40 cm di atas ketinggian air banjir rata-rata.</p> <p> </p> <ol start="2"> <li><strong>Persiapan Perizinan</strong></li> </ol> <p><img src="/images/cms///7 Tahap Proses Membangun Rumah yang Sahabat Jago Harus Tahu/Image_3_web_tgl_22_mar.jpg" alt="" width="1600" height="1200" /></p> <p>Pada tahap selanjutnya, ada baiknya Sahabat Jago melapor ke ketua RT atau RW setempat. Selain itu, Sahabat Jago juga bisa memberi tahu ke tetangga sekitar tentang rencana pembangunan rumah agar mereka maklum dengan suara-suara yang muncul saat pembangunan. Dan yang paling penting, jangan lupa untuk mengurus IMB (Izin Mendirikan Bangunan)—sekarang disebut PBG (Persetujuan Bangunan Gedung)—agar sesuai dengan standar dan peraturan yang berlaku.</p> <p> </p> <ol start="3"> <li><strong>Buat Desain Rumah dan Pilih Tukang serta Bahan Bangunan Berkualitas</strong></li> </ol> <p><img src="/images/cms///7 Tahap Proses Membangun Rumah yang Sahabat Jago Harus Tahu/image_4_web_tgl_22_mar.jpg" alt="" width="645" height="816" /></p> <p>Sampai di tahap ini, konsep dan desain rumah adalah hal yang harus Sahabat Jago buat atau siapkan. Tahap ini sangat penting karena desain rumah berpengaruh pada bahan atau material yang akan digunakan dan proses penyusunan <a href="/article/read/mau-proyek-bangunan-berjalan-lancar-jangan-lupa-bikin-rab-">Rencana Anggaran Biaya (RAB)</a>.</p> <p>Sahabat Jago harus pintar dalam memilih bahan bangunan yang akan digunakan agar bisa mendapatkan bahan yang berkualitas dengan harga yang paling terjangkau. Kalau dalam hal semen, Sahabat Jago tidak perlu ragu lagi untuk memilih Semen Gresik karena kualitasnya sudah teruji. </p> <p>Selain itu, Sahabat Jago harus hati-hati dalam memilih tukang bangunan. Pilih tukang bangunan yang berpengalaman dan hasil kerjanya sudah terbukti. Sahabat Jago bisa mencari informasi ke tetangga atau kenalan yang pernah membangun atau merenovasi rumah. Selain lebih tepercaya, Sahabat Jago juga bisa melihat langsung hasil kerja tukang bangunan tersebut.</p> <p>Dalam proses penyusunan RAB, Sahabat Jago harus melakukannya dengan teliti dan perhitungan yang tepat. Beberapa perhitungan dalam RAB, di antaranya volume pengerjaan, jumlah bahan atau material yang digunakan, jumlah tukang bangunan, lama pengerjaan, serta biaya yang dibutuhkan. Untuk menghitung kebutuhan bahan bangunan, terutama yang berhubungan dengan semen atau beton, Sahabat Jago bisa menghitungnya dengan mudah menggunakan <a href="/jagohitung">Kalkulator Jago Hitung</a>.</p> <p> </p> <ol start="4"> <li><strong>Membangun Struktur, <em>Finishing</em>, dan MEP (<em>Mechanical, Electrical, Plumbing</em>)</strong></li> </ol> <p><img src="/images/cms///7 Tahap Proses Membangun Rumah yang Sahabat Jago Harus Tahu/image_5_web_tgl_22_mar.jpg" alt="" width="1280" height="854" /></p> <p>Di tahap ini, pembangunan rumah sudah dimulai. Mulai dari penggalian dan pembuatan fondasi, dinding yang mulai berdiri, pemasangan rangka dan penutup atap, sampai jendela dan pintu utama (depan atau belakang rumah) yang selesai dipasang. Lamanya tahap ini tergantung pada model atau desain rumah yang dibangun. Misalnya, untuk rumah dengan luas lantai 100 m<sup>2</sup> dengan 10 orang tukang, dibutuhkan waktu sekitar 6 bulan. Sambil menunggu rumah selesai dibangun, Sahabat Jago mulai bisa melihat bentuk rumah yang perlahan berdiri dan membayangkan saat tinggal di dalamnya nanti.</p> <p>Di tahap ini juga, jaringan listrik dan pipa bisa mulai dipasang. Untuk memasang jaringan listrik dari tiang listrik tentu harus dilakukan oleh petugas PLN. Tapi untuk <a href="/article/read/perhatikan-5-hal-ini-saat-mengerjakan-instalasi-listrik-rumah">memasang jaringan listrik</a> di dalam rumah, Sahabat Jago bisa mencari orang yang khusus menangani tentang kelistrikan. Begitu juga dengan pemasangan pipa di seluruh rumah, Sahabat Jago bisa mencari orang yang ahli di bidang ini.</p> <p>Untuk mencari orang yang ahli dalam kelistrikan atau perpipaan, Sahabat Jago bisa menanyakannya ke tetangga atau kenalan yang pernah menggunakan jasa mereka. Biasanya, orang ahli ini jarang yang dibayar harian. Mereka dibayar borongan dan harga sesuai pekerjaan yang dilakukan.</p> <p> </p> <ol start="5"> <li><strong>Menyelesaikan Interior (Bagian Dalam Rumah)</strong></li> </ol> <p> <img src="/images/cms///7 Tahap Proses Membangun Rumah yang Sahabat Jago Harus Tahu/image_6_web_tgl_22_mar.jpg" alt="" width="1600" height="1118" /></p> <p>Tahap selanjutnya adalah finishing bagian dalam rumah. Di tahap ini, umumnya pekerjaan yang berkaitan dengan hal "memasang" atau "pasangan", seperti pasangan dinding, pasangan lantai, plester, aci, cat, plafon, pintu, dan jendela. Pekerjaan finishing bisa diselesaikan dalam waktu sekitar 3 bulan untuk luas lantai 100 m<sup>2</sup> dengan 10 orang tukang. </p> <p>Risiko yang bisa ditemui saat finishing, misalnya saling menunggu antara pekerjaan finishing dengan kelistrikan. Karena kalau kabel belum terpasang tapi tembok sudah diplester, maka akan terjadi pekerjaan finishing 2 kali akibat bobokan pekerjaan kelistrikan tadi.</p> <p> </p> <ol start="6"> <li><strong>Menghias Halaman</strong></li> </ol> <p><img src="/images/cms///7 Tahap Proses Membangun Rumah yang Sahabat Jago Harus Tahu/image_7_web_tgl_22_mar.jpg" alt="" width="701" height="526" /></p> <p>Kalau masih ada lahan yang tersisa, Sahabat Jago bisa membangun taman di sana. Taman bisa digunakan untuk bersantai bersama keluarga. Sahabat Jago juga bisa menghias halaman dengan menanam beberapa bunga atau pohon seperti bugenvil, anggrek, pohon rambutan, atau pohon jambu.</p> <p> </p> <ol start="7"> <li><strong>Pengecekan Akhir</strong></li> </ol> <p><img src="/images/cms///7 Tahap Proses Membangun Rumah yang Sahabat Jago Harus Tahu/image_8_web_tgl_22_mar.jpg" alt="" width="1024" height="444" /></p> <p>Setelah semua tahap selesai, pengecekan akhir harus Sahabat Jago lakukan. Hal ini agar semua bagian rumah sesuai dengan rencana awal dan tidak ada kekurangan atau bermasalah. Karena kalau Sahabat Jago kurang teliti dan menyadarinya beberapa lama setelah pembangunan selesai, bisa jadi perlu biaya lebih untuk mempekerjakan tukang lagi.</p> <p>Dalam tahap ini, Sahabat Jago harus memastikan daftar pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan kontrak RAB. Perhatikan apakah materialnya sudah sesuai dengan apa yang direncanakan dan disepakati dalam RAB. Selanjutnya dicek juga fungsi dari pekerjaan MEP, misal lampu, sanitasi, kloset, pintu, jendela, dan lainnya.</p> <p>Demikian 7 tahap proses membangun rumah dari Pak Jago. Ikuti terus tips dan informasi seputar konstruksi dan desain bangunan di situs Jago Bangunan dan <a href="http://www.facebook.com/jagobangunan">Facebook Jago Bangunan</a>. Sahabat Jago juga bisa #TanyaPakJago di situs dan Facebook jika ada pertanyaan yang ingin disampaikan.</p> <p><a href="https://www.newhomesource.com/learn/step-by-step-guide-to-home-building-process/">https://www.newhomesource.com/learn/step-by-step-guide-to-home-building-process/</a> </p> <p> </p>
 5 Cara Mengurangi Risiko Terkena Banjir pada Rumah Sahabat Jago
<p>Banjir masih menjadi salah satu masalah utama bagi warga di berbagai kota di Indonesia. Tidak jarang, perumahan mewah dan elit juga ikut terendam banjir karena lokasinya yang berada di dataran rendah atau dekat dengan sungai. </p> <p>Walau banjir adalah bencana dan sulit untuk mencegahnya, Sahabat Jago dapat melakukan beberapa cara untuk mengurangi risiko terkena banjir. Selain rutin membersihkan selokan atau aliran air di sekitar rumah, 5 cara dari Pak Jago berikut dapat diterapkan pada rumah Sahabat Jago.</p> <p> </p> <ol> <li><strong>Meninggikan Lantai Rumah</strong></li> </ol> <p><img src="/images/cms/// 5 Cara Mengurangi Risiko Terkena Banjir pada Rumah Sahabat Jago/image_2_web_3_feb.jpg" alt="" width="548" height="386" /></p> <p>Jika Sahabat Jago akan membangun rumah di lokasi yang berisiko banjir, seperti dekat sungai atau laut, jangan lupa untuk meninggikan lantai rumah sehingga berada di atas permukaan ketinggian air banjir. Cara yang biasa dilakukan adalah dengan membangun struktur rumah di atas kolom atau panggung. Sahabat Jago juga dapat meninggikan fondasi agar banjir tidak dapat masuk ke dalam rumah.</p> <p> </p> <ol start="2"> <li><strong>Gunakan Bahan Bangunan yang Berkualitas</strong><strong><img src="/images/cms/// 5 Cara Mengurangi Risiko Terkena Banjir pada Rumah Sahabat Jago/image_3_web_3_feb.jpg" alt="" width="1265" height="1600" /></strong></li> </ol> <p>Fondasi dan dinding rumah yang kokoh tentu dapat mengurangi risiko atau dampak terkena banjir. Untuk mendapatkan fondasi dan dinding yang kuat serta tahan lama, Semen Gresik adalah pilihan tepat bagi Sahabat Jago. Semen Gresik adalah <a href="https://sig.id/en/main-page/">produk dari SIG</a> yang memiliki daya rekat terkuat, hasil aplikasi lebih maksimal, dan lebih cepat kering.</p> <p> </p> <ol start="3"> <li><strong>Gunakan Pelapis <em>Sealant </em>dan <em>Veneer</em> Tahan Air</strong></li> </ol> <p><img src="/images/cms/// 5 Cara Mengurangi Risiko Terkena Banjir pada Rumah Sahabat Jago/image_4_web_3_feb.jpg" alt="" width="1024" height="683" /></p> <p>Pelapis <em>sealant</em> atau lem silikon dan <em>veneer</em> tahan air adalah dua hal yang dapat Sahabat Jago terapkan untuk mencegah air banjir masuk ke dalam rumah. <em>Veneer</em> tahan air berupa lapisan bata yang didukung lapisan tahan air sehingga dapat memperkuat dinding luar dari kemungkinan air yang merembes masuk melalui celah-celah. Sedangkan pelapis <em>sealant</em> dapat diterapkan pada fondasi, dinding, pintu, dan jendela untuk mencegah air masuk melalui retakan.</p> <p> </p> <ol start="4"> <li><strong>Buat Mezzanine Sederhana</strong></li> </ol> <p><img src="/images/cms/// 5 Cara Mengurangi Risiko Terkena Banjir pada Rumah Sahabat Jago/image_5_web_3_feb.jpg" alt="" width="810" height="1080" /></p> <p>Sahabat Jago dapat mengurangi kerusakan yang mungkin ditimbulkan karena banjir dengan membangun lantai yang kokoh, membuat saluran listrik di dalam dinding, dan memastikan setiap furnitur mudah dipindahkan sebelum terendam banjir. Sahabat Jago juga dapat membangun <a href="/article/read/mezzanine-seluk-beluk-dan-cara-membangunnya">mezzanine</a> sederhana dari papan atau kayu sebagai tempat berlindung anggota keluarga atau meletakkan barang sementara sampai banjir surut.</p> <p> </p> <ol start="5"> <li><strong>Buat Taman atau Halaman Rumput</strong></li> </ol> <p><img src="/images/cms/// 5 Cara Mengurangi Risiko Terkena Banjir pada Rumah Sahabat Jago/image_6_web_3_feb.jpg" alt="" width="700" height="465" /></p> <p>Sahabat Jago dapat membuat taman atau halaman rumput dengan tembok kecil di sisinya. Taman ini akan menyerap air hujan sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya genangan air dan banjir.</p> <p>Demikian 5 cara dari Pak Jago untuk meminimalisir risiko banjir pada rumah. Ikuti terus tips dan informasi seputar konstruksi dan desain bangunan di situs Jago Bangunan dan <a href="http://www.facebook.com/jagobangunan">Facebook Jago Bangunan</a>. Sahabat Jago juga bisa #TanyaPakJago di situs dan Facebook jika ada pertanyaan yang ingin disampaikan.</p> <p> </p> <p>Sumber:</p> <p>Jurnal Teknik ITS Vol. 9 No. 2 (2020), <em>Prinsip Penataan Bangunan Permukiman Kawasan Bencana Banjir di Desa Centini Lamongan</em>, Rizki N. T. Dan Adjie P.</p> <p><a href="https://media.neliti.com/media/publications/99796-ID-penanganan-permukiman-rawan-banjir-di-ba.pdf">https://media.neliti.com/media/publications/99796-ID-penanganan-permukiman-rawan-banjir-di-ba.pdf</a></p> <p> </p>
WPC (Wood Plastic Composite): Inovasi Material Bangunan dengan Banyak Kelebihan
<p>Kayu adalah salah satu jenis material konstruksi yang sudah digunakan sejak dulu. Permintaan material kayu di pasaran kini semakin tinggi seiring bertambahnya bangunan yang berdiri. Hal ini menyebabkan harga kayu mulai mengalami kenaikan, dan bukan tidak mungkin beberapa tahun ke depan material kayu akan langka di pasaran.</p> <p>Di era modern ini, perkembangan teknologi dalam konstruksi dan bangunan sudah sangat pesat. Berbagai inovasi material bangunan bermunculan untuk menjadi solusi dari permasalahan yang ada. Salah satu inovasi tersebut adalah WPC (<em>Wood Plastic Composite</em>). </p> <p>Sebenarnya, apa itu WPC? Apa saja kelebihannya sehingga banyak disukai? Yuk, simak penjelasan dari Pak Jago berikut ini!</p> <p><strong>Apa Itu WPC?</strong></p> <p><img src="/images/cms///WPC/Image_2_web_2_feb.jpg" alt="" width="1600" height="1229" /></p> <p>WPC adalah material yang berasal dari campuran kayu dan plastik. Kedua bahan ini dicampur untuk membentuk material yang memiliki kekuatan tinggi, lalu dicetak dalam berbagai bentuk serta ukuran yang dibutuhkan.</p> <p>WPC dapat dianggap sebagai alternatif pengganti kayu karena harga dan penggunaan kayu yang semakin meningkat. Material ini dibuat dengan komposisi 50% serbuk kayu dan 50% serat plastik. WPC memberikan kekuatan dan keindahan menyerupai kayu dengan daya tahan dan keunggulan plastik. </p> <p><strong>Kelebihan WPC</strong></p> <p><img src="/images/cms///WPC/Image_3_web_2_feb.jpg" alt="" width="1280" height="720" /></p> <p>WPC dapat menjadi pilihan material untuk rumah yang akan Sahabat Jago bangun karena memiliki beberapa kelebihan, di antaranya:</p> <ol> <li>Berkualitas Tinggi</li> </ol> <p>Terbuat dari campuran kayu-plastik yang diproses dengan komposisi tepat dan menggunakan teknologi modern, membuat WPC memiliki kualitas yang tinggi dan selalu terjaga. WPC juga biasanya dilapisi melalui proses <em>finishing</em> cat yang modern, sehingga memberikan tampilan yang menarik dan tahan lama.</p> <ol start="2"> <li>Daya Tahan yang Kuat</li> </ol> <p>WPC memiliki daya tahan tinggi terhadap benturan, risiko retak yang kecil, dan mampu bertahan dari serangan rayap atau jamur. Bahan plastik yang ada di dalamnya juga membuat WPC memiliki daya tahan yang tinggi terhadap air sehingga mengurangi risiko mengembang saat berada di tempat lembap. Tampilan WPC juga dapat menambah keindahan rumah, terutama bagian <em>outdoor</em> karena warnanya yang tidak cepat pudar. </p> <ol start="3"> <li>Kemudahan Pengerjaan</li> </ol> <p>WPC dapat dibuat menjadi berbagai bentuk dan ukuran sesuai kebutuhan. Kemudahan ini membuat WPC dapat digunakan sebagai bahan pagar atau pintu yang memberikan tampilan halus dan elegan.</p> <p>Tapi di balik kelebihan yang dimiliki, WPC juga memiliki beberapa kekurangan, di antaranya tampilan yang tidak menyerupai tekstur kayu alami sehingga tidak bisa sepenuhnya menggantikan kayu asli. Selain itu, WPC juga rawan meleleh atau berubah bentuk jika terlalu lama terkena panas.</p> <p>Demikian penjelasan Pak Jago tentang WPC dan berbagai kelebihannya. Ikuti terus tips dan informasi seputar konstruksi dan desain bangunan di situs Jago Bangunan dan <a href="http://www.facebook.com/jagobangunan">Facebook Jago Bangunan</a>. Sahabat Jago juga bisa #TanyaPakJago di situs dan Facebook jika ada pertanyaan yang ingin disampaikan.</p>
Batu Kali atau Batu Kumbung, Mana yang Lebih Bagus untuk Fondasi?
<p>Salah satu bagian penting dari sebuah rumah adalah fondasi. Walau tampilan rumah terlihat indah dan menarik, tapi jika tidak memiliki fondasi yang kuat maka rumah bisa mudah rusak dan tidak akan bertahan lama. Karena itulah, membangun fondasi adalah hal pertama yang harus diperhatikan saat membangun rumah. Pemilihan material bahan harus diperhitungkan dengan cermat agar struktur bangunan tetap stabil.</p> <p>Material yang biasa digunakan untuk fondasi di antaranya adalah batu kali dan batu kumbung. Kedua jenis batu ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Cara penggunaannya dapat disesuaikan dengan jenis tanah di lokasi pembangunan rumah. Jenis tanah yang seperti apa dan apa saja kelebihan serta kekurangan kedua jenis batu ini? Yuk, simak penjelasan Pak Jago berikut ini!</p> <p><strong>Fondasi Batu Kali</strong></p> <p><img src="/images/cms///Cegah Retak Rambut pada Dinding dengan Cara Ini!/Image_2_web_31_des.jpg" alt="" width="1277" height="739" /></p> <p>Batu kali adalah kelompok batuan yang terbentuk oleh kikisan gerakan air. Sesuai namanya, batu ini sering ditemukan di dasar sungai, baik di hulu maupun hilir sungai. Bentuk dan ukuran batu kali sangat beragam. Untuk batu kali ukuran besar, penggunaannya harus dihancurkan lebih dulu sebelum digunakan pada fondasi, sehingga sering disebut dengan batu belah. </p> <p>Kelebihan:</p> <ol> <li>Ukuran Mudah Disesuaikan</li> </ol> <p>Fondasi batu kali memiliki bentuk konstruksi yang lebih sederhana. Ukuran lebar fondasi bisa menyesuaikan kebutuhan dengan mudah, sehingga daya topang bebannya lebih maksimal.</p> <ol start="2"> <li>Menambah Kekuatan Bangunan</li> </ol> <p>Batu kali adalah salah satu jenis fondasi yang awet dan kuat sehingga struktur bangunan di atasnya bisa lebih tahan lama. Bentuk batu kali yang tidak beraturan dan tekstur permukaan yang cukup kasar membuat beton atau perekat bisa mengikat dan menempel dengan kuat.</p> <ol start="3"> <li>Mudah Didapat</li> </ol> <p>Material batu kali cukup mudah didapat di berbagai daerah. Kemudahan ini membuat biaya untuk menyediakan batu kali menjadi lebih murah.</p> <p>Kekurangan: </p> <ol> <li>Kurang Cocok untuk Tanah Lunak</li> </ol> <p>Fondasi batu kali hanya cocok diaplikasikan pada kondisi tanah stabil, yaitu kondisi tanah dengan struktur padat dan tidak mudah bergeser atau bergerak terutama oleh gerusan air. Pergeseran tanah bisa membuat fondasi retak yang mengakibatkan penurunan fondasi hingga dinding bangunan ikut retak. </p> <ol start="2"> <li>Ketahanan Menurun saat Terendam Air</li> </ol> <p>Tingkat ketahanan fondasi batu kali tidak terlalu baik pada kondisi tanah yang sering terendam air. Keberadaan air bisa menggerus atau mengikis beton sebagai perekat batu kali, sehingga daya rekatnya perlahan berkurang. </p> <p><strong>Fondasi Batu Kumbung</strong></p> <p><img src="/images/cms///Cegah Retak Rambut pada Dinding dengan Cara Ini!/Image_3_web_31_des.jpg" alt="" width="1023" height="641" /></p> <p>Batu kumbung yang juga dikenal sebagai batu putih adalah batuan kapur yang berasal dari pegunungan kapur, salah satunya berada di wilayah Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro. Batu ini ditambang dan dipotong-potong sesuai kebutuhan sebelum digunakan sebagai fondasi.</p> <p>Kelebihan:</p> <ol> <li>Proses Pengerjaan Lebih Cepat</li> </ol> <p>Berbeda dengan batu kali yang bentuk dan ukurannya tidak beraturan sehingga pengerjaannya harus lebih teliti dan membutuhkan waktu lebih lama, batu kumbung memiliki ukuran yang seragam sehingga membuat proses pengerjaan fondasi menjadi lebih cepat dan rapi. Hal ini tentu juga bisa menghemat waktu dan biaya pengerjaan fondasi. </p> <ol start="2"> <li>Cocok untuk Lahan Berair Asin</li> </ol> <p>Batu kumbung tidak mudah tergerus atau keropos oleh air asin, seperti di pantai atau lahan sekitar tambak. Karena kelebihan inilah, banyak rumah di daerah pesisir yang menggunakan batu kumbung sebagai material fondasi, seperti di daerah Tuban misalnya.</p> <p>Kekurangan:</p> <ol> <li>Kurang Kuat Dibandingkan Batu Kali</li> </ol> <p>Bentuk batu kumbung yang kotak dan bertumpuk secara rata, membuat keterikatan fondasi menjadi kurang kuat. Tekstur permukaan yang halus mengakibatkan daya ikat antara perekat dan pasangan batu lebih lemah daripada fondasi batu kali.</p> <ol start="2"> <li>Belum Banyak Peminatnya</li> </ol> <p>Berbeda dengan batu kali yang biasa digunakan sebagai material fondasi, peminat batu kumbung belum terlalu banyak. Rumah-rumah, terutama di wilayah perkotaan, lebih banyak yang menggunakan batu kali karena kemudahan untuk mendapatkannya.</p> <ol start="3"> <li>Harga Masih Mahal</li> </ol> <p>Untuk daerah yang jauh dari sumber batu kumbung, yaitu gunung kapur, biaya pengadaan atau pendistribusiannya cukup mahal. Ini tentu berpengaruh pada biaya pengerjaan fondasi seluruhnya. Ditambah jika ukuran batu kumbung yang diinginkan tidak tersedia, Sahabat Jago harus memesannya terlebih dulu dan pastinya membutuhkan waktu. </p> <p>Demikian penjelasan dari Pak Jago tentang kelebihan serta kekurangan batu kali dan batu kumbung sebagai material fondasi. Ikuti terus tips dan informasi seputar konstruksi dan desain bangunan di situs Jago Bangunan dan <a href="http://www.facebook.com/jagobangunan">Facebook Jago Bangunan</a>. Sahabat Jago juga bisa #TanyaPakJago di situs dan Facebook jika ada pertanyaan yang ingin disampaikan.</p> <p>Sumber: Frequently Asked Questions (pertanyaan yang sering diajukan) Facebook Jago Bangunan</p> <p> </p>
Kapan Fondasi Cakar Ayam Perlu Diterapkan? Ini Kata Pak Jago
<p>Fondasi memiliki fungsi sebagai dasar sebuah bangunan yang dibangun di atasnya. Keberadaannya menjadi faktor yang sangat penting karena menentukan seberapa kokoh bangunan yang didirikan. Pengerjaannya tidak boleh sembarangan, karena bisa-bisa bangunan justru roboh lebih dulu sebelum selesai dibangun.</p> <p>Salah satu jenis fondasi yang mungkin sudah sering Sahabat Jago dengar adalah fondasi cakar ayam. Kehadiran fondasi cakar ayam menjadi salah satu inovasi penting di dunia konstruksi dan bangunan. Sebagai informasi, fondasi cakar ayam ini menjadi salah satu karya kebanggaan Indonesia. Kenapa bisa begitu? Yuk, simak lebih dalam tentang fondasi cakar ayam bersama Pak Jago.</p> <p><strong>Apa Itu Fondasi Cakar Ayam?</strong></p> <p><a href="https://www.pengadaan.web.id/2020/03/pondasi-cakar-ayam.html"><img src="/images/cms///Cegah Retak Rambut pada Dinding dengan Cara Ini!/Image2_web_24_des.jpg" alt="" width="744" height="358" /></a> </p> <p>Fondasi cakar ayam adalah salah satu metode dalam pembuatan fondasi bangunan. Disebut begitu karena bentuknya yang mirip dengan kaki ayam saat mencengkeram tanah dengan kuat. Fondasi ini terdiri dari plat beton bertulang yang memiliki ketebalan kurang-lebih 25 cm. Tapi ketebalan ini bisa berbeda tergantung pada kondisi tanah dan jenis konstruksinya.</p> <p>Inovasi fondasi cakar ayam muncul dari pemikiran Prof. Dr. Ir. Sedyatmo pada tahun 1961. Saat itu beliau adalah pejabat PLN dan ditugaskan untuk membangun menara listrik tegangan tinggi di daerah Ancol, Jakarta. Tanah yang berawa-rawa membuat proyek ini terhambat.</p> <p>Akhirnya, beliau memiliki ide untuk menggunakan fondasi cakar ayam yang terdiri dari plat beton dengan pipa-pipa beton sebagai pendukung di bawahnya. Fondasi ini mencengkeram tanah berawa yang lembek dengan kuat. Hingga sekarang, fondasi cakar ayam sudah digunakan untuk berbagai bangunan, mulai dari bangunan bertingkat, jalan layang, hingga jembatan di berbagai negara.</p> <p> </p> <p><strong>Manfaat Fondasi Cakar Ayam</strong></p> <p><img src="/images/cms///Cegah Retak Rambut pada Dinding dengan Cara Ini!/Image3_web_24_des.jpg" alt="" width="760" height="507" /></p> <p>Seperti di awal kemunculannya, fondasi ini berfungsi untuk menopang bangunan yang berada pada kondisi tanah lunak, lembek, atau berair. Penggunaan fondasi cakar ayam juga membuat bangunan menjadi lebih kokoh dan aman dari risiko tanah bergeser. </p> <p>Kondisi tanah Indonesia yang beragam, mulai dari daerah rawa, pegunungan, hingga dataran rendah, sangat cocok dengan fondasi cakar ayam. Hal itu juga yang membuat fondasi ini sangat banyak digunakan di perumahan dan bangunan-bangunan tinggi.</p> <p><strong>Kapan Fondasi Cakar Ayam Perlu Diterapkan pada Rumah?</strong></p> <p><img src="/images/cms///Cegah Retak Rambut pada Dinding dengan Cara Ini!/Image4_web_24_des.jpg" alt="" width="1280" height="960" /></p> <p>Jika Sahabat Jago akan membangun rumah 2 lantai atau lebih, tidak ada salahnya menggunakan fondasi cakar ayam. Selain untuk menopang beban dan struktur bangunan di atasnya, fondasi ini juga cukup kuat sehingga tanah di bawahnya bisa terhindar dari kemungkinan amblas. Untuk bangunan sederhana 2 lantai, Sahabat Jago bisa menggunakan fondasi berukuran 80x80x25 cm dengan kedalaman tanah 80-100 cm.</p> <p>Di sisi lain, fondasi cakar ayam juga memiliki kekurangan. Pembuatan fondasi ini cukup rumit dan membutuhkan peralatan serta bahan material yang cukup banyak, sehingga waktu pengerjaannya menjadi lebih lama. Hal ini berdampak pada biaya pembuatannya yang menjadi cukup mahal.</p> <p>Jika Sahabat Jago hanya membangun rumah 1 lantai di tanah yang stabil, penggunaan fondasi cakar ayam tidak diperlukan. Rumah kecil yang biasanya memiliki dana terbatas dalam pembangunannya, tidak cocok jika menggunakan fondasi ini, mengingat biaya pembuatan fondasi cakar ayam yang cukup mahal.</p> <p>Tapi jika lokasi pembangunan rumah berada pada kondisi tanah lunak, Sahabat Jago perlu untuk menerapkan fondasi cakar ayam. Ukuran fondasi rumah sederhana 1 lantai yang digunakan adalah 60x60x25 cm dengan kedalaman tanah 50-70 cm.</p> <p>Demikian seluk-beluk dan manfaat fondasi cakar ayam dari Pak Jago. Ikuti terus tips dan informasi seputar konstruksi dan desain bangunan di situs Jago Bangunan dan <a href="http://www.facebook.com/jagobangunan">Facebook Jago Bangunan</a>. Sahabat Jago juga bisa #TanyaPakJago di situs dan Facebook jika ada pertanyaan yang ingin disampaikan.</p> <p>Sumber: Frequently Asked Questions (pertanyaan yang sering diajukan) Facebook Jago Bangunan</p> <p> </p>
Genteng Tanah Liat atau Genteng Beton, Mana yang Lebih Baik?
<p>Genteng atau atap adalah salah satu bagian penting dari sebuah rumah. Berfungsi melindungi dari hujan, panas sinar matahari, dan gangguan alam lainnya, genteng memiliki peran dalam memberikan keamanan dan kenyamanan bagi penghuninya. Tidak hanya itu, genteng juga memiliki pengaruh besar pada desain dan tampilan rumah Sahabat Jago.</p> <p>Berbagai jenis genteng tersedia di pasaran. Setiap jenisnya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sahabat Jago tinggal pilih yang paling cocok dengan kebutuhan dan anggaran yang ada. Kali ini, Pak Jago akan membahas dua jenis genteng yang banyak peminatnya, yaitu genteng tanah liat dan genteng beton. Apa saja kelebihan dan kekurangannya? Yuk, simak bersama!</p> <p><strong>Genteng Tanah Liat</strong></p> <p><img src="/images/cms///Cegah Retak Rambut pada Dinding dengan Cara Ini!/Image2__web_17des.jpg" alt="" width="715" height="535" /></p> <p>Genteng ini terbuat dari tanah liat yang dibentuk sedemikian rupa lalu dikeringkan. Di antara genteng jenis lain, genteng tanah liat lebih dulu muncul di Indonesia. Genteng tanah liat juga masih menjadi favorit dan banyak digunakan masyarakat hingga sekarang. </p> <p>Kelebihan:</p> <ol> <li>Pemasangan dan Perawatan Mudah</li> </ol> <p>Pemasangan genteng tanah liat cukup mudah karena tukang bangunan biasanya sudah terbiasa dengan genteng ini, tapi perlu ketelitian untuk menghindari adanya kebocoran. Dalam hal perawatan, Sahabat Jago hanya perlu mengecatnya ketika warna genteng mulai pudar atau kusam. </p> <ol start="2"> <li>Memiliki Bobot Ringan</li> </ol> <p>Genteng tanah liat memiliki bobot yang lebih ringan. Hampir setiap rumah cocok menggunakan genteng tanah liat. Rumah Sahabat Jago tidak harus memiliki fondasi, dinding, atau rangka atap kuat. Dengan hanya rangka atap kayu pun, genteng tanah liat masih bisa digunakan.</p> <ol start="3"> <li>Menahan Panas Sinar Matahari</li> </ol> <p>Kelebihan lainnya, genteng ini bisa menahan atau menyerap panas sinar matahari, sehingga ketika siang hari Sahabat Jago tidak terlalu merasakan panas. Panas ini akan dikeluarkan perlahan oleh genteng di malam hari.</p> <ol start="4"> <li>Harga Terjangkau</li> </ol> <p>Harganya yang terjangkau menjadi alasan kenapa genteng tanah liat masih banyak digunakan masyarakat. Bahan baku yang mudah didapat memunculkan banyak industri genteng tanah liat di berbagai kota. Sahabat Jago tinggal memilih mana yang cocok dengan isi dompet. </p> <p>Kekurangan:</p> <ol> <li>Model dan Warna Serupa</li> </ol> <p>Genteng tanah liat memiliki ukuran dan model yang serupa. Pilihan warnanya pun juga tidak banyak. Tapi Sahabat Jago bisa membuat tampilan menjadi lebih indah dengan mengecatnya sesuai warna favorit.</p> <ol start="2"> <li>Mudah Retak atau Patah</li> </ol> <p>Material tanah liat membuat genteng ini mudah mengalami keretakan atau patah. Sahabat Jago harus ekstra hati-hati saat membawa atau memasangnya di atap. </p> <p><strong>Genteng Beton</strong></p> <p><img src="/images/cms///Cegah Retak Rambut pada Dinding dengan Cara Ini!/Image3_web_17_des.jpg" alt="" width="1454" height="774" /></p> <p>Genteng beton, atau disebut juga genteng cor, terbuat dari campuran pasir, semen, dan bahan tambahan lainnya seperti plastik atau logam tipis. Campuran ini lalu dicetak menyerupai genteng tanah liat. Genteng beton sedang naik daun dan mulai banyak disukai oleh masyarakat.</p> <p>Kelebihan:</p> <ol> <li>Pilihan Variasi Cukup Banyak</li> </ol> <p>Berbagai variasi bentuk dan warna bisa Sahabat Jago pilih. Ingin memberikan tampilan modern dan elegan, Sahabat Jago bisa menggunakan genteng beton datar. Sedangkan untuk kesan kuat dan alami, bentuk bergelombang bisa jadi pilihan. Sama dengan genteng tanah liat, Sahabat Jago bisa mengecat ulang genteng beton ketika warna mulai pudar.</p> <ol start="2"> <li>Memantulkan Panas Sinar Matahari</li> </ol> <p>Dengan menggunakan genteng ini, Sahabat Jago tidak akan merasakan panas di siang hari. Panas sinar matahari dipantulkan dan tidak diserap genteng beton sehingga udara di dalam rumah terasa sejuk.</p> <p>Kekurangan:</p> <ol> <li>Bobot Lebih Berat</li> </ol> <p>Sudah pasti genteng beton memiliki bobot yang lebih berat karena terbuat dari semen. Untuk pemasangannya, genteng beton harus didukung dengan fondasi, dinding, dan rangka atap yang kuat, biasanya dengan kombinasi rangka atap baja ringan.</p> <ol start="2"> <li>Harga Cukup Mahal</li> </ol> <p>Banyaknya material yang diperlukan membuat harga genteng beton menjadi sangat mahal. Sahabat Jago perlu menyiapkan anggaran cukup besar untuk menggunakan genteng ini.</p> <ol start="3"> <li>Air Mudah Merembes</li> </ol> <p>Walau kokoh, genteng beton juga bisa rusak. Pori-pori yang ada mudah dimasuki air dan menyebabkan kelembapan. Sahabat Jago perlu mengecatnya dengan cat <em>waterproof</em> (kedap air) untuk menghindari kerusakan ini.</p> <p>Demikian penjelasan dari Pak Jago tentang kelebihan serta kekurangan genteng tanah liat dan genteng beton. Untuk memilih genteng tanah liat atau genteng beton, harus dipertimbangkan mana yang cocok dengan desain dan kebutuhan rumah Sahabat Jago, serta tentu saja anggaran yang dimiliki.</p> <p>Ikuti terus tips dan informasi seputar konstruksi dan desain bangunan di situs Jago Bangunan dan <a href="http://www.facebook.com/jagobangunan">Facebook Jago Bangunan</a>. Sahabat Jago juga bisa #TanyaPakJago di situs dan Facebook jika ada pertanyaan yang ingin disampaikan.</p> <p>Sumber: Frequently Asked Questions (pertanyaan yang sering diajukan) Facebook Jago Bangunan</p> <p> </p>
Cegah Retak Rambut pada Dinding dengan Cara Ini!
<p>Dinding atau tembok menjadi salah satu bagian penting dari sebuah rumah. Selain sebagai penopang atau penyokong atap, dinding juga berfungsi sebagai pembagi ruangan. Tidak hanya kekuatannya, tampilan dinding yang indah juga menjadi sebuah keharusan saat Sahabat Jago membangun rumah.</p> <p>Tapi karena pengaruh cuaca atau ketelitian yang kurang saat pembangunan, dinding sering mengalami masalah, salah satunya adalah retak rambut. Dinding yang mengalami retak rambut memang cukup membuat resah. Dari segi kekuatan, retak rambut ini tidak begitu berpengaruh. Tapi dari segi tampilan, hal ini tentu mengganggu pandangan mata.</p> <p>Sebenarnya, apa penyebab dinding bisa mengalami retak rambut? Dan bagaimana cara mencegah agar dikemudian hari tidak terjadi masalah ini? Yuk, simak penjelasan dari Pak Jago berikut ini!</p> <p><strong>Penyebab Dinding Retak Rambut</strong></p> <p><img src="/images/cms///Cegah Retak Rambut pada Dinding dengan Cara Ini!/Image_2_web_12_des.jpg" alt="" width="600" height="356" /></p> <p>Plesteran atau acian yang mengalami retak rambut biasanya karena komposisi adukan yang kurang baik. Penyebab pertama yaitu adukan yang terlalu encer. Saat dinding terkena panas matahari dan seiring berjalannya waktu, air menguap dengan jumlah yang banyak dan terjadi penyusutan pada adukan. Molekul pasir dan semen dalam adukan saling tarik-menarik sehingga menyebabkan retak rambut.</p> <p>Komposisi semen yang terlalu banyak pada plesteran juga berpotensi menyebabkan retak rambut. Komposisi adukan yang baik pada plesteran adalah 1:6 (semen:pasir).  Dengan catatan, pasir cukup bersih tidak mengandung pengotor seperti tanah.</p> <p><strong>Cara Mencegah Dinding Retak Rambut</strong></p> <p><img src="/images/cms///Cegah Retak Rambut pada Dinding dengan Cara Ini!/Image_3_web_12_des.jpg" alt="" width="640" height="426" />Memang secara kekuatan, retak rambut tidak berpengaruh pada struktur rumah. Tapi rumah ideal tetap harus memperhatikan tampilan dindingnya. Lakukan beberapa cara berikut agar Sahabat Jago bisa mencegah terjadinya retak rambut.</p> <ol> <li>Cari Tukang yang Berpengalaman</li> </ol> <p>Untuk menghasilkan dinding yang kuat dan indah, Sahabat Jago harus mencari tukang yang berpengalaman dan memiliki kemampuan mengerjakan plesteran atau acian dinding yang baik agar kualitas dan kerapihan hasil lebih terjaga.</p> <ol start="2"> <li>Dinding harus Mengering Sempurna</li> </ol> <p>Sebelum diplester , pastikan dinding dasarnya sudah mengering sempurna. Tunggu 14-21 hari sampai dinding benar-benar kering.</p> <ol start="3"> <li>Kelembapan Dinding harus Terjaga</li> </ol> <p>Pastikan untuk menjaga kelembapan material tetap seimbang antara bahan plester atau aci dan media dasar dinding, yaitu dengan membasahi dinding dasar menggunakan air bersih sebelum plester dan aci diaplikasikan. Hal ini dilakukan agar air yang terkandung dalam adukan tidak diserap oleh bahan penyusun dinding (bata/batako) dan adukan bisa menempel dengan baik.</p> <ol start="4"> <li>Beri Jeda Waktu antara Proses Plester dan Aci</li> </ol> <p>Jeda antara proses plester dan mengaci kurang lebih 3 minggu untuk memberikan waktu agar bahan plester mengeras atau mengering secara sempurna.</p> <ol start="5"> <li>Material Plester atau Aci Bersifat Plastis</li> </ol> <p>Gunakan material plester dan aci yang memiliki elastisitas baik agar mampu melindungi material dasar dinding dari pengaruh cuaca. Penggunaan Mortar Indonesia untuk plesteran atau acian pada dinding bata ringan sangat dianjurkan karena memiliki racikan khusus agar memiliki elastisitas yang baik.</p> <p><img src="/images/cms///Cegah Retak Rambut pada Dinding dengan Cara Ini!/Image_4_web_12_des.jpg" alt="" width="677" height="381" /></p> <p>Sedangkan pada dinding bata merah, Sahabat Jago bisa menggunakan Semen Gresik untuk mendapatkan hasil plesteran atau acian yang kokoh dan tahan lama. Mortar Indonesia dan Semen Gresik adalah <a href="https://sig.id/en/main-page/">produk dari SIG</a> yang memiliki daya rekat terkuat, hasil aplikasi lebih maksimal, dan lebih cepat kering.</p> <p><img src="/images/cms///Cegah Retak Rambut pada Dinding dengan Cara Ini!/Image_5_web_12_des.jpg" alt="" width="547" height="692" /></p> <p>Demikian cara mencegah dinding mengalami retak rambut dari Pak Jago. Ikuti terus tips dan informasi seputar konstruksi dan desain bangunan di situs Jago Bangunan dan <a href="http://www.facebook.com/jagobangunan">Facebook Jago Bangunan</a>. Sahabat Jago juga bisa #TanyaPakJago di situs dan Facebook jika ada pertanyaan yang ingin disampaikan.</p> <p>Sumber: Frequently Asked Questions (pertanyaan yang sering diajukan) Facebook Jago Bangunan</p> <p> </p>
4 Kreasi Benda Berbahan Semen untuk Menghias Rumah
<p>Semen adalah suatu bahan yang sudah umum digunakan untuk menghasilkan bangunan yang kokoh. Zaman dulu, penggunaan semen hanya terbatas pada hal-hal yang berhubungan dengan bangunan, seperti dinding, tiang, atau lantai. Tapi sekarang, semen mulai banyak digunakan untuk menghasilkan kreasi benda-benda yang bermanfaat di kehidupan sehari-hari serta menambah keindahan rumah.</p> <p>Kali ini, Pak Jago akan berbagi cara membuat 4 kreasi benda yang bisa Sahabat Jago coba di rumah. Yuk, simak caranya berikut ini!</p> <ol> <li>Bangku Taman untuk Bersantai</li> </ol> <p>Kreasi benda pertama yang bisa Sahabat Jago buat adalah bangku semen. Selain untuk memperindah tampilan taman, bangku semen juga bisa Sahabat Jago gunakan untuk bersantai bersama keluarga<img src="/images/cms///4%20Kreasi%20Benda%20Berbahan%20Semen%20untuk%20Menghias%20Rumah/Image_2_web_3_des.jpg" alt="" width="698" height="698" />.</p> <p>Untuk membuatnya, Sahabat Jago bisa menggunakan ember bekas kemasan cat berukuran besar sebagai cetakan. Masukkan adukan semen dan pasir dengan perbandingan 1:3 ke dalam cetakan. Perbandingan tersebut digunakan untuk menghasilkan bangku yang kuat karena diletakkan di luar ruangan dan terkena panas matahari serta hujan. Tunggu selama 2 hari hingga semen kering, lalu keluarkan dari cetakan. Untuk menambah keindahan, Sahabat Jago bisa melapisi bangku dengan cat berwarna sesuai keinginan.</p> <ol start="2"> <li>Kursi dan Meja Kecil untuk Rumah Minimalis </li> </ol> <p><img src="/images/cms///4 Kreasi Benda Berbahan Semen untuk Menghias Rumah/Image_3_web_3_des.jpg" alt="" width="850" height="479" /></p> <p>Jika sofa atau kursi panjang dianggap terlalu memakan ruang, Sahabat Jago bisa menggunakan kursi kecil sebagai penggantinya. Tidak perlu membeli, Sahabat Jago bisa membuatnya sendiri menggunakan bahan semen.</p> <p>Pertama-tama, masukkan adukan semen dan pasir (perbandingan 1:3) ke dalam cetakan berupa ember plastik. Lalu, pasang 3 potong kayu dengan besar dan panjang sama sebagai penyangga kursi. Biarkan semen mengering lebih kurang selama 1 hari, selanjutnya bisa dilepaskan dari cetakan. Sahabat Jago bisa membiarkan kursi dengan warna alami semen atau melapisinya dengan cat untuk mempercantik tampilan.</p> <p>Seperti kursi, Sahabat Jago juga bisa membuat meja kecil dengan menggunakan semen. Selain tampilannya yang indah, meja berbahan semen cukup awet sehingga tidak perlu perawatan khusus.</p> <p><img src="/images/cms///4 Kreasi Benda Berbahan Semen untuk Menghias Rumah/Image_4_web_3_des.jpg" alt="" width="677" height="989" /> </p> <p>Cara membuatnya hampir sama dengan cara membuat kursi. Perbedaannya, ketebalan semen bisa dibuat sedikit lebih tipis daripada yang digunakan pada kursi. Selain itu, Sahabat Jago juga perlu menggunakan 4 kayu penyangga agar meja yang dihasilkan lebih kuat.</p> <ol start="3"> <li>Pot Tanaman Gantung untuk Rumah yang Lebih Asri</li> </ol> <p><img src="/images/cms///4 Kreasi Benda Berbahan Semen untuk Menghias Rumah/Image_5_web_3_des.jpg" alt="" width="890" height="750" /></p> <p>Pot gantung bisa menjadi salah satu pilihan untuk menambah keasrian rumah. Agar keindahan rumah semakin bertambah, Sahabat Jago bisa menggunakan pot gantung berbahan semen yang dibuat sendiri.</p> <p>Sahabat Jago harus menyiapkan cetakan lebih dulu, bisa berupa ember plastik kecil bekas atau pipa PVC 8 inch (21,6 cm). Lalu, adukan semen dan pasir (perbandingan 1:6) dituang ke dalam cetakan. Untuk membentuk lubang tali, Sahabat Jago bisa menancapkan 3 silinder atau kayu kecil. Tunggu selama 1 hari hingga semen mengering, lalu lepaskan dari cetakan. Pasang tali dan ikat pada bagian bawahnya. Pot gantung siap digunakan untuk bunga atau tanaman favorit Sahabat Jago.</p> <ol start="4"> <li>Lampu Gantung Unik</li> </ol> <p><img src="/images/cms///4 Kreasi Benda Berbahan Semen untuk Menghias Rumah/Image_6_web_3_des.jpg" alt="" width="1281" height="769" /></p> <p>Lampu gantung unik berbahan semen bisa jadi salah satu pilihan untuk menghias ruangan. Sahabat Jago bisa menyiapkan botol plastik bekas berleher panjang dan botol plastik bekas berukuran lebih kecil sebagai cetakan. Bagian bawah botol berleher panjang dipotong, lalu masukkan botol berukuran lebih kecil (sudah dipotong juga bagian bawahnya) ke dalamnya. Adukan semen dan pasir (perbandingan 1:6) dimasukkan ke antara kedua botol, selanjutnya ditunggu hingga mengering selama 1 hari. Terakhir, lepaskan botol dari semen dan pasang lampu gantung di tempat yang Sahabat Jago inginkan. </p> <p>Demikian cara membuat kreasi benda berbahan semen yang bisa Sahabat Jago coba di rumah. Pastikan Sahabat Jago menggunakan Semen Gresik untuk menghasilkan benda-benda dan bangunan yang Kokoh Tak Tertandingi.</p> <p> </p> <p> <img src="/images/cms///4 Kreasi Benda Berbahan Semen untuk Menghias Rumah/Image_7_web_3_des.jpg" alt="" width="680" height="861" /></p> <p>Ikuti terus tips dan informasi seputar konstruksi dan desain bangunan di situs Jago Bangunan dan <a href="http://www.facebook.com/jagobangunan">Facebook Jago Bangunan</a>. Sahabat Jago juga bisa #TanyaPakJago di situs dan Facebook jika ada pertanyaan yang ingin disampaikan.</p> <p>Sumber:</p> <p><a href="http://www.jagobangunan.com/article/read/bangku-taman-semen-yang-kekinian">http://www.jagobangunan.com/article/read/bangku-taman-semen-yang-kekinian</a></p> <p><a href="https://www.idntimes.com/life/diy/andi-dapenmra/9-diy-semen-putih-yang-ampuh-sulap-rumah-mungilmu-jadi-terasa-luas-c1c2/9">https://www.idntimes.com/life/diy/andi-dapenmra/9-diy-semen-putih-yang-ampuh-sulap-rumah-mungilmu-jadi-terasa-luas-c1c2/9</a></p> <p> </p>
Plafon Eternit atau Plafon PVC, Mana yang Lebih Bagus?
<p>Plafon menjadi salah satu bagian rumah yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Tidak hanya sebagai pembatas ruangan dan atap, plafon juga berguna sebagai peredam panas dan suara bising, pelengkap dekorasi, serta melindungi ruangan dari kotoran yang jatuh dari atap.</p> <p>Terdapat banyak jenis dan model plafon rumah yang bisa ditemui di pasaran. Jenis yang beragam tentu memudahkan Sahabat Jago untuk memilih plafon yang sesuai dengan kebutuhan. Tapi yang harus Sahabat Jago ketahui, berbagai jenis plafon juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.</p> <p>Kali ini, Pak Jago akan menjelaskan kelebihan dan kekurangan 2 jenis plafon yang banyak diminati, yaitu eternit dan PVC. Yuk, simak sampai akhir!</p> <p> </p> <p><strong>Plafon Eternit</strong></p> <p><strong><img src="/images/cms///Mezzanine: Seluk-beluk dan Cara Membangunnya/Image_2_web_26_Nov.jpg" alt="" width="1183" height="444" /></strong></p> <p>Plafon eternit terbuat dari serat asbestos, yaitu serat mineral yang menjadi campuran semen dalam papan plafon. Karena bahannya itulah, plafon ini juga sering disebut dengan plafon asbes. Plafon eternit banyak dipakai pada bangunan lama. Tapi sampai sekarang, masih ada juga bangunan atau rumah yang menggunakan eternit sebagai plafon.</p> <p> </p> <p>Kelebihan:</p> <ol> <li>Proses Pengerjaan Mudah</li> </ol> <p><img src="/images/cms///Mezzanine: Seluk-beluk dan Cara Membangunnya/Image_3_web_26_Nov.jpg" alt="" width="640" height="426" /></p> <p>Tidak diperlukan keahlian khusus untuk memasang plafon eternit. Kuncinya, ukuran rangka plafon harus sesuai dengan ukuran plafon eternit per lembarnya, lalu plafon eternit dipasang pada rangka dengan menggunakan paku. Tidak jauh berbeda dengan pemasangannya, proses pembongkaran plafon eternit juga cukup mudah. Sahabat Jago cukup mencongkel tepi/sambungan plafon dan menariknya agar terlepas dari rangka.</p> <ol start="2"> <li>Harga yang Terjangkau</li> </ol> <p>Karena harga yang terjangkau, plafon eternit masih menjadi favorit untuk digunakan pada rumah atau bangunan. Harga yang terjangkau membuat tampilan plafon yang dihasilkan terkesan biasa saja. Tapi Sahabat Jago bisa membuat tampilan plafon eternit menjadi lebih indah dengan melapisinya dengan cat tembok atau cat khusus plafon.</p> <ol start="3"> <li>Tahan Air dan Api</li> </ol> <p>Bahan asbes membuat plafon eternit memiliki daya tahan yang cukup baik terhadap air dan api. Asbes juga memiliki daya hantar panas yang kecil sehingga bisa memberikan kesan dingin pada ruangan dengan plafon eternit.</p> <p>Kekurangan:</p> <ol> <li>Mudah Retak dan Patah</li> </ol> <p>Walau mudah, proses pemasangan plafon eternit harus ekstra hati-hati karena materialnya mudah retak dan patah. Perlu ketelitian tinggi, terutama saat pemasangan plafon eternit dengan paku, agar tidak ada lembaran plafon eternit yang terbuang percuma.</p> <ol start="2"> <li>Bahaya Jika Serpihannya Terhirup</li> </ol> <p>Di balik harganya yang terjangkau dan banyaknya peminat, terdapat risiko gangguan kesehatan karena material plafon eternit ini, di antaranya gangguan pernapasan. Sahabat Jago harus hati-hati saat memasangnya agar debu atau serpihan plafon tidak terhirup.</p> <p><strong>Plafon PVC</strong></p> <p><img src="/images/cms///Mezzanine: Seluk-beluk dan Cara Membangunnya/Image_4_web_26_Nov.jpg" alt="" width="737" height="553" /></p> <p>Plafon PVC adalah plafon yang terbuat dari <em>polyvinyl chloride</em>, bahan yang biasa digunakan sebagai material pembuatan pipa air. Karena kekuatan dan daya tahannya, sekarang PVC sudah digunakan sebagai bahan plafon rumah. Tidak sedikit rumah berkonsep modern yang menggunakan plafon jenis ini karena banyaknya model yang bisa dipilih sesuai keinginan. </p> <p>Kelebihan:</p> <ol> <li>Material Ringan</li> </ol> <p>Plafon PVC memiliki bobot yang lebih ringan daripada plafon eternit, sehingga tidak memberikan beban terlalu berat kepada rangka plafon. Material PVC juga memiliki kelenturan yang cukup baik dan bisa digunakan pada bidang melengkung atau miring.</p> <ol start="2"> <li>Tahan Terhadap Panas dan Serangan Rayap</li> </ol> <p>Selain tahan terhadap air, plafon PVC juga tahan terhadap panas. Material PVC membuat plafon ini awet dan warnanya tidak mudah pudar, serta tahan terhadap serangan rayap. Kelebihan ini membuat plafon PVC cocok digunakan di dalam maupun luar ruangan.</p> <ol start="3"> <li>Banyak Pilihan Model dan Warna</li> </ol> <p>                <img src="/images/cms///Mezzanine: Seluk-beluk dan Cara Membangunnya/Image_5_web_26_Nov.jpg" alt="" width="399" height="457" /></p> <p>                <img src="/images/cms///Mezzanine: Seluk-beluk dan Cara Membangunnya/Image_6_web_26_Nov.jpg" alt="" width="400" height="266" /></p> <p>Salah satu kelebihan plafon PVC adalah banyaknya model dan warna yang bisa digunakan. Banyaknya model dan warna membuat Sahabat Jago bebas memilih plafon sesuai konsep atau kebutuhan rumah.</p> <ol start="4"> <li>Aman Bagi Kesehatan</li> </ol> <p>Plafon PVC lebih aman bagi kesehatan jika dibandingkan dengan plafon eternit. Debu atau serpihan yang tertinggal saat pemasangan sangat sedikit, sehingga risiko gangguan kesehatan yang muncul juga sangat kecil.</p> <p>Kekurangan :</p> <ol> <li>Harga Cukup Mahal</li> </ol> <p>Dengan kelebihan dan kualitasnya, membuat harga plafon PVC masih cukup mahal di pasaran. Sahabat Jago harus memiliki persiapan dana yang cukup sebelum memutuskan untuk menggunakan plafon PVC di rumah.</p> <ol start="2"> <li>Tidak Bisa Dicat Ulang</li> </ol> <p>Karena tidak bisa dicat ulang sendiri, Sahabat Jago harus memasang plafon PVC yang baru jika ingin mengganti warnanya. Harganya yang masih mahal tentu membuat Sahabat Jago harus berpikir ulang sebelum mengganti plafon dengan yang baru. </p> <p>Menentukan pilihan plafon eternit atau plafon PVC, semuanya tergantung pada pertimbangan yang Sahabat Jago miliki. Jika Sahabat Jago memiliki dana yang terbatas, plafon eternit bisa menjadi pilihan untuk menghemat biaya. Tapi jika Sahabat Jago ingin membuat tampilan rumah menjadi lebih modern dan elegan, plafon PVC adalah pilihan yang tepat.</p> <p>Demikian penjelasan dari Pak Jago tentang kelebihan serta kekurangan plafon eternit dan plafon PVC. Ikuti terus tips dan informasi seputar konstruksi dan desain bangunan di situs Jago Bangunan dan <a href="http://www.facebook.com/jagobangunan">Facebook Jago Bangunan</a>. Sahabat Jago juga bisa #TanyaPakJago di situs dan Facebook jika ada pertanyaan yang ingin disampaikan.</p> <p>Sumber: Frequently Asked Questions (pertanyaan yang sering diajukan) Facebook Jago Bangunan</p> <p> </p>