Masuk

Tips

Beranda / Artikel
Search:

Begini Cara Membuat Kesan Lapang dengan Efek Pantulan Cermin
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>Cermin termasuk material yang sangat populer. Berbeda dengan kaca yang meneruskan sebagian besar cahaya, cermin memantulkan hampir keseluruhan cahaya yang diterima. Dengan demikian cermin nyaris sempurna memantulkan bayangan benda. Berbagai jenis cermin (datar, cekung dan cembung) memiliki banyak kegunaan.</p> <p>Dalam arsitektur, pada awalnya, cermin sekadar dibingkai dan digunakan sebagai cermin rias ataupun cermin hias. Cermin rias kemudian dikombinasikan dengan desain perabot, seperti lemari pakaian (<em>wardrobe</em>) dan meja rias.   </p> <p>Dengan berkembangnya eksplorasi desain serta didukung oleh kemajuan teknologi, pemanfaatan cermin dalam desain arsitektur maupun interior jauh lebih beragam. Dalam arsitektur, material cermin juga diaplikasikan sebagai pelapis elemen dinding, lantai, plafon, dan sebagainya.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/cermin/koleksi_majalah_rumahku_1.jpg" alt="" width="639" height="426" /><em>(Sumber: Majalah Rumahku)</em></p> <p>Boleh jadi banyak klien #SahabatJagoBangunan yang suka mengaplikasikan material cermin. #PakJago mencatat bahwa salah satu alasan pengaplikasian material cermin pada bangunan dan interior ialah kesan lega yang dihasilkannya. Lega dalam konteks ini artinya lapang atau terasa lebih luas dari besaran sebenarnya.</p> <p>Ini terjadi karena cahaya alami ataupun dari lampu yang dipantulkan dan disebarkan berpotensi membuat ruang lebih terang. Suasana terang ditambah efek pantulan objek membuat ruangan terasa lega atau terkesan lebih lapang.</p> <p>Efek ini sangat terasa terutama bila cermin diaplikasikan pada ruangan sempit. Semakin lebar cermin yang diaplikasikan, ruangan akan terasa semakin lapang. Demikian pula bila semakin banyak sisi ruang yang dilapisi bidang cermin.</p> <p>Pernahkan #SahabatJagoBangunan mengerjakan aplikasi material cermin pada berbagai elemen bangunan? Pada bagian eksterior ataukah interior? Menurut #PakJago, material cermin dapat diaplikasikan pada berbagai bagian bangunan, baik eksterior maupun interior, terutama pada ruang-ruang terbatas. Berikut beberapa di antaranya: </p> <ul> <li>Cermin sebagai kulit bangunan</li> </ul> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/cermin/mirror-buildings-roadside-cafe-2-468x306__weburbanist_com_.jpg" alt="" width="534" height="349" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/weburbanist.com">disini</a>)</em></p> <p>Cermin dapat diaplikasikan pada sebagian atau seluruh dinding eksterior. Efek pantulannya membuat tampilan bangunan lebih unik dan menarik. Sementara bagi lingkungan sekitarnya, efek pantulan cermin membuat ruang luar terasa lega atau terkesan lebih lapang. Karena dinding eksterior berbahan cermin juga memantulkan lansekap dan langit.   </p> <ul> <li>Cermin pada area taman atau halaman</li> </ul> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/cermin/Mirror_Fence_picture__www_homedit_com_.jpg" alt="" width="619" height="464" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/homedit.com">disini</a>)</em></p> <p>Pada area luar, selain pada dinding, material cermin dapat diaplikasikan pada beberapa spot taman atau halaman. Aplikasikan material cermin pada pagar; atau sandarkan cermin dalam bingkai besar pada dinding taman. Cermin tersebut akan memantulkan pemandangan lansekap atau langit, sehingga taman atau halaman yang sempit terkesan luas dan terasa lega.</p> <ul> <li>Cermin pada elemen ruang dalam</li> </ul> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/cermin/koleksi_majalah_rumahku_5.jpg" alt="" width="623" height="415" /><em>(Sumber: Majalah Rumahku)</em></p> <p>Efek pantulan yang memberi kesan lapang bisa didapat dengan mengaplikasikan cermin sebagai pelapis elemen ruang dalam. Cermin datar dapat digunakan untuk melapisi permukaan lantai, dinding atau plafon sesuai dengan kebutuhan. Jika tidak, bisa juga hanya dengan mendirikan atau menggantung cermin lebar dalam bingkai pada sisi-sisi ruang tertentu.</p> <p>Peletakan cermin menghadap bukaan/jendela akan lebih efektif menangkap serta menyebarkan cahaya alami dan memberikan efek optimal. Cermin yang dipasang pada dinding yang saling berhadapan akan membuat luas ruang terasa tidak terbatas, karena adanya efek pantulan bolak-balik atau terus-menerus. Penerapan cermin demikian bisa dilakukan di ruang mana pun.  </p> <ul> <li>Cermin pada perabot</li> </ul> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/cermin/_MG_0800.jpg" alt="" width="517" height="776" /><em>(Sumber: Majalah Rumahku)</em></p> <p>Kombinasi cermin pada perabot kayu, logam atau material lain relatif sudah umum. Selain fungsional, material ini juga memberi efek pantul yang membuat furnitur tampil lebih artistik dan menarik. Perabot yang dilengkapi cermin dapat diletakkan pada ruang sempit untuk memberi kesan lapang.</p> <p>Pada hunian terbatas, lemari atau kabinet dengan pintu-pintu berlapis cermin memberi kesan lega pada ruangan. Perabot bercermin juga dapat diterapkan pada area walk in closet, kamar mandi atau dapur. Cermin juga dapat diaplikasikan pada kepala ranjang (headboard) dan meja bar.</p> <ul> <li>Cermin dekoratif</li> </ul> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/cermin/lampion_cermin__www_theblockshop_com_au_.jpg" alt="" width="527" height="527" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/theblockshop.com.au">disini</a>)</em></p> <p>Cermin dekoratif banyak ragamnya. Seperti cermin hias berbingkai kayu atau logam dengan beragam motif dan ornamen, bentuk dan ukuran. Cermin ini bisa dipasang di area mana pun, seperti foyer, ruang tamu, ruang duduk, kamar tidur dan sebagainya. Cermin dekoratif bisa juga dijumpai pada lampu gantung, lampu duduk, dan lampion. </p> <p>Selain kesan lapang, aplikasi cermin juga membuat ruang terkesan anggun, elegan dan mewah. Cermin dalam berbagai rancangan dan kombinasi material juga menambah nilai estetis atau keindahan. Jadi, apakah Anda tertarik untuk memasang aneka cermin itu di rumah Anda?</p> <p>Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu di artikel-artikel #PakJago yang lain.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em>                                         </p>
Lakukan Ini untuk Mencegah dan Mengatasi Karat pada Pagar Besi
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>Salah satu kekurangan material besi ialah mudah berkarat. Karat terbentuk oleh proses korosi, yakni reaksi antara logam besi dengan air dan oksigen. Besi yang berkarat akan bersifat rapuh sehingga mudah patah atau ambruk. Nah, agar tidak mudah berkarat, objek besi yang berada di udara terbuka harus mendapat perlakukan khusus. Termasuk pagar besi.</p> <p>Berkut ini #PakJago berbagi tentang cara mencegah dan mengatasi karat pada pagar besi. Selamat menyimak, #SahabatJagoBangunan.</p> <p><strong>Mencegah Terjadinya Karat</strong></p> <p>Sebelum terjadi korosi dan terbentuk karat pada pagar besi, idealnya dilakukan upaya pencegahan. Prinsip pencegahan adalah melindungi besi dari penyebab terjadinya karat, yakni air dan oksigen. Caranya dengan mengaplikasikan senyawa nonlogam yang sukar ditembus air dan udara, seperti cat. Pelapisan dapat dilakukan sebelum atau sesudah pagar dipasang. Berikut langkah-langkahnya.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Besi Berkarat/copy_1__www_periodliving_co_uk_.jpg" alt="" width="490" height="446" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/periodliving.co.uk">disini</a>)</em></p> <p>- Bersihkan permukaan pagar dari minyak, noda, dan kotoran lain.</p> <p>- Lakukan pengampelasan agar halus, lalu usap dengan lap kering dan bersih.</p> <p>- Bersihkan permukaan pagar dengan thinner atau mineral spirit. Gunakan lap bersih.</p> <p>- Jika pagar sudah kering sempurna, aplikasikan cat primer besi secara merata. Lalu biarkan mengering setidaknya selama satu hari.</p> <p>- Setelah cat primer kering sempurna, aplikasikan cat besi sebagai pelapis akhir (<em>top coat</em>). Lakukan pelapisan sebanyak dua kali untuk memastikan permukaan besi terlapisi sempurna sehingga terhindar dari kontak dengan air maupun udara. Lakukan setelah lapisan pertama benar-benar kering.</p> <p><strong>Mengatasi Karat yang Sudah Terbentuk</strong></p> <p>Jika besi terlanjur berkarat, kemungkinan kondisinya terbagi dalam dua jenis. Pertama, pagar besi yang belum dicat tetapi berkarat karena terpapar udara terbuka. Kedua, pagar besi yang sudah dicat karena sebagian atau seluruh cat terkelupas, besi terpapar udara hingga terjadi korosi dan terbentuk karat.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Besi Berkarat/copy_2__www_periodliving_co_uk_.jpg" alt="" width="479" height="387" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/capitaldeckanfence.ca">disini</a>)</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan dapat mengatasi karat tersebut dengan menerapkan beberapa langkah berikut.</p> <p>- Bersihkan karat yang terbentuk. Gosoklah karat dengan sikat kawat, kape, atau ampelas. #SahabatJagoBangunan juga dapat memakai gerinda (pengampelas elektrik). Jika seluruh bagian pagar hendak dicat ulang, pembersihan karat dapat dilakukan bersamaan dengan pengerokan cat lama.</p> <p>- Bersihkan debu karat, kupasan cat, debu dan kotoran lain. Sempurnakan pembersihan dengan lap yang telah dilembapkan dengan thinner atau mineral spirit. Untuk memastikan karat benar-benar bersih, usapkan lap yang telah direndam air sabun hangat seraya menyemprotkan air dengan bantuan penyemprot bertekanan tinggi.</p> <p>Usaplah pagar dengan lap kering dan bersih, kemudian diamkan hingga kering sempurna. Jangan lupa periksa kembali kondisi pagar. Jika ternyata masih terdapat retak atau muncul pori-pori pada permukaan pagar, aplikasikan dempul untuk menutup atau meratakannya. Lalu ampelas lagi untuk meratakannya dan bersihkan sisa kotoran dengan lap bersih.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Besi Berkarat/1321_PaintMetal_13__www_bunnings_com_au_.jpg" alt="" width="532" height="319" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/bunning.com.au">disini</a>)</em></p> <p>Aplikasikan cat primer besi secara merata pada seluruh permukaan pagar. Kemudian diamkan hingga benar-benar kering, setidaknya selama satu hari. Setelah cat primer kering sempurna, aplikasikan cat besi sebagai <em>top coat</em> secara merata hingga menutup seluruh permukaan pagar. Biarkan cat mengering sempurna, lalu aplikasikan lapisan cat kedua.</p> <p><strong>Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan</strong></p> <p>- Pembersihan karat atau pelapisan pagar besi harus dilakukan saat udara cerah.</p> <p>- Pilih cat besi eksterior yang sesuai untuk jenis pagar yang ada. Cat antikarat berdaya tahan tinggi akan membuat pagar terlihat indah dan tidak mudah berkarat meski terpapar cuaca.</p> <p>- Selama proses kerja, terutama saat pembersihan karat, #SahabatJagoBangunan harus mengenakan perlengkapan K3, seperti sarung tangan, masker, dan kacamata pengaman. Ketahuilah, karat yang mudah larut dan diterbangkan udara sangat berbahaya bagi kesehatan.</p> <p>Demikian berbagai tips dari #PakJago terkait pengatasan karat pada pagar besi. Semoga bermanfaat.</p> <p>Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih lanjut atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Jangan lupa simak artikel #PakJago yang lain.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
3 Jenis Peralatan Ini Harus Disiapkan Dulu Sebelum Anda Mengecat
<p><strong> </strong><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>Sebelum mulai mengecat, #SahabatJagoBangunan harus menyiapkan peralatan yang tepat sesuai bidang atau objek yang akan dicat. Siapkan juga berbagai perlengkapan yang dapat mendukung kelancaran kerja serta mengantispasi hal-hal yang tidak diinginkan.</p> <p>#PakJago akan membantu membuat daftar peralatan dan perlengkapan yang diperlukan. Peralatan yang dimaksud di luar bahan yang hendak diaplikasikan pada bidang kerja, seperti cat dasar, cat akhir, thinner, <em>sealer </em>dan dempul.</p> <p>Peralatan mengecat bisa dikelompokkan menjadi 3, yakni peralatan utama, peralatan pendukung, dan perlengkapan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja). Peralatan utama meliputi alat untuk mengaplikasikan cat (kuas, <em>roller, </em>dan alat semprot); ember, pengaduk, dan baki atau wadah cat; ampelas dan kape; juga lap. Sementara alat pendukung antara lain tangkai <em>roller</em>, tangga, plester, alas atau penutup (seperti koran dan plastik). Berikut #PakJago jelaskan selengkapnya.</p> <ul> <li><strong>Kuas, <em>roller </em>dan alat semprot</strong></li> </ul> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Alat Cat/5PCS-Handle-font-b-Tool-b-font-Flocked-Edger-Office-Room-font-b-Wall-b-font__www_aliexpress_com_.jpg" alt="" width="610" height="610" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/aliexpress.com">disini</a>)</em></p> <p>Ketiga alat ini diperlukan untuk mengaplikasikan cat dasar maupun cat akhir pada bidang kerja. Kuas dan <em>roller </em>dapat digunakan secara bergantian sesuai kebutuhan. Meskipun bisa saja hanya menggunakan kuas, tetapi untuk bidang luas mengecat dengan <em>roller</em> cenderung lebih efektif. Jika hendak memakai kuas untuk mengecat bidang luas, pilihlah kuas ukuran 3-5 inci. Gunakan kuas kecil untuk bidang sempit, seperti bagian tepi, sudut, list atau profil.</p> <p>Lengkapi <em>roller</em> dengan tangkai penyambung untuk menjangkau bagian yang tinggi. Pilih tangkai yang kuat, kokoh, dan nyaman dipegang. Selain kuas dan <em>roller</em>, alat lain yang bisa #SahabatJagoBangunan gunakan adalah alat semprot cat elektrik. Alat ini biasanya dilengkapi dengan kompresor mini. Untuk pengecatan bersifat dekoratif, peralatan yang digunakan bisa lebih variatif.</p> <p>Selain kuas dan <em>roller</em> standar, di pasaran juga tersedia beragam <em>roller</em>. Misalnya, <em>graining roller</em> untuk memberi efek serat atau urat kayu. Ada juga  <em>roller</em> bermotif unik (geometris maupun organik). #SahabatJagoBangunan juga dapat menggunakan spons (natural maupun sintetis), sisir karet dan kuas lukis.</p> <ul> <li><strong>Ember, baki cat, dan pengaduk </strong></li> </ul> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Alat Cat/243825_image0__www_dummies_com_.jpg" alt="" width="576" height="382" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/dummies.com">disini</a>)</em></p> <p>Ember atau wadah sejenis digunakan untuk mencampur cat. Memang idealnya pengenceran cat tidak dilakukan langsung pada kaleng cat. Jika cat yang telah diencerkan nantinya tersisa akan berisiko rusak jika disimpan lama. Alat pengaduk dapat berupa batang kayu atau logam yang bersih dan tidak mudah mengelupas. Di pasaran juga tersedia pengaduk cat elektrik. Sedangkan baki dipakai untuk menampung cat yang sudah diencerkan dan siap diaplikasikan. Selama proses pengerjaan, cat dituang secukupnya dari ember ke baki.    </p> <ul> <li><strong>Plester kertas atau <em>masking tape </em></strong></li> </ul> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Alat Cat/2_painting_tools_01__www_domain_com_au_.jpg" alt="" width="628" height="419" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/domain.com.au">disini</a>)</em></p> <p>Plester kertas (<em>paper tape</em>) atau <em>masking tape </em>digunakan untuk menutup sementara bagian-bagian yang tidak atau belum dicat. Bisa juga digunakan bila ada dua bidang yang akan dicat dengan warna berbeda. Tujuannya agar cat tidak menodai bagian yang tidak diinginkan, juga supaya didapatkan hasil pengecatan yang lurus dan rapi.</p> <ul> <li><strong>Ampelas</strong></li> </ul> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Alat Cat/ampelas.jpg" alt="" width="616" height="434" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/klikmunadi.com">disini</a>)</em></p> <p>Kertas pasir (ampelas) terutama digunakan untuk meratakan dan menghaluskan bagian bidang kerja (permukaan dinding, kusen, furnitur, dsb.) yang masih bergelombang atau kasar. </p> <ul> <li><strong>Kape atau <em>scraper</em></strong></li> </ul> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Alat Cat/prep-for-paint-repair-wallpaper-step3__www_lowes_com_.jpg" alt="" width="661" height="661" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/lowes.com">disini</a>)</em></p> <p>Gunakan kape untuk mengerok cat lama yang terkelupas. Kape juga dapat difungsikan untuk mengaplikasikan dempul atau plamur, jika diperlukan. </p> <ul> <li><strong>Sikat dan lap bersih</strong></li> </ul> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Alat Cat/membersihkan-dinding_1-1.jpg" alt="" width="499" height="332" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/rooang.com">disini</a>)</em></p> <p>Lap bersih (yang sedikit lembap) digunakan untuk membersihkan minyak, debu dan segala kotoran yang menempel pada dinding atau permukaan lain yang hendak dicat. Penggunaan sikat lembut juga efektif untuk membersihkan sisa pengerokan atau pengampelasan, sebelum kemudian diusap dengan lap.</p> <ul> <li><strong>Alas dan Perkakas pendukung lain</strong></li> </ul> <p>Gunakan koran bekas, plastik, kain, atau terpal sebagai alas lantai dan menutupi perabot atau barang-barang lain agar terlindungi dari tetesan cat yang mungkin menodai. Alat pendukung lain ialah beberapa perkakas yang mungkin akan diperlukan untuk memperlancar pekerjaan, misalnya <em>cutter</em>, obeng, penggaris, dan pensil. </p> <ul> <li><strong>Tangga atau steger</strong></li> </ul> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Alat Cat/2_painting_01__www_domain_com_au_.jpg" alt="" width="660" height="441" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/domain.com.au">disini</a>)</em></p> <p>Untuk menjangkau bidang yang tinggi tanpa tangkai atau tongkat <em>roller</em>, diperlukan tangga atau steger (<em>scaffolding</em>). #SahabatJagoBangunan dapat menggunakan berbagai model tangga kayu atau aluminium. Steger dapat dibuat dari bambu ataupun kayu, sedangkan <em>scaffolding</em> lebih efisien jika menyewa saja.  </p> <ul> <li><strong>Perlengkapan K3</strong></li> </ul> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Alat Cat/45352473_Subscription_S.jpg" alt="" width="620" height="429" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/aamash.com">disini</a>)</em></p> <p>Demi kesehatan, pakailah masker untuk mengantisipasi terhirupnya aroma atau bahan cat yang berbahaya. Kenakan juga pakaian kerja yang tepat, seperti <em>overall </em>atau apron, sarung tangan, sepatu bot, dan helm kerja. Pakaian tersebut akan melindungi #SahabatJagoBangunan dari noda cat yang cenderung sulit dibersihkan, </p> <p>Itulah sejumlah peralatan yang dibutukan untuk mengecat. Pastikan peralatan Anda lengkap sebelum proses pengecatan dimulai ya, Sahabat.</p> <p>Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih lanjut atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Terus simak artikel #PakJago yang lain ya.</p> <p style="text-align: left;"><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Lakukan 6 Hal Ini untuk Mewujudkan Konstruksi Berbasis Penataan Lingkungan
<p><em>Oleh: Riyaz Riyadi</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, untuk proyek bangunan dengan skala besar tentu memiliki berbagai tahap konstruksi. Mulai dari penghitungan luas wilayah, teknis bangunan, dan hingga pertimbangan lingkungan sekitar. Karenanya, tukang bangunan harus mengetahui beberapa unsur lingkungan hidup yang dapat menimbulkan dampak buruk pada lingkungan selama tahap konstruksi.</p> <p>Lau bagaimana langkah yang perlu dilakukan untuk menghindari dampak lingkungan dan sosial dalam sebuah proyek pembangunan? Berikut tips dari #PakJago.</p> <p>1. Merekrut tukang bangunan setempat</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Penataan Lingkungan/httpswww_google_co_idsearchbiw_1360_bih_662_tbm_isch_sa_1_q_foto_tenaga_kerja_untuk_konstruksi_oq_foto_tenaga_kerja_untuk_konstruksi_gs_l_.jpg" alt="" width="637" height="478" /><em>(Sumber: <a href="https://ifahlatifah87.wordpress.com/2012/04/01/kegiatan-konstruksi-dan-perubahan-kualitas-lingkungan-pembangunan-waduk-kedungombo-wko/">disini</a>)</em></p> <p>Pengadaan tenaga kerja atau tukang bangunan berpotensi menimbulkan kerawanan sosial. Saat #SahabatJagoBangunan menerima proyek di kota A, misalnya, maka usahakan menggunakan tenaga kerja dari kota A tersebut, bukan dari kota lain. Ini dimaksudkan agar tidak membuat kecemburuan atau konflik internal dengan masyarakat sekitar lokasi pembangunan yang juga berprofesi sebagai tukang bangunan atau bekerja di bidang konstruksi.</p> <p>2. Memilih alat konstruksi yang tepat</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Penataan Lingkungan/httpswww_google_co_idsearchbiw_1360_bih_613_tbm_isch_sa_1_q_foto_alat_konstruksi_untuk_konstruksi_oq_foto_alat_konstruksi_untuk_konstruksi.jpg" alt="" width="666" height="500" /><em>(Sumber: <a href="https://ifahlatifah87.wordpress.com/2012/04/01/kegiatan-konstruksi-dan-perubahan-kualitas-lingkungan-pembangunan-waduk-kedungombo-wko/">disini</a>)</em></p> <p>Menggunakan alat kontruksi yang tepat dan sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar, harus menjadi pertimbangan sebelum memulai proses kontruksi ya, #SahabatJagoBangunan. Jika peralatan yang digunakan sembarangan, bisa jadi akan menimbulkan dampak pencemaran udara, kebisingan, dan kerusakan jalan yang ada di lingkungan tersebut.</p> <p>3. Pengadaan material dan proses konstruksi yang ramah lingkungan</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Penataan Lingkungan/material_bangunan.jpg" alt="" width="640" height="367" /><em>(Sumber: <a href="https://www.google.co.id/search?biw=1366&bih=662&tbm=isch&sa=1&q=material+konstruksi&oq=material+konstruksi&gs_l=psy-ab.3..0i7i30k1j0i30k1.28188.29668.0.30528.10.10.0.0.0.0.118.875.8j2.10.0....0...1.1.64.psy-ab..0.3.280...0i13i30k1j0i13i5i30k1.0.LslK1Xtitb0#imgrc=-kpQ8L0P6S3_mM:">disini</a>)</em></p> <p>Pengadaan material juga harus diperhatikan, #SahabatJagoBangunan. Bukan hanya soal material pembangunan yang ramah lingkungan, tapi proses penggarapan konstruksinya juga harus ramah lingkungan. Limbah material dari proses konstruksi yang tidak rapi akan menimbulkan penurunan keseimbangan lingkungan di kemudian hari. Karenanya, tukang juga dituntut untuk mampu menjaga kebersihan lingkungan kerja, mulai dari awal hingga akhir pengerjaan.</p> <p>4. Tidak merusak konstruksi badan jalan</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Penataan Lingkungan/httpswww_google_co_idsearchtbm_isch_q_FOTO_JALUR_UNTUK_KONSTRUKSI_spell_1_sa_X_ved_0ahUKEwjFmvvB06TWAhVN7GMKHf3mBhYQvwUIIygA_biw_1242_bih_.jpg" alt="" width="674" height="446" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/edit/tribunnews.com">disini</a>)</em></p> <p>Proyek konstruksi yang besar jelas membutuhkan material yang tidak sedikit. Untuk mengangkut material tersebut, akan membuat banyak kendaraan material berlalu lalang dan bolak-balik melewati jalan yang sama. Ini bisa mengakibatkan kerusakan badan jalan jika dilakukan terus menerus.</p> <p>Bahkan akan menimbulkan kemacetan, kebisingan, penurunan kualitas udara, dan kesehatan masyarakat. Karenanya, perlu diperhatikan bagaimana solusi pengangkutan material tidak berdampak buruk untuk lingkungan sekitar.</p> <p>5. Penyiapan tanah dasar di siang hari</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Penataan Lingkungan/httpswww_google_co_idsearchq_FOTO_JALUR_UNTUK_KONSTRUKSI_tbm_isch_tbs_rimgCaCrvgvEag97IjiLncP7iGa0spDt7jyz4W-p9wuFaa7PRAwesA5w5XyTZSQrnjy2.jpg" alt="" width="591" height="492" /><em>(Sumber: <a href="https://ifahlatifah87.wordpress.com/2012/04/01/kegiatan-konstruksi-dan-perubahan-kualitas-lingkungan-pembangunan-waduk-kedungombo-wko/">disini</a>)</em></p> <p>Penyiapan tanah dasar (pembersihan dan pengupasan tanah) akan menimbulkan pencemaran udara, kebisingan, dan penurunan kualitas air permukaan. Sehingga lebih baik jika #SahabatJagoBangunan tidak memilih waktu di malam hari untuk pemasangan ceker ayam pada banguna besar, karena akan menimbulkan kebisingan yang sangat mengganggu masyarakat sekitar.</p> <p>6. Pembangunan struktural bangunan yang rapi</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Penataan Lingkungan/proses_konstruksi_rapi.jpg" alt="" width="670" height="335" /><em>(Sumber: <a href="https://www.google.co.id/search?biw=1366&bih=662&tbm=isch&sa=1&q=material+konstruksi&oq=material+konstruksi&gs_l=psy-ab.3..0i7i30k1j0i30k1.28188.29668.0.30528.10.10.0.0.0.0.118.875.8j2.10.0....0...1.1.64.psy-ab..0.3.280...0i13i30k1j0i13i5i30k1.0.LslK1Xtitb0#imgdii=p2wz1UhijxFSyM:&imgrc=jNkhpJQ5rMeUgM:">disini</a>)</em></p> <p>Dalam proses pengerjaan struktur bangunan ini diperkirakan akan menimbulkan gangguan lalu lintas, bising, polusi udara, hingga pencemaran lingkungan seperti peningkatan sedimen sungai. Usahakan semua gangguan itu sudah disiapkan solusinya jauh sebelum pembangunan dilaksanakan. Lantaran yang merasakan dampak bukan saja para tukang yang sedang bekerja, tapi juga masyarakat sekitar lokasi pembangunan.</p> <p>#SahabatJagoBangunan, proyek pembangunan dapat dikatakan tidak layak jika mengakibatkan penurunan kualitas udara, kebisingan yang tidak memenuhi standar, maupun kerusakan tumbuhan dan habitat hewan di lingkungan sekitar.</p> <p>Sebaliknya, jika pembangunan tersebut memberikan dampak positif dari sisi kebermanfaatan bangunan, seperti pembuatan irigasi sawah, pengendalian banjir, sarana pembangkit tenaga listrik, atau sarana pariwisata yang ramah lingkungan; dan proses pengerjaan konstruksi dilakukan dengan benar, tentu proyek pembangunan tersebut dapat dikatakan berhasil. Bagaimana pendapat Anda, Sahabat?</p> <p>Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih lanjut atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil, dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656.Dua penanya terbaik setiap bulan akan mendapat hadiah menarik dari Semen Gresik.</p> <p>Sampai bertemu di artikel #PakJago yang lain ya, Sahabat.</p> <p style="text-align: left;"><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Berapa Kebutuhan Material  Batu Kali, Pasir, dan Semen Untuk Pondasi Trapesium?
<p><strong>[#TanyaPakJago]</strong></p> <p><em>Oleh: Amin Zainulloh (Tim Ahli Konstruksi Jago Bangunan)</em></p> <p><em>Halo, Pak Jago</em></p> <p><em>Saya akan membangun pondasi batu kali dengan panjang 65 meter, tinggi pondasi 2 meter,  lebar bawah 1 meter dan lebar atas 40 cm, berapa kebutuhan material batu kali, pasir</em><em>, </em><em>dan semennya?</em></p> <p><strong><em>Gunawan (Jawa Timur)</em></strong> </p> <p><strong>Jawaban:</strong></p> <p>Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Gunawan atas pertanyaannya, sehingga kami bisa berbagi pengalaman untuk saling meningkatkan pengetahuan dalam bidang konstruksi. Namun, pertanyaan ini masih bersifat umum karena tidak menyebutkan perbandingan campuran atau mutu adukan yang akan digunakan, sehingga jawabannya bisa bervariasi.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Pondasi/pondasi.jpg" alt="" width="663" height="414" /><em>(Sumber: <a href="http://bangun-rumah.com/pondasi-rumah/">disini</a>)</em></p> <p>Mutu atau kualitas pondasi sangat tergantung dari kualitas batu itu sendiri, apakah batunya keras atau lunak, apakah pasir yang digunakan bersih tanpa kotoran organik. Jumlah semen yang akan digunakan pada adukan juga sangat memengaruhi mutu pondasi.</p> <p>Perbandingan 1 semen : 3 pasir tentu saja akan berbeda mutunya dengan perbandingan 1 semen : 8 pasir, untuk itu akan kami berikan tabel untuk  berbagai kemungkinan, agar  Pak Gunawan bisa memilih sendiri mutu yang diinginkan.</p> <p><strong>Menghitung Volume Pondasi</strong></p> <p>Pondasi yang akan dibangun berbentuk trapesium karena lebar bawah dan lebar atas tidak sama. Untuk menghitungnya, gunakan rata-rata lebar bawah dan lebar atas. Agar hasilnya sama maka cara menulis satuan juga harus sama, di sini kita akan menghitung dengan satuan meter (disingkat = m ).</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Pondasi/pondasi3.jpg" alt="" width="615" height="339" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/edit/jagobangunan.com">disini</a>)</em></p> <p>Rumus menghitung volume adalah panjang x lebar x tinggi  (dengan satuan yang sama). Panjang = 60 meter lazimnya  60,00 m  (meskipun angka 00 di belakang koma tidak ada artinya). Lebar bawah = 1 meter  lazimnya ditulis 1,00 m. Lebar atas = 40 cm lazimnya ditulis  0,40 m.</p> <p>Lebar  bawah dan atas dirata-rata menjadi (1,00 + 0,40) dibagi 2 = 0,70 m. Tinggi = 2 meter, juga lazimnya ditulis 2,00 m.</p> <p>Sehingga volume trapesiumnya              = panjang 65,00  m x lebar 0,70 m x tinggi 2,00 m</p> <p>                                                           =  65,00 m x 0,70 m x 2,00 m</p> <p>Namun dalam perhitungan, satuan tidak dicantumkan untuk menghemat langkah</p> <p>                                                           =  65,00 x 0,70 x 2,00</p> <p>                                                           = 91,00 m3, dibaca juga meter kubik  </p> <p><strong>Menghitung Keperluan Batu Kali atau Batu Belah atau Batu Gunung</strong></p> <p>Pondasi yang akan dibuat sebanyak 91,00 m3, namun bukan berarti keperluan batunya juga sebesar 91 m3. Ketika membeli batu di atas truk umumnya sudah diatur sedemikian rupa oleh penjualnya agar kelihatan volumenya banyak. Biasanya bagian bawah dikasih batu yang besar-besar sehingga rongganya besar, bahkan kadang kami menyebutnya dengan istilah <em>bisa diterobosi anak kambing<strong>.</strong></em></p> <p style="text-align: center;"><em><strong><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Pondasi/pondasi2.png" alt="" width="232" height="258" /></strong>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/edit/jagobangunan.com">disini</a>)</em></p> <p>Di lapangan pembelian batu dikalikan faktor penyusutan sekitar 1,20 kali bahkan ada yang menghitung hingga 1,30 kali, karena disamping ukurannya mati, setelah batu dipecah dengan palu godam sebelum dipasang, maka bertambah lagi penyusutannya, ukuran menjadi lebih sedikit.</p> <p>Misal, kita ambil penyusutan yang lazim yakni 1,20; maka keperluan batu = 91,00 x 1,20 = 109,20 m3.</p> <p><strong>Menentukan Perbandingan Campuran</strong></p> <p>Campuran yang umum dipakai adalah perbandingan sebagai berikut:</p> <p>1 semen : 3 pasir, untuk pondasi tepi sungai aliran deras</p> <p>1 semen : 4 pasir, untuk pondasi tepi sungai aliran sedang dan rumah tinggal kualitas istimewa</p> <p>1 semen : 5 pasir, untuk pondasi di rawa-rawa atau kolam yang airnya tenang</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Pondasi/pondasi6.jpg" alt="" width="602" height="451" /><em>(Sumber: <a href="http://www.on-sitemag.com/construction/1003953283/1003953283/">disini</a>)</em></p> <p>1 semen : 6 pasir, untuk pondasi rumah tinggal kualitas baik</p> <p>1 semen : 7 pasir, untuk pondasi rumah tinggal sedang</p> <p>1 semen : 8 pasir,  untuk bangunan sederhana</p> <p>Namun, perbandingan campuran juga melihat kualitas pasir serta mutu semen. Untuk semen jenis PPC (Portland Pozolan Cement) keluaran Semen Gresik sudah sangat terbukti lekatan dan keawetannya. Bahkan semakin lama semakin keras, tahan terhadap sulfat dan air asin. </p> <p><strong>Menghitung Kebutuhan Semen dan Pasir </strong></p> <p>Cara menghitung yang paling sederhana adalah dengan analisa BOW, meskipun sudah tergolong ilmu kuno namun masih relevan dan akurat. Dalam 1 m3 pasangan batu, diasumsikan keperluan adukannya adalah sebesar 0,45 m3 atau 45% karena lubang-lubangnya besar.</p> <p>Kerperluan semen dan pasir berdasarkan perbandingan campuran sebagai berikut:</p> <table border="1"> <tbody> <tr> <td rowspan="2" width="88"> <p><strong>Bahan</strong></p> </td> <td colspan="6" width="528"> <p><strong>Perbandingan campuran (</strong><strong>semen : pasir)</strong></p> </td> </tr> <tr> <td width="88"> <p>1 PPC: 3 Psr</p> </td> <td width="88"> <p>1 PPC: 4 Psr</p> </td> <td width="88"> <p>1 PPC: 5 Psr</p> </td> <td width="88"> <p>1 PPC: 6 Psr</p> </td> <td width="88"> <p>1 PPC: 7 Psr</p> </td> <td width="88"> <p>1 PPC: 8 Psr</p> </td> </tr> <tr> <td width="88"> <p>Semen  (kg)</p> </td> <td width="88"> <p>202</p> </td> <td width="88"> <p>163</p> </td> <td width="88"> <p>136</p> </td> <td width="88"> <p>117</p> </td> <td width="88"> <p>103</p> </td> <td width="88"> <p>91</p> </td> </tr> <tr> <td width="88"> <p>Pasir  (m3)</p> </td> <td width="88"> <p>0,485</p> </td> <td width="88"> <p>0,520</p> </td> <td width="88"> <p>0,544</p> </td> <td width="88"> <p>0,561</p> </td> <td width="88"> <p>0,574</p> </td> <td width="88"> <p>0,584</p> </td> </tr> </tbody> </table> <p>Misal, pada contoh di atas Pak Gunawan akan membuat pondasi rumah sederhana, maka bisa memilih campuran 1 semen : 8 pasir. Sehingga keperluannya adalah:</p> <p>Keperluan Semen        = 91,00 m3 x 91 kg/m3 = 8.281 kg, karena PPC Semen Gresik isinya 40 kg, maka:</p> <p>Keperluan PPC            =  8.281 / 40  = 207 zak</p> <p>Keperluan Pasir           =  91,00 x 0,584 = 53,182 m3</p> <p>Kesimpulan:</p> <p>Batu     =    109,20 m3</p> <p>PPC      =    207 zak</p> <p>Pasir    =    53,182 m3</p> <p>Apabila pak Gunawan ingin membuat dengan kualitas lebih baik maka tinggal menghitung saja berdasarkan tabel di atas.  Demikian jawaban yang bisa kami berikan. Semoga melalui tanya jawab ini, ada pembelajaran diantara kita  guna meningkatkan pengetahuan serta skill dalam bidang konstruksi. Kami nantikan konsultasi Anda berikutnya. </p> <p>Terima kasih.</p> <p>#SahabatJagoBangunan juga bisa mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan dengan berkonsultasi melalui website maupun call center (bebas pulsa) di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Hindari Mampet dan Bocor, Begini Cara Pembuatan Septic Tank yang Benar
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan tentu sepakat jika tangki septik (<em>septic tank</em>) harus dibuat sebaik mungkin agar terhindar dari masalah seperti mampet dan bocor. Pembuatan bak penampung air limbah serta kotoran dari WC (<em>water closet</em>) ini harus dilakukan secara benar. Bagaimana caranya?</p> <p>Berikut ini beberapa prosedur yang harus dilakukan menurut #PakJago. Mari disimak, Sahabat.</p> <ol> <li><strong>Kapasitas Sesuai Kebutuhan</strong></li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/septic tank/2m3-Fiberglass-Septic-Tank-Horizontal__en_izoplas.jpg" alt="" width="509" height="456" /><em>Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/en.izoplas.com">disini</a>.</em></p> <p><em>Septic tank</em> harus dibuat dengan ukuran tepat sesuai kebutuhan. Ukuran bak harus disesuaikan dengan jumlah penghuni rumah. Dengan demikian bak tidak cepat penuh dan tahan lama. Menurut standar SNI 03-2398-2002 untuk keluarga beranggota 5 orang diperlukan <em>septic tank</em> sistem tercampur berukuran minimal 2,048 m<sup>3 </sup>(1,2 m<sup>3</sup> ruang basah, 0,45 m<sup>3</sup> ruang lumpur dan 0,4 m<sup>3</sup> ambang bebas).</p> <p>Septic tank dengan standar ukuran tersebut perlu dikuras setiap 3 tahun. Kapasitas memegang peranan penting dalam perencanaan septic tank. Semakin banyak anggota keluarga, mestinya semakin besar ukuran bak yang diperlukan.</p> <ol start="2"> <li><strong>Jenis Septic Tank Sesuai Lingkungan</strong></li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/septic tank/BioPro-A_Septic_tank_ramah_lingkungan__www_alcosanitary_com_.jpg" alt="" width="420" height="504" /><em>Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/alcosanitary.com">disini</a>.</em></p> <p><em>Septic tank</em> menampung kotoran yang berpotensi mencemari area sekitarnya, karena itu harus dibangun sesuai kondisi lingkungan. Untuk lingkungan perkotaan yang cenderung sangat padat, lebih tepat jika dipilih jenis septic tank tertutup, yang kedua bak penampungnya dibuat tertutup rapat.</p> <p>Desain tersebut untuk mengantisipasi kebocoran yang dapat mencemari sumur air bersih atau lingkungan sekitarnya. Sebaliknya, <em>septic tank</em> jenis terbuka memiliki bak resapan yang bagian dasarnya dibiarkan tanpa disemen. Namun jenis ini hanya sesuai bila diterapkan di daerah pedesaan di mana lahan rumah penduduk relatif masih luas.</p> <ol start="3"> <li><strong>Penempatan Harus Tepat</strong></li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/septic tank/SEPTIC-TANK1__nortonrental_com_.jpg" alt="" width="558" height="418" /><em>Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/nortonrental.com">disini</a>.</em></p> <p>Untuk mengantisipasi potensi rembes, bocor, atau kemungkinan sejenis, penempatan septic tank tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Rencana lokasi <em>septic tank</em> pada lahan hunian harus dipertimbangkan dengan lokasi bangunan dan sumber air bersih (sumur). Menurut standar SNI letak bangunan septic tank harus berada minimal ±1,5 meter dari bangunan; ±10 meter dari sumur air bersih; dan 5 meter dari sumur resapan.</p> <p>Terkait ketinggian, posisi septic tank idealnya lebih rendah dari letak kloset. SNI mensyaratkan kemiringan ≥2%. Kemiringan pipa saluran akan melancarkan aliran limbah dari kloset ke tangki septik, sehingga mampat dapat dihindari.</p> <ol start="4"> <li><strong>Konstruksi harus Memenuhi Standar</strong></li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/septic tank/skema_septic-tank_dua_ruang__www_flohawks.jpg" alt="" width="583" height="339" /><em>Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/flohawks.jpg">disini</a>. </em></p> <p>Bentuk<em> septic tank</em> dapat disesuaikan (persegi atau bundar), tetapi konstruksinya harus tepat agar rembes atau bocor dapat dihindari. Konstruksi bawah tanah ini harus kokoh dan kedap air. Syarat tersebut adalah salah satu standar SNI yang harus dipenuhi. Berikut beberapa persyaratan lainnya:</p> <p>- Bak harus terbuat dari bahan bangunan yang kuat dan tahan terhadap asam. Konstruksi dapat dibuat dari cor beton bertulang ataupun beton tidak bertulang. Jika tidak memungkinkan, bisa juga pasangan bata merah atau batako dengan plesteran. Konstruksi harus tahan tekanan air, tanah, dan berbagai gaya lain.</p> <p>- Septic tank dapat dibuat satu ruang atau dua ruang, ruang lumpur dan ruang basah. Untuk tangki 2 ruang, perbandingan ruang pertama dan ruang kedua idealnya 2:1—2/3 bagian dan 1/3 bagian. Jika mau, bisa ditambah satu ruang lagi untuk filterisasi limbah cair; bak tidak diplester dan diberi lapisan kerikil, pasir, dan sejenisnya yang berfungsi sebagai filter.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/septic tank/septic_tank_satu_ruang__www_koepsseptic_com_.jpg" alt="" width="593" height="296" /><em>Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/koepsseptic.com">disini</a>.</em></p> <p>- Pipa saluran limbah dari kloset ke septic tank, seperti telah disebut di atas, memiliki syarat kemiringan minimal 2%. Selain itu pipa harus dibuat lurus minim belokan; belokan > 45% perlu dilengkapi pengontrol; dan belokan 90% harus dihindari. Pipa saluran harus dibuat dari material kedap air, seperti pipa PVC, beton, dan keramik. Diameternya minimal 4 inci.  </p> <p>Pipa aliran masuk dan pipa keluar dipilih bentuk T. Pipa aliran keluar dibuat 5-10 cm lebih rendah dari pipa aliran masuk.</p> <p>Septic tank harus dilengkapi lubang pengontrol dan pipa udara untuk mengeluarkan gas hasil penguraian. Diameter pipa disyaratkan 2 inci dan tingginya ≥ 25 cm dari permukaan tanah.   </p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/septic tank/3.jpg" alt="" width="591" height="377" /><em>Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/equipmentindonesiamagazine.com">disini</a>.</em></p> <p>Kini di pasaran sudah banyak beredar inovasi tangki septik siap pasang. Ada yang  terbuat dari material beton pracetak (<em>precast concrete</em>), fiberglass, PVC atau bahan antikorosi lain. Selain praktis dan mudah dipasang, kuat serta tahan lama; beberapa produsen membuatnya berkonsep ramah lingkungan (bio septic tank).</p> <p>Septic tank ramah lingkungan dilengkapi media pengurai atau penghancur, media desinfektan, dan sistem penyaringan khusus sehingga buangannya tidak mencemari lingkungan.</p> <p>Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu di artikel-artikel #PakJago yang lain. Dua penanya terbaik setiap bulan akan mendapat hadiah menarik dari Semen Gresik.</p> <p style="text-align: left;"><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Mau Hasil Cat Dinding yang Mulus dan Rapi? Praktikkan 6 Teknik Ini
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, untuk menghasilkan dinding mulus dan rapi, diperlukan keterampilan dan pengetahuan tentang tahapan mengecat yang benar. Anda juga harus memahami beragam jenis cat dan peralatan mengecat yang berkualitas. Lebih dari itu, teknik pengecatan sangat memengaruhi hasil akhir.</p> <p>Bagaimana tahapan dan teknik yang benar untuk mengecat dinding? Coba praktikkan resep dari #PakJago berikut ini. </p> <ol> <li><strong>Periksa Kondisi Dinding</strong></li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/proses mengecat/4.jpg" alt="" width="573" height="431" /><em>Sumber: <a href="https://www.google.co.id/search?biw=1366&bih=613&tbm=isch&sa=1&q=periksa+kondisi+dinding+sebelum+dicat&oq=periksa+kondisi+dinding+sebelum+dicat&gs_l=psy-ab.3...14287.16886.0.17219.6.5.1.0.0.0.247.735.3j0j2.5.0....0...1.1.64.psy-ab..0.0.0.fmMuoWyaPRo#imgrc=15r9WUPmMjJaFM:">disini</a>.</em></p> <p>Sebelum mengecat, periksalah kondisi dinding. Periksa apakah plesteran dan acian sudah tegak lurus, rata dan halus. Jika dinding bergelombang, hasil pengecatan tidak akan terlihat mulus dan rapi.</p> <p>Pastikan juga dinding sudah kering sempurna (masa pengeringan plesteran ±28 hari, sedangkan acian ±14 hari). Pengaplikasian pada permukaan basah membuat cat tidak dapat menempel dengan sempurna (cat akan menggelembung atau muncul bercak basah). </p> <ol start="2"> <li><strong>Siapkan Permukaan Dinding</strong></li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/proses mengecat/3.jpg" alt="" width="608" height="441" /><em>Sumber: <a href="https://www.google.co.id/search?q=memeriksa+kondisi+dinding+sebelum+dicat&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiQysHl5Y_WAhUJqI8KHRprCKEQ_AUICigB&biw=1366&bih=662#imgrc=W5TI5savpb3xYM:">disini</a>.</em></p> <p>Siapkan dinding yang telah kering sempurna, bersihkan dari minyak, debu dan segala kotoran. Untuk dinding baru, ratakan dan haluskan bagian bergelombang dan kasar dengan ampelas; lalu bersihkan dengan lap lembap; dan biarkan kering sempurna.</p> <p>Untuk dinding lama yang terkelupas; lebih dahulu kerok cat lama dengan kape; lalu ampelas dan bersihkan dengan lap. Pastikan kerusakan (retak, pecah atau rembes) sudah diperbaiki dengan benar. Gunakan <em>wall sealer</em> untuk menutup lubang atau retak rambut.       </p> <ol start="3"> <li><strong>Siapkan Peralatan Berkualitas</strong></li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/proses mengecat/1.jpg" alt="" width="620" height="449" /><em>Sumber: <a href="https://www.google.co.id/search?q=peralatan+mengecat&dcr=0&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiPv7ON34_WAhUmR48KHWykBycQ_AUICigB&biw=1366&bih=662#imgrc=C8cj68kHGnH6WM:">disini</a>.</em></p> <p>Untuk menghasilkan pengecatan yang halus dan rapi, gunakan alat mengecat (kuas dan <em>roller</em>) berkualitas tinggi. Cat berkualitas dan teknik tepat tidak akan memberi hasil bagus jika alatnya tidak berkualitas. Berikut ciri-ciri kuas dan <em>roller yang </em>berkualitas:</p> <p>- Kuas memiliki bulu yang panjang dan tebal sehingga dapat menyerap banyak cat. Selain itu, bulunya juga meruncing pada bagian ujung sehingga kuas dapat digunakan dengan fleksibel.</p> <p><em>- Roller </em>untuk hasil pengecatan yang halus harus memiliki bulu yang pendek. Kerangka <em>roller</em> yang padat harus mampu menahan tekanan; dan kawat rangka<em> roller</em> tidak mudah slip. Tangkai <em>roller </em>juga harus kuat dan tidak mudah melengkung, pegangannya juga nyaman di tangan.</p> <p>Gunakan ukuran kuas dan <em>roller </em>yang sesuai untuk bidang pengecatan. Untuk mengecat bidang dinding yang luas, idealnya digunakan kuas ukuran 3-5 inci. Kuas kecil untuk bidang kecil, seperti list atau profil. Sementara itu, <em>roller </em>yang pas untuk dinding biasanya berukuran ¼ inci.</p> <ul> <li><strong>Tutup Bagian yang Tidak Dicat</strong></li> </ul> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/proses mengecat/Mengaplikasikan_paper_tape_diy_sndimg_com_.jpeg" alt="" width="625" height="468" /><em>Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/diy.sndimg.com">disini</a>.</em></p> <p>Agar hasil pengecatan lurus dan rapi, tutup dahulu bagian yang tidak akan dicat. Gunakan plester kertas (<em>paper tape</em>) atau <em>masking tape</em>. Misalnya sebelum mengecat dinding dekat jendela, tutup dahulu bagian kusen yang berbatasan dengan dinding. Demikian juga jika ada list atau profil, atau bila ada dua bidang (antar dinding atau dinding-plafon) akan dicat dengan warna berbeda. Lepaskan plester setelah cat yang diaplikasikan benar-benar kering.  </p> <ol start="5"> <li><strong>Lapisi Dinding dengan Cat Dasar</strong></li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/proses mengecat/Fillo-Painting__fillopainting_com_.jpg" alt="" width="606" height="430" /><em>Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/fillopainting.com">disini</a>.</em></p> <p>Awali pengecatan dengan mengaplikasikan cat dasar (<em>primer coat</em>). Cat dasar berguna untuk meratakan dinding sekaligus menutup retak-retak kecil, jika ada. Pelapisan cat dasar juga membantu cat akhir menempel lebih kuat dan tampil lebih cerah. Aplikasikan cat dasar dengan kuas atau <em>roller</em> bersih. Sapukan dengan gerakan vertikal secara konstan hingga seluruh bidang tertutup rata. Biarkan cat dasar kering sempurna.   </p> <ol start="6"> <li><strong>Aplikasikan Cat Akhir dengan Benar</strong></li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/proses mengecat/Painting__www_4thstrand_com_.jpg" alt="" width="618" height="618" /><em>Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/4thstrand.com">disini</a>.</em></p> <p>Aplikasikan cat akhir (<em>finish coat</em>) setelah cat dasar kering sempurna. Encerkan cat hingga warnanya merata; jangan terlalu kental atau encer. Ikuti petunjuk produsen agar dihasilkan kekentalan yang tepat. Untuk efisiensi dan mendapat warna sama, encerkan cat dalam jumlah banyak sesuai kebutuhan. Hindari penambahan air di tengah proses pengecatan.</p> <p>Aplikasikan cat dengan kuas atau <em>roller</em>. Untuk efisiensi dan hasil yang rapi, gunakan <em>roller</em> untuk mengecat bidang luas; sedangkan kuas untuk mengecat bagian tepi atau sudut, dan bidang sempit yang perlu ketelitian atau tidak terjangkau <em>roller</em>.</p> <p>Perhatikan beberapa teknik dan tips berikut agar hasil pengecatan halus, rapi dan warna merata.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/proses mengecat/1078702682_3054356662001_1401TT-Painting-Roller-Still-480__brightcove_hs_llnwd_net_.jpg" alt="" width="517" height="291" /><em>Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/brightcove.hs.llnwd.net">disini</a>.</em></p> <p>- Pastikan kuas atau <em>roller </em>benar-benar bersih.</p> <p>- Celupkan kuas atau <em>roller</em> ke dalam cat lalu tekan pada tepi ember. Ulangi beberapa kali hingga cat terserap merata. Setelah itu baru sapukan pada bidang kerja.</p> <p>- Mulailah mengecat dari bagian tepi dan sudut, dari atas ke bawah. Sapukan kuas atau <em>roller </em>dengan gerakan vertikal secara konstan. Hindari gerakan tidak beraturan.</p> <p>Saat mengecat, tekan kuas atau <em>roller </em>dengan lembut agar tidak meninggalkan bekas.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/proses mengecat/Mengecat_bagian_tepi_dan_sudut_www_canterburyoakstore_co_uk_.jpg" alt="" width="639" height="425" /><em>Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/canterbuyoakstore.co.uk">disini</a>.</em></p> <p>- Lakukan pengecatan tumpang tindih dan hindari sapuan yang terputus-putus. Saat mengecat dengan <em>roller,</em> lakukan sapuan tanpa mengangkat <em>roller</em> dari dinding.</p> <p>- Selesaikan pengecatan untuk satu bidang sebelum berpindah ke bidang lain.</p> <p>- Lakukan pengecatan ulang (untuk menebalkan) setelah lapisan pertama mengering (±2-4 jam, semakin baik jika lebih dari 8 jam).</p> <p>- Untuk pengecatan seluruh rumah, idealnya lakukan dengan urutan: plafon – dinding –list atau profil - pintu dan jendela - lantai. Cara ini mengantisipasi dampak tetesan cat yang tidak diinginkan.</p> <p>Ternyata cukup panjang tahapannya ya, Sahabat. Tapi kesabaran dan ketelitian melewati setiap proses itu akan menghasilkan pengecatan yang sempurna, mulus, dan rapi. Selamat mencoba.</p> <p>Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Terus simak artikel #PakJago yang lain ya.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Berapa Total Biaya untuk Membangun Rumah Sederhana Berukuran 6x6 Meter?
<p><em>Oleh: Amin Zainullah (Tim Ahli Konstruksi Jago Bangunan)</em></p> <p><strong><em>Halo, #PakJago</em></strong></p> <p><strong><em>Saya akan membangun sisa tanah dengan luas 6x6 m. Berapa biaya yang harus saya siapkan untuk semua material bangunan yang dibutuhkan? Terima kasih.</em></strong></p> <p><strong><em>Bunyamin (Jawa Tengah)</em></strong></p> <p><strong>Jawaban</strong></p> <p>Halo, Pak Bunyamin. Terima kasih atas pertanyaan Anda. Biaya yang Anda butuhkan sangat bergantung pada desain bangunan seperti apa yang Anda inginkan. Juga apa saja material yang akan digunakan pada bangunan tersebut. Tingkat kualitas material bangunan pun turut memengaruhi biaya yang harus Anda keluarkan. Secara umum, perkiraan kebutuhan material dan biaya bangunan sederhana untuk wilayah Jawa Tengah sebagai berikut:</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/konsul rumah sederhana/2.jpg" alt="" width="664" height="358" /><em>(Sumber: <a href="http://rumahminimalisku.web.id/wp-content/uploads/2015/09/gambar_konstruksi_rumah_sederhana.jpg">disini</a>)</em></p> <ul> <li>Bangunan sederhana</li> </ul> <p>Terdiri dari pondasi batu kali, sloof , kolom, dan ringbalok beton, dinding terbuat dari bata kampung, plesteran campuran 1 PC: 7 pasir, plafon eternit, rangka kuda-kuda, usuk, kusen dan reng kayu meranti, lantai keramik polos 30x30, atap genteng tanah liat, tembok dan plafon dicat, kusen dicat kayu, WC jongkok, lampu hemat energi, pintu triplek, jendela kaca polos, dan kunci sederhana, totalnya memerlukan biaya sekitar <strong>Rp 2.500.000 - 3.000.000 per m2</strong>.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/konsul rumah sederhana/3.jpg" alt="" width="614" height="460" /><em>(Sumber: <a href="https://www.google.co.id/search?sa=G&hl=en-ID&q=gambar+rumah+model+minimalis&tbm=isch&tbs=simg:CAQSlQEJWrxWuwSqya8aiQELEKjU2AQaAggEDAsQsIynCBpiCmAIAxIo2BTZFNsUsg3WFN4UtQ3aFOAUjRiTILoh8CbIIYgo_1TXtKoIghSj8NRownu3BYW24HYjDYhVCmw0LQ3modu2ouN5d_1N8OZrnpA_16Q8b3kBZ53Q4fmldSXyNuSIAQMCxCOrv4IGgoKCAgBEgR2zBexDA&ved=0ahUKEwi125XZ4YrWAhWLMI8KHdB2AgEQwg4IJCgA&biw=1366&bih=662#imgrc=AW30_NrKiGCmOM:">disini</a>)</em></p> <ul> <li>Bangunan sedang atau standar</li> </ul> <p>Terdiri dari pondasi batu kali, sloof, kolom dan ringbalok beton , dinding bata kualitas sedang, plesteran campuran 1 PC : 5 Pasir, plafon rangka hollow dan gypsum, rangka kuda-kuda, usuk dan reng kayu kruing, kusen kayu kanfer lantai keramik motif  40x40, atap genteng tanah liat kelas menengah.</p> <p>Tembok dan plafon dicat, kusen dicat kayu, WC duduk, ada dapur keramik tanpa kitchen set, lampu hemat energi, pintu triplek untuk kamar dan pintu depan kayu masif atau panel, jendela kaca rangka kaca riben, dan kunci kualitas sedang  memerlukan biaya sekitar <strong>Rp 3.000.000 - 3.500.000 per m2.</strong></p> <p style="text-align: center;"><strong><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/konsul rumah sederhana/4.jpg" alt="" width="645" height="437" /></strong><em>(Sumber: <a href="http://konstruksirumah.com/wp-content/uploads/2015/01/Desain-Rumah-Sederhana-20153.jpg">disini</a>)</em></p> <ul> <li>Bangunan mewah</li> </ul> <p>Terdiri dari pondasi batu kali, sloof, kolom dan ring balok beton, dinding bata keras, plesteran campuran 1 semen : 4 pasir, plafon rangka hollow dan gypsum dengan ornamen lis, rangka kuda-kuda, usuk dan reng  kayu kanfer, lantai keramik kualitas tinggi 80 x 80 atap genteng tanah liat kelas tinggi.</p> <p>Tembok dan plafon dicat mutu tingi, kusen dipolitur atau sanding, WC duduk, wastafel, ada dapur keramik dan kitchen set, lampu energy save kualitas tinggi, pintu kamar dan pintu depan  kayu masif dari kayu kanfer atau jati, jendela kaca rangka kaca riben, dan kunci kualitas tinggi, memerlukan biaya sekitar <strong>Rp 3.500.000 - Rp.4.500.000 per m2.</strong></p> <p>Nah, mengingat tanah yang Anda sampaikan merupakan tanah sisa, artinya besar kemungkinan bangunan yang Anda maksud bukanlah rumah utama. Karenanya, saya akan mencoba membantu menghitung keseluruhan biaya untuk rumah sederhana.</p> <p>Bila diuraikan, kebutuhan untuk rumah sederhana berukuran 6x6 (luas 36 meter persegi) adalah sebagai berikut.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/konsul rumah sederhana/6.jpg" alt="" width="607" height="232" /><em>(Sumber: <a href="http://sam.kg/uploads/posts/2010-10/1287114763_fotolia_2463330_xl.jpg">disini</a>)</em></p> <p>Material bangunan</p> <table style="width: 731px; height: 1711px; margin-left: auto; margin-right: auto;" border="1"> <tbody> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">No</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Uraian</td> <td style="height: 36px; width: 103px;"> Volume </td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">Satuan</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">Harga satuan</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">Jumlah Harga</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">1</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Batu kali untuk fondasi</td> <td style="height: 36px; width: 103px; text-align: left;">          8</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   m3</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">      200,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">     1,600,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">2</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Bata merah</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">   13,000</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   buah</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">              700</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">     9,100,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">3</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Pasir cor</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">          1.5</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   m3</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">      230,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">         345,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">4</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Urugan pasir+batu (sirtu)</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">           15</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   m3</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">      175,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">     2,625,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">5</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Pasir pasang untuk pondasi, dinding dan plester</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">           24</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   m3</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">      200,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">     4,800,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">6</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Semen PPC</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">         150</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   zak</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">        50,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">     7,500,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">7</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Besi diameter 10 mm</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">           40</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   batang</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">        60,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">     2,400,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">8</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Besi diameter 6 mm</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">           30</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   batang</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">        35,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">     1,050,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">9</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Bindrad / kawat beton</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">           10</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   kg</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">        15,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">         150,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">10</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Balok 6/12 x 400 untuk gording</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">              5</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   batang</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">      120,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">         600,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">11</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Balok 6/12 x 300 untuk gording</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">              5</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   batang</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">        90,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">         450,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">12</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">usuk 5/7 X 3</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">           48</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   batang</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">        50,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">     2,400,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">13</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">usuk  4/6 X 3</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">           50</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   batang</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">        35,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">     1,750,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">14</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Bahan Plafon </td> <td style="height: 36px; width: 103px;">           36</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   m2</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">        10,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">         360,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">15</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Reng 2/3x400 </td> <td style="height: 36px; width: 103px;">           74</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   batang</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">        20,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">     1,480,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">16</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Papan  2/20x400 untuk cor balok/kolom</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">           10</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   batang</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">        60,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">         600,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">17</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Papan 3/25x400 untuk lisplank</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">              4</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   batang</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">      130,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">         520,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">18</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Genteng tanah liat  dibakar</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">     1,200</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   buah</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">          2,900</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">     3,480,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">19</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Bubungan</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">           20</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   buah</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">        10,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">         200,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">20</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Keramik lantai 30x30</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">           36</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   m2</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">        60,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">     2,160,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">21</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Karamik KM + Dapur</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">           16</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   m2</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">        55,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">         880,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">22</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">WC jongkok</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">              1</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   bh</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">      250,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">         250,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">23</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Kusen+pintu sudah jadi</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">              4</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   set</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">  1,210,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">     4,840,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">24</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Kusen+pintu KM sudah jadi</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">              1</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   set</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">      800,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">         800,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">25</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">kunci</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">              4</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   set</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">      120,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">         480,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">26</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Engsel+grendel</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">           10</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   set</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">        50,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">         500,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">27</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">kusen + jendela sudah jadi</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">              6</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   set</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">      700,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">     4,200,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">28</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Plamir tembok</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">              8</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   galon</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">        80,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">         640,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">29</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Cat tembok</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">              8</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   galon</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">      100,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">         800,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">30</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Cat kayu</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">              5</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   kg</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">        80,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">         400,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">31</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Kuas, amplas, thinner</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">              1</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   ls</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">      300,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">         300,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">32</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Kabel-kabel lsitrik</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">              3</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   rol</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">      125,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">         375,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">33</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Fitting, lampu, skaklar</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">           12</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   buah</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">      100,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">     1,200,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">34</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Pipa pembuang 4"</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">              6</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   batang</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">      120,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">         720,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">35</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Pipa air PVC1/2"</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">              8</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   batang</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">        30,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">         240,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">36</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Knie, Tee, kran, sok</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">              1</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   LS</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">      500,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">         500,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">37</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Lem PVAC</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">              1</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   kg</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">        55,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">           55,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">38</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Peralatan habis pakai (ember,keranjang)</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">              1</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   ls</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">  1,250,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">     1,250,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 37px;">39</td> <td style="height: 36px; width: 241px;">Material lain (benang,paku,  isolasi dll)</td> <td style="height: 36px; width: 103px;">              1</td> <td style="height: 36px; width: 93.5px;">   ls</td> <td style="height: 36px; width: 104.5px;">  1,000,000</td> <td style="height: 36px; width: 116px;">     1,000,000</td> </tr> <tr style="height: 23px;"> <td style="height: 23px; width: 37px;"> </td> <td style="height: 23px; width: 241px;"> </td> <td style="height: 23px; width: 103px;"> </td> <td style="height: 23px; width: 93.5px;"> </td> <td style="height: 23px; width: 104.5px;">Total</td> <td style="height: 23px; width: 116px;">   63,000,000</td> </tr> </tbody> </table> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/konsul rumah sederhana/8.jpg" alt="" width="631" height="347" /><em>(Sumber: <a href="https://img.okezone.com//content/2016/09/28/470/1500536/dibutuhkan-koordinasi-internal-bagi-percepatan-sertifikasi-tenaga-kerja-konstruksi-4crQyG0wT7.jpg">disini</a>)</em></p> <p>Upah tenaga kerja</p> <table style="width: 731px; margin-left: auto; margin-right: auto; height: 364px;" border="1"> <tbody> <tr style="height: 18px;"> <td style="height: 18px; width: 35px;">No</td> <td style="height: 18px; width: 189px;">Kriteria Pekerja</td> <td style="height: 18px; width: 78px;">Jumlah</td> <td style="height: 18px; width: 76px;">Hari</td> <td style="height: 18px; width: 93px;">Orang</td> <td style="height: 18px; width: 109px;">Upah/hari</td> <td style="height: 18px; width: 105px;">Jumlah</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 35px;">1</td> <td style="height: 36px; width: 189px;">Kepala Tukang batu </td> <td style="height: 36px; width: 78px;">    1</td> <td style="height: 36px; width: 76px;">       50</td> <td style="height: 36px; width: 93px;">      50</td> <td style="height: 36px; width: 109px;">         100,000</td> <td style="height: 36px; width: 105px;">     5,000,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 35px;">2</td> <td style="height: 36px; width: 189px;">Tukang batu</td> <td style="height: 36px; width: 78px;">    2</td> <td style="height: 36px; width: 76px;">       50</td> <td style="height: 36px; width: 93px;">     100</td> <td style="height: 36px; width: 109px;">           90,000</td> <td style="height: 36px; width: 105px;">     9,000,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 35px;">3</td> <td style="height: 36px; width: 189px;">Tukang kayu</td> <td style="height: 36px; width: 78px;">    1</td> <td style="height: 36px; width: 76px;">        4</td> <td style="height: 36px; width: 93px;">        4</td> <td style="height: 36px; width: 109px;">         100,000</td> <td style="height: 36px; width: 105px;">         400,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 35px;">4</td> <td style="height: 36px; width: 189px;">Tukang listrik</td> <td style="height: 36px; width: 78px;">    1</td> <td style="height: 36px; width: 76px;">        4</td> <td style="height: 36px; width: 93px;">        4</td> <td style="height: 36px; width: 109px;">         100,000</td> <td style="height: 36px; width: 105px;">         400,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 35px;">5</td> <td style="height: 36px; width: 189px;">Tukang air</td> <td style="height: 36px; width: 78px;">    1</td> <td style="height: 36px; width: 76px;">        2</td> <td style="height: 36px; width: 93px;">        2</td> <td style="height: 36px; width: 109px;">         100,000</td> <td style="height: 36px; width: 105px;">         200,000</td> </tr> <tr style="height: 36px;"> <td style="height: 36px; width: 35px;">6</td> <td style="height: 36px; width: 189px;">Pembantu</td> <td style="height: 36px; width: 78px;">    6</td> <td style="height: 36px; width: 76px;">       50</td> <td style="height: 36px; width: 93px;">       300</td> <td style="height: 36px; width: 109px;">           70,000</td> <td style="height: 36px; width: 105px;">   21,000,000</td> </tr> <tr style="height: 16px;"> <td style="height: 16px; width: 35px;"> </td> <td style="height: 16px; width: 189px;"> </td> <td style="height: 16px; width: 78px;"> </td> <td style="height: 16px; width: 76px;"> </td> <td style="height: 16px; width: 93px;"> </td> <td style="height: 16px; width: 109px;"> Total </td> <td style="height: 16px; width: 105px;">   36,000,000</td> </tr> </tbody> </table> <p>Total bahan + upah = <strong>Rp. 99.000.000</strong></p> <p>Rata-rata per m2 =  Rp. 99.000.000 : 36 m2 =  <strong>Rp. 2.750.000</strong></p> <p><strong>Catatan :</strong></p> <p>Rencana Anggaran dan Biaya (RAB) merupakan perkiraan, bukan ilmu pasti. Sehingga bisa saja dalam pelaksaaan terjadi kenaikan atau penurunan biaya. Bisa karena faktor lokasi yang mudah dijangkau, air tersedia, material mudah dibeli, kemampuan tukang yang sangat terampil dan rajin bekerja, atau cuaca yang mendukung proses pembangunan.</p> <p>Begitu, Pak Bunyamin. Semoga perhitungan biaya tersebut bisa membantu Anda untuk menyelesaikan pembangunan sisa tanah, sebagaimana yang Anda harapkan. Kami ucapkan selamat untuk Anda, karena pertanyaan Anda terpilih menjadi pertanyaan terbaik minggu ini dan berhak mendapat marchandise menarik dari Jago Bangunan Semen Gresik. Hadiah akan dikirim setelah call center kami menghubungi Anda untuk memastikan alamat pengirimannya. </p> <p>Terima kasih.</p> <p>#SahabatJagoBangunan juga bisa mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan dengan berkonsultasi melalui website maupun call center (bebas pulsa) di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Ingin Bebas Bising Selama Istirahat? Lakukan 6 Cara Ini Untuk Membuat Kamar Anda Kedap Suara
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari </em></p> <p>Untuk membuat istirahat #SahabatJagoBangunan nyaman, suasana kamar tidur harus tenang. Namun ketenangan kamar di dalam rumah, terlebih jika letaknya berdekatan dengan ruangan lain, tentu sulit terjaga. Kebisingan bisa muncul dari  ruang TV, ruang bermain, atau pun rumah tetangga, jalan dan lingkungan sekitar. Lalu, bagaimana mengatasinya?</p> <p>Banyak cara untuk mengantisipasi bising atau membuat ruang lain tidak menyebarkan bising ke kamar tidur. Solusi terbaik yang dapat #SahabatJagoBangunan sarankan pada pengguna jasa Anda ialah membuat kamar kedap suara.</p> <p>Berikut beberapa cara untuk membuat kamar kedap suara yang bisa #PakJago bagikan untuk Anda.</p> <ol> <li><strong>Menambahkan elemen nonpermanen</strong></li> </ol> <p style="text-align: left;">Berikut elemen nonpermanen (dapat diganti kapan saja) yang dapat Anda gunakan untuk membantu meredam bunyi.<br /><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/kamar%20kedap%20suara/tirai_tebal_atau_berlapis_www_zenfloatco_com_.jpg" alt="" width="429" height="427" /></p> <p style="text-align: center;"><em>Tirai ganda atau tebal. (Sumber:<a href="http://www.zenfloatco.com"> disini.)</a></em></p> <p><strong>Tirai atau gorden. </strong>Selain mencegah silau, gorden dapat mengurangi bising dari luar. Gantungkan tirai berlapis atau sehelai tirai tebal di sepanjang jendela kamar. Tirai juga dapat dipasang pada sisi-sisi dinding yang lain.</p> <p> </p> <p style="text-align: left;"><em><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/kamar kedap suara/DSC_1456__blog_westelm_com_.jpg" alt="" width="637" height="417" /></em></p> <p><strong>Tanaman </strong>dapat mencegah masuknya bising dari rumah tetangga, jalan, dan lingkungan. Tanam rumput, semak, atau rumpun bambu di luar kamar (lebih baik lagi di sepanjang batas lahan), atau letakkan beberapa pot tanaman di ambang atau sisi jendela kamar.</p> <p><em style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/kamar%20kedap%20suara/bookshelf_2195462b__www_telegraph_co_uk_.jpg" alt="" width="644" height="402" /></em></p> <p> </p> <p style="text-align: center;"><em><em>Rak buku berpotensi mengurangi bising di kamar tidur. (Sumber: <a href="http://www.telegraph.co.uk">disini</a>)</em></em></p> <p><strong>Letakkan rak buku untuk </strong>menutup dinding kamar yang menyatu dengan dinding ruang sumber bising. Penuhi rak dengan buku sehingga efektif mengurangi bising yang menembus dinding.</p> <ol start="2"> <li><strong>Mengganti daun pintu dan jendela yang tipis</strong></li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/kamar kedap suara/1.jpg" alt="" width="543" height="300" /><em>(Sumber: <a href="https://www.google.co.id/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjO4Z-uxYrWAhXHqI8KHf5tDagQjRwIBw&url=http%3A%2F%2Fndikhome.com%2F1948%2F28-model-gagang-handle-pintu-terbaik-rumah-minimalis.html&psig=AFQjCNHjPeJVpeBaJ05qaU0_KQSciFWPhA&ust=1504580490592471">disini)</a></em></p> <p>Daun pintu yang tipis dan berpori cenderung meneruskan bunyi. Seperti pintu multipleks dengan rangka ringan atau pintu PVC. Karena itu, gantilah dengan pintu kayu solid. Jika terlalu mahal, pilihan lain bisa berupa panel sintetis atau HDF <em>solid-core </em>(rangka mendekati solid). Untuk jendela bisa diganti dengan jenis daun jendela kaca rangkap.</p> <ol start="3"> <li><strong>Menutup celah dan menahan sumber getaran</strong></li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/kamar kedap suara/blog-seal-leaky-windows-mdbuilding__static_houselogic_com_.jpg" alt="" width="647" height="431" /><em>Menutup celah pintu dan jendela dengan bantalan karet untuk mengurangi masuknya bising ke kamar. (Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/1bestdoor.org">disini</a>)</em></p> <p>Suara dapat masuk melalui celah atau lubang pada pintu, jendela, maupun plafon. Perbaiki pintu dan jendela agar dapat ditutup rapat tanpa celah. Tutuplah celah yang tersisa dengan bahan peredam berupa bantalan karet ataupun <em>sealant</em>. Karet peredam juga dapat dipasang untuk mengurangi getaran alat elektronik atau peralatan rumah tangga yang tidak stabil. </p> <ol start="4"> <li><strong>Mengaplikasikan karpet </strong></li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/kamar kedap suara/Carpet-Installer__www_afcflooring_com_.jpg" alt="" width="645" height="430" /><em>Pemasangan karpet tebal atau karpet khusus peredam bunyi dapat meredam bising. </em><em>(Sumber: <a href="http://www.afcflooring.com">disini</a></em><em>)</em></p> <p>Karpet memiliki sifat meredam bunyi atau menyerap suara. Lapisi seluruh lantai kamar tidur dengan karpet untuk meredam langkah kaki, pergeseran perabot, bahkan meredam bising yang masuk. Sesuaikan bahan dan ketebalan karpet dengan tingkat kebisingan. Di pasaran juga tersedia jenis karpet khusus peredam suara (<em>glass wool</em>) yang berbahan padat dengan tebal hingga 8 mm.</p> <p>Selain di kamar tidur, karpet peredam suara dapat diaplikasikan di ruang sumber bising (ruang TV, ruang bermain atauruang musik) yang bersebelahan atau dekat kamar tidur.Jika diperlukan, karpet dapat juga diaplikasikan pada permukaan dinding kamar tidur dan/atau ruang sumber bising.</p> <p> </p> <ol start="5"> <li><strong>Memasang panel akustik</strong></li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/kamar kedap suara/panel_acoustic__www_acoustimac_com_.jpg" alt="" width="653" height="573" /><em>Panel akustik yang dibungkus dengan bahan suede yang lembut. (Sumber: <a href="http://www.acoustimac.com">disini</a></em><em>)</em></p> <p>Jika kamar tidur telah memiliki dinding permanen cukup tebal, cukup menambahkan bahan peredam yang lebih simpel untuk mengantisipasi pantulan bunyi atau rambatan bising. Selain karpet, bisa juga dipasang panel akustik (<em>acoustic panel</em>).</p> <p>Untuk kamar tidur, pilih jenis panel akustik yang bersifat menyerap bunyi. Panel akustik ini dapat dipasang semipermanen atau permanen pada lantai, dinding, atau plafon sesuai kebutuhan. Selain panel peredam suara, kini tersedia produk cat yang diformulasikan untuk mengurangi bising.</p> <ol start="6"> <li><strong>Mengaplikasikan gipsum </strong></li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/kamar kedap suara/drywall_install__somigreenhouse_blogspot_co_id_.jpg" alt="" width="642" height="862" /><em>Celah antara dinding lama dan gipsum dapat diisi material peredam bunyi.</em> <em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/msomigreenhouse.blogspot.co.id">disini</a></em><em>).</em></p> <p>Kini tersedia jenis gipsum yang diformulasi kedap suara dengan beragam ketebalan. Semakin tebal tentu semakin efektif meredam bising. Papan gipsum dapat langsung diaplikasikan pada dinding atau plafon. Namun manfaat peredaman akan lebih baik jika papan dipasang pada rangka (kayu atau hollow), sehingga tercipta jarak tertentu.</p> <p>Lebih baik lagi jika celah diisi dengan material peredam, seperti <em>glasswool </em>atau<em> rockwool</em>. Dinding dan plafon gipsum berperedam dapat diterapkan juga pada ruang sumber bising (ruang TV, ruang bermain, atau ruang musik). Lengkapi informasi dengan membaca artikel #PakJago berjudul “<em>Konstruksi Dinding Gipsum</em>”.  </p> <p>Itulah 6 cara yang bisa diterapkan untuk membuat kamar kedap suara, Sahabat. Diskusikan dengan klien, cara mana yang hendak dipilih. Setiap cara dapat diterapkan sendiri atau dikombinasikan tergantung tingkat kebisingan yang hendak diatasi.</p> <p>Bahkan menurut #PakJago, sebaiknya direncanakan sejak awal pembangunan,  seperti konstruksi dinding ganda (tembok dan gipsum atau gipsum-gipsum), agar kelak tidak perlu dilakukan renovasi.</p> <p>Jika #SahabatJagoBangunan membutuhkan informasi lebih lanjut atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil, dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Simak artikel #PakJago yang lainnya, ya.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p> <p> </p>
Mau Jadi Tukang Batu Andalan? Kuasai Dulu 8 Keahlian Ini
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, proyek konstruksi berskala besar melibatkan banyak tukang dengan berbagai keahlian. Agar pembangunan selesai tepat waktu dengan kualitas bagus, setiap tukang harus ahli dalam bidangnya, termasuk tukang batu (<em>mason</em>). Tukang batu harus terampil melakukan pekerjaannya secara manual maupun dengan alat berat sesuai standar konstruksi.</p> <p>Nah, bagaimana keahlian yang harus dikuasai tukang batu sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Bangunan yang dikeluarkan oleh DPU? Berikut ulasan #PakJago.</p> <ol> <li><strong>Menyiapkan pekerjaan batu dan beton</strong></li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/tukang batu/1.jpg" alt="" width="610" height="406" /><em>Sumber: <a href="https://www.google.co.id/search?q=material+batu+bangunan&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjKrfa22YXWAhUGQo8KHVKlC0oQ_AUICigB&biw=1366&bih=613#imgrc=2NmOU1x9ofSqAM:">disini</a>.</em></p> <p>Tukang batu bertanggung jawab atas pekerjaan batu dan beton. Sahabat harus dapat menyiapkan material sesuai kebutuhan, peralatan kerja, dan perlengkapan K3 yang diperlukan untuk pekerjaan batu atau beton. Untuk itu ia harus mampu membaca dan memahami gambar kerja terkait dengan ukuran dan spesifikasi. </p> <p>Tukang batu juga harus melakukan berbagai pengukuran serta menentukan peil, serta membuat acuan profil dan patok untuk pekerjaan batu. Selain ukuran standar, tukang batu harus bisa menentukan ketegaklurusan, kedataran, dan kesamaan tinggi. Jadi, selain  meteran, Sahabat juga harus terampil menggunakan penyiku, unting-unting, <em>waterpass</em>, dan peralatan lain sesuai tugas yang hendak dikerjakan.</p> <ol start="2"> <li><strong>Mengerjakan pondasi dan konstruksi batu lain</strong></li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/tukang batu/2.jpg" alt="" width="603" height="452" /><em>Sumber: <a href="https://www.google.co.id/search?biw=1366&bih=613&tbm=isch&sa=1&q=membuat+pondasi&oq=membuat+pondasi&gs_l=psy-ab.3..0l2j0i30k1l2.117029.121714.0.122288.26.19.0.0.0.0.437.2108.8j4j1j1j1.15.0....0...1.1.64.psy-ab..13.11.1447.0..0i67k1.hGeuCXhtDhM#imgrc=UBSpq-nNRsxXvM:">disini</a>.</em></p> <p>Pada proyek besar, mungkin ada tukang batu khusus untuk pekerjaan pondasi. Tetapi pada proyek kecil, pekerjaan pondasi juga menjadi tanggung jawab tukang batu. Karenanya, tukang batu dituntut memahami spesifikasi dan prinsip-prinsip pembuatan berbagai jenis pondasi, seperti pondasi menerus batu kali, pondasi setempat, dan pondasi cakar ayam.</p> <p>Tukang batu juga harus tahu bagaimana memecah atau membelah dan menyusun batu kali, batu gunung, dan jenis batu lainnya. Keahlian-keahlian tersebut, tukang batu diharapkan bisa membuat konstruksi batu dengan spesi yang tepat.</p> <ol start="3"> <li><strong>Melaksanakan pekerjaan beton</strong></li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/tukang batu/3.jpg" alt="" width="617" height="463" /><em>Sumber: <a href="https://www.google.co.id/search?biw=1366&bih=613&tbm=isch&sa=1&q=pekerjaan+beton+pada+bangunan&oq=pekerjaan+beton+pada+bangunan&gs_l=psy-ab.3...61366.70059.0.70353.51.46.0.0.0.0.219.3907.28j12j1.41.0....0...1.1.64.psy-ab..12.25.2499.0..0j0i67k1j0i30k1j0i8i30k1j0i19k1j0i8i30i19k1j0i30i19k1.UClXRSZAnzQ#imgrc=GPwPwlRVo8zhpM:">disini</a>.</em></p> <p>Selain pondasi jenis tertentu, pada bangunan terdapat beragam pekerjaan beton bertulang, seperti <em>sloof, </em>kolom, balok, tangga, dinding, dak beton atau plat lantai, juga sopi-sopi dan rangka atap. Elemen bangunan lain yang juga membutuhkan konstruksi beton, misalnya <em>list plank</em>, konsol, kanopi, meja dapur dan sebagainya.</p> <p>Beton bertulang juga diperlukan untuk membuat jalan dan jembatan. Berkaitan erat dengan pekerjaan pembetonan, tukang juga harus dapat membuat adukan yang tepat sesuai spesifikasi, melakukan pengecoran serta pemadatan, juga perawatan (proses pengerasan dan pelepasan bekisting beton).</p> <ol start="4"> <li><strong>Memasang dinding dan <em>finishing</em>-nya</strong></li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/tukang batu/Mason__www_escsi_org_.jpg" alt="" width="631" height="496" /><em>Sumber: <a href="http://www.escsi.org">disini</a>.</em></p> <p>Tukang batu dituntut mampu memasang dinding dari material batu buatan (bata merah, batako, bata ringan atau hebel, dan bataton) dengan rapi, tegak, rata, dan terjamin kekuatannya. Tukang harus tahu karakteristik material, seperti perlakuan khusus yang diperlukan, tindakan sebelum dan sesudah pemasangan, atau campuran spesi yang diperlukan.</p> <p>Terkait pasangan dinding, tak hanya selesai saat dinding terpasang, tapi tukang juga harus mampu membuat <em>finishing</em>. Pekerjaan ini diantaranya seperti membuat plesteran, acian, pemasangan keramik dinding, dan berbagai jenis batu alam hias.</p> <ol start="5"> <li><strong>Melaksanakan pekerjaan lantai</strong></li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/tukang batu/5.jpg" alt="" width="677" height="471" /><em>Sumber: <a href="https://www.google.co.id/search?q=pekerjaan+lantai&tbm=isch&tbs=rimg:CRLt6ZOrgmK9IjhmdhwqnvRT-BBgEUNNh6kE4ldh4pJkHiXhgWtM-Moqxbdr4Sv2IQ2GkajQRfiXen-2c-lXea0H0SoSCWZ2HCqe9FP4EeoIE6ugg5tuKhIJEGARQ02HqQQRemh6409zIEoqEgniV2HikmQeJRGnqwHh4HcrCSoSCeGBa0z4yirFEUcovZbdqDaGKhIJt2vhK_1YhDYYRozQYiO0BGmwqEgmRqNBF-Jd6fxFZhCH3GSNJoCoSCbZz6Vd5rQfREYqRDkgdirEO&tbo=u&sa=X&ved=0ahUKEwjIo-ib24XWAhXIQY8KHZRcBdIQ9C8IHw&biw=1366&bih=613&dpr=1#imgrc=tKQlMeU3DCt5iM:">disini</a>.</em></p> <p>Pemasangan lantai yang harus dikuasai mencakup lantai ruang dalam dan luar (<em>carport</em>, halaman, dan jalan setapak) pada area kering maupun basah. Material lantai meliputi terazo, keramik, granit, marmer dan berbagai jenis batu alam, bata merah, rabat beton, <em>conblock</em>, atau koral sikat. Tukang batu juga harus bisa mengerjakan <em>screed </em>lantai beton.</p> <ol start="6"> <li><strong>Memasang perlengkapan sanitasi dan lingkungan</strong></li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/tukang batu/6.jpg" alt="" width="656" height="406" /><em>Sumber: <a href="https://www.google.co.id/search?biw=1366&bih=613&tbm=isch&sa=1&q=memasang+bak+mandi&oq=memasang+bak+mandi&gs_l=psy-ab.3..0i5i30k1l4.197032.200195.0.200507.17.17.0.0.0.0.125.1311.15j1.16.0....0...1.1.64.psy-ab..1.13.1103...0j0i13k1j0i13i5i30k1j0i13i30k1j0i8i30k1.R9-RipnLVfk#imgrc=Ak397tFUxj7pyM:">disini</a>.</em></p> <p>Tukang batu harus dapat membuat bak konvensional serta memasang perlengkapan saniter, seperti bak mandi, kloset, <em>bathtub</em>, bak cuci, dan wastafel. Ia juga dituntut dapat membuat <em>septic tank </em>dan sumur resapan, juga saluran buangan air kotor (buis beton) di sekeliling bangunan. Ia bisa juga diminta mengerjakan pelengkap bangunan, seperti kolam dan dinding batu hias.    </p> <ol start="7"> <li><strong>Melakukan pekerjaan terkait</strong></li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/tukang batu/7.jpg" alt="" width="668" height="376" /><em>Sumber: <a href="https://www.google.co.id/search?biw=1366&bih=613&tbm=isch&sa=1&q=mengoperasikan+molen&oq=mengoperasikan+molen&gs_l=psy-ab.3...105352.112299.0.112673.40.28.2.0.0.0.151.2251.18j7.25.0....0...1.1.64.psy-ab..17.18.1429.0..0j0i5i30k1j0i67k1j0i30k1j0i24k1j0i8i30k1.wBY97u3CMLs#imgdii=Gp05J8fNqVVMIM:&imgrc=UV8CHJGVyvYJIM:">disini</a>.</em></p> <p>Beberapa keahlian lain terkait pekerjaan batu dan beton, misalnya memeriksa kualitas material (pasir, batu, split, semen), memperkirakan kebutuhan bahan, membuat perancah sederhana, mengoperasikan alat berat seperti molen, stamper, dan vibrator; juga merawat peralatan kerja batu dan beton.</p> <p>Tukang juga harus mampu menjaga kebersihan lingkungan kerja. Terutama membersihkan plesteran atau beton yang mengering bukan pada tempatnya, atau membongkar perancah.</p> <ol start="8"> <li><strong>Berkoordinasi dengan pihak lain</strong></li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/tukang batu/8.jpg" alt="" width="657" height="361" /><em>Sumber: <a href="https://www.google.co.id/search?biw=1366&bih=613&tbm=isch&sa=1&q=tukang+bangunan+&oq=tukang+bangunan+&gs_l=psy-ab.3..0l3j0i30k1.88945.88945.0.89190.1.1.0.0.0.0.234.234.2-1.1.0....0...1.1.64.psy-ab..0.1.233.XitYvWdrM7c#imgrc=sWnqfeEdBhG9GM:">disini</a>.</em></p> <p>Tukang batu juga harus bisa berkoordinasi dengan tukang-tukang lain. Seperti berkoordinasi dengan tukang besi terkait perbesian atau penulangan atau dengan tukang kayu terkait pembuatan bekisting. Ia juga harus bisa menugasi dan memeriksa pekerjaan asisten atau keneknya secara benar sehingga mereka membantu secara optimal.</p> <p>Ia pun harus dapat mengkomunikasikan kemajuan atau kendala pekerjaan, kepada siapa ia harus bertanggung jawab, seperti mandor atau pengawas, arsitek, atau bahkan langsung kepada kliennya.</p> <p>Dalam proyek berskala besar, spesialisasi tukang batu mungkin semakin mengerucut. Ada tukang pasang pondasi, tukang plester, tukang pasang dinding, tukang keramik, dan jenis tukang lainnya. Namun berbagai keahlian di atas harus dikuasai bila tukang batu menggarap proyek berskala menengah atau kecil seperti rumah tinggal.</p> <p>Jadi, jika #SahabatJagoBangunan ingin mengkhususkan diri menjadi tukang batu untuk bangunan berskala kecil, pastikan Anda menguasai berbagai keahlian di atas.</p> <p>Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Jangan lupa simak artikel-artikel #PakJago berikutnya, ya.<strong> </strong></p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>