Masuk

Tips

Beranda / Artikel
Search:

Tak Perlu Bongkar Total, Begini Langkah Praktis untuk Renovasi Dinding Gipsum
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>Adakah klien yang meminta jasa #SahabatJagoBangunan untuk melakukan renovasi dinding gipsum? Meskipun relatif awet, dinding gipsum juga memiliki potensi kerusakan, bila terus-menerus terkena air. Kerusakan juga bisa terjadi karena adanya benturan keras.</p> <p>Ada beberapa cara perbaikan dinding gipsum tergantung jenis dan tingkat kerusakannya. Pada prinsipnya, perbaikan total dan mengganti seluruh dinding tidak perlu dilakukan, kecuali jika dinding gipsum mengalami rusak parah. Cukup bongkar dan ganti bagian yang rusak kemudaian lakukan finishing untuk tampilan yang bersih dan rapi.</p> <p>Berikut ini #PakJago ini bagikan langkah-langkah praktis renovasi dinding gipsum tanpa harus membongkar total.</p> <p><strong>Alat dan Bahan yang Diperlukan</strong></p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Dinding Gypsum/alat-alat-pertukangan.jpg" alt="" width="649" height="460" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/architectaria.com">disini</a>)</em></p> <p>Sebelum memulai pekerjaan renovasi, siapkan alat dan bahan yang mungkin akan diperlukan. <br />• Gergaji, cutter, atau alat pemotong yang sesuai<br />• Kain atau lap kering yang bersih<br />• Alat untuk meratakan permukaan dinding (surform)<br />• Bor listrik dilengkapi obeng<br />• Alat ukur (meteran/penggaris)<br />• Pensil tukang atau alat penanda lain <br />• Scrape/kape plastik<br />• Rangka (metal/hollow atau kayu) <br />• Papan gipsum dan sekrup gipsum <br />• Pita kertas (paper tape)<br />• Compound <br />• Ampelas<br />• Cat dan peralatannya (atau bahan finishing lain)</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/jangan-tunggu-parah-segera-perbaiki-rangka-atap-kayu-anda-sekecil-apa-pun-kerusakannya">Jangan Tunggu Parah, Segera Perbaiki Rangka Atap Kayu Anda Sekecil Apa pun Kerusakannya</a></h3> <p><strong>Tahap Pemeriksaan</strong></p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Dinding Gypsum/Drywall-Repair-Melbourne-4__peckdrywallandpainting_com_.jpg" alt="" width="664" height="498" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/peckdrywallandpainting.com">disini</a>)</em></p> <p>Sebagai langkah awal, lakukan pemeriksaan pada seluruh bagian rangka dan permukaan dinding gipsum. Seberapa parah kerusakan permukaan dinding yang retak oleh benturan atau hancur karena lembap atau air? Jika sudah lama, biasanya rusak oleh air juga menimbulkan bercak kekuningan atau kecokelatan. Melalui tahap pemeriksaan ini, #SahabatJagoBangunan dapat memperkirakan kebutuhan material, terutama papan gipsum. Pada tahap pemeriksaan, lakukan juga pegecekan terhadap instalasi listrik dan telepon yang ditanam di dalam dinding. <br /> <br /><strong>Tahap Perbaikan</strong></p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Dinding Gypsum/Renovasi_Dinding_Gipsum__www_diynetwork_com_.jpg" alt="" width="651" height="793" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/diynetwork.com">disini</a>)</em></p> <p>Setelah alat serta bahan tersedia dan tahap pemeriksaan dilakukan, #SahabatJagoBangunan dapat mengerjakan perbaikan bagian gipsum yang rusak dengan mengikuti beberapa langkah berikut.</p> <p>• Jika kerusakan hanya retak halus, #SahabatJagoBangunan dapat langsung menempelkan pita kertas lalu melapisinya dengan compound (sebaiknya diulang dua kali) dan meratakannya dengan ampelas, baru dilanjutkan dengan finishing.</p> <p>• Jika kerusakan cukup parah (pecah oleh benturan atau hancur karena lembap), lakukan pemotongan gipsum lama. Mula-mula ukur dan tandai permukaan dinding yang hendak dibuang dengan pensil, penggaris dan meteran. Lalu, potonglah bagian yang rusak dengan gergaji atau cutter dan penggaris.</p> <p>Jiplak atau ukur potongan dinding ke papan gipsum baru, kemudian potonglah. Jika kerusakan hanya berupa lubang kecil, buatlah potongan gipsum baru berbentuk persegi dengan ukurn lebih besar daripada lubang. Jiplak polanya pada permukaan dinding yang rusak, lalu potong dinding yang rusak sesuai pola tersebut.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Dinding Gypsum/partisi-gypsum.jpg" alt="" width="644" height="322" /><em>(Sumber: <a href="http://www.pagarbesi.com/partisi-gypsum-rumah.html">disini</a>)</em></p> <p>• Setelah dinding rusak dibuang, ratakan bekas potongan dengan surform atau ampelas. Lalu bersihkan debu dan kotoran yang masih tertinggal dengan kain bersih.</p> <p>• Potonglah rangka metal/hollow sesuai ukuran panjang sisi lubang atau bagian dinding yang dibuang. Kemudian, masukkan potongan metal/hollow ke bagian dalam dinding, yang nanti berguna sebagai dudukan gipsum baru. Gunakan sekrup untuk menempelkan rangka tersebut pada dinding lama. Rangka dipasang tepat pada posisi as secara vertikal ataupun horizontal. Untuk memudahkan penyekrupan, gunakan alat bor yang dilengkapi penahan mata sekrup.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/begini-proses-pemasangan-tembok-dan-kusen-yang-harus-dikuasai-tukang-batu">Begini Proses Pemasangan Tembok dan Kusen yang Harus Dikuasai Tukang Batu</a></h3> <p>• Ambil potongan gipsum baru lalu pasanglah pada lubang dinding yang telah diberi dudukan tersebut. Gunakan sekrup gipsum untuk menyetukannya dengan rangka metal/hollow.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Dinding Gypsum/1222137-papan-gipsum-finishing-780x390.jpg" alt="" width="636" height="318" /><em>(Sumber: <a href="https://nusantaragalvalum.wordpress.com/2015/08/31/partisi-gypsum-berkualitas/">disini</a>)</em></p> <p>• Jika papan gipsum baru telah terpasang, isilah celah-celah pertemuan antarpapan dengan compound yang telah diencerkan membentuk pasta. Gunakan kape plastik untuk meratakan. Lalu, tempelkan pita kertas pada sambungan dan tutup lagi dengan compound. Ratakan lagi dengan kape, lalu diamkan beberapa sesaat hingga mengering.</p> <p>• Setelah kering, lakukan pengampelasan untuk meratakan dan merapikan lapisan. Gunakan tangan untuk memeriksa tingkat kerataan dan kehalusannya.</p> <p>• Lakukan penyelesaian akhir (finishing) dengan mengaplikasikan cat atau bahan pelapis lain. Gunakan cat yang sewarna dengan dinding lama. Namun, ada kemungkinan terjadi beda warna (belang) antara dinding lama dan baru. Untuk mengantisipasinya, dapat digunakan trik pembedaan warna yang kontras. Cara lain untuk membuat kamuflase adalah memasang wallcover dengan motif yang menarik.</p> <p>Semoga tips yang #PakJago berikan ini dapat berguna dalam memberikan layanan terbaik pada klien. Selamat mencoba.</p> <p>Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Ada souvenir menarik untuk 30 penanya terbaik selama November 2017. Jangan lupa simak artikel #PakJago yang lain.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Plesteran Tembok Baru 1 Bulan Kok Sudah Retak, Mengapa dan Bagaimana Solusinya?
<p><em>Oleh: Amin Zainulloh (Ahli Konstruksi Jago Bangunan)</em></p> <p>Halo, #PakJago</p> <p>Mengapa plesteran tembok baru 1-2 bulan sudah retak rambut? Bagaimana solusinya?</p> <p>Tholib (Jawa Timur)</p> <p>Terima kasih telah berkonsultasi dengan kami, Pak Tholib, sehingga kami bisa berbagi pengalaman untuk saling meningkatkan pengetahuan dalam bidang konstruksi.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/PLESTERAN/TEMBOK_RETAK.jpg" alt="" width="529" height="214" /><em>(Sumber: <a href="http://nyardi90.blogspot.co.id/">disini</a>)</em></p> <p>Plesteran yang retak rambut bisa disebabkan karena adukannya terlalu encer. Sehingga ketika terkena panas atau seiring betambahnya waktu, air menguap dengan jumlah yang banyak dan terjadi penyusutan pada adukan yang berakibat retak. Molekul pasir dan semen saling tarik menarik.</p> <p>Sebab kedua, kadar semen terlalu banyak juga bisa berpotensi cepat retak. Karenanya plesteran yang ideal adalah campuran antara 1 bagian semen berbanding 4 - 5 bagian pasir, dengan catatan kandungan tanah atau kotoran pada pasir tidak terlalu banyak.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/PLESTERAN/plastering.jpg" alt="" width="640" height="426" /><em>(Sumber: <a href="http://m-styleglass.ru/tynki-cementowe/">disini</a>)</em></p> <p>Dilihat dari segi kekuatan, plesteran yang retak rambut tidaklah begitu berpengaruh. Hanya secara pandangan mata akan terasa mengganggu saat melihatnya. Maka secara berkala bisa diplamir atau dioleskan sealer dan dicat ulang.</p> <p>Cara menghindari retak, jika memlester tembok terutama bermaterial bata, tunggulah pasangan bata sekitar 1-2 minggu agar tembok benar-benar kering. Baru dilepas atau diplester dengan campuran 1 semen berbanding 4-5 pasir yang diayak 5 mm.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/PLESTERAN/Aplikasi_perbaikan_permukaan_acian-01.png" alt="" width="682" height="341" /><em>(Sumber: <a href="http://kerabatrumah.blogspot.co.id/2016/01/perawatan-pagar-tembok.html">disini</a>)</em></p> <p>Sebelum memlester, disiram dulu pasangan batanya agar air yang ada dalam adukan tidak seketika dihisap oleh bata, sehingga proses lekatan antara adukan ke tembok tidak secara langsung, tapi pelan-pelan.</p> <p>Gunakan semen jenis <em>Portland Pozzolan Cement</em> (PPC) yang pengerasannya agak lambat dan anti retak. Terakhir, tunggu hingga plesteran sudah kering sekitar 4 hari, baru diberi acian.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/PLESTERAN/cara_mengaci.jpg" alt="" width="501" height="363" /><em>(Sumber: <a href="https://gianscarrier.blogspot.co.id/2010/03/cara-plesteran-dan-acian-yang-baik.html">disini</a>)</em></p> <p>Demikian jawaban yang bisa kami berikan. Semoga bisa menjadi solusi dan ada pembelajaran diantara kita guna meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan dalam bidang konstruksi. Kami nantikan konsultasi Anda berikutnya.<br /> <br />Terima kasih.<br /> <br />#SahabatJagoBangunan juga bisa mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan dengan berkonsultasi melalui website maupun call center (bebas pulsa) di nomor 0800-188-5656. Ada souvenir menarik dari Semen Gresik untuk dua penanya terbaik setiap bulan. Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Bagaimana Cara Memasang Keramik di Atas Dak Agar Tidak Mudah Meledak dan Bocor?
<p><em>Oleh: Amin Zainulloh (Ahli Konstruksi Jago Bangunan)</em></p> <p>Halo, #PakJago</p> <p>Untuk pemasangan keramik di atas dak, jika pakai semen dan pasir biasanya tidak lengket meski keramiknya sudah diolesi pasta semen. Pengalaman lain saat memasang keramik, dialasi pasir terlebih dahulu, baru diberi campuran semen. Hasilnya, 4 tahun kemudian pasangan keramik tersebut masih awet. Pertanyannya, apakah cara tersebut sudah benar? Atau ada cara lain yang lebih benar?</p> <p>Sugeng, Jawa Timur</p> <p><strong>Jawaban</strong></p> <p>Terima kasih telah berkonsultasi dengan kami, Pak Sugeng, sehingga kami bisa berbagi pengalaman untuk saling meningkatkan pengetahuan dalam bidang konstruksi.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/KERAMIK/2.jpg" alt="" width="560" height="372" /><em>(Sumber: <a href="https://picture-perfect-handyman.com/Tile-Work_Valencia_CA.htm">disini</a>)</em></p> <p>Terkait pertanyaan Bapak, pemakaian pasir sebagai dasaran untuk pemasangan keramik di atas dak memang berguna untuk meredam getaran, sehingga pasangan keramik tidak mudak meledak. Selain itu, jika pasangan keramik menyusut, maka bisa menyusut secara leluasa karena di bawahnya ada pasir yang tidak ikut melekat pada dak.</p> <p>Namun, cara ini memiliki kelemahan. Bila ada pipa yang bocor, maka air akan menyebar ke mana-mana, sehingga sulit untuk mendeteksi pusat kebocoran. Kelemahan lainnya, bila usia pembangunan sudah lama, di bagian bawah dak akan timbul flek-flek hitam, bahkan bisa merembes.</p> <p>Sayangnya, jika pasangan keramik tidak dilapisi pasir, yang sering terjadi keramik bisa meledak. Kondisi ini terjadi karena waktu memasang, dak dasar pasangan tidak bersih dari debu maupun bekas spesi, sehingga tidak bisa melekatkan pasangan keramik.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/KERAMIK/5.jpeg" alt="" width="572" height="429" /><em>(Sumber: <a href="http://ahli-tukangbangunan.blogspot.co.id/2017/02/tukang-pasang-keramik-surabaya-pr.html">disini</a>)</em></p> <p>Dari kedua kasus tersebut, pemasangan keramik di atas dak bisa dilakukan dengan cara berikut ini:</p> <p>1. Pastikan dak beton kedap terhadap air, dengan cara melapisi waterproffing.</p> <p>2. Lapisi dak beton dengan pasir setebal 5 cm.</p> <p>3. Rendam keramik sebelum dipasang, agar memiliki daya rekat yang cukup.</p> <p>4. Spesi campuran 1 PC : 3 Pasir, dengan catatan adukan tidak boleh encer karena akan menyebabkan spesi keropos.</p> <p>5. Beri pasta semen pada bagian bawah keramik, ratakan dan tekan sampai padat sampai bentuk pola terpenuhi rata semua.</p> <p>6. Pasang keramik satu per satu dan ketok dengan palu karet sampai pasangan benar-benar padat.</p> <p>7. Periksa pasangan keramik, apabila ada yang kosong bawahnya segera diperbaiki.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/KERAMIK/IMG_9719.jpg" alt="" width="641" height="427" /><em>(Sumber: dok. Edutrain Semen Gresik, Blora 2013)</em></p> <p>8. Setelah pasangan keramik benar, padat dan tidak ada yang kosong di bawahnya, cor nat dengan semen atau semen grouting setelah pasangan keramik berumur 2-3 hari.</p> <p>9. Amankan area agar tidak terinjak-injak sampai pasangan benar-benar kuat. </p> <p>Demikian jawaban yang bisa kami berikan. Semoga bisa menjadi solusi dan ada pembelajaran diantara kita  guna meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan dalam bidang konstruksi. Kami nantikan konsultasi Anda berikutnya.</p> <p>Terima kasih.</p> <p>#SahabatJagoBangunan juga bisa mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan dengan berkonsultasi melalui website maupun call center (bebas pulsa) di nomor 0800-188-5656. Ada souvenir menarik dari Semen Gresik untuk dua penanya terbaik setiap bulan. Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Begini Proses Pemasangan Tembok dan Kusen yang Harus Dikuasai Tukang Batu
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em> </p> <p>#SahabatJagoBangunan tentu sepakat bahwa keterampilan tukang batu tak hanya terkait pemasangan pondasi, namun juga mencakup pemasangan tembok batu buatan. Bukan hanya kuat,  dinding yang dihasilkan juga harus rapi dan tegak lurus. Keterampilan ini termasuk kemampuan menangani material (bata merah, batako, hebel, dan bataton), membuat spesi, juga memasang kusen.</p> <p>Sudahkah #SahabatJagoBangunan menguasai semua keterampilan tersebut? Jika belum, ada baiknya membaca artikel berikut guna menambah ilmu. #PakJago akan mendukung dengan berbagi informasinya. Pada artikel ini, kita akan membahas tentang pemasangan dinding dengan pilihan material bata merah.</p> <p><strong>Alat dan Bahan</strong></p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Pasang Tembok/Bata-Merah-Garut-AJ-Super.jpg" alt="" width="500" height="314" /><em>(Sumber: <a href="http://www.batamerahgarut.com/">disini</a>)</em></p> <p>Alat dan perlengkapan yang diperlukan dalam pemasangan tembok, diantaranya cangkul, sekop, cetok, bak tempat mengaduk spesi (bisa dibuat dari papan) atau gerobak sorong, beberapa ember plastik, sejumlah kayu kaso untuk profil (tongkat acuan) dan skur (<em>bracing</em>), papan untuk bekisting, <em>water pass</em>, penyiku, benang, paku, palu paku, palu karet, meteran, pensil, dan pemotong bata, juga perancah (andang).</p> <p>Demi kenyamanan dan keselamatan kerja, siapkan juga perlengkapan K3. Sementara, bahan utama yang diperlukan adalah bata merah, semen, pasir pasang, dan air. Gunakan material berkualitas.</p> <p>Dalam pemasangan bata, #SahabatJagoBangunan harus memiliki gambar kerja sebagai pegangan. Jadi, Anda akan tahu di mana dan bagaimana dinding bata harus dipasang. Gambar kerja juga menunjukkan posisi pintu, jendela, ventilasi, dan bagian dinding dengan desain khusus.</p> <p><strong>Lagkah-Langkah Pemasangan</strong></p> <p>Pemasangan bata dilakukan setelah pekerjaan pondasi dan pembetonan struktural. Bata dipasang di atas sloof atau balok serta plat (pada lantai dua), yang juga telah dipasang pembesian untuk kolom praktis pada titik-titik yang direncanakan (jarak kolom praktis 3-4 meter). Berikut tahapan untuk pasangan ½ bata.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms//articles/Pasang Tembok/IMG_9558.jpg" alt="" width="749" height="499" /><em>(Sumber: dok. Edutrain Semen Gresik 2013)</em></p> <p>1. Tegakkan profil kayu di kanan-kiri garis yang akan dipasangi tembok. Pastikan posisinya tegak lurus dan kokoh. Buat garis-garis yang menandai tebal satu baris pasangan (tebal bata + siar). Misalnya, gunakan bata ukuran 5×11×23 cm; tebal bata 5 cm dan siar 1,5 cm maka jarak garis 6,5 cm. Bentangkan benang di antara kedua profil sesuai tanda, sebagai acuan agar pemasangan bata lurus dan rata. Setiap selesai satu baris pasangan naikkan benang ke atas mengikuti tanda garis pada profil.</p> <p>2. Siapkan alat dan material pada lokasi yang mudah dijangkau untuk menghemat waktu kerja, termasuk ember berisi air untuk merendam bata dan ember atau wadah spesi.</p> <p>3. Rendam bata merah ke dalam air hingga jenuh. Indikasinya tidak ada lagi gelembung udara yang muncul.</p> <p>4. Siapkan spesi dengan mencampur semen, pasir, dan air dengan perbandingan tertentu. Untuk dinding biasa perbandingan semen dan pasir biasanya 1:4 hingga 1:6; sedangkan untuk dinding kedap air dan pasangan <em>rollag </em>dibuat 1:2 atau 1:2.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Pasang Tembok/molen_semen.jpg" alt="" width="593" height="413" /><em>(Sumber: <a href="http://prometode.blogspot.co.id/2011/01/metode-pemakaian-campuran-semen.html">disini</a>)</em></p> <p>5. Basahi permukaan yang hendak dipasangi bata. Tumpangkan spesi di atasnya dan ratakan hingga ketebalannya sekitar 1,5 cm.</p> <p>6. Angkat bata yang direndam, tiriskan, lalu pasang. Sebelum memasangnya, aplikasikan spesi pada kepala bata (nantinya berfungsi sebagai siar tegak). Posisikan bata secara mendatar sambil ditekan dan dipukul ringan sehingga rata dengan benang acuan. Pukul dengan pangkal cetok atau palu karet.</p> <p>7. Setiap selesai satu baris, rapikan siar tegak maupun datar. Kerok hingga kedalaman ±1 cm agar nantinya plesteran terikat kuat. Periksa kedataran pasangan dengan <em>water pass.</em></p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms//articles/Pasang Tembok/IMG_9696.jpg" alt="" width="755" height="502" /><em>(Sumber: dok. Edutrain Semen Gresik 2013)</em></p> <p>8. Naikkan benang acuan ke atas sesuai garis panduan. Lanjutkan pemasangan untuk baris ke-2. Posisikan bata secara zig-zag. Hindari siar tegak berada dalam satu garis, karena berisiko turun jika tidak dapat menahan beban dengan baik.</p> <p>9. Lakukan pemasangan bata sampai tinggi maksimum—dianjurkan tinggi pasangan per hari tidak lebih dari 1-1,2 meter. Pada ketinggian ini juga harus dilakukan pengecoran kolom praktis. Pasang bekisting pada titik kolom dengan baik, lalu tuang adonan beton. Ketuk-ketuk dengan palu untuk memadatkan. Biarkan pasangan mengering dan keesokan hari baru dilanjutkan kembali.</p> <p><strong>Pemasangan Kusen</strong></p> <p>Hentikan pemasangan bata pada bagian lubang pintu, jendela, dan ventilasi, untuk memasang kusen. Langkah-langkah pemasangan kusen jendela dan ventilasi dijelaskan sebagai berikut.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms//articles/Pasang Tembok/kusen-jendela.jpg" alt="" width="557" height="496" /></p> <p style="text-align: center;"><em>(Sumber: <a href="https://samsyr.wordpress.com/2016/03/08/metode-pemasangan-kusen-pintu-dan-jendela/">disini</a>)</em></p> <p>1. Lakukan pengukuran untuk menandai posisi kusen jendela atau ventilasi sesuai gambar kerja.</p> <p>2. Pasang kusen pada posisinya. Gunakan <em>water pass</em> dan benang antarprofil untuk memastikan posisinya sudah tepat dan tegak lurus. Pasang skur (<em>bracing</em>) atau tiang penopang pada kedua sisi kusen dengan posisi miring dan ditahan bidang tanah atau lantai. Agar posisinya stabil, ikat kusen pada tiang-tiang tersebut.</p> <p>3. Lanjutkan pemasangan bata pada kanan-kiri kusen hingga batas atas kusen. Khusus pada bagian atas kusen, pasangan bata dibuat dalam posisi tegak atau miring (disebut<em> rollag</em>), agar lebih kuat menahan beban. Pasangan rollag biasa digunakan untuk menggantikan cor beton.</p> <p>4. Lanjutkan pemasangan bata di atas <em>rollag</em>. Arah pasangan bata kembali dibuat mendatar seperti sebelumnya. Lakukan pemasangan bata sampai batas tinggi dinding.</p> <p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Pasang Tembok/gambar-pemasangan-kusen-pintu.jpg" alt="" width="528" height="394" /></p> <p style="text-align: center;"><em>(Sumber: <a href="https://samsyr.wordpress.com/2016/03/08/metode-pemasangan-kusen-pintu-dan-jendela/">disini</a>)</em></p> <p>5. Untuk pemasangan kusen pintu, secara prinsip tidak berbeda. Namun, karena kusen pintu dimulai dari permukaan lantai, maka kusen harus ditegakkan sebelum pemasangan bata dilakukan. Bagian dasar kusen pintu dibuat cor beton untuk mengikat angkur.</p> <p>Itu dia proses yang harus dilakukan untuk memasang tembok menggunakan material bata merah dan kusen pada jendela dan pintu. Semoga bermanfaat.</p> <p>#SahabatJagoBangunan, jika ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Jangan lupa simak artikel #PakJago yang lain.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Rumah Tumbuh, Konsep Pembangunan Bertahap yang Bisa Langsung Ditempati
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>Konsep membangun rumah secara bertahap, atau sering disebut konsep rumah tumbuh, biasanya diterapkan untuk mengantisipasi keterbatasan dana. Setelah tahap pembangunan pertama, rumah ini sudah bisa ditempati. Kelak ketika dana sudah tersedia, pembangunan dapat dilanjutkan lagi.</p> <p>Meski bertahap, sebaiknya sejak awal sudah direncanakan bagaimana rumah ideal yang diinginkan. #PakJago mencatat ada dua konsep rumah tumbuh, yakni rumah tumbuh horizontal (satu lantai) dan rumah tumbuh vertikal (dua lantai atau lebih). Keduanya hanya berbeda arah pengembangan, namun tetap memperhitungkan kesinambungan dalam tahap pembangunan sehingga tidak terjadi pembongkaran yang membutuhkan banyak biaya lagi.</p> <p><strong>Rumah Tumbuh Horizontal</strong> </p> <p style="text-align: center;"><em><img src="/images/cms//articles/RUMAH TUMBUH/big1338758.jpg" alt="" width="602" height="451" /></em></p> <p style="text-align: center;"><em>(Sumber: <a href="http://yesproperti.agenproperti.com/466555">disini</a>)</em></p> <p>Pada konsep horizontal, rumah dikembangkan atau diperluas ke samping. Hasil akhirnya berupa rumah satu lantai sesuai desain. Rumah tidak perlu menerapkan struktur berkekuatan khusus, cukup seperti membangun rumah satu lantai biasa.</p> <p>Namun, denah harus direncanakan secara matang, dan pertimbangkan ruang apa yang harus disediakan lebih dahulu agar dapat ditempati dengan layak. Misal, membangun rumah dengan 3 kamar tidur dalam 2 tahap. Pada tahap 1 bisa dibuat ruang tamu, 2 kamar tidur, ruang keluarga, kamar mandi, dapur, dan area cuci.</p> <p>Untuk menjaga ikatan yang stabil, seluruh pondasi dapat dibangun pada tahap 1. Pada tahap 2 (tanpa harus membongkar), dapat ditambahkan kamar tidur, kamar mandi, ruang makan, dan garasi. Konsep rumah tumbuh horizontal ini perlu juga memperhatikan perencanaan atap, agar atap pada tahap 1 dan tahap 2 memiliki kesinambungan. Selain aman dari kebocoran, juga harus bernilai estetis sehingga rumah pun tampak indah meski belum selesai dibangun.</p> <p><strong>Rumah Tumbuh Vertikal</strong></p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/RUMAH TUMBUH/IMG_13.jpg" alt="" width="537" height="482" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/edit/google.com">disini</a>)</em></p> <p>Hasil akhir rumah tumbuh vertikal adalah bangunan bertingkat (dua lantai atau lebih). Artinya, penambahan ruang mengarah ke atas. Konsep ini cocok untuk lahan terbatas di perkotaan. Contoh, rumah 4 kamar untuk keluarga baru yang berencana memiliki 2 anak. Tahap 1 bisa dibangun lantai satu, dan setelah dana tersedia dan anak tumbuh besar dapat dibangun lantai 2.</p> <p>Pada lantai satu dibuat 2 kamar tidur, ruang tamu, ruang duduk, kamar mandi, dapur dan area cuci. Rencanakan lantai dua untuk tambahan kamar tidur dan ruang pelengkap lain. Rencanakan denah secara matang agar tahap pembangunan ke atas berjalan lancar.</p> <ul> <li><strong>Struktur utama</strong></li> </ul> <p>Selain denah, pertimbangkan kekuatan struktur. Pondasi harus kuat menopang bangunan 2-3 lantai. Kombinasikan pondasi lajur batu belah dengan pondasi setempat. Pilih jenis pondasi setempat sesuai kedalaman tanah keras.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/RUMAH TUMBUH/konsep-rumah-tumbuh-type-36-menjadi-2-lantai-type-70.jpg" alt="" width="624" height="298" /><em>(Sumber: <a href="https://oursecrettips.wordpress.com/2014/11/18/mendesign-rumah-tumbuh/">disini</a>)</em></p> <p>Jika tanah keras ada pada permukaan dangkal pilih pondasi dangkal, seperti pondasi tapak atau cakar ayam. Jika tanah keras jauh dari permukaan, pilih jenis pondasi dalam seperti pondasi sumuran atau tiang pancang. Lakukan tes sondir untuk mengetahui daya dukung tanah.</p> <p>Sloof, kolom struktur, dan balok juga harus dirancang untuk bangunan bertingkat. Seperti kita tahu, ketiga elemen tersebut merupakan struktur utama yang berperan menyalurkan beban bangunan ke pondasi. Dimensi dan pembesian pondasi, sloof, kolom, dan balok, sebaiknya dihitung secara tepat dengan bantuan ahlinya.</p> <ul> <li><strong>Atap</strong></li> </ul> <p>Ada beberapa pilihan rencana atap. <em>Pertama,</em> menggunakan rangka dan penutup atap sederhana dan relatif murah jika kelak tidak akan dipakai lagi. <em>Kedua,</em> menggunakan rangka dan penutup atap yang kelak dapat digunakan sebagai atap permanen jika lantai dua sudah dibangun.</p> <p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/RUMAH%20TUMBUH/desain-rumah-tumbuh.jpg" alt="" width="578" height="275" /></p> <p style="text-align: center;"><em>(Sumber: <a href="http://bismakonstruksi.com/budget-anda-terbatas-konsep-rumah-tumbuh-solusinya/">disini</a>)</em></p> <p>Untuk yang kedua ini, ukurannya harus sesuai dengan atap permanen dan material yang dipilih harus kuat serta tahan lama. <em>Ketiga,</em> menerapkan atap datar (dak beton) yang kelak dapat berfungsi sebagai lantai untuk bangunan di atasnya. Jika demikian, dimensi dan penulangan plat lantai juga harus dihitung secara tepat oleh ahlinya. </p> <ul> <li><strong>Tangga</strong></li> </ul> <p>Ada keuntungannya jika tangga menuju lantai 2 sekaligus dibangun pada tahap 1. Dengan adanya tangga maka atap dak dapat difungsikan --sampai saat dilakukannya pembangunan tahap 2. Misal, digunakan sebagai area jemuran, atau untuk menyimpan sisa material yang masih dapat digunakan (buat atap sementara untuk melindunginya).</p> <p>Boleh jadi #SahabatJagoBangunan berkesempatan menggarap rumah dengan konsep rumah tumbuh. Diskusikan perencanaan proyek sebaik mungkin dengan klien. Idealnya Anda dapat mengerjakan seluruh tahapan sampai rumah terbangun utuh. Pengerjaan yang dan tepat pasti akan membawa keuntungan bagi kedua belah pihak.</p> <p>Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih lanjut atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil, dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Ketahui Alat, Bahan, dan Cara Memasang Plafon Berbahan Tripleks Ini Agar Hasilnya Rapi dan Kokoh
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em><br /> <br />Tahukah #SahabatJagoBangunan, apa saja material plafon yang bisa kita pilih di pasaran? Pada dasarnya semua material memiliki kekurangan dan kelebihan. Begitu juga cara pemasangan yang paling tepat untuk masing-masing material. Namun ada beberapa material plafon yang relatif populer dan sering digunakan, seperti triplek, gipsum, dan GRC.</p> <p>Nah, kali ini #PakJago akan berbagi tentang bagaimana proses pemasangan plafon berbahan tripleks agar hasilnya sesuai harapan klien, rapi, dan kokoh.<br /> <br /><strong>Baca Juga: <a href="/article/read/serba-serbi-material-plafon">Serba-Serbi Material Plafon</a></strong></p> <p><strong>Kebutuhan Alat dan Bahan</strong></p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/PLAFON/1.jpg" alt="" width="550" height="365" /><em>(Sumber: <a href="http://www.plaatenhoutopmaat.nl/plaatmateriaal/multiplex-populieren-fsc/plaatdikte-22mm">disini</a>)</em></p> <p>Alat dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam pemasangan plafon tripleks, antara lain: meteran, penyiku, water pass, benang, pensil tukang, palu (atau nails gun), gergaji kayu (manual atau elektrik), alat serut kayu atau gerinda, alat bor, kape, perlengkapan mengecat, perancah (andang), dan tangga. Peralatan lain yang tidak kalah penting ialah perlengkapan K3. Sementara bahan yang harus disiapkan meliputi:</p> <p>1. tripleks (pilih ukuran standar 244×122 cm, dengan tebal sesuai keinginan 3, 4, atau 6 mm); <br />2. lis plafon (profil) kayu siap pakai;<br />3. kayu ukuran 6/12 dan kaso 5/7 atau 4/6 (ada baiknya kayu diserut agar rata dan memudahkan pemasangan; untuk mengantisipasi rayap aplikasikan pelapis antirayap);<br />4. papan kayu ukuran 2/20 cm untuk perkuatan sudut-sudut rangka plafon;</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/PLAFON/2.jpg" alt="" width="500" height="375" /><em>(Sumber: <a href="https://www.pinterest.com/pin/700450548265991687/">disini</a>)</em></p> <p>5. paku usuk dan paku tripleks secukupnya;<br />6. mur-baut, ukuran sesuai ketebalan dinding + kayu bingkai (6/12)<br />7. compound (semen putih, gipsum, atau dempul);<br />8. kain kasa atau lakban gipsum, dan ampelas;<br />9. cat dinding atau bahan finishing lain. <br /> <br /><strong>Pemasangan Plafon Tripleks</strong><br /> <br />Plafon dikerjakan setelah dinding rapi (sudah diplester dan diaci, kecuali dinding ekspose). Kondisi atap dipastikan bebas tempias atau bocor. Sebelum pekerjaan dimulai, tentukan ketinggian plafon. Idealnya tinggi plafon sekitar 2,8-3,2 meter. Untuk menghitung rumusnya panjang ditambah lebar dibagi 2. Misal, ruangan berukuran 2×3 meter, maka tinggi plafon ±2,5 meter. <br /> <br />Gunakan tangga atau perancah (andang) untuk memudahkan pekerjaan. Lalu, lakukan proses pemasangan plafon tripleks dengan mengikuti tahapan berikut.<br /> <br />1. Lakukan pengukuran tinggi plafon (sesuai hitungan). Gunakan water pass untuk memeriksa kedataran. Tandai dengan menanam paku pada titik-titik elevasi serta menghubungkannya dengan menarik benang pada keempat sisi ruang.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/PLAFON/3.jpg" alt="" width="500" height="500" /><em>(Sumber: <a href="http://architecturemas.tumblr.com">disini</a>)</em></p> <p>2. Potonglah balok 6/12 cm untuk rangka plafon bagian tepi (bingkai plafon) sesuai lebar setiap sisi ruang. Siapkan lubang baut dengan mengebor kayu (jarak lubang 60-70 cm) dan juga pada dinding. Lalu, dengan mengikuti benang penanda elevasi, pasang bingkai plafon tersebut pada setiap sisi ruang.</p> <p>Pasang dan kencangkan mur-baut untuk mengikat balok kayu ke dinding. Bingkai plafon juga dapat dibuat dengan kaso 5/7 cm, tetapi mungkin kekuatannya akan lebih rendah dibandingkan jika menggunakan kayu 6/12 cm. <br /> <br />3. Buat dudukan rangka plafon dari kaso 5/7 cm dengan panjang ±30 cm dengan bagian tengah yang dicoak membentuk huruf U. Pasang dudukan pada bingkai plafon (jaraknya disesuaikan desain plafon) dan ikat dengan paku usuk. Jika tidak ada desain khusus, pasang dudukan dengan jarak ±60-70 cm.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/PLAFON/05-pemasangan-rangka-tengah-plafond-kaso-5x7.jpg" alt="" width="620" height="288" /><em>(Sumber: <a href="https://karyaguru.com/2015/08/18/media-belajar-pemasangan-rangka-plafond-kayu/">disini</a>)</em></p> <p>4. Pasanglah rangka plafon pada dudukan tersebut. Buat coakan berbentuk U pada kaso 5/7 cm yang dipasang lebih dahulu (pada dudukan) dan kaso 5/7 cm yang akan dipasang kemudian (melintang). Jadi, keduanya dapat disatukan dengan mudah dan juga tercipta permukaan yang rata untuk dipasang lembaran tripleks.</p> <p>5. Jika rangka sudah terbentuk, berikan perkuatan dengan membuat penggantung rangka plafon. Penggantung dibuat dari kaso 5/7 cm atau bahan metal yang sesuai. Pasang penggantung pada beberapa bagian untuk menghubungkan rangka plafon dengan rangka atap atau plat beton (pada rumah bertingkat). <br /> <br />6. Potong papan kayu 2/20 cm dengan panjang yang sesuai untuk memperkuat sudut-sudut antarkaso pada rangka plafon. Kemudian, pastikan rangka plafon rapi dan kokoh juga periksa kedatarannya dengan water pass.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/PLAFON/07-pemasangan-triplek-pada-rangka-plafond.jpg" alt="" width="620" height="288" /><em>(Sumber: <a href="https://karyaguru.com/2015/08/18/media-belajar-pemasangan-rangka-plafond-kayu/">disini</a>)</em></p> <p>7. Pastikan instalasi mekanikal elektrikal pada area plafon terkait sudah terpasang dengan baik. <br /> <br />8. Potong tripleks sesuai ukuran yang direncanakan. Sebenarnya tripleks dapat dipasang dalam bentuk lembaran utuh. Namun, untuk memudahkan serta memberi nilai estetika, triplek dapat dipotong menjadi beberapa bagian. Misalnya, menjadi 2 atau 4 bagian.</p> <p>9. Pasang lembaran tripleks yang telah dipotong sesuai pola yang diinginkan. Mulailah dari bagian tepi. Gunakan paku tripleks untuk mengikatnya dengan rangka plafon. Penggunaan nails gun (alat penembak paku) dapat membantu mempercepat pekerjaan. Pastikan semua lembaran tripleks terpasang dengan rapi dan kuat.</p> <p>10. Agar plafon terlihat rapi dan indah, aplikasikan lis plafon (profil). Pasang profil pada sekeliling tepi plafon sehingga membentuk bingkai.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/PLAFON/11-pemasangan-list-plafond-kayu.jpg" alt="" width="620" height="288" /><em>(Sumber: <a href="https://karyaguru.com/2015/08/18/media-belajar-pemasangan-rangka-plafond-kayu/">disini</a>)</em></p> <p>11. Bersihkan permukaan nat (celah antarlembaran), lalu gunakan kape untuk mengaplikasikan compound untuk menutup celah tersebut. Kemudian tempelkan kasa atau lakban gipsum, dan sekali lagi aplikasikan compound.</p> <p>Bahan compound juga dapat digunakan untuk menutup permukaan tripleks yang cacat atau tidak rata. Setelah kering, ampelas permukaannya agar rata dan halus sebelum dilakukan finishing. Terakhir, aplikasikan cat (atau bahan finishing lain) sesuai keinginan klien. <br /> <br /><strong>Baca Juga: <a href="/article/read/mau-hasil-cat-dinding-yang-mulus-dan-rapi-praktikkan-6-teknik-ini">Mau Hasil Cat Tampak Mulus dan Rapi, Praktikan Teknik Ini</a></strong> <br /> <br />Penjelasan yang #PakJago bagikan ini untuk plafon standar. Ada banyak model dengan variasi ketinggian atau pola pemasangan tripleks. Pastikan #SahabatJagoBangunan membuat rangka plafon yang tepat agar kokoh. <br /> <br />Untuk mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Jangan lupa simak artikel #PakJago yang lain.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Jangan Biarkan Limbah Konstruksi Merusak Lingkungan, Lakukan Cara Ini Untuk Menanganinya
<p><em>Oleh: Riyaz Riyadi</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, selama proses pembangunan, terutama untuk renovasi atau pembongkaran dan pembangunan kembali, banyak limbah kontruksi yang berceceran dan berantakan dimana-mana. Seperti pecahan genteng, bongkahan tembok, kayu bekas kusen, sisa material, debu, dan berbagai sampah yang harus segera dibersihkan.</p> <p>Lalu bagaimana menangani dan mengurangi limbah konstruksi agar tidak terlalu ribet saat dibersihkan, bahkan bisa tetap menjaga kelestarian lingkungan? Simak tips dari #PakJago berikut ini.</p> <ol> <li><strong>Rencanakan ruang penyimpanan material </strong></li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/limbah/httpswww_google_co_idsearchdcr_0_biw_1366_bih_613_tbm_isch_sa_1_q_penyimpanan_bahan_konstruksi_oq_penyimpanan_bahan_konstruksi_gs_l_psy-ab.jpg" alt="" width="661" height="440" /><em>(Sumber: <a href="https://pxhere.com/id/photo/651845">disini</a>)</em></p> <p>Perencanaan ruang penyimpanan ini sangat penting dan harus dipikirkan sejak awal. Selain untuk menampung material dan melindunginya dari perubahan cuaca (seperti tiba-tiba hujan), ruang penyimpanan juga mengamankan material bangunan dari bahaya yang tidak diinginkan. Terlebih jika material dibeli dalam jumlah banyak dan bernilai tinggi.</p> <p>Adanya ruang penyimpanan yang ditata dengan baik juga mempermudah pengambilan material yang lebih dulu digunakan. Ini bisa mencegah material yang berceceran atau penumpukan material yang belum akan digunakan di lokasi pembangunan agar area konstruksi lebih bersih dan rapi.</p> <ol start="2"> <li><strong>Gunakan kembali limbah materialnya</strong></li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/limbah/httpswww_google_co_idsearchq_struktur_bangunan_tak_terpakai_tbm_isch_tbs_rimgCZQ37UDDct3ZIjj5LNIFd-EiEVSOC3Caryv_1Y078PZ1dhv7me5ddkft2xvG3.jpg" alt="" width="626" height="417" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/google.com">disini</a>)</em></p> <p>Pada proyek renovasi atau membangun kembali, #SahabatJagoBangunan bisa memilah mana limbah material yang masih layak pakai. Jadi saat pembongkaran tidak serta merta langsung membuang limbah atau menyatukan semua jenis limbah dalam satu area.</p> <p>Pisahkan lebih dulu limbah material yang masih bisa digunakan agar tidak perlu keja dua kali untuk mengurainya. Limbah kini banyak didaur ulang ialah beton. Selain menghemat material baru, dengan memakai beton daur ulang juga berarti Anda mengurangi penambangan batu, pasir, dan semen sebagai bahan beton. </p> <ol start="3"> <li><strong>Pertimbangkan aliran limbah</strong></li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/limbah/httpswww_google_co_idsearchdcr_0_biw_1242_bih_557_tbm_isch_sa_1_q_pembongkaran_gedung_oq_pembongkaran_gedung_gs_l_psy-ab_3__0i30k1l4_33018.jpg" alt="" width="637" height="344" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/thejakartapos.com">disini</a>)</em></p> <p>Jika material memang sudah tidak layak digunakan, maka harus dilakukan pembongkaran. Namun, perlu diperhatikan bagaimana aliran limbah yang akan dilakukan selama proses pembongkaran. Terlebih limbah pembongkaran seringkali lebih banyak ketimbang limbah konstruksi.</p> <p>Jangan sampai limbah menumpuk di satu tempat dan tidak ada rencana pengelolaan atau pembuangan yang baik. Penumpukan ini bisa menjadi sampah yang memakan banyak tempat, sulit dibersihkan, dan tidak enak dipandang. Apalagi jika hujan, limbah akan basah dan berat untuk diangkat saat dibersihkan.<strong> </strong></p> <ol start="4"> <li><strong>Pilih material ramah lingkungan</strong></li> </ol> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/limbah/rumahhijau.jpg" alt="" width="640" height="426" /><em>(Sumber: <a href="http://alauddinshidqi.blogspot.co.id/2015/05/konsep-desain-rumah-ramah-lingkungan.html">disini</a>)</em></p> <p>Pilihlah material ramah lingkungan. Tak hanya untuk turut menjaga kelestarian bumi, material ramah lingkungan juga akan mengurangi jumlah limbah jika suatu saat nanti perlu dilakukan renovasi. Material bangunan dengan konten daur ulang juga bisa dipertimbangkan, seperti beton agredat, ubin, atau kayu. Anda juga bisa memilih produk lokal agar meminimalisir biaya transportasi dan konsumsi bahan bakar untuk mengangkut material.</p> <p>Itulah cara mengetahui penanganan limbah konstruksi agar tidak berserakan di lokasi pembangunan, terutama untuk renovasi atau pembongkaran dan pembangunan kembali. Mari kita kelola limbah itu dengan baik agar tidak mencemari lingkungan sekitar dan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. Semoga bermanfaat.</p> <p>Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih lanjut atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil, dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Dua penanya terbaik setiap bulan akan mendapat hadiah menarik dari Semen Gresik. Sampai bertemu di artikel #PakJago yang lain ya, Sahabat.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Ini Aneka Tipe Jendela Berdasar Cara Membuka, Bentuk, dan Material yang Wajib Anda Ketahui
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em> </p> <p>Bangunan rumah tinggal yang ideal tentu dilengkapi dengan jendela. Lubang yang dibuat pada dinding bangunan ini memiliki setidaknya tiga fungsi, yakni sebagai lubang ventilasi yang memungkinkan terjadinya sirkulasi udara alami.</p> <p>Jendela juga berfungsi sebagai jalur masuknya cahaya alami siang hari; dan menjadi sarana untuk menikmati pemandangan di luar rumah. Selain ketiganya, jendela juga memiliki fungsi estetika yang memperindah sekaligus mengekspresikan gaya rumah.</p> <p>Banyaknya fungsi melahirkan beragam tipe dan jenis jendela. Sebaiknya kenali karakteristik setiap jendela sebelum menerapkannya. Berikut #PakJago uraikan satu per satu sebagai pegangan bagi #SahabatJagoBangunan.</p> <p><strong>Jendela Berdasar Cara Membukanya</strong></p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/jendela/bay-window__apaperbear_wordpress_com_.jpg" alt="" width="472" height="347" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/edit/apaperbear.wordpress.com">disini</a>)</em></p> <p>Menurut cara membukanya dikenal beberapa tipe jendela berikut ini.</p> <p><strong>- Jendela mati,</strong> yakni jenis jendela yang tidak memiliki engsel sama sekali sehingga tidak dapat dibuka. Jendela dibuat hanya untuk memasukkan cahaya alami. Dapat dipasang di bagian mana pun termasuk pada sudut dinding.</p> <p><strong>- Jendela ayun, </strong>ialah jendela dengan engsel pada salah satu sisi (kanan atau kiri) sehingga dibuka dengan cara didorong ke arah luar atau ditarik ke dalam.</p> <p style="text-align: center;"><strong><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/jendela/rumahku14_koleksi-majalah-rumahku_.jpg" alt="" width="559" height="839" /></strong><em>(Sumber: Majalah Rumahku)</em></p> <p><strong>- Jendela jungkit (<em>awning</em> dan <em>hoper</em>), </strong>mirip dengan jendela ayun tetapi engselnya berada di atas atau bawah. Jendela <em>awning</em> engselnya di atas, jadi daun jendela membuka keluar ke arah atas. Sebaliknya, jendela <em>hoper</em> engselnya dipasang di bagian bawah sehingga jendela membuka keluar ke arah bawah.</p> <p><strong>- Jendela geser, </strong>merupakan jendela yang dibuka-tutup dengan cara menggeser secara horizontal ke kanan atau kiri. Biasanya terdiri dari dua bagian, tetapi hanya satu yang bisa digeser melewati bagian lain. Namun bisa juga dibuat agar kedua bagian bisa digeser.</p> <p><strong>- Jendela gantung, </strong>mirip dengan jendela geser tetapi penggeseran secara vertikal. Pada jendela gantung tunggal hanya jendela bagian bawah yang bisa digeser ke atas. Pada jendela gantung ganda, kedua bagiannya dapat membuka ke atas atau bawah.</p> <p style="text-align: center;"><strong><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/jendela/Rumahku-Bintaro5-2-_koleksi-majalah-rumahku_.jpg" alt="" width="541" height="812" /></strong><em>(Sumber: Majalah Rumahku)</em></p> <p><strong>- Jendela pivot, </strong>yaitu jendela yang engselnya dipasang di bagian tengah sehingga jendela dapat dibuka-tutup dengan putaran 90 atau 180 derajat, secara vertikal atau horizontal—tergantung posisi engsel.</p> <p><strong>- Jendela jalusi, </strong>adalah jendela yang tersusun atas beberapa pelat horizontal (dari kayu, kaca atau akrilik) yang dipasang dalam bingkai. Susunan pelat terpasang pada satu trek sehingga dapat dibuka-tutup secara bersamaan dengan memutar engkol pada trek tersebut.</p> <p><strong><em>- Bay window</em></strong><strong> atau <em>bow window</em>,</strong> merupakan jendela yang dibuat menjorok keluar atau tidak segaris dengan dinding utama bangunan sehingga menciptakan area cekung pada ruang dalam. Model yang bisa diterapkan antara lain jendela mati, ayun, <em>awning</em>, ataupun kombinasi.</p> <p><strong>Jendela Berdasar Bentuknya</strong></p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/jendela/IMG_9092-_koleksi-majalah-rumahku_.jpg" alt="" width="563" height="631" /><em>(Sumber: Majalah Rumahku)</em></p> <p>Kebanyakan jendela memiliki bentuk geometris, tetapi dapat juga divariasi sesuai selera dan kebutuhan. Beberapa bentuk yang umum adalah persegi, persegi panjang, oval, bundar, setengah lingkaram, segi banyak (pentagonal, heksagonal, oktagonal), elips, dan sebagainya. Bentuk klasik yang populer menyerupai bentuk jendela pada gereja katedral.   </p> <p><strong>Jendela Berdasar Materialnya</strong></p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/jendela/58172-7911708_Pivot_window__www_archiexpo_com_.jpg" alt="" width="545" height="643" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/edit/archiexpo.com">disini</a>)</em></p> <p>Material untuk jendela adalah kombinasi antara material rangka (kusen) dan daun jendela. Pada zaman dahulu, kebanyakan jendela (baik kusen maupun daun jendela) terbuat dari kayu. Jendela berdaun kayu, meliputi jendela panil dan jendela krepyak (jalusi).</p> <p>Setelah material kaca diproduksi, mulailah dikenal jendela dengan kombinasi kayu dan kaca. Kusennya terbuat dari kayu dan daun jendela adalah kombinasi kayu dan kaca. Jendela kaca pun ada beragam jenis. Selain kaca bening (transparan) juga dikenal jendela kaca berwarna (<em>tinted glass</em>), kaca cermin, kaca es, kaca <em>tempered</em>, dan kaca laminasi.  </p> <p>Namun seiring kemajuan teknologi, material kusen dan daun jendela juga semakin bervariasi. Belakangan dikenal juga jendela yang rangkanya terbuat dari material lain, seperti aluminium, baja, vinil, <em>fiberglass</em>, PVC/UPVC, dan sebagainya. <em>Fiberglass </em>dan PVC/UPVC juga digunakan sebagai material untuk daun jendela.</p> <p>Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu di artikel-artikel #PakJago yang lain.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani </em></p>
Jangan Tunggu Parah, Segera Perbaiki Rangka Atap Kayu Anda Sekecil Apa pun Kerusakannya
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>Rangka atap merupakan salah satu bagian terpenting dari bangunan. Kerusakan rangka atap sangat berbahaya karena berisiko membuat jatuh penutup atap (genteng) yang ada di atasnya; menimbulkan kebocoran jika turun hujan; dan yang terparah ialah runtuhnya atap secara keseluruhan. Karenanya, sekecil apa pun kerusakan rangka atap harus harus segera diperbaiki.</p> <p>Kerusakan rangka atap kayu biasanya disebabkan oleh kayu yang sudah aus atau keropos, lantaran sering terkena tetesan air hujan atau terserang rayap. Seperti #SahabatJagoBangunan ketahui, material kayu tidak tahan lembap, air, maupun rayap. Satu-satunya cara perbaikannya ialah dengan mengganti kayu yang keropos atau patah tersebut dengan kayu baru.</p> <p>Menurut #PakJago, perbaikan rangka atap kayu tidak selalu dilakukan dengan membongkar secara menyeluruh, tetapi bisa secara parsial. Berikut pertimbangan untuk menentukannya.</p> <ul> <li><strong>Perbaikan rangka atap secara menyeluruh</strong></li> </ul> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/perbaikan rangka atap/4.jpg" alt="" width="610" height="368" /><em>(Sumber: <a href="https://tukanggalvalum.blogspot.co.id">disini</a>)</em></p> <p>Perbaikan demikian diperlukan jika kerusakan rangka atap sudah tergolong parah. Misalnya, jika sebagian besar reng dan usuk mengalami kerusakan (keropos, patah, atau terserang rayap).</p> <p>Ini juga disarankan bila kerusakan terjadi pula pada gording atau bagian rangka kuda-kuda. Perbaikan secara menyeluruh akan memerlukan biaya relatif besar. Waktu yang dibutuhkan juga cukup lama, karena jika perlu semua genting harus diangkat lebih dahulu.</p> <ul> <li><strong>Perbaikan sebagian rangka atap</strong></li> </ul> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/perbaikan rangka atap/Ada_bagian_rangka_yg_patah_atau_keropos__www_aaronshomeinspections_com_.jpg" alt="" width="513" height="376" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/diychatroom.com">disini</a>)</em></p> <p>Perbaikan ini untuk kerusakan rangka atap yang tergolong relatif kecil dan ringan, misalnya keropos hanya terjadi pada sebagian kecil reng atau kaso. Jika demikian, perbaikan rangka atap dapat dilakukan bagian per bagian. Selain menghemat biaya, perbaikan secara parsial relatif lebih efisien.</p> <p>Untuk perbaikan rangka atap secara parsial, #SahabatJagoBangunan tidak perlu membongkar seluruh bagian atap. Proses perbaikan dapat dilakukan dengan melakukan beberapa tahap berikut.</p> <p>- Siapkan perkakas dan perlengkapan yang diperlukan, seperti meteran, penyiku, pensil, senter, gergaji dan palu (lebih efektif gergaji elektrik portabel dan <em>nail gun</em>), paku, <em>leveling</em>, tangga, dan juga perlengkapan K3.<br /><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/perbaikan rangka atap/Lakukan_penyenteran_pada_seluruh_bagian_rangka_atap___www_batguys_com_.jpg" alt="" width="597" height="396" /></p> <p style="text-align: center;"><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/batguys.com">disini</a>)</em></p> <p>Lakukan pemeriksaan untuk menemukan kerusakan. Pemeriksaan dapat dilakukan dari arah luar. Permukaan atap yang tidak rata atau melengkung dapat menjadi indikasi adanya reng, usuk (kaso), atau gording yang patah maupun keropos.</p> <p>Namun, untuk pemeriksaan dari dalam, ialah dengan masuk ke dalam loteng (lubang atap). Ini akan lebih efektif. Lakukan penyenteran untuk mengetahui adanya bagian rangka atap yang keropos atau patah. Gunakan palu atau alat lain untuk mengetuk kayu dan meneliti tingkat kekeroposan. Tandai bagian tersebut.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/perbaikan rangka atap/2.jpg" alt="" width="567" height="354" /><em>(Sumber: <a href="http://www.auristeel.com/">disini</a>)</em></p> <p>- Pastikan bagian yang diduga keropos atau patah. Lalu, lakukan pembongkaran penutup atap. Angkat semua genting yang terdapat di atas rangka atap yang rusak atau pada area terdekat. Lakukan secara hati-hati.</p> <p>- Ukurlah panjang reng atau usuk yang keropos atau patah dan catat dengan benar. Jika sudah diukur, potong dan buanglah bagian yang keropos atau patah tersebut. Lakukan pemotongan sedikit demi sedikit secara hati-hati agar tidak menganggu batang yang lain.</p> <p>- Siapkan kayu baru sebagai pengganti sesuai ukuran reng, usuk, ataupun gording. Potonglah kayu sesuai panjang yang telah dicatat. Lalu, lapisi lebih dahulu permukaan kayu dengan bahan antirayap.</p> <p>- Pasanglah kayu pengganti tersebut. Penggantian usuk atau gording dapat dilakukan dari arah dalam. Pastikan kedua ujungnya mendapat tumpuan. Untuk penggantian reng lebih mudah jika dilakukan dari luar.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/perbaikan rangka atap/3.jpg" alt="" width="633" height="422" /><em>(Sumber: <a href="https://kreiner.lt/">disini</a>)</em></p> <p>Satukan kayu pengganti dan kayu lama dengan sistem sambungan lalu satukan dengan paku, jika perlu perkuat dengan pelat logam atau kayu tambahan pada kedua sisinya. Pastikan posisinya tepat dan kokoh.</p> <p>- Jika perbaikan rangka telah selesai, letakkan kembali genting pada posisi semula. Pastikan genting ditumpu dengan baik serta tersambung rapat (tidak bercelah) agar tidak jatuh atau berpotensi menimbulkan kebocoran.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/perbaikan rangka atap/Pemeriksaan_dari_dalam_loteng_atau_attic_IMG_2064__www_houserepairtalk_com_.jpg" alt="" width="648" height="486" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/houserepairtalk.com">disini</a>)</em></p> <p>Dalam proses perbaikan rangka atap, #SahabatJagoBangunan dapat sekaligus melakukan upaya  perkuatan pada bagian sambungan antarkayu yang lain, meskipun tidak patah. Gunakan pelat logam sebagai perkuatan antar sambungan tersebut. </p> <p>Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih lanjut atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Jangan lupa simak artikel-artikel #PakJago yang lain.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em> </p>
Begini Cara Membuat Kesan Lapang dengan Efek Pantulan Cermin
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>Cermin termasuk material yang sangat populer. Berbeda dengan kaca yang meneruskan sebagian besar cahaya, cermin memantulkan hampir keseluruhan cahaya yang diterima. Dengan demikian cermin nyaris sempurna memantulkan bayangan benda. Berbagai jenis cermin (datar, cekung dan cembung) memiliki banyak kegunaan.</p> <p>Dalam arsitektur, pada awalnya, cermin sekadar dibingkai dan digunakan sebagai cermin rias ataupun cermin hias. Cermin rias kemudian dikombinasikan dengan desain perabot, seperti lemari pakaian (<em>wardrobe</em>) dan meja rias.   </p> <p>Dengan berkembangnya eksplorasi desain serta didukung oleh kemajuan teknologi, pemanfaatan cermin dalam desain arsitektur maupun interior jauh lebih beragam. Dalam arsitektur, material cermin juga diaplikasikan sebagai pelapis elemen dinding, lantai, plafon, dan sebagainya.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/cermin/koleksi_majalah_rumahku_1.jpg" alt="" width="639" height="426" /><em>(Sumber: Majalah Rumahku)</em></p> <p>Boleh jadi banyak klien #SahabatJagoBangunan yang suka mengaplikasikan material cermin. #PakJago mencatat bahwa salah satu alasan pengaplikasian material cermin pada bangunan dan interior ialah kesan lega yang dihasilkannya. Lega dalam konteks ini artinya lapang atau terasa lebih luas dari besaran sebenarnya.</p> <p>Ini terjadi karena cahaya alami ataupun dari lampu yang dipantulkan dan disebarkan berpotensi membuat ruang lebih terang. Suasana terang ditambah efek pantulan objek membuat ruangan terasa lega atau terkesan lebih lapang.</p> <p>Efek ini sangat terasa terutama bila cermin diaplikasikan pada ruangan sempit. Semakin lebar cermin yang diaplikasikan, ruangan akan terasa semakin lapang. Demikian pula bila semakin banyak sisi ruang yang dilapisi bidang cermin.</p> <p>Pernahkan #SahabatJagoBangunan mengerjakan aplikasi material cermin pada berbagai elemen bangunan? Pada bagian eksterior ataukah interior? Menurut #PakJago, material cermin dapat diaplikasikan pada berbagai bagian bangunan, baik eksterior maupun interior, terutama pada ruang-ruang terbatas. Berikut beberapa di antaranya: </p> <ul> <li>Cermin sebagai kulit bangunan</li> </ul> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/cermin/mirror-buildings-roadside-cafe-2-468x306__weburbanist_com_.jpg" alt="" width="534" height="349" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/weburbanist.com">disini</a>)</em></p> <p>Cermin dapat diaplikasikan pada sebagian atau seluruh dinding eksterior. Efek pantulannya membuat tampilan bangunan lebih unik dan menarik. Sementara bagi lingkungan sekitarnya, efek pantulan cermin membuat ruang luar terasa lega atau terkesan lebih lapang. Karena dinding eksterior berbahan cermin juga memantulkan lansekap dan langit.   </p> <ul> <li>Cermin pada area taman atau halaman</li> </ul> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/cermin/Mirror_Fence_picture__www_homedit_com_.jpg" alt="" width="619" height="464" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/homedit.com">disini</a>)</em></p> <p>Pada area luar, selain pada dinding, material cermin dapat diaplikasikan pada beberapa spot taman atau halaman. Aplikasikan material cermin pada pagar; atau sandarkan cermin dalam bingkai besar pada dinding taman. Cermin tersebut akan memantulkan pemandangan lansekap atau langit, sehingga taman atau halaman yang sempit terkesan luas dan terasa lega.</p> <ul> <li>Cermin pada elemen ruang dalam</li> </ul> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/cermin/koleksi_majalah_rumahku_5.jpg" alt="" width="623" height="415" /><em>(Sumber: Majalah Rumahku)</em></p> <p>Efek pantulan yang memberi kesan lapang bisa didapat dengan mengaplikasikan cermin sebagai pelapis elemen ruang dalam. Cermin datar dapat digunakan untuk melapisi permukaan lantai, dinding atau plafon sesuai dengan kebutuhan. Jika tidak, bisa juga hanya dengan mendirikan atau menggantung cermin lebar dalam bingkai pada sisi-sisi ruang tertentu.</p> <p>Peletakan cermin menghadap bukaan/jendela akan lebih efektif menangkap serta menyebarkan cahaya alami dan memberikan efek optimal. Cermin yang dipasang pada dinding yang saling berhadapan akan membuat luas ruang terasa tidak terbatas, karena adanya efek pantulan bolak-balik atau terus-menerus. Penerapan cermin demikian bisa dilakukan di ruang mana pun.  </p> <ul> <li>Cermin pada perabot</li> </ul> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/cermin/_MG_0800.jpg" alt="" width="517" height="776" /><em>(Sumber: Majalah Rumahku)</em></p> <p>Kombinasi cermin pada perabot kayu, logam atau material lain relatif sudah umum. Selain fungsional, material ini juga memberi efek pantul yang membuat furnitur tampil lebih artistik dan menarik. Perabot yang dilengkapi cermin dapat diletakkan pada ruang sempit untuk memberi kesan lapang.</p> <p>Pada hunian terbatas, lemari atau kabinet dengan pintu-pintu berlapis cermin memberi kesan lega pada ruangan. Perabot bercermin juga dapat diterapkan pada area walk in closet, kamar mandi atau dapur. Cermin juga dapat diaplikasikan pada kepala ranjang (headboard) dan meja bar.</p> <ul> <li>Cermin dekoratif</li> </ul> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/cermin/lampion_cermin__www_theblockshop_com_au_.jpg" alt="" width="527" height="527" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/theblockshop.com.au">disini</a>)</em></p> <p>Cermin dekoratif banyak ragamnya. Seperti cermin hias berbingkai kayu atau logam dengan beragam motif dan ornamen, bentuk dan ukuran. Cermin ini bisa dipasang di area mana pun, seperti foyer, ruang tamu, ruang duduk, kamar tidur dan sebagainya. Cermin dekoratif bisa juga dijumpai pada lampu gantung, lampu duduk, dan lampion. </p> <p>Selain kesan lapang, aplikasi cermin juga membuat ruang terkesan anggun, elegan dan mewah. Cermin dalam berbagai rancangan dan kombinasi material juga menambah nilai estetis atau keindahan. Jadi, apakah Anda tertarik untuk memasang aneka cermin itu di rumah Anda?</p> <p>Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu di artikel-artikel #PakJago yang lain.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em>                                         </p>