Masuk

Tips

Beranda / Artikel
Search:

Yuk, Kenali Kelebihan dan Kekurangan Konstruksi Bangunan Kayu Sebelum Anda Membangun
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>Sejak zaman dahulu, kayu telah digunakan sebagai bahan bangunan. Jika kita cermati, sebagian besar rumah tradisional di Indonesia menggunakan kayu sebagai material utama, baik untuk elemen struktural maupun nonstruktural.</p> <p>Hingga kini kayu masih menjadi material favorit. Setidaknya pasti ada satu elemen bangunan yang memanfaatkan kayu sebagai materialnya. Kali ini #PakJago akan membahas seluk-beluk kayu dan prinsip-prinsip konstruksi bangunan kayu.</p> <h3>Kekurangan dan Kelebihan Material Kayu</h3> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/rumahkayu/1.jpg" alt="" width="760" height="395" /><em>(sumber: <a href="http://bebas-unik.blogspot.co.id/2014/03/material-kayu_4.html">disini</a>)</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/begini-proses-pembuatan-dak-beton-untuk-atap-datar-dan-bangunan-bertingkat">Begini Proses Pembuatan Dak Beton untuk Atap Datar dan Bangunan Bertingkat</a></h3> <p>Setiap material memiliki kelebihan dan kekurangan. Demikian pula dengan kayu, terutama sebagai material konstruksi bangunan. Kelebihannya, kayu memiliki kekuatan tarik sekaligus kekuatan tekan, sehingga membuat material ini cocok diaplikasikan sebagai bahan struktur bangunan yang menopang beban tekan dan tarik aksial dan juga beban lentur.</p> <p>Merujuk pada kebanyakan rumah tradisional yang kebanyakan berbahan kayu, penggunaan kayu sebagai material konstruksi sudah terbukti keandalannya. Meski demikian, material kayu juga memiliki berbagai kekurangan. Di antaranya, kayu relatif lemah jika menerima beban yang tegak lurus dengan arah seratnya. Bahan alami ini juga berpotensi diserang rayap dan jamur serta mudah lapuk pada kelembapan tinggi.</p> <p>Kayu juga relatif mudah terbakar. Karenanya, untuk aplikasi konstruksi harus dipilih jenis kayu yang kuat dan awet, tidak bercacat, telah melalui proses pengeringan yang tepat, dan juga proses pengawetan (sehingga bahan relatif antirayap atau jamur).</p> <h3>Konstruksi Bangunan Kayu</h3> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/rumahkayu/3.jpg" alt="" width="762" height="1147" /><em>(Sumber: <a href="https://www.arsitag.com/article/mengeksplorasi-keindahan-bahan-bangunan-sederhana">disini</a>)</em></p> <p>Mengingat karakteristik kayu maka penggunaannya sebagai elemen struktural maupun nonstruktural perlu memperhatikan beberapa hal berikut.</p> <p>• Konstruksi kayu harus dibuat dari jenis kayu berkualitas sesuai fungsinya, dan tidak cacat. Untuk elemen struktural—kolom, balok, plat lantai, kuda-kuda—idealnya dipilih kayu solid bermutu tinggi, karena daya dukungnya relatif lebih baik. Jenis kayu yang sesuai untuk elemen struktural, antar lain jati, ulin, bengkirai, dan merbau.</p> <p>Kayu bermutu sedang atau lebih rendah (kamper dan meranti) maupun kayu olahan (plywood, blockboard, dan particle board) lebih tepat diaplikasikan pada elemen bangunan yang tidak menopang beban, seperti dinding partisi, plafon, pintu, dan jendela.</p> <p>• Konstruksi kayu, baik untuk menciptakan konstruksi bidang (2D) ataupun konstruksi ruang (3D) dibuat dengan sistem sambungan dan hubungan. Sambungan prinsipnya menyambung dua batang kayu atau lebih sehingga menjadi lebih panjang; sedangkan sistem hubungan adalah menghubungkan dua kayu atau lebih pada titik tertentu sehingga menjadi suatu konsturuksi atau bagian konstruksi. Ada sambungan bibir, sambungan lidah dan alur, sambungan takikan, hubungan tegak lurus, hubungan menyudut, dan sebagainya.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/rumahkayu/2.jpg" alt="" width="758" height="541" /><em>(Sumber: <a href="https://www.arsitag.com/article/mengeksplorasi-keindahan-bahan-bangunan-sederhana">disini</a>)</em></p> <p>Berbagai macam sambungan pada prinsipnya dikelompokkan menjadi tiga:</p> <p>- Sambungan memanjang, misalnya untuk menyambung gording dan balok tembok.<br />- Sambungan melebar, misalnya untuk pembuatan lantai, dinding, dan atap.<br />- Sambungan menyudut (berbeda arah seratnya), misalnya untuk kuda-kuda dan kusen.<br /> <br />• Agar hubungan dan sambungan kuat dan stabil harus memenuhi beberapa syarat berikut.<br />- Sambungan harus sederhana dan kuat. Takikan yang terlalu besar dan dalam sebaiknya dihindari, karena berpotensi menurunkan kekuatan kayu dan cenderung boros.<br />- Posisi sambungan harus tepat agar mampu menahan gaya-gaya yang bekerja padanya.<br />- Pembuatan sambungan harus menyesuaikan sifat kayu yang menyusut dan mengembang.<br /> <br />• Agar tetap kokoh dan tahan lama, konstruksi kayu harus mendapat perawatan khusus sebelum dan setelah pemasangan. Perawatan terutama ditujukan untuk mengantisipasi kayu tidak rusak atau keropos akibat faktor cuaca dan hewan pengganggu.</p> <p>• Jika mungkin, konstruksi bangunan kayu sebaiknya tidak diterapkan pada daerah yang berpotensi merusak konstruksi kayu. Misalnya daerah berkadar garam tinggi seperti tepi laut.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/mau-bikin-teras-tapi-lahan-terbatas-coba-pilih-aneka-model-ini">Mau Bikin Teras Tapi Lahan Terbatas? Coba Pilih Aneka Model Ini</a></h3> <p>Demikian ulasan tentang seluk-beluk konstruksi bangunan kayu dari #PakJago. Semoga bermanfaat. Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Simak juga artikel-artikel #PakJago yang lain.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Begini Proses Pembuatan Dak Beton untuk Atap Datar dan Bangunan Bertingkat
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>Dak beton atau pelat lantai beton adalah konstruksi lantai untuk tingkat atas pada bangunan bertingkat dua atau lebih, yang terbuat dari struktur beton bertulang. Dak beton juga dapat difungsikan sebagai atap datar, bahkan untuk bangunan satu lantai.</p> <p>Jika #SahabatJagoBangunan menggarap bangunan satu lantai dengan atap datar atau bangunan bertingkat dengan struktur beton maka pembuatan dak beton adalah mutlak. Kali ini #PakJago akan mengulas seluk-beluk dak beton konvensional dan prinsip pengerjaannya.</p> <h3>Struktur Beton Bertulang pada Dak Beton</h3> <p>Secara konvensional pembuatan dak beton tidak bisa dipisahkan dari balok dan kolom beton. Ketiganya terikat satu sama lain sebagai struktur beton bertulang, yaitu rangkaian tulangan baja yang dicor dengan beton—campuran air, semen, dan agregat (pasir, kerikil, batu pecah).</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/DAK/pembesian__www_yourhome_gov_au_.jpg" alt="" width="756" height="672" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/edit/yourhome.gov.au">disini</a>)</em></p> <p>Dak atau pelat beton merupakan bagian struktur yang berarah horizontal dan menerima beban dari atas yang bekerja secara tegak lurus. Balok yang mengikat dak beton di bagian bawah (balok T), berfungsi menahan tegangan tarik dan tekan (akibat beban lentur yang bekerja). Kolom berfungsi menyalurkan seluruh beban bangunan yang diterima dari balok ke struktur bawah (pondasi).</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/material-alat-dan-teknik-pengecoran-balok-yang-wajib-diketahui-tukang-bangunan">Material, Alat, dan Teknik Pengecoran Balok yang Wajib Diketahui Tukang Bangunan</a></h3> <p>Kekuatan dak beton dalam menahan beban dipengaruhi oleh pembesian dan ketebalannya. Jika tidak dihitung dengan tepat dan dicor dengan benar, struktur beton bertulang ini berpotensi retak hingga roboh. Pembuatan struktur beton bertulang termasuk dak beton, baik untuk lantai ataupun atap, harus mengikuti berbagai ketetapan Peraturan Beton Bertulang atau SNI 2847. Misalnya, bahwa kecuali ditentukan lain karena pembatasan, ukuran tebal pelat lantai tidak boleh kurang dari 12 cm dan untuk pelat atap minimal 7 cm.</p> <h3>Proses Pembuatan Dak Beton</h3> <p>Proses pembuatan dak beton secara konvensional melalui beberapa tahapan sebagai berikut.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms//articles/DAK/perancah_pendukung_bekisting_dak_beton_pixabay_com_.jpg" alt="" width="760" height="571" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/edit/pixabay.com">disini</a>)</em></p> <p>• Pekerjaan dak beton konvensional diawali dengan pembuatan cetakan (bekisting) dan pembesian balok serta pelat beton. Selain untuk menopang pembesian dan menampung adonan beton yang akan dituang atau cor, bekisting juga memberi bentuk. Bekisting bisa dibuat dari papan, multipleks, atau bahan lain yang sesuai, dan ditopang oleh perancah (scaffolding) sebagai penyangga sementara.</p> <p>• Setelah pekerjaan persiapan selesai harus dilakukan pemeriksaan ulang pada bekisting, meliputi dimensi, elevasi, kelurusan, kerapatan sambungan), dan juga pemeriksaan tulangan (dimensi, jumlah dan jarak besi tulangan, kekuatan bendrat). Untuk memeriksa elevasi bisa dibantu theodolit dan waterpass.</p> <p>• Pipa-pipa yang memuat jaringan elektrikal ataupu sebagai jaringan utilitas juga harus dipastikan telah terpasang dengan baik. Selanjutnya bekisting harus dibersihkan dari segala jenis kotoran. Jika perlu, bisa digunakan kompresor udara.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms//articles/DAK/5.jpg" alt="" width="762" height="572" /><em>(Sumber: <a href="http://sriwijaya-keraton.blogspot.co.id/">disini</a>)</em></p> <p>• Adukan beton yang akan dicor, bisa dibuat secara konvensional, menggunakan mesin molen kecil, ataupun dipesan adonan siap cor “ready mix”, yang biasanya didatangkan oleh truk molen besar. Jika telah siap bisa dilakukan pengecoran pelat lantai dan balok (bisa juga sekaligus dengan kolom).</p> <p>Pastikan adonan beton telah melalui pengujian slump. Beton yang telah dituang diratakan dengan penggaruk (papan perata) dan dipadatkan dengan mesin vibrator. Sebagai acuan bisa digunakan tinggi peil lantai.</p> <p>• Jeda waktu untuk pengecoran satu bidang sebaiknya dihindari, karena berpotensi memicu terjadinya retak/kebocoran. Jika terpaksa menghentikan pengecoran, sebaiknya pada posisi ¼ bentang (dihitung dari tumpuan). Jika mungkin, pengecoran baik dilakukan malam hari untuk mengantisipasi sinar matahari yang ekstrem. Pengecoran siang hari akan baik bila dilakukan di bawah terpal pelindung.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/pastikan-anda-sudah-tahu-hal-ini-sebelum-membuat-pondasi-untuk-rumah-2-lantai">Pastikan Anda Sudah Tahu Hal Ini, Sebelum Membuat Pondasi untuk Rumah 2 Lantai</a></h3> <p>• Pembongkaran bekisting sebaiknya dilakukan setelah 4-21 hari, seturut proses pengerasan dan pengeringan beton. Sebelum kering sempurna, sebaiknya dak beton tidak dibebani berlebihan. Dak beton yang difungsikan sebagai atap, idealnya dilapisi bahan waterproofing penutup pori-pori beton untuk mengantisipasi rembes atau bocor.</p> <p>Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu di artikel-artikel #PakJago yang lain.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani </em></p>
Pastikan Anda Sudah Tahu Hal Ini, Sebelum Membuat Pondasi untuk Rumah 2 Lantai
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>Pondasi untuk rumah dua lantai harus lebih kuat daripada rumah satu lantai. Hal ini tidak mengherankan, mengingat beban yang ditopang juga jauh lebih berat. Kekokohan pondasi menentukan kemampuannya menopang seluruh beban bangunan sehingga tidak goyah apalagi roboh.</p> <p>Berikut ini #PakJago akan mengulas jenis pondasi yang sesuai untuk rumah 2 lantai dan hal-hal yang perlu diketahui sebelum menentukannya.</p> <h3>Syarat Penentuan Pondasi</h3> <p>Penentuan jenis, bentuk, dan dimensi pondasi untuk rumah dua lantai harus dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal berikut.</p> <p>• Beban yang harus ditopang pondasi</p> <p>Meliputi beban mati (beban sendiri dan konstruksi bangunan yang bersifat tetap), beban hidup (penghuni, perabot, dan lain-lain yang bersifat tak tetap), beban gempa, beban angin, dan sebagainya. Material yang lebih ringan membuat bobot bangunan juga lebih ringan.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/PONDASI 2 LANTAI/5.jpg" alt="" width="759" height="568" /><em>(Sumber: <a href="https://plus.google.com/+PanduanRumahDotCom/posts/2wycoxsNDEN">disini</a>)</em></p> <p>Misalnya, rumah papan tentu lebih ringan daripada rumah berdinding bata dengan dak beton. Bangunan dengan kombinasi rangka atap kayu dan genteng tanah liat tentu lebih berat daripada bangunan yang memakai rangka baja ringan dan genteng metal.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/material-alat-dan-teknik-pengecoran-balok-yang-wajib-diketahui-tukang-bangunan">Material, Alat, dan Teknik Pengecoran Balok yang Wajib Diketahui Tukang Bangunan</a></h3> <p>• Jenis dan kondisi tanah</p> <p>Penyelidikan tanah harus dilakukan lebih dahulu, karena ada banyak jenis tanah dengan kepadatan dan daya dukung berbeda-beda. Ada tanah berbatu yang keras, tanah berpasir, tanah liat yang lunak, dan sebagainya. Kondisi tanah pun beragam, ada yang stabil ada pula yang labil.</p> <p>Pondasi yang cocok untuk jenis tanah keras belum tentu tepat diterapkan pada tanah lunak. Jadi, penerapan jenis pondasi disesuaikan jenis dan kondisi tanah di mana rumah akan dibangun. Lakukan penyelidikan tanah (soundir) pada beberapa titik, terutama pada titik pemasangan pondasi.</p> <p>• Kondisi lingkungan</p> <p>Kondisi lingkungan di sekeliling lahan maupun wilayah secara lebih luas perlu diketahui. Misalnya, lingkungan setempat rawan gempa maka harus diterapkan pondasi yang dapat menahan gaya-gaya akibat goncangan gempa.</p> <h3>Pondasi untuk Rumah 2 Lantai</h3> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/PONDASI 2 LANTAI/3.jpg" alt="" width="762" height="477" /><em>(Sumber: <a href="http://tipsmembuatrumah.blogspot.co.id/2015/11/cara-membuat-pondasi-rumah-2-lantai.html">disini</a>)</em></p> <p>Berikut ini beberapa pilihan jenis pondasi yang dapat diterapkan untuk rumah 2 lantai. <br /> <br />• Pondasi menerus batu kali</p> <p>Jenis pondasi dangkal ini hanya cocok diterapkan jika tanah keras berada tidak jauh dari permukaan tanah (≤1 m). Penampang pondasi menerus biasanya berbentuk trapesium, dengan tinggi = lebar bawah, dan menyatu dengan sloof.</p> <p>Pondasi yang juga diterapkan untuk bangunan satu lantai ini, bisa dipakai untuk bangunan 2 lantai namun yang relatif sederhana. Jenis pondasi ini bisa juga diganti dengan pelat beton lajur.</p> <p>• Pondasi tapak (foot plate)</p> <p>Jenis pondasi setempat ini, cocok diterapkan pada tanah yang padat ataupun relatif lembek. Pondasi ini dibuat dari beton bertulang berbentuk tapak persegi dengan tiang yang terhubung dengan kolom utama (struktural).</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/PONDASI 2 LANTAI/pondasi_tapak_3__RCC_Footing_.jpg" alt="" width="760" height="570" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/youtube.com">disini</a>)</em></p> <p>Pondasi dengan kedalaman sekitar 1-3 meter ini mampu menahan beban bangunan 2-3 lantai. Jika perlu, pada kondisi tanah tertentu, pondasi tapak dapat dikombinasikan dengan pondasi menerus batu kali untuk mendukungnya.</p> <p>• Pondasi cakar ayam</p> <p>Pondasi ini memiliki daya dukung relatif kuat dan mampu menopang beban bangunan 2 lantai pada beragam jenis dan kondisi tanah. Terlebih jika rumah berada di daerah labil, seperti perbukitan, atau pada struktur tanah yang relatif lunak.</p> <p>Pondasi ini terdiri dari plat beton bertulang, tebal ±10-12 cm, menyatu dengan pipa-pipa beton bertulang pada bagian bawahnya. Struktur demikian akan menjaga kestabilan struktur bangunan dan mengantisipasi terjadinya penurunan.</p> <p>• Pondasi tiang (sumuran, bore pile, atau strauss pile)</p> <p>Jika posisi tanah keras cukup dalam (6-30 meter), jenis pondasi yang cocok adalah pondasi tiang (tiang pancang, sumuran, dan bore pile atau strauss pile). Prinsip pondasi ini adalah menanam tiang beton ke dalam tanah.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/PONDASI 2 LANTAI/03b-bore-pile.jpg" alt="" width="765" height="463" /><em>(Sumber: <a href="https://proyeksipil.blogspot.co.id/2012/11/sekilas-tentang-pondasi-bor-pile.html">disini</a>)</em></p> <p>Untuk rumah tinggal, pilihan yang pas adalah sumuran dan bore pile atau strauss pile. Pondasi sumuran dibuat seperti menggali sumur lalu dicor beton. Sementara, bore pile dan strauss pile, cara pembuatannya sama yaitu tanah dilubangi dengan bor, dipasangi tulangan besi dan bekisting pipa, lalu dicor beton.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/begini-aturan-dan-tahapan-yang-harus-anda-tahu-sebelum-membuat-pagar-dan-selokan">Begini Aturan dan Tahapan yang Harus Anda Tahu Sebelum Membuat Pagar dan Selokan</a></h3> <p>Bedanya proses penggalian bore pile dengan mesin bor, sedangkan strauss pile dengan bor manual. Selain pengerjaannya lebih cepat, diameter dan kedalaman bore pile juga melebihi strauss pile yang hanya bisa mencapai diameter 30 cm dan kedalaman <10 m.</p> <p>Sayangnya, mesin diesel pada bore pile menimbulkan bising. Namun, pengeboran tanah tidak menimbulkan getaran yang mengganggu seperti pada pondasi tiang pancang.</p> <p>Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu di artikel-artikel #PakJago yang lain.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Begini Aturan dan Tahapan yang Harus Anda Tahu Sebelum Membuat Pagar dan Selokan
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>Pagar dan selokan adalah bagian bangunan, termasuk di rumah tinggal, yang sangat penting. Pagar berkaitan erat dengan privasi dan sistem keamanan, sedangkan selokan berhubungan dengan sistem drainase. Dalam pembangunan, keduanya bisa jadi saling berkaitan atau memengaruhi. Berikut #PakJago uraikan hal-hal prinsip terkait pembuatan pagar dan selokan.</p> <h3>Aturan Membuat Pagar dan Selokan</h3> <p>Pagar yang membatasi lahan hunian termasuk hak milik pribadi dan harus dibangun di lahan pribadi. Selain mempertimbangkan aspek kekuatan, keamanan, dan estetika, pembuatannya juga harus mempertimbangkan aspek sosial dan regulasi. Berikut penjelasannya.</p> <p>• Hindari membuat pagar tepat pada garis batas lahan, apalagi di luar batas karena berarti menggunakan lahan umum/orang lain. Demikian juga bila membuat fitur lansekap, seperti bangku, bak sampah, dan carport.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/selokan/1.jpg" alt="" width="760" height="570" /><em>(Sumber: <a href="https://gyannara.wordpress.com/2010/09/07/pembuatan-pagar-proses-pembangunan-rumah/">disini</a>)</em></p> <p>• Ikuti regulasi pemerintah setempat atau pengembang. Misalnya, jika rumah ada di kawasan berkonsep hunian tanpa pagar, sebaiknya pembuatan pagar tidak dipaksakan. Jika tak ada regulasi, pagar bisa dibangun sesuai keinginan. Untuk keamanan dan privasi bisa dibuat pagar tertutup setinggi ±1,8-2,5 meter; untuk antisipasi bising bisa dibuat pagar tebal setinggi ±1,8-2 meter; dan sebagainya.</p> <h3>Baca Juga:<a href="/article/read/ini-cara-memasang-talang-metal-yang-benar-agar-air-hujan-tidak-merusak-bangunan"> Ini Cara Memasang Talang Metal yang Benar Agar Air Hujan Tidak Merusak Bangunan</a></h3> <p>• Di permukiman yang relatif aman, idealnya pagar tidak sepenuhnya menutup relasi dengan lingkungan luar. Mengingat perlunya keramahan, kerukunan dan tenggang rasa, idealnya tinggi pagar dibuat ±0,9-1,2 meter dengan desain transparan. Pagar solid (tembok atau dinding beton) yang terlalu tinggi juga berpotensi menutup aliran udara serta penyinaran matahari. Hal ini akan mengurangi kenyamanan rumah sendiri juga tetangga.</p> <p>Bagaimana dengan selokan? Berbeda dengan pagar, selokan yang ada di luar rumah biasanya dibangun pada lahan umum dan terhubung dengan selokan tetangga. Selanjutnya, sistem drainase lingkungan akan terhubung ke pembuangan utama (sungai, danau, atau laut.).</p> <p>Jadi, pembuatan selokan perlu disesuaikan dengan sistem drainase lingkungan setempat, mencakup lebar, kedalaman, kemiringan, juga tingkat ketertutupan. Kesepakatan masyarakat setempat, mungkin juga mencakup aspek estetika, seperti keseragaman material atau finishing.</p> <h3>Tahapan pembuatan pagar dan selokan</h3> <p>Dalam perencanaan rumah, idealnya posisi pagar dan selokan juga ditetapkan. Pembuatan pagar dan selokan bisa dilakukan secara terpisah, tetapi bisa juga dilakukan secara berurutan. Jika dana terbatas, utamakan pembangunan selokan karena berkaitan dengan sistem pembuangan air kotor dan air hujan dari rumah tinggal. Berikut tahap-tahap pembuatannya yang bisa disesuaikan dlam pengerjaan di lapangan.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/selokan/2.jpg" alt="" width="765" height="430" /><em>(Sumber: disini)</em></p> <p>• Pertama, tentukan desain pagar dan selokan, terkait bentuk, ukuran dan material. Pagar bisa berupa dinding bata, batu, kayu, baja, hollow, atau kombinasi. Tentukan juga material untuk selokan, apakah bata plesteran, cor beton, beton pracetak (U-ditch), atau yang lain; terbuka atau tertutup; dan sebagainya.</p> <p>• Lakukan pengukuran untuk menentukan dimensi dan elevasi pagar dan selokan. Sebaiknya berikan jarak antara keduanya. Jika lahan cukup luas, pagar bisa dibuat menjorok ke dalam. Pasang bouwplank, gunakan benang untuk pedoman penggalian dan pemasangan pondasi.</p> <p>• Lakukan pekerjaan galian tanah. Meskipun pondasi pagar bisa di atas tanah, tetapi sebaiknya dibuat di dalam tanah agar pagar lebih kokoh. Kedalamannya disesuaikan jenis pagar, tetapi bisa <1 m. Sementara, kedalaman selokan disesuaikan sistem drainase setempat yang sudah terbangun. Sesuaikan juga dengan materialnya, misalnya dipakai U-ditch ukuran 30×30 cm (lebar×tinggi).</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/selokan/3.jpg" alt="" width="764" height="499" /><em>(Sumber: <a href="http://www.aktual.com/perbaikan-saluran-air-kawasan-asia-afrika/">disini</a>)</em></p> <p>• Lakukan pengerjaan pondasi. Jenis pondasi tergantung jenis pagar. Untuk pagar tembok atau kombinasi tembok dengan material lain (kayu, dan besi hollow) bisa dibuat pondasi lajur batu kali atau bata merah, plat menerus, atau tapak. Namun, untuk pagar sederhana cukup dibuat pondasi setempat untuk kolom atau tiang antarpagar (misalnya setiap jarak 1,5- 5 meter). Sementara untuk selokan U-ditch, bisa dibuat lantai kerja (sirtu dan batu kosong).</p> <p>• Selanjutnya, buat dinding pagar dari bahan terpilih. Misalnya, pagar tembok plesteran, pagar dinding bata ekspose, batu alam, kayu, metal (besi holow, baja, dsb.), atau kombinasinya. Pilihlah sesuai tingkat keamanan dan keindahan yang diinginkan. Sementara untuk selokan, bisa dipasang U-ditch yang telah disiapkan dengan memperhatikan kemiringan sesuai aliran air.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/menawan-perpaduan-batu-alam-dan-bata-merah-ini-bisa-diterapkan-dimana-saja">Menawan, Perpaduan Batu Alam dan Bata Merah Ini Bisa Diterapkan Dimana Saja</a></h3> <p>Pemasangan U-ditch pada area pintu masuk harus dilengkapi penutup (bisa berupa beton pracetak atau besi penutup selokan). Bagian ini harus cukup kuat, terutama jika nantinya juga dilewati kendaraan. Pastikan selokan terhubung sempurna dengan saluran drainase dari dalam rumah. Lakukan penyemenan pada celah antar-buis beton dan buat perkuatan pada sisi atas kanan-kirinya misalnya berupa bata plesteran.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/selokan/selokan-tertutup-sumber-inspirasi-desainrumah-minimalis__joglosemar_co_.jpg" alt="" width="761" height="646" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/joglosemar.com">disini</a>)</em></p> <p>• Jika pagar sudah selesai, bisa dipasang pintu pagar (sebelumnya bisa dipesan atau dirangkai tersendiri). Lanjutkan dengan tahap finishing agar pagar lebih indah. Terakhir, jika perlu, bisa dipasang pengaman elektronik dan perangkat elektrik agar pagar bisa dibuka-tutup otomatis.</p> <p>Sementara, pastikan selokan kering sempurna sebelum dioperasikan. Untuk keamanan dan mengantisipasi kotoran masuk, bagian yang terbuka bisa dipasang besi penutup selokan. Area antara pagar dan selokan bisa dimanfaatkan sebagai ruang hijau.</p> <p>Semoga berbagai informasi dari #PakJago terkait pembuatan pagar dan selokan ini berguna. Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Jangan lupa simak artikel #PakJago yang lain.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Material, Alat, dan Teknik Pengecoran Balok yang Wajib Diketahui Tukang Bangunan
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>Balok adalah bagian struktur bangunan yang mengikat kolom-kolom sekaligus menjadi dudukan plat lantai (pada bangunan bertingkat). Balok berfungsi sebagai rangka penguat horizontal yang menahan tegangan tarik dan tekan, serta bertugas mentransfer beban bangunan menuju kolom.</p> <p>Satu di antara beragam material balok adalah beton bertulang, di mana pengecoran menjadi tahap penting karena mempengaruhi kekuatan dan kestabilan struktur. Kali ini #PakJago akan mengulas tentang pengecoran balok yang diikat dengan kolom struktur. Simak, yuk!</p> <h3>Material dan Peralatan yang Diperlukan</h3> <p>Material utama yang dibutuhkan ialah besi baja dan kawat bendrat untuk pembesian serta adukan beton (campuran air, semen, dan agregat—pasir, kerikil, batu pecah) dengan konsistensi tertentu. Jika perlu, bisa disiapkan bahan aditif untuk mengubah sifat atau karakteristik beton.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/COR BETON/4.jpg" alt="" width="755" height="566" /><em>(Sumber: <a href="https://abangdiqi.wordpress.com/">disini</a>)</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/begini-cara-gampang-untuk-menghitung-dan-membuat-galian-tanah-pondasi">Begini Cara Gampang untuk Menghitung dan Membuat Galian Tanah Pondasi</a></h3> <p>Selain itu juga diperlukan bahan untuk pembuatan bekisting, seperti balok kayu 8/12 untuk gelagar; balok kayu 6/12 untuk suri-suri; kayu usuk dan papan atau multipleks untuk membuat cetakan balok; sejumlah balok kayu sebagai penahan (skur) untuk menjaga kestabilan bekisting; paku dan kertas semen; dan bahan tambahan lain.</p> <p>Sementara itu, alat kerja yang diperlukan adalah sebagai berikut.</p> <p>• Perancah atau steger sesuai kebutuhan, bisa dibuat sendiri (dari bambu, balok kayu, dll.) atau disewa berupa set scaffolding berupa pipa-pipa besi yang bisa dirakit (kockdown). Perancah berfungsi menopang bekisting agar kokoh saat diisi adukan beton.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/COR BETON/pekerjaan_balok_beton__griyaswakelola_blogspot_co_id_.jpg" alt="" width="769" height="576" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/griyaswakelola.blogspot.co.id">disini</a>)</em></p> <p>• Peralatan lain yang diperlukan, meliputi alat ukur (meteran, pensil, penyiku, teodolith, waterpass, dll.); alat untuk membuat bekisting (gergaji, palu, dll.); alat untuk pembesian (bar cutter, bar bender, alat pengikat bendrat bisa catut atau kateha); peralatan untuk pengecoran (molen kecil, jika tidak memakai beton ready mix; vibrator atau batang besi/kayu; wadah untuk menuang beton berupa ember, pompa, pipa, dll.); dan peralatan pendukung lain, seperti kompresor, tangga, dsb.; juga perlengkapan K3.</p> <h3>Tahap-Tahap Pengecoran Balok</h3> <p>Seperti dijelaskan di atas, balok beton yang akan dicor tidak monolit dengan pelat lantai, jadi hanya terikat dengan kolom. Jadi, kolom-kolom (struktur) yang akan disatukan dengan balok sudah harus dicor lebih dahulu. Berikut tahap-tahap pengecoran balok.</p> <p>• Pertama-tama, pastikan kolom-kolom telah dicor sampai ketinggian di mana akan disatukan dengan balok. Semestinya pada bagian atas kolom telah disisakan tulangan yang akan disatukan dengan tulangan balok.</p> <p>• Lakukan pengukuran untuk menentukan as balok. Kemudian pasang perancah (scaffolding). Perancah disusun di antara setiap dua kolom struktur di bawah posisi balok akan dicor. Untuk perancah kockdown pemasangan dimulai dari jack base, main frame, dan ladder frame, yang disambung dengan joint pin; lalu diperkuat dengan cross brace.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/jangan-keliru-begini-tahapan-pemasangan-daun-pintu-dan-jendela-yang-benar">Jangan Keliru, Begini Tahapan Pemasangan Daun Pintu dan Jendela yang Benar</a></h3> <p>• Sementara di area lain bisa dilakukan pembuatan papan bekisting sesuai ukuran balok, terdiri dari papan alas dan 2 papan untuk kedua sisi balok. Berikan penguatan pada papan bekisting agar tidak melengkung. Selain bekisting, bisa juga dikerjakan pembesian untuk balok, kecuali jika pembesian akan dilakukan di tempat.</p> <p>• Setelah perancah siap, pasang dua balok gelagar pada kedua sisi memanjang (searah panjang balok), jaraknya bisa disesuaikan. Melintang di atas gelagar, susunlah suri-suri dari tepi satu ke tepi lain dengan jarak ±40-60 cm.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/COR BETON/2.jpg" alt="" width="766" height="460" /><em>(Sumber: <a href="http://www.lentink.nl/en/nieuwe-gevel-lentink/">disini</a>)</em></p> <p>• Pasang papan bekisting bagian dasar. Lalu, kerjakan pembesian balok di atasnya. Atau, jika pembesian telah dikerjakan di bawah (fabrikasi), bisa langsung dipasang di atas bekisting tersebut. Atur posisinya secara tepat dan satukan dengan tulangan kolom yang tersisa.</p> <p>• Setelah penulangan selesai, pasanglah papan bekisting bagian samping. Sebagai perkuatan, pasang beberapa kayu penahan (skur) pada kedua sisi bekisting, jika perlu juga di atasnya.</p> <p>• Sebelum pengecoran, perlu diperiksa kelurusan dan kedataran serta kekuatan bekisting.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/5-langkah-mudah-membangun-rumah-hemat-energi">5 Langkah Mudah Membangun Rumah Hemat Energi</a></h3> <p>• Setelah siap bisa dilakukan pengecoran dengan adukan beton buatan sendiri atau dari “ready mix”. Agar dihasilkan beton yang padat, selama pengecoran ratakan dan padatkan adukan dengan bantuan vibrator atau batang kayu/besi.</p> <p>• Untuk proses perawatan bisa dilakukan penyiraman air, setelah beberapa hari. Pembongkaran papan bekisting bisa dilakukan setelah 7-21 hari, sesuai proses pengeringan beton sehingga didapat beton yang kokoh.</p> <p>Demikian ulasan tentang pengecoran balok, semoga bermanfaat. Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Jangan lupa simak artikel #PakJago yang lain.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Ini Cara Memasang Talang Metal yang Benar Agar Air Hujan Tidak Merusak Bangunan
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>Talang merupakan bagian dari sistem drainase bangunan yang berfungsi sebagai penampung air hujan yang jatuh dari cucuran atap untuk dialirkan ke selokan, bak penampung, atau sumur resapan. Tanpa talang, air hujan bisa jatuh ke tempat yang tidak diinginkan, sehingga berpotensi merembes dan merusak dinding bangunan, pondasi, dan sebagainya.</p> <p>Pemasangan talang harus dilakukan secara tepat agar bisa berfungsi dengan baik. Begitu juga dengan talang metal atau talang logam. Lalu bagaimana cara memasang talang metal dengan benar? #PakJago akan membagikan caranya untuk Anda.</p> <h3>Mengenal Talang Metal</h3> <p><img src="/images/cms///articles/Talang Metal/talang_air.jpg" alt="" width="763" height="575" /></p> <p style="text-align: center;"><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/tbsumbermegah.com">disini</a>)</em></p> <p>Ada banyak jenis bahan untuk talang air, seperti beton yang dicor, plastik (PVC), fiberglass, dan metal (logam). Talang metal juga banyak jenisnya, diantaranya ada seng, galvalum, baja ringan, tembaga, atau kombinasinya. #PakJago akan membahas talang metal yang diproduksi dengan sistem knock down yang siap diaplikasikan pada bangunan.</p> <p>Talang metal siap pasang ada yang berbentuk setengah lingkaran ataupun persegi, dan terbuat dari baja ringan lapis galvanis yang kuat dan tahan lama serta antikarat. Biasanya juga dilengkapi cat pelapis powdercoating.</p> <h3>Persiapan Sebelum Pemasangan</h3> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/Talang Metal/rangkaian-talang-air1.jpg" alt="" width="765" height="628" /><em>(Sumber: <a href="http://talangairhujan.blogspot.co.id/2017/07/talang-metal-ex-lindab-0812-6666.html">disini</a>)</em></p> <p>Untuk aplikasi talang metal knock down, lakukan beberapa persiapan berikut.</p> <p>Pertama, menghitung kebutuhan talang datar (penampung limpahan air). Penghitungan bisa dilakukan dari gambar kerja (denah atap) atau dengan mengukur langsung panjang sisi atap yang hendak dipasangi talang (keliling atap). Berikan toleransi 1-3 meter. Hitung juga kebutuhan aksesoris atau berbagai pelengkapnya berikut ini.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/tak-perlu-bongkar-total-begini-langkah-praktis-untuk-renovasi-dinding-gipsum">Tak Perlu Bongkar Total, Begini Langkah Praktis untuk Renovasi Dinding Gipsum</a></h3> <p> Talang sudut, yaitu bagian talang yang dipasang pada sudut-sudut atap. Hitung jumlah sudut di sekeliling atap meliputi sudut luar dan sudut dalam.</p> <p> Penahan limpahan, untuk menahan aliran yang terlalu deras agar tidak luber keluar talang (biasanya pada bagian sudut atap).</p> <p> Penggantung (dudukan talang) yang idealnya dipasang per jarak 1 meter. Jadi, hitungannya sama dengan panjang total talang + 1.</p> <p> Spacer, berfungsi meluruskan posisi penggantung jika lisplank tidak tegak lurus. Sediakan spacer sejumlah penggantung.</p> <p> Penyambung talang, berfungsi menyatukan talang sekaligus mengantisipasi kebocoran yang mungkin terjadi pada titik pertemuan talang. Kebutuhan disesuaikan jumlah sambungan.</p> <p> Penutup talang, yang berfungsi sebagai penutup setiap ujung talang. Hitung ujung talang untuk mengetahui jumlah yang diperlukan.</p> <p> Corong dan pipa tegak. Corong berfungsi menyalurkan air dari talang ke pipa tegak, yang akan mengalirkannya ke buangan. Idealnya jarak antarcorong (juga pipa tegak) ±6-10 meter. Panjang pipa per batang 3 meter.</p> <p>Panjang per satu pipa tegak dihitung menurut tinggi dinding dan jarak corong ke dinding. Panjang total adalah panjang pipa tegak dikalikan jumlah pipa tegak yang akan dipasang. Sementara kebutuhan corong adalah jumlah pipa tegak dikali 2.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/Talang Metal/bought_metal_gutters_1__www_theguttercompany_co_uk_.jpg" alt="" width="757" height="521" /><br /> <em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/theguttercompany.co.uk">disini</a>)</em></p> <p> Pipa lengkung, untuk menyambung corong dan pipa tegak. Jumlahnya disesuaikan jumlah corong atau pipa tegak dikalikan 2.</p> <p> Penahan pipa, digunakan untuk menahan pipa ke dinding agar tidak bergeser atau goyah. Idealnya, penahan pipa dipasang per 2 meter panjang pipa. Atau, disesuaikan dengan kondisi.</p> <p> Sepatu pipa, dipasang pada ujung bawah pipa untuk mengarahkan aliran air ke buangan. Jumlahnya sesuai jumlah pipa tegak. Elemen ini bisa digantikan degan pipa lengkung.</p> <p> Sekrup dan sealant (perekat khusus). Jumlahnya disesuaikan kebutuhan.</p> <p>Kedua, menyiapkan berbagai peralatan untuk pengukuran dan pemasangan. Beberapa alat utama adalah meteran, pensil, benang, waterpass atau selang air, gunting seng, gergaji besi, bor listrik yang dilengkapi obeng, tangga, dan perlengkapan K3.</p> <p>Ketiga, menentukan posisi dan kemiringan talang, lalu menandainya dengan pensil atau benang. Kemiringan talang mempengaruhi kelancaran aliran air dari talang ke pipa tegak di bawahnya. Kemiringan ideal 1% (beda tinggi ±1 cm setiap jarak 1 meter) hingga 3%. Gunakan waterpass atau selang air untuk menentukan kemiringan. Selanjutnya tandai titik-titik di mana penggantung talang harus dipasang.</p> <h3>Cara Memasang Talang Metal</h3> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Talang Metal/1.jpg" alt="" width="756" height="589" /><em>(Sumber: <a href="https://talangairhujanrumah.blogspot.co.id/">disini</a>)</em></p> <p>Secara garis besar pemasangan talang metal meliputi tahap-tahap berikut.</p> <p>• Pasang penggantung talang. Untuk bangunan tanpa lisplank, pasang penggantung talang di sepanjang dinding di bawah tepi atap. Untuk bangunan dengan lisplank, penggantung talang dipasang pada lisplank dengan bantuan spacer. Mula-mula pasang penggantung talang pada spacer dengan sekrup. Selanjutnya, sekrupkan bagian atas spacer pada lisplank (jika perlu, bengkokkan spacer sesuai kemiringan lisplank).</p> <p>• Pasang semua penggantung talang pada titik-titik yang telah ditentukan dengan mengikuti kemiringan yang dibuat. Lihat kembali langkah persiapan.</p> <p>• Pasang penyambung talang, caranya kaitkan ke bagian atas talang dengan titik pertemuan sebagai as. Gunakan sealant untuk menutup celah.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/butuh-teknik-khusus-begini-proses-pemasangan-keramik-lantai-kamar-mandi-yang-benar">Butuh Teknik Khusus, Begini Proses Pemasangan Keramik Lantai Kamar Mandi yang Benar</a></h3> <p>• Aplikasikan corong pada titik-titik yang telah ditentukan. Sebelumnya lubangi bagian talang yang hendak dipasangi corong. Gunakan sealant untuk menutup celah.</p> <p>• Potong pipa vertikal sesuai tinggi dinding; dan pipa penyambung sesuai jarak dinding ke corong. Kemudian, pasang pipa tersebut dan sambungkan ke corong dengan bantuan pipa lengkung. Gunakan sealant untuk menutup celah.</p> <p>• Pasang semua aksesoris, seperti penahan pipa, sepatu pipa, penutup talang, dan sebagainya. Periksa lagi setiap celah dan rapatkan dengan sealant.</p> <p>Sekian, dan semoga ulasan ini bermanfaat. Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Jangan lupa simak artikel #PakJago yang lain.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Begini Cara Gampang untuk Menghitung dan Membuat Galian Tanah Pondasi
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>Membuat galian tanah untuk pondasi tentu tidak sembarangan. Sebelumnya harus dilakukan penghitungan serta pengukuran secara tepat sesuai dimensi pondasi dan kondisi tanah, agar didapatkan ruang yang tepat untuk rencana pondasi. Di samping itu juga akan diketahui harga untuk pekerjaan tersebut.</p> <p>Nah, bagaimana cara menghitung dan membuat galian tanah untuk pondasi. Simak ulasan #PakJago, yuk! <br /> <br /><strong>Penghitungan Volume Galian Tanah</strong></p> <p>Karena lubang galian berfungsi untuk “meletakkan” pondasi, maka besarnya harus sesuai dengan jenis dan ukuran pondasi. Sebelum menghitung ukuran lubang, perhatikan beberapa hal berikut.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/PONDASI/1.jpg" alt="" width="775" height="581" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/hebelindonesia.com">disini</a>)</em></p> <p>• Kedalaman galian juga dipengaruhi letak tanah keras atau padat dengan daya dukung yang cukup kuat (sesuai hasil pengujian tanah).</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/tak-perlu-bongkar-total-begini-langkah-praktis-untuk-renovasi-dinding-gipsum">Tak Perlu Bongkar Total, Begini Langkah Praktis untuk Renovasi Dinding Gipsum</a></h3> <p>• Untuk memudahkan pemasangan pondasi atau mengantisipasi longsor, galian bisa dibuat sedikit lebih besar dari ukuran pondasi atau dindingnya dipotong miring (sehingga terbentuk penampang trapesium). Namun tidak menutup kemungkinan digali dengan dinding tegak.</p> <p>Berikut #PakJago berikan contoh penghitungan volume galian untuk pondasi lajur batu kali dan pondasi tapak. Misalnya, penampang pondasi batu kali (trapesium) memiliki ukuran lebar bawah 80 cm, lebar atas 60 cm, dan tinggi 80 cm + 20 cm (urugan pasir dan pasangan batu kosong).</p> <p>Lubang galian dibuat dengan ukuran penampang (trapesium), sebagai berikut: lebar bawah 100 cm, lebar atas 140 cm, dan tinggi 100 cm. Penambahan lebar bisa disesuaikan. Bila panjang pondasi 50 meter, volume galian adalah sebagai berikut.<br /> <br />Volume galian tanah = luas penampang galian × panjang pondasi<br /> = luas trapesium × 50 meter<br /> = [(1 m +1,4 m)/2 × 1 m] × 50 meter<br /> = [2,4/2 m × 1 m] × 50 m<br /> = 60 m3 <br /> <br />Jadi, total volume galian tanah untuk pondasi lajur batu kali adalah 60 m3.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/PONDASI/detail-pondasi-rumah-1-lantai.jpg" alt="" width="776" height="582" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/ahadi.id">disini</a>)</em></p> <p>Misalnya digunakan pondasi tapak dua tipe sebagai berikut: Tipe 1 yang berdimensi 40 cm × 40 cm berjumlah 5 buah, sedangkan Tipe 2 yang berdimensi 80 cm × 80 cm berjumlah 4 buah. Jika, keduanya memiliki tinggi 200 cm + 10 cm (urugan pasir dan lantai kerja), lubang galian dibuat sebagai berikut: untuk pondasi Tipe 1 = 0,6 m × 0,6 m × 2,1 m; sedangkan untuk Tipe 2 = 1 m × 1 m × 2,1 m. Penambahan lebar bisa disesuaikan. Jadi, volume galian untuk pondasi tapak adalah sebagai berikut.<br /> <br />Volume galian Pondasi Tipe 1 = (luas penampang × tinggi pondasi) × jumlah pondasi<br /> = (0,6 m × 0,6 m × 2,1 m) × 5<br /> = (0,756 m3) × 5<br /> = 3,78 m3 <br /> <br />Volume galian Pondasi Tipe 2 = (luas penampang × tinggi pondasi) × jumlah pondasi<br /> = (1 m × 1 m × 2,1 m) × 4<br /> = (2,1 m3) × 4<br /> = 8,4 m3</p> <p>Jadi, total volume galian tanah untuk pondasi tapak adalah 3,78 m3 + 8,4 m3 = 12,18 m3.</p> <p>Pelaksanaan Pekerjaan Galian Tanah</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/PONDASI/how-to-dig-foundation2336__www_howtospecialist_com_.jpg" alt="" width="761" height="1138" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/howtospecialist.com">disini</a>)</em></p> <p>Jangan sepelekan pekerjaan galian tanah. Ketidaktepatan penggalian berdampak pada kerugian waktu dan tenaga. Selain itu, pekerjaan ini juga berisiko terjadi runtuhan atau longsor, terutama jika kondisi lahan relatif labil. Apabila penggalian dilakukan secara manual, pastikan #SahabatJagobangunan mengenakan perlengkapan K3 yang sesuai.</p> <p>Untuk pengukuran diperlukan pasak, benang, meteran, theodolit, waterpass, selang air, paku, kapur atau cat. Untuk penggalian manual siapkan cangkul, gancu/belencong, linggis, sekop, tali tambang, dan ember, pengki, atau gerobak. Siapkan tangga, jika penggalian >1 meter; dan pompa air untuk mengantisipasi sumber air atau air hujan menggenangi lubang. Berikut tahap-tahap pekerjaan galian.</p> <p>• Lakukan pengukuran dan pemasangan bowplank. Tahap ini bisa dilakukan surveyor atau juru ukur. Dengan acuan bowplank ukur dan tandai bagian lahan yang hendak digali. Tanda bisa berupa pasak dan benang; atau gunakan garis berwarna (kapur atau cat).</p> <p>• Sebelum penggalian dimulai, cek lagi hasil pengukuran dan posisi penanda. Pastikan semua telah sesuai dengan gambar kerja.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/PONDASI/6.png" alt="" width="765" height="677" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/khedanta.files.wordpress.com">disini</a>)</em></p> <p>• Lakukan penggalian sesuai tanda. Sebaiknya ada pembagian kerja, yaitu ada tukang gali dan ada juga tukang/kenek yang bertugas mengangkat tanah galian.</p> <p>• Teknik pemotongan tanah (tegak atau miring) disesuaikan kondisi tanah dan gambar kerja.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/butuh-teknik-khusus-begini-proses-pemasangan-keramik-lantai-kamar-mandi-yang-benar">Butuh Teknik Khusus, Begini Proses Pemasangan Keramik Lantai Kamar Mandi yang Benar</a></h3> <p>• Angkat tanah galian dengan ember/pengki, bisa juga dibantu tali tambang. Jika tanah galian cocok untuk urugan sebaiknya jangan dibuang, tetapi pastikan tidak ditumpuk terlalu dekat dengan lubang galian, karena berpotensi longsor dan menimpa penggali.</p> <p>• Hentikan penggalian pada periode tertentu untuk memeriksa kedalaman dan lebar galian. Gali sesuai kedalaman yang direncanakan, kecuali posisi tanah keras jauh lebih dalam. <br />• Buanglah material yang berpotensi menimbulkan rayap, seperti sampah organik (daun, kayu, sisa akar pohon); sampah plastik, tanah lempung, dan sebagainya. Jangan sampai material tersebut terikut lagi dalam pengurugan.</p> <p>• Tahap akhir adalah memeriksa hasil galian. Pastikan dimensi lubang pondasi telah sesuai dengan gambar kerja dan lubang galian tidak tergenang air, sehingga siap untuk dilakukan kerjaan pondasi. <br />Itulah cara menghitung dan membuat galian tanah pondasi yang bisa Anda lakukan. Selamat mencoba.</p> <p>Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu di artikel-artikel #PakJago yang lain.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
5 Langkah Mudah Membangun Rumah Hemat Energi
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>Rumah hemat energi berarti mengurangi penggunaan energi sejak rumah mulai dibangun hingga selama rumah ditempati oleh penghuninya. Bangunan hemat energi dirancang untuk dapat memanfaatkan energi alam, seperti penerangan alami, udara alami, dan menghemat air. Rumah hemat energi juga dirancang bisa menghemat penggunaan listrik untuk kebutuhan rumah.</p> <p>Apa saja yang dapat #SahabatJagoBangunan dapat diterapkan dalam membangun rumah yang menerapkan konsep hemat energi?<br /> <br /><strong>Pemanfaatan Terang Alami</strong></p> <p>Di negara tropis seperti Indonesia, siang hari relatif sama (±12 jam per hari) sepanjang tahun. Kondisi ini menguntungkan, karena terang alami dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. Berikut beberapa cara memasukkan dan memanfaatkan terang alami ke dalam rumah.</p> <h3><strong>Baca Juga: <a href="/article/read/rumah-tumbuh-ini-konsep-pembangunan-bertahap-yang-bisa-langsung-ditempati">Rumah Tumbuh, Konsep Pembangunan Bertahap yang Bisa Langsung Ditempati</a></strong></h3> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/hemat energi/Alam_Sutera_01__Majalah_Rumahku_.jpg" alt="" width="756" height="1133" /><em>(Sumber: Majalah Rumahku)</em></p> <p>• Membuat lubang atau bukaan yang berpotensi memasukkan terang alami. Misalnya berupa daun jendela atau pintu yang dapat dibuka-tutup (bahan kayu solid atau bahan transparan seperti kaca) dan lubang ventilasi.</p> <p>• Membuat bidang dinding atau atap tembus cahaya menggunakan bahan transparan, seperti kaca, fiberglass, akrilik, atau glassblock. Bentuknya berupa jendela-jendela kaca mati, dinding glassblock, dan skylight (jendela atap atau atap transparan yang memungkinkan masuknya terang alami ke ruang dalam). Skylight terutama dibuat di atas area yang tidak terjangkau oleh terang alami yang masuk lewat jendela atau bukaan lain.</p> <p>Untuk mengurangi dampak buruk radiasi dan panas matahari, dapat digunakan material kaca (pada jendela maupun skylight) yang dilengkapi dengan anti-uv (uv protector).</p> <p><strong>Pemanfaatan Panas Matahari</strong></p> <p>Selain cahayanya, matahari juga memancarkan energi panas yang aman untuk dimanfaatkan. Energi panas matahari dapat dimanfaatkan untuk mengurangi penggunaan energi listrik. Misalnya, untuk memanaskan air.</p> <p>Jika rumah membutuhkan air panas (untuk keperluan mandi atau mencuci), dapat dipasang pemanas air tenaga surya (solar water heater). Alat yang terdiri dari kolektor penyerap panas (panel surya) ini biasanya dipasang di area terbuka yang dapat menangkap panas matahari secara langsung sepanjang hari. Misalnya, pada permukaan atap.</p> <p><strong>Penerapan Penghawaan Alami</strong></p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/hemat energi/_MG_3058__majalah_rumahku_.jpg" alt="" width="751" height="1125" /><em>(Sumber: Majalah Rumahku)</em></p> <p>Penghawaan alami adalah upaya untuk memanfaatkan aliran udara alami untuk menyediakan suhu ruang yang nyaman (sejuk, tidak lembap, atau pengap). Jadi, tidak perlu memasang air conditioner untuk menyejukkan ruangan. Penerapan penghawaan alami pada rumah tinggal terutama dilakukan dengan membuat bukaan (jendela-jendela besar dan lubang ventilasi).</p> <p>Teknik yang efektif menciptakan kesejukan adalah sistem ventilasi silang (cross ventilation), yaitu merancang bukaan pada dua sisi berseberangan sehingga akan terjadi aliran udara dari luar ke dalam dan ke luar di sisi lain. Dengan demikian udara panas di dalam ruangan akan terhalau, kelembapan juga berkurang, dan udara menjadi lebih sejuk.</p> <p>Sistem ventilasi silang dapat dibuat secara horizontal maupun vertikal. Secara vertikal dapat didukung dengan pembuatan void dan juga pembuatan langit-langit yang relatif tinggi (bisa dua kali lipat dari ukuran normal).</p> <p><strong>Penyediaan Ruang Hijau dan Elemen Air</strong></p> <p>Ruang hijau adalah area terbuka di luar rumah atau di dalam (innercourt) berisi vegetasi, bisa juga dilengkapi dengan fitur air (kolam atau air mancur). Ruang hijau dan elemen air sangat mendukung penerapan penghawaan alami. Vegetasi dan elemen air berpotensi mendinginkan udara di sekitar rumah, sehingga udara terasa sejuk.</p> <p>Udara juga lebih segar dan bersih, karena tanaman menghasilkan oksigen serta menyerap polutan (debu dan asap). Jajaran pohon juga mengurangi sengat matahari yang mengganggu saat berupaya mendapatkan terang alami. Selain itu juga menciptakan pemandangan indah di sekitar rumah. </p> <h3><strong>Baca Juga: <a href="/article/read/green-bulding-konsep-rumah-asri-yang-bikin-anda-selalu-ingin-segera-pulang">Green Bulding, Konsep Rumah Asri yang Bikin Anda Selalu Ingin Segera Pulang</a></strong></h3> <p><strong>Pemilihan Material dan Penataan Interior</strong></p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/hemat energi/2014-06-19_11_04__Dwi_Klarasari_.jpg" alt="" width="750" height="1000" /><em>(Sumber: Majalah Rumahku)</em></p> <p>Selain dengan rancangan bentuk bangunan, pencapaian hemat energi pada sebuah rumah juga didukung oleh jenis material serta tatanan interior. Untuk itu dapat dipilih jenis material yang dapat menyesuaikan dengan iklim tropis sekaligus mendukung konsep hemat energi, seperti kayu, batu alam, genteng tanah liat, dan kaca transparan.</p> <p>Sementara untuk tatanan interior, misalnya diaplikasikan warna-warna netral yang dapat memantulkan terang alami yang masuk sehingga menciptakan suasana ruang yang lebih terang. Aplikasi furnitur yang simpel dan tidak berlebihan jumlahnya juga mendukung kelancaran sirkulasi udara di dalam ruang.</p> <p>Itu dia cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat rumah hemat energi. Semoga bermanfaat. </p> <p>Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu di artikel-artikel #PakJago yang lain.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Jangan Keliru, Begini Tahapan Pemasangan Daun Pintu dan Jendela yang Benar
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>Meskipun terdapat beragam jenis dan bentuk, pada prinsipnya pintu dan jendela memiliki dua bagian utama, yaitu kusen dan daun pintu atau jendela. Setelah kusen yang berfungsi sebagai rangka terpasang dengan baik, #SahabatJagoBangunan harus memasang daun pintu atau jendela pada rangka tersebut.</p> <p><strong>Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan</strong></p> <p>Ada dua hal penting yang harus diperhatikan, yaitu model dan bahan pintu atau jendela dan teknik pemasangannya. #SahabatJagoBangunan perlu mengetahui model dan bahan daun pintu atau jendela. Model dan bahan daun pintu atau jendela akan memengaruhi teknik pemasangan, juga alat dan material pendukung yang diperlukan.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/KUSEN/Harga-Kusen-Kayu.jpg" alt="" width="771" height="258" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/edit/pixabay.com">disini</a>)</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/tak-perlu-bongkar-total-begini-langkah-praktis-untuk-renovasi-dinding-gipsum">Tak Perlu Bongkar Total, Begini Langkah Praktis untuk Renovasi Dinding Gipsum</a></h3> <p>Terkait bahan, ada daun pintu atau jendela berbahan kayu, baik kayu solid maupun olahan (tripleks/multipleks, teakwood, dan MDF). Ada juga daun pintu/jendela dari material non kayu, seperti kaca, aluminium, PVC atau U-PVC, aluminium, dan plat besi, termasuk kombinasi material tertentu.<br /> <br />Ada juga daun jendela yang dipasang mati pada kusen (jendela kaca mati) yang hanya difungsikan untuk memasukkan terang alami. Namun kebanyakan daun pintu/jendela dipasang dengan engsel atau rel (sistem geser).</p> <p>Pada sistem engsel, daun pintu/jendela digantung pada kusen menggunakan engsel, yang memungkinkan pintu/jendela dibuka-tutup (secara horizontal atau vertikal). Di pasaran tersedia engsel dengan beragam model, ukuran dan bahan. Pilihlah yang paling sesuai. Engsel harus kuat menahan berat daun pintu/jendela dan ukurannya sesuai dengan ukuran daun pintu/jendela.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/KUSEN/open-window-1846655_960_720__pixabay_com_.jpg" alt="" width="766" height="510" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/edit/pixabay.com">disini</a>)</em></p> <p>Misalnya, untuk daun pintu ukuran standar (tinggi 210 dengan lebar 80-90 cm), bisa digunakan engsel ukuran 4 inci atau 5 inci. Jumlahnya cukup dua, dipasang di atas dan di bawah, masing-masing dengan jarak dari tepi sekitar 25 cm (untuk bagian atas) dan 30 cm (bagian bawah).</p> <p>Namun, jika ukuran pintu lebih dari tinggi standar, bisa juga dipasang 3 engsel. Jika menggunakan 3 engsel, sebaiknya engsel tengah dipasang lebih rapat dengan engsel atas.</p> <p><strong>Tahap Pemasangan dan Penyetelan</strong></p> <p>Siapkan bahan pendukung dan alat yang diperlukan untuk pemasangan dan penyetelan daun pintu/jendela, seperti: engsel (misalnya dipilih engsel kupu-kupu atau engsel H), sekrup, paku, pensil, meteran, penyiku, palu, bor listrik yang dilengkapi obeng (+/-), dan ketam/alat serut. Jangan lupa kenakan perlengkapan K3.</p> <p>Selanjutnya, ikuti tahap-tahap pemasangan berikut.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/KUSEN/20151221114657_79728__www_hingecasting_com_.jpg" alt="" width="790" height="529" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/edit/hingecasting.com">disini</a>)</em></p> <p style="text-align: left;">1. Pertama-tama, sesuaikan ukuran antara daun pintu atau jendela dengan lubang kusen. Karena ada kemungkinan daun pintu terlalu lebar/tinggi. Jika terjadi demikian, lakukan pemotongan atau pengetaman untuk menyesuaikan ukurannya.</p> <p>2. Lakukan pengepasan dengan memasukkan daun pintu/jendela ke lubang kusen sesuai rencana arah bukaan (untuk jendela bisa horizontal atau vertikal). Hati-hati, jangan sampai terbalik. Setel pada arah lebar maupun tinggi.</p> <p>Bila sudah pas, posisikan engsel dan lakukan pengemalan engsel baik pada tebal daun pintu/jendela maupun sponeng kusen. Kemudian, lepaskan daun pintu/jendela dan letakkan pada tempat yang rata.</p> <p>3. Pahatlah sponeng kusen dan daun pintu/jendela yang telah ditandai untuk penempatan engsel. Kedalaman pahatan sesuai tebal engsel, dengan sedikit kelebihan (±1 mm).</p> <p>4. Lakukan pemasangan engsel pada sisi tebal pintu/jendela. Pertama tandai posisi sekrup dengan paku, lakukan pengeboran, lalu tanam engsel dengan sekrup yang sesuai. Untuk memudahkan, gunakan bor elektrik yang dilengkapi obeng.</p> <p>5. Pemasangan engsel pada sponeng kusen dapat dilakukan dengan dua cara. Cara pertama dengan memasang daun pintu/jendela yang telah dipasangi engsel pada lubang kusen. Jika sudah pas, tandai posisi sekrup pada sponeng dengan paku, lakukan pengeboran, lalu tanam engsel dengan sekrup yang sesuai.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/KUSEN/engsel-rumah.jpg" alt="" width="762" height="428" /><em>(Sumber: <a href="http://citrakarismautama.co.id/2017/03/15/cara-memasang-engsel-pintu-dengan-sangat-mudah/">disini</a>)</em></p> <p>Cara kedua adalah dengan melepaskan bagian engsel yang akan dipasang pada sponeng (lepaskan pen), dan memasangnya tersendiri. Setelah itu barulah daun pintu dipasang untuk menyatukannya (pen dipasang kembali).</p> <h3><strong>Baca Juga: <a href="/article/read/ketahui-alat-bahan-dan-cara-memasang-plafon-berbahan-tripleks-ini-agar-hasilnya-rapi-dan-kokoh">Ketahui Alat, Bahan, dan Cara Memasang Plafon Berbahan Tripleks Ini Agar Hasilnya Rapi dan Kokoh</a></strong></h3> <p>Catatan: Pada langkah 4 dan 5, engsel juga bisa dipasang pada sisi sponeng lebih dulu.</p> <p>6. Setelah semua sekrup terpasang kuat dan rapi, cobalah membuka-tutup daun pintu/jendela sesuai arah pemasangan. Jika belum pas bisa lakukan perbaikan. Gunakan ketam untuk melonggarkan bagian yang terlalu rapat. Toleransi kelonggaran bisa berkisar antara 3-5 mm.</p> <p>Demikian teknik pemasangan daun pintu dan jendela yang bisa Anda praktikkan. Semoga bermanfaat.</p> <p>Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Jangan lupa simak artikel #PakJago yang lain.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Butuh Teknik Khusus, Begini Proses Pemasangan Keramik Lantai Kamar Mandi yang Benar
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>Keramik termasuk salah satu material paling populer dan serba guna, tersedia untuk ubin lantai (flooring) maupun dinding. Harganya relatif terjangkau dan memiliki beragam ukuran, warna, motif serta tekstur. Material ini cocok untuk ruang luar maupun ruang dalam, dari teras hingga kamar tidur.</p> <p>Keramik juga sesuai untuk area kering maupun basah seperti kamar mandi. Khusus untuk lantai kamar mandi, pemasangan keramik perlu memperhatikan kemiringan dan posisi di sekitar perabot kamar mandi, seperti kloset, dan bathtub. Karenanya diperlukan teknik dan ketelitian tersendiri. Lanjutkan membaca artikel ini, karena</p> <p>Lalu bagaimana teknik pemasangan yang tepat agar lantai kamar mandi terpasang sempurna? Berikut tips dari #PakJago.</p> <p><strong>Hal-Hal yang Harus Diperhatikan</strong></p> <p style="text-align: center;"><strong><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/kamar mandi keramik/keramik-kamar-mandi_20170519_122200.jpg" alt="" width="761" height="427" /></strong><em>(Sumber: <a href="http://batam.tribunnews.com/2017/05/29/keramik-lantai-retak-begini-cara-menggantinya-sendiri">disini</a>)</em></p> <p>Kamar mandi adalah area basah dan cenderung licin. Di kamar mandi juga harus dipasang perabot, seperti kloset, bak mandi atau bathtub, dan wastafel. Kondisi tersebut memengaruhi proses pemasangan keramik lantai. Untuk itu harus diperhatikan beberapa hal berikut.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/bagaimana-cara-memasang-keramik-di-atas-dak-agar-tidak-mudah-meledak-dan-bocor-">Bagaimana Cara Memasang Keramik di Atas Dak Agar Tidak Mudah Meledak dan Bocor?</a></h3> <p>• Untuk mengantisipasi licin oleh air atau busa sabun, pilihlah jenis keramik yang diproduksi khusus untuk lantai yang biasanya bertekstur kasar (antislip) dan lebih tebal. Jangan keliru dengan keramik dinding yang teksturnya relatif halus dan lebih tipis.</p> <p>• Idealnya lantai kamar mandi lebih rendah dari ruangan lain. Untuk menghindari terjadinya genangan air, keramik untuk lantai kamar mandi harus dipasang dengan kemiringan minimal 10% ke satu arah tertentu di mana terdapat lubang saluran pembuangan (floor drain).</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/kamar mandi keramik/4.jpg" alt="" width="748" height="459" /><em>(Sumber: <a href="http://www.centroceramic.com/cara-menghitung-keramik-yang-dibutuhkan-rumah/">disini</a>)</em></p> <p>• Untuk memotong keramik (jika diperlukan ukuran lebih kecil atau bentuk tertentu) gunakan pemotong keramik agar didapat hasil yang presisi dan rapi. Untuk memudahkan pemotongan keramik bisa dipilih floor drain berbentuk persegi atau kotak.</p> <p>• Untuk memberi kesan luas pada kamar mandi sempit, pilihlah keramik ukuran besar atau berwarna terang, seperti putih, krem, atau beige, yang senada dengan warna dinding. Kesan lapang juga bisa didapat jika keramik dipasang dengan pola diagonal atau miring.</p> <p>• Pemasangan keramik idealnya dilakukan pada tahap akhir. Sebelumnya, pastikan instalasi di bawah lantai (jika ada) telah selesai dipasang. <br /> <br /><strong>Tahap-Tahap Pemasangan</strong></p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/kamar mandi keramik/Umweltschonender-Zement-entwickelt__www_farbeundlack_de_.jpg" alt="" width="752" height="501" /><em>(Sumber: <a href="http://www.kusumaproperty.com/cara-pemasangan-kramik-yang-benar-dan-tahan-lama/">disini</a>)</em></p> <p>Sebelum pemasangan, siapkan lebih dahulu bahan utama berupa keramik dan material untuk spesi atau mortar perekat dan mortar untuk nat siap pakai (instan). Tentukan kebutuhan keramik lewat gambar kerja didukung pengukuran. Selanjutnya, siapkan alat yang diperlukan, seperti meteran, paku, benang, palu, alat potong keramik, selang air, waterpass, trowel biasa dan yang bergerigi, tile spacer (alat bantu pemberi jarak nat), jidar, balok kayu, palu karet, sikat baja, dan kain bersih atau busa.</p> <p>Tahap-tahap pemasangannya sebagai berikut.</p> <p>• Pertama-tama, siapkan subfloor yaitu lantai dasar atau penopang ubin keramik, bisa berupa rabat beton atau cor beton (pada lantai dua). Biarkan subfloor kering dengan sempurna. Untuk mencegah keramik terangkat (popping up), di atas subfloor sebaiknya dihamparkan lapisan pasir (±2-3 cm) kemudian lakukan screeding (jika digunakan mortar instan).</p> <p>• Setelah screed (jika ada) kering dan permukaan bebas debu dan kotoran, lakukan pengukuran untuk menentukan titik acuan dan pola pemasangan ubin keramik (sesuai gambar kerja). Gunakan paku dan tali kenur sebagai alat bantu.</p> <p>• Siapkan adukan spesi (semen dan pasir) atau adonan mortar perekat siap pakai. Jangan terlalu encer ataupun kekentalan, dan pastikan diperoleh campuran homogen (tidak menggumpal). Jika akan digunakan adukan spesi, sebaiknya keramik direndam terlebih dahulu.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/kamar mandi keramik/Ceramic-Tile-Installation-1024x768__www_expressflooring_com_.jpg" alt="" width="752" height="564" /><em>(Sumber: <a href="http://www.kusumaproperty.com/cara-pemasangan-kramik-yang-benar-dan-tahan-lama/">disini</a>)</em></p> <p>• Mulai pemasangan ubin keramik dari titik acuan yang telah ditentukan. Buatlah kepalaan sebagai pedoman. Aplikasikan spesi atau mortar dengan ketebalan ±2-4 cm, dan ratakan dengan trowel. Selanjutnya, letakkan ubin keramik di atas spesi atau mortar, lalu tekan dengan sepotong balok kayu dan pukul dengan palu karet untuk memadatkan. Lakukan demikian pada ubin keramik satu per satu. Gunakan tile spacer agar jarak antarubin (nat) teratur.</p> <p>• Pasang ubin keramik sampai seluruh lantai tertutup. Jika perlu, potong keramik untuk bagian tepi atau bagian lain seperti area sekitar kloset atau floor drain. Selama proses pemasangan lakukan pengecekan kerataan dan/atau kemiringan lantai keramik dengan bantuan waterpass.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/apa-material-yang-cocok-untuk-lantai-ruang-luar-agar-tahan-lama-ini-pilihannya">Apa Material yang Cocok untuk Lantai Ruang Luar Agar Tahan Lama? Ini Pilihannya</a></h3> <p>• Setelah seluruh keramik terpasang, biarkan minimal selama ±24 jam agar spesi atau mortar kering dengan sempurna. Hindarkan dari pijakan.</p> <p>• Keesokan harinya, periksa kondisi lantai. Pastikan tidak ada keramik yang tergores, retak ataupun pecah; dan juga tidak ada spesi yang kosong (periksa dengan cara diketuk-ketuk). Jika ada, lakukan perbaikan terlebih dahulu.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/kamar mandi keramik/112238__www_doityourself_com_.jpg" alt="" width="752" height="342" /><em>(Sumber: <a href="http://www.kusumaproperty.com/cara-pemasangan-kramik-yang-benar-dan-tahan-lama/">disini</a>)</em></p> <p>• Lepaskan tile spacer dan bersihkan permukaan lantai. Lalu, lakukan grouting atau pengisian nat dengan adonan semen atau mortar nat instan. Sebagai tahap akhir, segera bersihkan sisa-sisa spesi atau mortar pengisi nat sebelum mengering. Gunakan kain bersih atau spons. Bila terlanjur kering, atau jika perlu, bisa digunakan bahan pembersih berkadar asam <5%, lalu bersihkan dengan air.</p> <p>• Biarkan lantai keramik benar-benar kering, sebelum kamar mandi siap digunakan.</p> <p>Dalam pekerjaan pemasangan keramik, kenakan perlengkapan K3, terutama kacamata pengaman dan sarung tangan ketika harus memotong keramik. Demikian informasi dan tips dari #PakJago terkait pemasangan keramik untuk lantai kamar mandi.</p> <p>Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Jangan lupa simak artikel #PakJago yang lain.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>