Masuk

Tips

Beranda / Artikel
Search:

Agar Rumah Tampak Lebih “Cantik”, Ini 3 Hal yang Wajib Anda Tahu Sebelum Membeli Keramik
<p><em>Oleh: Hildatun Najah</em></p> <p>Memilih keramik untuk lantai atau dinding pada bangunan memang menjadi wewenang pemilik hunian. Namun, mengingat fungsi keramik yang juga bisa menambah nilai estetis rumah, #SahabatJagoBangunan bisa memberikan beberapa pertimbangan agar keramik yang dipilih sesuai dengan bangunan yang sedang dikerjakan. Apa saja pertimbangannya? Simak ulasan #PakJago berikut.</p> <h3>1. Sesuaikan dengan Desain Rumah</h3> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/KERAMIK 3/1.jpg" alt="" width="759" height="506" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/dekoruma.com">disini</a>)</em></p> <p>Fungsi keramik sebagai pelengkap keindahan desain rumah membuat #SahabatJagoBangunan harus memilh keramik yang sesuai dengan desain rumah. Misalnya, jika rumah dengan konsep minimalis, #SahabatJagoBangunan bisa menggunakan keramik dengan warna putih, atau sedikit bermotif.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/jangan-asal-beli-begini-cara-memilih-pasir-yang-baik-untuk-material-konstruksi">Jangan Asal Beli, Begini Cara Memilih Pasir yang Baik untuk Material Konstruksi</a></h3> <p>Besar kecilnya ruangan di dalam rumah juga menentukan besar kecilnya keramik yang digunakan. Jika ruangan relatif kecil, #SahabatJagoBangunan bisa menggunakan keramik ukuran kecil atau pun standar. Tapi, jika ukuran ruangan relatif besar, maka sebaiknya #SahabatJagoBangunan menggunakan keramik yang berukuran besar. Hal ini agar ruangan terlihat seimbang dan lebih menarik.</p> <h3>2. Sesuaikan dengan Kebutuhan Ruangan</h3> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/KERAMIK 3/3.jpg" alt="" width="760" height="495" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/paradyz.com">disini</a>)</em></p> <p>Setiap ruangan memiliki jenis keramik tersendiri yang cocok untuk menghiasinya. Tidak hanya sesuai dengan desain, tapi juga menyesuaikan kebutuhan ruangan. Misalnya saja jenis keramik untuk dapur. #SahabatJagoBangunan bisa memilih keramik dengan motif yang gelap agar dapur tidak terlihat kotor.</p> <p>Lain halnya dengan keramik kamar mandi. Usahakan #SahabatJagoBangunan memilih keramik dengan tekstur permukaan yang agak kasar.  Dengan begitu, bisa mengurangi tingkat kelicinan lantai yang berinteraksi langsung dengan air. Mengingat keadaan kamar mandi yang mungkin selalu basah, keramik dengan tekstur kasar dapat mencegah pemilik rumah agar tidak terpeleset.</p> <h3>3. Sesuaikan dengan Keuangan</h3> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/KERAMIK 3/4.jpg" alt="" width="761" height="508" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/pinellaslife.com">disini</a>)</em></p> <p>Tidak hanya memikirkan kesesuaian keramik dengan desain maupun kebutuhan ruangan, #SahabatJagoBangunan juga harus memberikan pertimbangan keramik yang sesuai dengan keadaan keuangan pemilik rumah. Sebelum membeli keramik, pastikan pemilik rumah memiliki biaya yang cukup untuk membeli keramik yang diinginkan.</p> <p>Selain itu, #SahabatJagoBangunan juga harus menghitung dengan benar berapa banyak keramik yang dibutuhkan dalam satu ruangan. Dengan begitu, keramik bisa dibeli dengan tepat tanpa kelebihan ataupun kekurangan jumlahnya. #SahabatJagoBangunan juga dapat membeli keramik yang memiliki garansi, sehingga jika cacat atau rusak saat segel dibuka, keramik bisa ditukar dengan yang baru.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/cinta-produk-lokal-percantik-rumah-anda-dengan-pasangan-batu-koral-asli-indonesia">Cinta Produk Lokal, Percantik Rumah Anda Dengan Pasangan Batu Koral Asli Indonesia</a></h3> <p>Keramik tidak hanya bermanfaat bagi keindahan ruangan, tapi juga menjadi proses akhir dari pembuatan sebuah rumah atau pun bangunan lain. Dengan begitu, pemilihan keramik harus dilakukan dengan hati-hati, tepat, dan sesuai. Baik sesuai dengan desain, kebutuhan ruangan, hingga keuangan. Jadi, keramik seperti apa yang akan #SahabatJagoBangunan pilih?</p> <p>Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu di artikel-artikel #PakJago yang lain.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani </em></p>
Jangan Asal Beli, Begini Cara Memilih Pasir yang Baik untuk Material Konstruksi
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>Kekokohan konstruksi sangat dipengaruhi oleh kualitas bahan bangunan pembentuknya. Karenanya untuk menghasilkan bangunan yang kuat dan kokoh sekaligus estetis diperlukan material yang tepat serta berkualitas baik. Kali ini #PakJago hendak membahas tentang pasir sebagai salah satu bahan bangunan yang banyak digunakan sebagai agregat halus. Misalnya, pada pondasi, pasangan dinding, plesteran, maupun konstruksi beton. Lalu, bagaimana cara memilih pasir yang baik? Ikuti ulasan #PakJago berikut ini, yuk.</p> <h3>Jenis Pasir dan Syarat Penggunaannya</h3> <p><img src="/images/cms///articles/PASIR/Pasir-Halus-atau-Putih-614x350__www_tokopasir_com_.jpg" alt="" width="758" height="432" /></p> <p>Di pasaran dijual beragam jenis pasir yang ditambang dari berbagai tempat di alam, seperti sungai, laut, rawa, gunung atau pun bukit. Seiring kemajuan tersedia pula pasir yang diproduksi (pabrikasi) dengan cara menggiling bebatuan dan menyaringnya hingga didapat butiran dengan diameter sesuai kebutuhan. Pasir memiliki ukuran butiran hingga 5 mm, dan warnanya beragam (putih, abu-abu, cokelat, hitam) tergantung tempat penambangan.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/cinta-produk-lokal-percantik-rumah-anda-dengan-pasangan-batu-koral-asli-indonesia">Cinta Produk Lokal, Percantik Rumah Anda Dengan Pasangan Batu Koral Asli Indonesia</a></h3> <p>Dalam konstruksi jenis agregat halus ini dibedakan menurut penggunaannya, yaitu pasir urug, pasir pasang, pasir plester, dan pasir beton. Pasir urug yang digunakan untuk pengurugan —di bawah pondasi, lantai, dan sebagainya— biasanya cenderung bercampur lumpur dan kerikil. Pasir pasang yang relatif bersih (sudah dicuci) dengan butiran relatif halus digunakan untuk pekerjaan pasangan pondasi dan dinding.</p> <p>Pasir plester yang digunakan untuk plesteran juga memiliki karakteristik bersih dan halus. Sementara, pasir beton atau cor yang dipakai untuk membuat campuran beton (sloof, balok, plat) relatif lebih kasar, keras, dan tidak menggumpal jika digenggam serta cenderung berwarna hitam.</p> <p>Dalam Standar Nasional Indonesia ditetapkan beberapa syarat untuk kualitas pasir yang baik, terutama untuk bahan campuran pembuatan beton (SNI S-04-1989-F tentang agregat halus). <br />• Agregat halus terdiri dari butir-butir tajam dan keras.<br />• Butir agregat halus harus bersifat kekal (tidak pecah atau hancur oleh pengaruh cuaca).<br />• Agregat halus tidak mengandung lumpur lebih dari 5%, jika lebih dari 5% harus dicuci.<br />• Agregat halus tidak mengandung bahan organik.<br />• Modulus kehalusan butir berkisar antara 1,5 -3 ,8 mm terdiri atas butiran yang bervariasi.</p> <h3>Cara Memilih Pasir yang Baik</h3> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/PASIR/800px-Punaluu_Black_Sand_Beach__Hawaii__USA6__id_wikipedia_org_.jpg" alt="" width="760" height="506" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/id.wikipedia.org">disin</a>i)</em></p> <p>Untuk memilih pasir berkualitas, diketahui beberapa cara sederhana maupun yang menggunakan teknik khusus. #SahabatJagoBangunan dapat memilih mana cara paling praktis.</p> <p>1. Pasir yang baik tidak mengandung kotoran (bahan organik seperti daun kering, ranting lapuk, lumut) atau bercampur dengan bahan lain (lumpur, kerikil, dan batuan). Pasir yang bersih (sudah melalui proses pencucian) biasanya lebih mahal dibandingkan pasir yang kotor dan bercampur lumpur. Jadi, pasir yang lebih mahal biasanya memiliki kualitas lebih baik. Meskipun demikian, untuk memastikan #SahabatJagoBangunan harus mengeceknya.</p> <p>2. Pengecekan pasir dapat dilakukan dengan melihat butiran dan menggenggamnya. Pasir yang baik memiliki butiran yang keras dan tajam. Jika digenggam dan dibuka pasir terurai dengan mudah berarti minim kandungan lumpur. Coba genggam pasir dengan dua telapak tangan. Sesaat kemudian buka genggaman dan jatuhkan pasir dengan menepukkan kedua telapak tangan.</p> <p>Apabila pasir jatuh dengan mudah dan telapak tangan segera bersih tanpa ada pasir yang menempel dan mengotori tangan, berarti pasir memiliki kualitas yang relatif baik. Sebaliknya, jika pasir menempel dan mengotori tangan berarti agregat halus ini cenderung memiliki kandungan lumpur yang tinggi. Artinya, kualitasnya kurang baik.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/selain-untuk-sirkulasi-udara-ternyata-posisi-jendela-sangat-berpengaruh-pada-kesehatan-lho-">Selain Untuk Sirkulasi Udara, Ternyata Posisi Jendela Sangat Berpengaruh Pada Kesehatan, Lho..</a></h3> <p>3. Pengecekan dapat juga dilakukan dengan memasukkan genggaman tangan berisi pasir ke dalam air. Semakin tinggi kualitas pasir, relatif tidak mudah terlarut dalam air.</p> <p>4. Pengujian kandungan lumpur dalam pasir juga dapat dilakukan dengan memasukkan pasir ke dalam botol (±1/2-nya) tambah air hingga 2/3 lalu kocok dan diamkan kira-kira 24 jam. Jika endapan lumpur yang terbentuk kurang dari 5% berarti pasir relatif baik.</p> <p>Demikian uraian #PakJago tentang cara praktis memilih pasir yang baik untuk bahan bangunan. Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu di artikel-artikel #PakJago yang lain.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p> <p> </p>
Cinta Produk Lokal, Percantik Rumah Anda Dengan Pasangan Batu Koral Asli Indonesia
<p><em>Oleh: Hildatun Najah</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, batu koral yang biasa dijumpai di sungai, pegunungan, maupun laut dapat membuat bangunan terkesan lebih natural. Variasi warna alami batu koral juga akan membuat rumah Anda terlihat lebih indah. Kabar baiknya, batu koral ini asli produk lokal yang dihasilkan dari kekayaan alam Indonesia.</p> <p>Pada artikel kali ini, #PakJago akan menunjukkan jenis batu koral yang unik, manfaat batu koral, cara memasang hingga perawatan batu koral yang sudah terpasang untuk mempercantik tampilan rumah Anda.</p> <h3>Jenis Batu Koral</h3> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/BATU%20KORAL/2.jpg" alt="" width="760" height="391" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/pulsk.com">disini</a>)</em></p> <p>Umumnya, batu koral terdiri dari dua jenis, yakni batu koral alami dan batu koral yang telah mengalami proses penggilingan. Batu koral alami adalah batu koral yang bisa #SahabatJagoBangunan lihat sehari hari. Batu koral ini terbentuk dari alam dengan bentuk yang tidak beraturan.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/ini-dia-penyebab-permukaan-keramik-menggembung-dan-pecah-serta-cara-mencegahnya">Ini Dia Penyebab Permukaan Keramik Menggembung dan Pecah, Serta Cara Mencegahnya</a></h3> <p>Sedangkan batu koral yang sudah mengalami proses penggilingan dari batu besar disebut dengan batu koral hias. Di Indonesia, terdapat jenis batu koral hias, misalnya batu alor yang berwarna hitam gelap, batu balian yang berwarna kuning atau oranye, batu itali yang berwarna putih, batu merah ati, dan batu flores hijau.</p> <p>Batu koral biasa dijual di pasaran dengan satuan kilogram maupun karung. Harga batu koral pun beragam antara Rp. 25 ribu hingga Rp. 75 ribu sesuai dengan jenis dan warna batu. Semakin indah dan unik warna batu, maka harganya akan semakin mahal.</p> <h3>Manfaat Batu Koral</h3> <p>Keunikan bentuk dan warna batu koral yang beragam, membuat banyak masyarakat yang menggunakan batu koral sebagai penghias rumah. Tidak hanya sebagai penghias taman agar lebih indah, batu koral juga dapat dipasang di lantai, dinding, maupun garasi. Hal ini dapat meningkatkan kesan yang lebih natural dan segar.</p> <p>Dengan menggabungkan warna batu koral yang beragam, #SahabatJagoBangunan dapat menyusun batu koral hingga membuat pola tertentu, misalnya catur, bunga, binatang, bahkan karya seni tertentu. Bentuk batu koral yang beragam juga dapat memberi kesan abstrak.</p> <p>Batu koral yang diletakkan di lantai juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana pijat refleksi. Pijat reflekasi ini dapat melacarkan peredaran darah, pemijatan syaraf, membuang racun, serta mencegah penyakit. Batu koral hias juga dapat dimanfaatkan untuk menghiasi dasar akuarium atau kolam ikan.</p> <p>Batu koral juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya resapan air ke tanah. Biasanya daya resap air ke tanah yang dilapisi paving blok hanya 15-20 persen saja. Berbeda jauh dengan penggunaan koral dapat meningkatkan daya resapan hingga 95 persen.</p> <h3>Pemasangan Batu Koral</h3> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/BATU KORAL/1_EDIT.jpg" alt="" width="755" height="503" /><em>(Sumber: Dok. Pelatihan Jago Bangunan)</em></p> <p>Cara pemasangan batu koral pada dinding, garasi maupun lantai tergolong sama. Awalnya, dinding ataupun lantai yang ingin dihiasi batu koral dilapisi terlebih dahulu dengan adonan semen dan pasir dengan ketebalan 3-5 cm. Setelah itu, #SahabatJagoBangunan bisa langsung memasang batu koral, baik secara acak maupun dengan pola tertentu.</p> <p>Jika memasangan dilakukan tanpa dasar (dinding atau lantai), maka siapkan adonan beton yang terdiri dari semen, pasir, dan kerikil. Hati-hati menggunakan air saat mencampur adonan agar hasilnya tidak terlalu encer atau terlalu kental. Setelah adonan sudah dituang ke atas lantai atau lokasi pemasangan koral, barulah mulai dipasang batu koralnya satu per satu.</p> <p>Pastikan batu koral tersebut sudah bersih atau dicuci terlebih dahulu sebelum dipasang, sehingga warna alami batu bisa terlihat lebih jelas dan batu bisa merekat sempurna. Setelah batu koral terpasang, tambahkan adukan semen untuk menutupi dan memperkuat penempelan batu koral, juga tekan dan ratakan adonan menggunakan sebilah papan. Bersihkan sisa-sisa adonan yang menutupi batu menggunakan spon, pelan-pelan hingga batu tampak di permukaan.</p> <p>Tapi, jika #SahabatJagoBangunan ingin memanfaatkan batu koral sebagai tempat refleksi atau menginginkan permukaan yang tidak rata, maka batu koral bisa diletakkan secara horizontal atau disebar secara acak tanpa ditutup dengan semen kembali.</p> <h3>Perawatan Batu Koral</h3> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/BATU KORAL/Hilangkah-Noda-Cat-Batu-Alam.jpg" alt="" width="757" height="398" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/marmarjaya.blogspot.co.id">disini</a>)</em></p> <p>Cara merawat batu koral juga cenderung mudah. Jika batu koral yang akan dibersihkan tidak terpasang menyatu dengan semen atau disebar dengan bebas, maka #SahabatJagoBangunan hanya perlu merendamnya dalam air yang sudah dicampur dengan porselein untuk membersikan kotoran pada batu. Batu koral kemudian direndam selama kurang lebih satu jam.</p> <p>Sebaliknya, jika batu koral dipasang menyatu dengan semen, maka #SahabatJagoBangunan perlu menyiapkan alat tambahan yaitu sikat. Setelah siramkan air yang telah dicampur dengan porselein secara merata. Kemudian sikat untuk melepaskan kotoran yang menempel dan basuh dengan air sebagai langkah terakhir pembersihan.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/bahaya-kecelakaan-kerja-konstruksi-tinggi-begini-penerapan-k3-untuk-mencegahnya">Bahaya Kecelakaan Kerja Konstruksi Tinggi, Begini Penerapan K3 Untuk Mencegahnya</a></h3> <p>Itu dia penjelasan lengkap tentang batu koral yang bisa jadi “pemanis”rumah Anda. Bagaimana, #SahabatJagoBangunan? Apakah Anda berminat menambahkan batu kerikil untuk memperindah bangunan atau justru untuk membantu menjaga kesehatan?</p> <p>Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu pada artikel-artikel #PakJago yang lain.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani </em></p>
Bahaya Kecelakaan Kerja Konstruksi Tinggi, Begini Penerapan K3 Untuk Mencegahnya
<p><em>Oleh: Hildatun Najah</em></p> <p>Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan Kerja atau K3 merupakan salah satu aspek yang harus diketahui para pekerja, terlebih pekerja konstruksi yang memiliki resiko kerja tinggi. Meski begitu, K3 tidak hanya harus diketahui oleh pekerja saja, melainkan keluarga, konsumen dan orang lain yang berhubungan dengan kondisi lingkungan kerja.</p> <p>Lokasi kerja yang berbahaya seperti konstruksi, pertambangan, manufaktur, hingga pertanian memerlukan upaya khusus agar keselamatan pekerjanya bisa terjaga. Setiap tenaga kerja memiliki hak mendapatkan perlindungan atas keselamatannya saat melakukan pekerjaan. Jadi, dalam artikel kali ini #PakJago akan mengulas tentang K3 terutama dalam bidang konstruksi.</p> <h3>Norma, Manfaat, dan Tujuan K3</h3> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/K3 LAGI/2.jpg" alt="" width="752" height="470" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/safetysign.co.id">disini</a>)</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, terdapat tiga norma yang harus dipahami dalam K3. Ialah aturan yang berkaitan dengan keselamatan dan kesahatan kerja. Kedua, aturan diterapkan untuk melindungi tenaga kerja. Terakhir, resiko kecelakaan dan penyakit yang mungkin terjadi akibat kerja.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/benda-asing-mengenai-mata-anda-lakukan-6-cara-aman-ini-untuk-mengeluarkannya">Benda Asing Mengenai Mata Anda? Lakukan 6 Cara Aman Ini Untuk Mengeluarkannya</a></h3> <p>K3 diperlukan untuk memelihara kesehatan dan lingkungan tenaga kerja. Selain itu juga untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, dan terbebas dari resiko kecelakaan kerja. Tak hanya itu, K3 juga bertujuan untuk menghindari terjadinya kerugian korban, serta melakukan tindakan pengendalian kecelakaan yang mungkin terjadi di lokasi kerja.</p> <p>Jika K3 diterapkan dengan benar, lingkungan kerja menjadi sehat dan jauh dari pencemaran bagi masyarakat sekitar. Kontraktor juga dapat melakukan antisipasi dan perencanaan penanggulangan apa bila terjadi kecelakaan kerja. Dengan begitu, keselamatan tenaga kerja dapat terlindungi dan kinerja bisa lebih produktif.</p> <h3>Bahaya Kecelakaan Kerja</h3> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/K3 LAGI/3.jpg" alt="" width="758" height="1065" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/safetysign.co.id">disini</a>)</em></p> <p>Terdapat dua jenis bahaya yang banyak terjadi dalam dunia kerja. Bahaya mekanik atau permesinan yang banyak terjadi dalam industri manufaktur, pertambangan, konstruksi dan pertanian. Keberadaan mesin besar yang melibatkan kecepatan tinggi, ujung yang tajam hingga permukaan yang panas berpotensi melukai pekerja jika keamanannya tidak dijaga.</p> <p>Keadaan fisik tempat kerja yang tidak memadai juga dapat menimbulkan bahaya kerja. Aspek fisik tempat kerja seperti ventilasi, pintu masuk, hingga saluran air dapat membahayakan keselamatan pekerja. Tangka kebisinga, suhu udara, dan aliran listrik juga menjadi hal yang patut diwaspadai oleh tenaga kerja.</p> <p>Itulah mengapa peralatan perlindungan keselamatan harus digunakan selama bekerja untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja. Misalnya saja menggunakan helm keselamatan, penutup telinga, masker, ataupun kacamata.</p> <h3>K3 dalam Konstruksi</h3> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/K3 LAGI/ss.jpeg" alt="" width="761" height="322" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/providersavety.blogspot.com">disini</a>)</em></p> <p>Tahukah, Sahabat, K3 dalam proyek konstruksi terdiri dari 3 bagian. Yakni keamanan mesin, kemanan lokasi, dan keamanan perorangan. Selain bahaya mekanik dan fisik, manusia juga menjadi salah stu faktor yang dapat mengakibatkan kecelakaan konstruksi. Karenanya, kondisi kesehatan tenaga kerja, pelatihan serta pengawasan sangat penting dilakukan.</p> <p>Penerapkan K3 dalam proyek konstruksi dapat dilakukan dengan beberapa hal. Pertama, mengidentifikasi permasalahan yang mungkin dapat terjadi di lingkungan kerja. Kemudian melakukan evaluasi potensi bahaya sekaligus menentukan langkah agar dapat terhindar dari bahaya tersebut. Dengan kata lain melakukan pencegahan dan pengendalian kecelakaan.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/hindari-cedera-begini-cara-yang-tepat-untuk-menggunakan-mesin-bor">Hindari Cedera, Begini Cara yang Tepat untuk Menggunakan Mesin Bor</a></h3> <p>Selanjutnya, implemantasikan program yang telah dibuat dalam kegiatan kerja. Menerapkan prinsip yang dapat meghindarkan pekerja dari kecelakaan. Terakhir, dengan  pengawasan kinerja tenaga kerja, serta pelaksaan prinsip K3 yang telah disusun.</p> <p>Mengetahui resiko pekerjaan adalah salah satu hal yang harus disadari oleh setiap pekerja. Dengan begitu, resiko kecelakaan kerja karena factor manusia dapat menurun. Keselamatan kerja juga harus senatiasa dijaga oleh semua pihak. Jadi, jangan lupa utamakan keselamatan ya #SahabatJagoBangunan.</p> <p>Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu pada artikel-artikel #PakJago yang lain.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Ini Dia Penyebab Permukaan Keramik Menggembung dan Pecah, Serta Cara Mencegahnya
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>Pernahkah #SahabatJagoBangunan mendapat komplain dari klien bahwa keramik yang Anda kerjakan menggembung atau terangkat? Lalu, kondisi terburuk yang terjadinya adalah retak dan pecah. Masih ada tukang bangunan maupun orang awam mengeluhkan insiden yang dikenal juga sebagai “popping up” ini.</p> <p>Penggembungan permukaan keramik, apalagi sampai retak dan pecah, tentu akan merusak keindahan lantai dan perlu biaya besar untuk perbaikan; keramik sejenis pun belum tentu masih tersedia di pasaran. Sebenarnya apa penyebabnya? #PakJago mencatat beberapa penyebab popping up sekaligus tindakan antisipasi yang dapat dilakukan.</p> <h3>Penyebab Terjadinya Keramik Menggelembung dan Pecah</h3> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/KERAMIK2/removetiles13__diydeveloper_io_.jpg" alt="" width="761" height="571" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/diydeveloper.io">disini</a>)</em></p> <p>Beberapa hal berikut diketahui sebagai pemicu terjadinya penggembungan atau terangkatnya ubin keramik yang dapat berujung pada retak dan pecahnya ubin keramik tersebut.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/glass-block-cara-mudah-menerangi-ruangan-tanpa-lampu">Glass Block, Cara Mudah Menerangi Ruangan Tanpa Lampu</a></h3> <p>• Kualitas adukan untuk lantai atau mortar perekat keramik kurang bagus. Adukan yang kurang bagus dapat disebabkan rasio bahan yang kurang tepat atau rendahnya kualitas bahan, terutama semen (daya rekatnya kurang).</p> <p>• Kualitas ubin keramik kurang bagus, sehingga semen sulit menempel. Ubin kualitas rendah juga tidak tahan pada terjadi muai-susut (perubahan suhu rendah ke tinggi, atau sebaliknya secara berulang-ulang).</p> <p>• Pengisian nat (celah antarkeramik) tidak dilakukan dengan benar. Misalnya, bahan nat terlalu kental atau encer dan nat tidak sepenuhnya terisi.</p> <p>• Beban yang dipikul oleh lantai ubin keramik melebihi kemampuannya.</p> <p>• Permukaan tanah di bawah lantai kerja mengalami pergerakan atau penurunan (ambles). Hal ini biasanya terjadi jika bangunan atau rumah berada di atas tanah labil, di daerah rawan gempa atau longsor, di tepi jalan raya yang memiliki getaran kuat karena dilewati banyak kendaran besar dan berat, dekat pabrik dengan mesin produksi bergetaran tinggi, atau dekat proyek yang menerapkan pemancangan tiang. Potensi penurunan tanah juga dapat terjadi jika lantai cukup lama terendam air atau banjir.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/KERAMIK2/home-design__ths_gardenweb_com_.jpg" alt="" width="755" height="568" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/ths.gardenweb.com">disini</a>)</em></p> <p>• Kondisi lantai kerja di bawah ubin keramik basah atau terlalu lembab. Hal ini bisa terjadi karena genangan banjir atau adanya rembesan air dari dalam tanah.</p> <h3>Begini Cara Mencegah Penggelembungan Keramik</h3> <p>Berbagai pemicu terjadinya penggembungan lantai keramik di atas dapat diantisipasi apabila #SahabatJagoBangunan melakukan berbagai upaya berikut.</p> <p>• Untuk membuat mortar perekat keramik, gunakan material berkualitas —semen berkualitas bagus dan pasir tidak mengandung lempung. Rasio semen-pasir pun harus tepat, misalnya 1:6, dan pengadukan harus merata sehingga dihasilkan mortar yang homogen.</p> <p>Agar lebih praktis gunakan mortar instan (tile adhesive)— namun ikuti petunjuk pengenceran dari pabrik. Aplikasikan mortar perekat secara merata, jangan sampai menyisakan rongga, karena akan menjebak udara yang kelak dapat memuai dan mendorong keramik.</p> <p>• Pilih jenis keramik berkualitas bagus dan memenuhi standar internasional ISO. Jika terpaksa menggunakan jenis keramik berkualitas sedang atau rendah, sebaiknya lakukan perendaman (minimal 1 jam) sebelum material tersebut dipasang.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/yuk-kenali-kelebihan-dan-kekurangan-konstruksi-bangunan-kayu-sebelum-anda-membangun">Yuk, Kenali Kelebihan dan Kekurangan Konstruksi Bangunan Kayu Sebelum Anda Membangun</a></h3> <p>• Saat pemasangan keramik, upayakan jarak nat tidak dibuat terlalu rapat. Selain itu, jangan lupa memberi celah pada sisi yang berbatasan dengan dinding. Sebagai alternatif celah di pada batas dinding tersebut dapat juga diisi bantalan karet atau bahan fleksibel lain.</p> <p>• Buat adonan pengisi nat dengan kekentalan tepat (tidak terlalu encer atau kental) dan merata. Jika menggunakan pengisi nat instan (tile grout), ikuti petunjuk produsen. Kerjakan pengisian nat (grouting) setelah perekat keramik kering, dan lakukan secara tepat. Mula-mula bersihkan nat dengan kape dan pastikan tidak ada udara terjebak di bawah keramik, lalu aplikasikan bahan pengisi nat dengan kape plastik dengan arah melintang dan sejajar. Pastikan bahan pengisi benar-benar masuk ke dalam nat secara penuh dengan memberi tekanan ringan.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/KERAMIK2/Tenting-Tiles__tileinjection_com_au_.jpg" alt="" width="758" height="569" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/tileinjection.com.au">disini</a>)</em></p> <p>• Aplikasikan jenis keramik yang sesuai dengan beban lantai. Misalnya, untuk lantai carport pilihlah jenis keramik yang diproduksi khusus dengan kemampuan menahan beban berat perabot atau kendaraan.</p> <p>• Keramik yang menggembung dan berujung retak atau pecah, yang disebabkan oleh bencana alam (tanah bergerak, longsor, gempa, getaran sekitar, ataupun banjir) hanya dapat diatasi dengan menghindari daerah rawan bencana. Hal ini tentu sudah harus diketahui sebelum bangunan didirikan. Namun, untuk tingkat kelembapan tinggi dari dalam tanah masih dapat diminimalkan dengan membuat lantai kerja (di bawah keramik) dari campuran kedap air.</p> <p>• Beberapa hal lain yang perlu diperhatikan, misalnya: pertama, pemasangan keramik dengan area relatif luas atau pada lantai atas dianjurkan menerapkan expansion joint, yaitu sambungan yang berfungsi mengantisipasi pergeseran struktur, di mana bahan pengisi nat selain grout juga bahan elastis seperti bantalan karet atau srytofoam.</p> <p>Selanjutnya, pemasangan keramik pada dak beton, pastikan dak beton telah melewati proses waterproofing. Selain itu terapkan juga jarak nat yang lebih lebar (sampai 3 mm), bisa juga pengisi nat dikombinasi dengan bahan elastis.</p> <p>Demikian informasi dari #PakJago tentang sebab-sebab terjadinya penggembungan keramik dan cara mengantisipasinya. Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu di artikel-artikel #PakJago yang lain.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p> <p> </p>
Glass Block, Cara Mudah Menerangi Ruangan Tanpa Lampu
<p><em>Oleh: Hildatun Najah</em></p> <p>Sahabat Jago Bangunan, pernah mendengar istilah glass block? Ialah material berbahan kaca yang digunakan untuk membuat sistem pencahayaan alami dari sinar matahari. Dengan begitu, meski tidak menggunakan lampu, ruangan akan tetap terang.</p> <p>Kali ini #PakJago akan menjelaskan bagaimana cara membuat sistem pencahayaan alami  menggunakan glass block, cara memasang, dan merawatnya. Simak, yuk!</p> <h3><strong>Sistem Pencahayaan Alami dengan Glass Block</strong></h3> <p style="text-align: center;"><strong><img src="/images/cms///articles/GLASS BLOCK/1.jpg" alt="" width="760" height="708" /><em> </em></strong><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/app.blimp.sg">disini</a>)</em></p> <p>Penggunaan glass block bertujuan untuk membuat ruang menjadi lebih ter ang dengan sistem pencahayaan yang alami menggunakan kaca. Meski terbuat dari kaca, namun glass block tidak transparan. Jadi, bagian dalam ruangan tidak dapat terlihat dari luar, sehingga glass block aman digunakan sebagai dinding kamar mandi.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/kaya-manfaat-untuk-konstruksi-sudah-coba-menambahkan-batu-kapur-sebagai-material-bangunan-">Kaya Manfaat Untuk Konstruksi, Sudah Coba Menambahkan Batu Kapur Sebagai Material Bangunan?</a></h3> <p>Selain itu, glass block juga bisa digunakan untuk mensiasati ruangan yang gelap akibat atap beton yang tidak tembus cahaya. Penggunaan glass block yang dipasang bersama atap beton dapat membuat penghuni rumah tetap mendapat cahaya dari atas meski atapnya terbuat dari beton.</p> <p><strong>Mengapa Banyak Orang Menggunakan Glass Block?</strong></p> <p style="text-align: center;"><strong><img src="/images/cms///articles/GLASS BLOCK/4.jpg" alt="" width="760" height="1014" /></strong><em> (Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/pinterest.com">disini</a>)</em></p> <p>Fungsi glass block sebagai pemberi cahaya alami dapat membuat pengguanaan daya listrik berkurang. Dengan begitu, #SahabatJagoBangunan dapat menghemat biaya pengeluaran listrik. Warna glass block yang beragam juga dapat membuat interior maupun eksterior ruangan menjadi lebih indah.</p> <p>Ketebalan glass block yang mencapai 11 cm membuat glass block lebih kuat dari kaca biasa. Sehingga glass block bisa tetap aman meski digunakan sebagai lantai kaca. Meski glass block cenderung berbeda dengan kaca pada umumnya, tapi glass block masih memiliki sifat-sifat kaca, misalnya sebagai media yang dapat mengurangi pantulan suara.</p> <p>Selain itu, glass block dapat digunakan untuk membantu mengontrol suhu ruangan. Cahaya matahari sore yang panas dan mengandung banyak ultraviolet bisa ditahan menggunakan glass block. Glass block juga dapat diatur sehingga membuat pola tertentu yang membuat rumah terlihat lebih unik dan estetik.</p> <h3><strong>Cara Mudah Memasang dan Merawat Glass Block</strong></h3> <p><strong><img src="/images/cms///articles/GLASS BLOCK/555.jpg" alt="" width="758" height="916" /></strong></p> <p>Umumnya, glass block berukuran 20x20 cm. Pemasangan glass block pada dinding dilakukan seperti pemasangan bata pada saat membuat dinding. Awalnya alasi dulu permukaan yang akan dipasangi glass block dengan semen perekat yang sudah dicampurkan dengan air dan didiamkan selama 5 menit. Oleskan adonan semen pada sisi yang akan dipasangi glass block.</p> <p>Selagi masih basah, letakkan glass block lain di atasnya dan tekan agar glass block hingga menempel sempurna. Berbeda dengan bata yang ditumpuk menyilang, glass block disusun sejajar. Ulangi langkah tersebut hingga glass block terpasang seluruhnya. Setelah itu, tutup dinding glass block yang masih berlubang dengan sisa adonan semen dan tunggu 24 jam hingga dinding glass block mengering.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/GLASS BLOCK/3.jpg" alt="" width="759" height="759" /> <em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/amazon.com">disini</a>)</em></p> <p>Perawatan glass block juga tergolong mudah. Cukup dengan membersihkan permukaan glass block dengan menggunakan kain lap yang sudah dibasahi air. Namun, jika #SahabatJagoBangunan menginginkan permukaan glass block yang lebih terang, #SahabatJagoBangnan dapat menggunakan squeegee atau alat yang bisa digunakan untuk mengelap kaca.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/penting-baca-ini-sebelum-membangun-konstruksi-baja-untuk-rumah-dua-lantai">Penting! Baca Ini Sebelum Membangun Konstruksi Baja untuk Rumah Dua Lantai</a></h3> <p>Glass block menjadi salah satu material yang banyak digunakan saat ini, karena tidak hanya memberikan kesan estetis, tapi juga minimalis. Jadi, meski #SahabatJagoBangunan menggunakan bahan kaca dalam membuat rumah, tapi privasi bisa tetap terjaga karena glass block yang tidak tembus pandang. Apakah #SahabatJagoBangunan tertarik menambahkan glass block pada bangunan Anda? Layak dicoba bukan?</p> <p>#SahabatJagoBangunan juga bisa mendapatkan informasi lebih lanjut dan berdiskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan, melalui website maupun call center – bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Kaya Manfaat Untuk Konstruksi, Sudah Coba Menambahkan Batu Kapur Sebagai Material Bangunan?
<p><em>Oleh: Hildatun Najah</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, pernahkah Anda memanfaatkan batu kapur saat membuat bangunan? Batu kapur atau biasa disebut juga batu gamping merupakan batuan yang terbuat dari kalsium karbonat (CaCO3) yang berbentuk mineral kalsit selama lebih dari 30 hingga 500 juta tahun. Pemanfaatan batu kapur terjadi di banyak bidang, seperti pertanian, peternakan, industri kertas, dan terutama dalam industri konstruksi.</p> <p>Untuk lebih jelasnya, simak paparan dari #PakJago tentang batu kapur ini, yuk!</p> <h3>Macam-macam Batu Kapur</h3> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/BATU KAPUR/3.jpg" alt="" width="759" height="504" /><em>(Sumber: <a href="https://www.google.co.id/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjhk4_SqJ_YAhWJto8KHREmBjsQjhwIBQ&url=http%3A%2F%2Fariefgeo.blogspot.com%2F2012%2F01%2Fpemanfaatan-batugamping-batu-kapur.html&psig=AOvVaw2dp07zLV0VMCQoYi4snU3-&ust=1514090431964549">disini</a>)</em></p> <p>Penggolongan batu kapur dapat dilakukukan dengan dua macam cara, lho #SahabataJagoBangunan. Pertama, penggolongan berdasarkan proses pembakaran batu kapur. Berdasarkan penggolongan ini, kapur dibedakan menjadi empat jenis, yaitu kapur tohor, kapur mati (padam) kapur hidrolis (kapur romawi), dan kapur karbit.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/inovasi-material-inilah-konstruksi-pelat-lantai-komposit-dengan-floordeck-yang-menyatukan-baja-dan-beton">Inovasi Material, Inilah Konstruksi Pelat Lantai Komposit dengan Floordeck yang Menyatukan Baja dan Beton</a></h3> <p>Kapur tohor merupakan batu kapur yang telah melalui proses pembakaran pada suhu 900 derajat Celsius. Proses pembakaran batu kapur alam tersebut akan menghasilkan kapur tohor dan karbondioksida. Sementara itu, jika kapur tohor dicampurkan dengan air, maka akan menghasilkan kapur mati.</p> <p>Kapur karbit sendiri merupkan kapur mati yang dihasilkan dari pembuatan gas asetilena. Gas yang digunakan untuk mengelas logam, menerangi bawah tanah dan pembuatan plastik.  Sedangkan kapur hidrolis merupakan kapur mati yang mengeras di dalam air dan menjadi batu.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/BATU KAPUR/TOHOR.jpg" alt="" width="755" height="566" /><em>(Sumber: <a href="https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTfeneI82PznrL1DvRNuefHoqnOUKBVKxNlW3MeXu83gmSMAZNWnPd4FLzG%20">disini</a>)</em></p> <p>Kedua, penggolongan batu kapur berdasarkan kandungan senyawa. Batu kapur dengan tingkat kemurnian paling tinggi biasa disebut dengan kapur kalsium. Sedangkan batu kapur yang mengandung 5-20 persen magnesium karbonat disebut dengan kapur magnesium. Jika, magnesium karbonat dalam kapur meningkat hingga 44 persen, maka biasa disebut dengan kapur dolomite.</p> <p>Ada pula kapur hidrolis yang mengandung lebih dari 5 senyawa di dalamnya. Kemudian ada batu kapur mergel yang merupakan campuran antara batu kapur dengan tanah liat sehingga membuat gumpalan yang lunak dan mudah dilepas. Terakhir, ada batu kapur padat dan marmer yang mengandung banyak senyawa kimia lain.</p> <h3>Apa Saja Manfaat Batu Kapur dalam Bangunan?</h3> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/BATU KAPUR/50.jpg" alt="" width="757" height="426" /> <em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/indotrading.com">disini</a>)</em></p> <p>Pemanfaatan batu kapur sebagai bahan bangunan sudah berlangsung sejak dulu. Dimulai dari penggunaan batu kapur sebagai bahan pembuatan patung. Selain itu, juga masyarakat zaman dahulu menggunakan kapur untuk memperhalus dinding bangunan yang mereka buat.</p> <p>Di zaman sekarang batu kapur sudah berkembang menjadi berbagai bentuk material bangunan. Sifat kapur yang mudah mengeras serta memberi kekuatan mengikat membuat kapur banyak digunakan di industri konstruksi. Beberapa bahan bangunan menggunakan kapur sebagai bahan pembuatannya antara lain mortar, agregat beton, plesteran, pembuatan kawat, kaca, hingga keramik.</p> <p>Selain itu, batu kapur juga ias dimanfaatkan dalam pembangunan jalan. Kapur digunakan sebagai bahan penstabil dan pondasi jalan yang berfungsi untuk mengurangi penyusutan benda dan pemuaian pondasi jalan raya.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/BATU KAPUR/51.jpg" alt="" width="758" height="570" /><em> (Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/pixabay.com">disini</a>)</em></p> <p>Semen merupakan juga merupakan salah satu bahan bangunan yang dibuat dari batu kapur. Batu kapur dan tanah liat merupakan bahan utama pembuatan semen. Semen sendiri merupakan bahan baku utama dalam proses pembangunan, baik rumah maupun gedung pencakar langit lainnya.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/5-cara-mudah-memasang-kanopi-kantilever-dan-ragam-pilihan-kombinasi-materialnya">5 Cara Mudah Memasang Kanopi Kantilever dan Ragam Pilihan Kombinasi Materialnya</a></h3> <p>Tidak hanya itu, kapur juga dapat dimanfaatkan untuk menurunkan suhu. Mengoleskan kapur pada atap rumah, akan membuat atap lebih dingin dan memperlambat proses pemuaian. Begitu pula penggunan kapur dalam pembuatan keramik yang berfungsi untuk menurunkan suhu pemuaian panas sehingga keramik tidak mudah lepas ataupun retak saat dipasang.</p> <p>Itu dia beragam manfaat yang bisa didapatkan dari penggunaan batu kapur. Bagaimana, #SahabatJagoBangunan? Apakah Anda berminat memanfaatkan batu kapur untuk proyek selanjutnya?</p> <p>Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu di artikel-artikel #PakJago yang lain.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Inovasi Material, Inilah Konstruksi Pelat Lantai Komposit dengan Floordeck yang Menyatukan Baja dan Beton
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan pernah mendengar istilah pelat lantai komposit? Komposit merujuk pada jenis bahan hasil rekayasa yang terdiri dari dua atau lebih bahan berbeda sifatnya (fisika maupun kimia). Bahan-bahan tersebut tidak melebur, melainkan tetap dalam bentuk masing-masing namun saling mengikat dan bersinergi.</p> <p>Material komposit dapat bersinergi karena memiliki sistem yang mempersatukan sehingga menghasilkan sifat baru. Pelat lantai komposit adalah salah satu inovasi material komposit yang menyatukan material baja dan beton. Pada artikel ini #PakJago akan mengulas tentang seluk beluk pelat lantai komposit.</p> <h3>Kekurangan dan Kelebihan Pelat Lantai Komposit</h3> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/KOMPOSIT/3_23__www_lysaght_com_.jpg" alt="" width="763" height="572" /><br /> <em>(Sumber: Majalah Rumahku)</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/5-cara-mudah-memasang-kanopi-kantilever-dan-ragam-pilihan-kombinasi-materialnya">5 Cara Mudah Memasang Kanopi Kantilever dan Ragam Pilihan Kombinasi Materialnya</a></h3> <p>Pada prinsipnya pelat lantai komposit adalah ngedak dengan floordeck atau steeldeck —wujudnya berupa pelat baja atau pelat baja galvanis bergelombang dengan tinggi sekitar 65 mm sampai 1 cm. Floordeck atau steeldeck berfungsi sebagai bekisting sekaligus menggantikan tulangan bawah pada beton konvensional.</p> <p>Setelah ditambah tulangan atas dan dicor, pelat baja dan beton akan menghasilkan satu pelat lantai monolit. Selain antikarat dan tahan api hingga 2 jam, pelat baja ini juga memiliki daya tarik dan kekerasan yang relatif baik sehingga mampu menahan beban. Bentuknya yang bergelombang dan desain permukaannya memberikan efek penguatan.</p> <p>Penerapan pelat lantai komposit pada bangunan memiliki beberapa keuntungan terutama terkait dengan penghematan material.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/KOMPOSIT/_MG_2154__koleksi_majalah_rumahku_.jpg" alt="" width="761" height="548" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/lysaght.com">disini</a>)</em></p> <p>• Menghemat penggunaan material untuk pembesian, karena tulangan pelat bagian bawah tidak diperlukan lagi (fungsinya sudah digantikan pelat baja).</p> <p>• Menghemat material papan/plywood untuk bekisting, karena pelat lantai baja atau pelat lantai baja galvanis sekaligus berfungsi sebagai bekisting.</p> <p>• Mengurangi penggunaan perancah (scaffolding) dan tiang-tiang penyangga hingga 25%.</p> <p>• Mengurangi jumlah atau volume beton yang dicor.</p> <p>• Pemasangannya lebih efisien dan cepat—material floor deck yang dibuat di pabrik telah siap pasang— dan juga relatif mudah.</p> <p>• Tampilan bagian bawah rapi, sehingga dapat sekaligus dimanfaatkan sebagai plafon.</p> <p>Namun, aplikasi pelat lantai komposit perlu juga memiliki kekurangan yang perlu menjadi pertimbangan. Berikut beberapa kelebihannya.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/KOMPOSIT/1.jpg" alt="" width="766" height="343" /><em>(Sumber: <a href="https://rumaroof.wordpress.com/tag/penggunaan-bondek-dan-wiremesh/">disini</a>)</em></p> <p>• Harganya relatif dipengaruhi oleh harga baja.<br />• Tidak dapat diaplikasikan pada balok kantilever dan sisi tepi bangunan.<br />• Pengukuran panjang lebar area pemasangan harus teliti, demikian juga saat pengaturan dan pemotongan. Jika pemotongan tidak dilakukan dengan efisien maka berpotensi menyisakan material yang tidak dapat digunakan lagi.</p> <h3>Penerapan di Lapangan</h3> <p>Ada beberapa merek dagang untuk pelat baja atau pelat baja galvanized ini. Di antaranya yang relatif populer adalah bondek, sehingga berbagi merek floordeck yang ada sering kali disebut bondek. Ada juga yang menyebutnya bondek steeldeck atau bondek pelat lantai.</p> <p>Pelat lantai komposit dapat diaplikasikan pada bangunan umum juga rumah tinggal, baik pada bangunan baru ataupun renovasi. Pada bangunan renovasi, steeldeck bisa dipasang di atas balok (beton, kayu, ataupun baja) yang ada, dan sudah dipastikan kekuatannya.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/KOMPOSIT/6.jpg" alt="" width="757" height="568" /><em>(Sumber: <a href="http://arsitekistn.blogspot.co.id/2013/12/pemasangan-plat-lantai-bondek.html">disini</a>)</em></p> <p>Untuk bangunan baru, pemasangan diawali dengan pengecoran kolom struktur. Selanjutnya dilakukan pemasangan bekisting balok serta pemasangan perancah (scaffolding) pada bagian yang diperlukan saja. Tahap berikut adalah pemasangan lembaran floordeck atau steeldeck dan dilanjutkan dengan pemasangan tulangan bagian atas.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/ternyata-arsitektur-tak-hanya-soal-desain-tapi-juga-makna-spiritual-dan-identitas-bangunan">Ternyata Arsitektur Tak Hanya Soal Desain, Tapi Juga Makna Spiritual dan Identitas Bangunan</a></h3> <p>Untuk efisiensi bisa digunakan wiremesh dengan ukuran yang sesuai. Sebelum dicor, sebaiknya dilakukan pengecekan ulang, meliputi elevasi, kelurusan, kerapatan sambungan juga bekisting, jumlah tulangan, kekuatan bendrat, dan sebagainya.</p> <p>Jika telah siap, barulah dilakukan pengecoran, sebaiknya tidak berjeda —penggunaan ready mix atau pompa beton akan sangat membantu— dan sambil dipadatkan dengan mesin vibrator dan dilakukan perataan. Pembongkaran bekisting dan perancah sebaiknya dilakukan seturut tingkat kekeringan beton yang disarankan.</p> <p>Semoga informasi tentang pelat lantai komposit ini bermanfaat. Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu di artikel-artikel #PakJago yang lain.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
5 Cara Mudah Memasang Kanopi Kantilever dan Ragam Pilihan Kombinasi Materialnya
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>Kanopi merujuk pada semacam atap (tambahan) untuk melindungi bagian luar bangunan, guna mengantisipasi paparan sinar matahari dan hujan. Sementara, kantilever adalah struktur balok yang hanya ditopang atau dijepit pada satu ujung, dan ujung lainnya menggantung bebas.</p> <p>Konstruksi kantilever menjadi solusi untuk merancang kanopi sederhana yang tidak memakan banyak ruang, hemat material, juga cocok untuk hunian dengan lahan terbatas. Ruang di bawahnya bisa dimanfaatkan sebagai teras, carport atau perluasan garasi, atau sekadar melindungi jendela atau lubang ventilasi.</p> <p>Apa saja ragam kombinasi material dalam pembuatan kanopi dengan konstruksi kantilever dan bagaimana cara memasangnya? Simak ulasan #PakJago berikut.</p> <h3>Ragam Material Kanopi    </h3> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/KANOPI/3.jpg" alt="" width="755" height="603" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/pinterest.com">disini</a>)</em></p> <p>Untuk material konstruksi ada beton bertulang, baja, kayu, bambu, atau kombinasinya. Material untuk rangka kanopi meliputi kayu, besi holow, stainless steel, aluminium, dan baja ringan. Sementara pilihan material penutupnya ada polikarbonat, fiber, spandek (zincalume), UPVC, kaca tempered, bahkan bisa juga berupa tanaman merambat.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/yuk-kenali-kelebihan-dan-kekurangan-konstruksi-bangunan-kayu-sebelum-anda-membangun">Yuk, Kenali Kelebihan dan Kekurangan Konstruksi Bangunan Kayu Sebelum Anda Membangun</a></h3> <p>Material transparan adalah pilihan tepat jika menginginkan banyak terang alami. Untuk mengurangi beban balok kantilever, disrankan memilih material yang relatif tipis dan ringan. Prinsipnya, pemilihan material harus disesuaikan dengan kekuatan struktur dan selaras dengan estetika bangunan.</p> <h3>Prinsip Pemasangan Kanopi</h3> <p>Beragam material bisa dikombinasikan menjadi kanopi dengan satu konsep, yaitu kantilever. Sebagai pertimbangan, #PakJago infokan beberapa alternatif berikut prinsip pemasangannya.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/KANOPI/76-0-0-0-10000-7525-1000__www_aliportstructures_co_uk_.jpg" alt="" width="762" height="342" /><br /> <em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/rajapartisikaca.blogspot.co.id">disini</a>)</em></p> <p style="text-align: left;">1. Tiang dan balok kayu</p> <p>Pada alternatif ini kayu menjadi material utama, diterapkan baik sebagai tiang penopang maupun balok kantilever. Tiang dan balok bisa dibuat dengan sistem hubungan kayu ditambah penguat (skur) diagonal; bisa juga dengan sistem penyekrupan. Tiang penopang bisa ditegakkan dengan umpak atau pondasi setempat atau ditanam dengan cor beton.</p> <p>Bisa juga ditempelkan pada dinding bangunan dengan baut khusus. Jarak antartiang idealnya tak lebih dari 3 meter. Di atas balok bisa dirakit papan atau balok kayu berjarak lebih kecil untuk meletakkan penutup kanopi. Elemen terakhir ini bisa dihilangkan jika digunakan bahan penutup kanopi lebar yang bisa dipasang di atas balok kantilever.</p> <p>2. Beton bertulang</p> <p>Kanopi beton bertulang bisa berupa plafon kantilever (plat beton), untuk penerapan di atas pintu dan jendela atau ventilasi. Namun untuk menaungi bidang yang lebih luas, bisa dibuat kombinasi tiang penyangga dan balok kantilever; bisa juga dengan membuat jajaran balok beton yang ditanam pada dinding dengan jarak tertentu.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/KANOPI/Awning-Polycarbonate-Outdoor-Awning-Patio__www_aliexpress_com_.jpg" alt="" width="754" height="1009" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/aliexpress.com">disini</a>)</em></p> <p>Selanjutnya, balok akan menopang rangka dan penutup kanopi. Untuk rangka bisa dipilih yang sesuai. Jika material penutup kanopi cukup lebar, bisa langsung dibentangkan di atas balok kantilever dan diikat dengan baut khusus.</p> <p>3. Tiang dan balok baja</p> <p>Pada alternatif ini, untuk tiang penyangga maupun balok kantilever digunakan material baja. Jenis, ukuran, dan sistem sambungan disesuaikan. Tiang baja dapat ditanam dalam tanah dengan cor beton atau diangkurkan pada umpak atau pondasi setempat.</p> <p>Rangka kanopi bisa dipilih dari bahan yang sesuai. Jika lebar penutup kanopi cukup lebar, bisa langsung dibentangkan di atas balok kantilever dan diikat dengan baut khusus.</p> <p>4. Kombinasi kayu, beton, baja, dan dinding bata</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/KANOPI/carport5beam__www_doorcanopiesandsurrounds_co_uk_.jpg" alt="" width="758" height="568" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/doorcanopiesandsurrounds.co.uk">disini</a>)</em></p> <p>Kayu, beton, dan baja bisa dipadupadankan di antara ketiganya atau dengan dinding bata atau beton. Misalnya, beton sebagai balok kantilever bisa digantikan dengan balok kayu ataupun baja. Ikatan antarbahan dibuat dengan sistem penyekrupan. Proses pemasangan rangka dan penutup kanopi tidak berbeda.</p> <p>Alternatif lain adalah memanfaatkan dinding bata atau dinding beton untuk menggantikan fungsi tiang beton sebagai penopang balok. Dinding yang dimaksud adalah dinding bangunan pada sisi terluar.</p> <p>Beberapa batang kayu atau baja yang berfungsi sebagai balok kantilever ditanam dalam dinding bata atau beton, bisa juga disekrup dengan baut khusus. Tahap pemasangan rangka dan penutup kanopi, dapat dilakukan seperti pada alternatif sebelumnya. <br /> <br />5. Kombinasi dengan kabel baja</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/KANOPI/1.jpg" alt="" width="759" height="586" /><em>(Sumber: <a href="https://www.aecinfo.com/1/company/27/51/02/product748647_1.html">disini</a>)</em></p> <p>Kabel baja dapat menghasilkan konstruksi kantilever yang tampak modern dan kokoh, bahkan meski tanpa tiang. Kabel baja yang sangat efisien menahan rangka dan/atau penutup kanopi dapat dikombinasikan dengan beton, kayu, baja, juga dengan dinding bata atau beton.</p> <p>Alternatif pertama tidak menggunakan tiang. Sama seperti alternatif sebelumnya di mana fungsi tiang penyangga diemban oleh dinding bata atau beton. Pada konstruksi ini, rangka atap —selain disekrup pada dinding— juga ditahan oleh kabel baja.</p> <p>Prinsipnya 2 atau lebih kabel baja dikaitkan atau disekrupkan pada rangka kanopi, sementara ujung lain ditanam pada dinding bata atau beton. Jika digunakan kaca tempered sebagai penutup atap, elemen rangka bisa ditiadakan.</p> <p>Jadi, ujung kabel baja yang seharusnya disekrup pada rangka bisa langsung disekrupkan pada bidang kaca. Idealnya dipilih kaca tempered yang relatif tebal (±10 mm).</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/penting-baca-ini-sebelum-membangun-konstruksi-baja-untuk-rumah-dua-lantai">Penting! Baca Ini Sebelum Membangun Konstruksi Baja untuk Rumah Dua Lantai</a></h3> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/KANOPI/61158-3486959__img_archiexpo_com_.jpg" alt="" width="758" height="568" /><br /> <em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/img.archiexpo.com">disini</a>)</em></p> <p>Kombinasi kanopi kantilever yang lain bisa dirancang, hanya pastikan kekuatannya telah dikonsultasikan pada ahlinya. Beberapa hal berikut juga perlu diperhatikan saat pemasangan.</p> <p>• Pilih material yang tahan cuaca, atau pastikan di-finishing dengan baik—waterproofing, antikarat, antirayap, dan sebagainya.<br />• Gunakan material pengikat (sekrup, dinabolt) yang kuat dan tahan lama.<br />• Lubang pada tahap penyekrupan harus ditutup dengan sealant atau bahan khusus.<br /> <br />Semoga informasi yang #PakJago sampaikan kali ini berguna. Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Jangan lupa simak artikel #PakJago yang lain.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Penting! Baca Ini Sebelum Membangun Konstruksi Baja untuk Rumah Dua Lantai
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>Material baja teknologi terbaru yang ringan, kuat, dan mudah pengerjaannya menjadi salah satu material favorit belakangan ini. Jika semula aplikasi material ini masih berkisar pada rangka atap, kini bahkan telah menjadi salah satu alternatif konstruksi bangunan bertingkat.</p> <p>#SahabatJagoBangunan sudah sering mendengar atau melihat rumah bertingkat dengan konstruksi baja? Jika belum, lanjutkan membaca artikel ini karena #PakJago akan mengulas tentang konstruksi baja untuk rumah dua lantai.</p> <h3>Kelebihan dan Kekurangan Konstruksi Baja</h3> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/bajarumah/1.jpg" alt="" width="764" height="477" /><em>(Sumber: <a href="https://financialtribune.com/articles/world-economy/15394/steel-output-slowing-worldwide%20 2">disini</a>)</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/butuh-teknik-khusus-begini-proses-pemasangan-keramik-lantai-kamar-mandi-yang-benar">Butuh Teknik Khusus, Begini Proses Pemasangan Keramik Lantai Kamar Mandi yang Benar</a></h3> <p>Baja ringan telah menjadi material yang populer, karena memiliki banyak kelebihan. Pertama, baja ringan adalah bahan antikarat dan antirayap yang bobotnya relatif ringan sehingga mengurangi beban struktural. Namun baja relatif kuat dan tahan lama, bahkan jika dilakukan perhitungan secara cermat, kekuatannya bisa bersaing dengan beton. Sebagai produk pabrikan, baja telah melewati pengontrolan kualitas sehingga ukurannya seragam dan presisi.</p> <p>Kedua, sebagai material konstruksi, proses pengerjaannya relatif cepat; bahkan bisa dibilang lebih cepat dari beton yang harus lewat tahap pembuatan cetakan, pengecoran, dan pengeringan. Ketiga, harga baja relatif lebih murah, apalagi dengan proses pengerjaan yang praktis, efisien dan lebih cepat didapat penghematan biaya cukup besar.</p> <p>Di samping berbagai kelebihan tersebut, konstruksi baja juga menuntut ketelitian yang tinggi baik dalam perhitungan maupun proses pengerjaan. Pemilihan dimensi batang baja harus sesuai desain bangunan (terkait fungsi dan beban yang ditopang).</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/bajarumah/2.jpg" alt="" width="765" height="573" /><em>(Sumber: <a href="http://www.bajaringankania.com/2015/12/fungsi-rangka-baja-ringan-yang-perlu.html%20 3">disini</a>)</em></p> <p>Konstruksi baja merupakan rangkaian batang-batang baja di mana sambungan antarbaja dilakukan dengan teknik pengelasan dan mur-baut. Pengelasan atau pemasangan mur-baut yang tidak tepat atau kurang kencang, berisiko membuat sambungan terlepas. Jadi, penyambungan harus dilakukan secara hati-hati.</p> <h3>Penting dalam Pengerjaan Konstruksi Baja</h3> <p>Penerapan konstruksi baja ringan, dalam hal ini untuk rumah dua lantai, secara garis besar harus melewati beberapa tahapan berikut.</p> <p>• Pertama-tama harus dibuat desain bangunan yang mendukung penggunaan konstruksi baja, pembuatan gambar kerja, jika perlu dilengkapi desain struktur 3D. Selanjutnya juga harus disiapkan perhitungan konstruksi baja secara tepat oleh ahlinya. Penggunaan sistem modular nantinya akan memudahkan dan juga mempercepat pengerjaannya.</p> <p>• Penyiapan bahan-bahan konstruksi baja, meliputi pelat, profil, angkur, baut, dan sebagainya, dengan dimensi dan jumlah sesuai gambar kerja dan penghitungan yang dibuat. Semua pelat dan profil harus diperiksa kerataan, kelurusan, dan kesikuannya.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/bajarumah/3.jpg" alt="" width="769" height="516" /><em>(Sumber: <a href="http://www.bengkellasutama.com/2013/11/rumah-tinggal-dengan-struktur-baja.html%20 4">disini</a>)</em></p> <p>• Perakitan elemen-elemen struktural sesuai rancangan, dikerjakan di bengkel atau pabrik. Pengelasan dan/atau pengeboran harus dilakukan dengan ketelitian tinggi. Pre-fabrikasi di lokasi ideal dengan mesin khusus akan menghasilkan konstruksi yang sempurna. Meskipun begitu dapat juga dikerjakan di lapangan, jika memungkinkan.</p> <p>• Sementara itu, di lapangan harus diselesaikan pekerjaan substruktur (pondasi). Jadi ketika, perakitan kontruksi bangunan di pabrik selesai, dasar bangunan juga telah siap.</p> <p>• Jika lahan dan rangkaian modul-modul konstruksi telah siap, dapat dilakukan perakitan sesuai dengan rancangan bangunan dua lantai. Mulai dari dasar hingga rangka atap.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/bajarumah/House_3__www_rotarex_ro_.jpg" alt="" width="761" height="406" /><em>(Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/rotarex.ro">disini</a>)</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/begini-cara-gampang-untuk-menghitung-dan-membuat-galian-tanah-pondasi">Begini Cara Gampang untuk Menghitung dan Membuat Galian Tanah Pondasi</a></h3> <p>• Selanjutnya adalah mengerjakan bidang-bidang penutup bangunan, meliputi pemasangan lantai 2, dinding, atap, dan juga plafon (baik lantai 1 maupun 2), disertai dengan pengerjaan jaringan utilitas dan mekanikal elektrikal. Material pelapis yang digunakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan budget.</p> <p>• Tahap akhir adalah melakukan pekerjaan finishing.</p> <p>Itu dia ulasan tentang konstruksi baja untuk rumah dua lantai. Semoga bermanfaat. Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Jangan lupa simak artikel-artikel #PakJago yang lain.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>