Masuk

Tips

Beranda / Artikel
Search:

Ciri Tukang Profesional : Handal dan Bisa Dipercaya - Bagaimana Caranya?   
<h1><strong>Ciri Tukang Profesional : Handal dan Bisa Dipercaya - Bagaimana Caranya?</strong><span style="font-weight: 400;">   </span></h1> <p><span style="font-weight: 400;">Keterampilan bekerja merupakan bekal utama untuk mendapatkan prestasi. Kemampuan secara teknis sangat diperlukan agar hasil pekerjaan yang baik dapat dicapai dengan maksimal. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Namun kita juga sering mendapati dalam kehidupan ini, bahwa ada faktor lain yang juga berpengaruh selain faktor-faktor di atas. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Anda pasti pernah mendengar atau bahkan mengalami sendiri bahwa suatu kesempatan emas yang tidak disangka bisa didapatkan bukan karena faktor terampil bekerja.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Bisa jadi keterampilan itu bisa bertambah seraya waktu berlalu. Jadi, apakah faktor lain itu?  Anda benar, faktor lain itu adalah kepribadian diri kita. Sikap kita sewaktu bekerja juga berperan penting.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Dalam dunia pekerjaan konstruksi, menjadi tukang bangunan yang handal dan bisa dipercaya dapat menciptakan reputasi kerja yang baik bagi Anda.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Dengan reputasi bagus, Anda akan lebih mudah mendapat banyak tawaran pekerjaan. Sebab, sebelum memberikan penawaran, klien akan selalu mengecek rekam jejak pekerjaan yang sudah Anda selesaikan.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk menjadi tukang bangunan yang handal dan bisa dipercaya. Penasaran bagaimana caranya? Simak artikel berikut ini ya. </span></p> <h4> </h4> <h2><strong>1. Bersikap Jujur dalam Segala Hal</strong></h2> <p><span style="font-weight: 400;">Kejujuran adalah kunci utama menjadi tukang bangunan yang handal dan bisa dipercaya. Anda bisa memulainya dengan mengatakan keahlian atau kemampuan yang dimiliki sesuai kapasitas. Selain itu, Anda juga harus jujur dalam menjelaskan proses pembangunan, kebutuhan material, dan semua hal terkait proyek yang akan dikerjakan. Jangan sampai membuat klien merasa dirugikan sehingga tidak lagi menggunakan jasa yang Anda tawarkan di kemudian hari.</span></p> <p><strong><img src="/images/cms///tukang andalan/3.jpg" alt="" width="512" height="246" /></strong></p> <p> </p> <h2><strong>2. Disiplin dan Bertanggung Jawab</strong></h2> <p><span style="font-weight: 400;">Reputasi tukang bangunan pada dasarnya dapat dilihat dari kedisiplinan dan tanggung jawab saat menyelesaikan suatu proyek. Tunjukkan kepada klien bahwa Anda mampu memenuhi target, baik dari sisi kualitas bangunan yang diharapkan maupun tenggat waktu pengerjaan. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Disiplin kerja meliputi disiplin dalam hal waktu : datang dan pulang tepat waktu, pekerjaan selesai sesuai tenggat waktu dengan kualitas baik. Hal lain adalah disiplin menaati peraturan (prosedur operasi standar) terkait proses bekerja maupun keselamatan kerja. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Seorang tukang yang dapat diandalkan juga sangat bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Dia berupaya keras untuk memberikan hasil yang sesuai dengan kesepakatan, dan  berupaya mencari solusi  jika ada kendala. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Dengan begitu, klien akan mendapat kepuasaan sebagai pelanggan Anda. </span></p> <p><br /><strong><img src="/images/cms///tukang andalan/2.jpg" alt="" width="512" height="334" /></strong><br /><span style="font-weight: 400;"> Pekerja yang disiplin lebih mudah mendapatkan peluang kerja yang bagus.</span></p> <p> </p> <h2><strong>3. Meminimalisir Kesalahan Kerja</strong></h2> <p><span style="font-weight: 400;">Untuk bisa menjadi tukang bangunan yang handal dan terpercaya, berusahalah untuk menghindari kesalahan kerja. Hal ini bisa dilakukan dengan : </span></p> <ul> <li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><em><span style="font-weight: 400;">Terus meningkatkan keterampilan Anda agar semakin ahli. </span></em></li> </ul> <p style="text-align: left;">       <span style="font-weight: 400;">Memang Anda tidak diminta untuk menguasai seluruh keahlian pekerjaan bangunan. Namun, Anda bisa mempelajari satu             per satu keahlian dengan tekun. Ketika sudah menguasai banyak keahlian, maka akan ada banyak orang yang mempercayai         Anda untuk mengerjakan proyek yang dimiliki. </span></p> <ul> <li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><em><span style="font-weight: 400;">Bukalah komunikasi yang baik, </span></em>dengan pemberi pekerjaan maupun rekan kerja lain, agar tidak ada istilah gagal memahami perintah kerja. Hasil yang dicapai pun akan sesuai dengan yang diharapkan. </li> </ul> <p><span style="font-weight: 400;">Jadi bagi para Sahabat yang masih baru dalam pekerjaan konstruksi, lakukan dengan baik pekerjaan Anda yang masih sederhana. Apabila dalam proyek kecil Anda sukses dan minim kesalahan, kemungkinan besar Anda akan dipercaya untuk mendapatkan proyek yang lebih besar. </span></p> <p><br /><br /><br /><img src="/images/cms///tukang andalan/photo6251244025550056760.jpg" alt="" width="720" height="406" /><br /><em><span style="font-weight: 400;">Kurangi kesalahan bekerja dengan meningkatkan keterampilan dan menjaga komunikasi yang baik.</span></em></p> <p> </p> <p> </p> <h2><strong>4. Siapkan Perkakas Kerja Sesuai Tugas Pokok Anda</strong></h2> <p><span style="font-weight: 400;">Sebagai tukang bangunan yang handal, Anda wajib memiliki perkakas kerja sesuai dengan tugas pokok. Misalnya meteran, bor, gergaji tangan, palu, sendok semen, roskam, dan sebagainya. Ini penting untuk dipersiapkan. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Sebab, klien lebih menyukai tukang bangunan yang membawa perkakas kerja sendiri. Jadi, mereka tidak terbebani biaya tambahan atas kebutuhan segala perkakas dalam menyelesaikan proyek. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Pastikan perkakas dalam kondisi baik, dan sudah disiapkan sehari sebelumnya ya. </span></p> <p><br /><img src="/images/cms///tukang andalan/1.jpg" alt="" width="512" height="376" /><br /><em><span style="font-weight: 400;">Persiapkan perkakas Anda sendiri</span></em></p> <p> </p> <h2>5. <strong>Selalu Menjaga Kesehatan Diri</strong></h2> <p><span style="font-weight: 400;">Berprofesi sebagai tukang bangunan membuat Anda harus pandai menjaga stamina tubuh. Pekerjaan sebagai tukang bangunan membutuhkan energi dan stamina yang baik, karena bisa dikatakan termasuk pekerjaan fisik yang berat.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Maka upayakan jangan sampai jatuh sakit karena kurang beristirahat dan tidak </span><span style="font-weight: 400;">memperhatikan kesehatan diri. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Tips sederhananya : </span></p> <ul> <li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Makanlah secara teratur dengan nilai gizi yang seimbang, yakni : cukup karbohidrat, rendah lemak jenuh, cukup minum air putih, rutin makan sayur dan buah. </span></li> <li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Jika memungkinkan, di akhir pekan sempatkan berolahraga ringan, mungkin ditemani anak dan istri agar lebih semangat ya. </span></li> <li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Hindari begadang terutama jika besoknya Anda masih harus bekerja. </span></li> </ul> <p><span style="font-weight: 400;">Dengan pola hidup sehat dan teratur ini, maka tubuh Anda akan lebih fit.  Pekerjaan pun dapat  selesai tepat waktu karena Anda tidak harus izin libur karena sakit.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;"><img src="/images/cms///tukang andalan/photo6251244025550056763.jpg" alt="" width="750" height="500" /></span></p> <p><em><span style="font-weight: 400;">Biasakan pola hidup sehat dan teratur untuk menjaga performa fisik dan mental yang prima</span></em></p> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">Nah, itulah tadi beberapa hal yang bisa Anda perhatikan untuk menjadi tukang bangunan yang handal dan bisa dipercaya. Ada kata pepatah “kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil”. Apapun yang terjadi, harus tetap semangat dan berpikir positif ya.   Semoga berhasil. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;"> </span></p> <h1><strong>Konsultasi Jago Bangunan</strong></h1> <p><span style="font-weight: 400;">Butuh informasi lain terkait tips pekerjaan konstruksi bangunan? Baca artikel lain yang sesuai kebutuhan bangunan Anda di</span><a href="/"> <span style="font-weight: 400;">website JagoBangunan</span></a><span style="font-weight: 400;">  </span><span style="font-weight: 400;">atau hubungi kami melalui</span><a href="https://web.facebook.com/jagobangunan?_rdc=1&_rdr"><span style="font-weight: 400;"> tulis Pesan di </span><span style="font-weight: 400;">Facebook Jago Bangunan</span></a><span style="font-weight: 400;">. </span></p>
Siap Mandiri, Warga Binaan Lapas Kelas II B Singaraja Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi Pekerja Konstruksi
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>Sahabat Jago Bangunan, banyak Narapidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Singaraja, Bali, mengisi harinya dengan berkarya yang menghasilkan nilai jual, seperti melukis, menjahit, dan membuat kerajinan tangan. Diantara ratusan warga binaan, begitu mereka lebih akrab disapa, ternyata ada yang memiliki bakat di bidang jasa konstruksi, sebagai tukang bangunan, tukang cat, tukang kayu, tukang las, dan berbagai keterampilan tukang lainnya.</p> <p>Tak ingin menyiakan potensi tersebut, Lapas II B Singaraja yang dipimpin Risman Somantri, bekerjasama dengan Kementerian PUPR, menggelar Pelatihan dan Uji Sertifikasi bagi warga binaan, pada 29 Januari - 1 Februari 2019. Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV (yang membawahi wilayah Jateng, DIY, Jatim, Bali, NTB, dan NTT) mendatangkan instruktur bidang konstruksi bangunan untuk memberi pelatihan. Kegiatan ini juga didukung oleh Bidang Jasa Konstruksi Dinas PUPR Provinsi Bali, dengan mendatangkan peralatan Mobil Training Unit untuk pelatihan bidang K-3.</p> <p><img src="/images/cms///LAPAS BALI/Siap_Mandiri__Warga_Binaan_Lapas_Kelas_II_B_Singaraja_Ikuti_Pelatihan_dan_Sertifikasi_Pekerja_Konstruksi_-_JAGO_BANGUNAN_2.jpg" alt="" width="780" height="260" /><em>Proses pembukaan acara Pelatihan & Uji Sertifikasi Pekerja Konstruksi di Lapas Kelas II B Singaraja, (sumber gambar: dok. Balai Konstruksi Wilayah IV Surabaya, Kementerian PUPR).</em></p> <p>Pelatihan ini tak lain bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para warga binaan sebagai tukang bangunan, terutama untuk tukang batu dan tukang cat. Pelatihan secara intensif dilakukan selama 1 minggu, dengan pembagian waktu 5 hari untuk pelatihan dan 1 hari untuk uji sertifikasi. Sejumlah 36 napi mengikuti pelatihan tukang batu, sementara 19 warga binaan lainnya berlatih menjadi tukang cat. Hebatnya, meski pekerjaan bangunan identik dengan laki-laki, dalam Lapas Kelas 2 B Singaraja itu juga terdapat 5 warga binaan wanita yang antusias belajar jadi tukang cat.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/mau-ikut-sertifikasi-tukang-pasang-bata-juru-gambar-atau-juru-ukur-baca-panduan-ini-dulu">Mau Ikut Sertifikasi Tukang Pasang Bata, Juru Gambar, atau Juru Ukur? Baca Panduan Ini Dulu</a></h3> <p>Dalam proses pelatihan, peserta dibagi dalam 4 kelompok (masing-masing 9 orang), ditambah 1 warga binaan yang memiliki pengalaman membangun, sehingga tiap kelompok terdiri dari 10 orang. Warga binaan yang sudah berpengalaman tersebut memberi contoh sekaligus menjadi penyemangat bagi napi lainnya. Mereka tampak dengan senang hati melaksanakan pelatihan, mulai menggali, memindahkan batako, mengaduk, memasang pondasi, hingga melakukan pengelasan konstruksi atap dengan besi hollow.</p> <p><img src="/images/cms///LAPAS BALI/Siap_Mandiri__Warga_Binaan_Lapas_Kelas_II_B_Singaraja_Ikuti_Pelatihan_dan_Sertifikasi_Pekerja_Konstruksi_-_JAGO_BANGUNAN_5.jpg" alt="" width="765" height="255" /><em>Proses pelaksanaan Pelatihan dan Uji Sertifikasi Tukang Batu di Lapas Kelas II B Singaraja, (sumber gambar: dok. Balai Konstruksi Wilayah IV Surabaya, Kementerian PUPR).</em></p> <p>Untuk pelatihan tukang cat, warga binaan ini mengerjakan pengecatan ruang dalam Lapas. Ada yang mengecat kayu/kusen, tembok, dan juga ada yang membuat mural (seni melukis dinding) dengan lukisan khas Bali maupun gambar kartun. Meski terbilang durasinya sebentar karena bergantian dengan kelompok lain, namun hasil pelatihan tersebut tetap berkualitas dan indah.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/wow-begini-cara-memasang-bata-ringan-yang-cepat-dan-tepat-hingga-30-meter-per-hari">Wow! Begini Cara Memasang Bata Ringan yang Cepat dan Tepat Hingga 30 Meter Per Hari</a></h3> <p>Selain memberikan berbagai program pembinaan, Lapas Singaraja juga membuka usaha pencucian sepeda motor yang dijalankan oleh para warga binaan. Pembangunan tempat pencucian motor ini pun dikerjakan sendiri oleh penghuni Lapas yang memiliki keterampilan membuat pondasi, membuat tembok, memplester, memasang keramik, mengelas, hingga memasang instalasi listrik maupun perlengkapan lain, seperti air dan kompresor.</p> <p><img src="/images/cms///LAPAS BALI/Siap_Mandiri__Warga_Binaan_Lapas_Kelas_II_B_Singaraja_Ikuti_Pelatihan_dan_Sertifikasi_Pekerja_Konstruksi_-_JAGO_BANGUNAN_3.jpg" alt="" width="759" height="253" /><em>Proses pelaksanaan Pelatihan dan Uji Sertifikasi Tukang Cat di Lapas Kelas II B Singaraja, (sumber gambar: dok. Balai Konstruksi Wilayah IV Surabaya, Kementerian PUPR).</em></p> <p>Seiring banyaknya pelanggan yang puas dengan pelayanan pencucian motor, Lapas mengembangkan usahanya dengan membangun cafe persis di sebelah tempat cuci motor. Sembari motor dicuci, pelanggan bisa menikmati makanan, minuman, dan live music yang disuguhkan para warga binaan. Menarik sekali, bukan?</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/antisipasi-bencana-penuhi-dulu-7-syarat-bangunan-rumah-kokoh-dan-tahan-gempa-ini">Antisipasi Bencana, Penuhi Dulu 7 Syarat Bangunan Rumah Kokoh dan Tahan Gempa Ini</a></h3> <p>Bagi para warga binaan, kesempatan berkarya di luar tembok Lapas merupakan sesuatu yang langka. Selain berinteraksi dengan masyarakat, melihat lalu lalang orang dan kendaraan di jalan saja sudah cukup menjadi hiburan yang menyenangkan. Tentu pengawalan terhadap mereka cukup ketat, di samping kerjasama yang baik dan saling percaya dari para penghuni Lapas agar tidak melarikan diri.</p> <p><img src="/images/cms///LAPAS BALI/Siap_Mandiri__Warga_Binaan_Lapas_Kelas_II_B_Singaraja_Ikuti_Pelatihan_dan_Sertifikasi_Pekerja_Konstruksi_-_JAGO_BANGUNAN_4.jpg" alt="" width="765" height="255" /><em>Proses pelaksanaan pelatihan tentang bangunan sederhana di Lapas Kelas II B Singaraja, (sumber gambar: dok. Balai Konstruksi Wilayah IV Surabaya, Kementerian PUPR).</em></p> <p>Beruntung masyarakat Bali memiliki kepercayaan bahwa, kemanapun mereka pergi, pasti akan ada kerinduan yang sangat dalam untuk pulang ke kampung halaman dan bertemu dengan keluarga. Kepercayaan tersebut membuat para warga binaan di Bali memiliki kesadaran tinggi untuk tidak lari dari Lapas. Kesadaran inilah yang juga menjadi salah satu faktor keberhasilan berbagai program pembinaan dan pelatihan yang dilakukan Lapas Singaraja.</p> <p>Sebagian besar warga binaan yang mengikuti pelatihan ini sudah hampir bebas dalam waktu dekat, sehingga diharapkan keterampilan yang dipelajari bisa menjadi bekal untuk menyongsong lembaran baru pasca keluar dari Lapas. Ditambah sertifikat keterampilan, khususnya bidang konstruksi, mereka lebih percaya diri untuk berkiprah dan berkontribusi positif di masyarakat kelak.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/peduli-tukang-semen-indonesia-bekerjasama-dengan-kementerian-pupr">Peduli Tukang, Semen Indonesia Bekerjasama dengan Kementerian PUPR</a></h3> <p>=====<br />Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Lestarikan Kearifan Lokal, Duta Terampil Semen Gresik di Pamekasan Ini Sukses Berbisnis Konstruksi Kayu Madura
<p><em>Oleh: Amin Zainullah</em></p> <p>Pria bernama lengkap Agus Susanto ini dilahirkan di Pamekasan, 9 Oktober 1978. Ayah Agus, begitu ia biasa disapa, almarhum Mohammad Hanah ialah mandor bangunan yang dikenal berkualitas dan memiliki banyak anak didik. Bahkan setelah mahir, anak didiknya bisa menjadi pemborong di berbagai kota dengan bekal ilmu dan keterampilan yang memadai.</p> <p>Dari latar belakang keluarga inilah, Agus mengenal pekerjaan konstruksi yang kini dipilih sebagai jalan hidupnya. Hingga kini Agus menjadi pemborong bangunan rumah tinggal berukuran sedang, maksimal terdiri dari 2 lantai. Namun untuk pembangunan pondasi, dinding, dan pekerjaan batu lainnya Agus serahkan ke rekan tukang bangunan lain untuk menggarap. Agus hanya mengambil pekerjaan kayu, mulai atap, jendela, pintu, maupun pekerjaan kayu lainnya di rumah tersebut, yang dibantu oleh beberapa tukang kayu lain.</p> <h3><a href="/article/read/ternyata-gampang-lho-begini-cara-menghitung-rancangan-anggaran-biaya-rab-rumah-secara-global-tanyapakjago">Ternyata Gampang, Lho.. Begini Cara Menghitung Rancangan Anggaran Biaya (RAB) Rumah Secara Global #TanyaPakJago</a></h3> <p>Selain menjadi pemborong, Agus lebih banyak bergelut di bengkel kayu miliknya yang beralamat di Jl. Basar, Gang V No. 39, Kelurahan Bugeh, Pamekasan, Madura, persis di samping rumah tinggalnya. Di bengkel inilah Agus mengerjakan pesanan kusen, pintu, dan jendela. Tak hanya itu, Agus juga menerima berbagai pesanan perabot dari kayu jati dengan finishing ukir serta politur sistem sanding. Model-model kayu masif/solid minimalis juga sering dilayaninya.</p> <p style="text-align: left;"><img src="/images/cms///Agus/karya_agus.jpg" alt="" width="767" height="338" /><em>Pintu kayu jati dengan ukiran khas Madura, karya Agus Susanto (dokumentasi Agus).</em></p> <p>Tak hanya terbukti berkualitas, hasil karya Agus bahkan turut melestarikan kearifan lokal melalui pembuatan pintu jati dengan ukiran khas Madura. Materialnya pun menggunakan kayu jati yang ditanam dan tumbuh di tanah Madura. Kecuali jika pasokan menipis, Agus terpaksa mengambil bahan dari pulau Jawa. Bengkel kayu milik Agus sudah dilengkapi dengan peralatan modern seperti mesin ketam, mesin gergaji, mesin amplas, router, bor, kompresor, spray gun, dan alat lainnya guna memastikan produk yang dihasilkan berkualitas terbaik. Tak heran jika produknya menembus pasar di berbagai kota lain di pulau Jawa, terutama wilayah Jawa Timur.</p> <p><em><img src="/images/cms//Agus/lomba_nasional.jpg" alt="" width="772" height="318" /></em><em>Agus Susanto bersama para pemenang Lomba Tukang Nasional 2009 (dokumentasi Agus).</em></p> <p>Keterampilan Agus sebagai tukang kayu memang tak perlu diragukan dan sudah diakui secara nasional. Pada 2009 silam, Agus berhasil menyabet Juara Pertama Lomba Tukang Nasional untuk bidang kerja kayu, dan menjadikannya kian percaya diri untuk menggeluti bidang ini. Berkat ketenangan jiwa dan keterampilan tangannya, Agus mendapat nilai tertinggi dalam waktu tercepat dibanding semua lawannya kala itu.</p> <h3><a href="/article/read/wow-ternyata-ini-yang-terjadi-pada-seorang-tukang-bangunan-setelah-istrinya-mimpi-kejatuhan-bulan">Wow! Ternyata Ini yang Terjadi pada Seorang Tukang Bangunan Setelah Istrinya Mimpi Kejatuhan Bulan</a></h3> <p>PT Semen Gresik pun mengakui bakat dan keahlian Agus dalam pekerjaan konstruksi. Tak hanya sebagai tukang kayu, Agus juga menguasai semua bidang pekerjaan tukang bangunan umum. Terbukti saat ia diuji dalam rangkaian kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Tukang Bangunan Semen Gresik 2008, Agus mendapat nilai tertinggi baik teori maupun praktik. Karenanya dalam kegiatan yang bertempat di Hotel Puri Pamekasan itu, Semen Gresik menobatkan Agus Susanto sebagai Duta Terampil Semen Gresik untuk Kabupaten Pamekasan</p> <p><em><img src="/images/cms//Agus/agus_dan_sg.jpg" alt="" width="779" height="396" /></em><em>Agus menjadi salah satu peserta dalam kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Tukang Bangunan Semen Gresik tahun 2008 (dokumentasi Agus).</em></p> <p style="text-align: left;">Buah keuletan Agus tak berhenti sampai di situ. Pada 2014 lalu, ia mendapat kesempatan untuk menunaikan ibadah umroh gratis dari program Arisan Tukang Bangunan Semen Gresik. Kala itu Agus termasuk salah satu dari 5 peserta yang mengumpulkan guntingan zak Semen Gresik terbanyak. Selain umroh, program Arisan Tukang ini juga membagikan total 881 hadiah senilai 440 juta, sebagai bentuk apresiasi Semen Gresik terhadap loyalitas pekerja konstruksi yang menggunakan produknya dan tergabung dalam komunitas binaan Semen Gresik bernama Komunitas Tukang Bangunan Semen Gresik (sekarang Komunitas Jago bangunan).</p> <p>Selain bekerja di bidang konstruksi, Suami dari Siti Maryam ini juga aktif berperan di lingkungan, terutama di bidang keagamaan. Agus tercatat sebagai takmir masjid Al Ikhsan yang bertanggung jawab untuk mengurusi pembangunan dan perawatan masjid. Peran tersebut sudah dilakoni sejak masih dalam proses pembangunan masjid. Ia aktif membuat desain bangunan dengan bantuan ahli desain, hingga melakukan penggalangan dana dan mengorganisir pelaksanaan pembangunan yang kala itu masih dalam bimbingan almarhum ayahnya.</p> <h3><a href="/article/read/simpel-banget-begini-panduan-membuat-desain-dan-konstruksi-bangunan-lapangan-futsal-tanyapakjago">Simpel Banget, Begini Panduan Membuat Desain dan Konstruksi Bangunan Lapangan Futsal #TanyaPakJago</a></h3> <p>Bagi Agus, salah satu kunci suksesnya dalam berkarir adalah komitmen. Dalam menjaga hubungan kerja, komitmen sangat diperlukan agar pelanggan merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Selain menjaga kualitas, ketepatan waktu pengiriman barang juga sangat diperhatikan agar tidak mengecewakan pelanggan. Bahkan jika ada pesanan yang sekiranya tidak cukup waktu untuk mengerjakan maupun mengirim, Agus memilih untuk tidak menerima pesanan tersebut ketimbang hasilnya tidak sesuai harapan.</p> <p>=====<br />Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.</p> <p>Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.<br />=====</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Tingkatkan Skill Pekerja Konstruksi, Ini 5 Channel Youtube Bermanfaat
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Menjadi pekerja konstruksi bukan berarti bisa merasa puas dengan kemampuan yang dimiliki saat ini. Sebab dengan meningkatkan kemampuan pertukangan, bukan tidak mungkin tawaran pekerjaan dengan upah lebih tinggi akan didapat. Nah, saat ini media untuk belajar dan meningkatkan kemampuan sangat banyak tersedia.</p> <p>Salah satunya adalah melalui Youtube. Tak hanya untuk sarana hiburan, Youtube juga memiliki banyak pilihan <em>channel</em> yang bisa ditonton untuk meningkatkan kemampuan para pekerja konstruksi. Dilansir dari generaltools.com, berikut adalah 5 channel bermanfaat tersebut:</p> <h2><strong>1. Frank Howarth</strong></h2> <p><strong><iframe src="https://www.youtube.com/embed/JPL3kJPsVdA" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></strong></p> <p><em>youtube.com/user/urbanTrash</em></p> <p>Frank adalah seorang arsitek yang juga menggeluti bidang pertukangan. Lewat <em>channel</em> ini, dia biasa berbagi mengenai tips seputar pertukangan, dan pernak-pernik buatannya. Uniknya, beberapa video disajikan dengan metode animasi, jadi Anda tidak akan bosan. Saat ini, <em>channel</em> Frank Howard sudah memiliki sebanyak 405,313 pelanggan. Luar biasa!</p> <h3><a href="/article/read/pekerja-konstruksi-wajib-tahu-5-penyakit-ini-mengintai-di-usia-30" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Pekerja Konstruksi Wajib Tahu, 5 Penyakit Ini Mengintai di Usia 30</strong></a></h3> <h2><strong>2. Paul Sellers</strong></h2> <p><iframe src="https://www.youtube.com/embed/2kdpj1lpodA" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p> <p><em>youtube.com/user/PaulSellersWoodwork</em></p> <p><em>Channel</em> ini dicetuskan oleh Paul Sellers. Paul memiliki pengalaman selama 50 tahun di bidang pembuatan perabot dan perkayuan. <em>Channel</em> Paul ini banyak membahas kreasi dan perabotan dari kayu. Hal ini tentu tidak lepas dari pengalamannya. Sebanyak 275,702 orang teah menjadi pelanggan setia videonya.</p> <h2><strong>3. Jon Peters Art & Home</strong></h2> <p><strong><iframe src="https://www.youtube.com/embed/_-bXLryRMKI" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></strong></p> <p><em>youtube.com/user/jonpeters1000</em></p> <p><em>Channel</em> ini lebih berfokus pada cara membuat sendiri perabot rumah tangga untuk keperluan sehari-hari. Menariknya, Jon sering memotivasi orang-orang yang telah menonton videonya untuk mengirimkan hasil karya mereka padanya. Cara interaktif ini berhasil menarik sebesar 335,948 pelanggan, lho!</p> <h2><strong>4. April Wilkerson</strong></h2> <p><strong><iframe src="https://www.youtube.com/embed/dSC_5OiLUWo" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></strong></p> <p><em>youtube.com/user/AprilWilkersonDIY</em></p> <p>Siapa bilang perempuan tidak memiliki kemampuan pertukangan? <em>Channel</em> ini seolah membantah pandangan tersebut. April banyak membagikan cara membuat aneka perabotan yang bisa dibuat secara praktis. Motivasinya adalah untuk membuat perabotan secara mandiri, jika tidak mampu membeli karena harga yang terlalu mahal. Motivasi April Wilkerson ini telah menarik 595,792 pelanggan yang mempunyai minat sama.</p> <h2><strong>5. <span id="channel-title" class="style-scope ytd-c4-tabbed-header-renderer">Jack Houweling</span></strong></h2> <p><strong><span class="style-scope ytd-c4-tabbed-header-renderer"><iframe src="https://www.youtube.com/embed/LPnYdHIg0eM" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></span></strong></p> <p><em><span class="style-scope ytd-c4-tabbed-header-renderer">youtube.com/user/Jacka440</span></em></p> <p><span class="style-scope ytd-c4-tabbed-header-renderer">Jika <em>channel</em> Youtube lain mengedit video untuk mengatasi waktu pengerjaan yang lama, lain halnya dengan <em>channel</em> ini. Jack benar-benar mengerjakan secara efisien. <em>Channel</em> ini banyak membahas mengenai cara-cara pembuatan perabot dan pernak-pernik secara praktis. Karena efisiensi Jack Houweling, videonya memiliki durasi yang relatif lebih singkat. Sebanyak </span>212,636 pelanggan selalu setia menunggu video-video terbarunya.</p> <p>Nah, terbukti kalau belajar bisa dari mana saja, kan? Sekarang, Anda pun bisa meningkatkan kemampuan dan keterampilan pertukangan Anda demi masa depan yang lebih baik!</p> <h3><a href="/article/read/mengejutkan-7-makanan-favorit-ini-ternyata-sampah-bagi-tubuh-" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Mengejutkan, 7 Makanan Favorit Ini Ternyata Sampah Bagi Tubuh!</strong></a></h3>
Sempat Merantau dan Ganti Profesi, Pria Ini Malah Sukses Jadi Kepala Tukang Bangunan di Kampung Sendiri
<p><em>Oleh: Hildatun Najah</em></p> <p>Jika sebagian orang memiliki tujuan yang jelas sebelum merantau, ini tidak berlaku bagi Sugianto, Duta Tukang Semen Gresik di Kabupaten Ponorogo. Lulus STM, ia merantau ke Riau tanpa rencana, pasrah saja kemana kakinya akan melangkah. Ternyata tali takdir justru membawanya kembali dan sukses jadi Kepala Tukang Bangunan di kampung halamannya sendiri.</p> <h3>Sebelum Jadi Tukang, Sempat Merantau ke Riau</h3> <p>Sugianto telah terjun ke dunia pertukangan sejak menempuh bangku Sekolah Menengah Atas. Diantara sekolah yang lain, pria yang lahir di Ponorogo, 1 Januari 1971 ini lebih memilih masuk STM dan mengambil jurusan Teknik Bangunan. Tidak ada alasan khusus, ia hanya suka pada bidang pertukangan kala itu. Berbeda jauh dengan profesi kedua orang tuanya yang merupakan seorang petani.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/SUGIANTO/1.jpg" alt="" width="763" height="1018" /><em> (Sumber: dok. Sugianto)</em></p> <p>Meski memiliki pengalaman saat praktik di lapangan, tidak lantas membuat Sugianto langsung bekerja sebagai tukang. Setelah lulus STM pada tahun 1992, tanpa alasan khusus, ia merantau ke Sumatra. Dari sekian banyak wilayah di Sumatra, tungkainya berhenti bergerak di Riau dan mendapat pekerjaan di perusahaan kelapa sawit.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/nekad-keluar-sekolah-demi-nguli-pria-ini-sukses-jadi-tukang-bangunan-di-perantauan--">Nekad Keluar Sekolah Demi Nguli, Pria Ini Sukses Jadi Tukang Bangunan di Perantauan</a></h3> <p>Enam tahun berlalu, sanak saudara telah banyak yang berumah tangga dan menyisakan kedua orang tua yang sudah reta sendirian di kampung halaman. Sebagai bentuk baktinya, ia melepas semua pekerjaannya di Riau dan kembali ke pelukan keluarga. Kembali membiarkan takdir menuntun jalan hidupnya, tak mau berpikir macam-macam.</p> <p>Setibanya di rumah, ia memutuskan untuk mencoba mempraktikkan pengalaman dan ilmu yang pernah ia dapatkan di bangku STM dulu. Pelan-pelan ia mulai menerima pekerjaan menukang untuk tetangga dan kerabatnya. Hingga pada tahun 1999, ia resmi menjadi tukang bangunan berkat ajakan teman sejawatnya untuk bekerja di Surabaya. Proyek pertamanya adalah merenovasi Sekolah Pengatur Perawatan Gigi.</p> <h3>Berkat Edutrain, Tak Hanya Sukses Jadi Kepala Tukang, Tapi Juga Bisa Membuat Desain</h3> <p>Pada 2010 silam, setelah sebelas tahun menjadi tukang, bapak satu anak ini mendapat kesempatan untuk mengikutri program Pelatihan dan Sertifikasi Tukang (Edutrain) dari Semen Gresik. Selama tiga hari ia belajar teknik pertukangan, mencari pengalaman, mendapatkan teman baru sekaligus berkompetisi dengan mereka. Berkat usahanya, Sugianto berhasil menjadi Duta Tukang Semen Gresik untuk Kabupaten Ponorogo.</p> <p><img src="/images/cms///articles/SUGIANTO/2.jpg" alt="" width="764" height="769" /></p> <p>Sugianto mengakui kehidupannya banyak berubah setelah mengikuti Edutrain. Dengan terpilihnya ia sebagai Duta Tukang, masyarakat di desanya semakin percaya akan kapasitas dan kemampuannya. Bahkan ia juga mulai diamante untuk jadi kepala tukang. Beberapa kali ia menerima proyek pembangunan sekolah, perumahan, hingga jembatan. Kemampuan Sugianto di bidang konstruksi pun membuatnya berkesempatan untuk diundang dalam berbagai program pelatihan tukang lainnya. Terhitung lebih dari lima kali Sugianto hadir dalam Edutrain.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/tak-disangka-ini-yang-didapat-seorang-mantan-kuli-berkat-ketulusannya-mengajari-pemuda-putus-sekolah">Tak Disangka, Ini yang Didapat Seorang Mantan Kuli Berkat Ketulusannya Mengajari Pemuda Putus Pekolah</a></h3> <p>Tentu kesempatan untuk berkembang pesat tidak Sugianto sia-siakan. Setelah mendapat ilmu baru mengenai dunia bangunan, ia mulai tertarik pada dunia desain. Di setiap perjalanan pulang pergi ke tempat kerja, ia tak melewatkan kesempatan memperhatikan bangunan di sepanjang jalan. Mengamati dengan seksama desain bangunan yang ada dan belajar dari sana. Hingga kini sudah banyak rumah yang menjadi hasil karyanya. Bukan hanya proses konstruksinya saja, tapi desainnya juga.</p> <p>“Terkadang dari pemilik rumah ingin membuat desain seperti ini. Tapi tata ruangnya tidak enak dilihat, jadi kita ubah. Terkadang teman-teman juga suka bertanya mengenai desain rumah pada saya. Saya juga pernah membangun rumah yang saya desain sendiri,” ungkap pria biasa menghabisakan waktu luangnya dengan memancing itu.</p> <h3>Bekerja Tanpa Mengeluh, Kunci Sukses Sugiarto</h3> <p><img src="/images/cms///articles/SUGIANTO/3.jpg" alt="" width="763" height="1017" /></p> <p>Sugianto akui pekerjaan tukang memang berat, tapi bukan tidak mungkin baginya untuk menikmati profesi ini. Ia sudah terlanjur jatuh cinta dengan segala yang berhubungan dengan bangunan. Ia bahkan sempat menolak pekerjaan memegang alat berat yang ditawarkan Kepala Desa tempat ia tinggal. Ia lebih memilih meneruskan pekerjaannya menjadi tukang.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/wow-ternyata-ini-yang-terjadi-pada-seorang-tukang-bangunan-setelah-istrinya-mimpi-kejatuhan-bulan">Wow! Ternyata Ini yang Terjadi pada Seorang Tukang Bangunan Setelah Istrinya Mimpi Kejatuhan Bulan</a></h3> <p>Bagi Sugianto, menjadi tukang yang jujur, terampil, dan tepat waktu saja tidak cukup. Seorang tukang harus bisa bekerja tanpa mengeluh, meski kadang terasa lelah dan gaji tak seberapa. “Kalau bekerja di kampung itu gaji tidak tetap, diterima saja. Yang penting bekerja lancar, bisa membiayai anak sekolah dan memenuhi kebutuhan keluarga.” kata lelaki yang tinggal di Kecamatan Badegan, Ponorogo, itu mengakhiri perbincangan.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
5 Tahun Jadi Guru Tak Ada Hasil, Lulusan Sarjana Pendidikan Ini Malah Sukses Jadi Mandor
<p><em>Oleh: Hildatun Najah</em></p> <p>Hidup memang tidak pernah mulus dan penuh kejutan. Begitu pula kehidupan Edih, Duta Tukang Semen Gresik di Tasikmalaya, Jawa Barat. Empat tahun berjuang demi jadi sarjana pendidikan dari hasil nukang, kesuksesannya sebagai Mandor justru diraih saat ia berani melepas seragam guru –profesi impiannya.</p> <h3>Tertarik dengan Pertukangan Sejak Kecil</h3> <p>Sejak kecil, dunia konstruksi bukanlah hal yang asing bagi Edih. Kakeknya yang juga berprofesi sebagai tukang sering mengajak Edih ke tempat kerjanya. Bata, kayu, suara gergaji hingga  bau adukan semen sudah biasa ia temui. Bahkan Edih kecil biasa membuat bermain dengan tanah kering yang ia kreasikan menjadi bata. Menumpuknya hingga menyerupai dinding rumah.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms//articles/EDIH/4.jpg" alt="" width="761" height="506" /><em> (Sumber Ilustrasi: <a href="/backend/cms/article/article/edit/releaseinsider.com">disini</a>)</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/nekad-keluar-sekolah-demi-nguli-pria-ini-sukses-jadi-tukang-bangunan-di-perantauan">Nekad Keluar Sekolah Demi Nguli, Pria Ini Sukses Jadi Tukang Bangunan di Perantauan</a></h3> <p>Bakat Edih kian terasah seiring mulai masuk Sekolah Menengah Atas (1984), ia mulai sering ikut orang tuanya bekerja bangunan. Sedikit demi sedikit ia belajar mengenai proses pembangunan di sela kegiatannya sebagai pelajar. Edih juga mengisi hari-hari libur sekolahnya dengan membantu tukang lain sekaligus menambah ilmu.</p> <p>Keterbatasan biaya memaksa Edih harus menunda pendidikan lanjutan ke Perguruan Tinggi seperti teman Edih yang lain. Beruntung Edih memiliki pengalaman dan pengetahuan di dunia konstruksi untuk bekal awal bekerja sebagai tukang. Ia mulai mengumpulkan pundi-pundi rupiah demi bisa menyiapkan biaya kuliah. Setahun berselang, tabungan Edih cukup untuk mencecap bangku perkuliahan dengan mengikuti kelas karyawan.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms//articles/EDIH/1.jpg" alt="" width="764" height="382" /><em> (Sumber Ilustrasi: <a href="/backend/cms/article/article/edit/merdeka.com">disini</a>)</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/backend/cms/article/article/edit/Merasa%20Tak Cukup Bermodal Sertifikat Tukang, Pria Ini Pilih Nguli Dulu Sebelum Melesat Jadi Mandor">Merasa Tak Cukup Bermodal Sertifikat Tukang, Pria Ini Pilih Nguli Dulu Sebelum Melesat Jadi Mandor</a></h3> <p>Kegiatan Edih sebagai tukang terus berlanjut sembari menuntut ilmu di IAIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jurusan Pendidikan Agama Islam, sejak 1990. Namun kesibukan perkuliahan tak membuat Edih berhenti bekerja. Justru ia kian semangat agar bisa menamatkan pendidikan S1 sebagaimana impiannya. Jadilah keseharian sebagai mahasiswa dan tukang terus Edih jalani hingga ia lulus 4 tahun kemudian.</p> <h3>Lepas Profesi Impian Demi Jadi Kepala Tukang</h3> <p>Berhasil menyelesaikan kuliah dari jurusan pendidikan tidak serta merta membuat karir Edih sebagai guru berjalan mulus. Lima tahun mengabdi di sekolah, karirnya sama sekali  tak mengalami peningkatan. Ia terus menjadi guru honorer, bahkan pernah bekerja sebagai penjaga sekolah. Terang saja ia merasa pekerjaannya sebagai guru SD dan SMP tidak membuahkan banyak hasil.</p> <p>Keadaan ini berbanding terbalik dengan karirnya di bidang konstruksi. Pekerjaan tukang yang terus Edih jalani bahkan saat ia menjadi guru membuatnya semakin kaya akan pengalaman. Maka pada tahun kelima itu ia memutuskan untuk melepas seragamnya sebagai guru. Sejak itu pula Edih mulai mendapatkan kesempatan untuk menjadi kepala tukang pada beberapa proyek seperti rumah tiga tingkat, sekolah, dan masjid.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms//articles/EDIH/3.jpg" alt="" width="764" height="429" /><em> (Sumber Ilustrasi: <a href="/backend/cms/article/article/edit/tribunnews.com">disini</a>)</em></p> <p>Kesungguhan Edih menekuni pekerjaan konstruksi membuatnya berkesempatan untuk ikut program Pelatihan dan Sertifikasi Tukang Bangunan (Edutrain) yang diadakan oleh Semen Gresik di kota tempat tinggalnya, Tasikmalaya. Dari sana, ia semakin belajar banyak hal terkait konstruksi dan membuatnya kian percaya diri untuk berkarir di bidang ini. Bahkan ia berhasil menempati peringkat pertama dalam kompetisi yang diadakan di Edutrain. Mengalahkan ratusan peserta lainnya dan berkesempatan mengikuti Jambore Tukang di Malang.</p> <h3>Resep Sukses Edih: Kepercayaan Klien Harus Jadi Prioritas Utama</h3> <p>Di usia yang tidak lagi muda membuat tenaga Edih tidak sekuat dulu. Terlebih pekerjaan tukang sudah ia jalani selama hampir 34 tahun. Bahkan Edih sudah berhasil mengantarkan kedua anaknya hingga menjadi sarjana. Edih merasa lelah dan menginginkan pekerjaan yang lebih santai. Ia berharap bisa memiliki warung kecil sebagai pengganti profesinya sebagai tukang.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms//articles/EDIH/2.jpg" alt="" width="765" height="509" /><em>(Sumber Ilustrasi: <a href="/backend/cms/article/article/edit/marketeers.com">disini</a>)</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/bertekad-membangun-desa-bersama-tukang-bangunan-ini-yang-didapat-seorang-mantan-kuli-hari-itu-juga">Bertekad Membangun Desa Bersama Tukang Bangunan, Ini yang Didapat Seorang Mantan Kuli Hari Itu Juga</a></h3> <p>Namun, Edih masih memiliki tanggungan untuk dua anaknya lagi yang masih duduk di bangku SMK dan SD. Untuk saat ini, Edih terpaksa melupakan keinginan membuat warung dan berharap terus diberi kemampuan untuk bekerja di bidang konstruksi.</p> <p>Bagi Edih, salah satu kunci sukses menjadi seorang tukang ialah terus berusaha meningkatkan kapasitas dan kemampuan. Tidak lupa kejujuran serta kedisiplinan akan membuat klien semakin percaya dan mau menggunakan jasanya lagi. Kepuasan pelanggan harus menjadi prioritas utama. “Terus meningkatkan kinerja dan kepercayaan konsumen, harus selalu dilakukan oleh seorang pekerja bangunan,” pesan Edih mengakhiri wawancara.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani </em></p>
Nekad Keluar Sekolah Demi Nguli, Pria Ini Sukses Jadi Tukang Bangunan di Perantauan
<p><em>Oleh: Hildatun Najah</em></p> <p>Gejolak masa muda mungkin pernah dirasakan banyak orang, termasuk Seger, Duta Tukang Semen Gresik untuk Kabupaten Jepara. Di masa mudanya, ia nekad keluar dari sekolah yang dipilihkan orang tua dan pergi ke Jakarta untuk jadi kuli bangunan. Perantauannya berlanjut ke Jambi, Palembang, dan Kalimantan Utara yang hingga kini sudah berlangsung selama 30 tahun.</p> <h3>Keluar dari SMA, Seger Memilih Jadi Kuli Bangunan</h3> <p>Perbedaan pemikiran dan keinginan membuat Seger memutuskan untuk keluar dari SMA tahun 1987. Ia tak sanggup lagi mengayuh sepeda sejauh 15 km, menghabiskan banyak waktunya di jalan untuk mencari ilmu di tempat yang tidak diinginkannya. Ia lebih memilih ikut teman-teman bermainnya ke Jakarta, mencoba menjadi kuli bangunan di proyek perumahan. Sejak itulah kisahnya di dunia konstruksi dimulai.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/SEGER/77BDE757-24ED-4F6F-84B3-AC7B0AE1363C.jpg" alt="" width="763" height="572" /><em> (Sumber: dok. Seger)</em></p> <p>Alih-alih mengeluh dengan pilihan hidup yang memaksanya banting tulang, Seger justru menikmati pekerjaan itu lantaran ia bisa mendapatkan banyak ilmu pertukangan. Tidak hanya memasang bata, ia juga belajar pembesian, membuat plester, acian, hingga motif. Meski gaji yang diterimanya hanya naik 400 rupiah dari 2100 di tahun kedua ia bekerja kala itu, namun ada kepuasan tersendiri yang dirasakan Seger. Genap dua tahun bekerja, Seger memutuskan kembali ke kampung halaman untuk melanjutkan sekolahnya.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/merasa-tak-cukup-bermodal-sertifikat-tukang-pria-ini-pilih-nguli-dulu-sebelum-melesat-jadi-mandor">Merasa Tak Cukup Bermodal Sertifikat Tukang, Pria Ini Pilih Nguli Dulu Sebelum Melesat Jadi Mandor</a></h3> <p>Kala itu, ia berkeinginan untuk medapatkan pekerjaan yang lebih baik dengan meneruskan pendidikannya yang tertunda. Meski ia tetap lebih suka menghabiskan waktu libur semesternya untuk bekerja di proyek dibanding berleha-leha di rumah. Pengalaman dan pengetahuan yang ia dapatkan selama nguli, menjadi modal awal untuk mencoba profesi tukang bangunan. Setiap musim libur sekolah tiba, Seger menetap di Jakarta untuk jadi tukang di berbagai proyek bangunan. Pekerjaan itu ia tekuni hingga lulus sekolah.</p> <p>Namun ternyata, keinginan untuk bekerja di tempat yang lebih baik itu harus ditelan bulat-bulat. Setelah mencoba menjadi sales selama sebulan setelah lulus, Seger memutuskan kembali ke proyek di Jakarta, berkat saran seorang teman. “Ya kita terus sharing dengan teman, meminta pendapat. Lalu ada saran yang membuat saya tertarik, katanya tekuni saja apa yang sudah ditekuni. Tidak usah menekuni bidang lain yang belum diketahui.” kenang Seger.</p> <p>Kemantapan hati Seger untuk menekuni bidang pertukangan juga didorong oleh hasil dari program Edutrain Semen Gresik pada 2010 silam di Jepara. Wujud kepedulian Semen Gresik melalui pelatihan dan sertifikasi tukang bangunan ini membuat Seger makin percaya diri untuk menggarap berbagai proyek di Ibu Kota. Bersama teman-teman seperjuangan dari kampung halaman, Seger bertahan di Jakarta hingga 2012.</p> <h3>Mengejar Proyek di Berbagai Daerah</h3> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms//articles/SEGER/8DF97AD9-16B3-4D4B-B388-459A26AD465D.jpg" alt="" width="765" height="574" /><em>(Sumber: dok. Seger)</em></p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/bertekad-membangun-desa-bersama-tukang-bangunan-ini-yang-didapat-seorang-mantan-kuli-hari-itu-juga">Bertekad Membangun Desa Bersama Tukang Bangunan, Ini yang Didapat Seorang Mantan Kuli Hari Itu Juga</a></h3> <p>Setelah menghabiskan 20 tahun waktunya di Jakarta, Seger melanjutkan perantauan ke Sumatra. Tepatnya di kota Jambi dan Palembang. Bersama teman-teman, ia rampungkan satu proyek ke proyek yang lain. Meski begitu, ia tidak menetap di Sumatra. Selama tiga tahun, ia sering pulang pergi ke kampung halamannya di Jepara.</p> <p>Tidak hanya di Sumatra, Seger juga berkesempatan mengerjakan beberapa proyek di Kalimantan. Sejak 2015, ia masih sering bolak-balik Jepara-Kalimantan untuk mengerjakan beberapa proyek, seperti perumahan, sekolah, gor, hingga gereja. Yang berbeda, kini ia tidak lagi mengikuti teman sejawatnya, melainkan menjadi karyawan sebuah perusahaan konstruksi untuk ditempatkan di Kalimantan Utara.</p> <p>Saking tak bisanya diam di rumah, Seger bahkan tetap menerima tawaran pekerjaan pertukangan di sela waktu kepulangannya di rumah. Lumayan, untuk menambah tabungan guna menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi. “Yang penting ada biaya untuk hidup sehari-hari, anak sekolah, memfasilitasi anak-anak, (dan) yang penting kehidupan (kami) tidak tertinggal dari orang lain,” ungkap Seger.</p> <h3>Ulet dan Terampil, Resep Sukses Ala Seger</h3> <p>Bagi Seger, keuletan dan keterampilan seorang tukang menjadi modal utama dalam pekerjaan di bidang konstruksi. Jika seorang tukang rajin, ulet dan terampil, maka ia bisa membuat klien puas seklaigus mengambil hati kliennya agar bisa direkomendasikan untuk proyek berikutnya. Karena itulah, hingga kini Seger tak pernah mencari pekerjaan. Sebaliknya, banyak klien rela mengantri hanya demi proyeknya dikerjakan oleh tangan terampil seorang Seger.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/tak-disangka-ini-yang-didapat-seorang-mantan-kuli-berkat-ketulusannya-mengajari-pemuda-putus-sekolah">Tak Disangka, Ini yang Didapat Seorang Mantan Kuli Berkat Ketulusannya Mengajari Pemuda Putus Pekolah</a></h3> <p>“Tekunilah pekerjaan Anda, insha-Allah akan membawa berkah.” kata Seger mengakhiri perbincangan.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Merasa Tak Cukup Bermodal Sertifikat Tukang, Pria Ini Pilih Nguli Dulu Sebelum Melesat Jadi Mandor
<p><em>Oleh: Hildatun Najah</em></p> <p>Jika sebagian orang memilih jalan yang mudah untuk meraih sukses, maka berbeda dengan Sukisno, Duta Tukang Semen Gresik dari Gunung Kidul. Pria yang sudah hampir 18 tahun menekuni bidang konstruksi ini lebih memilih menjadi kuli bangunan dulu meski sertifikat tukang sudah berada dalam genggaman.</p> <h3>Bimbang Saat Masuk SMK: Jurusan Teknik Bangunan vs Pertanian</h3> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/SUKISNO/1.jpg" alt="" width="761" height="581" /><em> (Sumber: dok. Sukisno)</em></p> <p>Kisah Sukisno di bidang konstruksi dimulai sejak ia memastikan pilihan untuk masuk ke SMK Jurusan Teknik Bangunan. Kala itu, sedang digalakkan kampanye SMK, menyiapkan tenaga kerja siap pakai. Kebetulan, SMK tempat Sukisno menimba ilmu itu hanya memiliki dua jurusan: teknik bangunan dan pertanian.</p> <p>Berkat pemikiran matang serta saran dari berbagai pihak, Sukisno memutuskan untuk terjun ke dunia konstruksi. Keadaan masyarakat yang kala itu sedang dilanda krisis, ditambah banyaknya karyawan pabrik yang di PHK dan keluar pabrik tanpa ketrampilan, semakin memantapkan langkah Sukisno mengambil jurusan teknik bangunan. Baginya, pekerjaan di bidang konstruksi lebih menjamin kehidupannya, karena pembangunan itu tidak pernah berhenti. Ia berpikir panjang mengenai kapasitas pekerjaan teknik bangunan.</p> <p>“Pembangunan adalah hal yang terus dilakukan sepanjang hidup mereka. Jika saya memiliki ketrampilan disana, selama saya masih mau, mampu, dan sehat berarti saya masih dibutuhkan oleh orang banyak.” kata pria yang tinggal di Gunungan, Banglor, Klaten, Jawa Tengah ini.</p> <h3>Ingin Cari Pengalaman, Sukisno Pilih Jadi Kuli Dulu Meski Sudah Punya Sertifikat Tukang</h3> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/SUKISNO/4.jpg" alt="" width="770" height="623" /><em> (Sumber: dok. Sukisno)</em></p> <p>Lulus dari SMK Jurusan Teknik Bangunan pada tahun 2000 dengan mengantongi sertifikat tukang bangunan, tak membuat Sukisno besar kepala. Ia merasa belum memiliki cukup ilmu dan pengalaman untuk menjadi seorang tukang dan memilih mulai dari nol untuk jadi kuli bangunan. Proyek pertama di Klaten, Jawa Tengah, yang ia kerjakan ternyata memaksa Sukisno untuk sejenak berpisah dari keluarga.</p> <p>Berbekal ilmu dari sekolah dan tekad yang besar untuk mendapat banyak pengalaman, membuat Sukisno tak butuh waktu lama untuk naik pangkat. Hanya sekitar dua tahun berselang, ia diberi kepercayaan oleh mandor proyek yang kala itu juga menjadi bosnya, untuk latihan jadi tukang bangunan. Tentu kesempatan ini tak disia-siakan Sukisno.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/meski-hidup-sederhana-ini-balasan-untuk-seorang-kepala-tukang-yang-tak-lelah-menabung-kebaikan">Meski Hidup Sederhana, Ini Balasan Untuk Seorang Kepala Tukang yang Tak Lelah Menabung Kebaikan</a></h3> <p>Tepat setelah proyek selesai, Sukisno memilih pulang kampung dan memantapkan niat untuk jadi tukang bangunan di desanya. Selain bisa berkumpul dengan keluarga, perbedaan gaji menjadi alasan utama Sukisno untuk tidak merantau lagi dan berhenti jadi kuli. Saat jadi kuli, gaji yang diterima Sukisno berkisar antara 8.500 hingga 12 ribu. Sementara saat menjadi tukang di kampung halamannya, bayaran yang ia terima naik hingga 50 ribu per hari.</p> <p>Pria yang sangat menghargai makna sebuah proses dam perjuangan itu sempat mengikuti pelatihan Edutrain yang diadakan oleh Semen Gresik di Solo pada 2012 silam. Berkat kesungguhan hati untuk melakukan yang terbaik selama pelatihan dan sertifikasi, Sukisno berhasil menjadi Duta Tukang Bangunan Semen Gresik wilayah Solo. Keberhasilan ini juga memberinya kesempatan untuk mengikuti Jambore Tukang Bangunan Nasional yang saat itu diadakan di Jombang. Jambore yang mempertemukan tukang bangunan dari seluruh Indonesia ini membuatnya bisa belajar lebih banyak mengenai dunia konstruksi, juga menyambung tali persaudaraan dengan tukang dari berbagai daerah lain.</p> <h3>Tukang Bangunan Juga Harus Melek Teknologi</h3> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/SUKISNO/6.jpg" alt="" width="763" height="857" /><em> (Sumber: dok. Sukisno)</em></p> <p>Meski kini status pekerjaan Sukisno telah meningkat menjadi seorang mandor, ia tidak pernah mau berhenti belajar. Melalui teknologi yang terus berkembang, Sukisno terus berusaha memperoleh informasi dan ilmu-ilmu terbaru di dunia konstruksi. Baginya, terus belajar adalah salah satu kunci yang membuatnya bisa berada di posisinya saat ini.</p> <p>Ia juga sangat getol mengajak rekan-rekannya agar tidak ketinggalan teknologi. Tukang yang tidak mengerti teknologi, menurut Sukisno, akan tersingkir oleh zaman yang terus berubah. <br />“Teknologi itu yang utama. Semuanya membutuhkan teori, dan teknologi yang mengantarkan kesana. Untuk mengetahui teknologi yang lebih maju kita harus mencari tahu. Sekarang kita di lapangan, kebutuhan sudah sesuai dengan (tuntutan) zaman.” terang Sukisno.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/bertekad-membangun-desa-bersama-tukang-bangunan-ini-yang-didapat-seorang-mantan-kuli-hari-itu-juga">Bertekad Membangun Desa Bersama Tukang Bangunan, Ini yang Didapat Seorang Mantan Kuli Hari Itu Juga</a></h3> <p>Selain dari pelatihan dan browsing dari internet, pria yang lahir di Gunung Kidul, 11 Desember 1980 itu juga biasa mendapatkan ilmu pertukangan dari temannya yang berprofesi sebagai guru teknik pertukangan di STM. Keduanya sering berdiskusi mengenai teknik-teknik bangunan hingga teknologi pembangunan terbaru, saling berbagi informasi dan referensi.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/SUKISNO/8.jpg" alt="" width="761" height="839" /><em> (Sumber: dok. Sukisno)</em></p> <p>Ilmu dan pengalaman Sukisno selama ini membuatnya beberapa kali ia dipercaya mengawal proyek konstruksi. Selama proses pengerjaan ini tentu memberi Sukisno untuk berinteraksi dengan tukang bangunan lainnya. Tak jarang ia berbagi pengetahuan dan pengalaman pada tukang lain di sela perbincangan.</p> <p>Namun, tak semua niat baiknya diterima dengan baik. Ada saja yang tidak berkenan, terutama tukang yang masih baru. “Membuat bimbingan menjadi sulit, terutama dalam konstruksi beton,” jawab Sukisno saat ditanya pengalaman apa yang tidak dapat dilupakannya.</p> <h3>Tekun dan Pantang Menyerah, Resep Sukses Sukisno</h3> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/SUKISNO/2.jpg" alt="" width="761" height="893" /><em>Hasil karya Sukisno. (Sumber: dok. Sukisno)</em></p> <p>Selain dengan terus menggali ilmu, bagi Sukisno, ketekunan, keuletan dan rasa pantang menyerah adalah modal utama yang membuatnya sukses sekarang. Ditambah kepasrahan atas keputusan Tuhan, membuat Sukisno mampu bertahan di tengah berbagai tantangan hidup.</p> <p>Bagi pria yang hobi mengoleksi keris ini, pencapaian terbesarnya ialah ketika pemilik rumah puas atas pekerjaannya. Pembangunan yang berhasil membuktikan perencanaan dan proses pembangunan memang sudah direncanakan dengan matang. Ini juga membuktikan kualitas dan kapasitasnya sebagai seorang tukang seklaigus mandor.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/wow-ternyata-ini-yang-terjadi-pada-seorang-tukang-bangunan-setelah-istrinya-mimpi-kejatuhan-bulan">Wow! Ternyata Ini yang Terjadi pada Seorang Tukang Bangunan Setelah Istrinya Mimpi Kejatuhan Bulan</a></h3> <p>Ketika ditanya apa harapan yang masih ingin ia raih di masa depan, Sukisno menjawab, “Hanya ingin terus bisa mengaplikasikan ilmu yang dimilikinya untuk kemaslahatan orang banyak.”. Menjadi pekerja konstruksi yang bertanggung jawab dan mampu menunjukkan kualitas yang ia dapatkan dari berbagai pengalaman juga ilmu yang tanpa lelah ia cari.</p> <p>“Jadi tukang itu harus terus belajar, jangan berhenti mencari tahu. Jangan menutup diri dari teknologi. Jika ada kesempatan ikut pelatihan, ikuti saja. Apapun jenis pelatihannya. Jalani profesi dengan sepenuh hati.”, pesan Sukisno untuk rekan sesama pekerja konstruksi. Ia juga meyakinkan bahwa, apa pun profesinya, jika mau tekun dan sungguh-sungguh, hasilnya akan cukup untuk bekal hidup.***</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Meski Hidup Sederhana, Ini Balasan Untuk Seorang Kepala Tukang yang Tak Lelah Menabung Kebaikan
<p><em>Oleh: Hildatun Najah</em></p> <p>Terbiasa hidup sederhana sejak kecil, membuat impian Hariyono tak muluk-muluk. Pria kelahiran Blora, Jawa Tengah, 39 tahun silam ini hanya ingin menjadi tukang bangunan yang bisa memberikan kepuasan bagi pelanggannya. Setelah berhasil jadi kepala tukang, alih-alih mengejar keuntungan materi, ia justru memilih menabung kebaikan pada semua orang. Kemurnian hati inilah yang kini berbuah manis. Hariyono mendapat hadiah paket umroh gratis dari program Arisan Jago Bangunan.</p> <h3>Menjadi Tukang Sejak Lulus SMP</h3> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms//articles/HARIYONO/1EAB197F-BE04-4C4A-AE7C-77A6C137217B.jpg" alt="" width="761" height="506" /><em> (Sumber: dok. Hariyono)</em></p> <p>Pada 1996, Hariyono kecil yang kurang beruntung untuk melanjutkan pendidikan, mulai bermimpi jadi seorang tukang bangunan. Tanpa banyak pertimbangan, ia mecoba jadi kuli selepas SMP. Selain memang ingin belajar tentang pertukangan, bayaran yang tak seberapa selama dua tahun itu ternyata mampu untuk sakadar menyambung hidup.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/bertekad-membangun-desa-bersama-tukang-bangunan-ini-yang-didapat-seorang-mantan-kuli-hari-itu-juga">Bertekad Membangun Desa Bersama Tukang Bangunan, Ini yang Didapat Seorang Mantan Kuli Hari Itu Juga</a></h3> <p>Kegigihan Hariyono menarik perhatian seorang mandor yang tinggal tak jauh dari rumahnya. Melihat kerja keras dan kemauan untuk belajar yang tinggi, Mandor itu lekas membawa Hariyono untuk jadi pembantu tukang di berbagai proyek. Tentu kesempatan ini tak disia-siakan Hariyono untuk belajar tentang pertukangan langsung dari ahlinya. Hingga pada 2002, Hariyono benar-benar dipercaya untuk menggarap proyek sebagai tukang bangunan seperti impiannya.</p> <p>Dasar Hariyono memang punya niat dan semangat tinggi, pria yang tinggal di desa Semawur RT 01 RW 01, Ngawen, Kota Blora, ini hanya butuh 3 tahun untuk naik level menjadi kepala tukang. Proyek pun silih berganti, dari sekadar renovasi hingga membangun sekolah, mushala, juga perumahan.</p> <h3>Hobi Ternak Ayam di Rumah</h3> <p><img src="/images/cms//articles/HARIYONO/5.jpg" alt="" width="763" height="500" /></p> <p>Selain bekerja sebagai kepala tukang, Hariyono juga mengisi waktu luangnya dengan beternak ayam. Hariyono suka merawat ayam kampung dan ayam sayur hingga jumlahnya mendekati 100 ekor. Bermula dari membeli 10 ayam betina dan satu ayam jantan, ia membiarkan-ayam-ayam itu berkembang biak dan tumbuh sendiri.</p> <p>Terkadang ayam-ayam itu Hariyono jual kepada tetangga yang membutuhkan. Terutama ketika mendekati bulan Ramadan, ayamnya ramai dicari orang. Dari hasil penjualan ini biasanya ia dapat mengentongi uang sebanyak 500 ribu rupiah. “Lumayan untuk menambah penghasilan sebelum hari raya.”, kata Hariyono.</p> <p>Namun, tak jarang pula Hariyono memberikan ayam-ayam itu secara cuma-cuma kepada tetangga dan sanak saudaranya yang membutuhkan. Kegiatan ini sudah Hariyono jalani selama 12 tahun sebelum akhirnya ayam-ayam peliharaannya banyak yang mati karena cuaca yang tidak menentu 2 minggu lalu. Tapi kini, ia mulai merintis hobinya lagi.</p> <h3>Buah Kesederhanaan dan Kebaikan</h3> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms//articles/HARIYONO/1.JPG" alt="" width="762" height="370" /> <em>(Sumber: dok. Jago Bangunan)</em></p> <p>Meski sudah jadi mandor, Hariyono tetap hidup sederhana. Bertahun-tahun penghasilan yang ia tabung bukanlah materi, melainkan kebaikan. Saking sederhananya, keinginan Hariyono sejak mulai bekerja dulu hanya satu: kepuasan kliennya.</p> <p>Tabungan kebaikan inilah yang agaknya dinilai pantas untuk dibalas kebaikan yang langsung dipilih oleh-Nya,, melalui tangan PT Semen Gresik. Dalam Pengundian Arisan Jago Bangunan, 18 Desember 2017 lalu, nama Hariyono disebut sebagai salah satu dari 10 pemenang hadiah paket umroh yang akan diberangkatkan tahun ini. Sontak kabar ini membuat Hariyono terharu dan kehabisan kata-kata.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms//articles/HARIYONO/2.JPG" alt="" width="761" height="905" /> <em>(Sumber: dok. Jago Bangunan)</em></p> <p>Program Arisan Jago Bangunan tak lain ialah wujud kepedulian dan penghargaan untuk tukang bangunan yang digagas oleh PT Semen Gresik. Dengan hadiah fantastis berupa 1 unit mobil Honda Mobilio, 10 Paket Umroh, 50 HP Samsung Galaksi J5, dan 500 Jaket Eksklusif ini hanya mensyaratkan peserta untuk mengirimkan guntingan zak Semen Gresik yang biaya kirimnya gratis. Tentu peserta harus bergabung terlebih dahulu dengan Komunitas Jago Bangunan.</p> <p>Ketika ditanya berapa jumlah guntingan zak yang Hariyono kumpulkan, dengan sedikit malu ia menjawab, “Sedikit, hanya 400 zak saja.”. Sejumlah zak semen itu dengan sabar ia kumpulkan selama dua bulan. Saban hari rata-rata sekitar 10-20 zak ia bawa pulang dari berbagai proyek yang sedang ia garap. Bahkan sempat ia meminta imbalan berupa kantong bekas semen dari tetangga yang meminta bantuannya saat membangun rumah.</p> <p>Selain Arisan Jago Bangunan, PT Semen Gresik juga kerap menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Tukang Bangunan, sejak 2007. Hingga kini sudah berhasil mengumpulkan 18.622 tukang bangunan di seluruh Indonesia yang tergabung dalam Komunitas Jago Bangunan. Tekad ini merupakan bentuk komitmen PT Semen Gresik untuk meningkatkan kualitas tukang agar mereka bisa bersaing di era MEA.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms//articles/WAHYUDI/40.JPG" alt="" width="759" height="506" /><em> (Sumber: dok. Jago Bangunan)</em></p> <p>Terlebih kini didukung portal digital jagobangunan.com yang memungkinkan tukang untuk aktif belajar mandiri dan menambah wawasan tentang konstruksi melalui berbagai artikel yang disajikan disana. Tukang bangunan juga bisa berinteraksi dan berkonsultasi dengan Pak Jago (Ahli Konstruksi Jago Bangunan) secara gratis, untuk mengatasi masalah tak hanya seputar konstruksi, tapi juga desain bangunan dan rancangan anggaran biaya pembangunan.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/wow-ternyata-ini-yang-terjadi-pada-seorang-tukang-bangunan-setelah-istrinya-mimpi-kejatuhan-bulan">Wow! Ternyata Ini yang Terjadi pada Seorang Tukang Bangunan Setelah Istrinya Mimpi Kejatuhan Bulan</a></h3> <p>Hariyono sendiri menjadi bagian dari Komunitas Jago Bangunan sejak mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi dari Semen Gresik pada 2009, di Blora. Acara yang digelar selama 3 hari itu memberi banyak ilmu dan pengalaman baru bagi Hariyono. Ia kembali belajar bagaimana cara memasang bata, kusen, keramik, kolom ring, juga sistem penyambungan besi. Lebih dari itu, menurutnya, program ini telah membuatnya (yang sebenarnya agak pendiam) bisa berkenalan dengan rekan sesama tukang dari berbagai desa dan kecamatan lain.</p> <p>Berkat pelatihan dan sertifikat dari program Edutrain yang diselenggarakan oleh PT Semen Gresik itu, Hariyono makin dipercaya banyak orang untuk menggarap proyek pembangunan. Ia pun tak henti-hentinya mengucap syukur dan terima kasih pada PT Semen Gresik untuk semua bantuan yang ia terima. “Terima kasih, Semen Gresik. Semoga maju terus dan semakin peduli sama tukang bangunan.”, pungkas Hariyono.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Bertekad Membangun Desa Bersama Tukang Bangunan, Ini yang Didapat Seorang Mantan Kuli Hari Itu Juga
<p><em>Oleh: Hildatun Najah</em></p> <p>Jika kebanyakan orang ingin jadi perangkat desa karena materi, Wahyudi justru berjuang agar bisa turut membangun desa tercintanya bersama kawan seperjuangan --yang juga berprofesi sebagai tukang bangunan. Tak disangka, pada hari yang sama dengan pendaftaran perangkat desa, Wahyudi malah mendapat hadiah paket umroh gratis dari program Arisan Jago Bangunan.</p> <h3>Selama 10 Tahun Menjadi Pembantu Tukang</h3> <p style="text-align: center;"><strong><img src="/images/cms///articles/WAHYUDI/3.jpg" alt="" width="761" height="504" /> </strong><em>(Sumber: dok. Wahyudi)</em></p> <p>Sejak kecil, Wahyudi memang sudah akrab dengan material dan tukang bangunan. Bapaknya yang juga bekerja sebagai tukang bangunan sering mengajak Wahyudi ke tempat kerjanya ketika sang ibu berjualan di pasar. Namun, keterlibatan Wahyudi dengan dunia konstruksi baru dimulai selepas dia lulus SMA.</p> <h3>Baca Juga:<a href="/article/read/wow-ternyata-ini-yang-terjadi-pada-seorang-tukang-bangunan-setelah-istrinya-mimpi-kejatuhan-bulan"> Wow! Ternyata Ini yang Terjadi pada Seorang Tukang Bangunan Setelah Istrinya Mimpi Kejatuhan Bulan</a></h3> <p>Di tahun 1997, Wahyudi mencoba jadi pembantu tukang dalam sebuah proyek yang kala itu domandori bapaknya. Berbeda dengan asisten tukang pada umumnya, Wahyudi tidak bekerja membuat adukan ataupun mengangkat bata. Pria yang menikah tahun 2004 lalu ini lebih banyak belajar dengan memperhatikan cara bagaimana tukang bekerja.</p> <p>Kehidupan sebagai pembantu tukang, Wahyudi jalani hingga 10 tahun. Sedikit demi sedikit ia mulai meningkatkan kemampuan bertukangnya. Hingga di tahun 2007, Wahyudi mulai resmi menjadi tukang bangunan. Perjalanan panjangnya sebagai pembantu tukang membuat pria yang awalnya digaji Rp. 20 ribu itu kaya akan pengalaman. Karir Wahyudi pun terus melonjak, hingga di tahun kelimanya menjadi tukang, ia sudah dipercaya untuk menjadi mandor.</p> <h3>Ingin Jadi Perangkat Desa Agar Bisa <em>Mbangun</em> Desa</h3> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/WAHYUDI/2.jpg" alt="" width="757" height="835" /><em>(Sumber: dok. Wahyudi)</em></p> <p>Di tahun 2017 ini, Wahyudi tengah fokus dengan keinginannya menjadi perangkat desa di tempat ia tinggal --Kedung Pring, Kecamatan Balong Panggang, Kabupaten Gresik. Bahkan demi mewujudkan impiannya, juga bagian dari tradisi di keluarga Wahyudi, ia sempat mengunjungi makan leluhur dan  mengadakan tasyakuran kecil di rumah agar mendapat restu orang tua dan kerabat.</p> <p>Ia berharap dengan menjadi perangkat desa, ia bisa menerima lebih banyak proyek pembangunan yang kini sedang digalakkan oleh pemerintah. Dengan begitu, pria yang lahir di Gresik, 10 November 1978 itu bisa mengajak teman-teman seprofesinya yang lain untuk bekerja bersama membangun desa.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/WAHYUDI/4.jpg" alt="" width="758" height="962" /><em>(Sumber: dok. Wahyudi)</em></p> <p>Sebagai seorang tukang yang belajar dari nol, pria yang hobi berolahraga ini mengaku kesuksesan yang ia raih hingga saat ini merupakan hasil dari kerjasama dan kemitraan yang baik dengan tukang lain. Ia berhasil tumbuh dan berkembang bersama berkat bimbingan teman seprofesinya, termasuk memberinya kesempatan mengikuti berbagai pelatihan dan sertifikasi.</p> <p>Bagi Wahyudi, “Toleransi dan kerjasama antar tukang itu yang utama. Sekecil apapun pekerjaan yang didapat, harus dibagikan pada teman yang lain.”.</p> <h3>Sakadar Ikut Arisan, Malah Dapat Umroh</h3> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/WAHYUDI/13.JPG" alt="" width="761" height="663" /> <em>(Sumber: dok. Jago Bangunan)</em></p> <p>Tak disangka, niat baik Wahyudi ini didengar Tuhan. Pada hari pendaftaran sebagai perangkat desa, 18 Desember lalu, bertepatan dengan Pengundian Arisan Jago Bangunan, Wahyudi terpilih sebagai salah satu dari 10 pemenang hadiah paket umroh dari PT Semen Gresik. Doa restu leluhur serta niat tulusnya untuk bermanfaat bagi orang lain itu dibalas Tuhan melalui program yang memang wujud kepedulian dan penghargaan PT Semen Gresik pada tukang bangunan.</p> <p>Saat ditanya terkait keikutsertaan Wahyudi dalam program ini, ia bercerita jika sebenarnya hanya ingin berpartisipasi. Sebagaimana ia biasa mengikuti program Komunitas Jago Bangunan yang lain. Terlebih ia juga sedang fokus pada pencalonannya menjadi perangkat desa. Karenanya ia tak terlalu berambisi untuk mengumpulkan guntingan zak semen yang menjadi syarat dalam program Arisan.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/WAHYUDI/14.JPG" alt="" width="759" height="902" /><em>(Sumber: dok. Jago Bangunan)</em></p> <p>Selama dua bulan, Wahyudi berhasil mengumpulkan 250 guntingan zak saja, sangat jauh tertinggal jumlahnya dibanding peserta lain yang mencapai puluhan ribu. Itulah yang membuatnya sangat tidak menyangka akan memenangkan hadiah umroh.</p> <p>Jika ditarik benang merah, kisah keanggotaan Wahyudi di Komunitas Jago Bangunan bermula dari saudaranya yang merupakan Duta Terampil Semen Gresik untuk wilayah Gresik. Beberapa kali Wahyudi diajak mengkuti berbagai kegiatan khusus untuk tukang bangunan yang diadakan oleh Semen Gresik. Salah satunya pada 2015 lalu, Wahyudi mengikuti program pelatihan dan sertifikasi tukang atau Edutrain Semen Gresik.</p> <p style="text-align: center;"><img src="/images/cms///articles/WAHYUDI/40.JPG" alt="" width="762" height="508" /> <em>(Sumber: dok. Jago Bangunan)</em></p> <p>Bagi Wahyudi, program pelatihan dan sertifikasi ini membuatnya lebih dipercaya oleh banyak orang. Lantaran tak hanya pengalaman yang ia andalkan untuk menjalani profesi tukang, tapi juga teori yang sudah teruji dan terbukti melalui serangkaian proses sertifikasi. Bahkan beberapa kali ia dipercaya menjadi panitia pembangunan dan cagar teknis di desanya. Tentu berbagai kesempatan pekerjaan lainnya ia dapatkan lantaran ia punya modal sertifikat tukang.</p> <h3>Baca Juga: <a href="/article/read/tak-disangka-ini-yang-didapat-seorang-mantan-kuli-berkat-ketulusannya-mengajari-pemuda-putus-sekolah">Tak Disangka, Ini yang Didapat Seorang Mantan Kuli Berkat Ketulusannya Mengajari Pemuda Putus Pekolah</a></h3> <p>Apa yang dirasakan Wahyudi ini sejalan dengan cita-cita PT Semen Gresik dalam membangun Komunitas Jago Bangunan. Pelatihan dan Sertifikasi yang telah dilakukan sejak 2007, hingga kini berhasil mengumpulkan 18.622 tukang bangunan yang tersebar di seluruh Indonesia. Didukung portal digital jagobangunan.com, PT Semen Gresik terus berkomitmen untuk membuat berbagai program yang terintegrasi dan berkesinambungan untuk membantu meningkatkan kualitas tukang agar bisa bersaing di era MEA.</p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>