Masuk

Tips

Beranda / Artikel
Search:

Mau Bangun Rumah Minimalis di Lahan Sempit? Perhatikan 4 Hal Ini Dulu
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Prinsip utama tata ruang untuk rumah tinggal adalah terpenuhinya kebutuhan ruang sehingga aktivitas seluruh anggota keluarga terwadahi dengan baik. Tata ruang untuk rumah kecil pada lahan terbatas harus efisien dan optimal agar dapat menampung pola aktivitas keluarga. Jadi, prinsip-prinsip minimalis juga harus diterapkan dalam menetapkan ukuran dan perletakan ruang serta hubungan antar ruang, sehingga diperoleh hunian mungil yang nyaman. Untuk menciptakan layout rumah minimalis yang ideal, pertimbangkan 5 hal berikut:</p> <h2><strong>1. Ciptakan ruang dengan beragam fungsi</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Rumah Minimalis/pexels-photo-813692.jpeg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Secara umum aktivitas utama keluarga yang harus diwadahi, antara lain menerima tamu, istirahat, belajar, bekerja, berkumpul, memasak, makan, dan urusan kamar mandi. Luasan terbatas mungkin menghalangi untuk dapat menyediakan satu ruang untuk satu jenis aktivitas. Solusi terbaik adalah menciptakan ruang multifungsi, yaitu ruang yang mewadahi lebih dari satu aktivitas. Semisal, teras merangkap ruang tamu, ruang duduk sekaligus berfungsi sebagai ruang belajar, kerja atau ruang makan, dapur sekaligus tempat penyimpanan bahan makanan.       </p> <h2><strong>2. Pertimbangkan konsep ruang terbuka</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Rumah Minimalis/pexels-photo-271753.jpeg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Salah satu cara agar hunian terbatas tetap terkesan lapang dan semua fungsi terwadahi dengan baik adalah melakukan tata ruang dengan konsep terbuka. Prinsip dari konsep ini adalah menyatukan beberapa ruang secara visual maupun fisik, dengan menghilangkan dinding masif atau sekat tertutup yang membatasi dua ruang atau lebih. Terapkan konsep ini untuk menyatukan beberapa ruang yang secara fungsional dekat atau memiliki sifat sama. Misalnya menyatukan ruang duduk, ruang makan, dan <em>pantry</em>.    </p> <h2><strong>3. Hindari ruang sisa, atau lebih baik dimanfaatkan!</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Rumah Minimalis/231824-5936bc51a77f9_orig.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>mishonmackay.com</em></p> <p>Rumah minimalis yang dibangun pada lahan terbatas harus dirancang dengan prinsip-prinsip minimalis yang mengoptimalkan setiap meter persegi agar fungsional. Jika terpaksa tercipta ruang sisa, seperti celah/ceruk atau jarak antar ruang, maka Anda harus cerdas untuk memanfaatkannya. Misalnya, menggunakan ceruk sebagai area <em>display </em>untuk memajang benda seni, atau dengan rancangan khusus diubah jadi ruang simpan, dan sebagainya.</p> <h3><a href="/article/read/4-cara-tepat-dalam-aplikasi-semen-ekspos-tampak-kokoh-tanpa-amburadul" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 4 Cara Tepat dalam Aplikasi Semen Ekspos, Tampak Kokoh Tanpa Amburadul</strong></a></h3> <h2><strong>4. Tips untuk memaksimalkan ruangan pada hunian minimalis</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Rumah Minimalis/pexels-photo-271695.jpeg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Berikut beberapa tips untuk memaksimalkan ruang agar semua aktivitas terwadahi dengan baik:</p> <p>• Memperkecil ukuran ruang yang hanya dipakai sesekali, seperti teras dan ruang tamu.<br />• Merancang satu ruang tidur untuk lebih dari satu orang dengan aplikasi ranjang susun.<br />• Minimalkan penggunaan jumlah perabot, gunakan yang benar-benar diperlukan.<br />• Rancanglah <em>furniture</em> efisien dan optimal, seperti <em>wardrobe</em> atau kabinet <em>full</em> plafon, rancang furnitur multifungsi, misalnya ranjang, sofa, dan ottoman dengan <em>hidden storage</em> di bawahnya.<br />• Gunakan berbagai elemen yang dapat menciptakan kesan ruang yang lapang, seperti cermin lebar, sketsel transparan, dan sebagainya.</p> <h2><strong>5. Pertimbangkan untuk meningkat rumah</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Fungsi Split Level/split-level-home-designs-1000-ideas-about-split-level-house-plans-split-level-home-designs.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>mastercus.com</em></p> <p>Jika penambahan ruang adalah mutlak, sementara tidak ada lagi lahan tersisa maka pengembangan secara vertikal (meningkat rumah) harus menjadi pertimbangan. Untuk rumah bertingkat, area servis (seperti dapur/pantry, ruang cuci, gudang) dan juga ruang semi publik (semisal ruang tamu, ruang keluarga) sebaiknya diletakkan di lantai dasar. Sedangkan ruang privat atau yang perlu ketenangan (ruang tidur, ruang belajar, atau ruang kerja) sebaiknya diletakkan di lantai atas.</p> <h3><a href="/article/read/3-fakta-rumah-urban-solusi-pintar-untuk-manfaatkan-lahan-sempit" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 3 Fakta Rumah Urban, Solusi Pintar untuk Manfaatkan Lahan Sempit</strong></a></h3>
3 Fakta Rumah Urban, Solusi Pintar untuk Manfaatkan Lahan Sempit
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Tidak perlu risau jika berniat membangun atau merenovasi hunian pada lahan terbatas. Desain rumah urban (<em>urban house</em>) dapat menjadi alternatif. Konsep rumah urban bertujuan menyiasati keterbatasan lahan dengan tetap memperhatikan kebutuhan ruang serta kenyamanan. Berikut beberapa prinsip membangun rumah urban yang perlu dipertimbangkan:</p> <h2><strong>1. Membangun ke arah vertikal</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Lahan Terbatas/landbank_main_i.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>crainscleveland.com</em></p> <p>Dengan lahan terbatas satu-satunya cara paling realistis memenuhi kebutuhan ruang adalah dengan membangun ke atas. Anda bisa membangun rumah 2–4 lantai asal tidak melanggar regulasi. Pembangunan dapat dilakukan bertahap, namun sistem struktur yang sesuai dapat disiapkan sejak awal. Zonasi ruang pun nantinya harus dibuat secara vertikal. Prinsipnya, area lantai dasar dialokasikan untuk fungsi publik atau semipublik (ruang tamu, ruang duduk, ruang makan) dan area servis (dapur, ruang cuci). Lantai di atasnya untuk ruang yang lebih privat, seperti ruang tidur dan ruang servis tambahan.</p> <h3><a href="/article/read/mau-pakai-kaca-untuk-pengganti-dinding-bata-simak-4-faktanya-berikut" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Mau Pakai Kaca untuk Pengganti Dinding Bata? Simak 4 Faktanya Berikut</strong></a></h3> <h2><strong>2. Mengoptimalkan desain interior</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Fungsi Split Level/day-bed-on-wheels-on-a-split-level-living-room.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>homedit.com</em></p> <p>Meskipun dibatasi luas lahan, penyediaan ruang sesuai kebutuhan sebaiknya tetap menjadi prioritas. Rumah keluarga, misalnya, setidaknya harus memiliki ruang tidur yang sesuai, dapur dan ruang makan, kamar mandi, dan ruang berkumpul bagi keluarga. Ruang tambahan lain juga perlu diupayakan. Berikut beberapa prinsip untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan ruang.<br />• Batasi ukuran ruang, pilih bentuk simpel. Sesuaikan luas ruang dengan kebutuhan, jangan terlalu sempit dan luas. Hindari bentuk rumit yang menciptakan ruang sisa yang tidak fungsional, seperti bentuk menyudut juga oval.<br />• Ciptakan ruang multifungsi untuk mengantisipasi kebutuhan ruang. Satukan dua aktivitas atau lebih dalam satu ruang. Misalnya ruang duduk untuk bersantai, menonton, belajar.<br />• Tiadakan partisi untuk menciptakan efisiensi ruang dan menciptakan kesan lapang. Misalnya meniadakan sekat antara ruang keluarga, ruang makan, dan <em>pantry</em>.    <br />• Ciptakan kesan lapang dengan beragam cara, seperti <em>finishing</em> dengan nuansa netral, penggunaan perabot multifungsi dengan <em>hidden storage</em>, aplikasi kaca atau cermin lebar, dsb.</p> <h2><strong>3. Menciptakan rumah sehat ramah lingkungan</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Lahan Terbatas/Clapton_Tram_-_a_plant-filled_warehouse_space_in_London-.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em><span class="irc_ho" dir="ltr">gypsyyaya.com</span></em></p> <p>Sisakan lahan yang memungkinkan terciptanya hunian sehat dan ramah lingkungan. Wujudnya antara lain sebagai berikut:<br />• Ciptakan penerangan dan penghawaan alami. Mengingat rumah urban cenderung saling berhimpit, maka alokasi ruang terbuka akan mendukung upaya penciptaan penerangan dan penghawaan alami. Misalya lewat desain <em>skylight</em>, bukaan lebar, juga <em>void</em>.<br />• Sediakan penghijauan dan area resapan. Ruang terbuka hijau, sekecil apa pun, baik di luar ataupun di dalam bangunan berpotensi menyediakan udara yang lebih bersih dan sehat. Sementara area resapan berguna untuk mengantisipasi genangan air hujan.   </p> <p>Meski rumah urban terbatasi dengan karakter modern, yang praktis, efisien, mengutamakan fungsi, dan dengan pilihan bentuk geometris minim ornamen, bukan berarti rumah Anda harus seragam dengan yang lain. Tambahkan kekhasan sesuai karakter Anda, seperti latar belakang budaya, pekerjaan, <em>passion</em>, yang dihadirkan lewat bentuk, material, warna. Rumah berkarakter akan tampil menonjol sebagai <em>point of interest</em> di antara rumah-rumah lain.</p> <h3><a href="/article/read/4-cara-tepat-dalam-aplikasi-semen-ekspos-tampak-kokoh-tanpa-amburadul" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 4 Cara Tepat dalam Aplikasi Semen Ekspos, Tampak Kokoh Tanpa Amburadul</strong></a></h3>
4 Cara Tepat dalam Aplikasi Semen Ekspos, Tampak Kokoh Tanpa Amburadul
<p><em><strong>Oleh: Redaksi</strong></em></p> <p>Unik, artistik dan natural, adalah alasan kenapa pemakaian dinding semen ekspos makin digemari. Selain meminimalisir biaya perawatan, mengekspos dinding semen pun menjadi lebih ekonomis karena tidak mengeluarkan biaya untuk cat atau material finishing lainnya. Pemakaian semen ekspos tidak terbatas pada tampilan eksterior atau fasad bangunan saja. Ruang tamu, kamar mandi, dapur, ruang makan, bahkan kamar tidur bisa menggunakan semen ekspos, baik pada dinding, lantai ataupun plafonnya. Desain yang <em>clean</em>, dan <em>simple</em> dengan satu warna yaitu abu-abu, membuat tampilan terlihat minimalis.</p> <p>Rumah-rumah jenis ini akan banyak bermain dalam pengolahan material untuk menampilkan estetikanya. Bisa melalui teknik yang digunakan, bentuk atau media penempatannya. Teknik yang digunakan akan memberikan hasil akhir yang berbeda-beda, berikut adalah teknik aplikasinya:</p> <h2><strong>1. Kamprot, teknik aplikasi bertekstur kasar atau lembut</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Semen Ekspos/industrial-basement.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>houzz.com</em></p> <p>Cara ini akan memberikan hasil akhir berupa tekstur kasar atau lembut, tergantung dengan butiran pasir yang digunakan. Terdapat dua teknik pengerjaan, yaitu manual dan mesin. Cara manual akan menghasilkan dinding bertekstur kasar dan tajam dengan bentuk butiran-butiran pasir. Gunakan alat bantu sekop dan kawat ayakan. Caranya, satu sekop berisi campuran semen yang masih berbentuk butiran kasar dilempar menembus kawat ayakan, dengan jarak 5-10 cm  ke arah permukaan bidang yang akan ditutup. Dalam menggunakan teknik mesin, bisa dengan alat bantu <em>concrete spraying</em> yaitu semacam alat penyemprot campuran semen.  Keunggulan menggunakan alat ini adalah hasil yang diperoleh pada bidang permukaan terlihat lebih halus, rata dan rapi.</p> <h3><a href="/article/read/mau-pakai-kaca-untuk-pengganti-dinding-bata-simak-4-faktanya-berikut" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Mau Pakai Kaca untuk Pengganti Dinding Bata? Simak 4 Faktanya Berikut</strong></a></h3> <h2><strong>2. Garuk, teknik untuk berkreasi sesuka selera</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Semen Ekspos/cutcaster-photo-100238508-Cement-Textured-Wall.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>cutcaster.com</em></p> <p>Hasil akhir dari teknik garuk, tergantung pada alat yang digunakan. Jika alat cetak dibuat dari papan, pola desain yang dihasilkan bisa dibentuk sesuai selera, misalnya dalam pola gerigi tegak lurus (persegi) atau pola meruncing. Untuk arahnya, bisa dibentuk arah horizontal, vertikal, miring atau membentuk pola-pola tertentu seperti kurva, motif ombak dan sebagainya. Dalam membuat motif cetak garuk yang rapi dan teratur, membutuhkan ketelatenan dan ketelitian tinggi.</p> <h2><strong>3. Acian, kesankan hunian minimalis dan maskulin</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Semen Ekspos/minimalist-living-room-with-concrete-wall.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>rilane.com</em></p> <p>Teknik ini menampilkan permukaan semen yang halus dan licin. Untuk tampilan warnanya, adalah abu-abu, seperti warna semen umumnya. Namun, jika ingin menampilkan warna yang lebih gelap atau terang dari warna standar, bisa digunakan zat <em>additive</em>, misalnya bisa ditambahkan tepung kapur untuk efek lebih terang pada hasil akhirnya.</p> <p>Waspadai permasalahan yang biasa terjadi pada dinding semen ekpsos, yaitu retak rambut. Hal ini sering terjadi meski dalam pengerjaannya sudah benar-benar diperhatikan prosesnya. Retak rambut bisa terjadi karena pergeseran akibat gempa, hilangnya kandungan air pada saat membuat adukan plester/acian, dan perubahan suhu yang terus menerus.</p> <h2><strong>4. Hal yang harus diperhatikan dalam proses pengerjaan</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Pengerjaan Tembok/construction-760432_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Sejak awal, pastikan bata dinding harus basah saat hendak dipasang. Gunakanlah <strong>Semen Gresik</strong> yang telah teruji kualitasnya dan pasir yang tidak bercampur dengan tanah untuk plesteran. Setelahnya, beri waktu yang cukup, kira-kira dua minggu, antara proses plesteran dan pengacian. Apabila retak rambut masih terjadi, tutup retaknya dengan plamir. Pilihlah warna plamir abu-abu yang sesuai dengan warna dinding ekspos.</p> <h3><a href="/article/read/kenali-fungsi-ganda-jendela-tak-hanya-soal-ventilasi-saja" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Kenali Fungsi Ganda Jendela, Tak Hanya Soal Ventilasi Saja</strong></a></h3>
Kenali Fungsi Ganda Jendela, Tak Hanya Soal Ventilasi Saja
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Secara harfiah, jendela adalah lubang atau bukaan pada dinding bangunan yang memungkinkan masuknya cahaya alami atau terjadinya sirkulasi udara dalam ruang. Jendela juga bisa dijadikan sarana untuk menikmati pemandangan luar tanpa harus beranjak keluar. Secara arsitektural, jendela pun dimanfaatkan sebagai elemen dekoratif untuk memperindah tampilan bangunan. Bagaimana agar jendela rumah Anda fungsional sekaligus dapat mempercantik tampilan rumah? </p> <p>Rumah sehat semestinya dilengkapi cukup jendela sehingga ruang dalam senantiasa mengalami pergantian udara dan mendapat cukup sinar matahari, untuk penerangan sekaligus mematikan kuman. Agar fungsi-fungsi tersebut terpenuhi secara maksimal, jendela harus dirancang dengan memperhatikan dua hal berikut:</p> <h2><strong>1. Aspek fungsional jendela yang harus diperhitungkan</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Jendela untuk Hunian/1420787833890.jpeg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>diynetwork.com</em></p> <p>• Sesuaikan jenis jendela dengan kebutuhan, pilih jendela mati yang hanya dapat memasukkan cahaya atau jendela dengan bukaan (daun jendela atau jalusi) yang dapat mengalirkan udara.<br />• Pastikan jendela ada pada sisi rumah yang tepat agar berfungsi baik tanpa mengurangi kenyamanan ruang karena dampak panas dan silau. Jika perlu, tambah konstruksi pelindung.  <br />• Pertimbangkan ukuran lubang dan tinggi jendela sesuai kebutuhan dan aktivitas dalam ruang. Misalnya untuk dapat menikmati pemandangan di luar, mungkin perlu bukaan lebar dan lebih rendah.  <br />• Gunakan material agar awet (meski terpengaruh cuaca) dan aman (kuat/kokoh dan mendukung privasi, jika perlu pasanglah teralis pengaman).</p> <h3><a href="/article/read/5-hal-ini-harus-dilakukan-saat-anak-batuk-pilek-agar-tak-makin-parah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 5 Hal Ini Harus Dilakukan Saat Anak Batuk Pilek, Agar Tak Makin Parah</strong></a></h3> <h2><strong>2. Aspek estetika yang juga harus diperhatikan agar jendela tampak indah</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Jendela untuk Hunian/contractors-installing-windows.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>modernize.com</em></p> <p>• Ada beragam bentuk jendela, antara lain persegi/persegi panjang, bundar, oval, setengah lingkaran, trapesium, segitiga, oktagonal, atau kombinasi beberapa bentuk. Pilihlah model jendela yang menarik dan serasi dengan gaya rumah Anda.<br />• Serasikan warna jendela dengan warna bangunan. Anda juga dapat membuat permainan warna ataupun pembedaan warna menciptakan aksen.   <br />• Pilih material yang tidak sekadar aman dan awet, tetapi juga estetis. Kombinasikan dua atau lebih material atau pilih material unik untuk menciptakan desain menarik. Misalnya, jendela kaca patri/hias warna-warni; jendela krepyak kayu; dan sebagainya.<br />• Rancanglah pelengkap jendela yang dapat menambah nilai estetika, seperti teralis bermotif klasik, geometris ataupun nongeometris; tirai/gorden dengan warna dan/atau motif menarik; kerai (<em>window blind</em>); dsb.</p> <p>Jadi, tidak ada salahnya jika Anda terlebih dahulu mempertimbangkan berbagai aspek di atas sebelum merancang jendela untuk setiap sisi rumah Anda. Dengan demikian Anda akan mendapatkan jendela yang tidak hanya fungsional tetapi juga menambah keindahan baik fasad maupun interior rumah Anda.</p> <h3><a href="/article/read/mau-pakai-kaca-untuk-pengganti-dinding-bata-simak-4-faktanya-berikut" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Mau Pakai Kaca untuk Pengganti Dinding Bata? Simak 4 Faktanya Berikut</strong></a></h3>
Mau Pakai Kaca untuk Pengganti Dinding Bata? Simak 4 Faktanya Berikut
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Popularitas kaca tak pernah surut sejak ribuan tahun silam, bahkan pemanfaatannya pun terus berkembang. Pada era modern, material kaca bahkan tampil cukup mendominasi. Tidak terbatas untuk ornamen, jendela, atau bukaan, kaca juga diaplikasikan sebagai dinding bangunan. Aplikasi dinding kaca pada rumah tinggal kemudian juga populer dan disukai, karena membuat ruang terang, terkesan lebih luas dan dapat menyatukan dua ruang atau lebih.</p> <p>Segera tentukan ruang mana yang dindingnya akan diganti sepenuhnya dengan material kaca. Pilih jenis kaca yang paling sesuai dengan selera dan <em>budget</em>. Berikut tips penggunaan kaca dalam hunian seperti dilansir dari dari rumahku.com:</p> <h2><strong>1. Syarat kaca sebagai pengganti dinding bata</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Penggunaan Kaca sebagai Dinding/attractive-small-prefab-homes-kits-house-plans-with-cabin-marvellous-architecture-wooden-ideas-glass-wall-combine-dark-brown-frame-door_house-plans-with-glass-exterior-glass-walls_exterior_exterior-wa.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>loversiq.com</em></p> <p>Ada beragam produk material kaca, seperti kaca bening, kaca berwarna (<em>tinted glass/rayban)</em>, kaca es/buram (<em>sandblast</em>), kaca laminasi, kaca <em>tempered</em>, dan sebagainya. Pada dasarnya semua jenis kaca dapat diaplikasikan sebagai dinding interior maupun eksterior untuk menggantikan material masif seperti bata, asalkan memenuhi syarat konstruksi dan ketahanan. Misalnya, ketebalannya mencukupi, memiliki kemampuan menahan panas, dan sebagainya.</p> <h2><strong>2. Cahaya alami akan menjadi penerangan yang melimpah</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Penggunaan Kaca sebagai Dinding/Kiev-Apt-MARTIN-architects-1.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>nylonliving.com</em></p> <p>Dinding kaca memberi banyak keuntungan, yang terutama dapat memasukkan cahaya alami. Selain untuk penerangan, cahaya alami yang masuk menimbulkan kesan lebih lapang. Kesan lapang juga tercipta karena dinding kaca yang tembus pandang, memungkinkan dua ruang terhubung atau menyatu seperti tanpa batas. Dinding kaca yang jauh lebih tipis dari dinding bata juga menghemat ruang serta menampilkan ruang yang terkesan ringan.</p> <h3><a href="/article/read/3-fakta-desain-split-level-cara-cerdik-dan-murah-atasi-lahan-sempit"><strong>Baca Juga: 3 Fakta Desain Split Level, Cara Cerdik dan Murah Atasi Lahan Sempit</strong></a></h3> <h2><strong>3. Kaca untuk menyatukan ruang</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Penggunaan Kaca sebagai Dinding/mali-stanovi.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>dblog.telegram.hr</em></p> <p>Tidak semua kaca dapat menciptakan efek menyatukan ruang. Misalnya kaca es dan kaca <em>sandblast</em>, meski dapat meneruskan cahaya, tetapi tidak memungkinkan terjadinya interaksi visual dua arah. Guna meniadakan batas dan memberi efek menyatukan dua ruang atau lebih, pilihlah dinding kaca yang bersifat 100% tembus pandang.</p> <h2><strong>4. Kecocokan fisik kaca dengan fungsi pemakaiannya</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Penggunaan Kaca sebagai Dinding/trennw__nde-aus-glas-lounge-musikraum-esstisch-holz-get__nte-scheibe.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>deavita.com</em></p> <p>Di antara beragam produk material kaca yang ada, kaca bening adalah jenis yang relatif paling sesuai untuk menyatukan dua ruang atau lebih. Kaca bening yang polos relatif bersih dan tembus pandang. Kaca bening yang rata tidak menimbulkan distorsi, namun kaca bening sebaiknya digunakan untuk bagian interior karena cenderung tidak tahan panas matahari langsung. Selain kaca bening, kaca <em>tempered</em> adalah jenis kaca yang juga sesuai untuk dinding bangunan. Dengan ketebalan yang sama, kaca <em>tempered</em> memiliki kekuatan 4-5 kali lebih besar dari kaca biasa. Kaca ini juga mampu menahan beban dan perubahan suhu tinggi, sehingga sesuai untuk diaplikasikan sebagai dinding eksterior yang terpapar matahari langsung sepanjang hari.</p> <h3><a href="/article/read/5-hal-ini-harus-dilakukan-saat-anak-batuk-pilek-agar-tak-makin-parah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 5 Hal Ini Harus Dilakukan Saat Anak Batuk Pilek, Agar Tak Makin Parah</strong></a></h3>
3 Fakta Desain Split Level, Cara Cerdik dan Murah Atasi Lahan Sempit
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Ada banyak alasan mengapa seseorang merancang hunian dengan lantai berjenjang <em>(split level)</em>—dari halaman, beranda hingga ruang dalam. Baik bersifat umum ataupun personal. Cermati beberapa alasan yang bisa menginspirasi Anda berikut ini :</p> <h2><strong>1. Menyesuaikan lahan berkontur</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Fungsi Split Level/pexels-photo-206673.jpeg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Bisa jadi tanah yang Anda beli untuk dibangun rumah berada di kawasan berkontur (tidak rata/memiliki perbedaan tinggi antar bagian). Manfaatkan kontur lahan dengan mengaplikasikan lantai berjenjang (<em>split level</em>) sejak dari halaman hingga ruang dalam. Selain ramah lingkungan karena meminimalkan penggalian tanah, dijamin rumah Anda akan tampil lebih estetis dan atraktif.</p> <h3><a href="/article/read/anti-jebol-dan-bocor-ini-cara-membuat-saluran-pembuangan-yang-benar" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Anti Jebol dan Bocor, Ini Cara Membuat Saluran Pembuangan yang Benar</strong></a></h3> <h2><strong>2. Menyiasati hunian sempit</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Fungsi Split Level/day-bed-on-wheels-on-a-split-level-living-room.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>homedit.com</em></p> <p>Salah satu cara jitu mengatasi hunian sempit adalah merenovasinya jadi dua lantai atau lebih. Selain memakai tangga sebagai penghubung antar lantai, kombinasi tangga, <em>void</em>, dan <em>mezzanine</em> akan menciptakan hunian dua lantai yang lebih menarik. Hunian sempit juga bisa disiasati dengan konsep terbuka. Misalnya menyatukan <em>pantry</em>, ruang makan, dan ruang duduk dalam satu area terbuka tanpa dinding penyekat. Meski terkesan luas, ruang terbuka yang rata tetap tampak sebagai satu ruang. Dengan membuat <em>split level</em> pada area terbuka yang sama, Anda seakan-akan memiliki banyak ruang. Perbedaan ketinggian menjadi batas imajiner yang membedakan fungsi ruang. </p> <h2><strong>3. Menghindari kesan monoton</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Fungsi Split Level/split-level-home-designs-1000-ideas-about-split-level-house-plans-split-level-home-designs.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>mastercus.com</em></p> <p>Rumah satu lantai yang sama rata dari beranda hingga bagian belakang, cenderung membosankan. Kesan monoton itu bisa dihindari dengan mengaplikasikan teknik <em>split level</em>. Selain terhalaunya kesan monoton, suasana hunian pun cenderung lebih bervariasi dan menarik. Perbedaan tinggi yang sedikit ekstrem atau desain khas, seperti halnya <em>mezzanine</em>, bahkan bisa menjadi <em>eye catching</em> sekaligus <em>focal point</em>.  <em>Split level</em> juga berpotensi membantu kebugaran tubuh dan memicu perasaan gembira oleh gerak naik-turun saat berjalan dari satu ruang ke ruang lain. Ada banyak titik di mana Anda bisa membuat pembedaan tinggi lantai. Misalnya, teras depan dibuat lebih tinggi dari halaman; ruang duduk lebih rendah dari ruang tamu; ruang kerja/belajar dan perpustakaan dirancang berupa <em>mezzanine</em> yang lebih tinggi dari ruang-ruang sekitarnya.</p> <h3><a href="/article/read/5-kebiasaan-setelah-makan-ini-ternyata-bahaya-bagi-tubuh-tak-terduga-" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 5 Kebiasaan Setelah Makan Ini Ternyata Bahaya Bagi Tubuh, Tak Terduga!</strong></a></h3>
Anti Jebol dan Bocor, Ini Cara Membuat Saluran Pembuangan yang Benar
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Pekerjaan saluran rumah tangga adalah pekerjaan mengalirkan air kotor yang berada di luar rumah atau di sekeliling rumah untuk dibuang ke aliran yang lebih besar seperti saluran kota, dan sungai. Sebagaimana dikutip dari buku Rumah Kokoh Semen Gresik, saluran bisa dibuat tanpa pasangan atau dengan pasangan. Pasangan bisa dibuat dari pasangan batu, dari beton atau gorong-gorong.<br />Bentuk saluran yang mudah dikerjakan dan lancar alirannya adalah bentuk setengah lingkaran, kemudian bentuk yang juga masih bagus alirannya adalah bentuk trapesium. Selain itu kemiringan saluran harus diperhatikan minimal 1% (setiap 100 cm turun 1 cm) agar aliran air mengalir dengan lancar.</p> <h2><strong>1. Bentuk macam-macam saluran<img src="http://keluargakokoh.com/file/content/2016/10/161028041516_keluargakokoh.jpg" alt="" /></strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Pembuatan Saluran/water-243046_1280.jpg" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Saluran air kotor diusahakan dengan sistem terbuka supaya mudah dibersihkan. Kalau tidak memungkinkan bisa dibuat dengan sistim tertutup dari pipa PVC atau beton. Pada pipa PVC atau beton sebaiknya dibuat dari kelas D atau AW supaya tidak mudah pecah dengan diameter minimum 10 cm atau 4 inchi (DIM).</p> <h3><a href="/article/read/bulan-sabit-pada-kuku-anda-hilang-sebaiknya-waspadai-hal-berikut-ini" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Bulan Sabit Pada Kuku Anda Hilang? Sebaiknya Waspadai Hal Berikut Ini</strong></a></h3> <h2><strong>2. <em>Septic tank</em></strong><img src="http://keluargakokoh.com/file/content/2016/10/161028041559_keluargakokoh.jpg" alt="" /></h2> <p><img src="/images/cms//Pembuatan Saluran/plumbing-709631_1280.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p><em>Septic tank</em> dibuat untuk memproses air tinja agar kandungan zat yang berbahaya berubah secara alamiah setelah dimakan jentik-jentik. Agar kemudian berubah menjadi kotoran yang tidak agresif. Sehingga airnya tidak lagi berbahaya dan bisa dialirkan ke peresapan.</p> <h2><strong>3. Peresapan</strong><img src="http://keluargakokoh.com/file/content/2016/10/161028041529_keluargakokoh.jpg" alt="" /></h2> <p><img src="/images/cms//Pembuatan Saluran/digging-2111404_1280.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Peresapan dibuat untuk daerah yang tidak memungkinkan dibuat saluran. Tujuannya untuk menampung air kotor dari KM/ cucian serta pembuangan dari <em>septic tank</em>. Fungsi lain dari peresapan adalah agar air tanah terjaga sehingga pohon-pohon masih bisa tumbuh subur. Daerah DKI Jakarta sekarang sedang digalakkan pembuatan peresapan guna menambah kandungan air dalam tanah. Peresapan sebaiknya dibuat berjarak 10 meter dari sumur air bersih. Semakin jauh semakin baik agar air yang masih belum steril tidak kembali ke sumur air bersih lagi.</p> <h3><a href="/article/read/6-tips-aman-meningkat-rumah-anti-roboh-dan-irit-biaya" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 6 Tips Aman Meningkat Rumah, Anti Roboh dan Irit Biaya</strong></a></h3>
4 Tips Cek Ketahanan Rumah, Penting Dilakukan Saat Musim Hujan
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Bukan hanya fisik yang perlu dipersiapkan untuk mengantisipasi terjangan cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini, hunian juga perlu untuk di cek kesigapannya. Mulai dari atap, hingga yang paling krusial semisal jaringan listrik. Anda tentu tidak ingin tabungan tiba-tiba terkuras akibat merenovasi rumah karena terkena terpaan hujan? Atau tetesan air hujan mengganggu aktivitas di dalam rumah? Yuk lakukan hal-hal berikut:</p> <h2><strong>1. Periksa kembali jaringan listrik</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Cek Rumah Musim Hujan/electrician-2755682_1280.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Jangan sampai ada kabel yang terkelupas atau colokan yang tidak terpasang dengan rapat di rumah. Terutama jika Anda memiliki kolam, taman, dan lampu yang menyambung saluran listrik di luar rumah. Minimalisir kejadian yang tidak diinginkan, karena hujan lebat biasanya diikuti dengan angin kencang dan pemadaman listrik sewaktu-waktu.     </p> <h2><strong>2. Apakah dinding sudah aman dari rembesan air hujan?</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Cek Rumah Musim Hujan/pexels-photo-154143.jpeg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Dinding yang terkena resapan air hujan biasanya tidak berumur lama karena mudah terkelupas dan lembab. Sebelum kondisi rumah makin tidak terkendali, Anda bisa memoles tembok ruangan-ruangan, terutama di bagian luar rumah dengan cat pelapis anti air atau <em>weathercoat</em>.</p> <h3><a href="/article/read/jika-5-tanda-ini-muncul-pada-wajah-mulai-perhatikan-kesehatan-anda-" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Jika 5 Tanda Ini Muncul Pada Wajah, Mulai Perhatikan Kesehatan Anda!</strong></a></h3> <h2><strong>3. Saluran air jangan sampai ada yang bocor</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Cek Rumah Musim Hujan/plumbing-840835_1280.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Bukan hanya bocor yang patut untuk diantisipasi, namun juga saluran air jangan sampai tersumbat. Musim hujan yang kerap diimbuhi dengan banjir dapat berpotensi mengganggu kelancaran saluran air pada hunian. Selain memperbaiki saluran air di dalam rumah, Anda juga harus memeriksa kembali selokan di depan rumah. Untuk hal ini Anda bisa mengajak tetangga untuk bekerja bakti membersihkan selokan.</p> <h2><strong>4. Paling penting, cek kondisi atap</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Cek Rumah Musim Hujan/chimney-1848939_1280.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Mengapa penting? Karena tetesan hujan pertama kali akan mengenai atap rumah. Jika atap sebagai pelindung dari panas dan hujan ternyata bocor, maka banjir bukan hanya terjadi di luar tapi juga di dalam rumah. Apabila atap rumah dekat dengan dedaunan atau ranting pohon, sebaiknya dipotong agar tidak jatuh ke atap. Selain itu bila ternyata di atap terdapat kebocoran, Anda bisa melapisinya dengan cat anti bocor khusus untuk atap.</p> <h3><a href="/article/read/6-tips-aman-meningkat-rumah-anti-roboh-dan-irit-biaya" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 6 Tips Aman Meningkat Rumah, Anti Roboh dan Irit Biaya</strong></a></h3>
6 Tips Aman Meningkat Rumah, Anti Roboh dan Irit Biaya
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Meningkat rumah menjadi solusi bertambahnya kebutuhan ruang, sementara lahan terbatas. Kenali apa saja yang harus disiapkan. Karena sempitnya lahan, rumah bertingkat menjadi solusi untuk mewadahi tuntutan kebutuhan ruang. Seringkali, muncul banyak keinginan terkait desain rumah yang hendak diwujudkan. Apapun desain yang diinginkan, pertimbangkan hal-hal berikut agar rumah menjadi efisien dan lebih hemat saat membangunnya.</p> <h2><strong>1. Perhatikan tata ruang agar tidak berantakan</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Tips Meningkat Rumah/paper-3152429_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Perhatikan tata letak ruang, dan kelompokkan ruang sesuai dengan fungsinya. Misalnya lantai bawah untuk area publik, seperti ruang tamu, ruang duduk, ruang makan dan dapur. Sedangkan di lantai atas, untuk penempatan kamar-kamar tidur. Untuk penghematan, kurangi dinding pembatas dan buat ruang-ruang saling menyatu. Ruang keluarga, ruang makan dan dapur/pantry, dibuat menyatu tanpa sekat.</p> <h2><strong>2. Cek kembali keamanan struktur dan konstruksi</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Tips Meningkat Rumah/building-1080589_1280.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Pondasi bangunan rumah satu lantai, seringkali tidak disiapkan untuk rumah dua lantai. Sehingga pondasi yang ada harus diperkuat, yang dikenal dengan istilah suntik pondasi. Ini artinya, pada titik pondasi dindingnya harus dibobok, lantai harus digali sebagian untuk pondasi telapak atau cakar ayam di beberapa titik. Letakkan kolom tambahan ini di samping kolom lama, yang berfungsi sebagai kolom struktur. Perhitungkan dengan benar letak dan jumlah struktur, sehingga kolom tidak terletak di tempat yang salah, misalnya berada di tengah-tengah ruangan atau tengah pintu.</p> <h3><a href="/article/read/4-material-pilihan-untuk-rumah-minimalis-tampil-mewah-tak-harus-mahal" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 4 Material Pilihan untuk Rumah Minimalis, Tampil Mewah Tak Harus Mahal</strong></a></h3> <h2><strong>3. Perhitungkan akses secara cermat</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Tips Meningkat Rumah/construction-worker-569149_1280.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Posisi dan desain tangga sebagai akses menuju lantai dua, harus dipikirkan dengan cermat. Area tangga membutuhkan setidaknya 6 meter persegi. Letakkan tangga di jalur yang “bebas” dari lalu lintas penghuni dalam suatu ruang sehingga mudah dicapai.  Akan lebih efektif jika tangga ditempatkan merapat dinding, agar tidak memakan banyak ruang. Lengkapi dengan bukaan jendela bisa berupa kaca mati atau <em>skylight</em> agar area tangga tetap terang.</p> <h2><strong>4. Jangan lupakan pencahayaan dan sirkulasi udara</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Tips Meningkat Rumah/open-window-1246191_1280.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Asupan cahaya alami dan udara yang kurang di lantai satu, menjadi problem yang sering terjadi di rumah bertingkat. Bukaan jendela yang banyak, <em>void</em> dan <em>inner court</em>, harus diupayakan agar ruangan menjadi terang. Jendela tidak hanya ditempatkan di sisi lantai satu, namun juga penting di sepanjang <em>void</em> agar ruangan makin terang. Selain sebagai sirkulasi udara antar lantai, <em>void</em> berfungsi sebagai penghubung antara ruang bawah dan ruang atas. Penting untuk menyediakan <em>inner court</em>, agar ruang-ruang dalam tidak sesak dan pengap. Manfaatkan <em>inner court</em> sebagai kolam atau taman kering, dan langsung beratapkan langit atau bahan transparan yang tembus pandang.</p> <h2><strong>5. Rencanakan instalasi listrik dan air secara efisien</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Tips Meningkat Rumah/electrician-2755683_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Instalasi listrik dan air bersih-air kotor, hendaknya berada pada satu jalur, agar hemat sanitasi dan sirkulasi air berjalan dengan optimal. Perletakan kamar mandi pada lantai atas, harus tepat berada pada posisi kamar mandi lantai bawah. Cek kebutuhan listrik di lantai dua, agar tidak melebihi daya yang ada. Sebaiknya, buat grouping khusus untuk instalasi listrik di lantai tambahan.</p> <h2><strong>6. Perkirakan biaya keseluruhan</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Tips Meningkat Rumah/calculator-385506_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Pengembangan bangunan ke arah vertikal membutuhkan dana 1.5 kali dari luas lantai yang akan dibuat. Jika akan membuat lantai dua seluas 50 meter persegi, itu artinya dana yang harus disiapkan adalah biaya untuk pembangunan seluas 75 meter persegi.</p> <h3><a href="/article/read/jangan-remehkan-5-kesalahan-mandi-ini-biasa-dilakukan-tanpa-sadar" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Jangan Remehkan, 5 Kesalahan Mandi Ini Biasa Dilakukan Tanpa Sadar</strong></a></h3>
4 Material Pilihan untuk Rumah Minimalis, Tampil Mewah Tak Harus Mahal
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Material yang mendukung pembangunan rumah minimalis adalah material yang simpel namun kuat dan kokoh, yang praktis cara pemasangannya tetapi memberi tampilan rapi dan bersih, selain itu juga efisien sehingga harganya lebih terjangkau. Material demikian kini banyak diminati terkait semakin digemarinya desain rumah minimalis. Berikut beberapa di antara material tersebut:<em>  </em>     </p> <h2><strong>1. Papan semen</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Material Rumah Minimalis/121403c1c88e26c8ac4369e4915a3a0d.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>sdlegend.com</em></p> <p>Papan semen adalah material artifisal yang terbuat dari campuran semen dan <em>fiberglass</em> atau serat selulosa. Material ini praktis dan efisien, berpotensi sebagai pengganti kayu dan gipsum yang memiliki banyak kelebihan seperti tahan cuaca luar, tahan lembap/air, tahan api, anti rayap, jamur, dan juga kedap suara. Material ini juga tahan terhadap benturan dan relatif kokoh. Papan semen dapat diaplikasikan pada area eksterior (dinding luar, <em>secondary skin</em>, pagar, <em>listplank</em>) maupun interior (dinding dalam/partisi, lantai, plafon, alas atap) Pemasangannya juga relatif mudah dan efektif, dapat dipotong dan dibentuk seperti halnya kayu, demikian pula dengan <em>finishing</em>-nya. Kini papan semen juga tidak mengandung asbes sehingga aman bagi kesehatan. </p> <h2><strong>2. Pelat metal</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Material Rumah Minimalis/b-deck-icbo-2078-p-2896-x-1944.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>mondebloqueur.com</em></p> <p>Pelat metal (<em>floor deck, metal deck, bondek,</em> dll.) adalah pelat baja ringan berlapis galvanis bentuk gelombang seperti huruf W, yang dapat berfungsi sebagai tulangan bawah dan bekisting. Pembuatan dak beton dengan pelat metal ini relatif lebih praktis, karena pengangkutan lebih ringkas; pemasangan relatif mudah, cepat dan hemat waktu. Tidak hanya praktis, tetapi juga efisien karena menghemat volume beton (tidak perlu setebal beton konvensional, cukup ± 6-7 cm); plat metal sekaligus berfungsi sebagai bekisting dan dapat dimanfaatkan sebagai plafon lantai di bawahnya. Kekuatan dan ketahanan dak dengan pelat metal tidak diragukan, dan juga tahan cukup lama terhadap api.</p> <h3><a href="/article/read/2-langkah-penting-saat-membangun-tembok-rumah-agar-tidak-mudah-roboh" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 2 Langkah Penting Saat Membangun Tembok Rumah, Agar Tidak Mudah Roboh</strong></a></h3> <h2><strong>3. Keraton</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Material Rumah Minimalis/800px-Wienerberger_POROTHERM_brick_ceiling_-_MIAKO_front.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>commons.wikimedia.org</em></p> <p>Keraton (keramik komposit beton), adalah material alternatif pengganti dak beton. Keraton terbuat dari tanah liat dicetak dengan bentuk mirip balok bata tetapi bagian tengahnya berlubang. Lubang dibuat dengan perhitungan tertentu untuk tujuan struktural. Pelat keraton sangat praktis karena pemasangannya mudah dan cepat. Untuk menutup bentangan tertentu, sejumlah balok keraton disambung-sambung dengan batang besi pada 4 titik lalu disatukan dengan balok beton. Penggunaan keratin juga membuat pengerjaan plat lantai lebih efisien. Bekisting hanya diperlukan untuk balok dan <em>ringbalk</em>, kebutuhan perancah lebih sedikit. diperlukan lebih sedikit beton yaitu  untuk balok, pengisi dan pelapis lantai. Meski tak kalah kuat dari beton konvensional, keraton jauh lebih ringan sehingga mengurangi beban struktur. Lubang-lubangnya berfungsi sebagai isolator panas dan suara. Jika mau bagian bawah dapat diekspos sebagai plafon.</p> <h2><strong>4. Rangka atap baja ringan</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Material Rumah Minimalis/d25089b65474265a6d7d45bb4e4167af.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>forum.rumah123.com</em></p> <p>Rangka atap baja ringan dapat menjadi alternatif untuk menggantikan rangka kayu. Material ini sangat praktis  karena proses pengerjaannya (oleh ahli) relatif mudah dan cepat. Meskipun tipis material ini memiliki kekuatan tekan dan tarik yang dapat diandalkan karena angka pemuaian/penyusutan relatif lebih kecil dibandingkan kayu. Serta berpotensi mengurangi beban struktur di bawahnya sehingga cocok juga untuk rumah di daerah rawan gempa. Rangka atap baja ringan bertahan relatif lama karena tidak mudah keropos, anti rayap, anti jamur,  dan kemungkinan rembes/bocor sangat kecil. Berbeda dengan kayu, baja ringan tidak merambatkan api jika terjadi kebakaran. Pada awal pembangunan terkesan lebih mahal, namun karena awet dan tahan lama maka nilainya relatif sebanding.</p> <h3><a href="/article/read/waspada-7-bidang-pekerjaan-ini-rawan-gangguan-kesehatan-anda-juga-" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Waspada, 7 Bidang Pekerjaan Ini Rawan Gangguan Kesehatan, Anda Juga?</strong></a></h3>