Masuk

Tips

Beranda / Artikel
Search:

Membangun Rumah Impian Dimulai dengan 3 Hal Penting Ini
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Ada istilah rumahku istanaku. Rumah yang nyaman adalah yang menimbulkan rasa nyaman bagi penghuninya. Tidak mesti menghabiskan anggaran yang besar dan megah agar tampak seperti istana. Asalkan seluruh penghuninya merasa nyaman, maka terciptalah rumah yang memiliki cita rasa istana.</p> <p>Rencana yang matang, akurasi, dan presisi konstruksi, serta bahan baku berkualitas adalah modal utama membangun rumah yang kokoh. Melalui perencanaan yang tepat, maka akan tercipta hunian yang sesuai ekspektasi Anda. Ketahui cara merencanakan pembangunan rumah berikut ini, dilansir dari Rumah Kokoh Semen Gresik: Panduan Mudah Membangun Rumah:</p> <h2><strong>1. Rencanakan dengan cermat dan ekonomis</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Merancang Rumah Impian/architecture-1857175_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Rencanakan pembangunan rumah Anda mulai dari ukuran bangunan, dana, dan target pengerjaan. Rumah yang akan dibangun harus direncanakan dahulu dalam bentuk gambar bangunan, Anda bisa menempatkan ruangan-ruangan yang akan dibangun lengkap dengan ukurannya. Dalam membuat rencana anggaran pembangunan rumah, perhatikan biaya perijinan, biaya bahan, dan biaya pekerja. Target pengerjaan juga dibutuhkan, agar biaya yang dikeluarkan tidak membengkak akibat penyelesaian yang tidak terjadwal.</p> <h3><a href="/article/read/4-1-jenis-pencahayaan-hunian-agar-lampu-tak-hanya-asal-terang-saja" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: 4 (+1) Jenis Pencahayaan Hunian, Agar Lampu Tak Hanya Asal Terang Saja</a></h3> <h2><strong>2. Gunakan bahan yang tepat</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Merancang Rumah Impian/maxresdefault__3_.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>youtube.com</em></p> <p>Lakukan riset bahan bangunan. Seperti harga emas, harga bahan bangunan pun juga ikut naik turun. Jangan malu untuk keluar masuk toko bangunan untuk menanyakan harga pasir, semen atau bahan yang lain. Harga bahan bisa bervariasi tergantung lokasi daerah, karena menyangkut biaya transportasi dan tingkat kesulitan mengangkut.</p> <h2><strong>3. Laksanakan dengan teknik yang benar</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Merancang Rumah Impian/pexels-photo-955595.jpeg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Selain<em> planning</em> dan <em>budgeting</em>, dalam membangun rumah juga menyangkut teknik eksekusi yang tepat. Ketahuilah teknik-teknik dasar membangun rumah, seperti cara pengukuran, pematokan, membuat fondasi, instalasi listrik dan air, pemasangan keramik dan lain-lain. Sehingga apabila pekerja bangunan sedang melakukan pengerjaan, Anda bisa mengawasinya sendiri.</p> <h3><a href="/article/read/agar-dapur-bebas-pengap-dan-bau-5-hal-ini-harus-dilakukan" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Agar Dapur Bebas Pengap dan Bau, 5 Hal Ini Harus Dilakukan</strong></a></h3>
Agar Dapur Bebas Pengap dan Bau, 5 Hal Ini Harus Dilakukan
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Rumah dengan ukuran terbatas biasanya juga memiliki dapur berukuran kecil. Sempitnya ukuran dapur membuat aktivitas memasak sering kali kurang menyenangkan. Oleh karenanya, diperlukan penataan sebaik mungkin agar dapur yang mungil terkesan lebih lapang. Dalam penataannya pertimbangkanlah 5 hal berikut!<em> </em></p> <h2><strong>1. Pilih <em>layout</em> yang sesuai</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Konsep Rancangan Dapur/pexels-photo-280232.jpeg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Pastikan tercipta efisiensi “segitiga kerja” di dapur yaitu; mengambil/menyimpan bahan, mencuci dan meracik, serta memasak. Untuk dapur kecil berbentuk memanjang, layout yang paling sesuai adalah <em>I-shape/one wall</em>(memanfaatkan satu dinding dengan satu jalur sirkulasi) atau <em>galley kitchen</em> (memanfaatkan dua dinding paralel dengan satu jalur sirkulasi di antaranya). Dapur kecil persegi dapat dipilih <em>L-shape</em> atau <em>U-shape</em>. L-shape, adalah <em>layout</em> membentuk huruf L memanfaatkan dua dinding, sedangkan <em>U-shape</em> adalah <em>layout</em> membentuk huruf U memanfaatkan tiga dinding.</p> <h2><strong>2. Sesuaikan ukuran <em>kitchen set</em></strong></h2> <p><strong><em><img src="/images/cms//Konsep Rancangan Dapur/Simple-small-kitchen-design-with-wooden-floor-and-white-cabinet-shelves.jpg" alt="" width="800" /></em></strong></p> <p><em>dickorleans.com</em></p> <p>Sesuaikan ukuran <em>kitchen set</em> serta perabot lain dengan luas dapur. <em>Kitchen set</em> atau perabot yang terlalu besar akan membuat dapur terkesan sumpek dan mengurangi area untuk aktivitas memasak. Pertimbangkan untuk mendapatkan jalur aktivitas dengan lebar ideal ± 0,9–1,5 meter. Paduan layout dan ukuran yang tepat akan menciptakan dapur yang memudahkan aktivitas.</p> <h3><a href="/article/read/4-1-jenis-pencahayaan-hunian-agar-lampu-tak-hanya-asal-terang-saja" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 4 (+1) Jenis Pencahayaan Hunian, Agar Lampu Tak Hanya Asal Terang Saja</strong></a></h3> <h2><strong>3. Lakukan manajemen penyimpanan</strong></h2> <h2><img src="/images/cms//Konsep Rancangan Dapur/pexels-photo-94865.jpeg" alt="" width="800" /></h2> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Ruang kecil terasa makin sempit jika manajemen penyimpanan kurang tepat. Pastikan dapur mungil memiliki ruang simpan memadai, yang sebaiknya tersembunyi (<em>hidden storage</em>). Dapur bersih dan rapi akan terkesan lebih lapang. Manfaatkan dinding untuk membangun cabinet berdesain simpel. Terapkan tips penyimpanan berikut:<br />• Simpan peralatan yang jarang digunakan pada bagian teratas atau terdalam dari kabinet.<br />• Pajang hanya beberapa peralatan saja di luar kabinet sekaligus sebagai aksesori.<br />• Jika terdapat kabinet terbuka atau transparan, pastikan selalu tertata rapi.<br />• Pastikan meja dapur selalu dalam keadaan bersih, saat tidak digunakan.    </p> <h2><strong>4. Apikasikan warna yang sesuai</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Konsep Rancangan Dapur/crockery-69605_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Aplikasikan warna netral, seperti nuansa putih, krem, dan beige, atau warna pastel. Warna terang mendukung kesan bersih, lapang dan higienis. Hindari kesan dingin dan monoton dengan menambahkan warna kuat, seperti merah, hijau, dan oranye atau corak mencolok sebagai aksen yang memicu mood. Misalnya pada kitchen appliances (kulkas dan kompor, dll.), pajangan, <em>backsplash</em>, dan lain-lain.  </p> <h2><strong>5. Pastikan penerangan memadai</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Konsep Rancangan Dapur/small-kitchen-window-curtains-and-blinds.jpeg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>dearmotorist.com</em></p> <p>Dapur sebaiknya memiliki jendela/bukaan, tempat masuknya cahaya alami dan udara segar untuk mengantisipasi pengap. Dapur yang terang juga memberi kesan luas pada dapur. Jika jendela tidak memadai, tambahkan penerangan buatan sekaligus untuk kebutuhan saat hari gelap. Pastikan Anda melengkapi dapur dengan penerangan yang ideal.</p> <h3><a href="/article/read/3-hal-ini-menjamin-kekokohan-bangunan-jangan-sampai-dilupakan" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 3 Hal Ini Menjamin Kekokohan Bangunan, Jangan Sampai Dilupakan</strong></a></h3>
4 (+1) Jenis Pencahayaan Hunian, Agar Lampu Tak Hanya Asal Terang Saja
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Pagi hingga siang hari rumah tinggal yang memiliki banyak akses untuk terang alami dapat memanfaatkan terang alami untuk mendukung berbagai kegiatan di dalam rumah. Tetapi ketika langit mendung atau malam telah tiba, setiap rumah tinggal mutlak memerlukan pencahayaan buatan. Oleh karena itu, setiap rumah harus mengaplikasikan pencahayaan buatan secara tepat agar dapat mendukung berlangsungnya setiap aktivitas. Tidak hanya memberikan penerangan, cahaya buatan juga berpotensi menciptakan suasana (<em>ambience</em>) tertentu serta berfungsi sebagai elemen dekoratif yang memperindah interior maupun eksterior rumah.</p> <p>Ada beragam jenis dan sistem pencahayaan buatan. Kenali masing-masing dengan baik agar Anda dapat mengaplikasikannya secara tepat di rumah Anda. Seperti yang dilansir dari majalah Rumahku untuk Anda:</p> <h2><strong>1. <em>General lighting</em></strong></h2> <p><strong><em><img src="/images/cms//Pencahayaaan Hunian/pexels-photo-263189.jpeg" alt="" width="800" /></em></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Pencahayaan ini disebut juga sebagai penerangan umum untuk menerangi seluruh ruang secara merata sehingga tiap penjuru ruang terlihat. Untuk tujuan itu bisa dipasang satu atau lebih titik lampu. Umumnya pada plafon dengan kekuatan memadai, bisa berupa TL, lampu gantung (<em>pendant lamp</em>).</p> <h2><strong>2. <em>Task lighting</em></strong></h2> <p><strong><em><img src="/images/cms//Pencahayaaan Hunian/pexels-photo-276551.jpeg" alt="" width="800" /></em></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Penerangan ini adalah penerangan terarah untuk membuat area tertentu lebih terang dan mendukung berlangsungnya suatu aktivitas, seperti menulis, menjahit, dan memasak. Misalnya berupa lampu meja pada meja kerja, dan <em>table/standing lamp</em> pada ruang baca.</p> <h2><strong>3. <em>Accent lighting</em></strong></h2> <p><strong><em><img src="/images/cms//Pencahayaaan Hunian/pexels-photo-189333__1_.jpeg" alt="" width="800" /></em></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Bentuk pencahayaan ini adalah penerangan khusus untuk suatu objek agar tampak menonjol (menjadi aksen). Misalnya penggunaan <em>spotlight</em> untuk menyorot lukisan, atau patung. </p> <h2><strong>4. <em>Decorative lighting</em></strong></h2> <p><strong><em><img src="/images/cms//Pencahayaaan Hunian/pexels-photo__1_.jpg" alt="" width="800" /></em></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Pencahayaan ini ditujukan untuk menambah nilai estetika atau menyempurnakan dekorasi ruang. Keindahan dapat hadir lewat desain lampu atau <em>ambience</em> yang tercipta dari warna maupun kekuatan lampu. Ketiga jenis penerangan di atas berpotensi sebagai <em>decorative lighting</em>.</p> <h3><a href="/article/read/3-hal-ini-menjamin-kekokohan-bangunan-jangan-sampai-dilupakan" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 3 Hal Ini Menjamin Kekokohan Bangunan, Jangan Sampai Dilupakan</strong></a></h3> <h2><strong>5. Cara dan Arah Pencahayaan Buatan</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Pencahayaaan Hunian/pexels-photo-257344.jpeg" alt="" width="800" /></p> <p>Berbagai jenis penerangan di atas dapat diterapkan dengan<strong> </strong>sistem pencahayaan langsung (<em>direct lighting</em>)<strong> </strong>atau sistem pencahayaan tak langsung (<em>indirect lighting</em>). Dapat juga merupakan paduan dari keduanya (pencahayaan semi langsung).</p> <p>Pada <em>direct lighting</em>, cahaya langsung terarah ke area yang diterangi. Jadi, area tersebut menerima hampir 100% energi cahaya. Sementara <em>indirect lighting</em> memanfaatkan cahaya pantulan, sehingga tidak seluruh cahaya diterima bidang kerja. Meskipun relatif efisien (100% energi cahaya terpakai) <em>direct lighting</em> cenderung kurang nyaman karena menyilaukan. Sebaliknya, pantulan cahaya pada <em>indirect lighting</em> terasa lebih nyaman walau kurang efisien (tidak seluruh energi terpakai). Perpaduan keduanya dapat mengatasi kekurangan masing-masing, dengan rasio ideal 40% <em>direct lighting</em> dan 60% <em>indirect lighting</em>.</p> <p>Untuk menciptakan efek tertentu, arah cahaya dapat diatur. Arah cahaya dari bawah ke atas (<em>up light</em>), yaitu lampu menghadap ke atas sehingga memberi kesan megah atau teduh jika cahaya dipantulkan dahulu. Sebaliknya cahaya dari atas ke bawah (<em>down light</em>) di mana lampu menghadap ke bawah memberi penerangan merata. Variasi lain misalnya cahaya dari samping (<em>side light</em>), cahaya dari depan (<em>front light</em>), dan dari belakang (<em>back light</em>).</p> <h3><a href="/article/read/pasang-keramik-untuk-dinding-perhatikan-hal-ini-agar-tak-mudah-rontok" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: Pasang Keramik untuk Dinding? Perhatikan Hal Ini Agar Tak Mudah Rontok</a></h3>
3 Hal Ini Menjamin Kekokohan Bangunan, Jangan Sampai Dilupakan
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Tanpa mengabaikan aspek estetika, kekokohan sebaiknya menjadi pertimbangan utama jika Anda membangun atau merenovasi rumah. Kekokohan rumah dipengaruhi struktur dan konstruksi bangunan yang juga dipengaruhi kualitas material. Ketahuilah dan perhitungkan bagian-bagian penting bangunan yang sangat mempengaruhi kekokohannya berikut ini:</p> <h2><strong>1. Fondasi (Struktur Bawah)</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Aspek Kekokohan Rumah/kempten-1536864_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Fondasi disebut struktur bawah, yaitu elemen struktural di bagian bawah yang berfungsi mendukung struktur asas dan keseluruhan bangunan. Fondasi yang berada di bawah permukaan tanah tidak hanya harus kuat menahan berat bangunan, namun juga harus stabil terhadap pengaruh luar seperti kekuatan angin, gempa, pergerakan tanah, rob, banjir, dsb. Oleh karena itu pondasi harus dibangun pada lapisan tanah yang stabil (tidak mudah turun atau bergeser) juga keras dan padat.</p> <p>Bentuk, ukuran dan kedalaman pondasi sangat ditentukan oleh beban bangunan serta karakter tanah. Semakin berat bangunan, semakin kuat fondasi yang diperlukan. Ada dua jenis fondasi, yaitu pondasi dangkal (tapak, cakar ayam) dan fondasi dalam (tiang pancang, sumuran). Penerapannya disesuaikan letak tanah keras dan stabil. Jika rumah dirancang untuk satu lantai maka saat berencana membuat rumah bertingkat Anda harus memperkuat fondasinya.</p> <h3><a href="/article/read/pasang-keramik-untuk-dinding-perhatikan-hal-ini-agar-tak-mudah-rontok" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: Pasang Keramik untuk Dinding? Perhatikan Hal Ini Agar Tak Mudah Rontok</a></h3> <h2><strong>2. <em>Sloof</em>, Kolom, Balok, Dinding Struktural, <em>Ringbalk</em></strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Aspek Kekokohan Rumah/construction-645465_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p><em>Sloof</em>, kolom, balok, dinding struktural, dan <em>ringbalk</em> termasuk dalam sistem struktur bangunan yang menghubungkan bagian-bagian bangunan non-struktural (dinding pengisi, lantai) sehingga menciptakan ruang-ruang fungsional. Kolom, balok, dinding struktural, dan ringbalk saling terikat satu sama lain dan juga terikat dengan pondasi, sehingga menjadi satu kesatuan yang membuat rumah kokoh dan berdiri tegak. Pada rumah bertingkat, balok dan plat lantai dirancang sebagai lantai struktural.    </p> <h2><strong>3. Konstruksi Atap</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Aspek Kekokohan Rumah/scaffold-1207389_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Penutup atap yang akan melindungi rumah dari pengaruh udara dan cuaca harus dipasang di atas konstruksi atap yang terdiri atas kuda-kuda, gording, usuk dan reng. Beban konstruksi rangka atap dan penutup atap akan disalurkan ke pondasi melalui balok ring (<em>ringbalk</em>) dan kolom. Beban atap dipengaruhi oleh material rangka atap dan penutup atap yang juga akan bertambah oleh beban luar seperti hujan dan angin.</p> <p>Bagian-bagian tersebut sangat mempengaruhi kekuatan rumah. Jadi, pastikan semuanya dibuat dengan ukuran yang tepat dan dibangun menggunakan material yang sesuai, tergantung rumah Anda. Rumah kayu bergaya tropis tentu berbeda dengan rumah modern berdinding masif.</p> <h3><a href="/article/read/5-tips-pengecatan-untuk-hasil-maksimal-jadikan-rumah-lebih-nyaman" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: 5 Tips Pengecatan untuk Hasil Maksimal, Jadikan Rumah Lebih Nyaman</a></h3>
5 Tips Pengecatan untuk Hasil Maksimal, Jadikan Rumah Lebih Nyaman
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Pekerjaan pengecatan merupakan pekerjaan <em>finishing</em> yang harus dikerjakan dengan rapi, sehingga harus dikerjakan oleh orang-orang yang memiliki kebiasaan bekerja dengan rapi dan teliti. Pekerjaan pengecatan sebuah rumah biasanya terdiri dari cat tembok (interior dan eksterior), cat kayu, dan politur (<em>sanding</em>). Berikut ini beberapa tips pengecatan dan memilih warna untuk eksterior maupun interior:</p> <h2><strong>1. Mutlak, pilih cat berkualitas</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Pengecatan/paint-1936787_1280.jpg" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Cat berkualitas memang biasanya harganya lebih mahal. Cat yang berkualitas biasanya memiliki standar yang ketat dan petunjuk yang jelas tentang cara penggunaanya. Seringkali justru cat-cat seperti ini memiliki pilihan warna lebih banyak</p> <h2>2. Persiapkan penempatan warna dengan benar</h2> <p><img src="/images/cms//Pengecatan/IMG_3555-e1410810591124.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>suitepieces.com</em></p> <p>Hal ini adalah kunci kesuksesan pengecatan yang sempurna. Seringkali kurangnya persiapan justru membuat kita mengalami kerugian yang banyak. Penempatan warna pada dinding misalnya, bisa lebih presisi jika kita memiliki gambar desain atau skema warna yang sudah dipersiapkan.</p> <h3><a href="/article/read/mau-bangun-rumah-minimalis-di-lahan-sempit-perhatikan-4-hal-ini-dulu" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Mau Bangun Rumah Minimalis di Lahan Sempit? Perhatikan 4 Hal Ini Dulu</strong></a></h3> <h2>3. Bersihkan permukaan dari benda yang menganggu</h2> <p><img src="/images/cms//Pengecatan/Painting-Plaster-Walls-After-Removing-Wallpaper.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>wallpapersin4k.org</em></p> <p>Singkirkan barang-barang yang tidak perlu, seperti paku atau bekas isolasi yang masih menempel pada dinding. Pengecatan juga bisa lebih sempurna jika dinding lebih rata, maka tutuplah lubang atau coakan dengan dempul atau dengan semen hingga kering sebelum melakukan pengecatan.</p> <h2>4. Gunakan alat bantu untuk membatasi warna</h2> <p><img src="/images/cms//Pengecatan/painting-black-paint-roller.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Jika ruangan memiliki dua warna yang berbeda, gunakan isolasi untuk alat bantu penutup pada batas warnanya. Isolasi membuat sambungan warna lebih rata dan terlihat cantik. Lepaskan isolasi setelah cat kering.</p> <h2>5. Perhatikan arah pengecatan agar hasil lebih bersih</h2> <p><img src="/images/cms//Pengecatan/1420673843770.jpeg" alt="" width="800" /></p> <p><em>diynetwork.com</em></p> <p>Lakukan pengecatan dari sisi dinding yang telah kering untuk mencegah pola <em>roller </em>atau kuas yang tersisa pada dinding.</p> <p>Cat tembok memiliki kriteria cat tembok normal dan cat tembok yang tahan cuaca (<em>weather shield</em>). Cat <em>weather shield</em> lebih tahan terhadap hujan atau panas, karena mengandung bahan yang lebih berkualitas. Pengecatan dapat dilakukan dengan menggunakan kuas atau <em>roller</em>. Alur dan arah pengecatan harus searah dan tidak meloncat-loncat, misalnya saat mengecat dinding dari atas ke bawah hingga rata kemudian bergeser ke samping.</p> <h3><a href="/article/read/4-trik-membuat-taman-kering-indoor-tampak-indah-dengan-biaya-murah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 4 Trik Membuat Taman Kering Indoor, Tampak Indah dengan Biaya Murah</strong></a></h3>
Pasang Keramik untuk Dinding? Perhatikan Hal Ini Agar Tak Mudah Rontok
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Pekerjaan pemasangan tegel keramik dinding merupakan pekerjaan penutup pasangan tembok. Keramik akan menjadikan tembok tidak lembab dan memudahkan dalam perawatannya. Agar hasil lebih maksimal, maka untuk melakukan pemasangan tegel pada dinding, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi sebagai berikut:</p> <p><img src="/images/cms//Pemasangan Keramik Dinding/maxresdefault__1_.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>youtube.com</em></p> <p>1. Media pemasangan keramik (dinding) harus kokoh dan stabil.<br />2. Bebas dari kotoran dan debu<br />3. Permukaan dinding harus rata dan tegak lurus<br />4. Ketebalan spesi maksimum 2 cm<br />5. Besar siar atau nat untuk dinding 2-3 mm.<br />6. Siar harus rata dan padat<br />7. Warna permukaan keramik harus sama<br />8. Pemotongan kanan kiri harus sama atau lebih besar dari ½ lebar keramik yang dipasang.</p> <h3><a href="/article/read/3-fakta-rumah-urban-solusi-pintar-untuk-manfaatkan-lahan-sempit" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: 3 Fakta Rumah Urban, Solusi Pintar untuk Manfaatkan Lahan Sempit</a></h3> <p>Dalam melakukan pemasangan, langkah kerja pemasangan keramik dinding dapat dilakukan dengan mengukur ketebalan dan ketepatan pekerjaan (ketegakan dan kerataan) tegel keramik dengan tarikan benang. Lalu membersihkan kotoran dan debu pada permukaan dinding. Langkah ketiga adalah merendam tegel keramik hingga jenuh air dan ditiriskan. Keempat yaitu memasang papan landasan untuk tumpuan lapisan keramik nomor dua dari bawah agar pasangan rata.</p> <p><img src="/images/cms//Pemasangan Keramik Dinding/Awesome-Installing-Ceramic-Wall-Tile-Kitchen-Backsplash-And-Subway-Back-Splash-In-Herringbone-2017-Picture.jpg" width="800" /></p> <p><em>trooque.com</em></p> <p>Jika papan landasan sudah terpasang Anda dapat membuat adukan campuran semen dan pasir halus yang diaduk hingga punel. Jangan lupa untuk membasahi tembok agar lekatan menjadi kuat. Pasanglah benang untuk tarikan permukaan keramik agar rata, lalu pasang keramik mulai pada lapisan pertama dengan cara memasang keramik pada bagian ujung hingga tengah. Gunakan<em> spacer</em>, korek api atau paku untuk mengontrol jarak nat. Untuk memastikan kelurusan dan ketegakan pasangan dapat dikontrol dengan waterpass batang dan jidar alumunium atau kayu yang rata. Terakhir saat tegel di dinding sudah terpasang jangan lupa untuk melindungi pasangan tegel keramik dari benturan sebelum kering.</p> <h3><a href="/article/read/5-tips-pengecatan-untuk-hasil-maksimal-jadikan-rumah-lebih-nyaman" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: 5 Tips Pengecatan untuk Hasil Maksimal, Jadikan Rumah Lebih Nyaman</a></h3>
4 Trik Membuat Taman Kering Indoor, Tampak Indah dengan Biaya Murah
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Menghadirkan taman di dalam rumah Anda akan menciptakan nuansa alami yang menambah keasrian serta berpotensi menyejukkan udara dan menyegarkan secara visual. Meskipun sangat ingin memiliki indoor garden, adakalanya Anda tidak menyukai kesan kotor dan basah sebagai dampak dari kehadiran ruang hijau tersebut. Mungkin juga Anda tidak memiliki cukup waktu untuk merawat taman secara intensif. Jika demikian halnya, taman kering bisa menjadi solusi. Berikut informasinya!</p> <h2><strong>1. Mantapkan konsep dasar lebih dulu</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Taman Kering/stars-2879602_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Taman kering pada prinsipnya adalah taman yang menggunakan <em>hardscape</em>, seperti batu alam bukan <em>softscape</em>, seperti rumput sebagai dasar taman, dan hanya menggunakan sedikit tanaman. Media tanam untuk taman kering tetaplah tanah, baik secara langsung maupun dalam pot. Taman kering bisa dibuat di mana saja, di luar maupun di dalam ruangan, pada area yang luas ataupun sempit. Seperti namanya, karakter taman ini cenderung kering, cukup sesekali saja disiram.   </p> <h2><strong>2. Pemilihan lokasi yang ideal di dalam rumah</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Taman Kering/gardening-109895_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Taman kering bisa ditempatkan di mana pun di setiap sudut rumah seberapa pun luasnya. Hal terpenting adalah area tersebut berpotensi mendapat cukup sinar matahari. Sebagai pilihan, misalnya taman kering bisa dirancang di bawah <em>void</em> atau dibuat <em>skylight</em> khusus untuk memasukkan cahaya matahari. Jika matahari benar-benar tidak memungkinkan masuk ke dalam rumah, plih media tanam dalam pot agar tanman dapat dikeluarkan sesekali. Tanaman pot yang fleksibel juga mengantispasi keinginan untuk sering merenovasi taman.</p> <h3><a href="/article/read/3-fakta-rumah-urban-solusi-pintar-untuk-manfaatkan-lahan-sempit" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 3 Fakta Rumah Urban, Solusi Pintar untuk Manfaatkan Lahan Sempit</strong></a></h3> <h2><strong>3. Bedakan antara material <em>hardscape</em> dan <em>softscape</em></strong></h2> <p><strong><em><img src="/images/cms//Taman Kering/best-of-Small-Indoor-Garden-Design-Ideas-1024x771.jpg" alt="" width="800" /></em></strong></p> <p><em>loyalwoods.com</em></p> <p>Komponen mati (<em>hardscape</em>) pada taman kering yang pertama harus diperhatikan adalah dasar taman. Pilihan material untuk dasar taman yang terbaik dan popular adalah batu alam, seperti batu koral atau batu pecah. Di pasaran tersedia batu koral dalam berbagai ukuran dan warna. Aneka ukuran dan warna batu bisa dimanfaatkan untuk menciptakan pola-pola taman yang menarik. Batuan berukuran lebih besar bisa dipilih sebagai pembatas ataupun aksen. Unsur <em>hardscape</em> lain, seperti patung dan lampu taman bisa ditambahkan sebagai elemen dekoratif.</p> <p>Komponen hidup (<em>softscape</em>) pada taman kering adalah berbagai jenis tanaman yang memiliki karakter khusus, berikut: mampu hidup dengan sedikit air (tidak mudah layu), tidak memerlukan perawatan khusus, dan memiliki daya tahan terhadap hama/penyakit. Tanaman besar, antara lain: palem, cemara udang, sikas/pakis haji, patah tulang, dan siklok. Tanaman sedang atau kecil, misalnya lili paris, lidah mertua/sanseviera, sri rejeki, pandan bali, dan kaktus. Tanaman berbunga, misalnya begonia, kaktus, bunga delapan dewa/euphorbia, dan kamboja jepang/adenium.</p> <h2><strong>4. Jangan lupakan perawatan</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Taman Kering/indoor_gardening_ideas_-_wall-mount_herb_garden_bobvila_com.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>bobvila.com</em></p> <p>Perawatan taman kering relatif mudah. Beberapa hal berikut perlu mendapat perhatian khusus. Perhatikan kebutuhan sinar matahari. Jika perlu tanaman dalam pot diletakkan di luar rumah untuk beberapa waktu. Kecukupan air juga harus diperhatikan, jangan sampai kekurangan ataupun kelebihan. Meski telah dipilih jenis tanaman yang tidak mudah layu, penyiraman 1-2 kali seminggu perlu dilakukan. Lakukan juga antisipasi terhadap hewan pengganggu, seperti semut, tikus.</p> <h3><a href="/article/read/mau-bangun-rumah-minimalis-di-lahan-sempit-perhatikan-4-hal-ini-dulu" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Mau Bangun Rumah Minimalis di Lahan Sempit? Perhatikan 4 Hal Ini Dulu</strong></a></h3>
Mau Bangun Rumah Minimalis di Lahan Sempit? Perhatikan 4 Hal Ini Dulu
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Prinsip utama tata ruang untuk rumah tinggal adalah terpenuhinya kebutuhan ruang sehingga aktivitas seluruh anggota keluarga terwadahi dengan baik. Tata ruang untuk rumah kecil pada lahan terbatas harus efisien dan optimal agar dapat menampung pola aktivitas keluarga. Jadi, prinsip-prinsip minimalis juga harus diterapkan dalam menetapkan ukuran dan perletakan ruang serta hubungan antar ruang, sehingga diperoleh hunian mungil yang nyaman. Untuk menciptakan layout rumah minimalis yang ideal, pertimbangkan 5 hal berikut:</p> <h2><strong>1. Ciptakan ruang dengan beragam fungsi</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Rumah Minimalis/pexels-photo-813692.jpeg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Secara umum aktivitas utama keluarga yang harus diwadahi, antara lain menerima tamu, istirahat, belajar, bekerja, berkumpul, memasak, makan, dan urusan kamar mandi. Luasan terbatas mungkin menghalangi untuk dapat menyediakan satu ruang untuk satu jenis aktivitas. Solusi terbaik adalah menciptakan ruang multifungsi, yaitu ruang yang mewadahi lebih dari satu aktivitas. Semisal, teras merangkap ruang tamu, ruang duduk sekaligus berfungsi sebagai ruang belajar, kerja atau ruang makan, dapur sekaligus tempat penyimpanan bahan makanan.       </p> <h2><strong>2. Pertimbangkan konsep ruang terbuka</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Rumah Minimalis/pexels-photo-271753.jpeg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Salah satu cara agar hunian terbatas tetap terkesan lapang dan semua fungsi terwadahi dengan baik adalah melakukan tata ruang dengan konsep terbuka. Prinsip dari konsep ini adalah menyatukan beberapa ruang secara visual maupun fisik, dengan menghilangkan dinding masif atau sekat tertutup yang membatasi dua ruang atau lebih. Terapkan konsep ini untuk menyatukan beberapa ruang yang secara fungsional dekat atau memiliki sifat sama. Misalnya menyatukan ruang duduk, ruang makan, dan <em>pantry</em>.    </p> <h2><strong>3. Hindari ruang sisa, atau lebih baik dimanfaatkan!</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Rumah Minimalis/231824-5936bc51a77f9_orig.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>mishonmackay.com</em></p> <p>Rumah minimalis yang dibangun pada lahan terbatas harus dirancang dengan prinsip-prinsip minimalis yang mengoptimalkan setiap meter persegi agar fungsional. Jika terpaksa tercipta ruang sisa, seperti celah/ceruk atau jarak antar ruang, maka Anda harus cerdas untuk memanfaatkannya. Misalnya, menggunakan ceruk sebagai area <em>display </em>untuk memajang benda seni, atau dengan rancangan khusus diubah jadi ruang simpan, dan sebagainya.</p> <h3><a href="/article/read/4-cara-tepat-dalam-aplikasi-semen-ekspos-tampak-kokoh-tanpa-amburadul" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 4 Cara Tepat dalam Aplikasi Semen Ekspos, Tampak Kokoh Tanpa Amburadul</strong></a></h3> <h2><strong>4. Tips untuk memaksimalkan ruangan pada hunian minimalis</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Rumah Minimalis/pexels-photo-271695.jpeg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Berikut beberapa tips untuk memaksimalkan ruang agar semua aktivitas terwadahi dengan baik:</p> <p>• Memperkecil ukuran ruang yang hanya dipakai sesekali, seperti teras dan ruang tamu.<br />• Merancang satu ruang tidur untuk lebih dari satu orang dengan aplikasi ranjang susun.<br />• Minimalkan penggunaan jumlah perabot, gunakan yang benar-benar diperlukan.<br />• Rancanglah <em>furniture</em> efisien dan optimal, seperti <em>wardrobe</em> atau kabinet <em>full</em> plafon, rancang furnitur multifungsi, misalnya ranjang, sofa, dan ottoman dengan <em>hidden storage</em> di bawahnya.<br />• Gunakan berbagai elemen yang dapat menciptakan kesan ruang yang lapang, seperti cermin lebar, sketsel transparan, dan sebagainya.</p> <h2><strong>5. Pertimbangkan untuk meningkat rumah</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Fungsi Split Level/split-level-home-designs-1000-ideas-about-split-level-house-plans-split-level-home-designs.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>mastercus.com</em></p> <p>Jika penambahan ruang adalah mutlak, sementara tidak ada lagi lahan tersisa maka pengembangan secara vertikal (meningkat rumah) harus menjadi pertimbangan. Untuk rumah bertingkat, area servis (seperti dapur/pantry, ruang cuci, gudang) dan juga ruang semi publik (semisal ruang tamu, ruang keluarga) sebaiknya diletakkan di lantai dasar. Sedangkan ruang privat atau yang perlu ketenangan (ruang tidur, ruang belajar, atau ruang kerja) sebaiknya diletakkan di lantai atas.</p> <h3><a href="/article/read/3-fakta-rumah-urban-solusi-pintar-untuk-manfaatkan-lahan-sempit" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 3 Fakta Rumah Urban, Solusi Pintar untuk Manfaatkan Lahan Sempit</strong></a></h3>
3 Fakta Rumah Urban, Solusi Pintar untuk Manfaatkan Lahan Sempit
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Tidak perlu risau jika berniat membangun atau merenovasi hunian pada lahan terbatas. Desain rumah urban (<em>urban house</em>) dapat menjadi alternatif. Konsep rumah urban bertujuan menyiasati keterbatasan lahan dengan tetap memperhatikan kebutuhan ruang serta kenyamanan. Berikut beberapa prinsip membangun rumah urban yang perlu dipertimbangkan:</p> <h2><strong>1. Membangun ke arah vertikal</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Lahan Terbatas/landbank_main_i.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>crainscleveland.com</em></p> <p>Dengan lahan terbatas satu-satunya cara paling realistis memenuhi kebutuhan ruang adalah dengan membangun ke atas. Anda bisa membangun rumah 2–4 lantai asal tidak melanggar regulasi. Pembangunan dapat dilakukan bertahap, namun sistem struktur yang sesuai dapat disiapkan sejak awal. Zonasi ruang pun nantinya harus dibuat secara vertikal. Prinsipnya, area lantai dasar dialokasikan untuk fungsi publik atau semipublik (ruang tamu, ruang duduk, ruang makan) dan area servis (dapur, ruang cuci). Lantai di atasnya untuk ruang yang lebih privat, seperti ruang tidur dan ruang servis tambahan.</p> <h3><a href="/article/read/mau-pakai-kaca-untuk-pengganti-dinding-bata-simak-4-faktanya-berikut" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Mau Pakai Kaca untuk Pengganti Dinding Bata? Simak 4 Faktanya Berikut</strong></a></h3> <h2><strong>2. Mengoptimalkan desain interior</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Fungsi Split Level/day-bed-on-wheels-on-a-split-level-living-room.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>homedit.com</em></p> <p>Meskipun dibatasi luas lahan, penyediaan ruang sesuai kebutuhan sebaiknya tetap menjadi prioritas. Rumah keluarga, misalnya, setidaknya harus memiliki ruang tidur yang sesuai, dapur dan ruang makan, kamar mandi, dan ruang berkumpul bagi keluarga. Ruang tambahan lain juga perlu diupayakan. Berikut beberapa prinsip untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan ruang.<br />• Batasi ukuran ruang, pilih bentuk simpel. Sesuaikan luas ruang dengan kebutuhan, jangan terlalu sempit dan luas. Hindari bentuk rumit yang menciptakan ruang sisa yang tidak fungsional, seperti bentuk menyudut juga oval.<br />• Ciptakan ruang multifungsi untuk mengantisipasi kebutuhan ruang. Satukan dua aktivitas atau lebih dalam satu ruang. Misalnya ruang duduk untuk bersantai, menonton, belajar.<br />• Tiadakan partisi untuk menciptakan efisiensi ruang dan menciptakan kesan lapang. Misalnya meniadakan sekat antara ruang keluarga, ruang makan, dan <em>pantry</em>.    <br />• Ciptakan kesan lapang dengan beragam cara, seperti <em>finishing</em> dengan nuansa netral, penggunaan perabot multifungsi dengan <em>hidden storage</em>, aplikasi kaca atau cermin lebar, dsb.</p> <h2><strong>3. Menciptakan rumah sehat ramah lingkungan</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Lahan Terbatas/Clapton_Tram_-_a_plant-filled_warehouse_space_in_London-.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em><span class="irc_ho" dir="ltr">gypsyyaya.com</span></em></p> <p>Sisakan lahan yang memungkinkan terciptanya hunian sehat dan ramah lingkungan. Wujudnya antara lain sebagai berikut:<br />• Ciptakan penerangan dan penghawaan alami. Mengingat rumah urban cenderung saling berhimpit, maka alokasi ruang terbuka akan mendukung upaya penciptaan penerangan dan penghawaan alami. Misalya lewat desain <em>skylight</em>, bukaan lebar, juga <em>void</em>.<br />• Sediakan penghijauan dan area resapan. Ruang terbuka hijau, sekecil apa pun, baik di luar ataupun di dalam bangunan berpotensi menyediakan udara yang lebih bersih dan sehat. Sementara area resapan berguna untuk mengantisipasi genangan air hujan.   </p> <p>Meski rumah urban terbatasi dengan karakter modern, yang praktis, efisien, mengutamakan fungsi, dan dengan pilihan bentuk geometris minim ornamen, bukan berarti rumah Anda harus seragam dengan yang lain. Tambahkan kekhasan sesuai karakter Anda, seperti latar belakang budaya, pekerjaan, <em>passion</em>, yang dihadirkan lewat bentuk, material, warna. Rumah berkarakter akan tampil menonjol sebagai <em>point of interest</em> di antara rumah-rumah lain.</p> <h3><a href="/article/read/4-cara-tepat-dalam-aplikasi-semen-ekspos-tampak-kokoh-tanpa-amburadul" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 4 Cara Tepat dalam Aplikasi Semen Ekspos, Tampak Kokoh Tanpa Amburadul</strong></a></h3>
4 Cara Tepat dalam Aplikasi Semen Ekspos, Tampak Kokoh Tanpa Amburadul
<p><em><strong>Oleh: Redaksi</strong></em></p> <p>Unik, artistik dan natural, adalah alasan kenapa pemakaian dinding semen ekspos makin digemari. Selain meminimalisir biaya perawatan, mengekspos dinding semen pun menjadi lebih ekonomis karena tidak mengeluarkan biaya untuk cat atau material finishing lainnya. Pemakaian semen ekspos tidak terbatas pada tampilan eksterior atau fasad bangunan saja. Ruang tamu, kamar mandi, dapur, ruang makan, bahkan kamar tidur bisa menggunakan semen ekspos, baik pada dinding, lantai ataupun plafonnya. Desain yang <em>clean</em>, dan <em>simple</em> dengan satu warna yaitu abu-abu, membuat tampilan terlihat minimalis.</p> <p>Rumah-rumah jenis ini akan banyak bermain dalam pengolahan material untuk menampilkan estetikanya. Bisa melalui teknik yang digunakan, bentuk atau media penempatannya. Teknik yang digunakan akan memberikan hasil akhir yang berbeda-beda, berikut adalah teknik aplikasinya:</p> <h2><strong>1. Kamprot, teknik aplikasi bertekstur kasar atau lembut</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Semen Ekspos/industrial-basement.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>houzz.com</em></p> <p>Cara ini akan memberikan hasil akhir berupa tekstur kasar atau lembut, tergantung dengan butiran pasir yang digunakan. Terdapat dua teknik pengerjaan, yaitu manual dan mesin. Cara manual akan menghasilkan dinding bertekstur kasar dan tajam dengan bentuk butiran-butiran pasir. Gunakan alat bantu sekop dan kawat ayakan. Caranya, satu sekop berisi campuran semen yang masih berbentuk butiran kasar dilempar menembus kawat ayakan, dengan jarak 5-10 cm  ke arah permukaan bidang yang akan ditutup. Dalam menggunakan teknik mesin, bisa dengan alat bantu <em>concrete spraying</em> yaitu semacam alat penyemprot campuran semen.  Keunggulan menggunakan alat ini adalah hasil yang diperoleh pada bidang permukaan terlihat lebih halus, rata dan rapi.</p> <h3><a href="/article/read/mau-pakai-kaca-untuk-pengganti-dinding-bata-simak-4-faktanya-berikut" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Mau Pakai Kaca untuk Pengganti Dinding Bata? Simak 4 Faktanya Berikut</strong></a></h3> <h2><strong>2. Garuk, teknik untuk berkreasi sesuka selera</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Semen Ekspos/cutcaster-photo-100238508-Cement-Textured-Wall.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>cutcaster.com</em></p> <p>Hasil akhir dari teknik garuk, tergantung pada alat yang digunakan. Jika alat cetak dibuat dari papan, pola desain yang dihasilkan bisa dibentuk sesuai selera, misalnya dalam pola gerigi tegak lurus (persegi) atau pola meruncing. Untuk arahnya, bisa dibentuk arah horizontal, vertikal, miring atau membentuk pola-pola tertentu seperti kurva, motif ombak dan sebagainya. Dalam membuat motif cetak garuk yang rapi dan teratur, membutuhkan ketelatenan dan ketelitian tinggi.</p> <h2><strong>3. Acian, kesankan hunian minimalis dan maskulin</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Semen Ekspos/minimalist-living-room-with-concrete-wall.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>rilane.com</em></p> <p>Teknik ini menampilkan permukaan semen yang halus dan licin. Untuk tampilan warnanya, adalah abu-abu, seperti warna semen umumnya. Namun, jika ingin menampilkan warna yang lebih gelap atau terang dari warna standar, bisa digunakan zat <em>additive</em>, misalnya bisa ditambahkan tepung kapur untuk efek lebih terang pada hasil akhirnya.</p> <p>Waspadai permasalahan yang biasa terjadi pada dinding semen ekpsos, yaitu retak rambut. Hal ini sering terjadi meski dalam pengerjaannya sudah benar-benar diperhatikan prosesnya. Retak rambut bisa terjadi karena pergeseran akibat gempa, hilangnya kandungan air pada saat membuat adukan plester/acian, dan perubahan suhu yang terus menerus.</p> <h2><strong>4. Hal yang harus diperhatikan dalam proses pengerjaan</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Pengerjaan Tembok/construction-760432_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Sejak awal, pastikan bata dinding harus basah saat hendak dipasang. Gunakanlah <strong>Semen Gresik</strong> yang telah teruji kualitasnya dan pasir yang tidak bercampur dengan tanah untuk plesteran. Setelahnya, beri waktu yang cukup, kira-kira dua minggu, antara proses plesteran dan pengacian. Apabila retak rambut masih terjadi, tutup retaknya dengan plamir. Pilihlah warna plamir abu-abu yang sesuai dengan warna dinding ekspos.</p> <h3><a href="/article/read/kenali-fungsi-ganda-jendela-tak-hanya-soal-ventilasi-saja" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Kenali Fungsi Ganda Jendela, Tak Hanya Soal Ventilasi Saja</strong></a></h3>