Masuk

Tips

Beranda / Artikel
Search:

3 Hal Ini Menjamin Kekokohan Bangunan, Jangan Sampai Dilupakan
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Tanpa mengabaikan aspek estetika, kekokohan sebaiknya menjadi pertimbangan utama jika Anda membangun atau merenovasi rumah. Kekokohan rumah dipengaruhi struktur dan konstruksi bangunan yang juga dipengaruhi kualitas material. Ketahuilah dan perhitungkan bagian-bagian penting bangunan yang sangat mempengaruhi kekokohannya berikut ini:</p> <h2><strong>1. Fondasi (Struktur Bawah)</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Aspek Kekokohan Rumah/kempten-1536864_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Fondasi disebut struktur bawah, yaitu elemen struktural di bagian bawah yang berfungsi mendukung struktur asas dan keseluruhan bangunan. Fondasi yang berada di bawah permukaan tanah tidak hanya harus kuat menahan berat bangunan, namun juga harus stabil terhadap pengaruh luar seperti kekuatan angin, gempa, pergerakan tanah, rob, banjir, dsb. Oleh karena itu pondasi harus dibangun pada lapisan tanah yang stabil (tidak mudah turun atau bergeser) juga keras dan padat.</p> <p>Bentuk, ukuran dan kedalaman pondasi sangat ditentukan oleh beban bangunan serta karakter tanah. Semakin berat bangunan, semakin kuat fondasi yang diperlukan. Ada dua jenis fondasi, yaitu pondasi dangkal (tapak, cakar ayam) dan fondasi dalam (tiang pancang, sumuran). Penerapannya disesuaikan letak tanah keras dan stabil. Jika rumah dirancang untuk satu lantai maka saat berencana membuat rumah bertingkat Anda harus memperkuat fondasinya.</p> <h3><a href="/article/read/pasang-keramik-untuk-dinding-perhatikan-hal-ini-agar-tak-mudah-rontok" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: Pasang Keramik untuk Dinding? Perhatikan Hal Ini Agar Tak Mudah Rontok</a></h3> <h2><strong>2. <em>Sloof</em>, Kolom, Balok, Dinding Struktural, <em>Ringbalk</em></strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Aspek Kekokohan Rumah/construction-645465_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p><em>Sloof</em>, kolom, balok, dinding struktural, dan <em>ringbalk</em> termasuk dalam sistem struktur bangunan yang menghubungkan bagian-bagian bangunan non-struktural (dinding pengisi, lantai) sehingga menciptakan ruang-ruang fungsional. Kolom, balok, dinding struktural, dan ringbalk saling terikat satu sama lain dan juga terikat dengan pondasi, sehingga menjadi satu kesatuan yang membuat rumah kokoh dan berdiri tegak. Pada rumah bertingkat, balok dan plat lantai dirancang sebagai lantai struktural.    </p> <h2><strong>3. Konstruksi Atap</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Aspek Kekokohan Rumah/scaffold-1207389_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Penutup atap yang akan melindungi rumah dari pengaruh udara dan cuaca harus dipasang di atas konstruksi atap yang terdiri atas kuda-kuda, gording, usuk dan reng. Beban konstruksi rangka atap dan penutup atap akan disalurkan ke pondasi melalui balok ring (<em>ringbalk</em>) dan kolom. Beban atap dipengaruhi oleh material rangka atap dan penutup atap yang juga akan bertambah oleh beban luar seperti hujan dan angin.</p> <p>Bagian-bagian tersebut sangat mempengaruhi kekuatan rumah. Jadi, pastikan semuanya dibuat dengan ukuran yang tepat dan dibangun menggunakan material yang sesuai, tergantung rumah Anda. Rumah kayu bergaya tropis tentu berbeda dengan rumah modern berdinding masif.</p> <h3><a href="/article/read/5-tips-pengecatan-untuk-hasil-maksimal-jadikan-rumah-lebih-nyaman" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: 5 Tips Pengecatan untuk Hasil Maksimal, Jadikan Rumah Lebih Nyaman</a></h3>
5 Tips Pengecatan untuk Hasil Maksimal, Jadikan Rumah Lebih Nyaman
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Pekerjaan pengecatan merupakan pekerjaan <em>finishing</em> yang harus dikerjakan dengan rapi, sehingga harus dikerjakan oleh orang-orang yang memiliki kebiasaan bekerja dengan rapi dan teliti. Pekerjaan pengecatan sebuah rumah biasanya terdiri dari cat tembok (interior dan eksterior), cat kayu, dan politur (<em>sanding</em>). Berikut ini beberapa tips pengecatan dan memilih warna untuk eksterior maupun interior:</p> <h2><strong>1. Mutlak, pilih cat berkualitas</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Pengecatan/paint-1936787_1280.jpg" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Cat berkualitas memang biasanya harganya lebih mahal. Cat yang berkualitas biasanya memiliki standar yang ketat dan petunjuk yang jelas tentang cara penggunaanya. Seringkali justru cat-cat seperti ini memiliki pilihan warna lebih banyak</p> <h2>2. Persiapkan penempatan warna dengan benar</h2> <p><img src="/images/cms//Pengecatan/IMG_3555-e1410810591124.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>suitepieces.com</em></p> <p>Hal ini adalah kunci kesuksesan pengecatan yang sempurna. Seringkali kurangnya persiapan justru membuat kita mengalami kerugian yang banyak. Penempatan warna pada dinding misalnya, bisa lebih presisi jika kita memiliki gambar desain atau skema warna yang sudah dipersiapkan.</p> <h3><a href="/article/read/mau-bangun-rumah-minimalis-di-lahan-sempit-perhatikan-4-hal-ini-dulu" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Mau Bangun Rumah Minimalis di Lahan Sempit? Perhatikan 4 Hal Ini Dulu</strong></a></h3> <h2>3. Bersihkan permukaan dari benda yang menganggu</h2> <p><img src="/images/cms//Pengecatan/Painting-Plaster-Walls-After-Removing-Wallpaper.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>wallpapersin4k.org</em></p> <p>Singkirkan barang-barang yang tidak perlu, seperti paku atau bekas isolasi yang masih menempel pada dinding. Pengecatan juga bisa lebih sempurna jika dinding lebih rata, maka tutuplah lubang atau coakan dengan dempul atau dengan semen hingga kering sebelum melakukan pengecatan.</p> <h2>4. Gunakan alat bantu untuk membatasi warna</h2> <p><img src="/images/cms//Pengecatan/painting-black-paint-roller.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Jika ruangan memiliki dua warna yang berbeda, gunakan isolasi untuk alat bantu penutup pada batas warnanya. Isolasi membuat sambungan warna lebih rata dan terlihat cantik. Lepaskan isolasi setelah cat kering.</p> <h2>5. Perhatikan arah pengecatan agar hasil lebih bersih</h2> <p><img src="/images/cms//Pengecatan/1420673843770.jpeg" alt="" width="800" /></p> <p><em>diynetwork.com</em></p> <p>Lakukan pengecatan dari sisi dinding yang telah kering untuk mencegah pola <em>roller </em>atau kuas yang tersisa pada dinding.</p> <p>Cat tembok memiliki kriteria cat tembok normal dan cat tembok yang tahan cuaca (<em>weather shield</em>). Cat <em>weather shield</em> lebih tahan terhadap hujan atau panas, karena mengandung bahan yang lebih berkualitas. Pengecatan dapat dilakukan dengan menggunakan kuas atau <em>roller</em>. Alur dan arah pengecatan harus searah dan tidak meloncat-loncat, misalnya saat mengecat dinding dari atas ke bawah hingga rata kemudian bergeser ke samping.</p> <h3><a href="/article/read/4-trik-membuat-taman-kering-indoor-tampak-indah-dengan-biaya-murah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 4 Trik Membuat Taman Kering Indoor, Tampak Indah dengan Biaya Murah</strong></a></h3>
Pasang Keramik untuk Dinding? Perhatikan Hal Ini Agar Tak Mudah Rontok
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Pekerjaan pemasangan tegel keramik dinding merupakan pekerjaan penutup pasangan tembok. Keramik akan menjadikan tembok tidak lembab dan memudahkan dalam perawatannya. Agar hasil lebih maksimal, maka untuk melakukan pemasangan tegel pada dinding, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi sebagai berikut:</p> <p><img src="/images/cms//Pemasangan Keramik Dinding/maxresdefault__1_.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>youtube.com</em></p> <p>1. Media pemasangan keramik (dinding) harus kokoh dan stabil.<br />2. Bebas dari kotoran dan debu<br />3. Permukaan dinding harus rata dan tegak lurus<br />4. Ketebalan spesi maksimum 2 cm<br />5. Besar siar atau nat untuk dinding 2-3 mm.<br />6. Siar harus rata dan padat<br />7. Warna permukaan keramik harus sama<br />8. Pemotongan kanan kiri harus sama atau lebih besar dari ½ lebar keramik yang dipasang.</p> <h3><a href="/article/read/3-fakta-rumah-urban-solusi-pintar-untuk-manfaatkan-lahan-sempit" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: 3 Fakta Rumah Urban, Solusi Pintar untuk Manfaatkan Lahan Sempit</a></h3> <p>Dalam melakukan pemasangan, langkah kerja pemasangan keramik dinding dapat dilakukan dengan mengukur ketebalan dan ketepatan pekerjaan (ketegakan dan kerataan) tegel keramik dengan tarikan benang. Lalu membersihkan kotoran dan debu pada permukaan dinding. Langkah ketiga adalah merendam tegel keramik hingga jenuh air dan ditiriskan. Keempat yaitu memasang papan landasan untuk tumpuan lapisan keramik nomor dua dari bawah agar pasangan rata.</p> <p><img src="/images/cms//Pemasangan Keramik Dinding/Awesome-Installing-Ceramic-Wall-Tile-Kitchen-Backsplash-And-Subway-Back-Splash-In-Herringbone-2017-Picture.jpg" width="800" /></p> <p><em>trooque.com</em></p> <p>Jika papan landasan sudah terpasang Anda dapat membuat adukan campuran semen dan pasir halus yang diaduk hingga punel. Jangan lupa untuk membasahi tembok agar lekatan menjadi kuat. Pasanglah benang untuk tarikan permukaan keramik agar rata, lalu pasang keramik mulai pada lapisan pertama dengan cara memasang keramik pada bagian ujung hingga tengah. Gunakan<em> spacer</em>, korek api atau paku untuk mengontrol jarak nat. Untuk memastikan kelurusan dan ketegakan pasangan dapat dikontrol dengan waterpass batang dan jidar alumunium atau kayu yang rata. Terakhir saat tegel di dinding sudah terpasang jangan lupa untuk melindungi pasangan tegel keramik dari benturan sebelum kering.</p> <h3><a href="/article/read/5-tips-pengecatan-untuk-hasil-maksimal-jadikan-rumah-lebih-nyaman" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: 5 Tips Pengecatan untuk Hasil Maksimal, Jadikan Rumah Lebih Nyaman</a></h3>
4 Trik Membuat Taman Kering Indoor, Tampak Indah dengan Biaya Murah
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Menghadirkan taman di dalam rumah Anda akan menciptakan nuansa alami yang menambah keasrian serta berpotensi menyejukkan udara dan menyegarkan secara visual. Meskipun sangat ingin memiliki indoor garden, adakalanya Anda tidak menyukai kesan kotor dan basah sebagai dampak dari kehadiran ruang hijau tersebut. Mungkin juga Anda tidak memiliki cukup waktu untuk merawat taman secara intensif. Jika demikian halnya, taman kering bisa menjadi solusi. Berikut informasinya!</p> <h2><strong>1. Mantapkan konsep dasar lebih dulu</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Taman Kering/stars-2879602_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Taman kering pada prinsipnya adalah taman yang menggunakan <em>hardscape</em>, seperti batu alam bukan <em>softscape</em>, seperti rumput sebagai dasar taman, dan hanya menggunakan sedikit tanaman. Media tanam untuk taman kering tetaplah tanah, baik secara langsung maupun dalam pot. Taman kering bisa dibuat di mana saja, di luar maupun di dalam ruangan, pada area yang luas ataupun sempit. Seperti namanya, karakter taman ini cenderung kering, cukup sesekali saja disiram.   </p> <h2><strong>2. Pemilihan lokasi yang ideal di dalam rumah</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Taman Kering/gardening-109895_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Taman kering bisa ditempatkan di mana pun di setiap sudut rumah seberapa pun luasnya. Hal terpenting adalah area tersebut berpotensi mendapat cukup sinar matahari. Sebagai pilihan, misalnya taman kering bisa dirancang di bawah <em>void</em> atau dibuat <em>skylight</em> khusus untuk memasukkan cahaya matahari. Jika matahari benar-benar tidak memungkinkan masuk ke dalam rumah, plih media tanam dalam pot agar tanman dapat dikeluarkan sesekali. Tanaman pot yang fleksibel juga mengantispasi keinginan untuk sering merenovasi taman.</p> <h3><a href="/article/read/3-fakta-rumah-urban-solusi-pintar-untuk-manfaatkan-lahan-sempit" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 3 Fakta Rumah Urban, Solusi Pintar untuk Manfaatkan Lahan Sempit</strong></a></h3> <h2><strong>3. Bedakan antara material <em>hardscape</em> dan <em>softscape</em></strong></h2> <p><strong><em><img src="/images/cms//Taman Kering/best-of-Small-Indoor-Garden-Design-Ideas-1024x771.jpg" alt="" width="800" /></em></strong></p> <p><em>loyalwoods.com</em></p> <p>Komponen mati (<em>hardscape</em>) pada taman kering yang pertama harus diperhatikan adalah dasar taman. Pilihan material untuk dasar taman yang terbaik dan popular adalah batu alam, seperti batu koral atau batu pecah. Di pasaran tersedia batu koral dalam berbagai ukuran dan warna. Aneka ukuran dan warna batu bisa dimanfaatkan untuk menciptakan pola-pola taman yang menarik. Batuan berukuran lebih besar bisa dipilih sebagai pembatas ataupun aksen. Unsur <em>hardscape</em> lain, seperti patung dan lampu taman bisa ditambahkan sebagai elemen dekoratif.</p> <p>Komponen hidup (<em>softscape</em>) pada taman kering adalah berbagai jenis tanaman yang memiliki karakter khusus, berikut: mampu hidup dengan sedikit air (tidak mudah layu), tidak memerlukan perawatan khusus, dan memiliki daya tahan terhadap hama/penyakit. Tanaman besar, antara lain: palem, cemara udang, sikas/pakis haji, patah tulang, dan siklok. Tanaman sedang atau kecil, misalnya lili paris, lidah mertua/sanseviera, sri rejeki, pandan bali, dan kaktus. Tanaman berbunga, misalnya begonia, kaktus, bunga delapan dewa/euphorbia, dan kamboja jepang/adenium.</p> <h2><strong>4. Jangan lupakan perawatan</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Taman Kering/indoor_gardening_ideas_-_wall-mount_herb_garden_bobvila_com.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>bobvila.com</em></p> <p>Perawatan taman kering relatif mudah. Beberapa hal berikut perlu mendapat perhatian khusus. Perhatikan kebutuhan sinar matahari. Jika perlu tanaman dalam pot diletakkan di luar rumah untuk beberapa waktu. Kecukupan air juga harus diperhatikan, jangan sampai kekurangan ataupun kelebihan. Meski telah dipilih jenis tanaman yang tidak mudah layu, penyiraman 1-2 kali seminggu perlu dilakukan. Lakukan juga antisipasi terhadap hewan pengganggu, seperti semut, tikus.</p> <h3><a href="/article/read/mau-bangun-rumah-minimalis-di-lahan-sempit-perhatikan-4-hal-ini-dulu" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Mau Bangun Rumah Minimalis di Lahan Sempit? Perhatikan 4 Hal Ini Dulu</strong></a></h3>
Mau Bangun Rumah Minimalis di Lahan Sempit? Perhatikan 4 Hal Ini Dulu
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Prinsip utama tata ruang untuk rumah tinggal adalah terpenuhinya kebutuhan ruang sehingga aktivitas seluruh anggota keluarga terwadahi dengan baik. Tata ruang untuk rumah kecil pada lahan terbatas harus efisien dan optimal agar dapat menampung pola aktivitas keluarga. Jadi, prinsip-prinsip minimalis juga harus diterapkan dalam menetapkan ukuran dan perletakan ruang serta hubungan antar ruang, sehingga diperoleh hunian mungil yang nyaman. Untuk menciptakan layout rumah minimalis yang ideal, pertimbangkan 5 hal berikut:</p> <h2><strong>1. Ciptakan ruang dengan beragam fungsi</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Rumah Minimalis/pexels-photo-813692.jpeg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Secara umum aktivitas utama keluarga yang harus diwadahi, antara lain menerima tamu, istirahat, belajar, bekerja, berkumpul, memasak, makan, dan urusan kamar mandi. Luasan terbatas mungkin menghalangi untuk dapat menyediakan satu ruang untuk satu jenis aktivitas. Solusi terbaik adalah menciptakan ruang multifungsi, yaitu ruang yang mewadahi lebih dari satu aktivitas. Semisal, teras merangkap ruang tamu, ruang duduk sekaligus berfungsi sebagai ruang belajar, kerja atau ruang makan, dapur sekaligus tempat penyimpanan bahan makanan.       </p> <h2><strong>2. Pertimbangkan konsep ruang terbuka</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Rumah Minimalis/pexels-photo-271753.jpeg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Salah satu cara agar hunian terbatas tetap terkesan lapang dan semua fungsi terwadahi dengan baik adalah melakukan tata ruang dengan konsep terbuka. Prinsip dari konsep ini adalah menyatukan beberapa ruang secara visual maupun fisik, dengan menghilangkan dinding masif atau sekat tertutup yang membatasi dua ruang atau lebih. Terapkan konsep ini untuk menyatukan beberapa ruang yang secara fungsional dekat atau memiliki sifat sama. Misalnya menyatukan ruang duduk, ruang makan, dan <em>pantry</em>.    </p> <h2><strong>3. Hindari ruang sisa, atau lebih baik dimanfaatkan!</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Rumah Minimalis/231824-5936bc51a77f9_orig.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>mishonmackay.com</em></p> <p>Rumah minimalis yang dibangun pada lahan terbatas harus dirancang dengan prinsip-prinsip minimalis yang mengoptimalkan setiap meter persegi agar fungsional. Jika terpaksa tercipta ruang sisa, seperti celah/ceruk atau jarak antar ruang, maka Anda harus cerdas untuk memanfaatkannya. Misalnya, menggunakan ceruk sebagai area <em>display </em>untuk memajang benda seni, atau dengan rancangan khusus diubah jadi ruang simpan, dan sebagainya.</p> <h3><a href="/article/read/4-cara-tepat-dalam-aplikasi-semen-ekspos-tampak-kokoh-tanpa-amburadul" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 4 Cara Tepat dalam Aplikasi Semen Ekspos, Tampak Kokoh Tanpa Amburadul</strong></a></h3> <h2><strong>4. Tips untuk memaksimalkan ruangan pada hunian minimalis</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Rumah Minimalis/pexels-photo-271695.jpeg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Berikut beberapa tips untuk memaksimalkan ruang agar semua aktivitas terwadahi dengan baik:</p> <p>• Memperkecil ukuran ruang yang hanya dipakai sesekali, seperti teras dan ruang tamu.<br />• Merancang satu ruang tidur untuk lebih dari satu orang dengan aplikasi ranjang susun.<br />• Minimalkan penggunaan jumlah perabot, gunakan yang benar-benar diperlukan.<br />• Rancanglah <em>furniture</em> efisien dan optimal, seperti <em>wardrobe</em> atau kabinet <em>full</em> plafon, rancang furnitur multifungsi, misalnya ranjang, sofa, dan ottoman dengan <em>hidden storage</em> di bawahnya.<br />• Gunakan berbagai elemen yang dapat menciptakan kesan ruang yang lapang, seperti cermin lebar, sketsel transparan, dan sebagainya.</p> <h2><strong>5. Pertimbangkan untuk meningkat rumah</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Fungsi Split Level/split-level-home-designs-1000-ideas-about-split-level-house-plans-split-level-home-designs.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>mastercus.com</em></p> <p>Jika penambahan ruang adalah mutlak, sementara tidak ada lagi lahan tersisa maka pengembangan secara vertikal (meningkat rumah) harus menjadi pertimbangan. Untuk rumah bertingkat, area servis (seperti dapur/pantry, ruang cuci, gudang) dan juga ruang semi publik (semisal ruang tamu, ruang keluarga) sebaiknya diletakkan di lantai dasar. Sedangkan ruang privat atau yang perlu ketenangan (ruang tidur, ruang belajar, atau ruang kerja) sebaiknya diletakkan di lantai atas.</p> <h3><a href="/article/read/3-fakta-rumah-urban-solusi-pintar-untuk-manfaatkan-lahan-sempit" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 3 Fakta Rumah Urban, Solusi Pintar untuk Manfaatkan Lahan Sempit</strong></a></h3>
3 Fakta Rumah Urban, Solusi Pintar untuk Manfaatkan Lahan Sempit
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Tidak perlu risau jika berniat membangun atau merenovasi hunian pada lahan terbatas. Desain rumah urban (<em>urban house</em>) dapat menjadi alternatif. Konsep rumah urban bertujuan menyiasati keterbatasan lahan dengan tetap memperhatikan kebutuhan ruang serta kenyamanan. Berikut beberapa prinsip membangun rumah urban yang perlu dipertimbangkan:</p> <h2><strong>1. Membangun ke arah vertikal</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Lahan Terbatas/landbank_main_i.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>crainscleveland.com</em></p> <p>Dengan lahan terbatas satu-satunya cara paling realistis memenuhi kebutuhan ruang adalah dengan membangun ke atas. Anda bisa membangun rumah 2–4 lantai asal tidak melanggar regulasi. Pembangunan dapat dilakukan bertahap, namun sistem struktur yang sesuai dapat disiapkan sejak awal. Zonasi ruang pun nantinya harus dibuat secara vertikal. Prinsipnya, area lantai dasar dialokasikan untuk fungsi publik atau semipublik (ruang tamu, ruang duduk, ruang makan) dan area servis (dapur, ruang cuci). Lantai di atasnya untuk ruang yang lebih privat, seperti ruang tidur dan ruang servis tambahan.</p> <h3><a href="/article/read/mau-pakai-kaca-untuk-pengganti-dinding-bata-simak-4-faktanya-berikut" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Mau Pakai Kaca untuk Pengganti Dinding Bata? Simak 4 Faktanya Berikut</strong></a></h3> <h2><strong>2. Mengoptimalkan desain interior</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Fungsi Split Level/day-bed-on-wheels-on-a-split-level-living-room.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>homedit.com</em></p> <p>Meskipun dibatasi luas lahan, penyediaan ruang sesuai kebutuhan sebaiknya tetap menjadi prioritas. Rumah keluarga, misalnya, setidaknya harus memiliki ruang tidur yang sesuai, dapur dan ruang makan, kamar mandi, dan ruang berkumpul bagi keluarga. Ruang tambahan lain juga perlu diupayakan. Berikut beberapa prinsip untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan ruang.<br />• Batasi ukuran ruang, pilih bentuk simpel. Sesuaikan luas ruang dengan kebutuhan, jangan terlalu sempit dan luas. Hindari bentuk rumit yang menciptakan ruang sisa yang tidak fungsional, seperti bentuk menyudut juga oval.<br />• Ciptakan ruang multifungsi untuk mengantisipasi kebutuhan ruang. Satukan dua aktivitas atau lebih dalam satu ruang. Misalnya ruang duduk untuk bersantai, menonton, belajar.<br />• Tiadakan partisi untuk menciptakan efisiensi ruang dan menciptakan kesan lapang. Misalnya meniadakan sekat antara ruang keluarga, ruang makan, dan <em>pantry</em>.    <br />• Ciptakan kesan lapang dengan beragam cara, seperti <em>finishing</em> dengan nuansa netral, penggunaan perabot multifungsi dengan <em>hidden storage</em>, aplikasi kaca atau cermin lebar, dsb.</p> <h2><strong>3. Menciptakan rumah sehat ramah lingkungan</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Lahan Terbatas/Clapton_Tram_-_a_plant-filled_warehouse_space_in_London-.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em><span class="irc_ho" dir="ltr">gypsyyaya.com</span></em></p> <p>Sisakan lahan yang memungkinkan terciptanya hunian sehat dan ramah lingkungan. Wujudnya antara lain sebagai berikut:<br />• Ciptakan penerangan dan penghawaan alami. Mengingat rumah urban cenderung saling berhimpit, maka alokasi ruang terbuka akan mendukung upaya penciptaan penerangan dan penghawaan alami. Misalya lewat desain <em>skylight</em>, bukaan lebar, juga <em>void</em>.<br />• Sediakan penghijauan dan area resapan. Ruang terbuka hijau, sekecil apa pun, baik di luar ataupun di dalam bangunan berpotensi menyediakan udara yang lebih bersih dan sehat. Sementara area resapan berguna untuk mengantisipasi genangan air hujan.   </p> <p>Meski rumah urban terbatasi dengan karakter modern, yang praktis, efisien, mengutamakan fungsi, dan dengan pilihan bentuk geometris minim ornamen, bukan berarti rumah Anda harus seragam dengan yang lain. Tambahkan kekhasan sesuai karakter Anda, seperti latar belakang budaya, pekerjaan, <em>passion</em>, yang dihadirkan lewat bentuk, material, warna. Rumah berkarakter akan tampil menonjol sebagai <em>point of interest</em> di antara rumah-rumah lain.</p> <h3><a href="/article/read/4-cara-tepat-dalam-aplikasi-semen-ekspos-tampak-kokoh-tanpa-amburadul" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 4 Cara Tepat dalam Aplikasi Semen Ekspos, Tampak Kokoh Tanpa Amburadul</strong></a></h3>
4 Cara Tepat dalam Aplikasi Semen Ekspos, Tampak Kokoh Tanpa Amburadul
<p><em><strong>Oleh: Redaksi</strong></em></p> <p>Unik, artistik dan natural, adalah alasan kenapa pemakaian dinding semen ekspos makin digemari. Selain meminimalisir biaya perawatan, mengekspos dinding semen pun menjadi lebih ekonomis karena tidak mengeluarkan biaya untuk cat atau material finishing lainnya. Pemakaian semen ekspos tidak terbatas pada tampilan eksterior atau fasad bangunan saja. Ruang tamu, kamar mandi, dapur, ruang makan, bahkan kamar tidur bisa menggunakan semen ekspos, baik pada dinding, lantai ataupun plafonnya. Desain yang <em>clean</em>, dan <em>simple</em> dengan satu warna yaitu abu-abu, membuat tampilan terlihat minimalis.</p> <p>Rumah-rumah jenis ini akan banyak bermain dalam pengolahan material untuk menampilkan estetikanya. Bisa melalui teknik yang digunakan, bentuk atau media penempatannya. Teknik yang digunakan akan memberikan hasil akhir yang berbeda-beda, berikut adalah teknik aplikasinya:</p> <h2><strong>1. Kamprot, teknik aplikasi bertekstur kasar atau lembut</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Semen Ekspos/industrial-basement.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>houzz.com</em></p> <p>Cara ini akan memberikan hasil akhir berupa tekstur kasar atau lembut, tergantung dengan butiran pasir yang digunakan. Terdapat dua teknik pengerjaan, yaitu manual dan mesin. Cara manual akan menghasilkan dinding bertekstur kasar dan tajam dengan bentuk butiran-butiran pasir. Gunakan alat bantu sekop dan kawat ayakan. Caranya, satu sekop berisi campuran semen yang masih berbentuk butiran kasar dilempar menembus kawat ayakan, dengan jarak 5-10 cm  ke arah permukaan bidang yang akan ditutup. Dalam menggunakan teknik mesin, bisa dengan alat bantu <em>concrete spraying</em> yaitu semacam alat penyemprot campuran semen.  Keunggulan menggunakan alat ini adalah hasil yang diperoleh pada bidang permukaan terlihat lebih halus, rata dan rapi.</p> <h3><a href="/article/read/mau-pakai-kaca-untuk-pengganti-dinding-bata-simak-4-faktanya-berikut" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Mau Pakai Kaca untuk Pengganti Dinding Bata? Simak 4 Faktanya Berikut</strong></a></h3> <h2><strong>2. Garuk, teknik untuk berkreasi sesuka selera</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Semen Ekspos/cutcaster-photo-100238508-Cement-Textured-Wall.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>cutcaster.com</em></p> <p>Hasil akhir dari teknik garuk, tergantung pada alat yang digunakan. Jika alat cetak dibuat dari papan, pola desain yang dihasilkan bisa dibentuk sesuai selera, misalnya dalam pola gerigi tegak lurus (persegi) atau pola meruncing. Untuk arahnya, bisa dibentuk arah horizontal, vertikal, miring atau membentuk pola-pola tertentu seperti kurva, motif ombak dan sebagainya. Dalam membuat motif cetak garuk yang rapi dan teratur, membutuhkan ketelatenan dan ketelitian tinggi.</p> <h2><strong>3. Acian, kesankan hunian minimalis dan maskulin</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Semen Ekspos/minimalist-living-room-with-concrete-wall.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>rilane.com</em></p> <p>Teknik ini menampilkan permukaan semen yang halus dan licin. Untuk tampilan warnanya, adalah abu-abu, seperti warna semen umumnya. Namun, jika ingin menampilkan warna yang lebih gelap atau terang dari warna standar, bisa digunakan zat <em>additive</em>, misalnya bisa ditambahkan tepung kapur untuk efek lebih terang pada hasil akhirnya.</p> <p>Waspadai permasalahan yang biasa terjadi pada dinding semen ekpsos, yaitu retak rambut. Hal ini sering terjadi meski dalam pengerjaannya sudah benar-benar diperhatikan prosesnya. Retak rambut bisa terjadi karena pergeseran akibat gempa, hilangnya kandungan air pada saat membuat adukan plester/acian, dan perubahan suhu yang terus menerus.</p> <h2><strong>4. Hal yang harus diperhatikan dalam proses pengerjaan</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Pengerjaan Tembok/construction-760432_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Sejak awal, pastikan bata dinding harus basah saat hendak dipasang. Gunakanlah <strong>Semen Gresik</strong> yang telah teruji kualitasnya dan pasir yang tidak bercampur dengan tanah untuk plesteran. Setelahnya, beri waktu yang cukup, kira-kira dua minggu, antara proses plesteran dan pengacian. Apabila retak rambut masih terjadi, tutup retaknya dengan plamir. Pilihlah warna plamir abu-abu yang sesuai dengan warna dinding ekspos.</p> <h3><a href="/article/read/kenali-fungsi-ganda-jendela-tak-hanya-soal-ventilasi-saja" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Kenali Fungsi Ganda Jendela, Tak Hanya Soal Ventilasi Saja</strong></a></h3>
Kenali Fungsi Ganda Jendela, Tak Hanya Soal Ventilasi Saja
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Secara harfiah, jendela adalah lubang atau bukaan pada dinding bangunan yang memungkinkan masuknya cahaya alami atau terjadinya sirkulasi udara dalam ruang. Jendela juga bisa dijadikan sarana untuk menikmati pemandangan luar tanpa harus beranjak keluar. Secara arsitektural, jendela pun dimanfaatkan sebagai elemen dekoratif untuk memperindah tampilan bangunan. Bagaimana agar jendela rumah Anda fungsional sekaligus dapat mempercantik tampilan rumah? </p> <p>Rumah sehat semestinya dilengkapi cukup jendela sehingga ruang dalam senantiasa mengalami pergantian udara dan mendapat cukup sinar matahari, untuk penerangan sekaligus mematikan kuman. Agar fungsi-fungsi tersebut terpenuhi secara maksimal, jendela harus dirancang dengan memperhatikan dua hal berikut:</p> <h2><strong>1. Aspek fungsional jendela yang harus diperhitungkan</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Jendela untuk Hunian/1420787833890.jpeg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>diynetwork.com</em></p> <p>• Sesuaikan jenis jendela dengan kebutuhan, pilih jendela mati yang hanya dapat memasukkan cahaya atau jendela dengan bukaan (daun jendela atau jalusi) yang dapat mengalirkan udara.<br />• Pastikan jendela ada pada sisi rumah yang tepat agar berfungsi baik tanpa mengurangi kenyamanan ruang karena dampak panas dan silau. Jika perlu, tambah konstruksi pelindung.  <br />• Pertimbangkan ukuran lubang dan tinggi jendela sesuai kebutuhan dan aktivitas dalam ruang. Misalnya untuk dapat menikmati pemandangan di luar, mungkin perlu bukaan lebar dan lebih rendah.  <br />• Gunakan material agar awet (meski terpengaruh cuaca) dan aman (kuat/kokoh dan mendukung privasi, jika perlu pasanglah teralis pengaman).</p> <h3><a href="/article/read/5-hal-ini-harus-dilakukan-saat-anak-batuk-pilek-agar-tak-makin-parah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 5 Hal Ini Harus Dilakukan Saat Anak Batuk Pilek, Agar Tak Makin Parah</strong></a></h3> <h2><strong>2. Aspek estetika yang juga harus diperhatikan agar jendela tampak indah</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Jendela untuk Hunian/contractors-installing-windows.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>modernize.com</em></p> <p>• Ada beragam bentuk jendela, antara lain persegi/persegi panjang, bundar, oval, setengah lingkaran, trapesium, segitiga, oktagonal, atau kombinasi beberapa bentuk. Pilihlah model jendela yang menarik dan serasi dengan gaya rumah Anda.<br />• Serasikan warna jendela dengan warna bangunan. Anda juga dapat membuat permainan warna ataupun pembedaan warna menciptakan aksen.   <br />• Pilih material yang tidak sekadar aman dan awet, tetapi juga estetis. Kombinasikan dua atau lebih material atau pilih material unik untuk menciptakan desain menarik. Misalnya, jendela kaca patri/hias warna-warni; jendela krepyak kayu; dan sebagainya.<br />• Rancanglah pelengkap jendela yang dapat menambah nilai estetika, seperti teralis bermotif klasik, geometris ataupun nongeometris; tirai/gorden dengan warna dan/atau motif menarik; kerai (<em>window blind</em>); dsb.</p> <p>Jadi, tidak ada salahnya jika Anda terlebih dahulu mempertimbangkan berbagai aspek di atas sebelum merancang jendela untuk setiap sisi rumah Anda. Dengan demikian Anda akan mendapatkan jendela yang tidak hanya fungsional tetapi juga menambah keindahan baik fasad maupun interior rumah Anda.</p> <h3><a href="/article/read/mau-pakai-kaca-untuk-pengganti-dinding-bata-simak-4-faktanya-berikut" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Mau Pakai Kaca untuk Pengganti Dinding Bata? Simak 4 Faktanya Berikut</strong></a></h3>
Mau Pakai Kaca untuk Pengganti Dinding Bata? Simak 4 Faktanya Berikut
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Popularitas kaca tak pernah surut sejak ribuan tahun silam, bahkan pemanfaatannya pun terus berkembang. Pada era modern, material kaca bahkan tampil cukup mendominasi. Tidak terbatas untuk ornamen, jendela, atau bukaan, kaca juga diaplikasikan sebagai dinding bangunan. Aplikasi dinding kaca pada rumah tinggal kemudian juga populer dan disukai, karena membuat ruang terang, terkesan lebih luas dan dapat menyatukan dua ruang atau lebih.</p> <p>Segera tentukan ruang mana yang dindingnya akan diganti sepenuhnya dengan material kaca. Pilih jenis kaca yang paling sesuai dengan selera dan <em>budget</em>. Berikut tips penggunaan kaca dalam hunian seperti dilansir dari dari rumahku.com:</p> <h2><strong>1. Syarat kaca sebagai pengganti dinding bata</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Penggunaan Kaca sebagai Dinding/attractive-small-prefab-homes-kits-house-plans-with-cabin-marvellous-architecture-wooden-ideas-glass-wall-combine-dark-brown-frame-door_house-plans-with-glass-exterior-glass-walls_exterior_exterior-wa.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>loversiq.com</em></p> <p>Ada beragam produk material kaca, seperti kaca bening, kaca berwarna (<em>tinted glass/rayban)</em>, kaca es/buram (<em>sandblast</em>), kaca laminasi, kaca <em>tempered</em>, dan sebagainya. Pada dasarnya semua jenis kaca dapat diaplikasikan sebagai dinding interior maupun eksterior untuk menggantikan material masif seperti bata, asalkan memenuhi syarat konstruksi dan ketahanan. Misalnya, ketebalannya mencukupi, memiliki kemampuan menahan panas, dan sebagainya.</p> <h2><strong>2. Cahaya alami akan menjadi penerangan yang melimpah</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Penggunaan Kaca sebagai Dinding/Kiev-Apt-MARTIN-architects-1.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>nylonliving.com</em></p> <p>Dinding kaca memberi banyak keuntungan, yang terutama dapat memasukkan cahaya alami. Selain untuk penerangan, cahaya alami yang masuk menimbulkan kesan lebih lapang. Kesan lapang juga tercipta karena dinding kaca yang tembus pandang, memungkinkan dua ruang terhubung atau menyatu seperti tanpa batas. Dinding kaca yang jauh lebih tipis dari dinding bata juga menghemat ruang serta menampilkan ruang yang terkesan ringan.</p> <h3><a href="/article/read/3-fakta-desain-split-level-cara-cerdik-dan-murah-atasi-lahan-sempit"><strong>Baca Juga: 3 Fakta Desain Split Level, Cara Cerdik dan Murah Atasi Lahan Sempit</strong></a></h3> <h2><strong>3. Kaca untuk menyatukan ruang</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Penggunaan Kaca sebagai Dinding/mali-stanovi.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>dblog.telegram.hr</em></p> <p>Tidak semua kaca dapat menciptakan efek menyatukan ruang. Misalnya kaca es dan kaca <em>sandblast</em>, meski dapat meneruskan cahaya, tetapi tidak memungkinkan terjadinya interaksi visual dua arah. Guna meniadakan batas dan memberi efek menyatukan dua ruang atau lebih, pilihlah dinding kaca yang bersifat 100% tembus pandang.</p> <h2><strong>4. Kecocokan fisik kaca dengan fungsi pemakaiannya</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Penggunaan Kaca sebagai Dinding/trennw__nde-aus-glas-lounge-musikraum-esstisch-holz-get__nte-scheibe.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>deavita.com</em></p> <p>Di antara beragam produk material kaca yang ada, kaca bening adalah jenis yang relatif paling sesuai untuk menyatukan dua ruang atau lebih. Kaca bening yang polos relatif bersih dan tembus pandang. Kaca bening yang rata tidak menimbulkan distorsi, namun kaca bening sebaiknya digunakan untuk bagian interior karena cenderung tidak tahan panas matahari langsung. Selain kaca bening, kaca <em>tempered</em> adalah jenis kaca yang juga sesuai untuk dinding bangunan. Dengan ketebalan yang sama, kaca <em>tempered</em> memiliki kekuatan 4-5 kali lebih besar dari kaca biasa. Kaca ini juga mampu menahan beban dan perubahan suhu tinggi, sehingga sesuai untuk diaplikasikan sebagai dinding eksterior yang terpapar matahari langsung sepanjang hari.</p> <h3><a href="/article/read/5-hal-ini-harus-dilakukan-saat-anak-batuk-pilek-agar-tak-makin-parah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 5 Hal Ini Harus Dilakukan Saat Anak Batuk Pilek, Agar Tak Makin Parah</strong></a></h3>
3 Fakta Desain Split Level, Cara Cerdik dan Murah Atasi Lahan Sempit
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Ada banyak alasan mengapa seseorang merancang hunian dengan lantai berjenjang <em>(split level)</em>—dari halaman, beranda hingga ruang dalam. Baik bersifat umum ataupun personal. Cermati beberapa alasan yang bisa menginspirasi Anda berikut ini :</p> <h2><strong>1. Menyesuaikan lahan berkontur</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Fungsi Split Level/pexels-photo-206673.jpeg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Bisa jadi tanah yang Anda beli untuk dibangun rumah berada di kawasan berkontur (tidak rata/memiliki perbedaan tinggi antar bagian). Manfaatkan kontur lahan dengan mengaplikasikan lantai berjenjang (<em>split level</em>) sejak dari halaman hingga ruang dalam. Selain ramah lingkungan karena meminimalkan penggalian tanah, dijamin rumah Anda akan tampil lebih estetis dan atraktif.</p> <h3><a href="/article/read/anti-jebol-dan-bocor-ini-cara-membuat-saluran-pembuangan-yang-benar" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Anti Jebol dan Bocor, Ini Cara Membuat Saluran Pembuangan yang Benar</strong></a></h3> <h2><strong>2. Menyiasati hunian sempit</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Fungsi Split Level/day-bed-on-wheels-on-a-split-level-living-room.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>homedit.com</em></p> <p>Salah satu cara jitu mengatasi hunian sempit adalah merenovasinya jadi dua lantai atau lebih. Selain memakai tangga sebagai penghubung antar lantai, kombinasi tangga, <em>void</em>, dan <em>mezzanine</em> akan menciptakan hunian dua lantai yang lebih menarik. Hunian sempit juga bisa disiasati dengan konsep terbuka. Misalnya menyatukan <em>pantry</em>, ruang makan, dan ruang duduk dalam satu area terbuka tanpa dinding penyekat. Meski terkesan luas, ruang terbuka yang rata tetap tampak sebagai satu ruang. Dengan membuat <em>split level</em> pada area terbuka yang sama, Anda seakan-akan memiliki banyak ruang. Perbedaan ketinggian menjadi batas imajiner yang membedakan fungsi ruang. </p> <h2><strong>3. Menghindari kesan monoton</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Fungsi Split Level/split-level-home-designs-1000-ideas-about-split-level-house-plans-split-level-home-designs.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>mastercus.com</em></p> <p>Rumah satu lantai yang sama rata dari beranda hingga bagian belakang, cenderung membosankan. Kesan monoton itu bisa dihindari dengan mengaplikasikan teknik <em>split level</em>. Selain terhalaunya kesan monoton, suasana hunian pun cenderung lebih bervariasi dan menarik. Perbedaan tinggi yang sedikit ekstrem atau desain khas, seperti halnya <em>mezzanine</em>, bahkan bisa menjadi <em>eye catching</em> sekaligus <em>focal point</em>.  <em>Split level</em> juga berpotensi membantu kebugaran tubuh dan memicu perasaan gembira oleh gerak naik-turun saat berjalan dari satu ruang ke ruang lain. Ada banyak titik di mana Anda bisa membuat pembedaan tinggi lantai. Misalnya, teras depan dibuat lebih tinggi dari halaman; ruang duduk lebih rendah dari ruang tamu; ruang kerja/belajar dan perpustakaan dirancang berupa <em>mezzanine</em> yang lebih tinggi dari ruang-ruang sekitarnya.</p> <h3><a href="/article/read/5-kebiasaan-setelah-makan-ini-ternyata-bahaya-bagi-tubuh-tak-terduga-" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 5 Kebiasaan Setelah Makan Ini Ternyata Bahaya Bagi Tubuh, Tak Terduga!</strong></a></h3>