Masuk

Tips

Beranda / Artikel
Search:

Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Merancang Loteng, Bebas Pengap dan Gelap
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Sebenarnya <em>attic</em> adalah ruang di bawah atap, tepatnya antara plafon dan atap. Dindingnya adalah bidang atap yang memiliki kemiringan tertentu. Di Indonesia, <em>attic</em> populer sebagai loteng. Bentuk loteng dipengaruhi model atap. Loteng dapat difungsikan sebagai ruang apa pun, seperti ruang tidur, ruang kerja, ruang belajar, ruang duduk, ataupun gudang. Perhatikan hal-hal yang harus dipertimbangkan jika Anda hendak merancang loteng, seperti dilansir dari rumahku.com :</p> <h2><strong>1. Pertimbangan struktural dan material</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Fungsi Attic/1200px-Attic_bedroom.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>wikimedia.org</em></p> <p>Sebaiknya loteng direncanakan sejak awal pembangunan rumah. Jika tidak, maka harus dilakukan penyesuaian konstruksi dan pemilihan material agar struktur bangunan tetap aman. Sebaiknya dipilih material ringan untuk menghindari penambahan beban kolom dan pondasi, terutama jika struktur tidak dirancang untuk bangunan bertingkat. Material yang relatif ringan untuk konstruksi lantai, misalnya kayu atau lembaran beton ringan (pelat lantai GRC). Untuk penutupnya bisa digunakan papan kayu atau multipleks tebal yang di-<em>finishing</em> dengan parket, vinil, karpet, dan sebagainya. Gipsum atau multiplek bisa menjadi pilihan untuk material dinding dan plafon. Pertimbangkan juga agar material penutup atap mampu menghindarkan ruang loteng dari rembesan air ataupun bocor. </p> <h3><a href="/article/read/sudah-tahu-6-jenis-atap-rumah-ini-bukan-hanya-soal-kemiringan-saja" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Sudah Tahu 6 Jenis Atap Rumah Ini? Bukan Hanya Soal Kemiringan Saja</strong></a></h3> <h2><strong>2. Kenyamanan dan keindahan</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Fungsi Attic/25-Attic-Living-Room-Ideas-25.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>randrbuilders.co.in</em></p> <p>Sebenarnya ruang bawah atap berfungsi sebagai sarana isolasi panas, yaitu mengurangi laju perpindahan panas dari permukaan atap ke ruang dalam. Boleh dibilang, loteng yang sangat dekat dengan atap relatif lebih panas dan pengap. Jadi, bila loteng berfungsi sebagai ruang aktivitas (ruang belajar, ruang tidur, dan sejenisnya) sebaiknya dibuat ventilasi yang baik agar tercipta ruang yang nyaman. Atau, pasang alat pengatur udara buatan (kipas angin atau AC). Bisa juga ditambahkan material pelapis untuk mengurangi penyerapan panas, seperti <em>glasswool</em> dan aluminium foil. Sementara bila loteng digunakan sebagai ruang simpan, pastikan aman dari kebocoran serta hewan pengganggu seperti tikus. Sebaiknya ciptakan sistem penyimpanan yang baik agar gudang tetap rapi dan bersih.</p> <p>Estetika loteng dapat dicapai dengan mengaplikasikan material <em>finishing</em> dengan warna atau tekstur yang menarik. Mengekspos konstruksi atap (kuda-kuda atau kasau) juga dapat dilakukan untuk menambah keindahan. Model dan warna furnitur serta aksesori ruang juga berperan penting.</p> <h2><strong>3. Elemen tangga</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Fungsi Attic/sliding-attic-stairs-rail-new-folding-attic-stairs-with-handrail-for-size-1247-x-1247.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>shopgreenbeing.com</em></p> <p>Pemilihan jenis tangga perlu disesuaikan dengan fungsi loteng. Jika loteng berfungsi untuk ruang aktivitas sebaiknya digunakan tangga permanen yang terbuka dan kuat. Namun tetap harus dipilih dari bahan ringan. Sementara itu, pilihan tangga mekanis yang tertutup sangat tepat jika loteng hanya digunakan sebagai ruang simpan. Selain menghemat ruang, tangga tertutup menampilkan kesan bersih untuk ruang fungsional di bawahnya.</p> <h3><a href="/article/read/3-fakta-desain-void-solusi-cantik-untuk-sirkulasi-udara-dalam-rumah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 3 Fakta Desain Void, Solusi Cantik untuk Sirkulasi Udara dalam Rumah</strong></a></h3>
3 Fakta Desain Void, Solusi Cantik untuk Sirkulasi Udara dalam Rumah
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Secara harfiah <em>void</em> berarti ruang kosong. Dalam dunia arsitektur, void merujuk pada ruang tanpa lantai, yaitu bagian ruang atau lantai bangunan yang dibiarkan kosong atau terbuka dan dikelilingi oleh lantai, struktur kolom atau dinding rendah atau pagar sebagai pengaman. Jika Anda menginginkan rumah bertingkat yang sejuk, membuat void merupakan pilihan yang bagus.</p> <h2><strong>1. Bagaimana void menyejukkan rumah?</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Void untuk Rumah/Void_small.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>archdaily.com</em></p> <p>Ruang tanpa lantai atau lubang yang disebut void berlaku seperti cerobong yang memungkinkan terjadinya sirkulasi udara. Secara konseptual udara panas selalu bergerak ke atas, sebaliknya udara dingin turun ke bawah. Oleh karena itu, melalui lubang void akan terjadi aliran udara dari lantai bawah ke lantai atas, dan sebaliknya.</p> <p>Agar aliran udara berjalan lancar, idealnya harus didukung pembuatan jendela atau bukaan pada sisi-sisi setiap lantai bangunan. Dengan demikian udara akan mengalir secara horizontal dan vertical sebagaimana konsep sistem ventilasi silang (<em>cross ventilation</em>). Nah, terhalaunya panas karena lancarnya aliran udara akan menciptakan ruangan yang sejuk meski tanpa penghawaan buatan (AC).</p> <h2><strong>2. Keuntungan membuat void</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Void untuk Rumah/1_Kame-House_Kochi-Architects-Studio_Inspirationist.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>inspirationist.net</em></p> <p>• Aliran udara yang terjadi karena keberadaan void akan mengurangi kelembaban ruang.  <br />• Kombinasi void dan <em>skylight</em> akan memasukkan cahaya alami ke lantai bawah secara lebih efektif. Pemanfaatan terang alami otomatis akan mengurangi pemakaian lampu (hemat listrik).  <br />• Lubang void mengurangi ketertutupan bangunan sehingga menciptakan kesan lega dan lebih lapang terutama untuk hunian dengan luas terbatas.<br />• Secara visual void menyatukan lantai bawah dan atas sekaligus memudahkan komunikasi. Jika terpaksa, antaranggota keluarga bisa saling berbicara lewat lubang void tanpa harus turun/naik.<br />• Void berpotensi menambah keindahan interior, misalnya dengan menempatkan <em>chandelier</em> atau lampu gantung sesuai gaya hunian.  <br />• Membantu menciptakan kesejukan ruang, void juga membuat hunian bertingkat terasa lebih nyaman dan terkesan lebih menarik</p> <h3><a href="/article/read/sudah-tahu-6-jenis-atap-rumah-ini-bukan-hanya-soal-kemiringan-saja" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Sudah Tahu 6 Jenis Atap Rumah Ini? Bukan Hanya Soal Kemiringan Saja</strong></a></h3> <h2><strong>3. Sebaiknya di mana menempatkan sebuah void?</strong><strong><img src="/images/cms//Void untuk Rumah/26982_27865.jpg" alt="" width="800" /></strong></h2> <p><em>worldarchitecturenews.com</em></p> <p>Tidak ada batasan khusus untuk menempatkan void pada rumah tinggal. Void bisa diletakkan di mana pun sesuai kebutuhan dan selera, semisal di atas ruang tamu, ruang keluarga, dapur, pantry, atau ruang makan. Pastikan penempatan void efektif dan tidak mengganggu kenyamanan ruang bawah. Misalnya, void di atas ruang tamu mungkin memberi kesan elegan, namun saat ada tamu tentu tidak mungkin anggota keluarga sembarang berteriak dari lantai dua.</p> <p>Meletakkan void di atas ruang keluarga, bisa dibilang lebih efektif karena ruang tersebut biasanya menjadi pusat aktivitas, sehingga void mendukung terjalinnya komunikasi antaranggota keluarga meski berada di lantai berbeda. Jika luas hunian terbatas, void bisa dibentuk pada lubang di area tangga dengan membuatya jauh lebih besar.</p> <h3><a href="/article/read/agar-dapur-bebas-pengap-dan-bau-5-hal-ini-harus-dilakukan" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Agar Dapur Bebas Pengap dan Bau, 5 Hal Ini Harus Dilakukan</strong></a></h3>
Sudah Tahu 6 Jenis Atap Rumah Ini? Bukan Hanya Soal Kemiringan Saja
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Sebelum membangun, pastikan Anda memilih bentuk atap yang tepat, yang tidak hanya fungsional seperti melindungi dari hujan, panas, dan angin, tetapi juga memberikan tampilan indah. Pastikan bentuk atap hadir sebagai satu kesatuan dan serasi dengan gaya bangunan. Ada beragam bentuk atap dengan karakter berbeda. Kenali berbagai jenis atap lebih dahulu sebelum Anda memilihnya, berikut seperti dilansir dari rumahku.com: </p> <h2><strong>1. Atap datar (<em>flat roof</em>)</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Jenis Atap Rumah/CHERRY_RED_G_R_P_ROOF.JPG" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>essexflatroofing.co.uk</em></p> <p>Atap datar relatif paling simpel, dan bisa dibuat mengikuti denah bangunan dengan kemiringan yang diinginkan. Berbagai jenis material bisa diaplikaskan, namun atap datar berupa dak beton dianggap paling populer. Di atas atap datar juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai fungsi, seperti area jemur, atau <em>roof garden</em>.</p> <h2><strong>2. Atap sandar (<em>shed/single slope roof</em>)</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Jenis Atap Rumah/photo31.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>roofingsince1910.com</em></p> <p>Atap sandar atau sengkuap tampak sebagai bidang miring yang disandarkan. Atap ini ditopang oleh setengah kuda-kuda dan dinding vertikal. Penggunaannya lebih banyak pada bagian tambahan pada bangunan, termasuk teras atau selasar, <em>patio </em>atau garasi terbuka, dan sebagainya. Meski jarang dilakukan, atap ini bisa diaplikasikan sebagai penutup bangunan utama yang relatif besar.</p> <h2><strong>3. Atap pelana (<em>gable roof</em>)</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Jenis Atap Rumah/gable-roofs-pictures-building-roof-type-and-valley-or_bathroom-inspiration.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>grandviewriverhouse.com</em></p> <p>Atap ini dibentuk oleh dua bidang persegi panjang miring yang bertemu pada satu garis yang disebut bubungan/nok. Tampak pada sisi memanjang adalah bentuk persegi panjang, sedangkan pada sisi pendek seperti bentuk huruf V terbalik yang ditopang oleh dinding segitiga (∆) atau <em>gable</em>. Rangka atap pelana disangga oleh struktur kuda-kuda berbentuk segitiga.</p> <h3><a href="/article/read/membangun-rumah-impian-dimulai-dengan-3-hal-penting-ini" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Membangun Rumah Impian Dimulai dengan 3 Hal Penting Ini</strong></a></h3> <h2><strong>4. Atap perisai atau limas (<em>hip roof</em>)</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Jenis Atap Rumah/23744-10.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>cricksidebarns.com</em></p> <p>Atap ini bisa dibilang pengembangan atap pelana, yang dibentuk oleh empat bidang miring. Dua bidang trapesium (pada sisi panjang) bertemu pada bubungan/nok. Sementara dua bidang lain yang berbentuk segitiga menyatukan kedua bidang trapesium pada kedua ujungnya, yaitu pada sisi pendek. Secara keseluruhan, atap ini memiliki satu bubungan dan empat jurai.</p> <h2><strong>5. Atap tenda</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Jenis Atap Rumah/maxresdefault__4_.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>youtube.com</em></p> <p>Atap tenda sesuai untuk bangunan dengan denah persegi. Lebar sisi yang sama membentuk bidang atap dengan kemiringan sama. Seperti halnya atap perisai, bentuk atap tenda terdiri dari empat bidang atap, namun keempatnya bertemu di satu titik puncak.</p> <h2><strong>6. Atap piramida (<em>pyramid roof</em>)</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Jenis Atap Rumah/iStock-90404067.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p>Atap ini cocok untuk menutup bangunan dengan denah berbentuk segi lima, enam, atau delapan. Misalnya bentuk seperti gazebo, ruang khusus pada hunian, dll.  Model atap terdiri lebih dari empat bidang yang sama bentuknya.</p> <p>Berbagai bentuk atap tersebut, masing-masing dapat berdiri sendiri. Namun untuk rumah dengan denah yang relatif kompleks, kemungkinan besar diperlukan padu padan beberapa bentuk atap. Selain keserasian, hal penting yang harus diperhatikan dalam memadukan beberapa bentuk atap adalah mewaspadai bagian-bagian sambungan agar tidak terjadi kebocoran.</p> <h3><a href="/article/read/agar-dapur-bebas-pengap-dan-bau-5-hal-ini-harus-dilakukan" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Agar Dapur Bebas Pengap dan Bau, 5 Hal Ini Harus Dilakukan</strong></a></h3>
Membangun Rumah Impian Dimulai dengan 3 Hal Penting Ini
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Ada istilah rumahku istanaku. Rumah yang nyaman adalah yang menimbulkan rasa nyaman bagi penghuninya. Tidak mesti menghabiskan anggaran yang besar dan megah agar tampak seperti istana. Asalkan seluruh penghuninya merasa nyaman, maka terciptalah rumah yang memiliki cita rasa istana.</p> <p>Rencana yang matang, akurasi, dan presisi konstruksi, serta bahan baku berkualitas adalah modal utama membangun rumah yang kokoh. Melalui perencanaan yang tepat, maka akan tercipta hunian yang sesuai ekspektasi Anda. Ketahui cara merencanakan pembangunan rumah berikut ini, dilansir dari Rumah Kokoh Semen Gresik: Panduan Mudah Membangun Rumah:</p> <h2><strong>1. Rencanakan dengan cermat dan ekonomis</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Merancang Rumah Impian/architecture-1857175_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Rencanakan pembangunan rumah Anda mulai dari ukuran bangunan, dana, dan target pengerjaan. Rumah yang akan dibangun harus direncanakan dahulu dalam bentuk gambar bangunan, Anda bisa menempatkan ruangan-ruangan yang akan dibangun lengkap dengan ukurannya. Dalam membuat rencana anggaran pembangunan rumah, perhatikan biaya perijinan, biaya bahan, dan biaya pekerja. Target pengerjaan juga dibutuhkan, agar biaya yang dikeluarkan tidak membengkak akibat penyelesaian yang tidak terjadwal.</p> <h3><a href="/article/read/4-1-jenis-pencahayaan-hunian-agar-lampu-tak-hanya-asal-terang-saja" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: 4 (+1) Jenis Pencahayaan Hunian, Agar Lampu Tak Hanya Asal Terang Saja</a></h3> <h2><strong>2. Gunakan bahan yang tepat</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Merancang Rumah Impian/maxresdefault__3_.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>youtube.com</em></p> <p>Lakukan riset bahan bangunan. Seperti harga emas, harga bahan bangunan pun juga ikut naik turun. Jangan malu untuk keluar masuk toko bangunan untuk menanyakan harga pasir, semen atau bahan yang lain. Harga bahan bisa bervariasi tergantung lokasi daerah, karena menyangkut biaya transportasi dan tingkat kesulitan mengangkut.</p> <h2><strong>3. Laksanakan dengan teknik yang benar</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Merancang Rumah Impian/pexels-photo-955595.jpeg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Selain<em> planning</em> dan <em>budgeting</em>, dalam membangun rumah juga menyangkut teknik eksekusi yang tepat. Ketahuilah teknik-teknik dasar membangun rumah, seperti cara pengukuran, pematokan, membuat fondasi, instalasi listrik dan air, pemasangan keramik dan lain-lain. Sehingga apabila pekerja bangunan sedang melakukan pengerjaan, Anda bisa mengawasinya sendiri.</p> <h3><a href="/article/read/agar-dapur-bebas-pengap-dan-bau-5-hal-ini-harus-dilakukan" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Agar Dapur Bebas Pengap dan Bau, 5 Hal Ini Harus Dilakukan</strong></a></h3>
Agar Dapur Bebas Pengap dan Bau, 5 Hal Ini Harus Dilakukan
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Rumah dengan ukuran terbatas biasanya juga memiliki dapur berukuran kecil. Sempitnya ukuran dapur membuat aktivitas memasak sering kali kurang menyenangkan. Oleh karenanya, diperlukan penataan sebaik mungkin agar dapur yang mungil terkesan lebih lapang. Dalam penataannya pertimbangkanlah 5 hal berikut!<em> </em></p> <h2><strong>1. Pilih <em>layout</em> yang sesuai</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Konsep Rancangan Dapur/pexels-photo-280232.jpeg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Pastikan tercipta efisiensi “segitiga kerja” di dapur yaitu; mengambil/menyimpan bahan, mencuci dan meracik, serta memasak. Untuk dapur kecil berbentuk memanjang, layout yang paling sesuai adalah <em>I-shape/one wall</em>(memanfaatkan satu dinding dengan satu jalur sirkulasi) atau <em>galley kitchen</em> (memanfaatkan dua dinding paralel dengan satu jalur sirkulasi di antaranya). Dapur kecil persegi dapat dipilih <em>L-shape</em> atau <em>U-shape</em>. L-shape, adalah <em>layout</em> membentuk huruf L memanfaatkan dua dinding, sedangkan <em>U-shape</em> adalah <em>layout</em> membentuk huruf U memanfaatkan tiga dinding.</p> <h2><strong>2. Sesuaikan ukuran <em>kitchen set</em></strong></h2> <p><strong><em><img src="/images/cms//Konsep Rancangan Dapur/Simple-small-kitchen-design-with-wooden-floor-and-white-cabinet-shelves.jpg" alt="" width="800" /></em></strong></p> <p><em>dickorleans.com</em></p> <p>Sesuaikan ukuran <em>kitchen set</em> serta perabot lain dengan luas dapur. <em>Kitchen set</em> atau perabot yang terlalu besar akan membuat dapur terkesan sumpek dan mengurangi area untuk aktivitas memasak. Pertimbangkan untuk mendapatkan jalur aktivitas dengan lebar ideal ± 0,9–1,5 meter. Paduan layout dan ukuran yang tepat akan menciptakan dapur yang memudahkan aktivitas.</p> <h3><a href="/article/read/4-1-jenis-pencahayaan-hunian-agar-lampu-tak-hanya-asal-terang-saja" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 4 (+1) Jenis Pencahayaan Hunian, Agar Lampu Tak Hanya Asal Terang Saja</strong></a></h3> <h2><strong>3. Lakukan manajemen penyimpanan</strong></h2> <h2><img src="/images/cms//Konsep Rancangan Dapur/pexels-photo-94865.jpeg" alt="" width="800" /></h2> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Ruang kecil terasa makin sempit jika manajemen penyimpanan kurang tepat. Pastikan dapur mungil memiliki ruang simpan memadai, yang sebaiknya tersembunyi (<em>hidden storage</em>). Dapur bersih dan rapi akan terkesan lebih lapang. Manfaatkan dinding untuk membangun cabinet berdesain simpel. Terapkan tips penyimpanan berikut:<br />• Simpan peralatan yang jarang digunakan pada bagian teratas atau terdalam dari kabinet.<br />• Pajang hanya beberapa peralatan saja di luar kabinet sekaligus sebagai aksesori.<br />• Jika terdapat kabinet terbuka atau transparan, pastikan selalu tertata rapi.<br />• Pastikan meja dapur selalu dalam keadaan bersih, saat tidak digunakan.    </p> <h2><strong>4. Apikasikan warna yang sesuai</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Konsep Rancangan Dapur/crockery-69605_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Aplikasikan warna netral, seperti nuansa putih, krem, dan beige, atau warna pastel. Warna terang mendukung kesan bersih, lapang dan higienis. Hindari kesan dingin dan monoton dengan menambahkan warna kuat, seperti merah, hijau, dan oranye atau corak mencolok sebagai aksen yang memicu mood. Misalnya pada kitchen appliances (kulkas dan kompor, dll.), pajangan, <em>backsplash</em>, dan lain-lain.  </p> <h2><strong>5. Pastikan penerangan memadai</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Konsep Rancangan Dapur/small-kitchen-window-curtains-and-blinds.jpeg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>dearmotorist.com</em></p> <p>Dapur sebaiknya memiliki jendela/bukaan, tempat masuknya cahaya alami dan udara segar untuk mengantisipasi pengap. Dapur yang terang juga memberi kesan luas pada dapur. Jika jendela tidak memadai, tambahkan penerangan buatan sekaligus untuk kebutuhan saat hari gelap. Pastikan Anda melengkapi dapur dengan penerangan yang ideal.</p> <h3><a href="/article/read/3-hal-ini-menjamin-kekokohan-bangunan-jangan-sampai-dilupakan" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 3 Hal Ini Menjamin Kekokohan Bangunan, Jangan Sampai Dilupakan</strong></a></h3>
4 (+1) Jenis Pencahayaan Hunian, Agar Lampu Tak Hanya Asal Terang Saja
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Pagi hingga siang hari rumah tinggal yang memiliki banyak akses untuk terang alami dapat memanfaatkan terang alami untuk mendukung berbagai kegiatan di dalam rumah. Tetapi ketika langit mendung atau malam telah tiba, setiap rumah tinggal mutlak memerlukan pencahayaan buatan. Oleh karena itu, setiap rumah harus mengaplikasikan pencahayaan buatan secara tepat agar dapat mendukung berlangsungnya setiap aktivitas. Tidak hanya memberikan penerangan, cahaya buatan juga berpotensi menciptakan suasana (<em>ambience</em>) tertentu serta berfungsi sebagai elemen dekoratif yang memperindah interior maupun eksterior rumah.</p> <p>Ada beragam jenis dan sistem pencahayaan buatan. Kenali masing-masing dengan baik agar Anda dapat mengaplikasikannya secara tepat di rumah Anda. Seperti yang dilansir dari majalah Rumahku untuk Anda:</p> <h2><strong>1. <em>General lighting</em></strong></h2> <p><strong><em><img src="/images/cms//Pencahayaaan Hunian/pexels-photo-263189.jpeg" alt="" width="800" /></em></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Pencahayaan ini disebut juga sebagai penerangan umum untuk menerangi seluruh ruang secara merata sehingga tiap penjuru ruang terlihat. Untuk tujuan itu bisa dipasang satu atau lebih titik lampu. Umumnya pada plafon dengan kekuatan memadai, bisa berupa TL, lampu gantung (<em>pendant lamp</em>).</p> <h2><strong>2. <em>Task lighting</em></strong></h2> <p><strong><em><img src="/images/cms//Pencahayaaan Hunian/pexels-photo-276551.jpeg" alt="" width="800" /></em></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Penerangan ini adalah penerangan terarah untuk membuat area tertentu lebih terang dan mendukung berlangsungnya suatu aktivitas, seperti menulis, menjahit, dan memasak. Misalnya berupa lampu meja pada meja kerja, dan <em>table/standing lamp</em> pada ruang baca.</p> <h2><strong>3. <em>Accent lighting</em></strong></h2> <p><strong><em><img src="/images/cms//Pencahayaaan Hunian/pexels-photo-189333__1_.jpeg" alt="" width="800" /></em></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Bentuk pencahayaan ini adalah penerangan khusus untuk suatu objek agar tampak menonjol (menjadi aksen). Misalnya penggunaan <em>spotlight</em> untuk menyorot lukisan, atau patung. </p> <h2><strong>4. <em>Decorative lighting</em></strong></h2> <p><strong><em><img src="/images/cms//Pencahayaaan Hunian/pexels-photo__1_.jpg" alt="" width="800" /></em></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Pencahayaan ini ditujukan untuk menambah nilai estetika atau menyempurnakan dekorasi ruang. Keindahan dapat hadir lewat desain lampu atau <em>ambience</em> yang tercipta dari warna maupun kekuatan lampu. Ketiga jenis penerangan di atas berpotensi sebagai <em>decorative lighting</em>.</p> <h3><a href="/article/read/3-hal-ini-menjamin-kekokohan-bangunan-jangan-sampai-dilupakan" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 3 Hal Ini Menjamin Kekokohan Bangunan, Jangan Sampai Dilupakan</strong></a></h3> <h2><strong>5. Cara dan Arah Pencahayaan Buatan</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Pencahayaaan Hunian/pexels-photo-257344.jpeg" alt="" width="800" /></p> <p>Berbagai jenis penerangan di atas dapat diterapkan dengan<strong> </strong>sistem pencahayaan langsung (<em>direct lighting</em>)<strong> </strong>atau sistem pencahayaan tak langsung (<em>indirect lighting</em>). Dapat juga merupakan paduan dari keduanya (pencahayaan semi langsung).</p> <p>Pada <em>direct lighting</em>, cahaya langsung terarah ke area yang diterangi. Jadi, area tersebut menerima hampir 100% energi cahaya. Sementara <em>indirect lighting</em> memanfaatkan cahaya pantulan, sehingga tidak seluruh cahaya diterima bidang kerja. Meskipun relatif efisien (100% energi cahaya terpakai) <em>direct lighting</em> cenderung kurang nyaman karena menyilaukan. Sebaliknya, pantulan cahaya pada <em>indirect lighting</em> terasa lebih nyaman walau kurang efisien (tidak seluruh energi terpakai). Perpaduan keduanya dapat mengatasi kekurangan masing-masing, dengan rasio ideal 40% <em>direct lighting</em> dan 60% <em>indirect lighting</em>.</p> <p>Untuk menciptakan efek tertentu, arah cahaya dapat diatur. Arah cahaya dari bawah ke atas (<em>up light</em>), yaitu lampu menghadap ke atas sehingga memberi kesan megah atau teduh jika cahaya dipantulkan dahulu. Sebaliknya cahaya dari atas ke bawah (<em>down light</em>) di mana lampu menghadap ke bawah memberi penerangan merata. Variasi lain misalnya cahaya dari samping (<em>side light</em>), cahaya dari depan (<em>front light</em>), dan dari belakang (<em>back light</em>).</p> <h3><a href="/article/read/pasang-keramik-untuk-dinding-perhatikan-hal-ini-agar-tak-mudah-rontok" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: Pasang Keramik untuk Dinding? Perhatikan Hal Ini Agar Tak Mudah Rontok</a></h3>
3 Hal Ini Menjamin Kekokohan Bangunan, Jangan Sampai Dilupakan
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Tanpa mengabaikan aspek estetika, kekokohan sebaiknya menjadi pertimbangan utama jika Anda membangun atau merenovasi rumah. Kekokohan rumah dipengaruhi struktur dan konstruksi bangunan yang juga dipengaruhi kualitas material. Ketahuilah dan perhitungkan bagian-bagian penting bangunan yang sangat mempengaruhi kekokohannya berikut ini:</p> <h2><strong>1. Fondasi (Struktur Bawah)</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Aspek Kekokohan Rumah/kempten-1536864_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Fondasi disebut struktur bawah, yaitu elemen struktural di bagian bawah yang berfungsi mendukung struktur asas dan keseluruhan bangunan. Fondasi yang berada di bawah permukaan tanah tidak hanya harus kuat menahan berat bangunan, namun juga harus stabil terhadap pengaruh luar seperti kekuatan angin, gempa, pergerakan tanah, rob, banjir, dsb. Oleh karena itu pondasi harus dibangun pada lapisan tanah yang stabil (tidak mudah turun atau bergeser) juga keras dan padat.</p> <p>Bentuk, ukuran dan kedalaman pondasi sangat ditentukan oleh beban bangunan serta karakter tanah. Semakin berat bangunan, semakin kuat fondasi yang diperlukan. Ada dua jenis fondasi, yaitu pondasi dangkal (tapak, cakar ayam) dan fondasi dalam (tiang pancang, sumuran). Penerapannya disesuaikan letak tanah keras dan stabil. Jika rumah dirancang untuk satu lantai maka saat berencana membuat rumah bertingkat Anda harus memperkuat fondasinya.</p> <h3><a href="/article/read/pasang-keramik-untuk-dinding-perhatikan-hal-ini-agar-tak-mudah-rontok" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: Pasang Keramik untuk Dinding? Perhatikan Hal Ini Agar Tak Mudah Rontok</a></h3> <h2><strong>2. <em>Sloof</em>, Kolom, Balok, Dinding Struktural, <em>Ringbalk</em></strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Aspek Kekokohan Rumah/construction-645465_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p><em>Sloof</em>, kolom, balok, dinding struktural, dan <em>ringbalk</em> termasuk dalam sistem struktur bangunan yang menghubungkan bagian-bagian bangunan non-struktural (dinding pengisi, lantai) sehingga menciptakan ruang-ruang fungsional. Kolom, balok, dinding struktural, dan ringbalk saling terikat satu sama lain dan juga terikat dengan pondasi, sehingga menjadi satu kesatuan yang membuat rumah kokoh dan berdiri tegak. Pada rumah bertingkat, balok dan plat lantai dirancang sebagai lantai struktural.    </p> <h2><strong>3. Konstruksi Atap</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Aspek Kekokohan Rumah/scaffold-1207389_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Penutup atap yang akan melindungi rumah dari pengaruh udara dan cuaca harus dipasang di atas konstruksi atap yang terdiri atas kuda-kuda, gording, usuk dan reng. Beban konstruksi rangka atap dan penutup atap akan disalurkan ke pondasi melalui balok ring (<em>ringbalk</em>) dan kolom. Beban atap dipengaruhi oleh material rangka atap dan penutup atap yang juga akan bertambah oleh beban luar seperti hujan dan angin.</p> <p>Bagian-bagian tersebut sangat mempengaruhi kekuatan rumah. Jadi, pastikan semuanya dibuat dengan ukuran yang tepat dan dibangun menggunakan material yang sesuai, tergantung rumah Anda. Rumah kayu bergaya tropis tentu berbeda dengan rumah modern berdinding masif.</p> <h3><a href="/article/read/5-tips-pengecatan-untuk-hasil-maksimal-jadikan-rumah-lebih-nyaman" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: 5 Tips Pengecatan untuk Hasil Maksimal, Jadikan Rumah Lebih Nyaman</a></h3>
5 Tips Pengecatan untuk Hasil Maksimal, Jadikan Rumah Lebih Nyaman
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Pekerjaan pengecatan merupakan pekerjaan <em>finishing</em> yang harus dikerjakan dengan rapi, sehingga harus dikerjakan oleh orang-orang yang memiliki kebiasaan bekerja dengan rapi dan teliti. Pekerjaan pengecatan sebuah rumah biasanya terdiri dari cat tembok (interior dan eksterior), cat kayu, dan politur (<em>sanding</em>). Berikut ini beberapa tips pengecatan dan memilih warna untuk eksterior maupun interior:</p> <h2><strong>1. Mutlak, pilih cat berkualitas</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Pengecatan/paint-1936787_1280.jpg" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Cat berkualitas memang biasanya harganya lebih mahal. Cat yang berkualitas biasanya memiliki standar yang ketat dan petunjuk yang jelas tentang cara penggunaanya. Seringkali justru cat-cat seperti ini memiliki pilihan warna lebih banyak</p> <h2>2. Persiapkan penempatan warna dengan benar</h2> <p><img src="/images/cms//Pengecatan/IMG_3555-e1410810591124.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>suitepieces.com</em></p> <p>Hal ini adalah kunci kesuksesan pengecatan yang sempurna. Seringkali kurangnya persiapan justru membuat kita mengalami kerugian yang banyak. Penempatan warna pada dinding misalnya, bisa lebih presisi jika kita memiliki gambar desain atau skema warna yang sudah dipersiapkan.</p> <h3><a href="/article/read/mau-bangun-rumah-minimalis-di-lahan-sempit-perhatikan-4-hal-ini-dulu" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Mau Bangun Rumah Minimalis di Lahan Sempit? Perhatikan 4 Hal Ini Dulu</strong></a></h3> <h2>3. Bersihkan permukaan dari benda yang menganggu</h2> <p><img src="/images/cms//Pengecatan/Painting-Plaster-Walls-After-Removing-Wallpaper.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>wallpapersin4k.org</em></p> <p>Singkirkan barang-barang yang tidak perlu, seperti paku atau bekas isolasi yang masih menempel pada dinding. Pengecatan juga bisa lebih sempurna jika dinding lebih rata, maka tutuplah lubang atau coakan dengan dempul atau dengan semen hingga kering sebelum melakukan pengecatan.</p> <h2>4. Gunakan alat bantu untuk membatasi warna</h2> <p><img src="/images/cms//Pengecatan/painting-black-paint-roller.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Jika ruangan memiliki dua warna yang berbeda, gunakan isolasi untuk alat bantu penutup pada batas warnanya. Isolasi membuat sambungan warna lebih rata dan terlihat cantik. Lepaskan isolasi setelah cat kering.</p> <h2>5. Perhatikan arah pengecatan agar hasil lebih bersih</h2> <p><img src="/images/cms//Pengecatan/1420673843770.jpeg" alt="" width="800" /></p> <p><em>diynetwork.com</em></p> <p>Lakukan pengecatan dari sisi dinding yang telah kering untuk mencegah pola <em>roller </em>atau kuas yang tersisa pada dinding.</p> <p>Cat tembok memiliki kriteria cat tembok normal dan cat tembok yang tahan cuaca (<em>weather shield</em>). Cat <em>weather shield</em> lebih tahan terhadap hujan atau panas, karena mengandung bahan yang lebih berkualitas. Pengecatan dapat dilakukan dengan menggunakan kuas atau <em>roller</em>. Alur dan arah pengecatan harus searah dan tidak meloncat-loncat, misalnya saat mengecat dinding dari atas ke bawah hingga rata kemudian bergeser ke samping.</p> <h3><a href="/article/read/4-trik-membuat-taman-kering-indoor-tampak-indah-dengan-biaya-murah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 4 Trik Membuat Taman Kering Indoor, Tampak Indah dengan Biaya Murah</strong></a></h3>
Pasang Keramik untuk Dinding? Perhatikan Hal Ini Agar Tak Mudah Rontok
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Pekerjaan pemasangan tegel keramik dinding merupakan pekerjaan penutup pasangan tembok. Keramik akan menjadikan tembok tidak lembab dan memudahkan dalam perawatannya. Agar hasil lebih maksimal, maka untuk melakukan pemasangan tegel pada dinding, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi sebagai berikut:</p> <p><img src="/images/cms//Pemasangan Keramik Dinding/maxresdefault__1_.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>youtube.com</em></p> <p>1. Media pemasangan keramik (dinding) harus kokoh dan stabil.<br />2. Bebas dari kotoran dan debu<br />3. Permukaan dinding harus rata dan tegak lurus<br />4. Ketebalan spesi maksimum 2 cm<br />5. Besar siar atau nat untuk dinding 2-3 mm.<br />6. Siar harus rata dan padat<br />7. Warna permukaan keramik harus sama<br />8. Pemotongan kanan kiri harus sama atau lebih besar dari ½ lebar keramik yang dipasang.</p> <h3><a href="/article/read/3-fakta-rumah-urban-solusi-pintar-untuk-manfaatkan-lahan-sempit" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: 3 Fakta Rumah Urban, Solusi Pintar untuk Manfaatkan Lahan Sempit</a></h3> <p>Dalam melakukan pemasangan, langkah kerja pemasangan keramik dinding dapat dilakukan dengan mengukur ketebalan dan ketepatan pekerjaan (ketegakan dan kerataan) tegel keramik dengan tarikan benang. Lalu membersihkan kotoran dan debu pada permukaan dinding. Langkah ketiga adalah merendam tegel keramik hingga jenuh air dan ditiriskan. Keempat yaitu memasang papan landasan untuk tumpuan lapisan keramik nomor dua dari bawah agar pasangan rata.</p> <p><img src="/images/cms//Pemasangan Keramik Dinding/Awesome-Installing-Ceramic-Wall-Tile-Kitchen-Backsplash-And-Subway-Back-Splash-In-Herringbone-2017-Picture.jpg" width="800" /></p> <p><em>trooque.com</em></p> <p>Jika papan landasan sudah terpasang Anda dapat membuat adukan campuran semen dan pasir halus yang diaduk hingga punel. Jangan lupa untuk membasahi tembok agar lekatan menjadi kuat. Pasanglah benang untuk tarikan permukaan keramik agar rata, lalu pasang keramik mulai pada lapisan pertama dengan cara memasang keramik pada bagian ujung hingga tengah. Gunakan<em> spacer</em>, korek api atau paku untuk mengontrol jarak nat. Untuk memastikan kelurusan dan ketegakan pasangan dapat dikontrol dengan waterpass batang dan jidar alumunium atau kayu yang rata. Terakhir saat tegel di dinding sudah terpasang jangan lupa untuk melindungi pasangan tegel keramik dari benturan sebelum kering.</p> <h3><a href="/article/read/5-tips-pengecatan-untuk-hasil-maksimal-jadikan-rumah-lebih-nyaman" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: 5 Tips Pengecatan untuk Hasil Maksimal, Jadikan Rumah Lebih Nyaman</a></h3>
4 Trik Membuat Taman Kering Indoor, Tampak Indah dengan Biaya Murah
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Menghadirkan taman di dalam rumah Anda akan menciptakan nuansa alami yang menambah keasrian serta berpotensi menyejukkan udara dan menyegarkan secara visual. Meskipun sangat ingin memiliki indoor garden, adakalanya Anda tidak menyukai kesan kotor dan basah sebagai dampak dari kehadiran ruang hijau tersebut. Mungkin juga Anda tidak memiliki cukup waktu untuk merawat taman secara intensif. Jika demikian halnya, taman kering bisa menjadi solusi. Berikut informasinya!</p> <h2><strong>1. Mantapkan konsep dasar lebih dulu</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Taman Kering/stars-2879602_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Taman kering pada prinsipnya adalah taman yang menggunakan <em>hardscape</em>, seperti batu alam bukan <em>softscape</em>, seperti rumput sebagai dasar taman, dan hanya menggunakan sedikit tanaman. Media tanam untuk taman kering tetaplah tanah, baik secara langsung maupun dalam pot. Taman kering bisa dibuat di mana saja, di luar maupun di dalam ruangan, pada area yang luas ataupun sempit. Seperti namanya, karakter taman ini cenderung kering, cukup sesekali saja disiram.   </p> <h2><strong>2. Pemilihan lokasi yang ideal di dalam rumah</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Taman Kering/gardening-109895_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Taman kering bisa ditempatkan di mana pun di setiap sudut rumah seberapa pun luasnya. Hal terpenting adalah area tersebut berpotensi mendapat cukup sinar matahari. Sebagai pilihan, misalnya taman kering bisa dirancang di bawah <em>void</em> atau dibuat <em>skylight</em> khusus untuk memasukkan cahaya matahari. Jika matahari benar-benar tidak memungkinkan masuk ke dalam rumah, plih media tanam dalam pot agar tanman dapat dikeluarkan sesekali. Tanaman pot yang fleksibel juga mengantispasi keinginan untuk sering merenovasi taman.</p> <h3><a href="/article/read/3-fakta-rumah-urban-solusi-pintar-untuk-manfaatkan-lahan-sempit" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 3 Fakta Rumah Urban, Solusi Pintar untuk Manfaatkan Lahan Sempit</strong></a></h3> <h2><strong>3. Bedakan antara material <em>hardscape</em> dan <em>softscape</em></strong></h2> <p><strong><em><img src="/images/cms//Taman Kering/best-of-Small-Indoor-Garden-Design-Ideas-1024x771.jpg" alt="" width="800" /></em></strong></p> <p><em>loyalwoods.com</em></p> <p>Komponen mati (<em>hardscape</em>) pada taman kering yang pertama harus diperhatikan adalah dasar taman. Pilihan material untuk dasar taman yang terbaik dan popular adalah batu alam, seperti batu koral atau batu pecah. Di pasaran tersedia batu koral dalam berbagai ukuran dan warna. Aneka ukuran dan warna batu bisa dimanfaatkan untuk menciptakan pola-pola taman yang menarik. Batuan berukuran lebih besar bisa dipilih sebagai pembatas ataupun aksen. Unsur <em>hardscape</em> lain, seperti patung dan lampu taman bisa ditambahkan sebagai elemen dekoratif.</p> <p>Komponen hidup (<em>softscape</em>) pada taman kering adalah berbagai jenis tanaman yang memiliki karakter khusus, berikut: mampu hidup dengan sedikit air (tidak mudah layu), tidak memerlukan perawatan khusus, dan memiliki daya tahan terhadap hama/penyakit. Tanaman besar, antara lain: palem, cemara udang, sikas/pakis haji, patah tulang, dan siklok. Tanaman sedang atau kecil, misalnya lili paris, lidah mertua/sanseviera, sri rejeki, pandan bali, dan kaktus. Tanaman berbunga, misalnya begonia, kaktus, bunga delapan dewa/euphorbia, dan kamboja jepang/adenium.</p> <h2><strong>4. Jangan lupakan perawatan</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Taman Kering/indoor_gardening_ideas_-_wall-mount_herb_garden_bobvila_com.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>bobvila.com</em></p> <p>Perawatan taman kering relatif mudah. Beberapa hal berikut perlu mendapat perhatian khusus. Perhatikan kebutuhan sinar matahari. Jika perlu tanaman dalam pot diletakkan di luar rumah untuk beberapa waktu. Kecukupan air juga harus diperhatikan, jangan sampai kekurangan ataupun kelebihan. Meski telah dipilih jenis tanaman yang tidak mudah layu, penyiraman 1-2 kali seminggu perlu dilakukan. Lakukan juga antisipasi terhadap hewan pengganggu, seperti semut, tikus.</p> <h3><a href="/article/read/mau-bangun-rumah-minimalis-di-lahan-sempit-perhatikan-4-hal-ini-dulu" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Mau Bangun Rumah Minimalis di Lahan Sempit? Perhatikan 4 Hal Ini Dulu</strong></a></h3>