Masuk

Tips

Beranda / Artikel
Search:

Agar Tak Makan Banyak Tempat, Perhatikan 5 Hal Ini Saat Bangun Carport
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p><em>Carport</em> merupakan struktur tertutup seperti atap yang memberi naungan terbatas dari hujan dan paparan matahari pada kendaraan yang diparkir di bawahnya. Saat kosong,<em> carport</em> juga dapat dimanfaatkan sebagai area bermain, olahraga, area jemur, dan sebagainya. Jika Anda berniat membangun <em>carport</em>, pertimbangkan beberapa aspek berikut:</p> <h2><strong>1. Letak</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Carport/9.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>thecanopyshop.co.uk</em></p> <p><em>Carport</em> dapat dibangun menempel pada salah satu dinding rumah atau berdiri sendiri, di depan, samping ataupun belakang rumah. Pastikan aksesibilitasnya memudahkan keluar masuk kendaraan. Hindari posisi <em>carport</em> yang mengganggu, misalnya mobil yang diparkir di bawahnya, menutup akses ke teras atau ruang tamu.</p> <h2><strong>2. Ukuran</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Carport/wash-concrete-2786284_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Sesuaikan ukuran <em>carport</em> dengan ukuran rata-rata kendaraan (mobil) termasuk untuk sirkulasi. Misalnya, ukuran <em>carport</em> untuk satu mobil sekitar 2,5m–3m × 5m–6m, di mana jarak dinding rumah dan tepi mobil (saat diparkir) minimal ± 120cm. Ketinggiannya bisa dibuat ± 2,5–3 meter.   </p> <h2><strong>3. Konstruksi</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Carport/backyard-playground-pergola-outdoor-structure-outdoor-play-equipment-230655-pxhere_com.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pxhere.com</em></p> <p>Struktur penahan atap harus kokoh, bisa berdiri sendiri dengan 4 tiang/lebih sesuai bentangnya. Tiang harus dicor kuat, minimal 50–60cm di dalam tanah. Konstruksi atap juga bisa menempel pada bangunan dengan sistem kantilever (atau diperkuat dengan beberapa tiang). Jika ingin meniadakan tiang, pilihlah struktur gantung dengan <em>sling</em> baja (<em>wirerope</em>).</p> <h3><a href="/article/read/walau-menggiurkan-tapi-3-makanan-ini-bahaya-jika-diminum-dengan-soda" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: Walau Menggiurkan, Tapi 3 Makanan Ini Bahaya Jika Diminum dengan Soda</a></h3> <h2><strong>4. Model</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Carport/18.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em><span class="irc_ho" dir="ltr">referensirumah.com</span></em></p> <p>Idealnya selaras dengan gaya bangunan sebab keberadaannya sangat memengaruhi tampilan atau fasad bangunan. Beberapa model atap<em> carport</em> misalnya kanopi beratap datar dengan kemiringan tertentu, bentuk pelana (<em>V</em> <em>shape</em>), bentuk lengkung, dan sebagainya. Dinding <em>carport</em> bersifat opsional, tergantung kebutuhan atau bisa sekaligus merupakan pagar pembatas.   </p> <h2><strong>5. Material</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Carport/construction-1914813_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Material <em>carport</em> yang ideal harus kuat dan tahan terhadap cuaca. Akan lebih baik jika memiliki nilai estetis. Pertimbangkan material berikut untuk setiap bagian <em>carport</em>.  <br />• <strong>Tiang dan rangka atap</strong>, harus dibuat dari material yang kuat dan tahan pengaruh luar seperti cuaca. Misalnya besi dan baja tahan karat, kayu ulin, beton, juga kombinasi dua atau lebih material.  <br />• <strong>Penutup atap</strong>, sebaiknya dipilih yang kuat dan tahan cuaca. Misalnya, fiber, polikarbonat, kaca, genting, beton cor, dan lain-lain. Ketahuilah, beberapa jenis struktur, misalnya struktur gantung, mensyaratkan penutup atap yang ringan.<br />• <strong>Lantai/landasan harus stabil</strong>, konstruksinya kuat menahan beban mobil, dan permukaannya tidak licin. Pilihan material, antara lain <em>conblock, grass block</em>, beton cor, dan sebagainya. Untuk mengantisipasi genangan air, kemiringan lantai ideal ±1–3%. Tanah harus padat dan stabil, namun perkerasan tak harus menyeluruh. Misalnya perkerasan hanya pada bagian lintasan roda (± 45–75cm), sisanya ditanami rumput atau diisi koral atau kerikil untuk media penyerapan air dan terlihat bersih.</p> <h3><a href="/article/read/agar-balkon-tak-terbengkalai-4-hal-ini-bisa-dilakukan" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: Agar Balkon Tak Terbengkalai, 4 Hal Ini Bisa Dilakukan</a></h3>
Agar Balkon Tak Terbengkalai, 4 Hal Ini Bisa Dilakukan
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Balkon cenderung berukuran terbatas dan aksesibilitasnya pun tidak seterbuka teras lantai satu, sehingga tidak seserbaguna teras. Namun banyak fungsi bisa dilekatkan pada balkon, antara lain sebagai berikut seperti yang dirangkum dari majalah Rumahku:</p> <h2>1. <strong>Manfaatkan balkon sebagai perluasan ruang</strong></h2> <p><img src="/images/cms//4 Cara Maksimalkan Balkon/pexels-photo-157043.jpeg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Anda bisa memanfaatkan balkon sebagai tambahan atau perluasan ruang yang terhubung, terutama jika ukuran rumah terbatas. Misalnya balkon dapat digunakan sebagai perluasan ruang makan atau ruang keluarga dengan meletakkan perabot yang sesuai. Jadi bila banyak tamu berkunjung teras lantai atas tersebut akan menambah daya tampung.    </p> <h2>2. <strong>Manfaatkan balkon untuk menikmati udara segar atau <em>view</em></strong></h2> <p><strong><em><img src="/images/cms//4 Cara Maksimalkan Balkon/pexels-photo-699967.jpeg" alt="" width="800" /></em></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Bila balkon terhubung dengan ruang tidur, manfaatkan sebagai sarana menikmati udara luar. Segera setelah bangun tidur Anda bisa menjangkau balkon dan menghirup udara segar atau sekedar menikmati pemandangan yang menarik.</p> <h3><a href="/article/read/tak-hanya-untuk-buka-tutup-fungsi-dan-jenis-pintu-ternyata-beragam" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: Tak Hanya untuk Buka Tutup, Fungsi dan Jenis Pintu Ternyata Beragam</a></h3> <h2>3. <strong>Manfaatkan balkon sebagai taman/kebun</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//4 Cara Maksimalkan Balkon/rsz_house-flower-window-home-balcony-facade-1415545-pxherecom.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pxhere.com</em></p> <p>Anda bisa berkebun atau menciptakan taman di area balkon. Pot-pot tanaman dapat diletakkan di lantai atau pagar balkon, dan bisa juga digantung. Selain menciptakan iklim mikro yang sejuk, taman balkon berpotensi mempercantik fasad. Keindahan taman bisa dinikmati dari dalam maupun luar rumah.</p> <h2>4. <strong>Manfaatkan balkon sebagai elemen estetis</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//4 Cara Maksimalkan Balkon/architecture-3320400_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Pengaruh balkon pada tampilan fasade tak dapat dihindari. Jadi, manfaatkan balkon untuk memperindah fasade. Hindari memanfaatkan balkon sebagai ruang tempat menumpuk barang tidak terpakai. Kecuali berada di area servis, hindari penggunaan balkon sebagai ruang jemur. </p> <h3><a href="/article/read/mau-beranda-jadi-ruang-multifungsi-perhatikan-3-hal-ini" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: Mau Beranda Jadi Ruang Multifungsi? Perhatikan 3 Hal Ini</a></h3>
Mau Beranda Jadi Ruang Multifungsi? Perhatikan 3 Hal Ini
<div class="text_post_block"> <div class="big-card"> <div class="big-card-content"> <p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Apakah semua beranda rumah Anda termanfaatkan dengan baik? Jika belum, coba maksimalkan fungsinya sesuai lokasi. Misalnya, beranda depan sebagai ruang tamu sementara atau tempat bersantai bagi keluarga. Tak ada salahnya sesekali menerima tamu di beranda dalam suasana relaks. Bersantai atau bercengkerama bersama keluarga di ruang semi terbuka dengan <em>view</em> alami dan hembusan angin segar tentu sangat nyaman dan akan menambah keharmonisan.  Memaksimalkan fungsi beranda mungkin berujung pada renovasi atau dekorasi ulang juga penambahan perabot. Untuk itu perhatikan beberapa hal berikut ini:</p> <h2><strong>1. Lakukan renovasi sesuai kebutuhan</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Maksimalkan Fungsi Beranda/pexels-photo-804392.jpeg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Renovasi beranda bisa mencakup renovasi besar atau kecil. Renovasi besar boleh jadi menyangkut perubahan atau perbaikan konstruksi tiang, kolom, dinding, maupun atap. Namun jika konstruksi dan luasan teras sudah cukup ideal, lakukan saja renovasi kecil, seperti mengganti cat, atau ubin untuk menciptakan suasana baru. Hal terpenting yang perlu diperhatikan agar teras memenuhi aspek fungsional adalah mengantisipasi teras dari tampias hujan atau gangguan silau matahari. Jika perlu perlebar teritis atau tambahkan kerai (<em>awning</em>).</p> <h2><strong>2. Tambahkan perabot sesuai fungsi</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Maksimalkan Fungsi Beranda/wicker-rocking-chair-50613_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Tetapkan fungsi beranda! Selanjutnya pilih jenis dan karakter furnitur yang menarik sesuai gaya hunian serta nyaman. Jika Anda ingin memaksimalkan beranda sebagai ruang tamu sementara, lebih tepat jika menambahkan set kursi dan <em>coffee table</em> daripada kursi goyang. <em>Chaise lounge</em> lebih pas dipajang di beranda kamar tidur. Bale-bale atau sofa tentu cocok untuk beranda belakang tempat keluarga bersantai, mengobrol, atau menikmati saat bersama, Pertimbangkan bentuk, ukuran, dan jumlah furnitur dengan luas beranda. Letakkan perabot seperlunya untuk menghindari kesan sumpek.</p> <h3><a href="/article/read/agar-rumah-tak-ambles-kenali-4-hal-terkait-mengurug-tanah-ini" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: Agar Rumah Tak Ambles, Kenali 4 Hal Terkait Mengurug Tanah Ini</a></h3> <h2><strong>3. Dekorasi ulang agar lebih atraktif</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Maksimalkan Fungsi Beranda/screened-porch-670263_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Dekorasi ulang beranda Anda agar tampil lebih atraktif. Berikut beberapa unsur yang dapat dipoles ulang untuk mempercantik teras rumah:</p> <p>• <strong>Elemen ruang</strong> seperti dinding, kolom, lantai, juga <em>railing</em> dapat dicat ulang dengan warna yang lebih atraktif atau dilapisi dengan material bertekstur unik seperti batu alam.      <br />• <em><strong>Furniture</strong></em> dapat dipoles ulang dengan warna yang lebih menarik atau diganti dengan model yang unik dan menarik sesuai fungsi, selera dan gaya arsitektur hunian.  <br />• <strong>Benda-benda seni</strong> dapat dipajang sebagai elemen dekoratif untuk memperindah beranda. Misalnya lukisan, patung, kain tradisional, bahkan topeng. <br />• <strong>Tanaman dalam pot </strong>dapat ditambahkan jika ingin beranda bernuansa alami atau tampil lebih segar. Pilihan bisa jatuh pada jenis tanaman berbunga ataupun tidak.  <br />• <strong>Pencahayaan</strong> pilihlah yang tidak hanya menerangi tetapi juga membuat beranda tampil lebih cantik lewat bentuk lampu atau warna cahaya. Misalnya,<em> chandelier</em>, dan lampion. </p> <p>Anda juga dapat menerapkan banyak fungsi lain. Misalnya, beranda belakang atau tengah pada rumah dengan <em>innercourt</em> dapat dimanfaatkan sebagai tempat bermain anak, ruang makan semi terbuka, ruang duduk, dan sebagainya. Sementara beranda kamar tidur yang bersifat privat dapat dimanfaatkan untuk mewadahi aktivitas santai yang lebih personal.</p> <h3><a href="/article/read/5-hal-penting-untuk-maksimalkan-fungsi-balkon-hunian-makin-nyaman" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 5 Hal Penting untuk Maksimalkan Fungsi Balkon, Hunian Makin Nyaman</strong></a></h3> </div> </div> </div>
5 Hal Penting untuk Maksimalkan Fungsi Balkon, Hunian Makin Nyaman
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Balkon dari bahasa Latin <em>balcone</em>, yang berarti jendela besar, dan selanjutnya merujuk pada teras yang ditinggikan (terdapat di lantai atas) yang menempel di sepanjang dinding bangunan. Berbeda dengan teras, balkon cenderung lebih tertutup. Biasanya balkon terhubung dengan satu atau lebih ruang, dan untuk mencapainya harus melalui ruang tersebut.</p> <p>Kadang kala balkon tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal karena tidak memenuhi syarat kenyamanan, keamanan, ataupun keindahan. Balkon akan berfungsi maksimal jika direncanakan dengan baik dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Berikut beberapa poin yang harus diperhatikan:</p> <h2>1. Keamanan struktur dan konstruksi</h2> <p><img src="/images/cms//Fungsi Balkon/balcony-2526221_1280.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Pastikan struktur atau konstruksi balkon benar-benar kuat untuk menerima beban berlebih seperti perabot, pot-pot tanaman, manusia, dan sebagainya.</p> <h2>2. Keamanan fungsi sehari-hari</h2> <p><img src="/images/cms//Fungsi Balkon/pexels-photo-347141.jpeg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Pastikan balkon aman dengan memasang pagar/<em>railing</em> yang kuat dan stabil. Pertimbangkan ketinggian pagar dan kerapatan jeruji (jika berbentuk teralis) agar aman untuk anak-anak.</p> <h2>3. Keamanan dari paparan sinar matahari dan perubahan cuaca</h2> <p><img src="/images/cms//Fungsi Balkon/balcony-3308365_1280.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Pertimbangkan orientasi saat meletakkan balkon agar tidak terpapar sinar matahari langsung; atau berikan perlindungan berupa atap serta kanopi yang memadai.</p> <h3><a href="/article/read/beri-kesan-hunian-kokoh-ini-hal-yang-perlu-dikenal-dari-batu-templek" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Beri Kesan Hunian Kokoh, Ini Hal yang Perlu Dikenal Dari Batu Templek</strong></a></h3> <h2>4. Estetika terhadap bangunan</h2> <p><img src="/images/cms//Fungsi Balkon/couple-690637_1280.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Letakkan balkon pada sisi bangunan yang menghadap ke arah <em>view</em> yang menarik.</p> <h2>5. Kelengkapan perabot untuk menunjang fungsi</h2> <p><img src="/images/cms//Fungsi Balkon/holiday-754153_1280.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Tambahkan perabot yang sesuai untuk menunjang fungsi yang diinginkan. Misalnya set meja makan, set sofa, <em>easy chair/lounge chair</em> dengan <em>coffee table</em>, dan lain-lain. Pilihlah perabot yang sesuai untuk area <em>semi-outdoor</em>.</p> <h3><a href="/article/read/agar-rumah-tak-ambles-kenali-4-hal-terkait-mengurug-tanah-ini" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: Agar Rumah Tak Ambles, Kenali 4 Hal Terkait Mengurug Tanah Ini</a></h3>
Agar Rumah Tak Ambles, Kenali 4 Hal Terkait Mengurug Tanah Ini
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Terkadang lokasi tanah yang akan dibangun berada di bawah permukaan jalan sehingga perlu diurug, karena lantai rumah yang akan dihuni nantinya sebisa mungkin berada di atas permukaan jalan agar nyaman untuk tempat tinggal.</p> <p>Prosedur pelaksanaan pengurugan ada 2 cara, yaitu setelah dan sebelum fondasi dikerjakan. Selain itu, ada 2 faktor pemilihan material urugan dan perhitungan ketinggian yang perlu diperhatikan. Dalam melaksanakan kedua prosedur ini kondisi medan menjadi pertimbangan yang utama. Cara mengurug dilakukan secara lapis demi lapis, idealnya digelar dengan ketebalan 20-30 cm kemudian dipadatkan dengan <em>stamper/compactor</em>. Semprot dengan sedikit air bila tanahnya kering. Berikut prosedur lengkapnya:</p> <h2><strong>1. Pengurugan setelah fondasi dikerjakan</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Pengerjaan Urugan/A_photo_on_ground_level_building_construction.JPG" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>wikimedia.org</em></p> <p>Untuk bangunan sederhana dengan kondisi medan yang tidak terlalu berat maka fondasi dikerjakan dulu dengan ketinggian yang sesuai dengan permukaan jalan, setelah itu baru diurug dengan tanah.</p> <h3><a href="/article/read/beri-kesan-hunian-kokoh-ini-hal-yang-perlu-dikenal-dari-batu-templek" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Beri Kesan Hunian Kokoh, Ini Hal yang Perlu Dikenal Dari Batu Templek</strong></a></h3> <h2><strong>2. Pengurugan sebelum fondasi dikerjakan</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Pengerjaan Urugan/rsz_sand-tractor-asphalt-construction-repair-vehicle-503999-pxherecom.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pxhere.com</em></p> <p>Untuk bangunan besar dengan kondisi medan yang berat maka tanah yang akan dibangun diurug dahulu, kemudian fondasi dikerjakan setelah tanahnya rata dan padat. Ada juga cara dengan membiarkan tanah memadat sendiri dalam waktu cukup lama, misal 1 tahun.</p> <h2><strong>3. Pemilihan tanah untuk material urugan</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Pengerjaan Urugan/rsz_work-landscape-sand-sky-wood-road-498550-pxherecom.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pxhere.com</em></p> <p>Jenis tanah urug yang baik adalah tanah berpasir yang terurai (bukan gumpalan), sehingga mudah dipadatkan. Selain itu untuk pemilihan tanah urugan yang baik harus mempertimbangkan jenis tanah. Tanah yang terlalu basah tidak bisa dipadatkan dengan baik. Jenis tanah urugan haruslah tanah yang tidak mengandung kotoran organik seperti rumput, sampah, pepohonan atau dedaunan karena akan berakibat penurunan. Penurunan ini sendiri terjadi karena sisa-sisa akar pepohonan dan daun mengalami dekomposisi/penguraian/pembusukan oleh alam, sehingga menimbulkan rongga berisi udara. Nah, rongga udara ini akan menurun ketika mengalami tekanan yang terus menerus dari atasnya.</p> <h2><strong>4. Perhitungan ketinggian yang harus presisi</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Pengerjaan Urugan/work-sand-field-asphalt-construction-vehicle-633844-pxhere_com.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pxhere.com</em></p> <p>Salah memilih dan mengukur ketinggian rumah dapat menyebabkan rumah menjadi tergenang saat curah hujan tinggi. Karena ketinggian air banjir ketika hujan lebat beragam untuk suatu daerah, sebaiknya elevasi dari rumah ditentukan dengan survey rumah-rumah di sekitarnya. Bila bukan daerah banjir umumnya ketinggian lantai rumah cukup dibuat 30 cm dan kamar mandi 25 cm dari punggung jalan.</p> <p><strong>Catatan penting:</strong></p> <p>Sebelum melaksanakan pekerjaan urugan maka permukaan tanah yang mengandung tumbuh-tumbuhan dan akar-akaran (humus) dikeruk dahulu diletakkan di luar bangunan agar tidak menyebabkan penurunan tanah atau ambles.</p> <h3><a href="/article/read/tak-hanya-untuk-buka-tutup-fungsi-dan-jenis-pintu-ternyata-beragam" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Tak Hanya untuk Buka Tutup, Fungsi dan Jenis Pintu Ternyata Beragam</strong></a></h3>
Tak Hanya untuk Buka Tutup, Fungsi dan Jenis Pintu Ternyata Beragam
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Pada sebuah hunian bisa dijumpai beragam pintu, seperti pintu utama (<em>main entrance</em>), pintu untuk kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan pintu antar ruang lain. Fungsi utama pintu adalah jalur keluar-masuk manusia dan barang. Fungsi lain yang mungkin melekat pada pintu, antara lain menjaga privasi dan keamanan, sarana masuknya cahaya alami serta jalur sirkulasi udara.</p> <p>Beragam pintu secara umum dikelompokkan atas jenis pintu ayun (<em>swing door</em>), pintu lipat (<em>folding door</em>), pintu geser (<em>sliding door</em>), pintu gulung (<em>rolling door</em>), pintu putar, dan juga pintu otomatis. Masing-masing jenis pintu dapat dibuat dengan bentuk dan ukuran menurut standar atau sesuai selera dan kebutuhan fungsional atau estetika.</p> <p>Sementara materialnya dibedakan atas material rangka, kusen dan daun pintu. Rangka/kusen pintu dapat dibuat dari material kayu, logam (besi, baja, aluminium,) atau bahan sintetis. Untuk daun pintu dapat dipilih material kayu, seperti kayu solid atau olahan (multiplek, triplek, dan sebagainya), beragam jenis kaca (kaca bening/polos, kaca berwarna, kaca patri/hias, kaca laminasi), ataupun bahan sintetis seperti akrilik, vinil, dan lainnya. Kombinasi material dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Berikut beberapa contohnya dikutip dari majalah Rumahku.</p> <h2><strong>1. Pintu utama bagian dari<em> </em>fasad</strong></h2> <p><img src="/images/cms///Macam dan Fungsi Pintu/architecture-house-window-building-home-wall-843569-pxhere_com.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pxhere.com</em></p> <p>Sebagai pengaman dan bagian estetika fasad, pintu utama perlu dirancang lebih spesial daripada pintu lain. Model pintu yang menampilkan kesan utama adalah pintu ayun bersayap rangkap. Kombinasi material kayu solid dan kaca—patri/<em>stained, film, graver</em>—untuk daun pintu dapat dipilih untuk menampilkan kesan elegan sekaligus estetis.  </p> <h2><strong>2. Pintu ayun kayu untuk kamar tidur</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Macam dan Fungsi Pintu/wood-floor-home-ceiling-entrance-furniture-1043300-pxhere_com.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Selain fleksibel, pintu ayun berpanel kayu solid ataupun olahan juga berkesan stabil dan kuat. Pintu demikian dapat tampil minimalis ataupun elegan tergantung <em>finishing</em> yang diberikan. Sebagai contoh, pintu kayu solid yang di<em>-finishing</em> pelitur dan melamik yang menonjolkan karakter serat dan warna alami akan menampilkan kesan natural nan estetis dan elegan.        </p> <h2><strong>3. Satukan ruang dengan pintu kaca lipat/geser</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Macam dan Fungsi Pintu/Elegant-dining-area-concealed-by-sliding-glass-doors-in-wooden-frame.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>decoist.com</em></p> <p>Pintu lipat atau pintu geser yang dipasang sepanjang dinding dapat dibuka untuk menyatukan dua ruang. Misalnya, antara ruang keluarga dan teras. Jika daun pintunya dibuat dari bahan kaca transparan maka pintu lipat/geser tersebut juga dapat menghubungkan dua ruang secara visual serta memasukkan terang alami tanpa harus membukanya. Kapan pun perlu menyatukan dua ruang tersebut secara fisik, Anda hanya perlu melipat/menggesernya.</p> <h3><a href="/article/read/manfaatkan-cahaya-alami-untuk-bangunan-hunian-jadi-hemat-listrik" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Manfaatkan Cahaya Alami untuk Bangunan, Hunian Jadi Hemat Listrik</strong></a></h3> <h2><strong>4. Pintu geser untuk hunian terbatas</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Macam dan Fungsi Pintu/Rustic-kids-bedroom-with-bunk-beds-and-a-smart-sliding-door.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>decoist.com</em></p> <p>Pada hunian sempit, pintu antar ruang sering ditiadakan. Akibanya privasi ruang berkurang. Pintu geser (<em>sliding doo</em>r) dapat menjadi solusi cerdas untuk masalah tersebut. Pintu geser tidak perlu ruang seluas <em>swing/folding</em> door, selain itu juga menampilkan kesan bersih dan rapi.   </p> <h2><strong>5. Pintu anti karat dan tahan rayap untuk area basah</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Macam dan Fungsi Pintu/pocket-door-for-bathroom_suitcase-door-for-bathroom-interior-doors-bathroom-duffel-bag-door-for-bathroom-bathroom-pocket-door-lowes-bi-fold-bathroom-doors_large.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>debbar.us</em></p> <p>Kesal dengan ulah rayap dan kunjungan banjir? Pintu berbahan kaca, PVC, aluminium dan <em>fiberglass</em> tentu menjadi pilihan yang berpihak. Material tersebut tidak disukai rayap dan  anti karat. Kini desainnya pun telah banyak berkembang hingga tampil semakin menarik.</p> <p>Selain fungsi utama, beberapa fungsi lain mungkin melekat pada sebuah pintu sehingga akan mempengaruhi model desain dan materialnya. Pertimbangkan jenis, model dan material pintu sesuai fungsi, kebutuhan ataupun selera Anda.</p> <h3><a href="/article/read/beri-kesan-hunian-kokoh-ini-hal-yang-perlu-dikenal-dari-batu-templek" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: Beri Kesan Hunian Kokoh, Ini Hal yang Perlu Dikenal Dari Batu Templek</a></h3>
Beri Kesan Hunian Kokoh, Ini Hal yang Perlu Dikenal Dari Batu Templek
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Di antara material alami, salah satu yang populer adalah batu alam. Ada banyak ragam batu alam yang sudah jamak dimanfaatkan dalam bidang arsitektur sebagai material struktural maupun elemen dekoratif. Misalnya batu kali, granit, marmer, andesit, koral, tempel/templek, andesit, candi, dan sebagainya. Batu templek termasuk yang kini banyak diminati. Apa dan bagaimana karakternya? Di mana dan bagaimana batu templek diaplikasikan? Simak informasi yang telah dikutip dari majalah Rumahku berikut:</p> <h2><strong>Karakter batu templek</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Aplikasi Batu Templek/pexels-photo-298723.jpeg" width="800" /></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Batu templek/tempel sebenarnya berasal dari batu sabak, yaitu batuan metamof yang terbentuk karena perubahan tekanan dan suhu panas bumi yang sangat tinggi. Bongkahan batu sabak yang ditambang dari gunung atau bukit memiliki susunan berlapis-lapis sehingga dapat dibelah menjadi lempengan-lempengan pipih. Lempengan itulah yang kemudian disebut sebagai batu templek atau batu lempeng.</p> <p>Batu templek memiliki pori-pori kecil dengan tekstur sedang sampai halus. Warnanya cukup bervariasi tergantung daerah penambangan. Ada yang berwarna hitam, abu-abu, hijau tua, merah tua, hitam kecoklatan, hitam kemerahan, hitam kekuningan, juga hitam keabu-abuan. Tekstur dan warna-warna khas itulah yang menjadi daya tarik karena menghadirkan kesan alami yang sangat kuat.</p> <h2><strong>Aplikasi batu templek</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Aplikasi Batu Templek/home-design-ideas-stone-walls-decor-installation-interior_1448968.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>dma-upd.org</em></p> <p>Secara arsitektural, batu templek biasa digunakan sebagai material <em>finishing </em>lantai atau dinding, baik pada bagian eksterior maupun interior. Pada bagian luar dapat diaplikasikan pada pagar, tiang/kolom, lantai dan dinding teras, garasi, <em>carport</em>, kolam, dan sebagainya. Selain menciptakan kesan alami, aplikasi batu templek pada bidang-bidang eksterior membuat bangunan terkesan lebih kokoh.</p> <p>Untuk ruang dalam, meskipun sebelumnya aplikasi batu templek kurang populer, kini bahkan menjadi tren tersendiri. Aplikasinya sebagai pelapis akhir lantai dan dinding menyebar dari ruang publik/semi publik—seperti foyer, ruang tamu dan ruang duduk—hingga dapur dan kamar mandi.  </p> <p>Selain untuk <em>finishing</em> lantai dan dinding yang menghadirkan kesan alami, batu templek juga dapat dimanfaatkan sebagai unsur dekoratif atau ornamen pada bidang atau area tertentu. Karakternya yang kuat juga membuatnya tampil mencolok sebagai aksen yang menghalau kesan monoton pada rumah minimalis.</p> <h3><a href="/article/read/tak-lagi-dianggap-kumuh-tembok-bata-ekspos-bikin-rumah-lebih-estetis" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: Tak Lagi Dianggap Kumuh, Tembok Bata Ekspos Bikin Rumah Lebih Estetis</a></h3> <h2><strong>Pertimbangan aplikasi batu templek</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Aplikasi Batu Templek/21_Concrete_interior_rooang_com.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>dma-upd.org</em></p> <p>Sebelum mengaplikasikan batu templek pada permukaan lantai atau dinding rumah, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui dan dipertimbangkan.<br />• Pilih bidang eksterior atau interior yang tepat untuk mendapat <em>finishing</em> batu templek. Misalnya terekspos, sehingga kehadirannya dapat menambah nilai estetika hunian.<br />• Pilihlah batu templek berkualitas baik dengan warna dan tekstur yang menarik, demikian pula dengan kualitas semen sebagai bahan perekatnya.   <br />• Pertimbangkan berat batu templek jika hendak mengaplikasikan pada bagian rumah yang struktur atau konstruksinya kurang mendukung.<br />• Pastikan pemasangan batu templek dilakukan oleh tukang yang berpengalaman.   <br />• Pastikan batu templek mendapat pelapisan <em>coating</em> anti jamur dan lumut, serta lakukan pembersihan secara rutin agar selalu tampak bersih dan berkilau.</p> <h3><a href="/article/read/manfaatkan-cahaya-alami-untuk-bangunan-hunian-jadi-hemat-listrik" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Manfaatkan Cahaya Alami untuk Bangunan, Hunian Jadi Hemat Listrik</strong></a></h3>
Tak Lagi Dianggap Kumuh, Tembok Bata Ekspos Bikin Rumah Lebih Estetis
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Bata telah digunakan sebagai material pembentuk dinding selama ribuan tahun. Biasanya dinding diplester dan diaci, lalu dalam perkembangannya juga dilapisi lagi dengan cat. Hingga pada era modern, beberapa arsitek menemukan keindahan dinding bata tanpa<em> finishing </em>(bata ekspos) yang semakin digemari hingga kini. Sebenarnya apa kelebihan dinding bata ekspos dan hal-hal apa yang sebaiknya diketahui sebelum mengaplikasikannya pada hunian kita? Berikut penjelasannya, dirangkum dari rumahku.com</p> <h2><strong>Plus-Minus Dinding Bata Ekspos</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Bata Ekpos/house-2567680_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Dinding bata ekspos tampil dalam karakter asli yang unik.yang terpancar lewat warna, bentuk susunan, juga teksturnya. Tampilannya menciptakan hunian yang unik dan artistik, bernuansa natural dan eksotis, serta tak lekang oleh waktu. Bata ekspos dapat diaplikasikan pada sebagian dinding sebagai elemen dekoratif atau aksen. Anda juga dapat mengaplikasikannya pada seluruh dinding rumah untuk menegaskan konsep natural atau sesuai konteks lingkungan alami, atau untuk mengekspresikan gaya tertentu.</p> <p>Biaya material dinding bata ekspos relatif lebih murah, karena berkurangnya biaya plester, aci, juga plamur dan pengecatan. Namun di sisi lain untuk menghasilkan susunan bata ekspos yang presisi, rapi dan menarik, pemasangan harus dilakukan dengan sangat teliti dan hati-hati. Anda harus menggunakan tenaga profesional yang sangat ahli, yang pasti lebih mahal. Selain itu waktu pemasangan juga relatif lebih lama. Sementara untuk mengantisipasi jamur, lumut dan juga debu serta kotoran, Anda memerlukan lapisan <em>coating</em> sebagai finishing.</p> <h3><a href="/article/read/mengenal-teralis-memperkuat-keamanan-bangunan-anda-dari-masa-ke-masa" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Mengenal Teralis, Memperkuat Keamanan Bangunan Anda dari Masa ke Masa</strong></a></h3> <h2><strong>Jenis dan Karakter Bata</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Bata Ekpos/2017-07-06-07-21-22.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixnio.com</em></p> <p>Bata terbuat dari bahan baku alami berupa tanah liat/lempung yang dibentuk secara manual atau dengan mesin, lalu dibakar pada suhu tinggi hingga kering. Perbedaan karakter tanah liat yang berbeda-beda di tiap daerah akan menghasilkan bata dengan karakter berbeda pula (warna, tekstur, juga kekuatan). Agar tampilannya relatif seragam atau tidak belang, sebaiknya bata didatangkan dari satu produsen atau daerah penghasil. Di pasaran dikenal beberapa kelompok bata, yaitu bata merah biasa, bata hias atau ekspose dan terakota. Untuk keperluan dinding ekspos disarankan memilih jenis bata hias. Bata hias dibuat dengan mesin <em>press</em> yang menghasilkan ukuran seragam serta lebih presisi. Dibandingkan dengan bata biasa, tekstur bata hias lebih halus dan jauh lebih padat dengan pori-pori relatif lebih kecil, juga lebih kuat. Tetapi di antara ketiganya, terakota memiliki presisi, keseragaman dan tampilan warna paling indah, namun harganya relatif lebih mahal.</p> <p>Ada beberapa variasi ukuran bata, antara lain: 4×10×19 cm; 5×10×20 cm; 5×10×22 cm; 5×11×23 cm; 5,5×12×24 cm; dan sebagainya. Jika hendak membuat dinding bata ekspos, pastikan Anda menyiapkan satu ukuran yang sama persis sehingga tercipta susunan bata yang rapi dan presisi.</p> <h3><a href="/article/read/kontur-lahan-bangunan-tidak-rata-desain-jenis-ini-jadi-solusinya" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Kontur Lahan Bangunan Tidak Rata? Desain Jenis Ini Jadi Solusinya</strong></a></h3>
Manfaatkan Cahaya Alami untuk Bangunan, Hunian Jadi Hemat Listrik
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Wilayah tropis di Indonesia, di mana mataharinya bersinar terang sepanjang tahun harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Terang alami adalah aspek penting dalam arsitektur, termasuk dalam perencanaan rumah tinggal. Dengan memasukkan cahaya alami, interior rumah akan tampak lebih terang dan lapang, juga higienis. Pemanfaatan terang alami (<em>daylighting</em>) secara maksimal dari pagi hingga sore hari juga akan menghemat penggunaan energi listrik.</p> <p>Agar dapat memaksimalkan masuknya cahaya alami, sebaiknya buatlah desain bangunan dan tata ruang dalam yang mendukung. Dilansir dari rumahko.com, berikut adalah hal-hal yang harus Anda pertimbangkan:</p> <h2><strong>Orientasi dan desain bangunan.</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Cahaya Alami Bangunan/pexels-photo-358636.jpeg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Terkait upaya memasukkan cahaya alami, orientasi bangunan yang relatif ideal adalah yang tidak langsung menghadap arah pergerakan matahari (timur-barat). Misalnya, utara-selatan, tenggara-barat laut, dan sebagainya. Alasannya, pada orientasi tersebut intensitas matahari jauh lebih rendah, sehingga Anda lebih bebas membuat bukaan (pintu dan jendela) dan dinding transparan untuk memasukkan cahaya alami, tanpa khawatir terlalu panas atau silau. Bila tidak mungkin untuk memilih orientasi bangunan, pertimbangkan desain bangunan dan penataan ruang. Fasad yang menghadap ke timur bisa dibuat lebih ringan dan transparan, sementara sisi bangunan yang menghadap barat bisa dibuat lebih solid dan masif. Jika panas atau silau masih mengganggu, rancang elemen arsitektur untuk memberikan pembayangan parsial seperti dinding pelapis kedua (<em>secondary skin</em>), overstek, kisi-kisi, dan lain sebagainya.</p> <h3><a href="/article/read/kontur-lahan-bangunan-tidak-rata-desain-jenis-ini-jadi-solusinya" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Kontur Lahan Bangunan Tidak Rata? Desain Jenis Ini Jadi Solusinya</strong></a></h3> <h2><strong>Maksimalkan elemen penangkap cahaya alami.</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Cahaya Alami Bangunan/pexels-photo-143999.jpeg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Cara termudah membebaskan masuknya cahaya alami ke dalam bangunan, adalah dengan membuat bukaan seperti pintu atau jendela dan juga dinding transparan, dinding kaca atau material transparan lain, seperti akrilik, fiberglass, polikarbonat, dan sebagainya. Selain bukaan pada sisi dinding bangunan berupa pintu dan jendela, elemen arsitektur yang dapat diaplikasikan untuk memasukkan cahaya alami adalah <em>skylight</em>—bukaan/ventilasi pada atap bangunan yang ditutup dengan material transparan. Selain memasukkan cahaya, <em>skylight</em> juga berpotensi menambah nilai estetika bangunan. Juga pertimbangkan cara paling tepat untuk membuat hunian Anda berlimpah cahaya alami dari pagi hingga sore hari, namun kenyamanan termal dan visual tetap terjaga.</p> <h3><a href="/article/read/mengenal-teralis-memperkuat-keamanan-bangunan-anda-dari-masa-ke-masa" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Mengenal Teralis, Memperkuat Keamanan Bangunan Anda dari Masa ke Masa</strong></a></h3>
Kontur Lahan Bangunan Tidak Rata? Desain Jenis Ini Jadi Solusinya
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Terbatasnya luas lahan yang ada saat ini, membuat orang-orang cenderung memanfaatkan lahan sesuai kondisi yang ada. Kondisi yang sangat pas dan ideal, adalah saat lahan yang ada rata dengan kondisi tanah solid, sehingga memudahkan dalam desain serta pembuatan fondasi. Tapi, tidak semua orang memiliki lahan yang demikian. Seringnya, lahan berkontur tidak rata. Nah, daripada mengeluarkan biaya untuk menguruk dan meratakan lahan, sebaiknya bangunan didesain secara <em>split level</em>. Seperti apa konsep <em>split level</em> itu? Berikut penjelasannya:        </p> <h2><strong><em>Split Level</em> untuk Lahan Berkontur</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Split Level Hunian/contemporary-affalterwang-liebel5.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>homedit.com</em></p> <p>Bila lahan rumah Anda berada di kawasan berkontur atau tidak rata, jangan terburu-buru meratakannya. Sebagai upaya menyiasatinya, buatlah rancangan rumah tinggal dengan <a href="/article/read/3-fakta-desain-split-level-cara-cerdik-dan-murah-atasi-lahan-sempit" target="_blank" rel="noopener">konsep <em>split level</em></a>. Selain ramah lingkungan karena meminimalkan pengurugan atau penggalian tanah, aplikasi lantai berjenjang bakal membuat rumah Anda tampil lebih estetis dan sangat serasi dengan lingkungan berkontur.</p> <h3><a href="/article/read/atasi-hunian-gelap-dengan-skylight-fungsional-dan-estetis" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Atasi Hunian Gelap dengan Skylight, Fungsional dan Estetis</strong></a></h3> <h2><strong><em>Split Level</em> untuk Kesan Dinamis</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Fungsi Split Level/day-bed-on-wheels-on-a-split-level-living-room.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>homedit.com</em></p> <p>Bila hunian Anda berdiri di atas lahan datar dan terasa monoton dengan lantai yang sama tinggi dari bagian depan hingga belakang, aplikasikan <em>split level</em> untuk membuatnya lebih dinamis. Perbedaan tinggi lantai (naik-turun) meski cuma beberapa puluh sentimeter juga berpotensi menciptakan variasi tatanan interior yang tidak membosankan. Bahkan pada hunian dua lantai, <em>split level</em> dapat membuat hunian tampak lebih atraktif. Anda dapat membuat variasi di sekitar tangga penghubung antara lantai satu dan dua. Sebagai contoh, Anda bisa memperlebar area bordes dan membuatnya sebagai ruang antara yang fungsional, misalnya untuk menyimpan koleksi benda seni atau dirombak menjadi ruang baca mini.   </p> <h2><strong><em>Split Level</em> untuk Hunian Terbatas</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Split Level Hunian/dzgbc0bcd9643ee97a6aaa8a825c6c1c678.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>deccoria.pl</em></p> <p>Bila hunian Anda relatif sempit, aplikasi <em>split level</em> akan membantu Anda menciptakan kesan hunian yang jauh lebih lapang. Bagaimana caranya? Hilangkan partisi antar ruang (terutama ruang yang bersifat publik atau semi publik), lalu buat perbedaan ketinggian lantai untuk memisahkannya. Permainan ketinggian level secara otomatis akan menandai perbedaan fungsi ruang. Sebagai contoh, Anda bisa membuat beda level antara ruang makan dan <em>pantry</em>, antara ruang duduk dan ruang makan, dan sebagainya.  <br /> <br />Bangunan dengan <em>split level,</em> artinya memiliki satu atau beberapa ruang dengan ketinggian berbeda dengan ruang lain. Pada awalnya istilah <em>split level</em> merujuk pada lantai setengah di antara lantai dan plafon, atau antara lantai satu dan dua. <em>Split level</em> menjadi solusi bagi beberapa masalah, seperti lahan berkontur, kesan monoton, juga untuk memberi kesan lebih luas. Sebagai catatan, aplikasi <em>split level</em> harus mempertimbangkan faktor keamanan dan kenyamanan, terutama bagi para lansia dan anak-anak. Gunakan sarana seperti pembuatan <em>railing</em> pada tepian ruang; variasi warna dan tekstur lantai untuk memperjelas perbedaan level, dan sebagainya.</p> <h3><a href="/article/read/mengenal-teralis-memperkuat-keamanan-bangunan-anda-dari-masa-ke-masa" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Mengenal Teralis, Memperkuat Keamanan Bangunan Anda dari Masa ke Masa</strong></a></h3>