Masuk

Tips

Beranda / Artikel
Search:

5 Hal Penting untuk Maksimalkan Fungsi Balkon, Hunian Makin Nyaman
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Balkon dari bahasa Latin <em>balcone</em>, yang berarti jendela besar, dan selanjutnya merujuk pada teras yang ditinggikan (terdapat di lantai atas) yang menempel di sepanjang dinding bangunan. Berbeda dengan teras, balkon cenderung lebih tertutup. Biasanya balkon terhubung dengan satu atau lebih ruang, dan untuk mencapainya harus melalui ruang tersebut.</p> <p>Kadang kala balkon tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal karena tidak memenuhi syarat kenyamanan, keamanan, ataupun keindahan. Balkon akan berfungsi maksimal jika direncanakan dengan baik dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Berikut beberapa poin yang harus diperhatikan:</p> <h2>1. Keamanan struktur dan konstruksi</h2> <p><img src="/images/cms//Fungsi Balkon/balcony-2526221_1280.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Pastikan struktur atau konstruksi balkon benar-benar kuat untuk menerima beban berlebih seperti perabot, pot-pot tanaman, manusia, dan sebagainya.</p> <h2>2. Keamanan fungsi sehari-hari</h2> <p><img src="/images/cms//Fungsi Balkon/pexels-photo-347141.jpeg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Pastikan balkon aman dengan memasang pagar/<em>railing</em> yang kuat dan stabil. Pertimbangkan ketinggian pagar dan kerapatan jeruji (jika berbentuk teralis) agar aman untuk anak-anak.</p> <h2>3. Keamanan dari paparan sinar matahari dan perubahan cuaca</h2> <p><img src="/images/cms//Fungsi Balkon/balcony-3308365_1280.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Pertimbangkan orientasi saat meletakkan balkon agar tidak terpapar sinar matahari langsung; atau berikan perlindungan berupa atap serta kanopi yang memadai.</p> <h3><a href="/article/read/beri-kesan-hunian-kokoh-ini-hal-yang-perlu-dikenal-dari-batu-templek" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Beri Kesan Hunian Kokoh, Ini Hal yang Perlu Dikenal Dari Batu Templek</strong></a></h3> <h2>4. Estetika terhadap bangunan</h2> <p><img src="/images/cms//Fungsi Balkon/couple-690637_1280.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Letakkan balkon pada sisi bangunan yang menghadap ke arah <em>view</em> yang menarik.</p> <h2>5. Kelengkapan perabot untuk menunjang fungsi</h2> <p><img src="/images/cms//Fungsi Balkon/holiday-754153_1280.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Tambahkan perabot yang sesuai untuk menunjang fungsi yang diinginkan. Misalnya set meja makan, set sofa, <em>easy chair/lounge chair</em> dengan <em>coffee table</em>, dan lain-lain. Pilihlah perabot yang sesuai untuk area <em>semi-outdoor</em>.</p> <h3><a href="/article/read/agar-rumah-tak-ambles-kenali-4-hal-terkait-mengurug-tanah-ini" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: Agar Rumah Tak Ambles, Kenali 4 Hal Terkait Mengurug Tanah Ini</a></h3>
Agar Rumah Tak Ambles, Kenali 4 Hal Terkait Mengurug Tanah Ini
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Terkadang lokasi tanah yang akan dibangun berada di bawah permukaan jalan sehingga perlu diurug, karena lantai rumah yang akan dihuni nantinya sebisa mungkin berada di atas permukaan jalan agar nyaman untuk tempat tinggal.</p> <p>Prosedur pelaksanaan pengurugan ada 2 cara, yaitu setelah dan sebelum fondasi dikerjakan. Selain itu, ada 2 faktor pemilihan material urugan dan perhitungan ketinggian yang perlu diperhatikan. Dalam melaksanakan kedua prosedur ini kondisi medan menjadi pertimbangan yang utama. Cara mengurug dilakukan secara lapis demi lapis, idealnya digelar dengan ketebalan 20-30 cm kemudian dipadatkan dengan <em>stamper/compactor</em>. Semprot dengan sedikit air bila tanahnya kering. Berikut prosedur lengkapnya:</p> <h2><strong>1. Pengurugan setelah fondasi dikerjakan</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Pengerjaan Urugan/A_photo_on_ground_level_building_construction.JPG" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>wikimedia.org</em></p> <p>Untuk bangunan sederhana dengan kondisi medan yang tidak terlalu berat maka fondasi dikerjakan dulu dengan ketinggian yang sesuai dengan permukaan jalan, setelah itu baru diurug dengan tanah.</p> <h3><a href="/article/read/beri-kesan-hunian-kokoh-ini-hal-yang-perlu-dikenal-dari-batu-templek" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Beri Kesan Hunian Kokoh, Ini Hal yang Perlu Dikenal Dari Batu Templek</strong></a></h3> <h2><strong>2. Pengurugan sebelum fondasi dikerjakan</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Pengerjaan Urugan/rsz_sand-tractor-asphalt-construction-repair-vehicle-503999-pxherecom.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pxhere.com</em></p> <p>Untuk bangunan besar dengan kondisi medan yang berat maka tanah yang akan dibangun diurug dahulu, kemudian fondasi dikerjakan setelah tanahnya rata dan padat. Ada juga cara dengan membiarkan tanah memadat sendiri dalam waktu cukup lama, misal 1 tahun.</p> <h2><strong>3. Pemilihan tanah untuk material urugan</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Pengerjaan Urugan/rsz_work-landscape-sand-sky-wood-road-498550-pxherecom.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pxhere.com</em></p> <p>Jenis tanah urug yang baik adalah tanah berpasir yang terurai (bukan gumpalan), sehingga mudah dipadatkan. Selain itu untuk pemilihan tanah urugan yang baik harus mempertimbangkan jenis tanah. Tanah yang terlalu basah tidak bisa dipadatkan dengan baik. Jenis tanah urugan haruslah tanah yang tidak mengandung kotoran organik seperti rumput, sampah, pepohonan atau dedaunan karena akan berakibat penurunan. Penurunan ini sendiri terjadi karena sisa-sisa akar pepohonan dan daun mengalami dekomposisi/penguraian/pembusukan oleh alam, sehingga menimbulkan rongga berisi udara. Nah, rongga udara ini akan menurun ketika mengalami tekanan yang terus menerus dari atasnya.</p> <h2><strong>4. Perhitungan ketinggian yang harus presisi</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Pengerjaan Urugan/work-sand-field-asphalt-construction-vehicle-633844-pxhere_com.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pxhere.com</em></p> <p>Salah memilih dan mengukur ketinggian rumah dapat menyebabkan rumah menjadi tergenang saat curah hujan tinggi. Karena ketinggian air banjir ketika hujan lebat beragam untuk suatu daerah, sebaiknya elevasi dari rumah ditentukan dengan survey rumah-rumah di sekitarnya. Bila bukan daerah banjir umumnya ketinggian lantai rumah cukup dibuat 30 cm dan kamar mandi 25 cm dari punggung jalan.</p> <p><strong>Catatan penting:</strong></p> <p>Sebelum melaksanakan pekerjaan urugan maka permukaan tanah yang mengandung tumbuh-tumbuhan dan akar-akaran (humus) dikeruk dahulu diletakkan di luar bangunan agar tidak menyebabkan penurunan tanah atau ambles.</p> <h3><a href="/article/read/tak-hanya-untuk-buka-tutup-fungsi-dan-jenis-pintu-ternyata-beragam" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Tak Hanya untuk Buka Tutup, Fungsi dan Jenis Pintu Ternyata Beragam</strong></a></h3>
Tak Hanya untuk Buka Tutup, Fungsi dan Jenis Pintu Ternyata Beragam
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Pada sebuah hunian bisa dijumpai beragam pintu, seperti pintu utama (<em>main entrance</em>), pintu untuk kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan pintu antar ruang lain. Fungsi utama pintu adalah jalur keluar-masuk manusia dan barang. Fungsi lain yang mungkin melekat pada pintu, antara lain menjaga privasi dan keamanan, sarana masuknya cahaya alami serta jalur sirkulasi udara.</p> <p>Beragam pintu secara umum dikelompokkan atas jenis pintu ayun (<em>swing door</em>), pintu lipat (<em>folding door</em>), pintu geser (<em>sliding door</em>), pintu gulung (<em>rolling door</em>), pintu putar, dan juga pintu otomatis. Masing-masing jenis pintu dapat dibuat dengan bentuk dan ukuran menurut standar atau sesuai selera dan kebutuhan fungsional atau estetika.</p> <p>Sementara materialnya dibedakan atas material rangka, kusen dan daun pintu. Rangka/kusen pintu dapat dibuat dari material kayu, logam (besi, baja, aluminium,) atau bahan sintetis. Untuk daun pintu dapat dipilih material kayu, seperti kayu solid atau olahan (multiplek, triplek, dan sebagainya), beragam jenis kaca (kaca bening/polos, kaca berwarna, kaca patri/hias, kaca laminasi), ataupun bahan sintetis seperti akrilik, vinil, dan lainnya. Kombinasi material dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Berikut beberapa contohnya dikutip dari majalah Rumahku.</p> <h2><strong>1. Pintu utama bagian dari<em> </em>fasad</strong></h2> <p><img src="/images/cms///Macam dan Fungsi Pintu/architecture-house-window-building-home-wall-843569-pxhere_com.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pxhere.com</em></p> <p>Sebagai pengaman dan bagian estetika fasad, pintu utama perlu dirancang lebih spesial daripada pintu lain. Model pintu yang menampilkan kesan utama adalah pintu ayun bersayap rangkap. Kombinasi material kayu solid dan kaca—patri/<em>stained, film, graver</em>—untuk daun pintu dapat dipilih untuk menampilkan kesan elegan sekaligus estetis.  </p> <h2><strong>2. Pintu ayun kayu untuk kamar tidur</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Macam dan Fungsi Pintu/wood-floor-home-ceiling-entrance-furniture-1043300-pxhere_com.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Selain fleksibel, pintu ayun berpanel kayu solid ataupun olahan juga berkesan stabil dan kuat. Pintu demikian dapat tampil minimalis ataupun elegan tergantung <em>finishing</em> yang diberikan. Sebagai contoh, pintu kayu solid yang di<em>-finishing</em> pelitur dan melamik yang menonjolkan karakter serat dan warna alami akan menampilkan kesan natural nan estetis dan elegan.        </p> <h2><strong>3. Satukan ruang dengan pintu kaca lipat/geser</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Macam dan Fungsi Pintu/Elegant-dining-area-concealed-by-sliding-glass-doors-in-wooden-frame.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>decoist.com</em></p> <p>Pintu lipat atau pintu geser yang dipasang sepanjang dinding dapat dibuka untuk menyatukan dua ruang. Misalnya, antara ruang keluarga dan teras. Jika daun pintunya dibuat dari bahan kaca transparan maka pintu lipat/geser tersebut juga dapat menghubungkan dua ruang secara visual serta memasukkan terang alami tanpa harus membukanya. Kapan pun perlu menyatukan dua ruang tersebut secara fisik, Anda hanya perlu melipat/menggesernya.</p> <h3><a href="/article/read/manfaatkan-cahaya-alami-untuk-bangunan-hunian-jadi-hemat-listrik" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Manfaatkan Cahaya Alami untuk Bangunan, Hunian Jadi Hemat Listrik</strong></a></h3> <h2><strong>4. Pintu geser untuk hunian terbatas</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Macam dan Fungsi Pintu/Rustic-kids-bedroom-with-bunk-beds-and-a-smart-sliding-door.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>decoist.com</em></p> <p>Pada hunian sempit, pintu antar ruang sering ditiadakan. Akibanya privasi ruang berkurang. Pintu geser (<em>sliding doo</em>r) dapat menjadi solusi cerdas untuk masalah tersebut. Pintu geser tidak perlu ruang seluas <em>swing/folding</em> door, selain itu juga menampilkan kesan bersih dan rapi.   </p> <h2><strong>5. Pintu anti karat dan tahan rayap untuk area basah</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Macam dan Fungsi Pintu/pocket-door-for-bathroom_suitcase-door-for-bathroom-interior-doors-bathroom-duffel-bag-door-for-bathroom-bathroom-pocket-door-lowes-bi-fold-bathroom-doors_large.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>debbar.us</em></p> <p>Kesal dengan ulah rayap dan kunjungan banjir? Pintu berbahan kaca, PVC, aluminium dan <em>fiberglass</em> tentu menjadi pilihan yang berpihak. Material tersebut tidak disukai rayap dan  anti karat. Kini desainnya pun telah banyak berkembang hingga tampil semakin menarik.</p> <p>Selain fungsi utama, beberapa fungsi lain mungkin melekat pada sebuah pintu sehingga akan mempengaruhi model desain dan materialnya. Pertimbangkan jenis, model dan material pintu sesuai fungsi, kebutuhan ataupun selera Anda.</p> <h3><a href="/article/read/beri-kesan-hunian-kokoh-ini-hal-yang-perlu-dikenal-dari-batu-templek" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: Beri Kesan Hunian Kokoh, Ini Hal yang Perlu Dikenal Dari Batu Templek</a></h3>
Beri Kesan Hunian Kokoh, Ini Hal yang Perlu Dikenal Dari Batu Templek
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Di antara material alami, salah satu yang populer adalah batu alam. Ada banyak ragam batu alam yang sudah jamak dimanfaatkan dalam bidang arsitektur sebagai material struktural maupun elemen dekoratif. Misalnya batu kali, granit, marmer, andesit, koral, tempel/templek, andesit, candi, dan sebagainya. Batu templek termasuk yang kini banyak diminati. Apa dan bagaimana karakternya? Di mana dan bagaimana batu templek diaplikasikan? Simak informasi yang telah dikutip dari majalah Rumahku berikut:</p> <h2><strong>Karakter batu templek</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Aplikasi Batu Templek/pexels-photo-298723.jpeg" width="800" /></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Batu templek/tempel sebenarnya berasal dari batu sabak, yaitu batuan metamof yang terbentuk karena perubahan tekanan dan suhu panas bumi yang sangat tinggi. Bongkahan batu sabak yang ditambang dari gunung atau bukit memiliki susunan berlapis-lapis sehingga dapat dibelah menjadi lempengan-lempengan pipih. Lempengan itulah yang kemudian disebut sebagai batu templek atau batu lempeng.</p> <p>Batu templek memiliki pori-pori kecil dengan tekstur sedang sampai halus. Warnanya cukup bervariasi tergantung daerah penambangan. Ada yang berwarna hitam, abu-abu, hijau tua, merah tua, hitam kecoklatan, hitam kemerahan, hitam kekuningan, juga hitam keabu-abuan. Tekstur dan warna-warna khas itulah yang menjadi daya tarik karena menghadirkan kesan alami yang sangat kuat.</p> <h2><strong>Aplikasi batu templek</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Aplikasi Batu Templek/home-design-ideas-stone-walls-decor-installation-interior_1448968.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>dma-upd.org</em></p> <p>Secara arsitektural, batu templek biasa digunakan sebagai material <em>finishing </em>lantai atau dinding, baik pada bagian eksterior maupun interior. Pada bagian luar dapat diaplikasikan pada pagar, tiang/kolom, lantai dan dinding teras, garasi, <em>carport</em>, kolam, dan sebagainya. Selain menciptakan kesan alami, aplikasi batu templek pada bidang-bidang eksterior membuat bangunan terkesan lebih kokoh.</p> <p>Untuk ruang dalam, meskipun sebelumnya aplikasi batu templek kurang populer, kini bahkan menjadi tren tersendiri. Aplikasinya sebagai pelapis akhir lantai dan dinding menyebar dari ruang publik/semi publik—seperti foyer, ruang tamu dan ruang duduk—hingga dapur dan kamar mandi.  </p> <p>Selain untuk <em>finishing</em> lantai dan dinding yang menghadirkan kesan alami, batu templek juga dapat dimanfaatkan sebagai unsur dekoratif atau ornamen pada bidang atau area tertentu. Karakternya yang kuat juga membuatnya tampil mencolok sebagai aksen yang menghalau kesan monoton pada rumah minimalis.</p> <h3><a href="/article/read/tak-lagi-dianggap-kumuh-tembok-bata-ekspos-bikin-rumah-lebih-estetis" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: Tak Lagi Dianggap Kumuh, Tembok Bata Ekspos Bikin Rumah Lebih Estetis</a></h3> <h2><strong>Pertimbangan aplikasi batu templek</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Aplikasi Batu Templek/21_Concrete_interior_rooang_com.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>dma-upd.org</em></p> <p>Sebelum mengaplikasikan batu templek pada permukaan lantai atau dinding rumah, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui dan dipertimbangkan.<br />• Pilih bidang eksterior atau interior yang tepat untuk mendapat <em>finishing</em> batu templek. Misalnya terekspos, sehingga kehadirannya dapat menambah nilai estetika hunian.<br />• Pilihlah batu templek berkualitas baik dengan warna dan tekstur yang menarik, demikian pula dengan kualitas semen sebagai bahan perekatnya.   <br />• Pertimbangkan berat batu templek jika hendak mengaplikasikan pada bagian rumah yang struktur atau konstruksinya kurang mendukung.<br />• Pastikan pemasangan batu templek dilakukan oleh tukang yang berpengalaman.   <br />• Pastikan batu templek mendapat pelapisan <em>coating</em> anti jamur dan lumut, serta lakukan pembersihan secara rutin agar selalu tampak bersih dan berkilau.</p> <h3><a href="/article/read/manfaatkan-cahaya-alami-untuk-bangunan-hunian-jadi-hemat-listrik" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Manfaatkan Cahaya Alami untuk Bangunan, Hunian Jadi Hemat Listrik</strong></a></h3>
Tak Lagi Dianggap Kumuh, Tembok Bata Ekspos Bikin Rumah Lebih Estetis
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Bata telah digunakan sebagai material pembentuk dinding selama ribuan tahun. Biasanya dinding diplester dan diaci, lalu dalam perkembangannya juga dilapisi lagi dengan cat. Hingga pada era modern, beberapa arsitek menemukan keindahan dinding bata tanpa<em> finishing </em>(bata ekspos) yang semakin digemari hingga kini. Sebenarnya apa kelebihan dinding bata ekspos dan hal-hal apa yang sebaiknya diketahui sebelum mengaplikasikannya pada hunian kita? Berikut penjelasannya, dirangkum dari rumahku.com</p> <h2><strong>Plus-Minus Dinding Bata Ekspos</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Bata Ekpos/house-2567680_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Dinding bata ekspos tampil dalam karakter asli yang unik.yang terpancar lewat warna, bentuk susunan, juga teksturnya. Tampilannya menciptakan hunian yang unik dan artistik, bernuansa natural dan eksotis, serta tak lekang oleh waktu. Bata ekspos dapat diaplikasikan pada sebagian dinding sebagai elemen dekoratif atau aksen. Anda juga dapat mengaplikasikannya pada seluruh dinding rumah untuk menegaskan konsep natural atau sesuai konteks lingkungan alami, atau untuk mengekspresikan gaya tertentu.</p> <p>Biaya material dinding bata ekspos relatif lebih murah, karena berkurangnya biaya plester, aci, juga plamur dan pengecatan. Namun di sisi lain untuk menghasilkan susunan bata ekspos yang presisi, rapi dan menarik, pemasangan harus dilakukan dengan sangat teliti dan hati-hati. Anda harus menggunakan tenaga profesional yang sangat ahli, yang pasti lebih mahal. Selain itu waktu pemasangan juga relatif lebih lama. Sementara untuk mengantisipasi jamur, lumut dan juga debu serta kotoran, Anda memerlukan lapisan <em>coating</em> sebagai finishing.</p> <h3><a href="/article/read/mengenal-teralis-memperkuat-keamanan-bangunan-anda-dari-masa-ke-masa" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Mengenal Teralis, Memperkuat Keamanan Bangunan Anda dari Masa ke Masa</strong></a></h3> <h2><strong>Jenis dan Karakter Bata</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Bata Ekpos/2017-07-06-07-21-22.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixnio.com</em></p> <p>Bata terbuat dari bahan baku alami berupa tanah liat/lempung yang dibentuk secara manual atau dengan mesin, lalu dibakar pada suhu tinggi hingga kering. Perbedaan karakter tanah liat yang berbeda-beda di tiap daerah akan menghasilkan bata dengan karakter berbeda pula (warna, tekstur, juga kekuatan). Agar tampilannya relatif seragam atau tidak belang, sebaiknya bata didatangkan dari satu produsen atau daerah penghasil. Di pasaran dikenal beberapa kelompok bata, yaitu bata merah biasa, bata hias atau ekspose dan terakota. Untuk keperluan dinding ekspos disarankan memilih jenis bata hias. Bata hias dibuat dengan mesin <em>press</em> yang menghasilkan ukuran seragam serta lebih presisi. Dibandingkan dengan bata biasa, tekstur bata hias lebih halus dan jauh lebih padat dengan pori-pori relatif lebih kecil, juga lebih kuat. Tetapi di antara ketiganya, terakota memiliki presisi, keseragaman dan tampilan warna paling indah, namun harganya relatif lebih mahal.</p> <p>Ada beberapa variasi ukuran bata, antara lain: 4×10×19 cm; 5×10×20 cm; 5×10×22 cm; 5×11×23 cm; 5,5×12×24 cm; dan sebagainya. Jika hendak membuat dinding bata ekspos, pastikan Anda menyiapkan satu ukuran yang sama persis sehingga tercipta susunan bata yang rapi dan presisi.</p> <h3><a href="/article/read/kontur-lahan-bangunan-tidak-rata-desain-jenis-ini-jadi-solusinya" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Kontur Lahan Bangunan Tidak Rata? Desain Jenis Ini Jadi Solusinya</strong></a></h3>
Manfaatkan Cahaya Alami untuk Bangunan, Hunian Jadi Hemat Listrik
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Wilayah tropis di Indonesia, di mana mataharinya bersinar terang sepanjang tahun harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Terang alami adalah aspek penting dalam arsitektur, termasuk dalam perencanaan rumah tinggal. Dengan memasukkan cahaya alami, interior rumah akan tampak lebih terang dan lapang, juga higienis. Pemanfaatan terang alami (<em>daylighting</em>) secara maksimal dari pagi hingga sore hari juga akan menghemat penggunaan energi listrik.</p> <p>Agar dapat memaksimalkan masuknya cahaya alami, sebaiknya buatlah desain bangunan dan tata ruang dalam yang mendukung. Dilansir dari rumahko.com, berikut adalah hal-hal yang harus Anda pertimbangkan:</p> <h2><strong>Orientasi dan desain bangunan.</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Cahaya Alami Bangunan/pexels-photo-358636.jpeg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Terkait upaya memasukkan cahaya alami, orientasi bangunan yang relatif ideal adalah yang tidak langsung menghadap arah pergerakan matahari (timur-barat). Misalnya, utara-selatan, tenggara-barat laut, dan sebagainya. Alasannya, pada orientasi tersebut intensitas matahari jauh lebih rendah, sehingga Anda lebih bebas membuat bukaan (pintu dan jendela) dan dinding transparan untuk memasukkan cahaya alami, tanpa khawatir terlalu panas atau silau. Bila tidak mungkin untuk memilih orientasi bangunan, pertimbangkan desain bangunan dan penataan ruang. Fasad yang menghadap ke timur bisa dibuat lebih ringan dan transparan, sementara sisi bangunan yang menghadap barat bisa dibuat lebih solid dan masif. Jika panas atau silau masih mengganggu, rancang elemen arsitektur untuk memberikan pembayangan parsial seperti dinding pelapis kedua (<em>secondary skin</em>), overstek, kisi-kisi, dan lain sebagainya.</p> <h3><a href="/article/read/kontur-lahan-bangunan-tidak-rata-desain-jenis-ini-jadi-solusinya" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Kontur Lahan Bangunan Tidak Rata? Desain Jenis Ini Jadi Solusinya</strong></a></h3> <h2><strong>Maksimalkan elemen penangkap cahaya alami.</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Cahaya Alami Bangunan/pexels-photo-143999.jpeg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Cara termudah membebaskan masuknya cahaya alami ke dalam bangunan, adalah dengan membuat bukaan seperti pintu atau jendela dan juga dinding transparan, dinding kaca atau material transparan lain, seperti akrilik, fiberglass, polikarbonat, dan sebagainya. Selain bukaan pada sisi dinding bangunan berupa pintu dan jendela, elemen arsitektur yang dapat diaplikasikan untuk memasukkan cahaya alami adalah <em>skylight</em>—bukaan/ventilasi pada atap bangunan yang ditutup dengan material transparan. Selain memasukkan cahaya, <em>skylight</em> juga berpotensi menambah nilai estetika bangunan. Juga pertimbangkan cara paling tepat untuk membuat hunian Anda berlimpah cahaya alami dari pagi hingga sore hari, namun kenyamanan termal dan visual tetap terjaga.</p> <h3><a href="/article/read/mengenal-teralis-memperkuat-keamanan-bangunan-anda-dari-masa-ke-masa" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Mengenal Teralis, Memperkuat Keamanan Bangunan Anda dari Masa ke Masa</strong></a></h3>
Kontur Lahan Bangunan Tidak Rata? Desain Jenis Ini Jadi Solusinya
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Terbatasnya luas lahan yang ada saat ini, membuat orang-orang cenderung memanfaatkan lahan sesuai kondisi yang ada. Kondisi yang sangat pas dan ideal, adalah saat lahan yang ada rata dengan kondisi tanah solid, sehingga memudahkan dalam desain serta pembuatan fondasi. Tapi, tidak semua orang memiliki lahan yang demikian. Seringnya, lahan berkontur tidak rata. Nah, daripada mengeluarkan biaya untuk menguruk dan meratakan lahan, sebaiknya bangunan didesain secara <em>split level</em>. Seperti apa konsep <em>split level</em> itu? Berikut penjelasannya:        </p> <h2><strong><em>Split Level</em> untuk Lahan Berkontur</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Split Level Hunian/contemporary-affalterwang-liebel5.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>homedit.com</em></p> <p>Bila lahan rumah Anda berada di kawasan berkontur atau tidak rata, jangan terburu-buru meratakannya. Sebagai upaya menyiasatinya, buatlah rancangan rumah tinggal dengan <a href="/article/read/3-fakta-desain-split-level-cara-cerdik-dan-murah-atasi-lahan-sempit" target="_blank" rel="noopener">konsep <em>split level</em></a>. Selain ramah lingkungan karena meminimalkan pengurugan atau penggalian tanah, aplikasi lantai berjenjang bakal membuat rumah Anda tampil lebih estetis dan sangat serasi dengan lingkungan berkontur.</p> <h3><a href="/article/read/atasi-hunian-gelap-dengan-skylight-fungsional-dan-estetis" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Atasi Hunian Gelap dengan Skylight, Fungsional dan Estetis</strong></a></h3> <h2><strong><em>Split Level</em> untuk Kesan Dinamis</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Fungsi Split Level/day-bed-on-wheels-on-a-split-level-living-room.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>homedit.com</em></p> <p>Bila hunian Anda berdiri di atas lahan datar dan terasa monoton dengan lantai yang sama tinggi dari bagian depan hingga belakang, aplikasikan <em>split level</em> untuk membuatnya lebih dinamis. Perbedaan tinggi lantai (naik-turun) meski cuma beberapa puluh sentimeter juga berpotensi menciptakan variasi tatanan interior yang tidak membosankan. Bahkan pada hunian dua lantai, <em>split level</em> dapat membuat hunian tampak lebih atraktif. Anda dapat membuat variasi di sekitar tangga penghubung antara lantai satu dan dua. Sebagai contoh, Anda bisa memperlebar area bordes dan membuatnya sebagai ruang antara yang fungsional, misalnya untuk menyimpan koleksi benda seni atau dirombak menjadi ruang baca mini.   </p> <h2><strong><em>Split Level</em> untuk Hunian Terbatas</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Split Level Hunian/dzgbc0bcd9643ee97a6aaa8a825c6c1c678.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>deccoria.pl</em></p> <p>Bila hunian Anda relatif sempit, aplikasi <em>split level</em> akan membantu Anda menciptakan kesan hunian yang jauh lebih lapang. Bagaimana caranya? Hilangkan partisi antar ruang (terutama ruang yang bersifat publik atau semi publik), lalu buat perbedaan ketinggian lantai untuk memisahkannya. Permainan ketinggian level secara otomatis akan menandai perbedaan fungsi ruang. Sebagai contoh, Anda bisa membuat beda level antara ruang makan dan <em>pantry</em>, antara ruang duduk dan ruang makan, dan sebagainya.  <br /> <br />Bangunan dengan <em>split level,</em> artinya memiliki satu atau beberapa ruang dengan ketinggian berbeda dengan ruang lain. Pada awalnya istilah <em>split level</em> merujuk pada lantai setengah di antara lantai dan plafon, atau antara lantai satu dan dua. <em>Split level</em> menjadi solusi bagi beberapa masalah, seperti lahan berkontur, kesan monoton, juga untuk memberi kesan lebih luas. Sebagai catatan, aplikasi <em>split level</em> harus mempertimbangkan faktor keamanan dan kenyamanan, terutama bagi para lansia dan anak-anak. Gunakan sarana seperti pembuatan <em>railing</em> pada tepian ruang; variasi warna dan tekstur lantai untuk memperjelas perbedaan level, dan sebagainya.</p> <h3><a href="/article/read/mengenal-teralis-memperkuat-keamanan-bangunan-anda-dari-masa-ke-masa" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Mengenal Teralis, Memperkuat Keamanan Bangunan Anda dari Masa ke Masa</strong></a></h3>
Mengenal Teralis, Memperkuat Keamanan Bangunan Anda dari Masa ke Masa
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Teralis yang juga populer sebagai jerjak atau kisi-kisi dibuat sebagai pengaman bangunan untuk mencegah masuknya orang yang tak dikehendaki, serta berfungsi mengantisipasi risiko jatuhnya seseorang, misalnya dari jendela lantai atas. Jika hendak melengkapi rumah dengan teralis, pastikan Anda mengumpulkan informasi sebanyak mungkin terkait desain dan materialnya. Anda juga dapat merancang sendiri model teralis rumah yang unik dan tiada duanya. Sementara untuk menjamin keamanan, serahkan pengerjaan teralis pada ahlinya atau bengkel pembuat teralis yang berpengalaman.</p> <p>Teralis yang dirancang secara khusus tidak hanya mengamankan, tetapi dapat tampil sebagai elemen dekoratif yang akan menambah keindahan hunian. Desain teralis akan dipengaruhi oleh jenis material yang digunakan. Berikut penjelasannya, dirangkum dari Rumahku.com:</p> <h2><strong>Desain Teralis</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Teralis/delhi-1171188_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Secara umum ada tiga motif teralis, yaitu geometris, lengkung, dan ornamen. Motif geometris misalnya garis-garis vertikal atau horizontal, persegi, bulat, belah ketupat, jajar genjang, dan sebagainya. Berbagai motif yang mengikuti garis-garis lengkung atau kurva, baik yang teratur ataupun bebas, digolongkan sebagai bentuk lengkung. Sementara yang tergolong ornamen adalah motif-motif ornamental, baik yang klasik, modern, ataupun kontemporer. Berbagai motif yang ada dapat dikombinasikan sedemikian rupa. Pilihlah model teralis sesuai selera dan kepribadian Anda. Akan lebih baik bila motif teralis serasi dengan gaya hunian yang ada.</p> <h3><a href="/article/read/mengenal-fungsi-partisi-tak-hanya-penyekat-ruangan-saja" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: Mengenal Fungsi Partisi, Tak Hanya Penyekat Ruangan Saja</a></h3> <h2><strong>Material Teralis</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Teralis/window-1511649_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Material teralis paling populer adalah logam, terutama besi, baja, atau aluminium. Besi termasuk bahan yang paling diminati karena tahan lama, kuat, dan harganya terjangkau. Ada beragam jenis besi, yaitu besi polos, besi tempa, dan besi cor. Tergolong besi polos adalah besi besi plat, besi tulangan beton, dan besi nako (besi kotak). Besi polos yang mengalami tempaan khusus—secara fabrikasi atau <em>handmade</em>—hingga permukaan bertekstur dikenal sebagai besi tempa. Besi cor (<em>cast iron</em>) merupakan hasil cetakan besi cair dengan bentuk permukaan dibuat sesuai keinginan. Material baja kurang bersahabat untuk didesain sebab proses pembuatannya relatif rumit. Sementara itu, aluminium berkarakter ringan, kekuatannya berbanding lurus dengan ketebalan, dan harganya terjangkau. Dengan proses cor, dapat dibuat desain teralis aluminium yang variatif.   </p> <p>Selain logam, kayu juga dapat dipilih untuk material teralis, terutama jika ingin menciptakan nuansa tradisional berkesan natural dan hangat. Pada masa kini, pemakaian bahan kayu relatif berkurang. Selain karena harganya semakin mahal, perawatannya pun relatif lebih rumit. Di samping itu teralis kayu memiliki tingkat keamanan yang lebih rendah karena mudah dipotong.</p> <h3><a href="/article/read/atasi-hunian-gelap-dengan-skylight-fungsional-dan-estetis" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Atasi Hunian Gelap dengan Skylight, Fungsional dan Estetis</strong></a></h3>
Atasi Hunian Gelap dengan Skylight, Fungsional dan Estetis
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p><em>Skylight</em> merujuk pada bagian atap yang didesain khusus dengan material transparan sehingga memungkinkan masuknya cahaya alami ke dalam bangunan. <em>Skylight</em> mendukung gerakan hemat energi serta memberikan berbagai keuntungan. Kenali lebih jauh dan mulailah mengaplikasikan <em>skylight</em> pada rumah Anda:</p> <h2><strong>Lebih banyak tentang manfaat <em>skylight</em></strong></h2> <p><strong><em><img src="/images/cms//Skylight pada Hunian/kids-room-skylight-heat-loss_kids-room-tyrem-roof-windows_kids-room-large-velux-windows_kids-room-garage-roof-lights_kids-room-mobile-home-skylights.jpg" alt="" width="800" /></em></strong></p> <p><em>feezbo.com</em></p> <p><em>Skylight</em> terutama berguna untuk memanfaatkan sebanyak mungkin terang alami sehingga ruangan senantiasa terang tanpa harus menggunakan pencahayaan buatan. Selain fungsi utama tersebut, <em>skylight</em> juga memberikan beragam manfaat berikut.</p> <p>• Cahaya alami dari <em>skylight</em> membuat ruang terkesan lebih lapang dan juga lebih higienis.<br />• Secara tidak langsung <em>skylight</em> menambah keindahan ruang dalam. Efek dari berkas pantulan cahaya matahari menciptakan beragam suasana ruang sesuai intensitas cahaya. <em>Skylight</em> dengan bentuk dan material tertentu juga dapat memberikan tampilan menarik. Misalnya, keindahan yang unik dan khas dari <em>skylight</em> kaca patri/hias.<br />• Tipe <em>skylight</em> yang bisa dibuka akan membebaskan masuknya udara segar dan juga mereduksi tingginya tingkat kelembaban dalam ruang, seperti pada area kamar mandi.<br />• <em>Skylight</em> yang cukup lebar dan jernih memungkinkan kita untuk menikmati <em>view</em>/panorama langit dari dalam rumah.</p> <h3><a href="/article/read/mengenal-fungsi-partisi-tak-hanya-penyekat-ruangan-saja" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: Mengenal Fungsi Partisi, Tak Hanya Penyekat Ruangan Saja</a></h3> <h2><strong>Material dan penempatan <em>skylight</em></strong></h2> <p><strong><em><img src="/images/cms//Skylight pada Hunian/idyllic-small-office-loft-space-inspiring-design-show-remarkable-wooden-office-desk-on-shining-wooden-laminating-floor-feat-winsome-transparent-glass-skylight-ceiling-deco-loft-ideas-for-homes-loft-se.jpg" alt="" width="800" /></em></strong></p> <p><em>homihomi.com</em></p> <p>Secara konvensional <em>skylight</em> dibuat dengan cara mengganti atap genteng biasa dengan genteng kaca; atap seng dengan lembaran <em>fiberglass</em>, atau bisa juga merancang jendela kaca pada atap. Dalam perkembangannya <em>skylight</em> dibuat secara manufaktur berupa unit <em>skylight</em> dalam berbagai bentuk, persegi, persegi panjang, segitiga, piramida, oval, dan juga bentuk tabung. Pilihan bentuk biasanya disesuaikan dengan lokasi dan kemiringan atap.</p> <p>Ada berbagai material yang sesuai untuk <em>skylight</em>, di antaranya kaca polos, kaca film, <em>fiberglass</em>, plastik, dan akrilik. Tampilan <em>skylight</em> dapat dipilih jernih/polos, buram, atau bisa juga memodifikasinya dengan kaca patri untuk menambah nilai estetika. Untuk mengurangi efek buruk sinar matahari, beberapa produsen melengkapi <em>skylight</em> dengan lapisan UV <em>protector</em>.  </p> <p>Pada hunian, Anda bisa menempatkan <em>skylight</em> di atas area mana pun sesuai kebutuhan dan selera. Misalnya, di atas ruang duduk, ruang kerja/galeri, ruang tidur, pantry/ruang makan, area tangga, kamar mandi, di loteng, atau di atas taman dalam ruang (<em>indoor garden</em>). Buatlah agar <em>skylight</em> dapat menerangi bagian ruang yang tidak terjangkau cahaya yang masuk dari bukaan pada dinding. Sesuaikan ukuran atau jumlahnya menurut kebutuhan. Sebaiknya tidak berlebihan karena dapat menimbulkan efek silau dan meningkatnya suhu ruang terutama jika tidak berventilasi. Atau pilihlah <em>skylight</em> tipe krepyak/daun jendela untuk mengurangi efek panas.</p> <h3><a href="/article/read/mengenal-bay-window-jendela-timbul-yang-tidak-nampak-jadul" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: Mengenal Bay Window, Jendela Timbul yang Tidak Nampak Jadul</a></h3>
Mengenal Fungsi Partisi, Tak Hanya Penyekat Ruangan Saja
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Partisi merupakan elemen ruang yang berfungsi membatasi atau membagi ruang menjadi dua atau lebih fungsi berbeda. Menurut sifat ketertutupannya, partisi dikenal dengan partisi masif, partisi transparan, dan kombinasi keduanya. Penyekat yang bersifat masif, baik permanen maupun semi permanen seperti dinding bata, beton, gipsum, multipleks, sepenuhnya membatasi dua ruang secara fisik, visual, mungkin juga audio, sehingga tidak memungkinkan terjadinya interaksi langsung.</p> <p>Sebaliknya, sifat partisi transparan tidak sepenuhnya memisahkan ruang. Dua ruang yang dibatasi oleh partisi transparan masih memungkinkan terjadinya interaksi fisik, visual ataupun audio di antara dua orang yang berada di dalamnya.</p> <h2><strong>Partisi Transparan sebagai Penyekat</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Partisi Hunian/NONAGON-style-n9s-dreamy-room-divider-ideas-wooden-partition-bedroom-privacy-sharp-smart-space-studio-apartment-small-grey-reclining-sofa-table-bed-curtains-hanging-lamp.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>nonagon.style</em></p> <p>Partisi transparan dapat diaplikasikan di area mana pun di rumah Anda. Mengingat sifatnya yang relatif fleksibel, partisi transparan dapat diaplikasikan dengan berbagai alasan atau tujuan. Berikut beberapa jenis partisi yang perlu Anda kenali:</p> <p>• Partisi transparan dapat dipilih untuk menciptakan kesan luas atau mengatasi kesan sumpek pada hunian sempit.  <br />• Aplikasi partisi transparan memungkinkan cahaya dan udara masuk dari satu ruang ke ruang lain dan sebaliknya sehingga mendukung sistem penerangan dan kenyamanan termal karena terjadinya sirkulasi udara.<br />• Partisi transparan yang memungkinkan terjadinya koneksi visual dapat dimanfaatkan untuk melakukan pengawasan aktivitas antar ruang. Misalnya, jika keluarga memiliki anak kecil, aplikasi partisi transparan memudahkan pemantauan anak-anak dilakukan dari ruang berbeda.</p> <h3><a href="/article/read/mengenal-bay-window-jendela-timbul-yang-tidak-nampak-jadul" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: Mengenal Bay Window, Jendela Timbul yang Tidak Nampak Jadul</a></h3> <h2><strong>Partisi Transparan sebagai Dekorasi</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Partisi Hunian/wall-divider-2.png" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>freshome.com</em></p> <p>Selain membatasi dua ruang dengan fungsi berbeda, kehadiran partisi transparan dapat dimanfaatkan sebagai elemen dekoratif. Aspek dekoratif dapat diciptakan lewat jenis material, pola atau susunan, warna, dan berbagai sentuhan artistik lain. Ada beragam jenis material yang bisa digunakan untuk membuat partisi transparan, semisal kayu, bambu, besi ataupun kombinasi.</p> <p>Selain dari karakter material, kesan artistik dapat dihadirkan lewat pengolahan pola atau motif. Material dapat disusun membentuk pola geometris ataupun nongeometris. Desain partisi sebaiknya disesuaikan dengan gaya interior hunian, misalnya simpel bernuansa modern (garis-garis vertikal/horizontal, grid) atau berkarakter klasik (motif sulur dan floral), dan sebagainya. Selanjutnya, agar partisi tampil lebih menarik sebagai dekorasi, poles warna asli material atau finishing dengan pelapis yang sesuai, seperti menggunakan cat atau vernis, dan sebagainya. Selaras dengan nuansa ruang, serasi dengan warna perabot ataupun tampil mencolok sebagai aksen.</p> <p>Anda dapat mengaplikasikan partisi transparan dalam bentuk <em>temporer (movable partition)</em> ataupun permanen <em>(permanent partition)</em>. Mana pun yang Anda pilih, ada baiknya jika Anda dapat memanfaatkan partisi tersebut sebagai pembatas ruang sekaligus elemen dekoratif.</p> <h3><a href="/article/read/3-syarat-sebelum-membangun-pagar-minimalis-agar-hunian-tampak-elegan" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: 3 Syarat Sebelum Membangun Pagar Minimalis, Agar Hunian Tampak Elegan</a></h3>