Masuk

Tips

Beranda / Artikel
Search:

Mengenal Gaya Desain Industrial, Hunian Tampak Maskulin dan Kokoh
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Gaya industrial (<em>industrial style</em>) yang mulai populer tahun 60-an adalah gaya arsitektur yang menampilkan nuansa industrial. Gaya yang muncul sebagai pemanfaatan bangunan industri yang terbengkalai ini menampilkan kesan dingin, suram, tegas, dan maskulin, sekaligus merefleksikan kesederhanaan, kejujuran, keterbukaan, dan rasa percaya diri. Berikut beberapa karakter desain industrial yang menonjol:</p> <p>• Mengekspos komponen bangunan, seperti konstruksi, jaringan pemipaan, elektrikal.<br />• Menampilkan permukaan belum sempurna (<em>unfinished</em>) terkesan bertekstur atau kasar.      <br />• Mengaplikasikan palet warna netral dengan tata cahaya seolah jadi penegas kesan tua dan suram.<br />• Menggunakan produk lama atau mendesain produk dari bahan bekas dan daur ulang.<br />• Cenderung minim dekorasi. Dekorasi berperan melembutkan tampilan maskulin.   </p> <p>Meskipun kesan yang ditampilkan tidak mewah dan eksklusif, namun aplikasi gaya industrial untuk rumah tinggal kini semakin digemari. Jika Anda tertarik untuk mendesain atau menata ulang rumah untuk menampilkan nuansa industrial, berikut beberapa pertimbangan inspiratif.     </p> <h2><strong>Pilihan Material Pembentuk Ruang</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Rumah Desain Industrial/rustic-industrial-design.png" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>home-designing.com</em></p> <p>Untuk menampilkan gaya industrial, kombinasikan material bertekstur serta produk artifisial pada elemen pembentuk ruang, sebagai contoh:</p> <p>• <strong>Lantai</strong>: semen, beton ekspos mentah ataupun dipoles, papan kayu tanpa plitur atau cat, papan kayu bekas tanpa di-<em>finishing</em> ulang, baja bekas atau baru yang di-<em>coating</em>; atau kombinasinya.  </p> <p>• <strong>Dinding</strong>: pasangan bata <em>unfinished</em> (diekspose atau dicat warna netral), dinding semen tanpa cat, beton ekspos, atau kombinasinya.</p> <p>• <strong>Plafon</strong>: dibiarkan terbuka mengekspos konstruksi rangka atap (kayu, baja, dll), balok beton, (dengan atau tanpa<em> finishing</em>), menampakkan jaringan pemipaan/elektrikal, dll. </p> <h3><a href="/article/read/jarang-diketahui-5-hal-ini-berbahaya-jika-dilakukan-setelah-makan" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: Jarang Diketahui, 5 Hal Ini Berbahaya Jika Dilakukan Setelah Makan</a></h3> <h2><strong>Furnitur dan Elemen Dekoratif</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Rumah Desain Industrial/industrial-home-details_exposed-brick.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>freshome.com</em></p> <p>Untuk menampilkan tema industrial manfaatkan furnitur lama terutama kombinasi material kayu, baja, logam, juga bahan sintetis. Pengecatan  ulang tak perlu dilakukan, sebab cat/pelapis yang mengelupas justru menjadi karakter unik dan meninggalkan kesan tua yang justru dicari. Anda juga dapat membuat furnitur dengan desain baru namun dari bahan bekas atau mencontoh desain lama menggunakan bahan baru.</p> <p>Kesan tua atau kusam bisa ditampilkan lewat dekorasi, misalnya elemen dekoratif bernuansa <em>retro-vintage</em>. Desain baru untuk elemen dekorasi sebaiknya dipilih/dibuat bentuk yang tidak biasa, baik dari kayu, logam, bahan sintetis, atau perpaduannya.</p> <h2><strong>Warna dan Pencahayaan</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Rumah Desain Industrial/pexels-photo-276583.jpeg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Palet warna disarankan mengarah pada warna-warna netral yang berkesan suram—<em>broken white</em>, krem, cokelat muda, <em>beige</em>, abu-abu dan hitam. Warna kuat dipilih sebagai aksen. <em>Finishing</em> krom pada objek juga bisa dipilih untuk menampilkan warna bernuansa industrial.    </p> <p>Pencahayaan termasuk cahaya alami ditujukan untuk memperjelas tampilan objek serta mendukung nuansa industrial. Desain lampu terutama pada badan lampu dan armatur dapat sekaligus dijadikan elemen dekoratif. Material dapat dipilih misalnya baja, tembaga, dan logam lain, dikombinasikan dengan kayu, kain, bahan sintetis, atau material lain.</p> <h3><a href="/article/read/5-kesalahan-ini-bikin-interior-terlihat-amburadul-padahal-sepele" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: 5 Kesalahan Ini Bikin Interior Terlihat Amburadul, Padahal Sepele</a></h3>
5 Kesalahan Ini Bikin Interior Terlihat Amburadul, Padahal Sepele
<p><em><strong>Oleh: Evelyn Davsy </strong></em></p> <p>Lebih dari tempat berteduh, rumah merupakan tempat dimana Anda dan keluarga akan merasakan kehangatan. Oleh karena itu, banyak orang pun berlomba-lomba memiliki rumah yang indah dan nyaman. Interior pun adalah hal yang sangat penting, apalagi interior ruang keluarga. Dengan interior yang tepat, ruang keluarga pun akan menjadi tempat yang nyaman bagi Anda dan keluarga. Namun tanpa disadari, bisa jadi Anda melakukan 5 kesalahan interior ini:</p> <h2><strong>1. Menggunakan warna yang terbatas.</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms///Kesalahan Interior/pexels-photo-1090092.jpeg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Warna monokrom memang bisa membuat rumah tampak lebih luas dan bersih, namun bermain aman dengan warna hitam dan putih bisa jadi membuat rumah Anda tampak membosankan. Untuk mengatasinya, Anda bisa menambahkan warna lainnya, misalnya cokelat, merah, ataupun biru. Kombinasi 80% untuk warna netral dan 20% untuk warna aksen pun bisa Anda gunakan agar interior rumah Anda tetap hidup namun tidak berlebihan. </p> <h2><strong>2. <em>Matching furniture.</em></strong></h2> <p><strong><em><img src="/images/cms///Kesalahan Interior/table-3401996_1280.jpg" alt="" width="800" /></em></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Membeli satu set perabot rumah bisa jadi pilihan yang mudah dan aman, namun hal ini bisa membuat interior rumah Anda tampak agak membosankan. Mungkin saatnya bagi Anda untuk meluangkan waktu untuk memilih perabot rumah yang sesuai dengan gaya Anda namun tetap selaras. </p> <h2><strong>3. Pencahayaan yang asal.</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms///Kesalahan Interior/pexels-photo-750870.jpeg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Sering kali poin ini dilupakan atau bahkan dianggap tidak penting. Padahal, pencahayaan rumah Anda akan menentukan <em>mood</em> rumah Anda. Jika Anda ingin membuat kesan nyaman dan hangat, Anda bisa menggunakan lampu yang cenderung menyala kuning. Sedangkan untuk memberi kesan semangat, Anda bisa menggunakan lampu yang menyala putih.</p> <h3><a href="/article/read/5-ide-perabotan-ini-berguna-atasi-ruang-sempit-bisa-dibuat-sendiri" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: 5 Ide Perabotan Ini Berguna Atasi Ruang Sempit, Bisa Dibuat Sendiri</a> </h3> <h2><strong>4. Memajang lukisan terlalu tinggi.</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms///Kesalahan Interior/pexels-photo-198272.jpeg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Mungkin kesalahan ini sering dilakukan banyak orang. Sederhana memang, namun rupanya menggantung lukisan terlalu tinggi di dinding akan mengurangi kesan hangat di rumah Anda. Untuk itu, Anda pun bisa menggantung lukisan 150 cm di atas lantai. </p> <h2><strong>5. Salah memilih semen. </strong></h2> <p><img src="/images/cms//Kesalahan Interior/Manchester-Faux-Brown-Clay-Brick-Wall-Panel-in-English-Bond-Design-DWPR553-1024x713.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>designer-walls.co.uk</em></p> <p>Salah memilih semen sebagai bahan hunian Anda, memiliki dampak yang buruk. Apalagi, jika Anda tipe orang yang lebih suka meletakkan perabot di dinding. Dinding bisa cepat retak dan rusak. Solusinya, Anda bisa memberikan sedikit jarak pada perabotan rumah Anda sehingga tidak menempel di dinding. Dengan memberikan jarak pada perabot, ruang keluarga Anda tampak lebih luas. Selain itu, rumah Anda pun akan tampak lebih intim dengan penataan interior seperti ini. </p> <p>Tampak sepele, namun kesalahan-kesalahan di atas bisa mengurangi keindahan dan kenyamanan rumah Anda, lho. Jadi pastikan Anda menghindari kesalahan di atas, ya.</p> <h3><a href="/article/read/jarang-diketahui-5-hal-ini-berbahaya-jika-dilakukan-setelah-makan" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Jarang Diketahui, 5 Hal Ini Berbahaya Jika Dilakukan Setelah Makan</strong></a></h3>
Memasang Plafon Ada Aturannya, Ketahui Hal Berikut Ini
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Plafon atau langit-langit adalah bagian dari konstruksi bangunan yang sangat penting. Dalam merencanakan pembuatan plafon Anda harus mempertimbangkan desain dan material yang tepat agar plafon dapat memenuhi satu, dua, atau bahkan ketiga fungsi yang ada berikut:</p> <p>• <strong>Fungsi keamanan:</strong> Plafon melindungi ruang dari tampias atau percikan air hujan, menahan jatuhnya kotoran dari celah-celah atap, dan mengantisipasi masuknya hewan pengganggu.  <br />• <strong>Fungsi kenyamanan:</strong> Plafon menciptakan ruang isolasi antara atap dan ruang dalam untuk mereduksi panas dan dingin yang merambat ke dalam ruang, sehingga tercipta kenyamanan termal. Plafon juga mereduksi bising air hujan yang jatuh ke atap, dan juga suara pesawat.  <br />• <strong>Fungsi keindahan:</strong> Plafon membuat ruang terlihat lebih bersih dan rapi. Plafon juga menutup rangka atap yang boleh jadi kurang menarik. Sebagai sarana dekorasi, plafon berguna sebagai tempat menggantung lampu atau dekorasi ruang.     </p> <h2><strong>Plafon yang Aman dan Nyaman</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Rancangan Plafon/wall-3304448_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Pertimbangkan beberapa hal berikut agar plafon rumah Anda dapat memenuhi fungsi keamanan dan kenyamanan!<br />•  Pilih material rangka plafon yang kuat, misalnya kayu, <em>hollow</em>, dan aluminium. Konstruksi rangka plafon harus mampu menahan beban plafon dan elemen pelengkap seperti <em>fixture</em> lampu. Material juga tidak mudah lapuk dan harus tahan rayap dan hewan pengerat. Kini bahan logam banyak dipilih karena tidak mudah lapuk dan tahan rayap.<br />•  Pilih juga lembaran plafon yang tidak mudah lapuk oleh tampias atau tetesan air hujan, kuat menaham tumpukan kotoran, tahan terhadap rayap dan hewan pengerat. Beberapa material lembaran plafon, misalnya papan kayu lambersering, multiplek, gipsum.<br />•  Jika memilih material alami seperti kayu, bambu, baik untuk rangka atauun panel sebaiknya dilapisi dengan <em>coating</em> antirayap.   <br />•  Agar tercipta ruang isolasi dengan sirkulasi udara yang baik, tinggi plafon ideal dari permukaan lantai ±3 meter. Lebih tinggi relatif lebih baik (sekitar 3,5–4 meter atau lebih).</p> <h3><a href="/article/read/5-cara-memilih-bahan-bangunan-berkualitas-agar-tahan-gempa" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: 5 Cara Memilih Bahan Bangunan Berkualitas, Agar Tahan Gempa</a></h3> <h2><strong>Keindahan Plafon Menunjang Keindahan Ruang</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Rancangan Plafon/pexels-photo-298542.jpeg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Jika Anda memiliki cukup dana untuk pembuatan plafon maka rancanglah plafon yang tidak hanya kuat tetapi juga indah. Keindahan plafon akan mendukung keindahan ruang di bawahnya. Untuk terciptanya keindahan cermatilah beberapa hal berikut.  </p> <p>• Pilih material plafon yang memancarkan keindahan, seperti kayu lambersering yang memberi kesan natural dan hangat atau bahan gipsum yang relatif mudah dibentuk sesuai selera<br />• Pilih desain plafon yang sesuai selera Anda dan juga gaya arsitektur hunian. Hunian bergaya modern tentu kurang pas jika diberi plafon penuh ornamen dan ukiran rumit seperti gaya klasik<br />• Pilih sistem penerangan dan fixture lampu yang mendukung keindahan plafon. Misalnya menggantung chandelier untuk hunian bergaya klasik<br />• Sesuaikan warna plafon dengan nuansa ruang. Warna terang pada plafon memberi kesan ruang yang lebih tinggi, dan sebaliknya warna gelap membuat ruangan terkesan lebih rendah. Namun jika Anda kurang yakin, warna putih bisa menjadi pilihan paling aman. Selain bersifat netral, warna putih juga membuat ruang terkesan lebih terang dan lapang<br />• Untuk menambah tampilan estetis plafon, jika perlu, gantungkan elemen dekoratif yang sesuai</p> <h3><a href="/article/read/5-makanan-ini-ternyata-penyebab-bau-mulut-perhatikan-mullai-sekarang" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: 5 Makanan Ini Ternyata Penyebab Bau Mulut, Perhatikan Mulai Sekarang</a></h3>
Ruang Ini Jarang Dipakai Rumah Tropis, Tapi Perlu Dikenali
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Di negara bermusim dingin, foyer berfungsi sebagai <em>airlock</em>, semacam penghambat agar udara dingin dari luar tidak langsung menerobos ke ruang dalam. Foyer sekaligus menjadi ruang tempat meninggalkan jaket/baju luar musim dingin, jas hujan, payung, topi, sepatu bot, dan lainnya. Foyer pada rumah di negara tropis tidak bersifat mutlak dan dibuat sebagai ruang tambahan yang menjadi transisi antara ruang luar dan ruang dalam. Jadi, fungsi apa yang tepat untuk ruang ini?</p> <h2><strong>Maksimalkan fungsi foyer</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Ruang Foyer/rsz_wood-house-floor-home-hall-property-1392298-pxherecom.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pxhere.com</em></p> <p>Ukuran foyer biasanya relatif kecil, tetapi bisa juga besar sesuai besarnya dan mewahnya sebuah hunian. Foyer dapat difungsikan sebagai lobi atau ruang penerima setelah teras. Banyak yang menyebutnya sebagai ruang tamu sementara, di mana tamu menunggu sambutan tuan rumah untuk dipersilakan masuk ke ruang yang lebih privat seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dan sebagainya.</p> <p>Foyer juga dapat difungsikan sebagai ruang <em>display</em> untuk merefleksikan kepribadian pemilik rumah, misalnya memajang benda seni, foto, dan sebagainya. Lalu, seperti halnya di negara empat musim, foyer juga berfungsi sebagai ruang penyimpan sementara. Pemilik rumah maupun tamu dapat meninggalkan jaket, payung, topi, atau perlengkapan lain, sehingga tidak repot menenteng ke dalam. Foyer biasanya juga dimanfaatkan sebagai ruang untuk mematut diri, baik bagi tamu ataupun pemilik rumah.</p> <h3><a href="/article/read/agar-tidak-pikun-dan-menghambat-kerja-lakukan-5-tips-mudah-ini" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Agar Tidak Pikun dan Menghambat Kerja, Lakukan 5 Tips Mudah Ini</strong></a></h3> <h2><strong>Dandani foyer sebagai refleksi keramahan</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Ruang Foyer/house-foyer-kanata-sale_152820-670x400.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>ward8online.com</em></p> <p>Foyer sebaiknya merupakan ruang yang berkesan menyapa/memberi salam selamat datang sehingga siapa pun merasa disambut baik. Jadi, foyer hendaknya merefleksikan keramahan dan kehangatan pemilik rumah yang mengesankan. Perhatikan dekorasi foyer terkait fungsinya.</p> <p>• Sebagai ruang display lengkapi foyer dengan furnitur seperti meja konsol atau <em>credenza</em>. Lalu pajang berbagai elemen dekoratif, seperti lampu hias, bunga segar atau artifisial serta beragam benda seni. Pada bagian atas, gantungkan lukisan, foto, ataupun cermin untuk mematut diri (pilihlah yang berbingkai unik).<br />• Sebagai ruang tunggu, di area foyer bisa disediakan satu atau sepasang single chair atau bench jika ruang cukup luas. Sediakan beberapa buku bersampul eksklusif sebagai bacaan bagi tamu yang menunggu sekaligus sebagai elemen dekoratif.<br />• Sebagai ruang simpan sementara, foyer perlu dilengkapi <em>storage</em>. Misalnya, credenza sebagai rak sepatu, <em>umbrella stand</em> untuk meletakkan payung, dan sebagainya.   </p> <p>Dekorasilah foyer secantik mungkin. Ciptakan suasana menawan lewat warna elemen ruang. Jika ingin menampilkan kesan tenang pilihlah warna netral, seperti krem atau peach. Penambahan aksen lewat warna kontras atau unsur dekoratif akan menguatkan kesan. Tidak perlu ragu mengeksplorasi warna dan ornamen atraktif untuk menampilkan kesan ceria. Mengingat fungsinya, sebaiknya pelapis lantai dipilih dari bahan tahan noda dan mudah dibersihkan, dengan warna atau corak yang mendukung suasana. Sediakan pencahayaan yang memadai, dan pertimbangkan untuk memanfaatkan fitur lampu sebagai elemen dekoratif, misalnya dengan menggantung <em>chandelier</em> sebagai <em>focal point</em>.</p> <h3><a href="/article/read/mau-beranda-jadi-ruang-multifungsi-perhatikan-3-hal-ini" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Mau Beranda Jadi Ruang Multifungsi? Perhatikan 3 Hal Ini</strong></a></h3>
Agar Tak Makan Banyak Tempat, Perhatikan 5 Hal Ini Saat Bangun Carport
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p><em>Carport</em> merupakan struktur tertutup seperti atap yang memberi naungan terbatas dari hujan dan paparan matahari pada kendaraan yang diparkir di bawahnya. Saat kosong,<em> carport</em> juga dapat dimanfaatkan sebagai area bermain, olahraga, area jemur, dan sebagainya. Jika Anda berniat membangun <em>carport</em>, pertimbangkan beberapa aspek berikut:</p> <h2><strong>1. Letak</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Carport/9.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>thecanopyshop.co.uk</em></p> <p><em>Carport</em> dapat dibangun menempel pada salah satu dinding rumah atau berdiri sendiri, di depan, samping ataupun belakang rumah. Pastikan aksesibilitasnya memudahkan keluar masuk kendaraan. Hindari posisi <em>carport</em> yang mengganggu, misalnya mobil yang diparkir di bawahnya, menutup akses ke teras atau ruang tamu.</p> <h2><strong>2. Ukuran</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Carport/wash-concrete-2786284_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Sesuaikan ukuran <em>carport</em> dengan ukuran rata-rata kendaraan (mobil) termasuk untuk sirkulasi. Misalnya, ukuran <em>carport</em> untuk satu mobil sekitar 2,5m–3m × 5m–6m, di mana jarak dinding rumah dan tepi mobil (saat diparkir) minimal ± 120cm. Ketinggiannya bisa dibuat ± 2,5–3 meter.   </p> <h2><strong>3. Konstruksi</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Carport/backyard-playground-pergola-outdoor-structure-outdoor-play-equipment-230655-pxhere_com.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pxhere.com</em></p> <p>Struktur penahan atap harus kokoh, bisa berdiri sendiri dengan 4 tiang/lebih sesuai bentangnya. Tiang harus dicor kuat, minimal 50–60cm di dalam tanah. Konstruksi atap juga bisa menempel pada bangunan dengan sistem kantilever (atau diperkuat dengan beberapa tiang). Jika ingin meniadakan tiang, pilihlah struktur gantung dengan <em>sling</em> baja (<em>wirerope</em>).</p> <h3><a href="/article/read/walau-menggiurkan-tapi-3-makanan-ini-bahaya-jika-diminum-dengan-soda" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: Walau Menggiurkan, Tapi 3 Makanan Ini Bahaya Jika Diminum dengan Soda</a></h3> <h2><strong>4. Model</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Carport/18.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em><span class="irc_ho" dir="ltr">referensirumah.com</span></em></p> <p>Idealnya selaras dengan gaya bangunan sebab keberadaannya sangat memengaruhi tampilan atau fasad bangunan. Beberapa model atap<em> carport</em> misalnya kanopi beratap datar dengan kemiringan tertentu, bentuk pelana (<em>V</em> <em>shape</em>), bentuk lengkung, dan sebagainya. Dinding <em>carport</em> bersifat opsional, tergantung kebutuhan atau bisa sekaligus merupakan pagar pembatas.   </p> <h2><strong>5. Material</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Carport/construction-1914813_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Material <em>carport</em> yang ideal harus kuat dan tahan terhadap cuaca. Akan lebih baik jika memiliki nilai estetis. Pertimbangkan material berikut untuk setiap bagian <em>carport</em>.  <br />• <strong>Tiang dan rangka atap</strong>, harus dibuat dari material yang kuat dan tahan pengaruh luar seperti cuaca. Misalnya besi dan baja tahan karat, kayu ulin, beton, juga kombinasi dua atau lebih material.  <br />• <strong>Penutup atap</strong>, sebaiknya dipilih yang kuat dan tahan cuaca. Misalnya, fiber, polikarbonat, kaca, genting, beton cor, dan lain-lain. Ketahuilah, beberapa jenis struktur, misalnya struktur gantung, mensyaratkan penutup atap yang ringan.<br />• <strong>Lantai/landasan harus stabil</strong>, konstruksinya kuat menahan beban mobil, dan permukaannya tidak licin. Pilihan material, antara lain <em>conblock, grass block</em>, beton cor, dan sebagainya. Untuk mengantisipasi genangan air, kemiringan lantai ideal ±1–3%. Tanah harus padat dan stabil, namun perkerasan tak harus menyeluruh. Misalnya perkerasan hanya pada bagian lintasan roda (± 45–75cm), sisanya ditanami rumput atau diisi koral atau kerikil untuk media penyerapan air dan terlihat bersih.</p> <h3><a href="/article/read/agar-balkon-tak-terbengkalai-4-hal-ini-bisa-dilakukan" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: Agar Balkon Tak Terbengkalai, 4 Hal Ini Bisa Dilakukan</a></h3>
Agar Balkon Tak Terbengkalai, 4 Hal Ini Bisa Dilakukan
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Balkon cenderung berukuran terbatas dan aksesibilitasnya pun tidak seterbuka teras lantai satu, sehingga tidak seserbaguna teras. Namun banyak fungsi bisa dilekatkan pada balkon, antara lain sebagai berikut seperti yang dirangkum dari majalah Rumahku:</p> <h2>1. <strong>Manfaatkan balkon sebagai perluasan ruang</strong></h2> <p><img src="/images/cms//4 Cara Maksimalkan Balkon/pexels-photo-157043.jpeg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Anda bisa memanfaatkan balkon sebagai tambahan atau perluasan ruang yang terhubung, terutama jika ukuran rumah terbatas. Misalnya balkon dapat digunakan sebagai perluasan ruang makan atau ruang keluarga dengan meletakkan perabot yang sesuai. Jadi bila banyak tamu berkunjung teras lantai atas tersebut akan menambah daya tampung.    </p> <h2>2. <strong>Manfaatkan balkon untuk menikmati udara segar atau <em>view</em></strong></h2> <p><strong><em><img src="/images/cms//4 Cara Maksimalkan Balkon/pexels-photo-699967.jpeg" alt="" width="800" /></em></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Bila balkon terhubung dengan ruang tidur, manfaatkan sebagai sarana menikmati udara luar. Segera setelah bangun tidur Anda bisa menjangkau balkon dan menghirup udara segar atau sekedar menikmati pemandangan yang menarik.</p> <h3><a href="/article/read/tak-hanya-untuk-buka-tutup-fungsi-dan-jenis-pintu-ternyata-beragam" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: Tak Hanya untuk Buka Tutup, Fungsi dan Jenis Pintu Ternyata Beragam</a></h3> <h2>3. <strong>Manfaatkan balkon sebagai taman/kebun</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//4 Cara Maksimalkan Balkon/rsz_house-flower-window-home-balcony-facade-1415545-pxherecom.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pxhere.com</em></p> <p>Anda bisa berkebun atau menciptakan taman di area balkon. Pot-pot tanaman dapat diletakkan di lantai atau pagar balkon, dan bisa juga digantung. Selain menciptakan iklim mikro yang sejuk, taman balkon berpotensi mempercantik fasad. Keindahan taman bisa dinikmati dari dalam maupun luar rumah.</p> <h2>4. <strong>Manfaatkan balkon sebagai elemen estetis</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//4 Cara Maksimalkan Balkon/architecture-3320400_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Pengaruh balkon pada tampilan fasade tak dapat dihindari. Jadi, manfaatkan balkon untuk memperindah fasade. Hindari memanfaatkan balkon sebagai ruang tempat menumpuk barang tidak terpakai. Kecuali berada di area servis, hindari penggunaan balkon sebagai ruang jemur. </p> <h3><a href="/article/read/mau-beranda-jadi-ruang-multifungsi-perhatikan-3-hal-ini" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: Mau Beranda Jadi Ruang Multifungsi? Perhatikan 3 Hal Ini</a></h3>
Mau Beranda Jadi Ruang Multifungsi? Perhatikan 3 Hal Ini
<div class="text_post_block"> <div class="big-card"> <div class="big-card-content"> <p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Apakah semua beranda rumah Anda termanfaatkan dengan baik? Jika belum, coba maksimalkan fungsinya sesuai lokasi. Misalnya, beranda depan sebagai ruang tamu sementara atau tempat bersantai bagi keluarga. Tak ada salahnya sesekali menerima tamu di beranda dalam suasana relaks. Bersantai atau bercengkerama bersama keluarga di ruang semi terbuka dengan <em>view</em> alami dan hembusan angin segar tentu sangat nyaman dan akan menambah keharmonisan.  Memaksimalkan fungsi beranda mungkin berujung pada renovasi atau dekorasi ulang juga penambahan perabot. Untuk itu perhatikan beberapa hal berikut ini:</p> <h2><strong>1. Lakukan renovasi sesuai kebutuhan</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Maksimalkan Fungsi Beranda/pexels-photo-804392.jpeg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Renovasi beranda bisa mencakup renovasi besar atau kecil. Renovasi besar boleh jadi menyangkut perubahan atau perbaikan konstruksi tiang, kolom, dinding, maupun atap. Namun jika konstruksi dan luasan teras sudah cukup ideal, lakukan saja renovasi kecil, seperti mengganti cat, atau ubin untuk menciptakan suasana baru. Hal terpenting yang perlu diperhatikan agar teras memenuhi aspek fungsional adalah mengantisipasi teras dari tampias hujan atau gangguan silau matahari. Jika perlu perlebar teritis atau tambahkan kerai (<em>awning</em>).</p> <h2><strong>2. Tambahkan perabot sesuai fungsi</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Maksimalkan Fungsi Beranda/wicker-rocking-chair-50613_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Tetapkan fungsi beranda! Selanjutnya pilih jenis dan karakter furnitur yang menarik sesuai gaya hunian serta nyaman. Jika Anda ingin memaksimalkan beranda sebagai ruang tamu sementara, lebih tepat jika menambahkan set kursi dan <em>coffee table</em> daripada kursi goyang. <em>Chaise lounge</em> lebih pas dipajang di beranda kamar tidur. Bale-bale atau sofa tentu cocok untuk beranda belakang tempat keluarga bersantai, mengobrol, atau menikmati saat bersama, Pertimbangkan bentuk, ukuran, dan jumlah furnitur dengan luas beranda. Letakkan perabot seperlunya untuk menghindari kesan sumpek.</p> <h3><a href="/article/read/agar-rumah-tak-ambles-kenali-4-hal-terkait-mengurug-tanah-ini" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: Agar Rumah Tak Ambles, Kenali 4 Hal Terkait Mengurug Tanah Ini</a></h3> <h2><strong>3. Dekorasi ulang agar lebih atraktif</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Maksimalkan Fungsi Beranda/screened-porch-670263_1280.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Dekorasi ulang beranda Anda agar tampil lebih atraktif. Berikut beberapa unsur yang dapat dipoles ulang untuk mempercantik teras rumah:</p> <p>• <strong>Elemen ruang</strong> seperti dinding, kolom, lantai, juga <em>railing</em> dapat dicat ulang dengan warna yang lebih atraktif atau dilapisi dengan material bertekstur unik seperti batu alam.      <br />• <em><strong>Furniture</strong></em> dapat dipoles ulang dengan warna yang lebih menarik atau diganti dengan model yang unik dan menarik sesuai fungsi, selera dan gaya arsitektur hunian.  <br />• <strong>Benda-benda seni</strong> dapat dipajang sebagai elemen dekoratif untuk memperindah beranda. Misalnya lukisan, patung, kain tradisional, bahkan topeng. <br />• <strong>Tanaman dalam pot </strong>dapat ditambahkan jika ingin beranda bernuansa alami atau tampil lebih segar. Pilihan bisa jatuh pada jenis tanaman berbunga ataupun tidak.  <br />• <strong>Pencahayaan</strong> pilihlah yang tidak hanya menerangi tetapi juga membuat beranda tampil lebih cantik lewat bentuk lampu atau warna cahaya. Misalnya,<em> chandelier</em>, dan lampion. </p> <p>Anda juga dapat menerapkan banyak fungsi lain. Misalnya, beranda belakang atau tengah pada rumah dengan <em>innercourt</em> dapat dimanfaatkan sebagai tempat bermain anak, ruang makan semi terbuka, ruang duduk, dan sebagainya. Sementara beranda kamar tidur yang bersifat privat dapat dimanfaatkan untuk mewadahi aktivitas santai yang lebih personal.</p> <h3><a href="/article/read/5-hal-penting-untuk-maksimalkan-fungsi-balkon-hunian-makin-nyaman" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: 5 Hal Penting untuk Maksimalkan Fungsi Balkon, Hunian Makin Nyaman</strong></a></h3> </div> </div> </div>
5 Hal Penting untuk Maksimalkan Fungsi Balkon, Hunian Makin Nyaman
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Balkon dari bahasa Latin <em>balcone</em>, yang berarti jendela besar, dan selanjutnya merujuk pada teras yang ditinggikan (terdapat di lantai atas) yang menempel di sepanjang dinding bangunan. Berbeda dengan teras, balkon cenderung lebih tertutup. Biasanya balkon terhubung dengan satu atau lebih ruang, dan untuk mencapainya harus melalui ruang tersebut.</p> <p>Kadang kala balkon tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal karena tidak memenuhi syarat kenyamanan, keamanan, ataupun keindahan. Balkon akan berfungsi maksimal jika direncanakan dengan baik dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Berikut beberapa poin yang harus diperhatikan:</p> <h2>1. Keamanan struktur dan konstruksi</h2> <p><img src="/images/cms//Fungsi Balkon/balcony-2526221_1280.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Pastikan struktur atau konstruksi balkon benar-benar kuat untuk menerima beban berlebih seperti perabot, pot-pot tanaman, manusia, dan sebagainya.</p> <h2>2. Keamanan fungsi sehari-hari</h2> <p><img src="/images/cms//Fungsi Balkon/pexels-photo-347141.jpeg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pexels.com</em></p> <p>Pastikan balkon aman dengan memasang pagar/<em>railing</em> yang kuat dan stabil. Pertimbangkan ketinggian pagar dan kerapatan jeruji (jika berbentuk teralis) agar aman untuk anak-anak.</p> <h2>3. Keamanan dari paparan sinar matahari dan perubahan cuaca</h2> <p><img src="/images/cms//Fungsi Balkon/balcony-3308365_1280.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Pertimbangkan orientasi saat meletakkan balkon agar tidak terpapar sinar matahari langsung; atau berikan perlindungan berupa atap serta kanopi yang memadai.</p> <h3><a href="/article/read/beri-kesan-hunian-kokoh-ini-hal-yang-perlu-dikenal-dari-batu-templek" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Beri Kesan Hunian Kokoh, Ini Hal yang Perlu Dikenal Dari Batu Templek</strong></a></h3> <h2>4. Estetika terhadap bangunan</h2> <p><img src="/images/cms//Fungsi Balkon/couple-690637_1280.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Letakkan balkon pada sisi bangunan yang menghadap ke arah <em>view</em> yang menarik.</p> <h2>5. Kelengkapan perabot untuk menunjang fungsi</h2> <p><img src="/images/cms//Fungsi Balkon/holiday-754153_1280.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Tambahkan perabot yang sesuai untuk menunjang fungsi yang diinginkan. Misalnya set meja makan, set sofa, <em>easy chair/lounge chair</em> dengan <em>coffee table</em>, dan lain-lain. Pilihlah perabot yang sesuai untuk area <em>semi-outdoor</em>.</p> <h3><a href="/article/read/agar-rumah-tak-ambles-kenali-4-hal-terkait-mengurug-tanah-ini" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: Agar Rumah Tak Ambles, Kenali 4 Hal Terkait Mengurug Tanah Ini</a></h3>
Agar Rumah Tak Ambles, Kenali 4 Hal Terkait Mengurug Tanah Ini
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Terkadang lokasi tanah yang akan dibangun berada di bawah permukaan jalan sehingga perlu diurug, karena lantai rumah yang akan dihuni nantinya sebisa mungkin berada di atas permukaan jalan agar nyaman untuk tempat tinggal.</p> <p>Prosedur pelaksanaan pengurugan ada 2 cara, yaitu setelah dan sebelum fondasi dikerjakan. Selain itu, ada 2 faktor pemilihan material urugan dan perhitungan ketinggian yang perlu diperhatikan. Dalam melaksanakan kedua prosedur ini kondisi medan menjadi pertimbangan yang utama. Cara mengurug dilakukan secara lapis demi lapis, idealnya digelar dengan ketebalan 20-30 cm kemudian dipadatkan dengan <em>stamper/compactor</em>. Semprot dengan sedikit air bila tanahnya kering. Berikut prosedur lengkapnya:</p> <h2><strong>1. Pengurugan setelah fondasi dikerjakan</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Pengerjaan Urugan/A_photo_on_ground_level_building_construction.JPG" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>wikimedia.org</em></p> <p>Untuk bangunan sederhana dengan kondisi medan yang tidak terlalu berat maka fondasi dikerjakan dulu dengan ketinggian yang sesuai dengan permukaan jalan, setelah itu baru diurug dengan tanah.</p> <h3><a href="/article/read/beri-kesan-hunian-kokoh-ini-hal-yang-perlu-dikenal-dari-batu-templek" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Beri Kesan Hunian Kokoh, Ini Hal yang Perlu Dikenal Dari Batu Templek</strong></a></h3> <h2><strong>2. Pengurugan sebelum fondasi dikerjakan</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Pengerjaan Urugan/rsz_sand-tractor-asphalt-construction-repair-vehicle-503999-pxherecom.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pxhere.com</em></p> <p>Untuk bangunan besar dengan kondisi medan yang berat maka tanah yang akan dibangun diurug dahulu, kemudian fondasi dikerjakan setelah tanahnya rata dan padat. Ada juga cara dengan membiarkan tanah memadat sendiri dalam waktu cukup lama, misal 1 tahun.</p> <h2><strong>3. Pemilihan tanah untuk material urugan</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Pengerjaan Urugan/rsz_work-landscape-sand-sky-wood-road-498550-pxherecom.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pxhere.com</em></p> <p>Jenis tanah urug yang baik adalah tanah berpasir yang terurai (bukan gumpalan), sehingga mudah dipadatkan. Selain itu untuk pemilihan tanah urugan yang baik harus mempertimbangkan jenis tanah. Tanah yang terlalu basah tidak bisa dipadatkan dengan baik. Jenis tanah urugan haruslah tanah yang tidak mengandung kotoran organik seperti rumput, sampah, pepohonan atau dedaunan karena akan berakibat penurunan. Penurunan ini sendiri terjadi karena sisa-sisa akar pepohonan dan daun mengalami dekomposisi/penguraian/pembusukan oleh alam, sehingga menimbulkan rongga berisi udara. Nah, rongga udara ini akan menurun ketika mengalami tekanan yang terus menerus dari atasnya.</p> <h2><strong>4. Perhitungan ketinggian yang harus presisi</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Pengerjaan Urugan/work-sand-field-asphalt-construction-vehicle-633844-pxhere_com.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>pxhere.com</em></p> <p>Salah memilih dan mengukur ketinggian rumah dapat menyebabkan rumah menjadi tergenang saat curah hujan tinggi. Karena ketinggian air banjir ketika hujan lebat beragam untuk suatu daerah, sebaiknya elevasi dari rumah ditentukan dengan survey rumah-rumah di sekitarnya. Bila bukan daerah banjir umumnya ketinggian lantai rumah cukup dibuat 30 cm dan kamar mandi 25 cm dari punggung jalan.</p> <p><strong>Catatan penting:</strong></p> <p>Sebelum melaksanakan pekerjaan urugan maka permukaan tanah yang mengandung tumbuh-tumbuhan dan akar-akaran (humus) dikeruk dahulu diletakkan di luar bangunan agar tidak menyebabkan penurunan tanah atau ambles.</p> <h3><a href="/article/read/tak-hanya-untuk-buka-tutup-fungsi-dan-jenis-pintu-ternyata-beragam" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Tak Hanya untuk Buka Tutup, Fungsi dan Jenis Pintu Ternyata Beragam</strong></a></h3>
Tak Hanya untuk Buka Tutup, Fungsi dan Jenis Pintu Ternyata Beragam
<p><strong><em>Oleh: Redaksi</em></strong></p> <p>Pada sebuah hunian bisa dijumpai beragam pintu, seperti pintu utama (<em>main entrance</em>), pintu untuk kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan pintu antar ruang lain. Fungsi utama pintu adalah jalur keluar-masuk manusia dan barang. Fungsi lain yang mungkin melekat pada pintu, antara lain menjaga privasi dan keamanan, sarana masuknya cahaya alami serta jalur sirkulasi udara.</p> <p>Beragam pintu secara umum dikelompokkan atas jenis pintu ayun (<em>swing door</em>), pintu lipat (<em>folding door</em>), pintu geser (<em>sliding door</em>), pintu gulung (<em>rolling door</em>), pintu putar, dan juga pintu otomatis. Masing-masing jenis pintu dapat dibuat dengan bentuk dan ukuran menurut standar atau sesuai selera dan kebutuhan fungsional atau estetika.</p> <p>Sementara materialnya dibedakan atas material rangka, kusen dan daun pintu. Rangka/kusen pintu dapat dibuat dari material kayu, logam (besi, baja, aluminium,) atau bahan sintetis. Untuk daun pintu dapat dipilih material kayu, seperti kayu solid atau olahan (multiplek, triplek, dan sebagainya), beragam jenis kaca (kaca bening/polos, kaca berwarna, kaca patri/hias, kaca laminasi), ataupun bahan sintetis seperti akrilik, vinil, dan lainnya. Kombinasi material dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Berikut beberapa contohnya dikutip dari majalah Rumahku.</p> <h2><strong>1. Pintu utama bagian dari<em> </em>fasad</strong></h2> <p><img src="/images/cms///Macam dan Fungsi Pintu/architecture-house-window-building-home-wall-843569-pxhere_com.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pxhere.com</em></p> <p>Sebagai pengaman dan bagian estetika fasad, pintu utama perlu dirancang lebih spesial daripada pintu lain. Model pintu yang menampilkan kesan utama adalah pintu ayun bersayap rangkap. Kombinasi material kayu solid dan kaca—patri/<em>stained, film, graver</em>—untuk daun pintu dapat dipilih untuk menampilkan kesan elegan sekaligus estetis.  </p> <h2><strong>2. Pintu ayun kayu untuk kamar tidur</strong></h2> <p><img src="/images/cms//Macam dan Fungsi Pintu/wood-floor-home-ceiling-entrance-furniture-1043300-pxhere_com.jpg" alt="" width="800" /></p> <p><em>pixabay.com</em></p> <p>Selain fleksibel, pintu ayun berpanel kayu solid ataupun olahan juga berkesan stabil dan kuat. Pintu demikian dapat tampil minimalis ataupun elegan tergantung <em>finishing</em> yang diberikan. Sebagai contoh, pintu kayu solid yang di<em>-finishing</em> pelitur dan melamik yang menonjolkan karakter serat dan warna alami akan menampilkan kesan natural nan estetis dan elegan.        </p> <h2><strong>3. Satukan ruang dengan pintu kaca lipat/geser</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Macam dan Fungsi Pintu/Elegant-dining-area-concealed-by-sliding-glass-doors-in-wooden-frame.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>decoist.com</em></p> <p>Pintu lipat atau pintu geser yang dipasang sepanjang dinding dapat dibuka untuk menyatukan dua ruang. Misalnya, antara ruang keluarga dan teras. Jika daun pintunya dibuat dari bahan kaca transparan maka pintu lipat/geser tersebut juga dapat menghubungkan dua ruang secara visual serta memasukkan terang alami tanpa harus membukanya. Kapan pun perlu menyatukan dua ruang tersebut secara fisik, Anda hanya perlu melipat/menggesernya.</p> <h3><a href="/article/read/manfaatkan-cahaya-alami-untuk-bangunan-hunian-jadi-hemat-listrik" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca Juga: Manfaatkan Cahaya Alami untuk Bangunan, Hunian Jadi Hemat Listrik</strong></a></h3> <h2><strong>4. Pintu geser untuk hunian terbatas</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Macam dan Fungsi Pintu/Rustic-kids-bedroom-with-bunk-beds-and-a-smart-sliding-door.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>decoist.com</em></p> <p>Pada hunian sempit, pintu antar ruang sering ditiadakan. Akibanya privasi ruang berkurang. Pintu geser (<em>sliding doo</em>r) dapat menjadi solusi cerdas untuk masalah tersebut. Pintu geser tidak perlu ruang seluas <em>swing/folding</em> door, selain itu juga menampilkan kesan bersih dan rapi.   </p> <h2><strong>5. Pintu anti karat dan tahan rayap untuk area basah</strong></h2> <p><strong><img src="/images/cms//Macam dan Fungsi Pintu/pocket-door-for-bathroom_suitcase-door-for-bathroom-interior-doors-bathroom-duffel-bag-door-for-bathroom-bathroom-pocket-door-lowes-bi-fold-bathroom-doors_large.jpg" alt="" width="800" /></strong></p> <p><em>debbar.us</em></p> <p>Kesal dengan ulah rayap dan kunjungan banjir? Pintu berbahan kaca, PVC, aluminium dan <em>fiberglass</em> tentu menjadi pilihan yang berpihak. Material tersebut tidak disukai rayap dan  anti karat. Kini desainnya pun telah banyak berkembang hingga tampil semakin menarik.</p> <p>Selain fungsi utama, beberapa fungsi lain mungkin melekat pada sebuah pintu sehingga akan mempengaruhi model desain dan materialnya. Pertimbangkan jenis, model dan material pintu sesuai fungsi, kebutuhan ataupun selera Anda.</p> <h3><a href="/article/read/beri-kesan-hunian-kokoh-ini-hal-yang-perlu-dikenal-dari-batu-templek" target="_blank" rel="noopener">Baca Juga: Beri Kesan Hunian Kokoh, Ini Hal yang Perlu Dikenal Dari Batu Templek</a></h3>