Masuk

Tips

Beranda / Artikel
Search:

Ruang Tamu Anda Terkesan membosankan? Coba Ubah Tata Letak Perabotnya
<p><em>Oleh: Setyo Bekti</em> </p> <p>#SahabatJagoBangunan, ruang tamu berfungsi untuk menyambut dan menjamu tamu yang datang atau berkunjung ke rumah. Aktifitas yang sering dilakukan diruangan ini diantaranya duduk, mengobrol, makan makanan ringan, minum, atau pun membaca. Maka perabotan seperti kursi, mebel, dan meja tidak bisa lepas dari ruangan yang biasanya terletak di bagian paling depan ini.</p> <p>Namun jika perabotan yang ada hanya itu-itu saja, bukankah ruangan khusus untuk menerima tamu akan terkesan membosankan? Tenang, coba ikuti tips menata ruang tamu ala #PakJago ini.</p> <p>1. <strong>Gunakan perabotan bergaya modern</strong></p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/RuangMembosankan/GAMBAR_2.jpg" alt="" width="621" height="467" /><em>Perabotan ruang tamu modern (Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/edit/desain-minimalis.com">disini</a>)</em></p> <p>Bila perabotan di ruang tamu Anda sudah usang atau ketinggalan jaman, tips satu ini bisa Anda terapkan. Ganti perabotan lama dengan yang baru dan lebih modern. Perabotan bergaya modern akan memberikan suasana yang lebih segar dan nyaman pada ruang tamu Anda.</p> <p>Berikut ini perabotan modern yang bisa Anda letakkan di ruang tamu:</p> <p>- Sofa dengan bantal warna-warni untuk memberikan efek ceria dan segar</p> <p>- Meja tamu dengan desain minimalis</p> <p>- Letakkan rak dinding pada ruang tamu untuk menempatkan bingkai foto, majalah, surat kabar, atau ornamen ruangan.</p> <p><strong>2. Letakkan alat musik di ruang tamu</strong></p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/RuangMembosankan/GAMBAR_3.jpg" alt="" width="700" height="464" /><em>Alat musik yang diletakkan pada ruang tamu (Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/edit/topdreamer.com">disini</a>).</em></p> <p>Ruang tamu berukuran cukup luas dan Anda suka bermain musik? Tak ada salahnya Anda menempatkan peralatan musik yang Anda miliki pada ruang tamu. Selain tergolong unik dan beda dari yang lain, alat musik seperti gitar, orgen, atau piano pada ruang tamu dapat menghilangkan suasana bosan. Ruangan juga akan terasa lebih “hidup” dengan alunan musik dan membuat tamu betah berlama-lama di rumah Anda.</p> <p>Ini hal yang perlu diperhatikan jika Anda akan meletakkan alat musik pada ruang tamu:</p> <p>- Letakkan peralatan musik pada pojok ruangan agar tidak menggangu akses jalan pada ruang tamu</p> <p>- Pastikan kabel-kabel listrik untuk alat musik tertata dengan rapi</p> <p>3. <strong>Buat museum mini di ruang tamu</strong></p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/RuangMembosankan/GAMBAR_4.jpg" alt="" width="650" height="493" /><em>Benda koleksi yang ditata menarik pada ruang tamu (Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/edit/dekorrumah.net">disini</a>).</em></p> <p>Ruang tamu ternyata dapat disulap menjadi sebuah museum mini. Dengan memajang barang-barang koleksi Anda pada ruang tamu, menjadi daya pikat yang menarik lebih menarik para tamu. Anda dapat meletakkan koleksi pribadi seperti barang-barang antik hingga foto pada rak lemari atau ambalan di dinding.</p> <p>Berikut ini beberapa tips sebelum membuat museum mini diruang tamu:</p> <p>- Pilihlah koleksi yang berukuran tidak terlalu besar, sehingga ruangan tidak penuh dengan barang koleksi</p> <p>- Letakkan barang koleksi yang menarik pada rak lemari berkaca</p> <p>- Anda bisa menaruh barang koleksi pada meja konsol, namun Anda juga harus merawat koleksi tersebut agar terhindar dari debu.</p> <p>4. <strong>Bikin ruang amu ala Negeri “Sakura”</strong></p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/RuangMembosankan/GAMBAR_5.jpg" alt="" width="634" height="422" /><em>Tempat duduk khas Negeri Sakura (Sumber: <a href="/backend/cms/article/article/edit/1.bp.blogspot.com">disini</a>).</em></p> <p>Bila Anda bosan dengan penggunaan sofa dan meja pada ruang tamu, coba tata perabotan seperti rumah-rumah di Jepang. Anda cukup menyematkan meja lesehan, karpet dan bantalan untuk menciptakan kesan Jepang pada ruang tamu.</p> <p>Agar nuansa Jepang dapat hadir diruang tamu, berikut yang perlu Anda perhatikan:</p> <p>- Gunakan meja lesehan dengan tinggi 35-50 cm, usahakan meja telah difinishing sehingga nyaman digunakan</p> <p>- Berikan bantalan sebagai alas untuk duduk</p> <p>- Pasang karpet yang lembut, agar kaki tidak terasa sakit karena bersinggungan langsung dengan lantai yang keras.</p> <p>Nah, #SahabatJagoBangunan, semoga tips di atas dapat membantu Anda untuk mengubah suasana yang membosankan di ruang tamu menjadi lebih segar dan menarik.</p> <p>Anda juga dapat berkonsultasi dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan, melalui website maupun call center – bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak artikel-artikel dari #PakJago lainnya.</p> <p> </p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
Bagaimana Desain Rumah Adat Bertahan di Tengah Modernisasi?
<p><em>Oleh: Jerie</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, Indonesia yang membentang di sepanjang khatulistiwa, memiliki kekayaan luar biasa. Mulai sumber daya alam hingga budaya, terbentang dari Sabang hingga Merauke. Indonesia juga memiliki beragam suku, yang membuat setiap daerah memiliki rumah adat dengan ciri khas budaya dan konstruksi bangunan lokal.</p> <p>Luar biasanya, desain rumah adat sejak dulu sudah menerapkan konstruksi bangunan tahan gempa dengan pemilihan material bangunan. Bangunan arsitektur rumah adat pun penuh dengan pertimbangan lingkungan, alam, dan sosial. Juga sarat filosofi dan kearifan lokal.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Rumahadat/jogja2.jpg" alt="" width="643" height="343" /><em>Gambar 1. Rumah tinggal bergaya rumah adat Joglo di Jogja, Sleman, Jawa Tengah (Sumber: Rumah Idaman).</em></p> <p>Lalu, bagaimana dengan konstruksi bangunan pada era modernisasi ini? Modernisasi melahirkan wajah baru dalam kehidupan. Perkembangan dunia arsitektur tak lepas dari pengaruh perkembangan teknologi dan informasi.</p> <p>Hingga tanpa disadari keduanya saling tarik menarik: antara lokalitas dan modernitas, antara teknologi baru dan teknologi lokal, antara seni modern dan seni lokal; yang terkadang menghasilkan karya desain tanpa pertimbangan konteks permasalahan lingkungan dan sosial yang berbeda.</p> <p>Dilema ini memberi inspirasi bagi #PakJago untuk mengajak #PakTukang agar bisa mempertahankan keindahan desain rumah adat Indonesia. Kita tentu tidak ingin khas negri tercinta ini nantinya hanya menjadi kenangan, atau "dimuseumkan" di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Rumahadat/LOMBOK3.jpg" alt="" width="623" height="467" /><em>Gambar 2. Cotton Tree Cottage bergaya rumah adat Lumbung di Gili Trawangan, Lombok (Sumber: Booking.com).</em></p> <p>Lantas bagaimana caranya agar desain rumah adat bisa tetap bertahan di tengah modernisasi? Mari simak ulasan #PakJago berikut ini.</p> <p><strong>Pertimbangkan Situasi & Kondisi</strong></p> <p>Desain bangunan menjadi bagian dari kehidupan yang terus bergerak. Bahkan mengikuti arus modernisasi dan pengaruh dari luar. Tinggal di pedesaan dan perkotaan akan terasa berbeda lantaran terbatasnya lahan, kemampuan ekonomi, serta kondisi lingkungan sosial, yang berdampak pada konstruksi bangunan rumah adat.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Rumahadat/toraja1.jpg" alt="" width="550" height="412" /><em>Gambar 1. Luta Resort bergaya rumah adat Tongkonan di Toraja, Sulawesi Selatan (Sumber: tripadvisor).</em></p> <p>Solusi untuk perubahan desain bangunan yang dapat dilakukan ialah membangun rumah adat sebagaimana mestinya. Namun tetap mempertimbangkan situasi dan kondisi tempat tinggal. Misal, jangan dipaksakan membangun rumah adat yang luas jika memang lahan terbatas. </p> <p><strong>Kolaborasi Desain Bangunan</strong></p> <p>Kolaborasi desain bangunan rumah adat dapat dilakukan pada tektonikanya. Ialah seni dan ilmu tentang pembentukan, perangkaian, dan cara menghias material pada bangunan.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Rumahadat/labuanbajo5.jpg" alt="" width="640" height="405" /><em> Gambar 5. Ekplorasi Rumah tinggal seperti gaya rumah adat Honai-Papua (Sumber: gpswisataindonesia).</em></p> <p>Desainer bangunan modern saat ini hendaknya dapat berkolaborasi dengan desainer rumah adat, melalui kebebasan berkreasi dan perkembangan lokalitas budaya. Kolaborasi ini akan menjadikan rumah adat tetap kokoh berdiri dan tidak dianggap ketinggalan jaman.</p> <p><strong>Gali Kearifan Lokal</strong></p> <p>Kreatifitas seringkali tidak berdaya jika terbentur faktor ekonomis dan kekuasaan. Namun, desain bangunan seharusnya menjadi milik semua kalangan, mulai masyarakat lapisan bawah, masyarakat pinggiran, hingga masyarakat elit.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Rumahadat/papualagi.jpg" alt="" width="555" height="416" /><em>Gambar 5. Laksmi Ecottages bergaya rumah adat Lumbung di Ubud, Bali (Sumber: baliindonesia).</em></p> <p>Karenanya menggali kearifan budaya lokal merupakan upaya penyatuan lokalitas dengan modernitas, meyatukan yang lama dengan yang baru. Sehingga #PakTukang adat dapat mewujudkan rumah adat yang memiliki masa depan.</p> <p>Nah, itu dia tips dari #PakJago untuk mempertahankan arsitektur rumah adat di tengah terpaan modernisasi. Percayalah, Sahabat, rumah adat masih punya harapan dan masa depan. Masih banyak kolaborasi desain rumah adat yang bisa diterapkan di era modernisasi ini. Apakah #PakTukang mau mencoba membangun rumah adat bergaya modern? </p> <p>Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun call center – Bebas Pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai jumpa di artikel #PakJago berikutnya, ya.</p> <p> </p> <p><em>Editor: Damae Wardani</em></p>
4 Gaya Desain Interior Ini Dijamin Bikin Rumah Mungil Tampak Lebih Mewah
<p><em>Oleh: Setyo Bekti</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, pertimbangan membangun rumah hunian tak lepas dari keindahan, kemewahan, dan kenyamanan. Namun semakin terbatasnya lahan, khususnya daerah perkotaan, desain rumah minimalis kian banyak menjadi pilihan. Meski begitu, pemilik rumah mungil pasti tetap ingin mendapatkan kesan mewah dari desain interior yang relatif sempit.</p> <p>Bagaimana merancang desain interior pada rumah minimalis untuk menghadirkan keindahan, kemewahan, dan kenyamanan? Berikut beberapa rekomendasi dari #PakJago.</p> <p><strong>Desain Interior Vintage</strong></p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_1__Gaya_Vintage__Sumber_Desainrumahnya_com_.jpg" alt="" width="631" height="474" /><em>Gambar 1. Gaya Vintage (Sumber Desainrumahnya.com)</em></p> <p>Desain interior ini mengusung tema klasik seperti kerajaan-kerajaan Eropa. Desain ruangan cenderung mengutamakan kesan kemewahan. Hal ini terlihat dari penggunaan furniture klasik khas benua eropa yang besar dan kokoh dipenuhi dengan lekukan.</p> <p>Tidak jarang ruangan dengan desain ini menerapkan motif berbentuk rangkaian bunga pada dinding, furniture, hingga ornamen pendukung ruangan seperti kap lampu dan bantal.</p> <p>Ini hal yang harus Anda perhatikan jika ingin menerapkan gaya vintage pada ruangan mungil:</p> <p>• Hindari penggunaan furniture yang terlalu besar. Gunakan furniture dengan tema vintage yang berukuran tidak terlalu besar agar menghemat ruangan mungil Anda.</p> <p>• Jangan menggunakan ornamen ruangan yang terlalu banyak. Ini malah memberi kesan “heboh” pada ruangan mungil Anda, gunakan ornamen senada dengan tema ruangan dan usahakan memiliki fungsi, seperti jam dinding klasik atau lampu meja.</p> <p>• Gunakan cermin untuk memberikan kesan luas pada ruangan, cermin efektif memberikan kesan lapang pada suatu ruangan mungil, pilih cermin dengan bingkai bertema vintage.</p> <p><strong>Desain Interior Scandinavian</strong></p> <p style="text-align: center;"><strong><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_2__Interior_Scandinavian__Sumber_bluprin_com__copy.jpg" alt="" width="602" height="401" /></strong><em>Gambar 2. Interior Scandinavian (Sumberbluprin.com)</em></p> <p>Meskipun terdengar asing, namun desain interior Sancdinavian ini ternyata sudah banyak diterapkan di apartemen dan cafe. Ciri utamanya mengutamakan nilai fungsional pada ruangan.</p> <p>Penggunaan furniture yang simpel dan praktis namun tidak mengurangi sisi elegan, serta menyatu dengan alam. Desain ini sangat cocok untuk diaplikasikan pada ruangan yang mungil.</p> <p>Berikut ini tips yang dapat Anda lakukan untuk menciptakan desain interior Scandinavian:</p> <p>• Penggunaan lantai berbahan atau bermotif kayu. Lantai bermotif kayu dapat memberikan kesan hangat dan nyaman. Anda dapat menggunakan parket atau lantai keramik bermotif kayu.<br /> <br />• Membuat jendela yang luas. Selain lampu, Anda dapat memanfaatkan cahaya alami berupa sinar matahari. Buatlah jendela berukuran besar dengan material kaca. Selain dapat memberikan kesan luas dan menyatu dengan alam, jendela juga dapat menangkap sinar lebih banyak dan membuat ruangan lebih sehat.<br /> <br />• Pilih warna untuk ruangan yang netral. Gunakan warna-warna netral seperti putih, abu-abu, krem, dan coklat untuk memberikan kesan luas dan mewah. Anda dapat menerapkan warna pada dinding, lantai, maupun furniture pada ruangan tersebut.<br /> <br />• Memilih furniture yang memiliki nilai fungsi. Furniture dengan gaya simpel dan tidak terlalu besar serta mengutamakan nilai kegunaan merupakan hal paling efektif untuk diterapkan pada desain interior ini. Penggunaan furniture tersebut juga dapat mempermudah gerak para penghuni rumah yang mungil.</p> <p><strong>Desain Interior Modern Minimalis</strong></p> <p>Desain modern minimalis merupakan desain yang sangat sering digunakan pada ruangan yang mungil. Pemilihan furniture pada gaya modern ini tegas dan berbentuk geometris. Perpaduan warna-warna gelap dan cerah, akan terlihat simpel namun tetap tidak meninggalkan sisi mewah dari suatu ruangan.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_3__Modern_Minimalis__Sumber_konstruksirumah_com__.jpg" alt="" width="601" height="480" /><em>Gambar 3. Modern Minimalis (Sumberkonstruksirumah.com)</em></p> <p>Bila Anda akan mengusung tema ini pada ruangan mungil Anda, berikut tips penataannya:</p> <p>• Gunakan furniture atau ornamen yang memiliki unsur logam. Menggunakan furniture jenis logam dapat memberikan kesan modern pada ruangan dan barangnya tampak mahal. Unsur logam dapat ditampilkan pada penggunaan furniture seperti rangka meja, tiang lampu atau ornamen ruangan.<br /> <br />• Penggunaan Lampu dengan sinar kekuningan. Suasana mewah tapi tetap nyaman pada desain modern minimalis bisa diciptakan dengan menggunakan lampu sinar kekuningan. Lampu jenis ini memberikan efek hangat dan nyaman pada ruangan, baik digunakan sebagai lampu utama atau sebagai lampu hiasan pada suatu ornamen ruangan.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_4__Penggunaan_Lampu__Sumber_aktual_com_.jpg" alt="" width="618" height="382" /><em>Gambar 4. Penggunaan Lampu (Sumberaktual.com)</em></p> <p><strong>Desain Interior Pop-Art</strong></p> <p>Pengaplikasian unsur seni rupa berupa beberapa lukisan kartun atau komik pada suatu ruangan merupakan salah satu ciri khas dari desain interior bergaya Pop-art. Desain ini memberikan suasana keceriaan dan kemeriahan, tapi tetap mewah. Perpaduan berbagai warna ceria dan warna netral seperti kuning, oranye, biru, pink, putih dan abu-abu membuat suasana ruangan menjadi lebih hidup.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_5__Interior_Pop-Art__Sumber_grya_co_id_.jpg" alt="" width="668" height="397" /><em>Gambar 5. Interior Pop-Art (Sumbergrya.co.id)</em></p> <p>Demikian beberapa alternatif desain interior yang mampu menghadirkan kemewahan dan kenyamanan pada rumah minimalis. Selain 4 contoh desain yang dijelaskan di atas, masih banyak desain untuk rumah minimalis yang banyak diaplikasikan saat ini seperti CoastalStyle, Kontemporer, Eklektik, Industrial, Maroko, Rustic, dan Bohemian (BohoChic) Style. Nantikan pembahasan selengkapnya di artikel berikutnya. Selamat mencoba.</p> <p>#SahabatJagoBangunan, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun call center – BebasPulsa di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya.</p> <p> </p> <p> </p>
Kata Siapa Rumah Mungil Itu Sumpek? Ini Trik Desain Interior untuk Membuat Rumah Mungil Terkesan Lebih Lapang dan Elegan
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em><br /> <br />#SahabatJagoBangunan, sering kali kita mendengar keluhan kalau rumah mungil memberikan kesan sumpek, tidak menarik, dan membosankan. Kenyataannya, meskipun sederhana dan luasnya terbatas, rumah mungil juga dapat terasa lapang dan nyaman, bahkan tampak elegan.<br /> <br />Kali ini #PakJago akan menyampaikan beberapa trik tataan interior rumah mungil untuk menciptakan kesan luas, elegan, sekaligus nyaman. <br /> <br /><strong>1. Berikan kesan lapang</strong><br /> <br />Masalah utama hunian mungil ialah luas lahan yang terbatas. Solusinya adalah dengan meningkat rumah. Letakkan kamar tidur dan ruang privat lain di lantai 2, sehingga area bawah dapat dimaksimalkan dengan konsep terbuka yang dapat memberi kesan lapang. Ciptakan ruang multifungsi, kecuali untuk kamar mandi dan area servis, partisi permanen dapat ditiadakan. Ruang tamu, ruang duduk, ruang makan sekaligus pantry dapat dibuat dalam satu area.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_2__Kesan_lapang__sumber_Koleksi_majalah_rumahku_.jpg" alt="" width="477" height="305" /><em>Gambar 2. Kesan lapang (sumber Koleksi majalah Rumahku)</em></p> <p>Terciptanya kesan lapang oleh konsep terbuka akan semakin terasa jika ruangan berlimpah terang alami. Untuk itu rancanglah bukaan lebar (jendela, pintu, ventilasi) dengan finishing transparan. Perkuat kesan lapang dengan meminimalkan jumlah perabot. Aplikasikan furnitur dengan desain simpel dan multifungsi, yang menyediakan ruang penyimpanan tersembunyi untuk mendukung kesan bersih dan rapi. <br /> <br /><strong>2. Aplikasikan warna netral</strong><br /> <br />#SahabatJagoBangunan, selain mendukung terciptanya kesan lapang, penerapan warna-warna netral—putih, abu-abu, krem, beige, dsb.—juga memberikan kesan ruang yang bersih serta memberi suasana yang menenangkan. Aplikasikan paduan warna netral pada elemen ruang (lantai, dinding, plafon), furnitur dan juga softfurnishing. Untuk menghindari kesan monoton dan flat, aplikasikan warna-warna yang lebih mencolok sebagai aksen, seperti biru, merah, oranye. Bisa berupa furnitur, softfurnishing, ataupun elemen dekoratif.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Gambar_3__Warna_netral__sumber_desain-rumah-2016_blogspot_co_id_.jpg" alt="" width="627" height="365" /><em>Gambar 3. Warnanetral (sumber desain-rumah-2016.blogspot.co.id)</em></p> <p><strong>3. Ciptakan karakter dengan pencahayaan</strong><br /> <br />Manfaatkan pencahayaan untuk memberikan kesan elegan dan menciptakan suasana nyaman dan menenangkan. Cahaya putih dari terang alami memberikan kesan bersih, rapi dan elegan. Namun jika berlebihan justru akan membosankan. Untuk mengatur intensitas cahaya dari terang alami, aplikasikan vitrage dan gorden. Sementara untuk pencahayaan buatan, kombinasikan warna cahaya pada sistem penerangan yang ada.<br /> <br />Aplikasikan cahaya putih untuk penerangan umum dan area kerja. Sementara, cahaya kuning dapat dipakai untuk menciptakan karakter ramah di area penerima dan ruang tamu. Juga membangun suasana hangat sekaligus menenangkan pada ruang keluarga. <br /> <br />Cahaya kuning yang redup dapat diterapkan pada kamar tidur untuk menciptakan kesan relaks dan romantis. Tata cahaya juga dapat diterapkan untuk menciptakan efek dramatis pada titik-titik tetentu, misalnya untuk menonjolkan dekorasi.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Gambar_4__Pencahayaan_alami_rumah_mungil__sumber_desainrumahidamanku_xyz_.jpg" alt="" width="642" height="361" /><em>Gambar 4. Pencahayaan alami rumah mungil (sumber desain rumahidamanku.xyz)</em></p> <p><strong>4. Sedikit dekorasi namun berkesan</strong><br /> <br />Hindarkan memajang dekorasi secara berlebihan. Ruangan mungil akan tampak sempit dan sumpek jika terlalu penuh hiasan dinding (lukisan, gambar, atau foto). Begitu pun pajangan yang diletakkan di lantai maupun meja atau kabinet.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Desain_4.jpg" alt="" width="631" height="384" /><em>Gambar 5. Rumah mungil yang terkesan lapang, nyaman sekaligus elegan. (Sumber Lensarumah.com)</em></p> <p>Kesan mewah oleh suasana terang, bersih, dan rapi harus didukung dengan mengurangi dekorasi. Lebih baik pajang sedikit dekorasi artistik yang dapat memberi kesan mendalam. Bisa juga ditambah dengan pencahayaan khusus. <br /> <br /><strong>5. Tambahkan nuansa alami</strong><br /> <br />Kesan anggun dan elok ruangan akan semakin menonjol dengan menambahkan nuansa alami. Jika memungkinkan, rancang taman mungil di luar rumah yang sekaligus dapat dinikmati dari dalam rumah—dengan memanfaatkan bukaan transparan yang ada. Atau masukkan 1-2 pot tanaman ke dalam ruangan agar memberikan kesan alami sekaligus menyegarkan.</p> <p style="text-align: center;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Gambar_5__Nuansa_alami__sumber_artearchitectural_tistory_com_.jpg" alt="" width="695" height="521" /><em>Gambar 5. Nuansa alami (sumberartearchitectural.tistory.com)</em></p> <p>Itu dia trik yang bisa dipakai untuk membuat rumah mungil tampak lebih lega, mewah, dan nyaman. Semoga penjelasan di atas bisa menjadi tambahan wawasan untuk #SahabatJagoBangunan agar tak lagi mempermasalahkan rumah mungil, karena ternyata banyak solusi untuk membuatnya lebih menawan. <br /> <br />Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun callcenter – Bebas Pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai jumpa di artikel #PakJago berikutnya, ya.</p>
Punya Lahan Kosong di Sekitar Rumah dan Bingung Mau Dipakai Apa? Bikin Gazebo Saja
<p><em>Oleh: Dwi Klarasari</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan punya lahan kosong di sekitar rumah dan bingung mau dipakai untuk apa? #PakJago punya solusinya. Lahan kosong bisa dimanfaatkan untuk membuat tempat bersantai dengan keluarga sambil menikmati keindahan luar rumah, seperti Gazebo.<br /> <br />Gazebo merupakan struktur bebas dengan penutup atap dan dinding terbuka—meskipun bisa juga dibuat tertutup dari bahan transparan untuk menghindari serangga, hujan, atau angin keras. Gazebo biasanya dibangun di area terbuka dengan memanfaatkan lahan kosong di rumah tinggal, halaman, atau pekarangan di sekeliling rumah. Kehadiran gazebo juga menambah nilai artistik di lingkungan hunian. <br /> <br />Namun sebelum merancang dan membangun gazebo yang keren, #SahabatJagoBangunan harus tahu ada ragam desain gazebo apa saja dan bagaimana spesifikasi material yang bisa digunakan. Juga hal-hal yang harus diperhatikan sebelum membangun gazebo. Berikut #PakJago akan berbagai informasinya untuk Anda.<br /> <br /><strong>Ragam Desain Gazebo</strong></p> <p><br /> <img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/gaz_4.jpg" alt="" width="666" height="499" /><br />Ada beragam model gazebo yang dapat dipilih, diantaranya yang populer adalah bentuk-bentuk geometris beraturan seperti bundar, persegi, segi enam, dan segi delapan. Penutup atapnya bisa berbentuk limas, pelana, kubah, atau kerucut. atau disesuaikan dengan bentuk denah. Jika tak ingin memilih satu di antara model yang umum tersebut, Anda dapat merancang gazebo dengan bentuk tak beraturan atau sesuai selera. <br /> <br />Untuk membangun gazebo tidak ada ukuran standar yang harus diikuti. Sebaiknya tidak terlalu kecil atau besar, dan idealnya proporsional dengan luas lahan yang tersedia. Kapasitas atau jumlah orang yang hendak ditampung juga harus menjadi pertimbangan. Misalnya, untuk kapasitas 3−5 orang duduk lesehan dapat dibuat gazebo dengan luas sekitar 3−4 meter persegi. Atau dapat juga lebih luas sehingga di dalamnya dapat diletakkan set furnitur. Dinding atau pagar gazebo bisa juga didesain sebagai tempat duduk. <br /> <br /><strong>Ragam Material Gazebo yang dapat Digunakan</strong></p> <p><br /> <img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms//articles/Gambar_1__Gazebo__sumber_furnitureklasikan_.jpg" alt="" width="613" height="427" /><br />Karena gazebo diletakkan di area terbuka, material yang diaplikasikan harus tahan terhadap perubahan cuaca—tahan karat, tidak cepat pudar, tidak mudah lapuk atau keropos—dan juga tahan terhadap serangan rayap, serta pertumbuhan lumut atau jamur. Jadi ragamnya bisa dipilih sesuai selera dan keindahan yang ingin ditampilkan, asalkan memenuhi syarat ketahanan tersebut. Bisa berupa material alami, buatan, atau kombinasi keduanya. <br /> <br />Karena tuntutan daya tahan dan juga keindahan, sebuah gazebo biasanya dibuat dari kombinasi beberapa jenis material. Untuk material struktural bisa berupa kayu yang kuat dan tahan lama, besi atau baja, bata, batu alam, atau beton cor. <br /> <br />Sementara pilihan material penutup atap antara lain sirap, ijuk, genteng. Bisa juga menggunakan material artifisial transparan seperti kaca, fiberglass, dan polikarbonat. Untuk finishing dapat dipilih produk cat atau politur eksterior yang memiliki daya tahan terhadap cuaca, anti karat, dan juga anti jamur atau lumut. <br /> <br /><strong>Pertimbangan Khusus</strong><br /> <br />Selain desain dan material gazebo, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, #SahabatJagoBangunan. Untuk membangun gazebo yang tidak sekadar keren tetapi juga benar-benar berfungsi baik dan tahan lama, ini dia yang harus diperhatikan:<br /> <br />• Jangan paksakan membangun gazebo jika lahan terlalu sempit. <br />• Jika posisi gazebo dekat atau di bawah pohon rindang atau pohon buah, pilihlah penutup atap yang kuat untuk menahan kajatuhan buah dan dengan kemiringan yang cukup curam sehingga guguran daun tidak tertahan terlalu lama.<br />• Keterbatasan dana dapat diatasi dengan membeli gazebo siap pakai yang bisa dibeli atau dipesan. <br /> <br />Nah #SahabatJagoBangunan, Anda sudah bisa menentukan gazebo seperti apa yang akan Anda bangun? Semoga penjelasan di atas bisa menjadi tambahan wawasan untuk membuat gazebo keren. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun call center – Bebas Pulsa di nomor 0800-188-5656.<br /> <br />Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya.</p> <p> </p>
Sejuta Pesona Dinding Bata, Mana yang Anda Suka?
<p><em>Oleh: Cahyadi</em><br /><br />#SahabatJagoBangunan, penggunaan bata sebagai konstruksi dinding pada bangunan, saat ini masih banyak kita jumpai. Meski kini terdapat material alternatif lainnya. Konstruksi dinding batu bata memiliki kelebihan kuat dan tahan lama. Selain itu dinding batu bata menghadirkan keindahan eksotis yang menimbulkan kesan natural khas pedesaan, unik, etnik, klasik dan tropis.</p> <p><strong>(Baca juga: <a href="/artikel/detail/922">Beragam Masalah Rumah Saat Musim Hujan</a>)</strong></p> <p>Berbagai keindahan dinding batu bata dihasilkan oleh pola susunan. Setiap pola susunan yang berbeda akan menghasilkan keindahan yang berbeda pula. Pola susunan batu bata ada dua macam: konvensional dan kontemporer.</p> <p><strong>Pola Konvensional (Pola Lama)</strong></p> <p>Kita mengenal pola konvensional konstruksi dinding batu bata, seperti herringbone, soldier atau stack, running, weave, english, flemishcross, flemish diagonal, modular screen, dan sailor. Di Indonesia pola running paling banyak disukai dan diterapkan.</p> <p><img style="margin-right: auto; margin-left: auto; display: block;" src="/images/cms//articles/gambar_2__pola_bata_konvensional_-_rezise.png" alt="" width="679" height="316" /></p> <p><strong>Pola Kontemporer (Pola Kekikinan)</strong></p> <p>Pola kontemporer ini sangat dinamis. Pola tidak monoton hanya satu pola saja, tapi bisa bermacam pola dalam satu konstruksi dan emadukan susunan batu bata dengan material lainnya seperti beton, kayu, kaca atau besi. Konstruksi dinding bata kontemporer tidak hanya pada bangunan bagian luar saja, bisa juga sebagai dinding partisi atau penyekat ruangan.</p> <p>Berikut ini beberapa penerapan konstruksi dinding bata pada bangunan arsitektur kontemporer:</p> <p style="text-align: center;"><img style="margin-right: auto; margin-left: auto; display: block;" src="/images/cms//articles/gambar_3__Penggunaan_bata_pola_running_dipadu_dengan_pola_modular_screen_.jpg" alt="" width="632" height="455" /><em>Gambar 3. (Sumber RoHouse – AlexandersonArquitectos)</em></p> <p>Penggunaan bata pola running dipadu dengan pola modular screen.</p> <p style="text-align: center;"><img style="margin-right: auto; margin-left: auto; display: block;" src="/images/cms//articles/gambar_4__pola_kompleks.jpg" alt="" width="632" height="421" /><em>Gambar 4. (Sumber chilehouse-hamburg-pixabay)</em></p> <p>Penggunaan pola yang lebih kompleks, pola running, pola sailor, pola stack serta ekplorasi desain rotasi pada bata.</p> <p style="text-align: center;"><img style="margin-right: auto; margin-left: auto; display: block;" src="/images/cms//articles/gambar_5__sebagai_dinding_partisi.png" alt="" width="647" height="374" /><em>Gambar 5. (Sumber: rumahcor)</em></p> <p>Dinding bata sebagai konstruksi dinding partisi atau penyekat ruangan, dengan pola screen dan pola english yang dibuat bergelombang, berkesan dinamis, dan sculpturing.</p> <p style="text-align: center;"><img style="margin-right: auto; margin-left: auto; display: block;" src="/images/cms//articles/Gambar_6__Pola_perbaduan.jpg" alt="" width="627" height="418" /><em>Gambar 6. (Sumber: homedesigning)</em></p> <p>Perpaduan bata, pola running dan pola modular screen dengan material finishing lain seperti beton dan kayu.</p> <p style="text-align: center;"><img style="margin-right: auto; margin-left: auto; display: block;" src="/images/cms//articles/Gambar_7__Pola_perpaduan_2.jpg" alt="" width="637" height="455" /><em>Gambar 7. (Sumber: inhabitat)</em></p> <p>Perpaduan pola bata, pola running, dengan pola modular screen.</p> <p><strong>(Baca juga: <a href="/artikel/detail/1023">Ingin Kamar Tidur Nyaman dan Sehat? Coba Teknik Pencahayaan Ini</a>)</strong></p> <p style="text-align: center;"><img style="margin-right: auto; margin-left: auto; display: block;" src="/images/cms//articles/Gambar_8__pola_running.jpg" alt="" width="647" height="355" /><em>Gambar 8. (Sumber: junglekey)</em></p> <p>Pola running dan pola modular screen yang dipadu material finishing lain (batu dan kayu).</p> <p style="text-align: center;"><img style="margin-right: auto; margin-left: auto; display: block;" src="/images/cms//articles/Gambar_9__pola_running_2.png" alt="" width="616" height="409" /><em>Gambar 9. (Sumber: junglekey)</em></p> <p>Pola running, pola sailor, dan pola modular screen yang dipadu dengan ekplorasi desain lain.</p> <p style="text-align: center;"><img style="margin-right: auto; margin-left: auto; display: block;" src="/images/cms//articles/Gambar_10__pola_running_3.jpg" alt="" width="622" height="455" /><em>Gambar 10. (Sumber: marvelbuilding)</em></p> <p>Penerapan pola running dan pola english yang dibuat pada dinding bata melengkung.<br />Keindahan ekplorasi desain konstruksi dinding bata pada arsitektur kontemporer saat ini, semakin beragam dan menarik. Anda tertantang untuk mengaplikasikannya? Apakah sudah menemukan yang cocok untuk desain baru rumah Anda?</p> <p>#SahabatJagoBangunan, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun callcenter – Bebas Pulsa di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel-artikel #PakJago berikutnya, ya.</p>
Ingin Kamar Tidur Nyaman dan Sehat? Coba Teknik Pencahayaan Ini
<p><em>Oleh: Jerie</em></p> <p>#SahabatJagoBangunan, pencahayaan ruangan sangat penting untuk membuat ruangan sehat, nyaman, dan indah. Terlebih kamar tidur yang menjadi ruang pribadi. Jelas membutuhkan desain pencahayaan yang berbeda dari ruangan lain di dalam rumah, baik alami maupun buatan.</p> <p>Pencahayaan alami dari sinar matahari dapat didesain melalui bukaan pintu, jendela, angin-angin (ventilasi udara), atau atap. Sedangkan pencahayaan buatan dihasilkan dari lampu yang di desain sesuai letak dan fungsinya. Berikut perbedaan pencahayaan alami dan buatan menurut #PakJago.</p> <p><strong>Teknik Pencahayaan Alami untuk Kamar Tidur</strong></p> <p>Hal terpenting untuk membuat kamar nyaman dengan cahaya alami ialah cahaya tidak langsung mengenai kepala orang yang tidur. Cahaya juga harus diatur posisi masuknya agar tidak menyilaukan serta dapat membuat rileks orang yang tidur. Teknik yang bisa digunakan diantaranya:</p> <p>- Peletakan bukaan pintu atau jendela tidak langsung lurus dengan kepala orang tidur</p> <p>- Gunakan kaca susu atau kaca es atau kaca warna sehingga cahaya masuk berkurang dan tidak silau</p> <p>- Bukaan angin-angin kaca di atas dan dibuat posisinya tidak langsung terkena arah cahaya matahari</p> <p>- Gunakan vertical blind, horizontal blind, atau gorden yang bisa mengurangi intensitas cahaya matahari langsung.</p> <p><strong>Teknik Pencahayaan Buatan untuk Kamar Tidur</strong></p> <ul> <li>Pilih jenis lampu yang sesuai untuk kamar tidur</li> </ul> <p>Jenis lampu kamar tidur berbeda dengan ruang lainnya baik ukuran maupun warnanya. Lampu berukuran besar dan terlalu ramai untuk ruang tamu tentunya tidak pas bila dipasang di kamar tidur. Begitu juga warna lampu yang terlalu ramai dan dengan warna vibrant kurang membuat nyaman saat berisitirahat.</p> <p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/gambar_4__Down_lighting_dengan_cahaya_mengarah_ke_lantai_dan_dinding__Sumber_pinterest_.jpg" alt="" width="566" height="524" /> </p> <ul> <li>Pilih intensitas lampu yang tidak terlalu terang dan tidak silau</li> </ul> <p>Intensitas lampu yang terlalu terang sebaiknya dihindari. Pilih cahaya lampu warna dingin atau warna hangat yang dapat digunakan sesuai selera pemakainya. Untuk intensitas lampu lebih terang dapat menggunakan lampu baca yang di desain dekat tempat tidur atau dekat tempat duduk.</p> <ul> <li>Perletakan lampu tidak tepat langsung di atas kepala orang yang tidur</li> </ul> <p>Perletakan lampu di atas kepala orang tidur membuat tidak nyaman, silau dan membuat efek panas. Buat desain perletakan lampu tidak langsung di atas kepala orang tidur, bisa di samping atau di kaki atau dibuat tersamar (tersembunyi).</p> <ul> <li>Gunakan lampu yang tidak menimbulkan panas berlebihan.</li> </ul> <p>Biasanya lampu dengan intensitas terlalu terang dan watt tinggi menimbulkan panas berlebihan pada ruangan, sehingga membuat kamar tidur tidak nyaman. Jenis dan merek lampu tertentu dapat menimbulkan panas yang berlebihan, seperti jenis halogen atau jenis neon.</p> <p><strong>Teknik </strong><strong>Mengatur </strong><strong>Pencahayaan Buatan untuk Kamar Tidur</strong></p> <p>Pencahayaan buatan di kamar tidur juga bisa diatur dengan cara berikut:</p> <ul> <li>Membuat nuansa ruangan. Nuansa bisa mengesankan dingin dengan lampu warna putih, hangat pakai mapu warna kuning, atau sesuai keinginan (biasanya lampu berwarna biru, ungu, atau merah).</li> </ul> <p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/gambar_2__Ambient_lighting_dengan_nuansa_dingin_____warna_cooldaylight_atau_putih__sumber_je-Design_.jpg" alt="" width="642" height="481" /></p> <ul> <li>Arahkan cahaya pada satu bagian ruangan. Secara prinsip mirip seperti lampu sorot, namun cahaya lebih berpendar dan tidak sekuat lampu sorot. Teknik ini bisa dilakukan dengan meletakan lampu di plafond dan di tepi kamar tidur, cahaya mengarah ke lantai atau dinding, atau bisa juga ke pernak-pernik display.</li> </ul> <p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/gambar_3__Ambient_lighting_dengan_nuansa_hangat_____warna_warmlight_atau_kuning__sumber_homedesigning_.jpg" alt="" width="624" height="351" /></p> <ul> <li>Membuat lampu tersamar atau tersembunyi. Tetapi cahaya tetap terlihat dan cahaya menyebar pada sudut atau bagian tertentu. Letakkan lampu pada drop plafond, di bawah tempat tidur, di bawah ambalan dinding, atau di bawah drawer.</li> </ul> <p> <img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/gambar_5__Concealed_Lighting_yang_diterapkan_pada_tempat_tidur_dengan_menyembunyikan_lampu__Sumber_iqdesign_.jpg" alt="" width="600" height="450" /></p> <ul> <li>Membuat cahaya berpendar pada ruang lampu di atasnya. Secara prinsip seperti down lighting, hanya arah cahaya dibalik ke arah atas. Cahaya lampu yang dihasilkan akan lebih sejuk dan rileks di mata, selain menambah indah detil desain.</li> </ul> <p> <img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/gambar_6__Recessed_Lighting_dengan_cahaya_pada_backhead_dibuat_ke_arah_atas___sumber_homeesigning_.jpg" alt="" width="603" height="503" /></p> <ul> <li>Membuat cahaya memantul dan menyebar dari dinding ruangan. Tentu saja perletakan lampu ini di dinding ruangan dengan intensitas lampu lebih redup dan tidak membuat silau. Bisa difungsikan untuk lampu tidur atau lampu baca.</li> </ul> <p> <img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/images/cms///articles/Gambar_8__Wall_lighting_dengan_menyebarkan_cahaya_ke_dinding_dan_ditambah_lampu_baca__sumber_ylighting_.jpg" alt="" width="601" height="601" /></p> <p>Itu dia teknik pencahayaan pada kamar tidur yang bisa dipilih dan terapkan untuk membuat kamar tidur lebih sehat, nyaman, rileks, dan ruangan menjadi lebih indah. Selamat mencoba.</p> <p>Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun callcenter – Bebas Pulsa di nomor 0800-188-5656.</p> <p>Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya! Semoga bermanfaat.</p> <p> </p>
Cara Cerdas Membuat Lantai Semen Ekspose Nan Cantik
<p>Lantai semen/beton ekspose kini kembali populer bahkan menjadi tren, setelah sempat ditinggalkan karena kehadiran material baru. Aplikasi lantai semen ekspose dipakai untuk memberikan kesan tradisional, <em>vintage,</em> klasik atau gaya industrial yang semakin diminati.</p> <p>Pembuatan lantai semen relatif mudah, murah, juga cepat. Bahan utamanya adalah campuran semen dan pasir dengan rasio 1:1 atau 1:2. Semen harus dipilih dari kualitas terbaik, sedangkan untuk pasir dapat dipakai pasir halus atau pasir pantai. Lantai dibuat dengan ketebalan ±2-3 cm di atas permukaan rata dan padat, jika perlu ditutup rabat beton. Acian dibuat setebal 3-4 mm. Meskipun ditujukan untuk mendukung kesan sederhana dan natural, bukan berarti lantai semen harus dibuat seadanya.</p> <p> </p> <p>Beberapa cara dapat diterapkan untuk menghadirkan lantai semen ekspose yang cantik dan menawan sehingga menambah keindahan ruang dalam maupun ruang luar.</p> <p> </p> <ol> <li>MEMBERIKAN VARIASI BENTUK DAN UKURAN</li> </ol> <p>Agar tidak tampak polos, pengecoran lantai semen tidak harus sama rata. Pengecoran dapat dilakukan bertahap degan cetakan dalam bentuk dan ukuran tertentu sesuai selera. Selain modul geometris yang teratur dan terkesan monoton, lantai semen dapat dibuat lebih cantik dan menarik dengan pola/bentuk serta susunan yang bervariasi dan atraktif. Misalnya: satu bentuk dan ukuran berpola diagonal atau zig-zag; satu bentuk dengan ukuran besar kecil dan susunan selang-seling; bentuk dan pola tak beraturan; dan sebagainya. </p> <p> </p> <ol start="2"> <li>MEMBERIKAN VARIASI PENGISI NAT</li> </ol> <p>Pengecoran dengan cetakan dalam bentuk/ukuran/pola tertentu akan menciptakan celah/nat. Pada umumnya nat lantai memiliki lebar minimal 2-3 mm hingga berapa pun tergantung selera; dan ketebalannya sesuai tebal lantai (±2-3 cm). Lantai semen akan tampil lebih cantik jika pada celah/nat tersebut diaplikasikan material tertentu yang menarik dan bersifat dekoratif, seperti:</p> <ul> <li>kaca bening yang memantulkan kilau menghalau kesan suram dan tampak lebih atraktif;</li> <li>material logam, seperti kuningan/aluminium untuk menciptakan klasik;</li> <li>batu koral, kayu alami, atau bata merah, dll. yang menambah kesan natural.</li> </ul> <p> </p> <ol start="3"> <li>MEMBUAT WARNA LANTAI LEBIH GELAP</li> </ol> <p>Warna lantai semen yang lebih gelap (abu-abu kehitaman) akan membuatnya tampak lebih natural dan terkesan klasik. Tampilan demikian sangat sesuai untuk gaya hunian klasik, <em>vintage</em> atau industrial. Secara teknis, tahap penghitaman lantai semen diawali dengan memperlambat proses pengeringan—dengan menyemprotkan air atau menutup lantai agar lembab. Gunakan semen berkualitas dan jangan mencampurkan bahan lain dalam acian <em><u>kecuali</u></em> semen dan air bersih bebas seng (Zn). Namun jika perlu, tambahkan pewarna pigmen monokromatik hitam. Untuk hasil terbaik, penerapan acian harus dilakukan setelah plesteran kering sempurna.        </p> <p> </p> <ol start="4"> <li>MEMOLES LANTAI AGAR TAMPIL LEBIH MENGILAP</li> </ol> <p>Lantai semen berwarna abu-abu tua/kehitaman akan tampak semakin artistik jika dilakukan <em>finishing</em> yang membuat tampilannya mengilap. Lantai semen yang “hitam” berkilau, juga memberi kesan maskulin dan elegan. Selain mengilapkan, pemolesan juga membuat lantai semen lebih awet. Untuk mengilapkan lantai semen tanpa mengubah warna acian/akhir, dapat dilakukan pemolesan menggunakan mesin poles dengan bahan polimer khusus.   </p> <p> </p> <ol start="5"> <li>MENGHIASI LANTAI SEMEN DENGAN LUKISAN</li> </ol> <p>Ada dua cara menghiasi lantai semen, saat masih basah atau setelah kering dan di-<em>finishing.</em> Saat semen masih basah dapat dibuat mosaik dengan menempelkan pecahan keramik atau material lain pada bagian-bagian tertentu dan dengan pla tertentu sesuai selera. Sementara hiasan lukisan dekoratif dapat ditambahkan setelah lantai semen kering. Tema lukisan dekoratif dapat berupa bentuk organik atau geometris ataupun abstrak atau riil. Sesuaikan lukisan tersebut dengan selera dan/atau gaya hunian. Jika perlu, serahkan aplikasi dekorasi ini pada seorang seniman. Pada tahap akhir perlu diaplikasikan <em>coating </em>untuk menjaga kualitasnya</p> <p> </p> <p>Seiring waktu penampilan fisik lantai semen ekspose cenderung menurun, misalnya berubah menjadi kusam dan terkesan kotor. Oleh karena itu agar lantai semen tetap tampil indah harus dilakukan pembersihan rutin dan perawatan secara berkala (DK)</p>
Mencegah Rayap Pada Kayu dan Bambu
<p>Kayu adalah material yang relatif paling banyak digunakan saat membangun rumah, dari konstruksi hingga dekorasi. Aplikasi kayu, misalnya pada rangka atap, rangka dan elemen plafon, kusen, daun pintu/jendela, lantai, perabot, pagar, dsb. Meskipun tidak sebanyak kayu, bambu juga acap digunakan, misalnya untuk dinding, pagar, perabot, dsb. Seperti kita ketahui material alami tersebut rentan terhadap serangan rayap. Kalau pun tidak seketika, rayap dapat menyerang di kemudian hari. Serangan rayap menimbulkan kerusakan, seperti keropos, yang berdampak pada penurunan kekuatan material yang berbahaya bagi kestabilan bangunan. Selain itu, material kayu/bambu juga akan kehilangan nilai estetis.<br />Untuk mengantisipasi rayap serta memperpanjang umur pemakaiannya, kayu/bambu harus mendapat perlakuan khusus.    </p> <div class="col-md-12"><center><img id="photo" class="img-responsive img-rounded img-thumbnail" src="data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQEAYABgAAD/2wBDAAMCAgMCAgMDAwMEAwMEBQgFBQQEBQoHBwYIDAoMDAsKCwsNDhIQDQ4RDgsLEBYQERMUFRUVDA8XGBYUGBIUFRT/2wBDAQMEBAUEBQkFBQkUDQsNFBQUFBQUFBQUFBQUFBQUFBQUFBQUFBQUFBQUFBQUFBQUFBQUFBQUFBQUFBQUFBQUFBT/wAARCACLAIEDASIAAhEBAxEB/8QAHwAAAQUBAQEBAQEAAAAAAAAAAAECAwQFBgcICQoL/8QAtRAAAgEDAwIEAwUFBAQAAAF9AQIDAAQRBRIhMUEGE1FhByJxFDKBkaEII0KxwRVS0fAkM2JyggkKFhcYGRolJicoKSo0NTY3ODk6Q0RFRkdISUpTVFVWV1hZWmNkZWZnaGlqc3R1dnd4eXqDhIWGh4iJipKTlJWWl5iZmqKjpKWmp6ipqrKztLW2t7i5usLDxMXGx8jJytLT1NXW19jZ2uHi4+Tl5ufo6erx8vP09fb3+Pn6/8QAHwEAAwEBAQEBAQEBAQAAAAAAAAECAwQFBgcICQoL/8QAtREAAgECBAQDBAcFBAQAAQJ3AAECAxEEBSExBhJBUQdhcRMiMoEIFEKRobHBCSMzUvAVYnLRChYkNOEl8RcYGRomJygpKjU2Nzg5OkNERUZHSElKU1RVVldYWVpjZGVmZ2hpanN0dXZ3eHl6goOEhYaHiImKkpOUlZaXmJmaoqOkpaanqKmqsrO0tba3uLm6wsPExcbHyMnK0tPU1dbX2Nna4uPk5ebn6Onq8vP09fb3+Pn6/9oADAMBAAIRAxEAPwD81tHhP2W9Xvgfzq94Z8Gar4u1RNO0awl1O9fkRW6ZOB3J6AfWotJkjWadC2PNBCiv0b/Zg/Z1svDHwv0nWLpZLfUdTRbq4lVgpIPKpu9AK82Umrnr0otpJHyv4f8A2PPFDRxXWsuthA2N0MK+Y+D27DNd0n7JGnpHEot9QCScvK8qqCB2zjivsC6sYUZJbO3lvI9+3LN/EOO/vS/8Ibqc1jLL5ahHPIdwNmOp+gFYe0kdipxWxxv7PHwosPhH4H8UXdtZ/ZzOVDFpS+9VQnqfrWt8KNWkW1URvgNyQW966j4nXI8MfCHyQ3ly3CZctwXLf1xXmnw+uZLaOKVdpx1DdD9MV5lSXM22ezRjywSPfYb+aRV2y9OobuKeYYVheTrJ1xtrm9L1a5bYTp0nzfdKNn8a6FLiR1+ZPL9m61yWW51W6HL+IvC8e7+0bOCIyANvKxKSc9TkiuFuNFjut0D3tuSiEvD5yhox67RivXURLW4Zl2iOT/WenPTivk39oz4b6h8LfFzePfDi6lc6dqUwivLa2fzFt5TgL8hB+Rj+Rr0KFXm91vY8zEU3T99LQ7WH+x9Bsb/ULnUcW0Zb5pHG0AcZxXH6f8TI9R1iWe0sFTS0PF5dTeUz+6x8nH1r548Z+J73StSRbpLlH85mH2iZPLjYnuMdc1l3vxIudJScT2stxqDbdsiTJ5IjI3F1fGM8Yq41HOzT0PHliF0Z9FfEb4i6jq3h1biwvbd7iwnW9t2RhlHQ528+o4o8YfFi317wvBONS83zJradU2jKMJFJ6V8hwfE7+0pNlvozbWfYT552Mc+vGc1vXGpT2HhW4t7loLTgsGT5mU53Bcn8q0nzU3Z7k/WI6tdT6c1X4hXV494DewWWnQ/Lm2Ym5nz2B/hH05rxDx5riX2k3kI021spA6t5iq4k4OeSWOSe9efeCfidrfiTUntZIrMxRRlyWh+Ygcdc9a6i8vLnVIXS9SIwA7j8uOnqa5Kqrxlyy0/E551lU6kH9qXn/P8A2v5UVl/8Jbof/PeCis/Z1exlzozfhf4JPjD4keGtIkRhBdX8UcpVSx8vdlhj6Cv2Gk03T7awitLe1UWkCCJYVXAAUYGOwr4N/YX8G3PjL4kXviDyI0s9DhyJGyoEz8DkDqFya+xfFGi6zdQyyPfxRo24rHChyOOuSea9ec+VHqUo2u0U9SSXT7pgyLFEAWj2/Mc9u/H41Ppd5qHiG/0ux2tHHccXA3AkRgBj06ZrzrSfAGrWN/cXd9r11dn72LlhgnttxjGK9I+F2ky6PdXE8t9JeNdb44ZJGzsxtB29e7VxSkl1O6nFyexw37UWvR3NzpOmB9iF/NI68DhQBWB4AaONYtzbVXp6c1yHxU8QN4u+J2qOu0W1tMYINrHG1Tt7+uCa7LwSitCjSNg8Aqq9fSuBzZ7kadonrVnceTCzO6mMAH5W21r26tIiv2bkH1rl9NkaZGVm+Vc/f7ge1dBp8h8lR9z/ADxWUqicRqFtieRfvIe/OPbvVPVdJg8R6JeabdJ56TI0Mse4jepHb0Poavum5Vdfrmmf8e8yuNxTodvXaeh/A1zQnyyuaTipRsfmd8bfCeqfDnX9U8Ga8/n2E6GbTNVm5a4jJ+UsT/GD8prxu90u8Pg3fPcebYQzgKPuFscEDPvX6c/tPfArTvjR4RS2uHa3vbaTzrO8VRmJj95T/skdR/hXy9rn7JN/c6VFZy635kEWFSZIcKW6ZYDuO9ezRsrcne7/AM16nxeJwUoT9xaM+QraaW4vIpI3+yx25DRpy23B7Dua2NV1W78QTH7QeIhkRKpAJ9cetfTmk/sSpI7CbXJZIV6m3iG4kexzxn3rbj/Yb01I915rGpQSnnMKq45/hJxwRXqOpCTv2OVYWcd0fKGk/ZtLmR4bxtOuJRtZo87gD1BbkLmrUmuapZyXtpLeyahBJCSDI4ZdnsR3r6y0f9kHw9ZST23n3OqOHG7zH4UepOFq8v7MHgO1fy44I5XI5LuzgMO3J/lWLcW3zam0cL7t3ufGH2u2/wCgfb/p/jRX19/wzd4U/wCgbbf9+T/jRU+55/18yPq7/r/hj6R/Y38C3Xw9+DkBu7KXTL/WXa8njmbD5IwuRjK4UCvR9a8TR2G2L7RBbgj5g7AuMHGV9efSvNLDVvF1nor3A824E0YW3jTyxI6nAywJJVcelWlsZDoMEz2qgSTKssNwymSNSTuJJJ6t3rSR6MVY1Na1621KR4D5t3JvCw7YTwSRjJ6Dmu01aW28G7t7KBo+kvLKzfdEjfMc/jn/AL5rkvhnomma54w+0214l7FbSeY/ksVREQAqNv3TngHFQfG7VZ4/BHii6K5fULhbRW/6Zr8zde33682s7Hp4aPNqfOeiRrcX5L8kzMfXIHHX8a9e8OxpDaqrNgK5yy+g4615N4XtStwiq6k4UEepJyTn8K9S0O6SNVDK0e4HnbxnDGvNqStqe7GF0d/Z7G6t1yArD2HeujsTGqYG4tjjd6/WucsVSaNGjZX3EA7G9q3rGFmZQ/KngH6Z/wAK4uezLlHQ2E27eF9wGqq6hLd1fqP5GpVcW+xW4Ddl46c9zUd0gZlY/cIwxbt71XoR6iWEgvo5bOZv3ig4PYY4/GvKvGGmtoetfaYPNRMtuXqgc8dCDXozs9ndCVVZyriJm7YxnP4jmjxFpr61ZzpJBHGQinzFbcrnnDDIBHPHNehSqcq16HBXpKWi6/meatcu8flPZtIQQCyoGdCTgABRyfqKqTWc99YvHb3F5GFbzEVlVG5bBGD3/CsKPxbrOg68ml+fLJJEZGe3dljWRRyGEh6nHHP0FXY9Vt9e0tr8tLYFcF/OYSDI4ZsEAkAfwivYTVrp7nhvR2e4mn28NveXFqk88AhhYzteZwHB4woJOOetMvNWVnVFl09owgaSbdu/djg8A9c+1c1qUdtY27m2vWureXMYlkXbJOpGNrLndtx+vrWanh+O3s3luNRihLQkRW1sxMsZycGTAK57YPOKOW+pDka/mQf9DFdf5/4DRXE/Zbr/AJ/0/wC+F/8AiqKonm8jrE+Lj6Ha3UWnadLqJceXNc3W5sgncNihh6ZPFchq3xd1e8ur2TUtSvPsbugFvIoRZEPC5Kc+vAroLHwHqLql6LqSP7OTJbyW6E7AOd7HAPqMY/Grml/BM3N/FE11BIEkjKSLEzF1dt2AzAAnH90fjW3NBK7I5Zyeh9H/ALNvhk6f4F+3S8Xeof31K7EPzYxk4ABTvXC/HzVGks4NE2KBEkkgKP8Afd23DI7fLk819EWOm2mieFbWwaVYJfJ2hVYK7M3ZRwc18lfEy1sk8TXum2KW0SLsz9mR0iMoXLlQ5JILyY+avNrK7ue1h7J2OO8LxKk2WXLqdoX6L6fhXouggW0aF+TsAw3ThPce9cN4fuUuVeSJJERPM3RyYDIwJB6dvSu80n/SJNjfxbwq87eEHCn2ryqkrOzPfjHS52tq7QyNuWNIw4wEySPlroLa4VY+E3c8F8nof/r1yCyT73VkzsmQr8vfaQf51tw3zO7AKqYQjC89RntXBrzGko6HQLcFpGb5XJx9316dB9KXUPMePy0i3ORklmxjjk4+lZsdxJ5nyLgP8uF46jNbOlWMlzciWb5oxyAnGSD1JrpRyy0HW9gZLVJpORJH5ZPQgjJXP1FVbWbUbl7WO1gint42YXSyMQ4jI+XaPzz/ALtdDJbFo5bfH3gcDjgjlTXPNcyWGrW9/E0gjwfMCvtBI+VuRno39aqMuVrsc799NI8g+MHg6S4bzlXE8ILZ2jLoDkr9RwQe9efWFzfak9nbWU8cXkYjMlshCuG5Bcng49T/AHq+qPGWkDWNN+0lNkp5kjd+QwPGSv8ADn9K8osNStPA91KqRWOl210irLd3EJeMBWJaNkA7hutevh5csvZv5HlYqnzRVVb9TzjxBa61peoT2Dy/aAr5kuliR/MUdQrgbiB+FYVx4XFw0t3BcSDe+TKyLlEPGSORxjtzXvmm+OPA186Wjva20CFmjt7xBFG688gBew6DIqn4q8VeGpLaKyWKC3QSFZLtbFdsqggheATkbjxjmvRt3PK0PDPPj/5/JP8Avgf40V6Vt8Ef8/8AN/35f/41RU8ojym2/aYs7G3i0x7WS3lEygDZ++lXoBIpO1ODzXtP7PdwfiB4qe7G4Wls4Bt2ZnEZABJBLHsOgr4Yb+07OaKNUnv92Y7dnibZKq/KFXOPkJHOec1+jP7LPgWL4XfCVJruCK2vZY/NmWNsZmfG5Vz9Ag9lp1bJWZeHcpSPSfFGuWHh7UJb+dfLuGh8qKZ0ykajcSN2QFYgcc/xV8ezeKr3xnftrl1B9iuGdy9szeYYtruQhOAOMDjt0r6M+NPi3U/BXwzstYOiabqupy3aFdPvnCQorDaA5PJIUDp3rkPDHgvwpN4R17XdZeQTl5islnvBjUDaiuq5yd5P4Yrz5vU9qm1FHkun6reLM0E8SiAxqIZUw2MgBkfPTk5FenaPc2VxZzyNF5U+JSu3kPjCk7vX8MiuPt0jsbaW5uU326bCx2FuN2eg9K6rRNtz+6iVZItjyiN1x8jN245z9a8+Ssz101bRnUqsVzcMsbMS3lnC46Zx3+tXNHWG8Z5LZ1uEU+U0icgOCVZT7jvWbZ2zWKsHljJSMEypkAAMvTk/jV3T/ENvrjO2i6ja3clvIIp9zM+AGBYEDBD7Txnj1rjmjVSdtDpbKOJIFaVVynQt6g1qwySx287wRebOqExxK4j8x/4V3EELk9+1ZbQ+a0oV227vlC4IIPGccetSPYabqumtbTRfaYpwY2t95HmY425BBHzelRzWdjGVmi/fPc30MTR2+JHwJVViFyDkgMME9+ePu1BfaOLazljVFNuQLhIX5xj7+33rUv8AUl0u2825Xy0IBC7ctkdhjvWdqlzcSabbpBBJcSCRZpJFU4CHJK4PqK1ile5z3dkkc9azaiy3rRcRpGsQNwxEdySDgZHIIGAe5rg/GHhg60lxod08fmTIQZY8yRo2DsdT1wp4OefzrstUbw3Hr2neDdblnt7fXAJrW7id4n89GVox5gIxk5HqduD1qx8RbB7W5s7mGDFyC6tFD1kKjLewyOR+ldvw01Jboxi4ynKEtmfnd4p1DWrbxZLpeqvc6JLYSSWswuWWQyHdhmVnIJyOcg4x0qXUPE2o3UludMiurS3IG66W4BkL4wvyElVY9kHzDk+1e3ftQfD268WaTYeK9JgWe7tStvfRqilnjJ/dTRkjgjO0/wC8PSvl28t7y0sWhm1ZoLa4PnyWnnMIncHHmtgnJJHGBivfpVFWgpI+WrUXQqODO38/4gf8/sH/AH5i/wDiaK5H+ydQ/wChntP+/wAP/iaK6NDDmZ7L8Ofhibzx/pccUskYjcicXCtE/lhuTtJPLt8o4+7z9Ptd/iB4c8MLZJr9xFpml2s4hgabIFzcbchVGDnHavz98feIda8E6WdZ8OS/ZruykSf7ZHKJJI4yxVI3BBBUbsjIrlPDf7Q3jvxbrVnba54onuY0dDBDcJH5XmFhyQFGBjrXHWhNvm6I9GhVpwXK92fXnjP9oTwp8fNYvPD9pa3moWlhcCe8ieEIhhaQRqoJbtuycfh0roPil4htPBNhF4C0S6k1aKGeO71VbWVRLAjsdkbAgHIX95tByB+FeQ6Cmg6F4P8AEr+HYFPiK6MO68jXcsqll81o2wRkMz8fjWL4F0nT9M1DUrO1vJ7uTest3cz/ADTTyNHiRZARjHO3j61wS1PXjpax7Vp9pazWdvb/AGhZzI8bQyJ0lZBuJHPIx161p6LHLbXV40nkRyTFxFDHlQVOT8wORuGOqnkelYPg2x/sm107TY4W+yQTFbaXcB9nRYmVc98clcjP3q6uNrlrdJI1to0jDFpLpWYFCWHykHhh29a46uqO+nKxr3GnrpqrLZp5EWMPFsJX7pbPB4GQMtWt4Z0+6bUL2/ubhRcXpUPaxtujgwmBtbPzZ+g/rWTDDdfYdObUXtbO/aMxSQ2rlknOCAiFwGIOM4xmtvTbO9mXz4r9TBJdKUie3AaCMrymVPJx0JFcrizfmTWh0drIFRmO4xFAzM+ecdgB/SqU2tecl5FbNBYSQl1DTJ8ybh8rkZwPmOQSOamW1nv5LW3G2BFJB+f7/f5QBnI54qo+g6bpPj61vZ5LW2vdTtPJaRlVZrgRdE+7yAXyBn6VnykOSH+DfCeqaLo6Jrms3fiCUlSJLnn5gDk4xk5+vpWjYeILkR6dNBpN5Fb3kk/mi6xF9nRchSyHLHeQMY7d6vpCFuXvJV8iVoxG23ccqC23cc445PT+KoJob2bVbi6OrrOGSIQWTRBUgChgznBBcsSTycfKAK0XW25zyld6mC3h3Tde1a10/wAQeZekndCJGysUquXjKYwQxwFBz/Ditzx9fra2tvfzwXMsk8iKtvbRb3SfBA7D5Cp+Y9B1zWWuvT6t4kf+z7fFukan+0HX91LMpyoQ/wARXaMEe9aOk+KhfSzx3U8ks95O8kVrJDkQRAASRHAOOVds991dNOpdcrMZxcZcxwN/a210j2N3arPpeowMGtpkwsiEESxn8zx2/Cvzz+NPw3/4VP8AEa602OKWO3cLcafduzFZYG+42Rn5gBsI/vLX6Y61eKnmxRxRm/hxJ9lX955anKhwQeVb/GvEf2kPh2nxU8GK1tatFr+ngz2FwqspKgZlhyOmcZA9Vrqw1T2NTkb0ZzYul9YpqaWqPhn/AISS5/5/2/8AAeX/ABoqx/ZV9/z+6r/32P8AGivb5j5vlPZvFWiW2raL4jnhm+2R3hSRomlZpBCq7VIQAb1B59R16V8oaxZzaddPbzq6SxtwWUqdvY84NfV+qW8mveD7O7jae3l04OxFqQPlUYLMTjpwuMn72eleI+KNBm8WQpKLpbzWEGGRYig8sKG27iPmOTgGmve1LkSfCPWxY6tPc3V4sEX2FbeOJyWMkm8H5UBPzbQee1ek+DfE+m2vie3lt7zJu4zGsSIUOVfIBGOWIPJzXzZ5z2bYVmilT/lorYI7Y49K6Lwb4i+x36z3V1LEYgfszKAQsh6ZzXLUo395HZRru/KfoF4MmmuXSN73zyztKrOqqQDz5ZA4OOxrjdY8ceLvA+uatdQW+oHw5YJHO2jXEJmmnjlYrKyOVO1A+dpBIXnjtXJ/Bn4u2/iLVV0zUXbStQhA2SdEnGOuSMc4r6k8J3MTappzS+YkE6NHPNC+MhCWRDwQVJPX8O9eTJcrtJbnuxldaM880v44eFdeazTxBpOpeGpLSRJbaPUPMWKSTB2yJIgGQM8qw24r1/RPEGja0/m6XqkF25hiZzbXSypjkblQHG7J5OPQHtVrXvhzo3jySKPxDYWtxHb332thuK7DHlY1JB+YHdgr0I6g1weifs3/AAq8RXE9/Z2EUGrxYW4jhvXRxuyQTGjAJ0yMjHtWLpp7Mv2q6npFrJHpV8zx6tc3Ny8wDWzSpLjPUpGSNvvj8Kof8JZ4K8f+IrezSeDUb/w9cNOLpoFkjtpSpVl3nI3gtyARzXFv+zT4LuPE66fbazqCajaFWeL7aryQZUMNwxlAV5BxzXf6Vovgr4U3FvpaazHBqmpcQyX9wpmucHGFJ4UAngDGTz1rJxktWVzQ6XuSrrWmTarcRjUW1CVirRWGnwsZN6HDF2XkgnAKtgCqt9pPizxVYXltqtrbWujT3rRmztXDzG2AILPIMAK2OcZOOK6+PUNO0W2nkupYNOtFxuu5mRFfdjDMwONxJ5J+8cmvNPEn7UXhfSYXSwt7nWUYmGOZFMcDSLwVMmOMEZ+lStmLn1Vkd1b6JBHYWsljutLS0tRDHY267YkAPyuFHA2dB/ssRXEeLviNp/gnXoBJBPcGQJLc/YdrPGpkVHBBwe+70+Ws3/hqjwfYx6oLNJTcWqNKI7hBHHMxHzDdk8Y55AAC18ZfED4uat4k1rV/FMFq93p1zCbK7it5djBSMZj5J4AGdta0aTqa9DOpUjBPm3PWvH91qfwjuZ/EXh3x1qvie58Sv5emxSOlxcWkEe5mjCknKE4UNgbQvrXiiftTfEvTdQayPiFnuQ5ULcW6SKGznHAPA9a871jxba2L3B0CRo4rpAPOeIrKFIw6jJyPc1l6PHcXTI4RIuSBcXCHZGCeSTjBP1r1IUFJ3mjyauIcdIM9W/4aE8Zf8/Vj/wCCyL/GivMftFx/0F//ABwUV3eyied7afc9P8O+J5oZp9Ge3+0QXEm1/wB9sXBXac9vcVheNtYtdNuri0glV4DvAPzLIhG0bZMdMAcdciuy8VfDlvCWltq1nf8AmPbSIwDqAwIOQR9DXnviDxJNfXk+rajbqdRn/dwXFvFGkHQDDqAPm75FFOX2XuE4uO551rVrFfustuy+YeAFX/WYHJ56GsPZ9nb24yD045rrNWur28mRLmKOQlCzS9S5P8W4cnpWJdRlWZJYmEjciV8/Pk+/1rW5nezLum+J3t5njgijCOVKqznKAAZwx9TXtvwd+MGoaa0+lve3kkaYEVhDN8hUt8zAHOAMgnbXzo1qI/7oHcbsmuj0PVoreFUjb7LqgRhHfOwHl9OnGT8owFNc9SjGWqO2jXktz9P/AIQ3GkeEvhDoekNrLSi2gW6vLnULss6B2BCF+AcMdi/7vTmrej+GfAvwt+Ld/qdjaT2914it4IrkqzSwyz7yQSDlQQOeOgavzTt/EF/4t1a90m11CeK01e3SGYu+xcxgFWYDjgrX0fp/xk0nxhpXhTRpWuUTwXm6nubeUwpdGKI/6s7t3z4KnPXvXDOm49d9z0KdVT07H2fqFr4f8M+JNZ8W6hbrZyTQxwf2t5W90BXaBkKdwBAHTArkviZ4w8GeD7Wy17XLKx13WdPLJYBUC3RAPJCHhcfe+bj0r5x03/goBHpv+iQ6HeX8XmK0F1NKkTpxyu0DGM9hxXn3jL9oTT9c1bXvFNhpcVnqtzamyntb9BPFOGIJckYO8BdoP8q5ZUJydrWN1Wgtbns3i74jal8TPD7waXo3lQOnnvNM/mPtJLBMHACgcAZxXkGtSa1odjPd+IrNdO0uwj8trizUgSCRwEJXJU8/LntXC6h40hTwkun6brkFzDrGw3Nq7EyWaYyY8nGBkDFcbqXxM1OW5msxdXUejYEUekw3DiARr9yNlzyOMmrhg+b4iKmKUVoeq+OPjPp2gaSvhfS0jv42xJeWt5DlI3IB+8Odxx1U+grxPW/EFxrl+szuwdRsijt0WONFznCqADWdJLPqEksknlQCR/MY/dyT056mprW4hswg37SfvTKp3pn0/D0r1KdGNNe6jyaldz1ky/punq8jTXksiFvlU8s2/sOT1NXNSh8u68s7p5OAFhuDL5ZA4yQSoJ71XSa3eHdG0jleN0ijOO3TPPvmrdrqFm0PlvEsaRE7DGgUyN6sRy2PrXRynG3cZ5Pib/nvdfn/APWoo/tSP/n6k/79UU+VkaHrnxQ8ZTeIrpLG1eMWcZDbk6P9fpXKws80LpcJHOjHJXaNnpVa1jW5uIPMG7e+G5xmuvg0u1e9SIwjy8fdya4FeT0Opu7uzzu48JybpzYfuN3Kxfw49M9QK5/UtJ1qxjWF7Cc26fSROeflxmvc9J0m0kd90IP4mux8ZaLY2fgW9eC2SN44gVYdQc9a3i2t9QVPmufIN2+6bM1usboABG3B9etNd7W42lVbcT/FgY/WtLXYU80nbyc5/OufbrjttrpSvqc1+UufZ1hdZoZcEcgjIYEe4qT7cy2ssRVJfO2/MzfMhB7Gs1fuUn8NHJfcaqyWxZVtnJlUFeQd3FD3Bmdi82/P3juJqmwHHHXrSKo+Xiq5ET7V7FtpokVQm4jv8vNN+0bVXYqomed3U/jTI/l6UxVEivuGcLx+dHKhOTsTLcybedpA6d/50Pcyu3LMPUL09qa3EbY4qOTg8VSRFyb7Szv8zMDTlvpEXazyEDp82MfSqaklck5NOUDnimF2Wv7Sm/5+Zf8AvqiqdFId2f/Z" alt="content image" width="333" height="359" /></center></div> <p>ANTISIPASI LANGSUNG PADA KAYU/BAMBU</p> <p>Berikut beberapa tindakan antisipasi serangan rayap secara langsung pada kayu/bambu sebelum digunakan sebagai material bangunan.</p> <ul> <li>Gunakan jenis kayu/bambu berkualitas, yang tua dan kering. Sebisa mungkin, pilih jenis kayu tahan rayap, seperti ulin, jati, kamper, dan merbau, yang mengandung zat racun bagi rayap.  </li> <li>Pastikan material yang hendak digunakan sudah mendapat perlakuan khusus antisipasi rayap, baik dengan sistem konvensional non kimiawi ataupun perlakuan kimiawi.</li> <li>Jika belum, Anda harus melakukan tindakan antisipasi. Setelah kayu/bambu diproses (dipotong, diketam, dll.) dan siap pakai, aplikasikan bahan pembasmi rayap atau bahan pengawet anti rayap bersifat permanen. Gunakan cara perendaman, injeksi, semprot, poles, dsb. dengan mengikuti petunjuk dari produk bahan pengawet yang digunakan. Agar lebih efektif pilihlah bahan anti rayap yang bekerja secara sistemik, yaitu yang akan terserap ke dalam material dan menjadikannya bersifat racun bagi rayap. Sebaiknya gunakan bahan anti rayap ramah lingkungan—tidak mengandung bahan kimia berbahaya bagi lingkungan dan manusia.</li> <li>Setelah proses pengawetan, kayu/bambu harus melewati proses pengeringan yang sempurna.</li> <li>Sebelum dipakai simpan kayu/bambu di tempat kering dan terlindung serta memiliki sirkulasi udara yang baik.  </li> </ul> <p>     </p> <p>ANTISIPASI SAAT DAN SETELAH KAYU/BAMBU DIPASANG</p> <p>Untuk memperkuat daya tahan kayu/bambu terhadap serangan rayap serta antisipasi dengan bantuan aspek-aspek di luar material, lakukan beberapa hal berikut.  </p> <ul> <li>Hindari kontak langsung kayu/bambu dengan tanah dan/atau bidang bersifat lembap.</li> <li>Aplikasikan serum anti rayap pada bagian bangunan yang berada di bawah kayu/bambu, seperti urugan tanah, permukaan tanah, pondasi, <em>sloof, ringbalk</em>, dsb.</li> <li>Kayu/bambu siap pakai yang telah diawetkan sebaiknya tidak diproses lagi (digergaji, diketam, dibor, dll.). Bila terpaksa dilakukan bagian yang terbuka harus diberi bahan pengawet lagi.</li> <li>Aplikasikan bahan <em>finishing </em>yang paling sesuai, seperti cat dan politur. Pilih bahan <em>finishing </em>yang dapat berpenetrasi dengan pengawet (tergantung bahan dasarnya—air atau minyak).    </li> </ul> <p> </p> <p><strong>PERAWATAN KAYU/BAMBU SECARA BERKALA</strong></p> <p>Setelah pembangunan selesai dan hunian ditempati, material kayu/bambu masih perlu mendapat perawatan secara periodik (Tips ini dapat Anda sampaikan kepada pemilik rumah).</p> <ul> <li>Ulangi proses pelapisan akhir (<em>finishing</em>) untuk melindungi bahan anti rayap secara berkala, misalnya sekali setahun.</li> <li>Ulangi secara berkala penerapan serum anti rayap pada bagian bangunan yang berada di bawah kayu/bambu, misalnya dengan cara menginjeksikan atau menyemprotkannya.</li> <li>Jika perlu, pasanglah umpan rayap (dapat dibeli bebas) di sekeliling bangunan.</li> </ul> <p> </p> <p><strong>Dwi Klarasari</strong></p>
Tips Menggunakan Bor Tangan
<p>Bor (<em>drill</em>) adalah alat pertukangan yang digunakan untuk membuat lubang pada material seperti kayu, plastik, gipsum, dinding bata/beton, batu, dsb. Bor tangan adalah alat bor yang dioperasikan dengan tangan. Ada dua jenis bor tangan, yaitu bor manual dan bor listrik. Setiap bor memiliki karakteristik dan berbeda cara penggunaannya. Berikut tips penggunaan perkakas tangan tersebut!     </p> <p> </p> <p>PENGGUNAAN BOR TANGAN MANUAL</p> <p>Bor tangan manual menggunakan prinsip putaran yang 100% dioperasikan dengan tangan. Ada jenis bor dengan mata bor dapat diganti sesuai ukuran lubang yang hendak dibuat; ada pula jenis lain yang mata bornya bersifat tetap. Bor tangan manual umumnya digunakan untuk mengebor material kayu.</p> <p>      </p> <p><strong>Berikut tahapan penggunaan bor tangan manual dengan benar. </strong></p> <ol> <li>Tandai titik pada permukaan bidang yang akan dibor. Jika perlu, pada tanda tersebut dapat dibuat lubang kecil dengan cara mengetukkan ujung paku.</li> <li>Siapkan bor tangan manual dengan ukuran mata bor yang sesuai.</li> <li>Posisikan ujung mata bor pada tanda/lubang yang dibuat pada langkah pertama. Pegang gagang bor dengan benar dan tahan dengan kuat agar ujung mata bor tidak bergeser. Lakukan pemutaran bor searah jarum jam secara manual dengan satu tangan, sementara tangan yang lain bertugas menahan agar ujung mata bor tidak bergeser. Putar bor hingga didapat kedalaman yang dibutuhkan. Jika bor terlalu panas, berhentilah sejenak hingga bor kembali dingin.</li> <li>Jika kedalaman telah tercapai, keluarkan mata bor dari lubang dengan memutar bor berlawanan arah jarum jam atau cukup menariknya, jika mungkin.</li> <li>Lepaskan mata bor, bersihkan dan lumasi dengan minyak sebelum menyimpannya. Simpan bor di tempat yang terlindung, terutama agar mata bor terhindar dari benturan.    </li> </ol> <p> </p> <p>PENGGUNAAN BOR TANGAN LISTRIK</p> <p>Seperti namanya, perkakas ini dioperasikan dengan tenaga listrik atau baterai (tanpa kabel). Bor berbentuk mirip pistol ini tidak terlalu berat untuk dijinjing. Bor listrik dilengkapi beragam ukuran dan jenis mata bor untuk material berbeda—logam, beton/batu, kayu, kaca, akrilik, dll. Beberapa jenis bor dilengkapi obeng (<em>screwdriver</em>) sehingga sekaligus berfungsi untuk mengencangkan atau melepas baut. Pengguna harus terampil karena getaran bor dapat membuat pengeboran melenceng.</p> <p>Berikut tahapan penggunaan bor tangan listrik dengan benar.</p> <ol> <li>Tandai permukaan benda yang akan dibor. Untuk objek bebas letakkan pada bangku kerja. Pastikan benda kerja tidak bergerak, jika perlu ikat/kunci dengan pencekam. Beri alas, misalnya berupa kayu bekas, untuk menghindari kerusakan bangku kerja.</li> <li>Pasang mata bor sesuai jenis material dan ukuran lubang yang dikehendaki, lalu kencangkan. Beberapa jenis bor memakai kunci untuk pengencangan mata bor. Setelah siap, hubungkan bor dengan listrik (tidak perlu jika bor menggunakan tenaga baterai).</li> <li>Posisikan ujung mata bor tepat pada bagian yang telah ditandai. Pastikan posisi bor tegak lurus dan stabil/tidak goyang. Tekan tombol pelatuk/<em>trigger</em> untuk memutar mata bor. Sesuaikan kecepatan putaran, jika mesin dilengkapi pengatur kecepatan. Agar pengeboran stabil, pegang erat gagang bor, jika perlu dengan dua tangan terutama untuk pengeboran horizontal yang cenderung labil.</li> <li>Sesekali hentikan pengeboran dan oleskan pelumas untuk menghilangkan panas.</li> <li>Jika kedalaman lubang telah tercapai, keluarkan mata bor dalam posisi tegak lurus saat motor masih hidup.</li> <li>Matikan arus listrik. Lepaskan mata bor lalu bersihkan dan lumasi dengan minyak.</li> <li>Bersihkan mesin pemutar dari debu/serpihan dengan kuas, lalu lumasi dengan cairan antikarat.</li> <li>Masukkan bor dan semua mata bor pada tempatnya dan simpan di tempat kering.</li> </ol> <p> </p> <p>KESELAMATAN KERJA</p> <p>Saat melakukan pekerjaan pengeboran dengan bor listrik, kenakan pelindung diri yang diperlukan. Misalnya, sarung tangan karet untuk mencegah gesekan, kaca mata untuk melindungi mata dari debu/serpihan material, dan penutup telinga (<em>ear plug</em>) untuk mengantisipasi kebisingan.</p> <p><strong>(Dwi Klarasari)</strong></p>