Masuk

Tips

Beranda / Tips
Yuk, Pakai Beton Daur Ulang Untuk Menghemat Material dan Turut Melestarikan Lingkungan
Konstruksi Sipil | 30 Aug 2017

Oleh: Dwi Klarasari

#SahabatJagoBangunan, ternyata beton bisa didaur ulang. Tentu ini dapat dijadikan bahan alternatif untuk menghemat bahan bangunan. Menggunakan beton daur ulang juga berarti Anda turut melestarikan lingkungan, karena mengurangi limbah beton dan penambangan batu alam. Sudahkah Anda mendengar temuan ini, Sahabat?

Daur ulang merupakan salah satu strategi pengelolaan limbah padat berupa pemrosesan kembali bahan bekas untuk dijadikan bahan baru. Daur ulang dilakukan beriringan dengan upaya penggunaan ulang.

Kenapa beton perlu didaur ulang? Bagaimana hasil daur ulang beton menjadi solusi hemat material bangunan? Bersama #PakJago, mari telusuri seluk-beluknya, Sahabat.

Limbah Beton

Agregat kasar (split) yang dihasilkan dari daur ulang limbah beton. (Sumber: disini).

Saat ini beton menjadi salah satu material yang paling banyak digunakan dalam konstruksi. Salah satu bahan baku beton adalah split dari batu alam. Namun penambangan batu telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang sama besarnya dengan kerusakan akibat tumpukan limbah beton di berbagai tempat.

Perlu Sahabat ketahui, konstruksi beton (gedung, jalan, trotoar, jembatan) bisa rubuh akibat bencana gempa. Bisa juga terpaksa dihancurkan karena tua atau perlu perombakan. Saat itulah beton berubah menjadi limbah padat yang harus disingkirkan.

Namun ternyata limbah beton dan material keras lain, seperti bata, aspal, tanah, dapat langsung digunakan ulang dalam bentuk potongan-potongan besar maupun kecil. Ini bisa digunakan sebagai dinding penahan, pelapis jalan, tangga ruang luar, atau batu pijakan.

Penggunaan ulang (reuse) limbah beton secara langsung sebagai dinding penahan dan batu pijakan. (Sumber: disini).

Sayangnya, penggunaan ulang dianggap kurang optimal untuk mengatasi limbah beton yang demikian banyak. Persoalan inilah yang mendorong munculnya gagasan untuk mendaur ulang limbah beton.

Daur Ulang Limbah Beton

Penelitian menunjukkan bahwa limbah beton dapat didaur ulang sehingga menghasilkan agregat halus (pasir atau partikel <5 mm) atau agregat kasar (kerikil atau batu pecah berukuran >5 mm). Tentu saja agregat (campuran) hasil proses daur ulang memiliki kualitas maupun sifat-sifat kimia dan fisik yang berbeda dari agregat alami.

Hal ini wajar karena pada pembuatan beton agregat alami telah bercampur dengan media pengikat (semen) serta mengalami reaksi hidrasi oleh penambahan air. Secara fisik agregat daur ulang berpotensi memiliki retak akibat tumbukan berkali-kali dengan mesin penghancur selama proses daur ulang. Dengan kata lain, beton daur ulang yang dibuat dengan bahan baku agregat daur ulang, akan memiliki sifat-sifat serta kualitas yang berbeda dari beton orisinil.

Bataton dan paving block yang dihasilkan dari beton dengan campuran agregat daur ulang. (Sumber: disini)

Namun, campuran agregat daur ulang persentase tertentu (hingga 100%), beton daur ulang dapat dibentuk seperti beton normal, bahkan beton struktural. Hasilnya, pembuatan beton baru dapat dikurangi untuk menghemat biaya sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

Berikut beberapa pemanfaatan beton daur ulang:

- dicor sebagai lantai beton rabat, lantai kerja untuk meletakkan peralatan utilitas

- dibentuk menjadi batu buatan seperti bataton dan paving block

- dibentuk menjadi elemen taman, seperti pot dan bangku taman

- dipasang di dasar laut sebagai habitat terumbu karang; dan berbagai penggunaan lain.

Penggunaan ulang (reuse) limbah beton secara langsung sebagai dinding penahan dan batu pijakan. (Sumber: disini)

Meski belum sebaik kualitas di negara maju dan belum berpayung hukum, upaya pengelolaan limbah konstruksi, termasuk beton, di Indonesia sudah dilakukan. Upaya penggunaan kembali atau pun daur ulang juga mulai digalakkan.

Kini telah ditemukan mesin penghancur canggih, yang tidak sekadar menghancurkan beton tetapi juga melakukan pemisahan kotoran atau material yang tidak dibutuhkan.

Anda bisa mendapatkan informasi atau berdiskusi lebih lanjut seputar arsitektur, sipil, dan pertukangan, silakan #SahabatJagoBangunan mengunjungi website kami atau menghubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Jangan lupa simak artikel-artikel #PakJago yang lain, ya.

 

Editor: Damae Wardani