Masuk

Tips

Beranda / Tips
Yuk, Kenali Ciri Material Bangunan yang Berkualitas dan Cara Mengujinya (1)
Konstruksi Sipil | 22 Jul 2017

Oleh: Amin Zainullah

Kualitas material bangunan sangat menentukan hasil dalam membangun rumah. Sayangnya, kualitas material kadang hanya diukur dari mahalnya harga. Senada dengan ungkapan "Ada harga, ada rupa".

Namun untuk mendapat material bangunan berkualitas, sebenarnya perlu diuji dan diketahui ciri-cirinya. Hasil uji dan pengamatan pada ciri material ini yang menentukan seberapa bagus dan kokoh materialnya, aman digunakan atau tidak, juga berapa lama tingkat ketahanannya. Jangan terjebak dengan merk dan harga saja.

(Baca juga: Lusicon, Bata Ringan Berbahan Lumpur Lapindo yang Ramah Lingkungan)

Nah, berikut langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk melihat ciri dan menguji kualitas material bangunan.

Semen Portland

Semen merupakan bahan perekat yang bila dicampur pasir dan air akan berubah menjadi bahan plesteran atau adukan untuk memasang batu bata, memlester tembok, memasang batu belah, atau pun keramik. Adukan yang menggunakan bahan perekat semen akan cepat mengering sehingga proses pembangunan rumah lebih cepat.

Ciri semen berkualitas:

Jenis semen portland yang disarankan untuk membangun rumah disebut Portland Pozzolan Cement (PPC). Jenis ini terbuat dari bahan pengikat hidrolis yang digiling bersama terak, gypsum, dan bahan pozzolan. Produk ini bisa mengering dalam keadaan basah.

PPC cocok digunakan untuk bangunan umum dan bangunan yang memerlukan ketahanan sulfat dan panas hidrasi sedang seperti jembatan, jalan raya, perumahan (pasang pondasi, bata, plesteran, pasang keramik), dermaga, beton massa, bendungan, bangunan irigasi, dan fondasi pelat penuh.

Salah satu produk semen PPC yang terjamin mutunya ialah Semen Gresik. Produk ini tahan retak, dan semakin lama justru semakin kuat. Kemasan isi 40 kg juga cukup ringan untuk pekerja Indonesia.

Cara menguji kualitas semen yang masih dalam zak:

Untuk menghindari semen mengeras, usahakan menaruh semen di atas papan atau palet agar tak terkena pengaruh air dari lantai yang naik ke atas. Tutuplah dengan plastik agar air yang terkandung di udara tidak berpengaruh pada semen dalam zak. Taruh semen di daerah kering bukan di tempat lembab. Tumpukan maksimal 15 zak, dan jangan sampai menyentuh dinding tembok.

Cara memilih semen yang sudah dibuka atau di luar zak:

Pasir

Pasir merupakan bahan pengisi yang bila diaduk dengan semen dan ditambahkan air akan menjadi adonan yang siap digunakan. Jika pasir digunakan untuk memasang material, gunakan ukuran yang bervariasi, campuran antara yang lembut dan ada yang agak kasar, ukurannya antara 0-4 mm. Pasir yang hanya satu jenis, pasir lembut saja (0-2 mm) atau yang kasar saja (>2-4 mm), kurang baik untuk pemasangan.

Ciri pasir berkualitas:


Tidak bercampur kotoran. Hindarkan asir dari kotoran seperti lumpur, lumut, rumput, daun-daun yang lapuk, akar-akaran, atau belerang. Butirannya harus, keras, dan tajam.

Bila digenggam dalam keadaan basah, lalu dibuka maka pasir akan terurai. Sebaliknya bila pasir banyak mengandung tanah liat atau lumpur, maka kalau digenggam akan menggumpal.

Cara menguji pasir (diambil dari berbagai jenis sampel pasir yang akan dipilih):

Kerikil

Kerikil merupakan batuan kecil yang lolos ayakan 4mm dan tertahan di ayakan 32 mm. Pada dasarnya, kerikill sama fungsinya sebagai bahan pengisi seperti pasir, namun digunakan pada pembuatan beton. Beton terdiri dari bahan perekat (semen dan air) dan bahan pengisi ( pasir dan kerikil).


Ayakan 32 mm merupakan diameter terbesar untuk beton normal. Namun untuk pembuatan bendungan, biasa digunakan kerikil berukuran ayakan hingga 50 mm atau lebih, atau disebut beton siklop.

(Baca juga: Mencegah dan Mengatasi Kerusakan Dinding Batu Buatan)

Ciri kerikil berkualitas:

Kerikil yang bagus memiliki butiran agak bulat, bukan pipih atau gepeng. Kalau dipukul pakai palu, keras butirannya. Permukaan kasar dan bersih sehingga mudah dilekati semen.
Besaran kerikil yang ideal: Ukuran 4-8 mm = 15%; Ukuran 8-16 mm = 18% dan Ukuran 16-32 mm = 20%.

Batu Kali atau Batu Gunung

Batu kali atau batu gunung digunakan untuk pembuatan pondasi rumah, tembok penaha, atau pada beberapa daerah pegunungan dipakai juga untuk membuat tembok. Kelemahan pembelian batu kali terdapat pada hitungan kapasitas pengukurnya. Jika beli batu satu truk maka biasanya dihitung volumenya dengan perkalian panjang x lebar x tinggi.

Tapi banyak sekali celah yang kosong. Sehingga kalau kita membeli 5 m3 batu, saat dipasang hanya akan menjadi pasangan pondasi sekitar 4 m3, berkurang sekitar 20%. Hal ini terjadi karena pemasangan batu di pondasi hampir bersinggungan, celah-celahnya diisi adukan, dan volumenya susut.

Ciri batu berkualitas:

Batu belah yang bagus adalah yang keras, tidak poros, dan bentuknya beragam.

Bata Merah

Bata merah sebagai bahan pembuatan tembok masih digunakan di perumahan, meski belakangan ini muncul produk baru bernama bata ringan. Bata merah terbuat dari tanah liat yang dipres, kemudian dikeringkan dan dibakar hingga matang. Kematangannta ditandai dengan warna merah yang merata.

Bahan tanah yang bagus dan pembakaran sempurna sangan berpengaruh pada kualitas bata merah. Bata merah yang tidak diplester harus benar-benar bata yang matang atau padat. Hal ini untuk menghindari tumbuhnya lumut dan kerapuhan akibat terkena pengaruh matahari, hujan, dan suhu yang berubah-ubah.

Ciri bata merah berkualitas:

Apabila dipukul palu, terdengar suara nyaring, karena padat. Kepadatan ini ditandai dengan berat. Semakin berat, semakin padat. 

Itu dia ciri material bangunan yang berkualitas dan cara mengujinya. #SahabatJagoBangunan, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun callcenter – Bebas Pulsa di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya.