Masuk

Tips

Beranda / Tips
Wow! Ternyata Ini yang Terjadi pada Seorang Tukang Bangunan Setelah Istrinya Mimpi Kejatuhan Bulan
Kisah Inspirasi | 30 Dec 2017

Oleh: Hildatun Najah

Bagi sebagian masyarakat, mimpi kerap dianggap sebagai firasat atau pertanda akan terjadinya sesuatu. Bahkan banyak tafsir mimpi yang mencoba menguraikan arti dari mimpi yang dianggap umum. Namun, apa jadinya jika istri seorang tukang bangunan bermimpi kejatuhan bulan lalu memasukkannya ke dalam zak semen?

Sejak Lulus SMP Sudah Wara-Wiri “Nguli”

Tukang bangunan itu bernama Edi Suroso (50). Pahit getir dunia kerja sudah Edi jalani sejak lulus SMP, 1987. Ketidaksanggupan orang tua Edi membiayai sekolah ke jenjang yang lebih tinggi memaksa Edi untuk bekerja di usia belia. Berpindah dari satu pabrik ke pabrik lain, sebelum memilih banting setir menjadi kuli bangunan. Meski sempat ditentang orang tua, jiwa muda Edi ingin terus bekerja di bawah terik matahari.

(Sumber: dok. Edi Suroso)

Kehidupan kuli yang kerap berpindah tempat dan terbilang melelahkan itu berhasil Edi jalani selama enam tahun. Hingga pada 1993, keinginannya menjadi tukang pun meledak. Dengan sedikit paksaan, ia meminta mandor untuk memberikan pekerjaan tukang padanya. Ia bahkan tak masalah jika masih digaji sebagai kuli bangunan, asalkan ia bisa mencecap pekerjaan tukang.

Baca Juga: Tak Disangka, Ini yang Didapat Seorang Mantan Kuli Berkat Ketulusannya Mengajari Pemuda Putus Pekolah

“Saya meminta kepada mandor agar bisa menjadi tukang, meski bayarannya tetap kuli. Dan alhamdulillah diterima,” kata Edi. Selama 24 tahun ia menjadi tukang, sudah banyak daerah yang ia jelajahi. Sebut saja Semarang, Jakarta, Bogor, hingga Sulawesi pernah menjadi tempatnya menetap beberapa tahun, sebelum kembali ke pelukan keluarganya di Kudus.

Coba-Coba Jadi Mandor Malah Ditipu Pemborong

(Sumber: dok. Jago Bangunan)

Saat menjalani hari sebagai tukang, pernah terbersit dalam hatinya untuk menjadi mandor. Sayangnya, kesempatan yang datang saat itu malah membawa petaka. Dalam percobaan pertamanya menjadi mandor, ia ditipu oleh pemborong yang bekerjasama dengannya. Gaji yang dijanjikan tak kunjung dibayar, bahkan hingga proyek rumah itu rampung dan siap ditempati.

Alih-alih untung, pria yang lahir pada 4 April 1967 ini malah harus merogoh tabungan untuk membayar para tukangnya. Apesnya, sampai sekarang jejak pemborong itu tak pernah Edi temukan, pun utangnya tak ada kabar. Sayang, saat ditanya berapa nominal kerugian proyek ini, Edi enggan menjawab. Sejak itulah Edi kapok jadi mandor dan memilih kehidupan sederhana sebagai tukang bangunan saja.

Hanya Ingin Punya Toko Sembako Saja Tak Cukup Modal

(Sumber: dok. Edi Suroso)

Seiring usianya yang kian senja, Edi ingin menjalani pekerjaan yang lebih ringan. Karenanya, punya toko sembako pernah menjadi cita-cita Edi. Tapi kebutuhan sekolah kedua anaknya, Viona (16) dan Alif Ainunnisa (12) di bangku SD dan SMK ini tak memberinya kesempatan untuk mengumpulkan modal. Penghasilan sebagai tukang yang berkisar 90 ribu per hari ditambah gaji istrinya, Heni, di sebuah pabrik rokok, hanya cukup untuk membuat dapur terus mengepul.

Namun, rejeki kadang memang tak bisa diduga dari mana datangnya. Sekian lama harapan pupus untuk punya toko sembako, pun sudah ikhlas dengan penipuan pemborong proyek, Edi malah mendapat keberuntungan yang tak pernah terduga. Pada 18 Desember 2017 lalu, Edi Suroso dinyatakan sebagai pemenang 1 unit Mobil Honda Mobilio.

Firasat Jadi Pemenang Honda Mobilio, Istri Edi Mimpi Kejatuhan Bulan

(Sumber: dok. Jago Bangunan)

Meski Edi sama sekali tak menyangka, namun istri Edi mengaku pernah bermimpi kejatuhan bulan. Ia lalu mengambil bulan tersebut dan memasukkannya ke dalam zak Semen Gresik dan dibawa pulang. Ternyata mimpi ini menjadi pertanda bahwa Edi akan mendapat sebuah mobil dari hasil pengumpulan 200 guntingan zak semen selama 3 bulan dalam program Arisan Jago Bangunan.

Selain 1 unit mobil Honda Mobilio, Arisan Jago Bangunan juga memberikan hadiah 10 paket umroh, 50 HP Samsung J5, dan 500 Jaket Eksklusif, yang semua pemenangnya diundi secara digital. Selama 9 bulan program berlangsung, telah berhasil terkumpul sebanyak 632.170 guntingan zak semen dari 4.577 peserta yang semuanya tergabung dalam Komunitas Jago Bangunan.

Program ini merupakan wujud apresiasi dan kepedulian PT Semen Gresik pada tukang bangunan, yang merupakan salah satu segmen pelanggan Semen Gresik. Tak hanya itu, PT Semen Gresik juga berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi tukang agar mendapat pekerjaan yang layak dan mampu bersaing dengan tenaga asing dengan memberikan pelatihan dan sertifikasi tukang yang sudah berlangsung sejak 2007.

(Sumber: dok. Jago Bangunan)

Melalui berbagai program tersebut, Semen Gresik berhasil membangun Komunitas Jago Bangunan yang beranggotakan 18.622 tukang bangunan di seluruh Indonesia. Didukung portal jagobangunan.com, tukang dapat memperkaya pengetahuan secara mandiri melalui berbagai artikel seputar konstruksi. Tukang juga bisa berkonsultasi gratis dengan Pak Jago melalui website, call center, maupun Fanpage Jago Bangunan.

Baca Juga: Siapa Sangka, Pemilik 4 Bidang Usaha ini Ternyata Mantan Pengaduk Semen

Edi sendiri bergabung dengan komunitas ini saat mengikuti program pelatihan di Kudus 2010 silam. Baginya, program Jago Bangunan tak hanya bermanfaat untuk meningkatkan ketrampilan tukang, tapi juga menambah teman dan jaringan pekerjaan. Terlebih 200 peserta di Kudus itu membentuk komunitas kecil untuk mempererat silaturahmi yang bernama Patung Seger (Paguyuban Tukang Semen Gresik).

Pada 27 Desember kemarin, tim Semen Gresik berkunjung ke kediaman Edi untuk menyerahkan hadiah 1 unit mobil Honda Mobilio. Sujud syukur berkali-kali dilakukan istri Edi, bahkan tangis haru pun tak terbendung di wajah kedua anak Edi. Ketika ditanya hadiah mobilnya akan digunakan untuk apa, Edi menjawab, “Akan dinikmati, karena itu merupakan hadiah yang disangka-sangka untuk menyenangkan keluarga.”.

Editor: Damae Wardani