Masuk

Tips

Beranda / Tips
Waspada, Keringat yang Menempel di Badan Anda Bisa Berbahaya
Kesehatan | 31 Oct 2017

Oleh: Dhafintya Noorca

Biang keringat atau miliaria adalah ruam kecil berwarna merah dan menonjol yang terasa gatal, serta bisa menyebabkan sensasi menyengat atau perih pada bagian kulit. Kelainan yang juga dikenal dengan nama ruam panas atau keringet buntet dalam Bahasa Jawa ini tidak hanya terjadi pada bayi, namun orang dewasa juga bisa mengalaminya ketika cuaca sedang panas atau pada lingkungan yang bersuhu lembap.

Biang keringat biasanya muncul beberapa hari setelah seseorang terkena paparan suhu panas. Kondisi ini bisa muncul di seluruh bagian tubuh, tapi sering kali muncul pada bagian wajah, leher, punggung, dada, dan bagian paha. Lokasi munculnya ruam pada orang dewasa berbeda-beda. Umumnya, pada orang dewasa, biang keringat akan muncul pada lipatan kulit yang bergesekan dengan pakaian.

Biang keringat disebabkan oleh keringat yang terjebak di balik kulit dan tidak bisa menguap akibat kelenjar keringat tubuh yang terhambat. Sebagai akibatnya, kulit mengalami peradangan dan timbul ruam. Berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa menghambat kelenjar keringat di dalam tubuh :

1. Iklim tropis.

(Sumber: disini)

Kemunculan biang keringat bisa disebabkan oleh cuaca atau suhu lingkungan yang panas dan lembap. Indonesia termasuk negara dengan iklim tropis, sehingga resiko timbul biang keringat juga tinggi.

2. Kepanasan

(Sumber: disini)

Misalnya karena menggunakan pakaian yang terlalu tebal atau tidur dengan selimut yang berlebihan tanpa memperhatikan kondisi cuaca.

3. Aktivitas fisik tertentu

(Sumber: disini)

Olahraga atau pekerjaan yang memerlukan aktivitas fisik yang berat hingga menyebabkan keluarnya banyak keringat juga bisa menyebabkan terjadinya biang keringat.

4. Kelenjar keringat belum berkembang.

(Sumber: disini)

Kasus biang keringat akibat kelenjar keringat belum berkembang lebih mudah terjadi pada bayi. Bayi belum memiliki kelenjar keringat yang sudah berkembang sepenuhnya dan terkadang dapat membuat keringat tertahan di balik kulit.

5. Bedrest terlalu lama.

(Sumber: disini)

Risiko mengalami biang keringat juga tinggi pada pasien yang diwajibkan untuk beristirahat di ranjang untuk waktu yang cukup lama.

Biang keringat umumnya bukan merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan secara khusus. Kondisi ini biasanya dapat pulih dengan sendirinya dengan mendinginkan kulit serta menghindari pajanan panas. Meski demikian, segera temui dokter jika ruam terlihat makin parah, gejala yang muncul bertahan cukup lama, atau Sahabat melihat adanya tanda-tanda infeksi, seperti demam dan menggigil, rasa sakit makin bertambah, nanah keluar dari bintil dan benjolan ruam, pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak dan selangkangan.

Biang keringat dapat dikenali dari penampakan ruam merah pada lapisan kulit. Seperti yang telah disebutkan di atas, kondisi ini umumnya tidak membutuhkan pertolongan medis. Meski biang keringat bukan kondisi yang serius, tidak ada salahnya untuk diatasi sesegera mungkin.

Mengingat pekerjaan yang ditekuni oleh #SahabatJagoBangunan yang berhadapan dengan penyebab biang keringat, kondisi ini bisa ditangani sendiri dengan langkah-langkah sederhana seperti berikut ini:

1. Menghindari panas berlebih

(Sumber: disini)

Usahakan agar tubuh tidak kepanasan, khususnya pada musim panas. Paparan sinar matahari langsung panas akan membuat Anda lebih banyak berkeringat dan membuat ruam makin parah. Dianjurkan untuk lebih sering berteduh atau mencari tempat dingin untuk menghindari panas. Selain itu, minumlah banyak cairan agar terhindar dari dehidrasi.

2. Menjaga kulit tetap dingin

(Sumber: disini)


Untuk menurunkan keringat dan menjaga kulit tetap dingin, berendam atau mandi bisa membantu menjadikan tubuh terasa sejuk dan menghindari keringat berlebih. Jangan langsung membasahi tubuh dan muka saat dalam kondisi panas ya Sahabat. Tunggu sampai suhu tubuh lumayan dingin.

3. Memakai pakaian longgar

(Sumber: disini)

Hindari mengenakan pakaian ketat yang dapat menyebabkan kulit sulit bernapas. Hindari menggunakan pakaian yang terbuat dari serat sintetis, seperti polyester atau Bahan-bahan ini lebih menyerap panas dan membuat Anda makin banyak berkeringat.

4. Memakai losion atau tabir surya

(Sumber: disini)

Gunakan sabun yang tidak membuat kulit menjadi kering dan tidak mengandung parfum. Jangan gunakan losion atau krim yang dapat menyumbat pori-pori kulit.

Sahabat, itu dia salah satu penyakit yang bisa menerpa bila terlalu lama berada dalam suhu yang panas. Yuk, kenali tubuh Anda sendiri, dan selalu jaga kesehatan serta kebersihannya.

Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu pada artikel-artikel #PakJago yang lain.

Editor: Damae Wardani