Masuk

Tips

Beranda / Tips
Waspada ! Debu-debu di Tempat Kerja Dapat Menyebabkan Gangguan Pernafasan Berikut
Kesehatan | 14 Apr 2017

Dilansir dari www.depkes.go.id, menurut data dari Organisasi Buruh Dunia (ILO) menunjukkan bahwa setiap tahun, setidaknya 2,3 juta orang di dunia meninggal akibat kerja, baik penyakit akibat kerja maupun kecelakaan kerja. Penyakit akibat kerja mencatatkan angka terbanyak, yaitu 2,02 juta orang meninggal tiap tahunnya. Badan Kesehatan Dunia (WHO) membedakan empat kategori penyakit akibat kerja, salah satunya adalah Pneumokoniosis.

Pneumokoniosis adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya debu-debu yang terhisap masuk ke dalam paru-paru dan mengendap. Umumnya, para pekerja yang rentan terkena Pneumokoniosis adalah yang bekerja di proyek pembangunan, pertambangan, pabrik tekstil, dan wilayah industri. Sebelum memulai beraktifitas, jangan lupa untuk mengenakan masker khusus agar udara yang masuk ke dalam tubuh dapat tersaring. Ada berbagai jenis penyakit ini. Untuk mengenal lebih jauh tentang Pneumokoniosis, simak penjelasan berikut:

 

  1. Penyakit Silikosis

Penyakit ini dijumpai pada pekerja yang bekerja di pabrik besi, baja, keramik, pengecoran beton dan sebagainya. Penyebabnya adalah partikel debu silika bebas yang masuk ke dalam paru-paru dan mengendap.

 

  1. Penyakit Asbestosis

Bekerja di tempat yang berhubungan dengan asbes? Hati-hati pada penyakit asbestosis, karena debu maupun serat asbes yang terhirup masuk melalui hidung dan terendap di paru-paru. Gejala awalnya adalah sesak nafas dan batuk berdahak.

 

  1. Penyakit Bisinosis

Nama lain dari Bisinosis adalah Monday Fever alias sindrom Senin. Senin, hari dimana para pekerja memulai pekerjaannya kerap merasakan sesak nafas. Penyakit ini rentan menjangkiti pekerja yang bekerja pada industri tekstil, kapas, atau serat kain.

 

  1. Penyakit Antrakosis

Apabila Anda bekerja di daerah pertambangan, Anda patut waspada dengan penyakit Antrakosis ini. Debu-debu yang ada di sekitar tempat tambang apabila terhirup dapat membuat dada terasa sesak dan sulit bernafas. Jika dibiarkan berlama-lama, antrakosis dapat bertambah parah dan sulit disembuhkan.