Masuk

Tips

Beranda / Tips
Upah Harian, Borongan dan Borongan Total – Keuntungan dan Kerugiannya
Konstruksi Sipil | 02 Mar 2017

Dalam perjanjian pekerjaan pembangunan umumnya ada 3 sistem cara pembayaran pekerjaan yang di laksanakan oleh para pelaksana pekerjaan bangunan yakni:

  1. Sistem Upah Harian
  2. Sistem Upah Borong Kerja, da
  3. Sistem Upah borong kerja dan material.
content image

Dalam artikel ini kita akan mengulas masing-masing sistem, apa keuntungan dan kerugiannya bagi pemilik proyek. Kita dapat memilih sistem mana yang hendak dipakai, yang setiap sistem tersebut di atas memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing seperti yang di uraikan di bawah ini :

 

A. SISTEM HARIAN

content image

Sistem upah harian adalah sistem pekerjaan oleh tukang bangunan yang di bayar upahnya secara harian. Biasanya upah dibayarkan secara periode, mingguan, dua mingguan, ataupun bulanan.

Besarnya upah harian tukang biasanya tergantung upah pasaran suatu area kerja atau daerah tertentu, tergantung pada tingkat keahlian seorang tukang, tingkat kesulitan pekerjaan, alat pendukung yang digunakan dan banyaknya permintaan terhadap pekerjaan.

Keuntungan dan kerugian Sistem Upah Harian:

content image

 

 

B. SISTEM UPAH BORONG PEKERJAAN

content image

Sistem upah borong pekerjaan biasanya dilakukan oleh tukang pemborong dengan sistem di borongkan upah kerjanya saja. Upah pekerjaan dihitung dengan satuan hitungan volume, seperti upah per meter persegi, upah per meter kubik, dan upah per meter lari untuk panjang satuan pekerjaan.

Ada juga sistem perhitungan upahnya berdasarkan global luas meter persegi suatu bangunan. Misalnya upah pekerjaan Rp 800.000/m2 untuk bangunan rumah tinggal. Semua item pekerjaan sudah tercakup di dalamnya termasuk pekerjaan pondasi, pasangan dinding bata dan plesteran, pekerjaan rangka dan penutup atap, pekerjaan finishing dan semua item pekerjaan yang sudah disepakati.

Sistem upah borongan pekerjaan juga dapat diterapkan untuk masing – masing sub pekerjaan. Misalnya borongan untuk pekerjaan pondasi batu kali saja dengan satuan meter kubik, pekerjaan pasangan dinding bata dengan satuan meter persegi, dan lain sebagainya.

Keuntungan dan kerugian Sistem Upah Borong Kerja :

content image

Catatan:

  1. Pemborong harus bekerja ekstra untuk menghitung secara detail upah suatu pekerjaan yang ditawarkan, mengkalkulasi kemampuan pekerjaan tukang per hari, mensupport, memonitor dan mengarahkan penuh rekan-rekan tukang yang dikerahkannya agar dapat bekerja optimal untuk dapat menyesuaikan pekerjaan sesuai target waktu yang direncanakan.
  2. Dengan orientasi mempercepat selesainya pekerjaan, pemborong juga akan mengabaikan standar mutu dan tahapan teknis dari suatu pekerjaan. Misalnya beton dengan umur 28 hari mencapai kekuatan maksimal 100%, baru boleh penyangganya dilepas, namun karena tuntutan pekerjaan yang harus diselesaikan dengan cepat beton belum cukup umur sudah dilepas penyangganya. Hal tersebut tentu akan mengurangi mutu dari beton tersebut.

 

C. SISTEM UPAH BORONG PEKERJAAN DAN MATERIAL

content image

Sistem upah borong pekerjaan dan material ini biasanya digunakan pada proyek – proyek skala menengah ke atas, seperti rumah mewah, perkantoran, sekolah jalan dan jembatan dan lain sebagainya. Sistem upah borong pekerjaan dan material hampir sama dengan sistem borong upah pekerjaan di atas, namun bedanya ada tambahan nilai harga material. Sehingga total upah borongan menjadi lebih besar setelah ditambah dengan harga material yang digunakan untuk suatu item pekerjaan.

Keuntungan dan kerugian Sistem Upah Borong Pekerjaan dan Material :