Masuk

Tips

Beranda / Tips
Tips Sederhana Ini Bisa Bikin Tukang Bangunan Kebanjiran Pekerjaan
Konstruksi Sipil | 22 Aug 2017

Oleh: Dwi Klarasari

#SahabatJagoBangunan, informasi tentang tukang yang berkualitas biasanya didapat dari keluarga atau teman yang sudah pernah menggunakan jasanya dan merasa puas. Maka semakin banyak pelanggan yang terkesan dengan hasil pekerjaan #PakTukang, semakin banyak pula yang mengatakan bahwa tukang tersebut memang berkualitas. Alhasil, dia berpotensi kebanjiran pekerjaan.

Nah, bagaimana caranya agar #SahabatJagoBangunan bisa kebanjiran pekerjaan dan menjadi tukang bangunan yang berkualitas? Simak tips sederhana dari #PakJago ini, yuk!

  1. Jadilah tukang yang jujur dan bertanggung jawab

Jadilah tukang yang jujur dan bertanggung jawab. (Sumber: disini)

#SahabatJagoBangunan harus jadi tukang yang jujur dan bertanggung jawab, ini kunci pertama. Jujurlah mengenai keahlian Anda. Ada klien yang merasa tertipu dan kapok karena tukang yang mengaku berpengalaman tidak menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Misal, tukang mengaku biasa menggarap lantai keramik, ternyata membuat banyak keramik pecah dan lantai yang dipasangnya tidak rata.

Jujurlah juga dalam menjelaskan proses pembangunan, kondisi bangunan yang akan direnovasi, kebutuhan material, perkakas, dan semua hal terkait proyek yang akan Anda kerjakan. Tidak sedikit pelanggan yang tidak paham masalah bangunan dan mengeluh karena merasa “dikerjai” oleh tukang yang hanya mementingkan imbalan.

Jadi, pastikan #SahabatJagoBangunan tidak hanya mengejar keuntungan. Tunjukkan tanggung jawab sesuai kesepakatan kerja. Sistem harian jangan membuat #SahabatJagoBangunan sengaja berlama-lama dan seenaknya dalam bekerja. Sebaliknya, jika dibayar secara borongan jangan pula bekerja asal cepat selesai. Fokuslah selalu untuk memberikan hasil terbaik dan memuaskan.

Ingat, reputasi #SahabatJagoBangunan sangat dipengaruhi oleh kepuasan pengguna jasa, karena setiap klien selalu memeriksa rekam jejak tukang yang hendak disewanya. Memiliki reputasi sebagai ‘tukang berkualitas’ kelak akan memberikan keuntungan lebih besar.

  1. Tingkatkan keterampilan dan jadilah ahli

Terus tingkatkan ketrampilan. (Sumber: disini)

Daripada berbohong tentang pengalaman kerja dan mengecewakan pengguna jasa, sebaiknya #SahabatJagoBangunan terus mengasah keterampilan agar semakin ahli. Tidak perlu menguasai semua keahlian sekaligus, asahlah satu per satu dengan tekun.

Tukang bangunan yang menguasai banyak keahlian akan sangat disukai pengguna jasa. Hal yang tak kalah penting, pastikan pula #SahabatJagoBangunan memiliki kemampuan membaca gambar kerja. Seiring meningkatnya keterampilan dan keahlian #SahabatJagoBangunan tentu akan semakin banyak pula orang yang terkesan dan puas dengan hasil kerja Anda.

Di lain waktu, mereka pun akan dengan suka rela merekomendasikan #SahabatJagoBangunan kepada keluarga, saudara atau teman yang akan membangun atau merenovasi rumah. Sisanya, #SahabatJagoBangunan hanya perlu berdoa agar semakin banyak tawaran kerja yang datang.

  1. Pahami keinginan pengguna jasa

Pahami keinginan pengguna jasa. (Sumber: disini)

Jika terlibat dalam proyek besar, #SahabatJagoBangunan hanya perlu mengikuti perintah kepala tukang, mandor, atau pemborong. Namun pada proyek seperti rumah tinggal, boleh jadi #SahabatJagoBangunan harus berhadapan langsung dengan pemilik bangunan sebagai pengguna jasa.

Pemilik bangunan cenderung memilih tukang yang tidak hanya jujur dan terampil tetapi juga dapat memahami keinginannya serta mampu memberikan solusi terbaik. Kadang pengguna jasa bahkan rela membayar sedikit lebih mahal dan rela memberi bonus, asal tukang bangunan tersebut bisa mengerti detail yang diinginkannya.

Jadi, selain meningkatkan keahlian, mulailah #SahabatJagoBangunan belajar memahami kemauan pengguna jasa. Tnetu saja, Anda juga harus belajar cara memberikan pemahaman yang benar tanpa mengabaikan keinginan pelanggan Anda.

  1. Lengkapi diri dengan perkakas kerja

Bawa perkakas kerja. (Sumber: disini)

Tidak semua peralatan kerja harus dimiliki tukang bangunan. Terlebih perkakas besar seperti mesin molen dan stamper. Namun sebagai tukang yang baik, #SahabatJagoBangunan harus melengkapi diri dengan peralatan umum dan perkakas tangan khusus sesuai tugas pokok Anda.

Seperti pensil, meteran, palu, bor, gergaji tangan, cangkul, cetok dan roskam. Pengguna jasa menyukai tukang yang membawa perkakas kerja sendiri. Artinya, tidak membebankan kebutuhan segala perkakas kepada pengguna jasa Anda.

  1. Miliki rekan kerja yang sejalan

Rekan kerja yang sejalan. (Sumber: disini)

Sebagai tukang bangunan #SahabatJagoBangunan tentu membutuhkan rekan kerja. Untuk pekerjaan relatif kecil, setidaknya Anda membutuhkan kenek untuk membantu memperlancar pekerjaan. Jika demikian, pastikan #SahabatJagoBangunan memilih rekan kerja yang mendukung reputasi Anda. Dia juga harus seorang yang jujur, pekerja keras, dan bertanggung jawab.

Tips sederhana di atas mungkin tidak seketika menunjukkan hasil, tetapi #SahabatJagoBangunan tidak perlu ragu untuk menerapkannya. Lantaran kesuksesan memang tidak datang tiba-tiba, melainkan butuh proses dan perjuangan. Selamat mencoba, Sahabat.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan, Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun call center (bebas pulsa) di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak artikel-artikel menarik lainnya dari #PakJago, ya.

 

Editor: Damae Wardani