Masuk

Tips

Beranda / Tips
Ternyata Kekuatan Bangunan Bergantung pada Komponen Stuktural Ini, Kenali, Yuk!
Konstruksi Sipil | 15 Aug 2019

Oleh: Amin Zainullah

Tahukah, #SahabatJagoBangunan, ternyata secara sederhana bangunan memiliki 2 komponen, yaitu komponen struktural dan komponen non struktural. Keduanya sama-sama penting, namun ada yang berpengaruh langsung terhadap bangunan dan ada yang tidak. Komponen struktural merupakan bagian yang menyangga kekuatan dari bangunan itu sendiri, sehingga harus dipastikan proses pembuatannya dilakukan dengan benar.

Jika diurutkan dari lapisan paling bawah dari sebuah bangunan, maka komponen struktural ini terdiri dari beberapa bagian sebagai berikut:

1. Pondasi

(Sumber: di sini)

Yakni bagian paling bawah dari bangunan yang merupakan kaki yang menahan seluruh beban di atasnya. Jenis dan ukuran pondasi sangat beragam tergantung berat ringannya bangunan dan juga kondisi tanah di bawahnya. Jika tanahnya keras maka ukuran serta kedalaman pondasi bisa dihemat. Namun jika tanahnya lunak maka pembuatan pondasinya harus diperkuat dengan trucuk atau tiang pancang.

Baca Juga: Cara Menghitung Kebutuhan Material Untuk Pekerjaan Plesteran

Model pondasi ada 2 macam, pondasi lajur (pasangan batu/bata) dan pondasi setempat (sepatu/footplat) atau ada yang menyebut pondasi cakar ayam. Jika tanah normal rumah tidak bertingkat bisa dibuat dari pondasi batu kali ukuran lebar bawah 70 cm, lebar atas 30 cm dan tingginya 80 cm menyesuaikan tinggi lantai dan elevasi/ketinggian tanah.

2. Sloof

(Sumber: di sini)

Adalah balok beton beton mendatar yang terletak di atas pondasi berfungsi untuk meratakan beban dari atas agar bisa menyebar ke pondasi secara merata. Sloof juga berfungsi sebagai bagian yang menyangga dinding (pasangan bata, batako, atau bahan lainnya), untuk rumah tinggal bisa dibuat lebar 15 cm tinggi 20 cm dengan besi tulangan pokok diameter 10 mm dan dirangkai dengan beugel diameter 6 mm jarak 15 cm. Campurannya 1 semen : 2 pasir: 3 kerikil.

3. Kolom

(Sumber: di sini)

Merupakan balok beton bertulang berdiri yang berfungsi menyangga beban dari atas menuju ke sloof dan pondasi. Untuk rumah sederhana ukuran kolom bisa dibuat kecil, selebar bata saja tetapi untuk rumah bertingkat setidaknya ukuran 15 cm x 20 cm dengan tulangan pokok besi 12 mm jumlahnya 4 dirangkai dengan beugel diameter 6 mm jarak 15 cm. Campurannya 1 semen : 2 pasir: 3 kerikil.

Baca Juga: 14 Kriteria Rumah Ideal Zaman Now, Cocok Untuk Dihuni 6 Anggota Keluarga

4. Ring Balok (Ring Balk)

(Sumber: di sini)

Yaitu balok beton bertulang mendatar yang terletak di atas pasangan bata dengan fungsi menyangga beban kuda-kuda dan atap agar tidak langsung menekan pasangan tembok, persis sama dengan sloof namun ukuran bisa diperkecil menjadi lebar 12 cm tinggi 15 cm, dengan besi tulangan pokok diameter 10 mm dan dirangkai dengan beugel diameter 6 mm jarak 15 cm. Campurannya 1 semen : 2 pasir: 3 kerikil.

5. Kuda-Kuda

(Sumber: di sini)

Ialah konstruksi yang menahan beban atap (gording, usuk, reng serta genteng). Jika dulu materialnya didominasi kayu, kini bahan untuk membuat konstruksi kuda-kuda serta atap sudah banyak yang beralih menggunakan baja ringan.

Sementara itu, semua bagian di dalam bangunan selain yang tertera di atas itu disebut komponen non struktural. Jika diurutkan dari paling bawah, komponen ini terdiri dari tembok/dinding, lantai, plafon, pintu, jendela, kamar mandi, tempat cuci, instalasi listrik/air, dsb. Sebagai catatan, bagian non struktural tidak menerima beban berat dari atas, karena sudah ditahan oleh strukturnya.

Baca Juga: Ini Cara Cepat Mengobati Luka Memar Akibat Benturan Benda Keras di Tempat Kerja

=====

Mau konsultasi gratis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.

Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.
=====

 Editor: Damae Wardani