Masuk

Tips

Beranda / Tips
Ternyata Alergi Bisa Disembuhkan, Begini 4 Cara yang Ditempuh
Kesehatan | 30 May 2018

Oleh: Redaksi

Ada beberapa contoh alergi, seperti alergi debu, bulu, protein dalam susu sapi, telur, maupun daging hewan atau ikan. Dalam beberapa kasus, alergi diturunkan secara turun temurun dalam keluarga. Namun tidak jarang alergi tercipta karena terpapar alergen secara terus menerus. Paparan asap rokok, kurangnya rangsangan mikroba dari lingkungan, seperti gaya hidup yang terlalu bersih atau menggunakan antibiotik secara tidak tepat.

DR. Dr. Gatot Soegiarto, Sp. PD,K-AI, FINASIM, konsultan penyakit alergi dan imunologi mengatakan, dalam menyikapi alergi ini disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli medis, dalam ini yaitu dokter. Melalui diagnosis lengkap, alergi dapat ditelusuri penyebab dan cara mengatasinya. Dokter yang berpraktik di RS Darmo Surabaya ini membagikan empat langkah mudah untuk mengatasi gejala dan penyakit alergi, sebagaimana dilansir dari Majalah Surabaya City Guide yaitu:

1. Identifikasi

pixabay.com

Dokter dapat membantu pasien memastikan apakah gejala yang dialami itu penyakit alergi atau bukan, sekaligus mengidentifikasi alergen pencetus melalui anamnesis (wawancara) tentang riwayat penyakit sebelumnya, pemeriksaan fisik yang terarah, serta pemeriksaan penunjang khusus alergi seperti tes tusuk kulit dan pemeriksaan antibodi terkait alergi (kadar IgE total dan IgE spesifik alergen).

2. Hindari

pixabay.com

Jika alergen pencetus sudah dapat diidentifikasi, maka langkah berikutnya adalah upaya menghindari alergen pencetus tersebut. Sebagian besar alergen pencetus sebenarnya dapat dihindari, hanya debu dan tungau debu rumah yang mungkin sulit dihindari dan memerlukan upaya khusus untuk mengendalikannya. Jika penderita alergi tidak lagi melakukan kontak dengan alergen pencetusnya, biasanya reaksi alergi dan gejala alergi yang dirasakannya tidak akan muncul lagi.

Baca Juga: Mengenal Gaya Desain Industrial, Hunian Tampak Maskulin dan Kokoh

3. Obati

pixabay.com

Seringkali dokter memberikan obat anti alergi dan anti-inflamasi untuk membantu pasien mengatasi gejala alergi yang mengganggu dalam jangka pendek atau kurun waktu tertentu. Dengan obat-obatan tersebut, baik yang digunakan secara oral (diminum) maupun topikal (dioleskan di kulit, atau disemprotkan ke mukosa hidung, atau dihirup ke dalam saluran nafas), bertujuan untuk menekan gejala alergi yang dirasakan oleh pasien secara lebih cepat. Pasien tertentu mungkin membutuhkan obat-obatan dalam waktu yang lebih lama dibandingkan pasien yang lain. Perlu diingat bahwa obat anti alergi hanya menekan agar gejala alergi tidak muncul tetapi tidak mengobati kecenderungan seseorang mengidap penyakit alergi. Pada saat obat sudah tidak lagi digunakan, ada kemungkinan gejala penyakit alerginya kembali muncul.

4. Imunoterapi

pexels.com

Satu-satunya cara untuk menaklukkan penyakit alergi adalah dengan mengubah kecenderungan seseorang mengidap penyakit alergi atau dengan mengintervensi respon imunologis yang membuat pasien cenderung jadi alergi. Tindakan itu disebut imunoterapi yaitu dengan memberikan alergen pencetus kepada pasien yang alergi terhadapnya secara bertahap (dimulai dari dosis yang sangat kecil hingga dosis yang sesuai dengan paparan alergen nyata dalam kehidupan sehari-hari). Hasil akhirnya pasien yang semula alergi berubah menjadi toleran (tidak lagi alergi terhadap alergen tersebut) atau ‘kebal’ terhadap alergen. Tindakan ini membutuhkan komitmen pasien yang tinggi karena prosedur imunoterapi yang tersedia saat ini membutuhkan waktu antara 3-5 tahun. Tingkat keberhasilannya cukup menjanjikan yaitu berkisar antara 80%.

Baca Juga: Benarkah Saat Batuk Harus Berhenti Makan Buah Masam? Ini 5 Faktanya