Masuk

Tips

Beranda / Tips
Tembok Retak Merusak Keindahan Rumah? Tenang, Begini Cara Mencegah dan Mengatasinya #TanyaPakJago
Konstruksi Sipil | 14 Sep 2018

Oleh: Amin Zainullah

Tembok yang retak memang sangat menjengkelkan, membuat malu, sedih, dan memakan energi untuk memikirkan solusinya. Bahkan berkali-kali diperbaiki pun kadang bisa retak lagi. Apakah Sahabat Jago Bangunan pernah mengalami hal ini?

Masalah tembok retak menjadi salah satu pertanyaan yang paling sering dikeluhkan dalam Konsultasi Jago Bangunan. Karenanya mari kita kupas tuntas dalam edisi #TanyaPakJago kategori Konsultasi Konstruksi berikut ini.

Cara mencegah tembok agar tidak retak

Pada jaman Belanda, pembuatan tembok sangat ketat aturannya, antara lain bata harus terbakar dengan sempurna, benar-benar masak, warna merah, padat, suara bata kalau dipukul berbunyi nyaring, dan tidak mudah pecah/patah. Untuk adukannya pun dibuat persyaratan ketat, yakni pasir harus bersih dari kotoran organis seperti lumpur, dedaunan/ranting yang lapuk, serta lumut.

Inilah 11 Tahap yang Harus Dilakukan Untuk Mendapat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) #TanyaPakJago

Untuk bahan pozzolannya kala itu menggunakan semen merah yang juga dibuat dari bata merah atau genteng yang 100% masak pembakarannya. Untuk kapur juga dikenakan persyaratan harus sempurna pembakarannya, kemudian dipadamkan dalam kolam selama 6 bulan sehingga benar-benar tidak ada reaksi lagi hingga padam/mati, tidak menyebabkan ledakan kecil/retak kalau sudah dipasang. Kita lihat bangunan tinggalan Belanda sampai sekarang masih bagus dan tidak retak.

Bagaimana dengan kondisi saat ini? Kira-kira penggunaan kapur sebagai bahan pengikat tinggal 10%-an, sisanya menggunakan campuran semen dan pasir. Sebenarnya semen yang paling cocok untuk pemasangan bata atau plesteran adalah jenis PPC Semen Gresik, karena proses pengeringannya lambat, namun harus diimbangi dengan kualitas pasir yang bersih serta baik gradasi butirannya.

Sumber gambar: di sini.

Desain Modern Tropis Minimalis, Ciptakan Suasana Rumah yang Sejuk dan Kekinian #TanyaPakJago

Gunakan pasir yang ukurannya beragam mulai 0 hingga 5 mm (diayak dulu), kemudian batanya disiram air sebelum dipasang agar tak menghisap kandungan air pada adukan. Yang paling penting adalah jangan membuat adukan terlalu encer, karena kalau sudah terpasang dan terkena panas, air akan menguap dengan cepat sehingga pasangan bata/plesteran menjadi retak karena penyusutannya tiba-tiba.

Cara mengatasi tembok yang sudah terlanjur retak

Jika tembok sudah terlanjut retak, bisa diatasi dengan mengisi retakan dengan filler yang berbasis bahan latek (getah karet) yang sudah dicampur bahan lain agar awet. Filler ini sekarang banyak dijual di pasaran sebagai salah satu bahan anti bocor (misal merk No Drop, SIKA, atau Adibond).

Sumber gambar: di sini.

Ada yang harus ditambah semen dan air, ada pula yang langsung dioleskan. Pada tembok luar akan lebih bagus jika dioleskan cairan alkali sebagai pengganti plamir. Karena sifat alkali yang elastis maka apabila retak lubangnya masih tertutup lapisan alkali.

Setelah dioles baru dicat ulang sehingga retakan tidak terlihat lagi. Namun umur filler/alkali juga terbatas, dalam jarak sekian tahun maka akan menurun daya elastisnya sehingga perlu dikerok dan dioles ulang.

Hadir di Ponorogo, Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Benahi Selokan Untuk Cegah Banjir dan Genangan Air

Demikian penjelasan Pak Jago untuk mencegah dan mengatasi tembok yang retak. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba. Sampai jumpa di edisi #TanyaPakJago berikutnya.

=====
Mau konsultasi gratis terkait konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.

Silakan kirim pertanyaan Anda melalui kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.
=====

 

Editor: Damae Wardani