Masuk

Tips

Beranda / Tips
Tanpa Disangka, Kebiasaan Buruk Ini Buat Kolestrol Kerasan dalam Tubuh
Kesehatan | 28 Dec 2017

Oleh: Dhafintya Noorca

Dilansir dari klikdokter.com, Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013 menyebutkan, bahwa lebih dari separuh penduduk dewasa di Indonesia memiliki kadar kolesterol tinggi atau di atas batas optimal. Ini berarti lebih dari setengah penduduk Indonesia berisiko lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung dan stroke.

#SahabatJagoBangunan salah satunya? Bukan hanya dari makanan, ternyata kolesterol bisa tumbuh subur lewat kebiasaan berikut, lho, Sahabat.

1. Tidak Mengecek Kadar Kolesterol

(Sumber: disini) 

Kolesterol yang tinggi biasanya tidak menimbulkan gejala apapun, sehingga penting untuk melakukan Medical Check Up secara berkala. Dengan mengetahui ada masalah yang cukup serius dengan level kolesterol dalam tubuh, Sahabat bisa mengupayakan pengobatan dan perubahan gaya hidup.

Baca Juga: Jangan Diremehkan, Ini 3 Manfaat Kerokan Untuk Kesehatan

Umumnya setelah lewat usia 20 tahun, dokter akan menyarankan setiap orang untuk melakukan tes darah sederhana setiap 4-6 tahun sekali untuk memastikan kondisi kesehatan. Jika kadar kolesterolmu mengkhawatirkan, dokter akan terus memantau untuk mengetahui apakah Kamu memerlukan perawatan.

2. Makan tanpa memerhatikan nilai gizi

(Sumber: disini

Anda bisa jadi menghindari makanan tinggi kolesterol seperti gorengan dan daging berlemak, tetapi kurang memerhatikan nilai gizi yang terkandung dalam makanan kemasan. Susu misalnya, susu memang baik bagi kesehatan tulang karena mengandung kalsium. Namun coba perhatikan nilai gizinya, susu bisa jadi mengandung lemak yang bisa memperburuk kolesterol. Pada tahun 2015, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah memerintahkan seluruh produsen untuk berhenti menggunakan lemak trans. Maka, sebelum dikonsumsi, periksa lah tabel nilai gizi suatu makanan terlebih dahulu.

Makanan yang sehat untuk jantung meliputi buah-buahan dan sayuran, gandum atau oat, ikan laut, rendah garam serta lemak. Makanan fungsional yang mengandung plant stanol ester, telah terbukti secara ilmiah mampu menurunkan kolesterol jahat hingga 11% dalam waktu dua minggu.

3. Berat badan berlebih

(Sumber: disini)

Jika Anda memiliki indeks massa tubuh lebih dari 30, itu tandanya sangat besar risiko memiliki kolesterol jahat (LDL) yang cukup tinggi serta kadar kolesterol baik (HDL) yang rendah. Kelebihan berat badan atau obesitas berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung koroner dan stroke. Karenanya, pastikan Anda menjaga berat badan tetap ideal, tidak terlalu kurus ataupun gemuk.

Caranya adalah dengan makan makanan sehat secara teratur dan tentunya berolahraga. Diet ketat saja mungkin membuat Anda lebih kurus tapi tidak menggantikan manfaat olahraga.

4. Kurang olahraga

(Sumber: disini) 

Orang yang kurang bahkan tidak berolahraga sudah dapat dipastikan tubuhnya tidak sebugar yang rutin berolahraga. Olahraga bukan hanya bisa menurunkan berat badan, namun juga bisa meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) yang dapat menyaingi keberadaan kolesterol jahat (LDL).

5. Merokok

 (Sumber: disini

Tetap memelihara kebiasaan buruk ini tak akan membawa manfaat sedikit pun untuk tubuh Sahabat. Yang ada, malah membawa dampak buruk bagi tubuh. Jika Anda masih memiliki kebiasaan merokok, hal ini bisa memengaruhi kolesterol di dalam tubuh. Rokok dapat menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) di dalam tubuh, ini berarti kadar kolesterol jahat (LDL) dapat dengan mudah meningkat.

Baca Juga: Waspada, Keringat yang Menempel di Badan Anda Bisa Berbahaya

Bagaimana Sahabat? Adakah salah satu kebiasaan yang Anda lakukan sehari-hari dalam daftar di atas? Bila ada, jangan dipertahankan ya!

Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu pada artikel-artikel #PakJago yang lain.

Editor: Damae Wardani