Masuk

Tips

Beranda / Tips
Tak Ingin Alat Pertukangan Cepat Rusak? Begini Cara Praktis untuk Merawatnya
Konstruksi Sipil | 28 Aug 2017

Oleh: Dwi Klarasari

#SahabatJagoBangunan tentu termasuk tukang berkualitas yang melengkapi diri dengan peralatan kerja, bukan?Menurut #PakJago tidak sekadar perlu memiliki perkakas, tetapi #PakTukang juga harus melakukan perawatan. Perkakas yang tiba-tiba didapati rusak saat sedang dipakai pasti akan sangat mengganggu pekerjaan Anda, Sahabat.

Berikut #PakJago bagikan beberapa cara praktis merawat berbagai peralatan kerja agar tidak cepat rusak.

  1. Jaga kebersihan perkakas

Sumber: disini.

Pastikan perkakas disimpan kembali dalam kondisi bersih setelah digunakan. Bersihkan debu, kotoran, minyak, atau sisa-sisa material yang melekat pada perkakas. Cara pembersihan paling sederhana dapat dilakukan dengan lap kering atau sedikit lembap untuk menghindari karat.

Pada beberapa perkakas listrik, debu dan kotoran dapat disemprot dengan pistol udara. Jika perlu bongkar bagian-bagian mesin. Ikuti petunjuk pembersihan yang terdapat di buku petunjuk atau kotak kemasan peralatan.

  1. Posisikan alat dengan benar dan simpan pada tempatnya

Sumber: disini.

Saat membersihkan, posisikan alat kerja dengan benar. Masukkan pita meteran ke dalam rol; lepas mata bor, mata pisau atau batu gerinda dari mesin; kencangkan baut pengikat pada mesin; dan sebagainya. Simpan perkakas pada tas atau kotak agar perkakas aman, terhindar dari patah, rusak atau terpapar debu. Perkakas listrik biasanya memiliki kotak khusus.

Untuk perkakas lain, #SahabatJagoBangunan dapat membeli tas perkakas berbahan kanvas atau nilon, kotak perkakas dari plastik atau logam; atau membuat sendiri kotak perkakas dari kayu. Pastikan penyimpanan tidak menyulitkan #SahabatJagoBangunan untuk menemukan alat-alat.

  1. Gunakan perkakas sesuai dengan fungsinya

Sumber: disini. 

#SahabatJagoBangunan harus selalu menekankan hal ini pada diri sendiri. Jangan menganggap sepele penggunaan perkakas yang tidak semestinya. Misal, menanam paku dengan kunci pas atau mengebor tembok dengan mata bor kayu.

Kesalahan sepele berpotensi merusak alat kerja (pada saat itu juga atau secara perlahan-lahan) dan berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja. Bahkan, perkakas listrik dapat mengakibatkan cedera fatal jika penggunaannya tidak tepat.

  1. Lakukan perawatan berkala

Sumber: disini.

Perawatan berkala meliputi pengasahan, pelumasan, juga penyetelan. Agar memberikan kinerja terbaiknya, beberapa alat kerja harus diasah agar kembali tajam. Alat penanda (penitik garis, penggores, penyenter) dapat ditajamkan dengan gerinda; ketam dapat diasah dengan batu asah atau gerinda; dan gigi-gigi gergaji tangan dapat kembali tajam jika dikikir.

Pelumasan perlu diberikan untuk bagian-bagian mesin yang bergerak atau berputar, juga untuk menghindari karat. Sementara penyetelan perlu dilakukan untuk peralatan listrik dan alat kerjalain yang perlu presisi.

  1. Perbaiki atau ganti perkakas yang sudah rusak

Sumber: disini.

Periksa perkakas secara berkala. Jika #SahabatJagoBangunan menemukan ada alat kerja yang rusak atau berkarat, lakukan perbaikan secepatnya. Perbaiki sendiri atau bawa kebengkel. Jika alat tidak dapat diperbaiki lagi, sebaiknya #SahabatJagoBangunan segera menggantinya dengan yang baru.

Perlu diingat, Sahabat, perkakas yang rusak akan sangat mengganggu proses kerja. Contoh, gergaji yang tumpul akan menghasilkan potongan yang tidak presisi. Perkakas yang rusak juga berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja. Misalnya, kepala palu yang longgar, saat dipukulkan bisa saja terlepas, terlempar dan melukai diri atau orang lain.   

Itu dia cara merawat perkakas agar tidak cepat rusak. Semakin awet perkakas, tentu semakin sedikit biaya yang harus dikeluarkan Sahabat untuk beli stock perkakas pertukangan. Selamat mencoba.

Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai jumpa di artikel-artikel #PakJago yang lain, Sahabat.

 

Editor: Damae Wardani