Masuk

Tips

Beranda / Tips
Tak Hanya untuk Buka Tutup, Fungsi dan Jenis Pintu Ternyata Beragam

Oleh: Redaksi

Pada sebuah hunian bisa dijumpai beragam pintu, seperti pintu utama (main entrance), pintu untuk kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan pintu antar ruang lain. Fungsi utama pintu adalah jalur keluar-masuk manusia dan barang. Fungsi lain yang mungkin melekat pada pintu, antara lain menjaga privasi dan keamanan, sarana masuknya cahaya alami serta jalur sirkulasi udara.

Beragam pintu secara umum dikelompokkan atas jenis pintu ayun (swing door), pintu lipat (folding door), pintu geser (sliding door), pintu gulung (rolling door), pintu putar, dan juga pintu otomatis. Masing-masing jenis pintu dapat dibuat dengan bentuk dan ukuran menurut standar atau sesuai selera dan kebutuhan fungsional atau estetika.

Sementara materialnya dibedakan atas material rangka, kusen dan daun pintu. Rangka/kusen pintu dapat dibuat dari material kayu, logam (besi, baja, aluminium,) atau bahan sintetis. Untuk daun pintu dapat dipilih material kayu, seperti kayu solid atau olahan (multiplek, triplek, dan sebagainya), beragam jenis kaca (kaca bening/polos, kaca berwarna, kaca patri/hias, kaca laminasi), ataupun bahan sintetis seperti akrilik, vinil, dan lainnya. Kombinasi material dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Berikut beberapa contohnya dikutip dari majalah Rumahku.

1. Pintu utama bagian dari fasad

pxhere.com

Sebagai pengaman dan bagian estetika fasad, pintu utama perlu dirancang lebih spesial daripada pintu lain. Model pintu yang menampilkan kesan utama adalah pintu ayun bersayap rangkap. Kombinasi material kayu solid dan kaca—patri/stained, film, graver—untuk daun pintu dapat dipilih untuk menampilkan kesan elegan sekaligus estetis.  

2. Pintu ayun kayu untuk kamar tidur

pixabay.com

Selain fleksibel, pintu ayun berpanel kayu solid ataupun olahan juga berkesan stabil dan kuat. Pintu demikian dapat tampil minimalis ataupun elegan tergantung finishing yang diberikan. Sebagai contoh, pintu kayu solid yang di-finishing pelitur dan melamik yang menonjolkan karakter serat dan warna alami akan menampilkan kesan natural nan estetis dan elegan.        

3. Satukan ruang dengan pintu kaca lipat/geser

decoist.com

Pintu lipat atau pintu geser yang dipasang sepanjang dinding dapat dibuka untuk menyatukan dua ruang. Misalnya, antara ruang keluarga dan teras. Jika daun pintunya dibuat dari bahan kaca transparan maka pintu lipat/geser tersebut juga dapat menghubungkan dua ruang secara visual serta memasukkan terang alami tanpa harus membukanya. Kapan pun perlu menyatukan dua ruang tersebut secara fisik, Anda hanya perlu melipat/menggesernya.

Baca Juga: Manfaatkan Cahaya Alami untuk Bangunan, Hunian Jadi Hemat Listrik

4. Pintu geser untuk hunian terbatas

decoist.com

Pada hunian sempit, pintu antar ruang sering ditiadakan. Akibanya privasi ruang berkurang. Pintu geser (sliding door) dapat menjadi solusi cerdas untuk masalah tersebut. Pintu geser tidak perlu ruang seluas swing/folding door, selain itu juga menampilkan kesan bersih dan rapi.   

5. Pintu anti karat dan tahan rayap untuk area basah

debbar.us

Kesal dengan ulah rayap dan kunjungan banjir? Pintu berbahan kaca, PVC, aluminium dan fiberglass tentu menjadi pilihan yang berpihak. Material tersebut tidak disukai rayap dan  anti karat. Kini desainnya pun telah banyak berkembang hingga tampil semakin menarik.

Selain fungsi utama, beberapa fungsi lain mungkin melekat pada sebuah pintu sehingga akan mempengaruhi model desain dan materialnya. Pertimbangkan jenis, model dan material pintu sesuai fungsi, kebutuhan ataupun selera Anda.

Baca Juga: Beri Kesan Hunian Kokoh, Ini Hal yang Perlu Dikenal Dari Batu Templek