Masuk

Tips

Beranda / Tips
Sudah Tahu 6 Jenis Atap Rumah Ini? Bukan Hanya Soal Kemiringan Saja

Oleh: Redaksi

Sebelum membangun, pastikan Anda memilih bentuk atap yang tepat, yang tidak hanya fungsional seperti melindungi dari hujan, panas, dan angin, tetapi juga memberikan tampilan indah. Pastikan bentuk atap hadir sebagai satu kesatuan dan serasi dengan gaya bangunan. Ada beragam bentuk atap dengan karakter berbeda. Kenali berbagai jenis atap lebih dahulu sebelum Anda memilihnya, berikut seperti dilansir dari rumahku.com: 

1. Atap datar (flat roof)

essexflatroofing.co.uk

Atap datar relatif paling simpel, dan bisa dibuat mengikuti denah bangunan dengan kemiringan yang diinginkan. Berbagai jenis material bisa diaplikaskan, namun atap datar berupa dak beton dianggap paling populer. Di atas atap datar juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai fungsi, seperti area jemur, atau roof garden.

2. Atap sandar (shed/single slope roof)

roofingsince1910.com

Atap sandar atau sengkuap tampak sebagai bidang miring yang disandarkan. Atap ini ditopang oleh setengah kuda-kuda dan dinding vertikal. Penggunaannya lebih banyak pada bagian tambahan pada bangunan, termasuk teras atau selasar, patio atau garasi terbuka, dan sebagainya. Meski jarang dilakukan, atap ini bisa diaplikasikan sebagai penutup bangunan utama yang relatif besar.

3. Atap pelana (gable roof)

grandviewriverhouse.com

Atap ini dibentuk oleh dua bidang persegi panjang miring yang bertemu pada satu garis yang disebut bubungan/nok. Tampak pada sisi memanjang adalah bentuk persegi panjang, sedangkan pada sisi pendek seperti bentuk huruf V terbalik yang ditopang oleh dinding segitiga (∆) atau gable. Rangka atap pelana disangga oleh struktur kuda-kuda berbentuk segitiga.

Baca Juga: Membangun Rumah Impian Dimulai dengan 3 Hal Penting Ini

4. Atap perisai atau limas (hip roof)

cricksidebarns.com

Atap ini bisa dibilang pengembangan atap pelana, yang dibentuk oleh empat bidang miring. Dua bidang trapesium (pada sisi panjang) bertemu pada bubungan/nok. Sementara dua bidang lain yang berbentuk segitiga menyatukan kedua bidang trapesium pada kedua ujungnya, yaitu pada sisi pendek. Secara keseluruhan, atap ini memiliki satu bubungan dan empat jurai.

5. Atap tenda

youtube.com

Atap tenda sesuai untuk bangunan dengan denah persegi. Lebar sisi yang sama membentuk bidang atap dengan kemiringan sama. Seperti halnya atap perisai, bentuk atap tenda terdiri dari empat bidang atap, namun keempatnya bertemu di satu titik puncak.

6. Atap piramida (pyramid roof)

Atap ini cocok untuk menutup bangunan dengan denah berbentuk segi lima, enam, atau delapan. Misalnya bentuk seperti gazebo, ruang khusus pada hunian, dll.  Model atap terdiri lebih dari empat bidang yang sama bentuknya.

Berbagai bentuk atap tersebut, masing-masing dapat berdiri sendiri. Namun untuk rumah dengan denah yang relatif kompleks, kemungkinan besar diperlukan padu padan beberapa bentuk atap. Selain keserasian, hal penting yang harus diperhatikan dalam memadukan beberapa bentuk atap adalah mewaspadai bagian-bagian sambungan agar tidak terjadi kebocoran.

Baca Juga: Agar Dapur Bebas Pengap dan Bau, 5 Hal Ini Harus Dilakukan