Masuk

Tips

Beranda / Tips
Solusi Jitu Atasi Dinding Bergaram
Konstruksi Sipil | 06 Nov 2021

Dinding memiliki peranan sangat penting dalam suatu bangunan atau rumah. Selain kekuatannya untuk menopang keseluruhan bangunan, tampilan dinding juga tidak boleh dilupakan. Setelah selesai dibangun, dinding akan dihias atau dicat sesuai kebutuhan dan konsep rumah Sahabat Jago.

Tapi tampilan dinding yang indah, sering dirusak oleh munculnya garam ke permukaan dinding. Peristiwa munculnya garam ini, atau sering disebut dengan jamur garam, ditandai dengan adanya butiran kristal kecil berwarna putih seperti garam yang menempel di dinding. Garam ini membuat lapisan cat pada dinding menggembung dan memunculkan retakan yang tidak enak dipandang mata. Sebenarnya, apa penyebab dinding bergaram ini? Simak penjelasan dari Pak Jago ini.

Penyebab Dinding Mengandung Garam

Alkali atau senyawa garam dan mineral berbentuk serbuk halus berwarna putih dan sering muncul ke permukaan dinding. Hal ini disebabkan bata yang merupakan bahan penyusun dinding, memiliki sifat yang cenderung menyerap air tanah. Penyerapan tersebut menyebabkan kandungan garam dan mineral pada air tanah terangkut memenuhi struktur dinding.

Saat proses penguapan, kandungan air tanah terlepas menjadi uap air melalui pori-pori dinding. Proses ini menyisakan kandungan garam dan mineral yang mengeras menjadi serbuk pada permukaan dinding. Selain karena bata yang menyerap air tanah, penggunaan air yang mengandung garam saat membuat adukan semen juga menjadi salah satu penyebab dinding bergaram. Seperti penjelasan sebelumnya, saat air menguap, kandungan garam tertinggal dan menempel pada permukaan dinding.

 Solusi Atasi Dinding Bergaram

 

Pencegahan munculnya masalah dinding bergaram seharusnya dilakukan sejak pembangunan masih dalam tahap perencanaan. Sahabat Jago harus menghindari penggunaan air laut atau payau untuk membuat adukan semen. Setelah dinding selesai dibangun, Sahabat Jago harus mendiamkannya selama 3-7 hari hingga dinding benar-benar kering sebelum nantinya dilakukan pengecatan.

Jika masalah dinding bergaram ini muncul setelah pembangunan selesai dan dilakukan pengecatan, Sahabat Jago bisa mengatasinya dengan mengupas lapisan cat dinding hingga bersih. Kandungan air di dinding lalu dicek menggunakan alat pengecek kelembapan dinding, dan sebaiknya memiliki kandungan di bawah 8%.

Dinding lalu dilapisi dengan alkali killer dan ditunggu minimal selama 6 jam. Setelah itu, dinding dilapisi dengan alkali sealer dan ditunggu hingga kering. Pada tahap akhir, dinding bisa dilapisi cat dasar lalu cat dinding sesuai kebutuhan. Sahabat Jago juga bisa memasangkan keramik pada dinding untuk mengurangi kemungkinan kandungan air dan garam muncul ke permukaan.

Demikian solusi mengatasi dinding bergaram yang bisa Sahabat Jago lakukan. Ikuti terus tips dan informasi seputar konstruksi dan desain bangunan di situs Jago Bangunan dan Facebook Jago Bangunan. Sahabat Jago juga bisa #TanyaPakJago di situs dan Facebook jika ada pertanyaan yang ingin disampaikan.

 Sumber: Frequently Asked Questions (pertanyaan yang sering diajukan) Facebook Jago Bangunan