Masuk

Tips

Beranda / Tips
Setelah Bencana: Kenapa Membangun Ulang Rumah Lebih Baik daripada Pindah?
Konstruksi Sipil | 07 Apr 2022

Bencana alam jadi hal yang datangnya di luar dugaan dan susah untuk diperkirakan, sehingga tidak ada cukup waktu untuk bersiap menanggulanginya. Gempa bumi, banjir, tanah longsor, atau kebakaran, kadang menyebabkan dampak yang sangat fatal. Tidak hanya hilangnya harta-benda, rumah juga jadi salah satu yang terkena dampaknya dan hanya meninggalkan puing-puing.

Berlalunya bencana adalah awal untuk bangkit. Rumah yang berdiri kembali jadi kebutuhan yang mendesak karena sebagai tempat berteduh dan berlindung bagi keluarga. Lalu pertanyaan yang muncul, “lebih baik mana, membangun ulang rumah di lokasi lama atau pindah ke lokasi baru?”

Bagi banyak orang, membangun ulang rumah di lokasi lama adalah pilihan yang tepat. Ada beberapa alasan kenapa membangun ulang rumah lebih baik daripada pindah. Berikut Pak Jago bagikan khusus untuk Sahabat Jago. Baca sampai akhir ya!

 

Punya Banyak Kenangan


Sumber gambar di sini

Tidak bisa disangkal, rumah yang Sahabat Jago tinggali pasti meninggalkan banyak kenangan. Apalagi kalau usia rumah itu sudah puluhan tahun atau sudah ada sejak Sahabat Jago lahir, tentu akan lebih susah untuk memutuskan pindah. 

Membangun ulang rumah di lokasi lama jadi pilihan tepat untuk menjaga dan melanjutkan kenangan yang dimiliki. Dengan rasa emosional seperti itu, melihat rumah bisa berdiri kembali akan menjadi kebahagiaan yang luar biasa.

 

Terbatasnya Kemampuan Ekonomi

Sumber gambar di sini

Harta-benda yang hilang setelah bencana tentu berpengaruh kepada kemampuan ekonomi. Dengan membangun rumah di lokasi baru, biaya yang diperlukan jadi lebih tinggi. Selain biaya untuk membangun rumah, masih perlu biaya untuk membeli lahan yang pastinya tidak sedikit.

Selain itu, Sahabat Jago sudah tahu harga kisaran bahan, material, atau tukang bangunan di lokasi lama. Hal ini tentu memudahkan Sahabat Jago kalau ingin membangun ulang rumah karena tidak perlu mencari info terlalu lama. Berbeda kalau Sahabat Jago pindah ke lokasi baru, survei lokasi pembangunan, lingkungan sekitar, serta harga bahan dan tukang bangunan harus dilakukan.

 

Kecocokan yang Susah Dihilangkan

Sumber gambar di sini

Faktor ini juga tidak kalah penting untuk jadi alasan kenapa membangun ulang rumah adalah pilihan tepat. Setelah tinggal cukup lama, apalagi puluhan tahun, tentu ada kecocokan yang membuat Sahabat Jago bertahan di lokasi itu. Mulai dari suasana yang nyaman, tetangga yang ramah, akses atau jalan yang mudah, sampai keamanan lingkungan yang terjaga, jadi kecocokan yang akan membuat Sahabat Jago merasa berat untuk pindah.

 

Lalu, Apa Saja yang Harus Diperhatikan Saat Membangun Ulang Rumah?

Sumber gambar di sini

Setelah memutuskan untuk renovasi atau membangun ulang rumah, ada beberapa hal yang harus Sahabat Jago perhatikan sebelum melakukannya. Apa saja itu? Berikut di antaranya:

  1. Rencanakan dengan Cermat

Walau membangun ulang rumah adalah hal yang mendesak dan harus dilakukan segera, tetap diperlukan perencanaan yang cermat dan perhitungan yang teliti. Pertimbangkan berbagai pilihan bahan atau material bangunan, pilih yang berkualitas tapi harganya terjangkau. Kalau perlu, buat Rencana Anggaran Biaya (RAB) agar pengeluaran bisa terukur.

Selain itu, perhatikan juga bahan atau bagian rumah yang masih bisa digunakan. Misal rangka atap, kusen, pintu, atau jendela masih bisa digunakan, tentu ini akan menghemat biaya yang dikeluarkan. Kalau ada bagian rumah yang masih berdiri dan cukup kuat, Sahabat Jago tidak perlu membongkarnya. Cukup memperbaiki seperlunya lalu lanjutkan dengan membangun bagian lain untuk menghemat waktu.

  1. Bangun Dulu Sesuai Keperluan

Setelah bencana berlalu, kemampuan ekonomi tentu akan terbatas. Membangun ulang rumah sesuai keperluan utama adalah pilihan yang tepat. Selain karena menghemat waktu (keperluan mendesak), ini juga bisa menghemat biaya. Bangun dulu ruangan yang diperlukan, seperti ruang keluarga, kamar tidur, dapur, dan kamar mandi. Seiring kemampuan ekonomi yang kembali normal, ruangan lain bisa menyusul untuk dibangun.

  1. Konstruksi Rumah Sesuai Risiko Bencana yang Mungkin Terjadi

Bencana alam memang jarang terjadi. Tapi bencana seperti gempa bumi atau banjir, kadang bisa diperkirakan datang dalam waktu tertentu, seperti setahun sekali. Dengan informasi ini, lebih memudahkan Sahabat Jago untuk menyesuaikan jenis konstruksi rumah yang akan dibangun ulang, misal membangun rumah dengan konstruksi tahan gempa. Begitu juga dengan risiko kebakaran, Sahabat Jago bisa menambahkan alarm sensor api untuk mencegah terjadinya kebakaran.

Seperti yang pernah juga Pak Jago bahas di artikel Cara Mengurangi Risiko Terkena Banjir, Sahabat Jago bisa melakukan beberapa cara untuk meminimalisir dampak yang muncul karena bencana banjir. Di antaranya adalah meninggikan fondasi dan lantai agar air banjir tidak masuk rumah, membuat mezzanine sederhana, serta membuat taman sebagai penyerap air hujan. 

Sebagai catatan, untuk bencana alam tanah longsor, kalau lokasi lama sudah tidak bisa untuk dibangun rumah kembali, pilihan untuk pindah ke lokasi baru dirasa lebih tepat. 

Demikian alasan kenapa membangun ulang rumah setelah bencana lebih baik daripada pindah. Ikuti terus tips dan informasi seputar konstruksi dan desain bangunan di situs Jago Bangunan dan Facebook Jago Bangunan. Sahabat Jago juga bisa #TanyaPakJago di situs dan Facebook jika ada pertanyaan yang ingin disampaikan.

Sumber:

Tim Ahli Jago Bangunan

https://www.newhomesource.com/learn/rebuild-home-after-disaster/