Masuk

Tips

Beranda / Tips
Sering Nyeri-Nyeri di Tubuh, Pertanda Terkena Penyakit Apa?
Kesehatan | 25 Jan 2018

Oleh: Dhafintya Noorca

Sahabat Jago Bangunan, tentu sebagian dari Anda pernah ada yang merasakan nyeri tiba-tiba dan terus menerus di titik tertentu tubuh. Rasa nyeri ini sering tiba-tiba hadir setelah Anda mengonsumsi makanan tertentu, dan mengendap dalam waktu yang lama. Selama rentang waktu ini, bagian tubuh yang nyeri ini akan terasa sakit. Lalu rasa sakit ini bisa hilang dengan sendirinya, atau dibantu dengan obat-obatan.

Bila Sahabat merasakan nyeri tubuh yang disertai dengan gejala lain, bisa jadi Anda menderita penyakit asam urat. Nyeri sendi parah dan mendadak yang sering terjadi di pagi hari. Diiringi dengan bengkak, kemerahan, dan rasa panas di sekitar sendi. Mengutip Alodokter, laki-laki lebih rawan terkena penyakit asam urat dibanding wanita. Terutama saat berada di atas 30 tahun. Sedangkan untuk perempuan, penyakit ini timbul setelah menopause.


(Sumber: disini) 

Orang yang terkena serangan penyakit asam urat biasanya akan merasakan perkembangan gejala yang cepat dalam beberapa jam pertama. Rasa sakit bisa berlangsung selama 3-10 hari. Pembengkakan tidak hanya terjadi di sendi, namun juga di daerah sekitar sendi disertai warna kulit yang memerah dan ruam. Pada tahap ini, penderita dapat tidak mampu bergerak secara leluasa.

Baca Juga: 7 Aktivitas Ringan yang Bisa Membuat Otak Tetap Prima

Sebelum membahas lebih jauh, Sahabat harus mengerti apa itu penyakit asam urat. Asam urat terjadi karena adanya sisa metabolisme zat purin yang tidak terserap dengan baik oleh tubuh. Purin diolah tubuh menjadi asam urat, tetapi jika kadar asam urat berlebih, ginjal tidak mampu mengeluarkannya sehingga kristal asam urat menumpuk di persendian. Meski semua sendi di tubuh bisa terkena asam urat, namun yang paling sering terserang adalah sendi jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki.

Gejala nyeri dan pembengkakan pada penyakit asam urat disebabkan oleh tusukan kristal-kristal tajam di sekitar sendi yang terbentuk akibat penumpukan zat asam urat.


(Sumber: disini) 

Ada beberapa faktor yang bisa memicu naiknya kadar asam urat di dalam darah, salah satunya adalah makanan berzat purin tinggi yang kita konsumsi. Contoh-contoh makanan tersebut adalah jeroan hewan (ginjal, hati, jantung), hidangan laut (kerang-kerangan, kepiting, ikan teri, ikan makarel), dan daging merah (sapi, kambing, kerbau).

Selain makanan, kita juga bisa berisiko mengalami penumpukan sama urat di dalam darah jika mengonsumsi minuman manis (baik gula buatan maupun alami) dan minuman beralkohol secara berlebihan.

Menurut penelitian, seseorang yang memiliki keluarga penderita penyakit asam urat juga dapat terkena kondisi sama. Dengan kata lain, penyakit ini bersifat genetik juga. Serangan penyakit asam urat umumnya berlangsung dalam kurun 3-10 hari. Saat gejala mereda dan bengkak mengempis, kulit di sekitar sendi yang kena akan tampak bersisik, terkelupas, dan terasa gatal.

Baca Juga: Cek Kesehatan Tubuh Anda dengan Melihat 4 Tanda dari Kondisi Mata Ini

Meski serangan bisa reda dengan sendirinya, namun kondisi ini tidak boleh diabaikan. Pengobatan harus tetap dilakukan, antara lain untuk mencegah risiko kambuh dengan tingkat keparahan gejala yang meningkat, risiko penyebaran ke sendi-sendi yang lain, dan risiko kerusakan permanen pada sendi.

Jika #SahabatJagoBangunan ingin berkonsultasi atau berdiskusi seputar konstruksi, desain bangunan, maupun anggaran biaya pembangunan, silahkan #TanyaPakJago melalui jagobangunan.com/auth, Fanpage Jago Bangunan, atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Simak terus artikel Jago Bangunan yang lain, ya.

Editor: Damae Wardani