Masuk

Tips

Beranda / Tips
Serba-Serbi Material Plafon
Konstruksi Sipil | 21 Jun 2017

Seiring kemajuan teknologi, material plafon di pasaran semakin beragam. Selain produk lama yang tetap bertahan, berbagai produsen mengeluarkan produk yang sama sekali baru atau produk sejenis dengan penambahan beragam kelebihan.

Kenali berbagai material plafon tersebut!

  1. Lambersering

Lambersering adalah plafon yang tersusun atas papan kayu solid. Kayu dipotong menjadi bentuk lempengan tipis dengan ketebalan sekitar 1 cm; panjangnya ±120 -180 cm dan lebarnya ±8 - 9 cm. Lembaran papan disusun pada rangka kayu dengan pola sesuai selera. Untuk finishing biasanya digunakan impra yang berpotensi mengekspose keindahan tekstur kayu. Jenis kayu untuk lambersering adalah golongan kayu keras, seperti merbau, ulin, bangkirai, dan momala. Selain tahan terhadap air/lembap, kayu keras memiliki nilai estetis yang relatif tinggi. Meskipun pengerjaannya sulit karena perlu ketelitian, namun aplikasi material ini menghadirkan nuansa alami dan kesan klasik yang kuat serta menciptakan suasana hangat.

  1. Plywood/Multipleks

Plywood/multipleks atau lebih populer sebagai tripleks adalah olahan kayu solid, yaitu susunan lembaran-lembaran kayu tipis dengan perekat khusus di bawah tekanan tinggi. Susunannya bisa tiga lapis (tripleks) atau lebih, jadi ketebalannya bervariasi (3-18 mm), sedangkan ukuran p×l-nya adalah 90×120 cm atau 244×122 cm. Material ini dipasang pada rangka kayu sebagai lembaran utuh atau dipotong sesuai ukuran tetentu. Finishing-nya bisa cat kayu atau wallpaper. Tripleks tidak tahan air, api, maupun rayap. Kelebihannya yang disukai adalah mudah didapat serta relatif lebih murah; ringan serta mudah dipasang; dan jika rusak mudah diperbaiki atau digant.

  1. Gipsum

Papan gipsum (gypsum board) terbuat dari mineral gipsum yang tahan panas/api. Kini banyak produsen berinovasi menghadirkan produk gipsum dengan kelebihan tambahan, seperti tahan benturan, kedap suara, dan tahan air/lembap. Beberapa produk juga lebih fleksibel sehingga dapat dibentuk melengkung sampai panjang tertentu. Pemasangan gipsum dilakukan dengan menyekrupnya pada rangka (kayu, besi hollow atau metal furing), mengaplikasikan plester kertas (textile tape) pada sambungan, mendempul, mengampelas dan terakhir mengaplikasikan finishing, berupa cat atau bahan lain.

  1. Papan Semen/GRC

Papan semen atau GRC (Glassfibre Reinforced Cement) adalah kombinasi semen, gipsum, pasir dan serat kaca (fiberglass). Selain tahan api, material ini juga lebih keras dan kuat terhadap benturan, tahan cuaca, tahan air, kedap suara, anti rayap dan antinoda. Ukuran GRC sama seperti tripleks, yaitu 2,4×1,2 meter (p×l) dengan variasi ketebalan 4, 5 dan 6 mm. GRC relatif fleksibel dan mudah dipasang. Teknik pemasangan maupun finishing-nya sama dengan gipsum, tetapi digunakan compound khusus untuk mengisi nat. GRC dapat langsung dicat tanpa lapisan plamir.

  1. PVC (Polyvinyl Choride)

Sebagai inovasi baru, plafon PVC semakin populer karena memiliki banyak kelebihan. Selain lebih awet, material mirip plastik ini juga ringan namun kuat, tidak mudah pecah, antibocor, anti rayap, serta tampil unik dan menarik. Namun, meski instalasi PVC relatif mudah, diperlukan ketelitian agar terhindar dari risiko berkurangnya daya tahan maupun keindahan. Harus teliti dalam menentukan jarak rangka; waspada terhadap pemasangan list yang kurang rapat; juga terkait jenis, warna, dan aplikasi perekat agar tidak meninggalkan noda.

  1. Material lain

Selain material di atas, masih banyak material plafon yang beredar di pasaran, seperti asbes/eternit, aluminium, metal, kalsiboard, papan akustik, dsb.. Setiap material memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga konsumen perlu memilih sesuai budget dan selera. Namun material yang mengandung asbes relatif mulai ditinggalkan, bahkan tidak disarankan, karena partikel asbes mengandung bahan beracun yang apabila terhirup akan membahayakan kesehatan. 

 

(Dwi Klarasari)