Masuk

Tips

Beranda / Tips
Selain Untuk Sirkulasi Udara, Ternyata Posisi Jendela Sangat Berpengaruh Pada Kesehatan, Lho..
Desain Bangunan | 26 Dec 2017

Oleh: Hildatun Najah

Tahukah #SahabatJagoBangunan, jika posisi jendela rumah akan memengaruhi kesehatan penghuninya? Selain menjadi akses sirkulasi udara dan dekorasi rumah, jendela juga berperan dalam masuknya sinar matahari. Sinar matahari tidak hanya dimanfaatkan sebagai cahaya pengganti lampu, tapi juga dapat membunuh bakteri penyakit yang ada di dalam rumah.

Karenanya penting untuk diketahui bagaimana posisi jendela yang baik agar jendela bisa bermanfaat dengan maksimal. Tak hanya menambah kesan apik pada bangunan, tapi juga menjaga kesehatan. Dalam artikel kali ini, #PakJago akan mengulas jendela yang baik bagi kesehatan.

Seperti Apa Jendela yang Baik?

 (Sumber: disini)

Jendela yang baik memiliki luas 1/7 dari luas ruangan. Ukuran jendela ini akan menentukan banyaknya udara dan cahaya yang masuk sesuai kebutuhan ruangan. Semakin luas ruangan, maka cahaya dan udara yang dibutuhkan agar ruangan tetap sehat akan semakin banyak.

Baca Juga: Dapur Multifungsi untuk Rumah Mungil, Lebih Hemat Ruang dan Efisien

Selain ukuran jendela, bukaan jendela dan luas dinding juga berpengaruh pada masuknya udara dan cahaya. Jendela dengan bukaan yang sempit sementara dinding di sekelilingnya lebar, akan mengakibatkan menurunnya kemampuan jendela dalam memasukkan cahaya. Meski begitu, bukaan jendela juga tidak boleh dibuat terlalu lebar agar bisa mengurangi radiasi matahari di siang dan sore hari.

Posisi Jendela yang Ideal

(Sumber: disini)

Idealnya, posisi jendela dibuat berhadapan. Posisi ini dapat mempermudah pergerakan angin yang masuk dan keluar ruangan tanpa terhalang dinding. Pertukaran angin atau yang biasa disebut cross ventilation yang baik akan membuat rumah terasa lebih nyaman.

Selain itu, penempatan jendela yang baik adalah tidak mendapat pancaran cahaya  matahari secara langsung. Hal ini dikarenakan, sinar matahari yang terik akan membuat warna dinding dan perabot rumah akan lebih cepat kusam. Terlebih jika terkena sinar matahari sore.

Meski posisi jendela yang menghadap ke timur akan membuat sinar matahari pagi yang sehat bisa masuk, tetapi posisi jendela di seberang yang menghadap ke barat, membuat sinar matahari sore yang mengandung sinar ultraviolet yang kuat akan lebih mudah masuk. Ditambah suhu cahaya matahari sore yang lebih panas dibanding sinar matahari pagi.

Apabila jendela rumah terlanjur menghadap ke barat, #SahabatJagoBangunan bisa menambahkan secondary skin atau lapisan kedua pada bangunan untuk menghindari masuknya sinar matahari langsung. Secondary skin biasanya dibuat dengan bahan kayu, besi hollow, roster beton, kaca ataupun bamboo.

Selain material pabrik diatas, secondary skin juga bisa dibuat dari tanaman merambat. Pengunaan tumbuhan rambat tidak hanya akan membuat rumah terlihat asri dan natural, tapi juga lebih sejuk.

Desain dan Material Jendela

(Sumber: disini)

Selain posisi jendela, jenis material dan desain jendela juga dapat mempengaruhi intensitas cahaya yang masuk. Jika #SahabatJagoBangunan menginginkan ruangan yang terang, maka penggunaan kaca yang bening dan transparan akan membuat sinar matahari dapat masuk dengan sempurna ke dalam ruangan.

Desain jendela yang cocok ruangan terang adalah desain jendela pivot. Jendela pivot ini merupakan desain jendela dimana engselnya terletak di tengah, yang memungkinkan jendela  ini berputar hingga 90 derajat. Penggunaan jendela pivot tidak hanya memberikan kesan luas pada ruangan, tetapi juga menghemat ongkos pembuatan karena tidak menggunakan kusen.

Sebaliknya, jika ingin mengurangi intensitas cahaya yang masuk, #SahabatJagoBangunan dapat menggunakan kaca film dengan daya serap sinar yang beragam. Selain itu, dapat pula ditambahkan kanopi sebagai penaung tambahan.

Baca Juga: Ternyata Arsitektur Tak Hanya Soal Desain, Tapi Juga Makna Spiritual dan Identitas Bangunan

Desain jendela kusen sangat cocok untuk mengurangi volume cahaya yang masuk. Selain itu desain kusen yang beragam, baik dengan bahan  kayu maupun baja akan meningkatkan estetika hunian. Penggunaan jendela kusen juga dapat menjaga privasi penghuni rumah karena dapat menghalangi pandangan dari luar rumah.

Itu dia ulasan lengkap tentang jendela yang menjadi salah satu factor penentu sehat atau tidaknya rumah Anda. Semoga bermanfaat.

Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu di artikel-artikel #PakJago yang lain.

Editor: Damae Wardani