Masuk

Tips

Beranda / Tips
Selain Anti Rayap, Ini 3 Kelebihan Atap Galvalum yang Bisa Menggantikan Rangka Atap Kayu
Konstruksi Sipil | 28 Feb 2019

Oleh: Hildatun Najah

Sahabat Jago Bangunan, pernahkah mendengar alternatif rangka atap yang bukan terbuat dari kayu? Sekarang rangka atap jenis ini sudah banyak diaplikasikan, lho. Atap Galvalum namanya. Atap Galvalum merupakan atap yang terbuat dari baja berkualitas tinggi yang ringan dan tipis. Atap yang biasa dikenal dengan baja ringan ini merupakan atap dengan metode yang diadopsi dari Jepang. Lalu, apa kelebihan atap galvalum ini? Simak penjelasan Pak Jago, yuk.

Atap Galvalum Lebih Awet

Perbedaan yang paling mencolok dari penggunaan atap Galvalum adalah dari tingkat ketahanan rangka atap. Berbeda dengan atap kayu yang berpotensi lapuk dan habis dimakan rayap, atap Galvalum lebih awet karena terbuat dari baja.

Sumber gambar: di sini.

Baca Juga: Siap Mandiri, Warga Binaan Lapas Kelas II B Singaraja Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi Pekerja Konstruksi

Terlebih, atap jenis ini terbuat dari material logam yang anti karat. Sehingga sangat cocok untuk bangunan yang berlokasi di daerah lembab atau memiliki curah hujan tinggi. Atap Galvalum dapat bertahan di berbagai perubahan cuaca. Selain itu, atap Galvalum memiliki material khusus bernama zincalum yang membuatnya tidak memiliki nilai muai susut, seperti pada kayu.

Lebih Ringan

Selain lebih awet, atap Galvalum memiliki bobot yang lebih ringan dibandingkan atap kayu. Galvalum merupakan kombinasi material baja ringan dan alumunium yang lebih tipis dibanding triplek atau kayu. Dengan beban konstruksi yang ringan, Sahabat Jago Bangunan tidak perlu khawatir dengan ketahanan dan kekuatan konstruksi lain, seperti pondasi, dinding, dan kolom.

Sumber gambar: di sini.

Baca Juga: Hanya 20 Jutaan, Begini Cara Menghitung Biaya Penyempurnaan Rumah Tipe 36

Bobot atap Galvalum yang ringan akan menghemat waktu pengerjaan bangunan yang biasanya terkendala karena massa kayu yang berat. Proses pemindahan atap Galvalum dari satu tempat ke tempat lain pun menjadi lebih cepat. Selain tidak merepotkan saat dibawa, juga mengurangi resiko kecelakaan saat pengerjaan atap.

Tahan Gempa

Meski terbuat dari baja ringan, atap Galvalum memiliki ketahanan yang tinggi. Atap jenis ini, memiliki kekuatan tegangan tarik mencapai 550 Mpa, hampir dua kali lipat kekuatan tegangan tarik baja konvensional yang hanya berkisar 300 Mpa. Hal ini menunjukkan bahwa atap Galvalum dapat menahan keruntuhan sekaligus menjaga kestabilan bangunan. Rangka atap Galvalum ini dapat bertahan hingga 50 tahun.

Sumber gambar: di sini.

Sebagaimana sifat baja ringan yang lentur, atap Galvalum mempunyai struktur yang fleksibel. Hal ini membuatnya tidak mudah patah. Ditambah, adanya kandungan zincalum yang memiliki sistem perlindungan khusus terhadap api atau “fire resistance”. Hal ini membuat api sulit untuk membesar ataupun merambat melalui material jenis ini.

Baca Juga: Inilah Cara Cepat Menghitung Biaya Pembuatan Rangka Plafon

Keunggulan lain atap jenis ini adalah rangka yang dapat didaur ulang. Setelah dibongkar, material atap baja ringan masih dapat digunakan untuk membuat konstruksi bangunan lain. Selain menghemat biaya konstruksi selanjutnya, daur ulang ini juga menjadi sarana untuk menjaga dan merawat kelestarian hutan yang banyak dimanfaatkan kayunya untuk membuat atap rumah.

Tapi sayangnya, meski dinilai menguntungkan, masih belum banyak tukang yang bisa menerapkan atap jenis ini. Diperlukan keahlian khusus dalam proses perakitan serta pemasangannya. Oleh karena itu, biaya pemasangan atap Galvalum cenderung lebih mahal dibanding atap kayu pada umumnya.

=====
Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.

Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.
=====

Editor: Damae Wardani