Masuk

Tips

Beranda / Tips
Rasidi, Mantan Kuli yang Sukses Jadi Wakil Kepala Sekolah dan Pengusaha Mangga dengan Omzet Ratusan Juta
Kisah Inspirasi | 22 Nov 2017

Oleh: Hildatun Najah

Sukses hanya memilih orang yang berani mencoba. Agaknya kalimat ini tepat menggambarkan kesuksesan Rasidi. Keberanian mencoba jadi kuli bangunan tanpa pengalaman, kini mengantarkannya menjadi pemborong, wakil kepala sekolah, hingga pengusaha mangga dengan omzet 150 juta sekali panen.

Dari Kuli Jadi Pemborong

Rasidi memulai karirnya di dunia konstruksi sebagai kuli pada 1994. Tepat setelah lulus SMA, ia memilih untuk menjadi kuli karena ia sadar tak memiliki skill atau kemampuan apa pun. Namun nihil pengalaman bekerja di proyek bangunan tak membuat Rasidi menyerah.

Pria yang lahir di Sumenep, Madura ini mempelajari ilmu pertukangan dari nol. Mendapatkan lebih banyak pelajaran dibanding gajinya yang kala itu masih Rp. 7500 per hari. Kehidupan sebagai kuli, Rasidi jalani selama lima tahun sebelum akhirnya menjadi tukang bangunan.

(Sumber: dok. Rasidi)

Sejak itu kemampuan dan kehidupan Rasidi terus berkemban. Ia bahkan mulai mencoba jadi pemborong. Di sela padatnya pekerjaan, Rasidi tak ingin berhenti belajar. Ia memanfaatkan waktu luang untuk mengambil kuliah di Universitas Terbuka, jenjang D2 dan lulus pada 2008.

Baca Juga: Siapa Sangka, Pemilik 4 Bidang Usaha ini Ternyata Mantan Pengaduk Semen

Perjalanannya bergelut di bidang konstruksi mengantarkan Rasidi untuk mewakili desanya guna mengikuti pelatihan tukang Semen Gresik di Situbondo 2010 silam. Tak hanya itu, Rasidi juga diberi kesempatan untuk mengajarkan pengalamannya sebagai tukang di PNPM. Tidak tanggung-tanggung, Rasidi berhasil menjadi ketua PNPM dan menempati posisi tersebut selama lima tahun.

Mengejar Mimpi Jadi Guru dan Pengusaha

Mengadu peruntungan tak hanya Rasidi lakukan saat mencoba menjadi kuli atau pun pemborong, tapi juga lika-liku perjuangan menjadi seorang guru. Kala itu, Rasidi ditawari temannya yang sudah terlebih dulu mengajar di Pondok Sumber Bunga. Meski tanpa bekal mengajar, lulusan S1 di STKIP Situbondo ini nekat mencoba memulai karirnya sebagai guru. Ia pun mengajar di MTs Baitul Arifin Pondok Sumber Bunga sebagai pengampu mata pelajaran ekonomi.

(Sumber: dok. Rasidi)

Menjadi guru, tidak menghalangi Rasidi untuk tetap bekerja sebagai mandor atau pun pemborong. Bahkan, beberapa kali Rasidi menjadi mandor untuk pembangunan pondok maupun sekolah tempat ia mengajar. Lima tahun setelah Rasidi mulai mengajar, bapak 2 anak ini diangkat menjadi wakil kepala sekaligus ketua sarana dan prasarana sekolah.

Kini, selain mengajar dan menjadi mandor untuk proyek sekolah, Rasidi juga sibuk mengelola perkebunan mangga miliknya. Luas kebun mangga pria yang tinggal di Jalan Setonggak L, Slentingan, Situbondo ini sekitar dua hektar. Ditambah lahan sewaan yang mencapai  5 hektar, Rasidi mampu mendapatkan keuntungan hingga ratusan juta setiap kali panen.

“Lahan milik saya sendiri luasnya 2 hektar, ditambah saya menyewa lahan 5 hektar. Saya bisa mendapatkan keuntungan antara Rp. 100-150 juta setiap kali panen mangga,” kata Rasidi.

Resep Sukses Ala Rasidi

(Sumber: dok. Rasidi)

Bagi Rasidi, pengalamannya mencoba hal baru adalah pengalaman yang paling tidak bisa ia lupakan. Termasuk pengalamannya ketika mencoba menjadi kuli dan pemborong. Memulai semuanya dari nol hingga bisa berada di posisinya sekarang, berhasil memperbaiki kehidupannya.

Baca Juga: Rampung Kuliah Berkat Upah Kuli Bangunan, Komari Kini Jadi Perangkat Desa dan Bisa Naik Haji

Beberapa kali mengajarkan pengalamannya di PNPM, mulai dari memasang bata, keramik, dan lainnya, Rasidi selalu berpesan pada para tukang lain agar senantiasa mengikuti aturan yang ada. Tidak menambahkan ataupun mengurangi patokan yang sudah ditentukan. Rasidi juga menyarankan untuk selalu meminta masukan dari pemilik bangunan.

“Dalam membangun itu harus ikut aturan, jangan seenaknya sendiri. Harus sesuai dengan permintaan pemilik, karena yang akan menempati adalah pemilik rumah,” pungkas Rasidi mengakhiri cerita.

Editor: Damae Wardani