Masuk

Tips

Beranda / Tips
Punya Sisa Semen? Jangan Khawatir, Cara Ini Bisa Membuat Sisa Semen Bertahan Hingga 6 Bulan, Lho..
Konstruksi Sipil | 28 Dec 2017

Oleh: Hildatun Najah

Pernahkah #SahabatJagoBangunan mendapati sisa material bangunan yang terbengkalai dan tidak terpakai? Sebut saja sisa batu bata, genteng, hingga semen. Padahal  sisa material itu bisa dimanfaatkan kembali jika disimpan dengan baik dan benar. Terutama semen yang jika tidak disimpan dengan baik akan mengeras dan tak bisa digunakan lagi.

Nah, pada artikel kali ini #PakJago akan berbagi tips cara menyimpan sisa semen agar mampu bertahan 3-6 bulan dan bisa digunakan lagi. Simak, yuk!

Cara Menyimpan Semen yang Belum Terbuka Zaknya

(Sumber: e-book Semen Gresik)

Jika zak semen masih rapat dan semen belum digunakan, #SahabatJagoBangunan harus membuat alas dari kayu setinggi 20 cm, dan jarak dengan dinding antara 50 cm. Hal ini dilakukan untuk menghindari kelembaban yang mungkin terjadi jika semen terlalu dekat dengan lantai dan tembok.

Baca Juga: Agar Rumah Tampak Lebih “Cantik”, Ini 3 Hal yang Wajib Anda Tahu Sebelum Membeli Keramik

Setelah alas jadi, semen ditumpuk diatasnya dengan cara menyilang. Maksimal tumpukan semen sekitar 15 zak atau ketika tumpukan mencapai ketinggian 2 meter. Bila perlu, tutup tumpukan semen dengan plastic agar terlindung dari tetesan hujan.

Cara Menyimpan Semen yang Sudah Terbuka Zaknya

(Sumber: disini)

Cara menyimpan semen yang sudah digunakan sedikit lebih sulit dari menyimpan semen yang masih tersegel. Hal ini karena semen yang zaknya sudah terbuka, harus dipindahkan terlebih dahulu ke kantung plastic yang cukup tebal dan ditutup dengan rapat.

Diusahakan tidak ada bagian yang terbuka ataupun berlubang. Sifat plastic yang tahan air (waterproof) akan menjaga semen tetap kering. Selanjutnya, penyimpanan dilakukan sama dengan menyimpan semen yang tertutup zaknya. Jika akan digunakan kembali, usahakan semen yang sudah dipindahkan ke dalam plastic ini digunakan terlebih dahulu.

Perhatikan Hal Ini Saat Menyimpan Semen

 (Sumber: disini)

Jangka waktu penyimpanan semen sangat bergantung pada kondisi ruangan, cara penyimpanan, dan perlindungan semen tersebut. Kondisi ruangan yang dimaksud disini adalah kondisi suhu dan kelembaban ruangan. Selain itu, ruangan yang digunakan untuk menyimpan sisa semen harus terlindung dari hujan, panas matahari, dan pencurian.

Semen yang masih utuh juga tidak boleh ditumpuk lebih dari 2 meter karena akan mengakibatkan semen di bagian bawah akan mendapatkan tekanan yang lebih besar. Jika begitu, semen akan mengalami penggumpalan semen atau bahkan kantong semen bisa pecah.

Baca Juga: Ini Dia Penyebab Permukaan Keramik Menggembung dan Pecah, Serta Cara Mencegahnya

Sirkulasi udara, ruangan yang kokoh dan kedap air juga diperlukan agar semen tetap awet dan bisa digunakan kembali. Sebelum semen digunakan, usahakan control semen terlebih dahulu. Gunakan pula semen yang datang di awal, semen yang baru datang bisa digunakan nanti.

Semen merupakan bahan bangunan wajib yang harus ada jika ingin membangun rumah. Karena itu, untuk menghemat pengeluaran pada renovasi selanjutnya, sisa semen harus disimpan dengan baik agar bisa digunakan kembali.

Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu di artikel-artikel #PakJago yang lain.

Editor: Damae Wardani