Masuk

Tips

Beranda / Tips
Program KOTAKU Hadir di Gresik, 141 Tukang Bangunan Bergotong Royong Membangun Saluran Air

Oleh: Amin Zainullah

Sahabat Jago Bangunan, pelaksanaan program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) 2018 di Provinsi Jawa Timur masih terus berjalan. Bagian dari program Infrastruktur Berbasis Masyarakat ini tiba di Kabupaten Gresik pada Senin-Selasa, 24-25 September 2018, tepatnya di Jl. Samanhudi, Gang VI-VII atau lebih dikenal dengan Pasar Gresik. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pembuatan saluran air untuk memperlancar aliran air yang berasal dari limbah rumah tangga dan mengurangi risiko banjir ketika musim hujan.

Peserta program KOTAKU bergotong royong membawa saluran pracetak jenis U-Ditch (dokumentasi Jago Bangunan).

Batako atau Bata Merah, Mana yang Lebih Bagus untuk Membuat Tembok? #TanyaPakJago

Sebagaimana pelaksanaan program KOTAKU di kota lain, di Gresik juga menyisipkan kegiatan Sertifikasi Tukang Bangunan Umum. Dalam kegiatan tersebut, Kementerian PUPR bekerja sama dengan PT Semen Gresik sebagai salah satu operating company PT Semen Indonesia (Persero) Tbk., untuk memberikan sertifikasi kepada 141 peserta yang berasal dari perwakilan daerah di sekitar Gresik dan Lamongan. Jumlah ini terbilang paling banyak dibanding sertifikasi di kota lain di Provinsi Jawa Timur.

Rangkaian pembukaan acara program KOTAKU (dokumentasi Jago Bangunan).

Dalam rangkaian acara pembukaan yang berlangsung pada Senin, 24 September 2018, ini dihadiri oleh Kepala Satker PKP Provinsi Jatim Ir. Teddy Kreswanto, M.T., Kepala Balai Wilayah IV Surabaya Eddy Irwanto, S.T., M.Tech., Kepala Satker KOTAKU Kabupaten Gresik Tri Handayani Setyarini S.T., dan Wakil Ketua 1 LPJK Jatim Ir. Muhammad Amin. Bertempat di Aula Dinas Pekerjaan Umum Gresik, turut hadir pula Customer Service II Officer PT Semen Indonesia, Andhika Firmansyah, S.E., yang sekaligus menyerahkan bantuan untuk kegiatan sertifikasi berupa Alat Pelindung Diri (APD) dan souvenir Semen Gresik kepada para peserta.

Proses Pembuatan Saluran Air

Penampakan saluran pracetak jenis U-Ditch (dokumentasi Jago Bangunan).

Ternyata Gampang, Lho.. Begini Cara Menghitung Rancangan Anggaran Biaya (RAB) Rumah Secara Global #TanyaPakJago

Dengan pertimbangan lokasi pemasangan saluran air yang bertempat di pemukiman padat penduduk, akan sangat menganggu akses jalan jika pembangunan memakan waktu lama. Karenanya dipilih metode pemasangan saluran air dengan sistem pracetak. Pemasangan saluran sistem ini bisa dilaksanakan secara cepat sehingga gang-gang sempit yang dibenahi salurannya bisa segera dilalui kembali.

Proses pemasangan U-Ditch (dokumentasi Jago Bangunan).

Jenis saluran pracetak yang dipilih adalah jenis U-Ditch, saluran berbentuk segi-4 dengan berbagai ukuran dibuat dari beton bertulang kualitas mencapai K-350, sehingga secara kekuatan terjamin awet. Kelebihan U-Ditch lainnya adalah adanya lubang di kanan-kiri serta sambungan nat yang masih bisa meresapkan air ke dalam tanah sehingga ramah lingkungan.

Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Untuk Mengganti Pondasi Batu Belah Dengan Pondasi Setempat Agar Bangunan Tetap Kokoh #TanyaPakJago

U-Ditch memiliki lubang kanan-kiri yang diharapkan masih bisa meresapkan air. Ukuran yang dipilih pada pemasangan di gang kecil adalah 30x30 dan 40x40 karena jalan tersebut tidak terlalu lebar (hanya bisa dilewati sepeda motor). Saluran dipasang di tengah jalan dengan membuka paving yang ada,kemudian menggali, mengurug pasir untuk landasan dan memasang beton pracetak. Pada bagian atas sudah terdapat tutup sehingga secepatnya bisa diurug dan dipasang kembali pavingnya.

Tampak hasil sementara dari proses pemasangan tutup U-Ditch (dokumentasi Jago Bangunan).

5 Inspirasi Desain Rumah Modern Minimalis 1 Lantai Dengan Bentuk Atap Pelana, Elegan Banget! #TanyaPakJago

Saluran U-Ditch dengan lebar dalam 30x30 panjang 120 cm serta ketebalan antara 4-6 cm ini memiliki berat sekitar 120 kg (belum termasuk tutupnya). Ukuran tutup ada ini memiliki panjang 60 dan 120 cm.
Pada proses penggalian tanah di tengah jalan, hal yang harus diperhatikan adalah kemiringan yang cukup agar air bisa mengalir dengan lancar. Setelah itu, galian ditutup dengan sirtu agar tanah stabil. Proses selanjutnya ialah pemasangan U-Ditch dengan cara meletakan dan menyetel agar kedudukannya stabil. Setelah semua selesai, proses terakhir tentu pemasangan paving kembali.

Editor: Damae Wardani