Masuk

Tips

Beranda / Tips
Plesteran Tetap Harus Dipasang Meski Musim Hujan? Tenang, Begini Caranya
Konstruksi Sipil | 30 Dec 2017

Oleh: Dwi Klarasari

#SahabatJagoBangunan tentu sepakat jika pekerjaan konstruksi sebaiknya tidak dilakukan pada musim hujan. Saat itu banyak risiko yang harus dipertimbangkan. Udara yang sangat lembap dan curah hujan yang tinggi akan berdampak pada bahan bangunan serta kelancaran pengerjaan. Terutama untuk proses pemasangan plesteran yang memiliki risiko kerusakan tinggi saat terguyur hujan.

Namun jika terpaksa harus memasang plesteran saat musim hujan, #SahabatJagoBangunan harus melakukan berbagai antisipasi agar didapatkan bangunan yang kokoh. Bagaimana caranya? Berikut ini tips dari #PakJago.

Persiapan dan Antisipasi

Sebelum dan selama pekerjaan plesteran, sebaiknya #SahabatJagoBangunan perlu melakukan beberapa bentuk antisipasi berikut.

• Mengamankan bahan bangunan

(Sumber: disini)

Meskipun tidak terlalu berisiko, pasir perlu diamankan dari dampak hujan. Jika hujan sangat lebat dan berangin, pasir berisiko terhanyut oleh aliran air hujan atau terpaan angin keras. Jadi lebih baik diantisipasi dengan meletakkan pasir di area yang terlindungi. Bila tumpukan pasir berada di area terbuka, sebaiknya tutup dengan terpal dan buat bedeng pada bagian dasar untuk mencegah pasir terhanyut.

Baca Juga: Dibuang Sayang, Begini Cara Memanfaatkan Kusen Bekas untuk Bangunan Rumah Baru

Untuk mengamankan semen, hindarkan dari udara lembap dan percikan air yang dapat mengeraskan material ini. Simpan semen di ruang kering dan tertutup. Jangan meletakkan kantong semen langsung di atas permukaan lantai yang menyalurkan lembap dari tanah. Sebaiknya taruh semen di atas papan yang diletakkan di atas balok berjarak cukup dari lantai. Untuk meminimalkan risiko, sebaiknya belilah pasir maupun semen secara bertahap.

• Melindungi dinding dan area kerja

(Sumber: disini)

Paparan air hujan dapat menurunkan kualitas adukan atau plesteran yang terpasang, bahkan merusaknya. Jika adukan plesteran dibuat secara konvensional —tidak menggunakan mesin molen atau membeli readymix— siapkan area pengadukan yang terlindungi. Buatkan pelindung dengan atap nonpermanen atau terpal.

Demikian pula untuk melindungi dinding yang akan diplester maupun yang sudah diplester. Bila perlu dahulukan pemasangan atap. Atau, jika tidak, pasanglah atap sementara, misalnya berupa terpal. Pastikan terpal dipasang dengan benar sehingga aliran air tidak jatuh ke bidang dinding yang sudah ataupun belum dilester.

Proses Memasang Plesteran

Pada prinsipnya, pemasangan plesteran pada musim hujan tidak boleh dilakukan dengan tergesa-gesa). Mengingat suhu dan kelembapan saat cuaca hujan tidak bersahabat maka antartahap pekerjaan harus mendapat cukup jeda waktu. Perhatikan tahap-tahap berikut.

(Sumber: disini)

• Pertama dinding bata (atau material sejenis) harus dipasang secara tepat. Karena keberhasilan plesteran tidak dapat dipisahkan dari pekerjaan pasangan dinding. Jika dinding dipasang saat hujan, hindari air hujan memerciki dinding terpasang ataupun mengencerkan adukan karena akan mengurangi daya rekatnya.

• Pastikan kondisi dinding benar-benar kering sebelum plesteran diaplikasikan. Pasangan bata biasanya kering setelah 1-2 minggu. Namun, dalam cuaca hujan dan lembap, boleh jadi perlu waktu lebih lama. Meskipun demikian jangan terburu-buru mengaplikasikan plesteran. Antisipasi percikan hujan pada dinding dengan memasang terpal pelindung.

• Jika dinding telah benar-benar kering dan semua instalasi sudah beres, mulailah menyiapkan permukaan dinding dengan membebaskannya dari berbagai kotoran. Siram atau perciki dinding dengan air secukupnya agar adukan plesteran merekat secara perlahan. Lalu, pasang benang dan unting-unting dan tandai ketebalan dinding yang direncanakan.

(Sumber: disini)

• Siapkan adukan plesteran dengan perbandingan semen dan pasir yang sesuai, misalnya 1:4, 1:5, 1:6. Buat campuran yang tidak terlalu encer maupun kekentalan.

Baca Juga: Punya Sisa Semen? Jangan Khawatir, Cara Ini Bisa Membuat Sisa Semen Bertahan Hingga 6 Bulan, Lho..

• Mulai dengan membuat kepala plesteran sesuai tanda benang yang dibuat. Tunggu hingga kepala plesteran kering baru lanjutkan dengan memlester sesuai ketebalan yang diinginkan (1,5-2 cm atau lebih). Lakukan pemlesteran seperti biasa dengan peralatan yang tepat.

• Pastikan selama pekerjaan plesteran berlangsung, area kerja dan dinding terlindung dari paparan hujan. Lakukan perawatan plesteran, dan tunggu hingga benar-benar kering sebelum diterapkan acian.

Demikian semoga informasi #PakJago ini berguna. Jika #SahabatJagoBangunan masih ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu di artikel-artikel #PakJago yang lain.

Editor: Damae Wardani