Masuk

Tips

Beranda / Tips
Perhatikan Hal-Hal Berikut Ini Sebelum Membuat Saluran Sanitasi Dalam Rumah Tinggal
Konstruksi Sipil | 27 Jan 2018

Oleh: Dwi Klarasari

Sanitasi adalah usaha menciptakan suatu keadaan yang baik di bidang kesehatan. Sanitasi berkaitan erat dengan ketersediaan air bersih dan pengelolaan limbah rumah tangga. Dengan sanitasi manusia yang tinggal dalam rumah akan terjaga kesehatannya karena tidak kekurangan air bersih sekaligus terbebas dari dampak buruk kotoran dan bahan buangan berbahaya.

Itulah mengapa sanitasi menjadi salah satu pekerjaan paling penting dalam tahap perencanaan dan pembangunan rumah tinggal. Lalu, hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam sanitasi? Silakan membaca ulasan #PakJago dalam artikel berikut ini.

Sanitasi dalam Rumah Tinggal

 (Sumber: disini)

Baca Juga: Modern dan Minimalis, Ini Karakteristik dan Cara Mudah Memasang Wastafel Gantung di Kamar Mandi

Seperti disampaikan dalam pengantar, sanitasi rumah tinggal berkaitan dengan ketersediaan air bersih sekaligus pengelolaan limbah rumah tangga. Berikut uraiannya secara lebih detail.

 Ketersediaan air bersih

Air bersih sangat diperlukan dalam banyak aktivitas rumah tangga, seperti masak, minum, dan MCK. Pengelolaan air bersih terkait dengan penyediaan sumber air, penampungan (tandon), dan pendistribusian air ke seluruh bagian rumah yang membutuhkan —KM/WC, dapur, wastafel. Sumber air bersih bisa berupa sumur pribadi; sumur milik developer, atau pasokan dari Perusahaan Air Minum (PAM).

 Pengelolaan limbah cair


(Sumber: disini)

Limbah adalah buangan yang dihasilkan sebagai sisa proses produksi dalam industri maupun rumah tangga; berupa bahan cair, padat, maupun gas. Pada artikel ini #PakJago hanya membahas limbah cair. Limbah cair rumah tangga meliputi air bekas cucian dari kitchen sink dan tempat cuci pakaian; limbah dari wastafel dan kamar mandi; limbah dari kloset; limbah air hujan; dan sebagainya.

Limbah cair harus dialirkan melalui instalasi khusus ke lokasi pembuangan akhir, seperti saluran drainase lingkungan, sumur resapan, dan septic tank. Tujuannya untuk menghindari dampak negatif bagi kesehatan dan kerusakan lingkungan.

Hal-Hal Penting dalam Pekerjaan Sanitasi

Dalam penyediaan serta distribusi air bersih maupun pengelolaan limbah cair rumah tangga diperlukan jaringan pemipaan atau saluran drainase. Pada prinsipnya, antara jaringan air bersih dan saluran limbah cair harus dipisahkan dengan tegas demi terjaminnya kesehatan manusia. Masing-masing juga harus memperhatikan berbagai syarat dan batasan. Berikut penjelasannya.

 Instalasi air bersih

 (Sumber: disini)

Instalasi air bersih dibuat untuk mendistribusikan air bersih ke seluruh rumah, baik langsung dari sumbernya atau dialirkan lebih dahulu ke tangki penampungan. Berikut hal-hal penting yang harus menjadi perhatian.

Baca Juga: 4 Langkah Mudah Menurunkan Suhu Ruangan Tanpa AC, Makin Hemat Listrik

• Penentuan sumber air. Jika ada lebih dari satu sumber air, tentukan salah satu yang akan dikelola agar pemipaan dapat direncanakan sebaik mungkin. Pilih sumber air yang paling layak untuk kebutuhan rumah tangga dan terhindar dari masalah kekeringan. Bila hendak memanfaatkan lebih dari satu sumber demi mengantisipasi masalah, pastikan instalasi dipasang mengikuti kaidah yang benar.

• Pemilihan sistem instalasi. Jika memakai sistem instalasi tertutup berarti seluruh ujung pipa saling tersambung tanpa terputus, sehingga setiap kran air akan mengalirkan air dengan debit yang sama dengan tekanan lebih besar.

Sementara sistem instalasi terbuka berarti setiap pipa mendapat debit berbeda dengan tekanan yang enentukan apakah instalasi akan ditanam (dalam tanah atau dinding maupun lantai) atau akan ditempelkan (terekspose). Instalasi yang terekspose relatif lebih mudah diperbaiki, meski terkesan kurang rapi.

• Pemilihan material instalasi. Ada beragam material pipa berikut kelengkapannya, seperti logam, PVC, dan stainless steel. Setiap bahan memiliki kelebihan dan kekurangan. Pilih yang berkualitas bagus.

Jika diputuskan menggunakan instalasi yang ditanam dalam dinding, sangat disarankan untuk memilih material yang terjamin kualitasnya (kuat dan tahan lama), karena kerusakan relatif sulit diperbaiki.

 Pengelolaan limbah cair

(Sumber: disini)

Dalam membuat instalasi untuk mengelola limbah cair rumah tangga perlu diperhatikan beberapa hal penting berikut ini.

• Tentukan tempat pembuangan akhir limbah cair rumah tangga. Limbah dari kloset harus ditampung dalam septic tank; sedangkan limbah dari dapur, tempat cuci, dan kamar mandi, juga air hujan dari talang bisa dialirkan langsung ke saluran drainase lingkungan atau melewati sumur resapan. Air hujan juga bisa ditampung dalam ground tank untuk diendapkan lalu dimanfaatkan untuk menyiram tanaman atau kloset dan sebagai tandon air yang dihubungkan ke pompa pemadam kebakaran.

• Rencanakan dengan baik lokasi kamar mandi, kloset, dapur, wastafel, dan berbagai lokasi pembuangan lain, agar dapat dibuat saluran pembuangan yang efektif.

• Tentukan jenis saluran (terbuka atau tertutup). Limbah dari kloset seharusnya dialirkan melalui saluran tertutup (di dalam tanah atau ditanam dalam dinding, jika rumah bertingkat). Tujuannya agar tidak menyebarkan bibit penyakit. Untuk mengantisipasi bau atau demi estetika, saluran limbah yang lain pun bisa dibuat tertutup.

Baca Juga: Tak Hanya Faktor Keamanan, 4 Hal Ini Wajib Anda Ketahui Sebelum Membangun Garasi

• Pastikan saluran tertutup dilengkapi lubang dan bak kontrol untuk kepentingan perawatan dan mengantisipasi jika terjadi mampat.

• Pembuatan septic tank harus memperhatikan kaidah-kaidah yang disyaratkan. Silakan membaca artikel terkait, disini.

• Pembuatan sumur resapan harus dibuat seideal mungkin. Misalnya, untuk mengantisipasi dampak buruk, termasuk pencemaran, jaraknya minimal 1 meter dari pondasi dan ±5 m dari septic tank.

Demikian bahasan terkait pekerjaan sanitasi, semoga berguna. Jika #SahabatJagoBangunan ingin berkonsultasi atau berdiskusi seputar konstruksi, desain bangunan, maupun anggaran biaya pembangunan, silahkan #TanyaPakJago melalui jagobangunan.com/auth, Fanpage Jago Bangunan, atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Simak terus artikel Jago Bangunan yang lain, ya.

Editor: Damae Wardani