Masuk

Tips

Beranda / Tips
Penyakit Asbestosis Mengintai Pekerja yang Berdekatan dengan Serat-serat Asbes
Kesehatan | 06 Jun 2017

Anda adalah pekerja yang lingkungan kerjanya berhadapan langsung dengan material asbes? Waspadalah dengan penyakit asbestosis, penyakit gangguan pernafasan akibat paparan material asbestos, jenis mineral yang sering digunakan sebagai bahan baku lantai dan atap. 

 

Apakah penyakit asbestosis itu dan siapa saja yang bisa terkena penyakit ini?

Penyakit asbestosis adalah penyakit yang disebabkan oleh paparan debu atau serat-serat asbes. Umumnya, asbes ini sering digunakan sebagai bahan baku industri tegel lantai dan atap. Siapa saja bisa terkena dampak dari debu maupun serat asbes yang kerap terbawa angin, tak terkecuali para pekerja bangunan yang menggunakan material asbes dalam bangunan, maupun para pelaku industri asbes itu sendiri.

 

Bagaimana debu-debu asbes ini dapat masuk ke dalam sistem pernafasan?

Debu asbes ini mudah dijumpai pada pabrik dan industri yang menggunakan asbes, atap asbes, dan material bangunan. Ketika bahan Asbes itu dipotong, digiling, dihancurkan dan lain sebagainya, akan mengakibatkan serat dari asbes tersebut berhamburan terbang ke udara. Apabila debu-debu ini terhirup dan masuk ke dalam paru-paru, akan mengakibatkan sesak napas dan batuk disertai dahak.

Terlalu banyak menghirup serat asbes dapat berdampak buruk bagi kesehatan terutama paru-paru karena dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut (fibrosis). Jaringan paru-paru yang membentuk fibrosis ini mengakibatkan paru-paru tidak dapat mengembang dan mengempis sebagaimana mestinya.

 

Lalu, bagaimana cara mengenali penyakit ini di dalam tubuh?

Tanda-tanda seseorang terjangkit asbestosis baru dapat diketahui setelah terbentuknya jaringan parut dan paru-paru kehilangan elastisitasnya. Gejala awal adalah sesak napas ringan dan berkurangnya kemampuan badan untuk bergerak. Beratnya penyakit tergantung kepada lamanya pemaparan dan jumlah serat yang terhirup.

Pada beberapa penderita akan disertai dengan ujung-ujung jari yang tampak membesar atau melebar. Bila dilakukan pemeriksaan lebih lanjut melalui sinar X akan terlihat serat-serat asbes pada dahak. Menghirup serat asbes bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut (fibrosis) di dalam paru-paru. Jaringan paru-paru yang membentuk fibrosis tidak dapat mengembang dan mengempis sebagaimana mestinya.

 

Bagaimana cara menghindari penyakit asbestosis ini?

Asbestosis dapat dicegah dengan mengurangi kadar serat dan debu asbes di lingkungan kerja. Karena jalan masuk penyakit ini adalah melalui hidung, penggunaan masker penutup hidung menjadi suatu kewajiban. Debu-debu asbes yang berukuran mikro dapat dihindari dengan menggunakan masker saat bekerja. Pemakaian asbes untuk berbagai macam keperluan kiranya perlu diikuti dengan kesadaran akan keselamatan dan kesehatan lingkungan agar jangan sampai mengakibatkan asbestosis ini.

Agar keluarga tidak terpapar penyakit ini, disarankan setiap pekerja untuk mencuci pakaian kerjanya di pabrik, dan menggantinya dengan pakaian bersih untuk kembali ke rumah. Sehingga semua pakaian kerja tidak ada yang dibawa pulang, dan pekerja membersihkan diri atau mandi sebelum kembali kerumah masing-masing.