Masuk

Tips

Beranda / Tips
Pembuatan Selokan Benar, Air Mengalir Lancar
Konstruksi Sipil | 24 May 2022

Sumber gambar di sini

Saat kecil, Sahabat Jago pernah bermain balap perahu di selokan? Semakin lancar aliran airnya, pasti semakin seru ‘kan berlama-lama di selokan. Membuat selokan yang bisa mengalirkan air dengan baik tentu perlu teknik tersendiri. Walau tampak mudah, perlu langkah-langkah yang tepat agar selokan bisa berfungsi seperti seharusnya.

Selokan memiliki fungsi sebagai saluran drainase rumah. Sistem drainase adalah sebuah saluran air untuk menyalurkan massa air yang berlebih. Air yang berlebih bisa berasal dari limbah rumah tangga (kamar mandi dan dapur) atau dari air hujan. Selokan akan menjadi penampungan dan peresapan air limpahan hujan dari rumah sehingga meminimalisir terjadinya banjir.

Aliran selokan biasanya akan bermuara ke saluran pembuangan utama. Oleh karena itu, proses pembuatan selokan harus disesuaikan dengan sistem drainase lingkungan setempat, baik material, lebar, kedalaman, kemiringan, dan ketertutupannya.

Pada artikel berikut ini, Pak Jago akan menjelaskan tahap-tahap yang perlu Sahabat Jago lakukan dalam membuat selokan untuk bangunan rumah tinggal.

Sumber gambar di sini

Pengukuran
Pengukuran dilakukan untuk menentukan dimensi dan ketinggian selokan. Ada baiknya untuk memberikan jarak yang cukup antara selokan dengan pagar di sekitarnya. Lalu Sahabat Jago bisa membuat bouwplank dengan patok kayu sementara untuk menentukan lokasi titik-titik penting, serta menggunakan benang untuk pedoman penggalian dan pembuatan pondasi. Bouwplank adalah sejenis pembatas yang digunakan untuk menentukan batas area kerja proyek pembangunan terkait bentuk dan ukuran bangunan yang akan dikerjakan. Dengan adanya bouwplank akan memudahkan untuk melihat letak fondasi.

Penggalian Tanah

Selanjutnya, Sahabat Jago bisa melakukan penggalian tanah. Untuk kedalaman selokan yang dibuat bisa disesuaikan dengan sistem drainase setempat yang sudah dibangun. Sesuaikan dimensi (lebar dan tinggi) galian dengan material yang dipakai. Idealnya ukuran kedalamannya 50 cm dan untuk lebarnya 40 cm.

Lantai Kerja
Tahap berikutnya adalah dengan membuat lantai kerja terlebih dulu. Lantai kerja merupakan pengerjaan dasar konstruksi menggunakan lapisan pasir setebal 5 – 10 cm guna meratakan tanah dasar. Di atasnya kemudian dipasang batu dengan kedudukan berdiri (pasangan batu kosong) dan rongga-rongganya diisi pasir secara penuh sehingga kedudukannya menjadi kokoh dan sanggup mendukung beban fondasi di atasnya. Selain untuk memudahkan pekerja berdiri di atas lahan datar serta lahan menjadi tidak kotor dan becek, lantai kerja juga berfungsi untuk menahan gaya angkat (up-lift force) tanah di bawahnya. Setelah lantai kerja sudah siap, bisa dilanjutkan dengan pekerjaan membuat selokan itu sendiri menyesuaikan dengan material yang akan digunakan.

Memilih Material

Beberapa pilihan material yang umum dipakai antara lain buis beton, pasangan batu kali, dan juga U-Ditch.

  1. Buis Beton

Sumber gambar di sini

Buis beton adalah beton pracetak yang memiliki beragam fungsi sebagai saluran air. Material ini menjadi salah satu yang banyak digunakan. Alasannya, buis beton memiliki berbagai keunggulan, terutama dari sisi harga yang terjangkau serta bobotnya yang ringan sehingga memudahkan dalam pemasangannya. Tapi kekurangan dari buis beton adalah daya tahannya yang tidak sekokoh material lainnya

  1. Batu Kali

Sumber gambar di sini

Material selanjutnya adalah batu kali. Dengan pembuatannya yang manual, selokan batu kali membutuhkan waktu pengerjaan yang lebih lama. Selain itu, proses pengerjaannya juga memerlukan area atau lahan yang lebih luas karena umumnya tebal selokan batu kali minimal 30 cm, sedangkan selokan buis beton cukup dengan tebal 15 cm. Dari sisi biaya, memakai batu kali lebih terjangkau daripada menggunakan buis beton maupun U-Ditch. Batu kali juga memiliki ketahanan material yang lebih baik dibandingkan buis beton.

  1. U-Ditch

Sumber gambar di sini

Lalu ada material U-Ditch. Material ini adalah beton pracetak sama seperti buis beton. Perbedaannya ada pada bentuknya yang bersiku dengan sistem penyambungan memakai plat joint (buis beton menggunakan nat semen). Sistem plat joint menggunakan baut untuk menyambungkan bagiannya. Tipe sambungan seperti ini umumnya disebut sambungan male-female. Untuk penutup pada bagian pertemuan sambungan (nat) menggunakan bahan material mortar. U-Ditch memiliki ketahanan yang lebih baik karena didesain untuk mengalirkan air dalam volume besar dan permukaannya juga dirancang untuk bisa menahan bobot kendaraan yang melintasinya. Keunggulan tersebut berbanding lurus dengan harganya yang lebih mahal dari material lainnya.

Sesuaikan pemilihan material dengan kebutuhan Sahabat Jago. Rekomendasi Pak Jago untuk selokan rumah biasa, bisa menggunakan batu kali yang kokoh dan harganya terjangkau.  Buis Beton cocok digunakan sebagai pelapis dinding tanah untuk membuat sumur resapan karena lebih mudah dan hemat dalam pemasangannya. Sedangkan untuk pendukung infrastruktur yang membutuhkan struktur yang lebih kuat, U-Ditch bisa menjadi pilihan material gorong-gorong jalan, jembatan, maupun saluran limbah industri.  Jangan lupa juga untuk memperkuat sisi atas serta kanan dan kirinya. Contohnya dengan memakai bata plesteran sebagai material penguat.

Pasca Pembuatan Selokan

Sebelum selokan benar-benar digunakan, pastikan kondisinya kering terlebih dahulu. Sebaiknya tutup bagian-bagian selokan yang terbuka dengan besi penutup selokan untuk mengantisipasi masuknya kotoran yang nantinya dapat menghambat aliran air.

Perawatan Selokan

Sumber gambar di sini

Terakhir, agar selokan yang dibuat dapat berfungsi secara maksimal untuk menyalurkan air pembuangan, Sahabat Jago perlu rutin untuk merawat selokan. Sahabat Jago bisa membersihkan selokan minimal tiga bulan sekali. Singkirkan sampah serta endapan lumpur yang bisa membuat selokan menjadi dangkal dan tersumbat, sehingga potensi banjir, bau tidak sedap, dan bahkan sarang nyamuk sebagai sumber penyakit bisa dicegah.

Sahabat Jago juga bisa membuat lubang biopori pada selokan. Lubang-lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10 cm dan kedalaman 80-100 cm. Lubang ini berfungsi untuk meresapkan lebih banyak air ke dalam tanah sehingga air hujan atau banjir tidak menggenang terlalu lama.

Demikian tahapan yang perlu Sahabat Jago perhatikan dalam mengerjakan pembuatan selokan. Ikuti terus tips dan informasi seputar konstruksi dan desain bangunan di situs Jago Bangunan dan Facebook Jago Bangunan. Sahabat Jago juga bisa #TanyaPakJago di situs dan Facebook jika ada pertanyaan yang ingin disampaikan.

 

Sumber:

Tim Ahli Jago Bangunan

prospeku.com : Apa Itu Drainase? Pengertian, Kegunaan dan Jenisnya

perpusteknik.com : Perbedaan dan Persamaan U-Dicth, Buis Beton, dan Box Culvert 

arafuru.com : Langkah-Langkah Cara Membuat Selokan Yang Baik