Masuk

Tips

Beranda / Tips
Modern dan Minimalis, Ini Karakteristik dan Cara Mudah Memasang Wastafel Gantung di Kamar Mandi
Konstruksi Sipil | 26 Jan 2018

Oleh: Dwi Klarasari

Sebuah kamar mandi modern biasanya dilengkapi berbagai jenis saniter yang mendukung berbagai aktivitas di dalamnya. Salah satunya adalah wastafel. Secara fungsional, wastafel digunakan sebagai sarana cuci tangan, membasuh muka, atau menggosok gigi.

Lebih dari itu, saniter yang hadir dalam beragam model dan warna ini juga ternyata juga menambah keindahan area kamar mandi. Boleh dibilang wastafel relatif penting sehingga harus diposisikan dan dipasang secara tepat. Nah kali ini #PakJago ingin membagikan cara pemasangan salah satu jenis wastafel di kamar mandi, yaitu wastafel gantung.

Karakteristik Wastafel Gantung

 (Sumber: disini)

Sebelum memasang saniter, termasuk wastafel, kita harus mengenal karakteristiknya. Wastafel gantung termasuk jenis yang paling populer dibandingkan jenis lain—side by side dan pedestal. Selain harganya terjangkau, wastafel gantung fleksibel untuk beragam desain dan ukuran kamar mandi, terutama yang terbatas. Modelnya simpel dan cenderung tidak memakan tempat sehingga memberikan kesan lapang pada ruang sempit.

Baca Juga: Jangan Salah Pilih, Begini Cara Membedakan Semen Putih, Talek Epoxy, dan Kompon Untuk Material Bangunan

Di pasaran dijual berbagai merek saniter yang menghadirkan wastafel gantung dalam beragam bentuk, seperti persegi, segi empat, oval, dan bundar. Variasi ukuran lebar (juga sisi persegi atau diameter) sekitar 25-48 cm dan panjang ±45-72 cm. Sementara warna paling populer adalah warna putih karena sesuai untuk gaya apa pun, apalagi untuk kamar mandi kecil dan minimalis.

Cara Memasang Wastafel

 (Sumber: disini)

Selain karakteristiknya, kenali juga bagian-bagian serta cara pemasangan wastafel dengan benar. Set wastafel komplit berisi mangkuk wastafel, keran, pipa pembuangan (sifon atau leher angsa), stop keran atau aksesoris lain, dan perlengkapan penggantung.

Bahan lain adalah pipa (PVC, HDPE, besi, besi galvanis, atau stainless steel) dan aksesoris sambungan atau fitting, lem silikon, dan seal tape. Diameter untuk pipa input ½ inci, sedangkan pipa output 1 inci. Perkakasnya: meteran, pensil, waterpass, kunci pas, bor sekaligus screw driver, palu, dan gergaji.

Setiap merek wastafel memiliki cara pemasangan sendiri. Sebaiknya, pelajari lebih dahulu detail petunjuk yang disertakan. Secara umum pemasangan wastafel gantung melalui tahap berikut.

 Lakukan persiapan, berupa pemasangan pipa pasokan air bersih (pipa input) dan pipa saluran air kotor (pipa output) pada posisi di mana wastafel akan dipasang. Agar terkesan rapi pipa dapat ditanam pada dinding dan di bawah lantai. Jika pembangunan sedang berlangsung, pemipaan dikerjakan bersama bagian lain kamar mandi (shower dan bathtub).

 (Sumber: disini)

Pada rumah lama tentu harus dilakukan pembongkaran dinding dan lantai untuk menempatkan kedua pipa tersebut, kecuali jika pipa akan diekspose. Ketinggian pipa input disesuaikan tinggi wastafel. Standar tinggi wastafel ±85-95 cm atau bisa disesuaikan kebutuhan. Sementara lubang pipa output dipasang di bawah pipa input dengan jarak ±15-20 cm (atau sesuai petunjuk pabrik).

 Hasil pekerjaan persiapan adalah tersedianya lubang pipa input maupun output yang nantinya akan dihubungkan dengan pipa wastafel. Pastikan pada ujung kedua pipa terpasang faucet socket untuk sambungan. Wastafel dipasang setelah dinding diplester dan di-finishing (cat atau keramik). Matikan aliran air saat pemasangan wastafel.

Baca Juga: Konstruksi Sambungan Cor Balok Ada yang Retak? Atasi Dengan Teknik Grouting Ini

 Rangkai sifon atau leher angsa wastafel, jika perlu beri seal tape agar rapat. Lalu sambungkan leher angsa faucet socket pipa output pada dinding. Jika perlu, beri seal tape agar rapat.

 Pasang avur wastafel (fitting output bagian atas) lewat lubang pada dasar mangkuk wastafel. Kencangkan dan periksa bahwa penutup pada dasar wastafel berfungsi. Lanjutkan dengan memasang keran air.

(Sumber: disini)

 Periksa cara penggantungan wastafel —dengan bracket atau lubang pada wastafel. Tandai posisi lubang sekrup dengan mengukurnya secara tepat. Anda bisa juga menempelkan sementara wastafel ke dinding untuk pengepasan dan menandai lubang. Pastikan leher angsa dan avur tersambung dengan tepat. Periksa kedataran dengan waterpass.

 Lakukan pengeboran dinding yang ditandai. Gunakan mata bor sesuai jenis dinding (bata dan beton) dan ukuran sekrup fischer. Selanjutnya pasang fischer pada dinding dengan bantuan palu.

 Jika sistem penggantungan dengan lubang pada wastafel maka setelah fischer pasanglah sekrup hingga kencang. Kemudian gantungkan wastafel dengan benar lalu pasang kunci dan kencangkan. Jika sistem penggantungan dengan bracket, setelah fischer pasanglah bracket penggantung lalu sekrup dan kencangkan. Kemudian gantungkan wastafel dengan tepat. Periksa kedataran dengan waterpass.

 (Sumber: disini)

 Sambung avur (fitting output dari bawah wastafel) ke leher angsa yang telah tersambung dengan pipa output pada dinding, lalu kencangkan. Lanjutkan dengan menghubungkan fitting input dari keran ke pipa input pada dinding, lalu kencangkan.

 Pastikan seluruh bagian telah terpasang dengan benar. Untuk memperkuat penggantungan, aplikasikan lem silikon di sepanjang garis pertemuan wastafel dan dinding.

 Lakukan pengetesan dengan mengalirkan air sambil memeriksa setiap sambungan. Perbaiki jika masih ada kebocoran. Periksa kembali dengan mengalirkan air.

 Terakhir, lakukan pembobokan lubang-lubang dinding dan lanjutkan dengan finishing. Kemudian, jika perlu pasang juga aksesoris seperti cermin, penggantung handuk atau lap.

Baca Juga: Begini Cara Membangun Atap Sandar yang Cocok Untuk Hunian Minimalis dan Bangunan Tambahan

Demikian tips dari #PakJago terkait pemasangan wastafel gantung, semoga bermanfaat. Jika #SahabatJagoBangunan ingin berkonsultasi atau berdiskusi seputar konstruksi, desain bangunan, maupun anggaran biaya pembangunan, silahkan #TanyaPakJago melalui jagobangunan.com/auth, Fanpage Jago Bangunan, atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Simak terus artikel Jago Bangunan yang lain, ya.

Editor: Damae Wardani