Masuk

Tips

Beranda / Tips
Meski Hidup Sederhana, Ini Balasan Untuk Seorang Kepala Tukang yang Tak Lelah Menabung Kebaikan
Kisah Inspirasi | 05 Jan 2018

Oleh: Hildatun Najah

Terbiasa hidup sederhana sejak kecil, membuat impian Hariyono tak muluk-muluk. Pria kelahiran Blora, Jawa Tengah, 39 tahun silam ini hanya ingin menjadi tukang bangunan yang bisa memberikan kepuasan bagi pelanggannya. Setelah berhasil jadi kepala tukang, alih-alih mengejar keuntungan materi, ia justru memilih menabung kebaikan pada semua orang. Kemurnian hati inilah yang kini berbuah manis. Hariyono mendapat hadiah paket umroh gratis dari program Arisan Jago Bangunan.

Menjadi Tukang Sejak Lulus SMP

 (Sumber: dok. Hariyono)

Pada 1996, Hariyono kecil yang kurang beruntung untuk melanjutkan pendidikan, mulai bermimpi jadi seorang tukang bangunan. Tanpa banyak pertimbangan, ia mecoba jadi kuli selepas SMP. Selain memang ingin belajar tentang pertukangan, bayaran yang tak seberapa selama dua tahun itu ternyata mampu untuk sakadar menyambung hidup.

Baca Juga: Bertekad Membangun Desa Bersama Tukang Bangunan, Ini yang Didapat Seorang Mantan Kuli Hari Itu Juga

Kegigihan Hariyono menarik perhatian seorang mandor yang tinggal tak jauh dari rumahnya. Melihat kerja keras dan kemauan untuk belajar yang tinggi, Mandor itu lekas membawa Hariyono untuk jadi pembantu tukang di berbagai proyek. Tentu kesempatan ini tak disia-siakan Hariyono untuk belajar tentang pertukangan langsung dari ahlinya. Hingga pada 2002, Hariyono benar-benar dipercaya untuk menggarap proyek sebagai tukang bangunan seperti impiannya.

Dasar Hariyono memang punya niat dan semangat tinggi, pria yang tinggal di desa Semawur RT 01 RW 01, Ngawen, Kota Blora, ini hanya butuh 3 tahun untuk naik level menjadi kepala tukang. Proyek pun silih berganti, dari sekadar renovasi hingga membangun sekolah, mushala, juga perumahan.

Hobi Ternak Ayam di Rumah

Selain bekerja sebagai kepala tukang, Hariyono juga mengisi waktu luangnya dengan beternak ayam. Hariyono suka merawat ayam kampung dan ayam sayur hingga jumlahnya mendekati 100 ekor. Bermula dari membeli 10 ayam betina dan satu ayam jantan, ia membiarkan-ayam-ayam itu berkembang biak dan tumbuh sendiri.

Terkadang ayam-ayam itu Hariyono jual kepada tetangga yang membutuhkan. Terutama ketika mendekati bulan Ramadan, ayamnya ramai dicari orang. Dari hasil penjualan ini biasanya ia dapat mengentongi uang sebanyak 500 ribu rupiah. “Lumayan untuk menambah penghasilan sebelum hari raya.”, kata Hariyono.

Namun, tak jarang pula Hariyono memberikan ayam-ayam itu secara cuma-cuma kepada tetangga dan sanak saudaranya yang membutuhkan. Kegiatan ini sudah Hariyono jalani selama 12 tahun sebelum akhirnya ayam-ayam peliharaannya banyak yang mati karena cuaca yang tidak menentu 2 minggu lalu. Tapi kini, ia mulai merintis hobinya lagi.

Buah Kesederhanaan dan Kebaikan

 (Sumber: dok. Jago Bangunan)

Meski sudah jadi mandor, Hariyono tetap hidup sederhana. Bertahun-tahun penghasilan yang ia tabung bukanlah materi, melainkan kebaikan. Saking sederhananya, keinginan Hariyono sejak mulai bekerja dulu hanya satu: kepuasan kliennya.

Tabungan kebaikan inilah yang agaknya dinilai pantas untuk dibalas kebaikan yang langsung dipilih oleh-Nya,, melalui tangan PT Semen Gresik. Dalam Pengundian Arisan Jago Bangunan, 18 Desember 2017 lalu, nama Hariyono disebut sebagai salah satu dari 10 pemenang hadiah paket umroh yang akan diberangkatkan tahun ini. Sontak kabar ini membuat Hariyono terharu dan kehabisan kata-kata.

 (Sumber: dok. Jago Bangunan)

Program Arisan Jago Bangunan tak lain ialah wujud kepedulian dan penghargaan untuk tukang bangunan yang digagas oleh PT Semen Gresik. Dengan hadiah fantastis berupa 1 unit mobil Honda Mobilio, 10 Paket Umroh, 50 HP Samsung Galaksi J5, dan 500 Jaket Eksklusif ini hanya mensyaratkan peserta untuk mengirimkan guntingan zak Semen Gresik yang biaya kirimnya gratis. Tentu peserta harus bergabung terlebih dahulu dengan Komunitas Jago Bangunan.

Ketika ditanya berapa jumlah guntingan zak yang Hariyono kumpulkan, dengan sedikit malu ia menjawab, “Sedikit, hanya 400 zak saja.”. Sejumlah zak semen itu dengan sabar ia kumpulkan selama dua bulan. Saban hari rata-rata sekitar 10-20 zak ia bawa pulang dari berbagai proyek yang sedang ia garap. Bahkan sempat ia meminta imbalan berupa kantong bekas semen dari tetangga yang meminta bantuannya saat membangun rumah.

Selain Arisan Jago Bangunan, PT Semen Gresik juga kerap menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Tukang Bangunan, sejak 2007. Hingga kini sudah berhasil mengumpulkan 18.622 tukang bangunan di seluruh Indonesia yang tergabung dalam Komunitas Jago Bangunan. Tekad ini merupakan bentuk komitmen PT Semen Gresik untuk meningkatkan kualitas tukang agar mereka bisa bersaing di era MEA.

 (Sumber: dok. Jago Bangunan)

Terlebih kini didukung portal digital jagobangunan.com yang memungkinkan tukang untuk aktif belajar mandiri dan menambah wawasan tentang konstruksi melalui berbagai artikel yang disajikan disana. Tukang bangunan juga bisa berinteraksi dan berkonsultasi dengan Pak Jago (Ahli Konstruksi Jago Bangunan) secara gratis, untuk mengatasi masalah tak hanya seputar konstruksi, tapi juga desain bangunan dan rancangan anggaran biaya pembangunan.

Baca Juga: Wow! Ternyata Ini yang Terjadi pada Seorang Tukang Bangunan Setelah Istrinya Mimpi Kejatuhan Bulan

Hariyono sendiri menjadi bagian dari Komunitas Jago Bangunan sejak mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi dari Semen Gresik pada 2009, di Blora. Acara yang digelar selama 3 hari itu memberi banyak ilmu dan pengalaman baru bagi Hariyono. Ia kembali belajar bagaimana cara memasang bata, kusen, keramik, kolom ring, juga sistem penyambungan besi. Lebih dari itu, menurutnya, program ini telah membuatnya (yang sebenarnya agak pendiam) bisa berkenalan dengan rekan sesama tukang dari berbagai desa dan kecamatan lain.

Berkat pelatihan dan sertifikat dari program Edutrain yang diselenggarakan oleh PT Semen Gresik itu, Hariyono makin dipercaya banyak orang untuk menggarap proyek pembangunan. Ia pun tak henti-hentinya mengucap syukur dan terima kasih pada PT Semen Gresik untuk semua bantuan yang ia terima. “Terima kasih, Semen Gresik. Semoga maju terus dan semakin peduli sama tukang bangunan.”, pungkas Hariyono.

Editor: Damae Wardani