Masuk

Tips

Beranda / Tips
Mengenal Micin. Penyedap Rasa yang Disebut Bikin Daya Berpikir Menurun
Kesehatan | 31 May 2018

Oleh: Tya Achni

Micin atau MSG adalah bahan yang biasanya ditambahkan dalam makanan agar rasanya makin nikmat. Belakangan ini banyak yang menganggap MSG sebagai biang penyakit bila terlalu banyak dikonsumsi. Bahkan muncul istilah "generasi micin", terkait dengan kemampuan berpikir, untuk orang yang gemar mengonsumsi makanan dengan MSG. Bahkan kini beramai-ramai dari kita yang sebisa mungkin tidak menambahkan micin dalam masakan. Walaupun soal kualitas rasa jauh dari kata sempurna, “biar sehat”, jadi salah satu tujuannya. Lalu apakah MSG ini benar-benar berbahaya bagi tubuh?

1. MSG dikenal sebagai peningkat cita rasa makanan

pexels.com

MSG atau Monosodium Glutamat berfungsi sebagai peningkat cita rasa makanan. Sederhananya MSG adalah garam yang berasal dari glutamat. Glutamat di MSG dihasilkan melalui proses fermentasi, dan zat glutamat yang dihasilkan inilah yang sering menimbulkan perdebatan tentang dampak MSG. Bahkan telah diklaim bahwa MSG adalah salah satu dari tiga jenis bumbu dasar selain garam dan merica.

2. Glutamat ternyata diproduksi secara alami dalam makanan dan tubuh

pexels.com

Nyatanya, glutamat juga secara alami banyak ditemukan di dalam makanan kita sehari-hari, seperti keju, daging, ikan, dan sayuran seperti tomat. Bahkan, tubuh kita sendiri pun faktanya, memproduksi glutamat.

3. Mulanya, dampak MSG diperdebatkan di Negeri Tiongkok

pexels.com

Perdebatan mengenai dampak buruk MSG ini bermula sejak timbulnya Chinese Restaurant Syndrome pada tahun 1960-an. Banyak orang yang merasa pusing, mual, keringat dingin, dan kulit kemerahan setelah memakan masakan Tiongkok yang banyak menggunakan MSG. Tetapi, justru berbagai penelitian nyatanya tidak berhasil menyatakan bahwa gejala-gejala tersebut, benar-benar disebabkan oleh MSG. Penelitian menyatakan bahwa penyebab dari pusing, mual, dan kulit kemerahan tersebut, lebih cenderung berasal dari bahan makanan lain atau sugesti negatif konsumen ketika mengonsumsi makanan dengan MSG.

Baca Juga: Ternyata Alergi Bisa Disembuhkan, Begini 4 Cara yang Ditempuh

4. Selain itu, ada pula penelitian yang menyatakan dampak buruk MSG pada tubuh

pexels.com

Meskipun begitu, ada juga penelitian lainnnya yang menyatakan bahwa MSG dapat merangsang saraf kita secara berlebihan, sehingga bisa merusak sistem saraf kita. Tetapi nyatanya, penelitian ini banyak ditentang karena dalam penelitian tersebut, pemberian jumlah MSG dianggap terlalu berlebihan, sehingga tidak mencerminkan jumlah konsumsi MSG kita sehari-hari.

5. Menambahkan MSG dalam masakan aman, asalkan…

pexels.com

MSG aman dikonsumsi dengan jumlah dan cara yang sewajarnya pada porsi makanan kita. Karena nyatanya, apapun yang dikonsumsi secara berlebihan, tentunya dapat mengganggu keseimbangan tubuh kita. Prof. Agus Sujarwo, drh., Ph.D. menganjurkan untuk menghindari menggunakan vetsin sebagai penyedap rasa. Tetapi kalaupun tetap ingin menggunakannya, pakailah sesuai takaran yang dianjurkan. “Aturan mengkonsumsi MSG yang aman adalah 120 mg/kg BB/hari pada orang dewasa”, ujarnya. Berarti, jika seseorang mempunyai berat badan 50 kg, maka konsumsi vetsin yang dianjurkan tidak lebih dari 6 gram, setara dengan 2 sendok teh. Atau dosis optimumnya yaitu 0.2-0.8% dari volume makanan.Untuk anak-anak tidak lebih dari 2 gram sehari. Dan dilarang untuk bayi di bawah usia 12 minggu.

Baca Juga: Mengenal 2 Jenis Mutu Beton, Material Umum dengan Beragam Fungsi