Masuk

Tips

Beranda / Tips
Mengenal Gaya Desain Industrial, Hunian Tampak Maskulin dan Kokoh

Oleh: Redaksi

Gaya industrial (industrial style) yang mulai populer tahun 60-an adalah gaya arsitektur yang menampilkan nuansa industrial. Gaya yang muncul sebagai pemanfaatan bangunan industri yang terbengkalai ini menampilkan kesan dingin, suram, tegas, dan maskulin, sekaligus merefleksikan kesederhanaan, kejujuran, keterbukaan, dan rasa percaya diri. Berikut beberapa karakter desain industrial yang menonjol:

• Mengekspos komponen bangunan, seperti konstruksi, jaringan pemipaan, elektrikal.
• Menampilkan permukaan belum sempurna (unfinished) terkesan bertekstur atau kasar.      
• Mengaplikasikan palet warna netral dengan tata cahaya seolah jadi penegas kesan tua dan suram.
• Menggunakan produk lama atau mendesain produk dari bahan bekas dan daur ulang.
• Cenderung minim dekorasi. Dekorasi berperan melembutkan tampilan maskulin.   

Meskipun kesan yang ditampilkan tidak mewah dan eksklusif, namun aplikasi gaya industrial untuk rumah tinggal kini semakin digemari. Jika Anda tertarik untuk mendesain atau menata ulang rumah untuk menampilkan nuansa industrial, berikut beberapa pertimbangan inspiratif.     

Pilihan Material Pembentuk Ruang

home-designing.com

Untuk menampilkan gaya industrial, kombinasikan material bertekstur serta produk artifisial pada elemen pembentuk ruang, sebagai contoh:

• Lantai: semen, beton ekspos mentah ataupun dipoles, papan kayu tanpa plitur atau cat, papan kayu bekas tanpa di-finishing ulang, baja bekas atau baru yang di-coating; atau kombinasinya.  

• Dinding: pasangan bata unfinished (diekspose atau dicat warna netral), dinding semen tanpa cat, beton ekspos, atau kombinasinya.

• Plafon: dibiarkan terbuka mengekspos konstruksi rangka atap (kayu, baja, dll), balok beton, (dengan atau tanpa finishing), menampakkan jaringan pemipaan/elektrikal, dll. 

Baca Juga: Jarang Diketahui, 5 Hal Ini Berbahaya Jika Dilakukan Setelah Makan

Furnitur dan Elemen Dekoratif

freshome.com

Untuk menampilkan tema industrial manfaatkan furnitur lama terutama kombinasi material kayu, baja, logam, juga bahan sintetis. Pengecatan  ulang tak perlu dilakukan, sebab cat/pelapis yang mengelupas justru menjadi karakter unik dan meninggalkan kesan tua yang justru dicari. Anda juga dapat membuat furnitur dengan desain baru namun dari bahan bekas atau mencontoh desain lama menggunakan bahan baru.

Kesan tua atau kusam bisa ditampilkan lewat dekorasi, misalnya elemen dekoratif bernuansa retro-vintage. Desain baru untuk elemen dekorasi sebaiknya dipilih/dibuat bentuk yang tidak biasa, baik dari kayu, logam, bahan sintetis, atau perpaduannya.

Warna dan Pencahayaan

pexels.com

Palet warna disarankan mengarah pada warna-warna netral yang berkesan suram—broken white, krem, cokelat muda, beige, abu-abu dan hitam. Warna kuat dipilih sebagai aksen. Finishing krom pada objek juga bisa dipilih untuk menampilkan warna bernuansa industrial.    

Pencahayaan termasuk cahaya alami ditujukan untuk memperjelas tampilan objek serta mendukung nuansa industrial. Desain lampu terutama pada badan lampu dan armatur dapat sekaligus dijadikan elemen dekoratif. Material dapat dipilih misalnya baja, tembaga, dan logam lain, dikombinasikan dengan kayu, kain, bahan sintetis, atau material lain.

Baca Juga: 5 Kesalahan Ini Bikin Interior Terlihat Amburadul, Padahal Sepele