Masuk

Tips

Beranda / Tips
Mencegah dan Mengatasi Kerusakan Dinding Batu Buatan
Konstruksi Sipil | 03 Jul 2017

Batu buatan untuk dinding mencakup batu bata, batako, dan bata ringan (hebel). Ketiga jenis material ini memiliki bentuk yang hampir sama meskipun dengan ukuran berbeda-beda. Dalam konstruksi dinding, ketiganya juga memiliki teknik pemasangan yang hampir sama, mulai dari penyusunan material hingga pengacian dan pelapisan finishing. Dinding berpotensi mengalami kerusakan, seperti: retak acian/plesteran dan/atau retak pasangan batu, cat menggelembung/mengelupas, berjamur/berlumut, dsb.. Penyebabnya mungkin karena dinding sudah tua; terjadi kesalahan saat pemasangan; atau terdampak bencana (banjir, gempa, dll). Bagaimana mencegah atau mengatasi kerusakan pada dinding batu buatan?

 

MENCEGAH KERUSAKAN PADA DINDING

Berbagai tindakan berikut dapat mencegah terjadinya kerusakan pada dinding batu buatan atau memperpanjang daya tahan/umur dinding.

  • Gunakan material (bata/batako/hebel; semen; dan pasir) berkualitas bagus.  
  • Lakukan pemasangan dinding sesuai kaidah/aturan yang berlaku menurut karakteristik setiap material (sesuai SNI/Standar Nasional Indonesia). Gunakan spesi sesuai jenis material dengan rasio tepat. Misalnya untuk pasangan bata di area lembap/bawah tanah dipakai spesi campuran semen dan pasir dengan rasio 1:4.
  • Gunakan plesteran dan acian sesuai jenis material dinding dan aplikasikan secara tepat. Misalnya, membasahi plesteran (yang sudah kering sempurna) sebelum mengaplikasikan acian; dan mengkondisikan acian tidak kering terlalu cepat, untuk mengantisipasi retak rambut.
  • Gunakan material finishing yang tepat sesuai posisi dinding atau peruntukan ruang. Misalnya, untuk dinding luar dipakai cat eksterior yang tahan terhadap perubahan cuaca (weathershield).
  • Aplikasikan material finishing secara tepat sesuai spesifikasi bahan dan/atau petunjuk pabrikan. Misalnya, aplikasi plamir dan cat dilakukan setelah acian kering sempurna.   
  • Lakukan perawatan secara berkala, seperti pengecatan ulang.      

MENGATASI KERUSAKAN PADA DINDING

Jika dinding batu buatan terlanjur rusak, langkah awal yang harus dilakukan adalah memeriksa jenis dan tingkat kerusakan untuk mengetahui bentuk perbaikan harus dilakukan. Berikut beberapa kerusakan yang masih dapat diatasi tanpa harus membongkar dinding.  

  • Retak rambut, yaitu retak sampai acian pada satu sisi, bersifat nonstruktural. Atasi retakan halus dengan pelapisan cat dasar lalu top coat sesuai warna cat lama. Jika retakan lebih parah, kerik cat lama dan ampelas hingga acian terlihat lalu lembapkan dengan lap basah. Secara bertahap aplikasikan plamir, cat dasar dan top coat yang sesuai. Lakukan setiap tahap dengan jeda waktu yang tepat, di mana setiap lapisan harus kering sempurna.
  • Retak sampai plesteran, terjadi pada satu sisi dan bersifat nonstruktural. Atasi dengan membersihkan acian dan plesteran di sekeliling retakan (±5 cm) sampai bata terlihat, lalu basahi dengan air. Secara bertahap aplikasikan plesteran dan acian, lalu plamir, cat dasar dan top coat sesuai warna cat lama. Lakukan setiap pekerjaan dengan jeda waktu yang tepat.